Anda di halaman 1dari 12

Ardian Sandhi Pramesti

CASE 15
Pembimbing : dr.Isa M. Noor, Sp.KJ

GEJALA YANG DITEMUKAN


Pasien adalah korban pemerkosaan yang memiliki kepercayaan dan pemikiran yang aneh,ide rujukan, afek yang terbatas. Pasien juga berpenampilan aneh. Pasien juga memiliki sangat sedikit teman dekat serta lebih suka mempelajari astologi di rumahnya seorang diri dan memiliki cara pemikiran yang tangensial, tetapi daya pikirnya masih dalam tahap yang normal.

Wanita berumur 24 tahun menakui telah ke bidan untuk proses kelahiran bayi laki-laki cukup waktu. Sehari setelah kelahiran bidan merujuk pasien ke psikiatri untuk menyingkirkan dugaan skizifrenia.

Psikiatri menganamnesa pasien dan menemukan bahwa kehamilan ini korban pemerkosaan 9 bulan yang lalu. Pasien merencanakan bayinya untuk diadopsi. Dia menyatakan bahwa tidak pernah datang ke psikiater dan tidak pernah merasakan membutuhkan pertolongan psikiater. Dia berbicara panjang lebar tentang bagaimana pemerkosaan itu telah tertulis dalam bintang-bintang agar dapat diketahui oleh semuanya.Dia adalah penggemar astrologer.dia menyangkal memikirkan berulangulang atau mimpi buruk tentang pemerkosaan dirinya itu. Dia mengakui memiliki amat sedikit teman dekat, dia lebih suka belajar tentang astrologi dan proyeksi bintangbintang di rumahnya sendiri. Dia sangat mempercayai akan adanya reinkarnasi. Walaupun dia mengetahui bahwa keluarganya berfikir apa yang diyakininya itu aneh. Dia mengakui bahwa dia terkadang bekerja sebagai pembaca bola kristal, tetapi dia tidak pernah menjadikan pekerjaan itu sebagai pekerjaan tetap yang full time atau pekerjaan pokok yang menghasilkan.
Selama pemeriksaan status mental, pasien duduk tegak di tempat tidur rumah sakit dan mengenakan 3 gaun rumah sakit beserta jubahnya yang dipakai terbalik. Rambutnya tersisir raih, walaupun satu sisi di kuncir dan sisi lainnya tidak. Dia kooperativ saat diwawancara dan moodnya baik serta afeknya sesuai walaupun terbatas. Dia memiliki pemikiran tangensial dan ideas rujukan dalam memberikan keterangan, tetapi tidak memiliki keinginan bunuh diri atau membunuh serta halusinasi ataupun delusi.

Diagnosa Kerja

SKIZOTIPAL

Pemeriksaan obstetri apa yang akan menjadi rekomendasi? uji TORCH untuk melihat kemungkinan apakah gangguan jiwa tersebut di sebabkan oleh infeksi yang menyebabkan kerusakan organik di otak

DIAGNOSA MULTIAKSIS
Aksis 1 : gangguan skizotipal dd: gangguan waham Aksis 2 : gangguan skizotipal

Aksis 3: Aksis 4: korban pemerkosaan

Aksis 5: GAF 78

Kriteria Diagnostik DSM IV


Suatu pola pervasif defisik sosial dan interpersonal yang ditandai oleh ketidaksenangan akut dan penurunan kapasitas untuk berhubungan akrab disamping oleh penyimpangan kognitif atau persepsi dan perilaku eksentrik, dimulai pada usia dewasa awal dan ditemukan dalam berbagai konteks, seperti yang ditunjuukan oleh lima (atau lebih)berikut ini :

1.
2.

Ideas of reference (kecuali waham rujukan)


Keyakinan aneh atau pikiran magis yang mempengaruhi perilaku dan tidak sesuai dengan norma substural (misalnya, tahyul, percaya dapat melihat apa yang akan terjadi, telepati atau indera keenam: pada anakanak dan remaja fantasi atau preokupasi yang aneh Pengalaman persepsi yang tidak lazim, termasuk ilusi tubuh.

3.

4. Pikiran dan bicara yang aneh (misalnya sama-samar, sirkumstansial, penuh kiasan, sangat terinci atau stereotipik)

Cont..
5. Kecurigaan atau ide paranoid. 6. Afek yang tidak sesuai atau terbatas. 7. Perilaku atau penampilang yang aneh, eksentrik atau ganjil 8. Tidak mempunyai sahabat atau orang yang dipercaya selain sanak saudara derajat pertama 9.Kecemasan sosial yang berlebihan yang tidak berkurang dengan keakraban dan cenderung dihubungkan dengan ketakutan paranoid dibanding pertimbangan negatif tentang diri sendiri. 10.Tidak terjadi secara eksklusif selama perjalanan skizofrenia, suatu gangguan mood dengan ciri psikotik, gangguan psikotik lain atau suatu gangguan perkembangan pervasif.

Prognosis

Kemunculan gangguan kepribadian skizotipal dimulai pada awal memasuki masa dewasa dan terus berkembang sepanjang masa hidupnya

Tata laksana
` Terapi yang dilakukan yaitu dengan membantu penderita untuk mereconnect dengan mengamatikekuatan dan keterbatasan proses berpikirnya. Sedangkan obat antipsikotik dapat membantupenderita mengurangi masalah gangguan proses berpikirnya.

medikasi Tidak ada obat khusus untuk menyembuhkan gangguan kepribadian ini, dokter menganjurkan obat antidepressant atau antipsikotik bila individu tersebut juga mengalami gangguankecemasan, depresi atau gangguan mood lainnya.

Psikoterapi
Behavioral therapy: Individu dengan gangguan kepribadian skizotipal membutuhkan kemampuan untuk menjalin hubungan interpersonal dengan orang lain, ia membutuhkan teknik-teknik baruuntuk melakukan pendekatan dengan orang lain. Terapis mengajarkan bagaimanamengungkapkan perasaanperasaan dan berekspresi secara tepat. Individu juga diajarkanbagaimana mengatur suara atau berbicara ketika berhadapan dengan orang lain

Cognitive therapy: Dalam terapi ini individu belajar untuk merespon dan dilatih untuk fokus terhadap suatumasalah dari pikiran-pikiran menganggu. Terapi ini juga melatih individu untuk memisahkan masalah-masalah sosial yang membingungkan dari pikiran-pikirannya sendiriterutama dari hal-hal yang membuat individu mengelak dari situasi interpersonal.

Psikoterapi (cont)
Family therapy: Terapi dapat efektif bila semua anggota keluarga dilibatkan, konselor atau ahli terapidilibatkan secara langsung dalam keluarga dapat mengurangi letupan amarah dan menjagahubungan emosional antar sesama anggota keluarga. Terapi ini juga dapat meningkatkanmoral dalam keluarga

TERIMAKASIH