Anda di halaman 1dari 21

PR Matematika Kerenza Doxolodeo Simanjuntak

a)

B) Nama Franklin R B Yee Foo E Gary Wachara Sondee Fadlin Supachai Chimdee RATARATA Waktu Kecepatan (100 m) 10.37 9.643 m/sec 10.46 9.560 m/sec 10.47 9.551 m/sec 10.51 9.514 m/sec 10.53 9.496 m/sec 10.468 9.552 m/sec

c)
20 15 10 5 0 -5 -10 -15 -20 Masuk Kemasukan Selisih

PR PLKJ KERENZA DOXOLODEO SIMANJUNTAK

Kegiatan menonton SEA GAMES mengalami ketertiban (tapi agak tergolong agak liar yang terkontrol). Terutama bola yang dianggap riskan bentrok terutama saat INDONESIA melawan MALAYSIA. Tapi agak tidak tercemin dalam belakangan hari ini

AKARTA, KOMPAS.com - Pembakaran loket tiket di areal Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Senayan kembali terjadi Senin (21/11/2011) siang ini. Dua buah loket di samping Masjid Al-Bina di depan Hotel Athlete Century menjadi korban amuk massa yang tidak kebagian tiket. Salah seorang saksi mata, Yati (38), menuturkan, peristiwa pembakaran terjadi pada pukul 13.10. Saat itu sekitar 300 meter antrean di depan loket yang dipadati ratusan pendukung Timnas Garuda Muda mengamuk lantaran loket tidak kunjung dibuka. "Pihak panitia alasannya mau keluar makan siang dulu. Nggak kasih tahu kalau tiket sudah habis. Mereka (panitia) kabur sejak jam 12 lewatan lah," kata Yati. Para penonton, katanya, saat itu sudah mulai marah karena ditunggu panitia di loket tak kunjung datang. Akhirnya, mereka pun berteriak minta loket dibuka. Namun, pihak panitia tak kunjung datang. Alahasil, salah seorang penonton melemparkan botol kecil beling ke arah loket. Tiba-tiba saja, api mulai berkobar di depan loket. Api akhirnya menghanguskan besi pembatas loket dan atap loket. Aparat pasukan anti huru-hara langsung tiba ke lokasi. Aparat sempat melayangkan tembakan peringatakan untuk membubarkan massa. Dari lokasi, polisi mengamankan tiga orang yang diduga sebagai pemicu pembakaran. Namun, menurut Yati, pelaku yang membakar loket sebenarnya sudah kabur. "Saya kasihan lihat orang yang dibawa itu bukan dia. Dia tadi hanya duduk di bawah pohon, polisi tiba-tiba datang. Dia berusaha kabur, langsung ditangkap," kata Yati. Salah seorang yang diseret aparat kepolisian, Suryanto, mengaku tidak tahu-menahu soal pembakaran itu. "Saya cuma datang pas sudah dibakar, bukan saya yang bakar," ujar Suryanto tanpa digubris aparat kepolisian.

PR Bahasa Inggris KERENZA DOXOLODEO SIMANJUNTAK

Im about to recounting my favorite badminton match which happens that I watch from Istora Senayan, Jakarta. A quarter final of women doubles of Agustina Anneke Fenny and Mahessa Nitya Kheshuma from Indonesia against Vivian Ho Kah Mun and Woon Khe Wei from Malaysia. This ends with twenty-four to twenty-two and twenty-one to fifteen. The first set is a extremely tight set. The match started by a serve from Woon Kei Wei. Indonesia won the first rally. However, the Malaysia won the next three rallies which causes Malaysia leads three to one. Fortunately, Indonesia manages to catch up so the score stands as three to all. Then the match goes very tight, four to all then five to all. When the score stands six to five for Malaysia, a time-out is declared. After a minute break, the match starts again and of course, haves a tight race. When the scores was ten to all, everybody is wondering, whos going to win the break point. Agustin serve and do some meaningful smash. However, one of the shuttlecocks doesnt go over the net and gives score for Malaysia. After two minute breaks, the game starts again and of course goes very tight. When the score stands as twenty to eighteen, everybody shouts Habisin! Habisin! the Indonesian player goes seems very nervous and causes deuce. Soon, the watcher boos them (The Malaysian). When the scores stand as twenty-one to twenty for Malaysia, a very tight rally happens. Agustin smashes right in front the net, which replied by Vivian, but causes her fall to the right. Nitya then Smashes in front the net, which is replied by Woon, but also fall to the left. Agustina make a smash again, which replied by Vivian whose still fall, but goes out and causes another deuce. The set ended with twenty-four to twenty-two for Indonesian. The second set is something that not worthy enough to be recaps. Yes, the game goes tight till when the score goes six to all. However, since that point, Indonesia starts to leading and uncatchable. Indonesia wins the match by winning straight set. When the Malaysia goes back to the locker, the audience boos at the Malaysian athlete very loud, which makes one of the athletes about to cry. This is my recount-story. Enjoy and good luck (385 words)

PR AGAMA KERENZA DOXOLODEO SIMANJUNTAK

a) >Pemain sering berdoa saat ada waktu lengang >Membuat tanda salib >Memandang ke atas (ibarat surga) saat berhasil

b) SEBELUM Dalam nama bapak, dan putra dan roh kudus. Amin Tuhan. Hari ini aku akan bertanding. Bimbinglah aku agar aku tetap di jalan yang tepat. Sehingga aku bias mengeluarkan segala kemampuanku. Tanpa kekurangan satu apapun. Tapi biarlah kehendakMU yang terjadi. Amin Dalam nama bapak, dan putra, dan roh kudus. Amin

SESUDAH MENANG Dalam nama bapak, dan putra dan roh Kudus Amin. Tuhan, hari ini aku bersyukur Karena aku bisa memenangkan pertandingan ini Bimbinglah aku agar aku nanti Bisa menyelesaikan pertandingan selanjutnya. Amin Dalam nama bapak, dan putra dan roh kudus. Amin

KALAH Dalam nama bapak, dan putra, dan roh kudus. Amin Tuhan, hari ini saya bersyukur. Atas kekalahan saya. Bimbinglah saya, agar dikesempatan nanti Saya bisa tampil dengan baik. Amin Dalam nama bapak dan putra dan roh kudus. Amin

PR PKN KERENZA DOXOLODEO

NO 1

Hari, Tanggal Jumat, 11 November 2011

Kegiatan yang dilakukan Menonton pertandingan sepak bola Indonesia vs Singapura

Senin, 13 November 2011

Menonton pertandingan sepak bola Indonesia vs Thailand Menonton pertandingan badminton Indonesia vs Thailand

4 5

Jumat, 17 November 2011

Menonton secara langsung perempat final badminton Menonton pertandingan sepak bola Indonesia vs Malaysia

Ulasan Kegiatan Penonton menaati peraturan. Pemain singapura bermain dengan sedikit kasar Pemain Thailand bermain dengan kasar Pertandingan berlangsung dengan tertib Tertib. Tapi suka menyoraki saat tim Malaysia bertanding

1) Mempunyai semangat fair play. Tidak ingin dikeluarkan dari permainan Tidak ingin mempermalukan nama baik bangsa 2) Mentalnya yang jelek Strateginya memang strategi memancing emosi sehingga tim lawan bias dikeluarkan (contoh kartu merah) karena terprovokasi Ketinggalan skornya Frustasi mengejar ketinggalan 3) Melakukan sosialisasi peraturan dari berita agar tidak ada miscommunication Razia barang tajam sebelum masuk ke lapangan Mengbentuk tim pengamanan

PR IPA KERENZA DOXOLODEO SIMANJUNTAK

A) Persiapan fisik: Tubuh, Fitness, Olah raga, Persiapan mental: Tes EQ, Briefing Pelatihan pantang menyerah Persiapan rohani: Ritual agama Persiapan teknis: Raket, Sepatu, Baju, Kaos Kaki b) Faktor Suporter Faktor Kesiapan Mental, Fisik Faktor Lapangan Faktor Teknis c) d) Harus menjadi anggota Negara ASEAN Tidak Menggunakan doping Memenangi pertandingan yang ada Menaati peraturan Gulat Vovinam Kempo Sepeda Atletik Senam Ski Air Karate Taekwondo Wushu

PR IPS KERENZA DOXOLODEO SIMANJUNTAK

a) Sepak Bola: Otto Maniani, Egi Elgiyansyah. Gunawan Dwi Cahyo, Titus Jhon Londouw, Hendra Swiswanto Badminton: Taufik hidayat, Markis Kido, Hendra Setiawan, Tommy Sugiarto, Hayom Rumbaka

B) Perasaan saya Senang kalau Indonesia Menang Tegang jika pertandingan berjalan dengan sengit Sedih kalau Indonesia kalah C) Menahan rasa emosi Melakukan razia barang tajam sebeum pertandingan Meningkatkan jumlah personel keamanan Mengkampanyekanan semangat fair-play

PR BAHASA INDONESIA KERENZA DOXOLODEO SIMANJUNTAK

b) Dengan semangat persatuan, Indonesia pasti bisa! c) Indonesia bisa, Indonesia bisa Dengan semangat persatuan Dan dengan semangat mengharumkan nama bangsa. Indonesia pasti bisa

Indonesia bisa, Indonesia bisa Hai, kau para atlet Inilah saatmu untuk berunjuk gigi Untuk mengharumkan nama INDONESIA Indonesia pasti bisa Indonesia bisa, Indonesia bisa Berjuanglah denga sepenuh hatimu Raihlah cita-citamu Karena ku yakin. Dikau akan berhasil Mengharumkan namamu Menggapai cita-cita mu Dan Mengharumka nama bangsa Indonesia Bisa Indonesia Bisa

PR TIK KERENZA DOXOLODEO SIMANJUNTAk

Saya pada tanggal, 17 November 2011, menonton langsung pertandingan badminton di Istora Senayan bersama ibu saya. Saya memberikan dukungan langsung bagi para pemain. Pertandingan yang saya tonton adalah Simon Santoso vs Suppanyu Avihingsa (THA) Agustina Anneke Feinya / Nitya Khrishinda M vs Vivian Hoo / Whoo Ken Wei (MAS) Markis Kido/ Hendra Setiawan vs GohWei
Shem/Lim Khim Wai (MAS)

Nadya Melati/ Vita Marissa vs Shinta Mulia Sari/ Yao Lei (SIN)