Anda di halaman 1dari 9

Laporan kimia organic

B. Tujuan : Melalui percobaan ini, diharapkan mahasiswa memilikikemampuan melakukan uji untukmenentukan unsur-unsur yang terkandung dalam suatu senyawa organik.

C. DasarTeori Senyawa organik adalah golongan besar senyawa kimia yang molekulnya mengandung karbon, kecuali karbida, karbonat,dan oksida karbon. Studi mengenai senyawaan organik disebut kimia organik. Banyak diantara senyawaan organik, seperti protein, lemak, dan karbohidrat,merupakan komponen penting dalam biokimia. Di antara beberapa golongansenyawaan organik adalah senyawa alifatik, rantai karbon yang dapat diubah gugus fungsinya; hidrokarbon aromatik, senyawaan yang mengandung paling tidaksatu cincin benzena; senyawa heterosiklikyang mencakup atom-atom nonkarbon dalam struktur cincinnya; dan polimer, molekul rantaipanjang gugus berulang. Pembeda antara kimia organikdan anorganikadalah ada/tidaknya ikatan karbon-hidrogen. Sehingga, asam karbonattermasuk anorganik, sedangkan asam format,asam lemak pertama,organik. Nama "organik"merujuk pada sejarahnya, pada abad ke-19,yang dipercaya bahwa senyawa organik hanya bisa dibuat/disintesis dalam tubuhorganisme melalui vis vitalis - "life-force". Kebanyakan senyawaan kimiamurni dibuat secara artifisial Dari Wikipedia bahasa Indonesia,ensiklopedia bebas Ada dua cara yang relatif sederhana menentukansecara kualitatif apakah dalam suatu senyawa terdapat nitrogen, belerang atauhalogen. Dalam metode ini, senyawa organik yang tidak diketahui diuraikandengan menggunakan logam natrium, sehingga nitrogen, belerang atau halogenpenyusun senyawa tersebut berturut-turut diubah menjadi natrium sianida,natrium sulfida atau natrium halida. Senyawa-senyawa anorganik ini kemudiandiuji dengan cara seperti dibawah ini Untuk pengujian nitrogen, larutan direaksikan dengan besi(ii) dan besi (iii) jika terdapat sianida, akan terbentuk endapan biru gelapyang ditunjukan dengan persamaan reaksi: 18CN + 3 Fe+2 +4 Fe+3 Fe4[Fe(CN)6]3

Kimia organikadalah percabangan studi ilmiahdari ilmu kimia mengenai struktur, sifat, komposisi, reaksi,dan sintesis senyawa organik.Senyawa organik dibangun terutama oleh karbondan hidrogen, dan dapat mengandung unsur-unsurlain seperti nitrogen,oksigen, fosfor,halogen dan

belerang.Definisi asli dari kimia organik ini berasal dari kesalahpahaman bahwa semuasenyawa organik pasti berasal dari organisme hidup, namun telah dibuktikanbahwa ada beberapa perkecualian. Bahkan sebenarnya, kehidupan juga sangatbergantung pada kimiaanorganik; sebagai contoh, banyak enzimyang mendasarkan kerjanya pada logamtransisi seperti besidan tembaga, juga gigidan tulang yang komposisinya merupakancampuran dari senyama organik maupun anorganik. Contoh lainnya adalah larutanHCl,larutan ini berperan besar dalam proses pencernaan makananyang hampir seluruh organisme(terutama organisme tingkat tinggi) memakai larutan HCl untuk mencernamakanannya, yang juga digolongkan dalam senyawa anorganik. Mengenai unsurkarbon, kimia anorganik biasanya berkaitan dengan senyawa karbon yang sederhanayang tidak mengandung ikatan antar karbonmisalnya oksida, garam, asam, karbid, dan mineral. Namun hal ini tidak berartibahwa tidak ada senyawa karbon tunggal dalam senyawa organik misalnya metandan turunannya

D. Alat Dan Bahan Alat-alat yang digunakan

Bahan- Bahan yangdigunakan Tembaga (II)oksida Logam natrium Kuning telur Serbuk sukrosa - Gula pasir (Sukrosa) : Sukrosa (C12H22O11)memiliki berat molekul 342,30 gr/mol. Sukrosa(gula pasir) mudah larut dalam air, lebih mudah larut dalam air mendidih, sukarlarut dalam etanol, tidak larut dalam kloroform dan dalam eter. Pemerian hablurputih atau tidak berwarna, massa hablur atau berbentuk kubus, atau serbukhablur putih, tidak berbau, rasa manis stabil di udara. Larutannya netralterhadap lakmus. FarmakopeIndonesia, edisi IV, hal 762

Etanol Etanol (disebut jugaetil-alkohol atau alkohol saja), adalah alkohol yang paling sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari.Karena sifatnya yang tidak beracun bahan ini banyakdipakai sebagai pelarut dalam dunia farmasi dan industri makanan dan minuman. Etanol tidak berwarnadan tidak berasa tapi memilki bau yang khas. Bahan ini dapat memabukkan jikadiminum. Etanol sering ditulis dengan rumus EtOH. Rumus molekul etanol adalah C2H5OH atau rumus empiris C2H6O. Asam asetat BM 60,05gr/mol Cairanjernih, tak berwarna, bau khas, menusuk, rasa asam yang tajam, dapat bercampurdengan air dan gliserol.

Larutan timbalasetat 0,15 M Larutannatrium florida Larutan asam sulfat BM 98,07 gr/mol Cairan jenuh seperti minyak, takberwarna, bau sangat tajam dan korosif, bercampur dengan air dan etanol denganmenimbulkan panas

Larutan peraknitrat Larutan besi(II) amonium sulfat Larutam besi(III) klorida 5% Air kapur Tembaga (II)sulfat anhidrat

E. Prosedur Kerja

F. Hasil Pengamatan 1. uji karbon dan hidrogen No

Perlakuan Hasil pengamatan 1 3 mL kuning telur + CuO berlebih Berwarna hitam 2 Dipanaskan Tidak terjadi kekeruhan yang berarti kuning telur tidak mengandung karbon. 3 Ditambahkan tembaga (II) sulfat anhidrat Tidak terjadi perubahan warna yang berarti tidak mengandung hidrogen

2.Uji peleburan dengan menggunakan natrium No Perlakuan Hasil Pengamatan 1 Logam natrium dipanaskan Meleleh 2 Logam natrium + kuning telur dan dipanaskan Timbul nyala api 3 Logam Na + kuning telur + serbuk sukrosa

Sampel berwarna coklat dan timbul gelembung-gelembung. 4 Campuran dalam tabung ditambahkan 1 mL etanol dan dipanaskan lalu dicelupkan dalam air dingin dalam gelas kimia. Tabung pecah dan sampel dalam tabung reaksi kecil masuk dalam gelas kimia dan bercampur dengan air.

3. Uji untuk belerang No Perlqkuan Hasil pengamatan 1 2 mL sampel ditambahkan timbal asetat Sampel berubah jadi coklat 2 Lalu ditambahkan timbal asetat Terbentuk endapan coklat menunjukan adanya belerang

4. uji untuk Nitrogen No Perlakuan Hasil pengamatan 1 1 ml sampel diuji pH dengsn kertas lakmus pH = 13

2 Sampel didihkan selama 30 menit dan kemudian didinginkan Selama pemanasan terbentuk gelembung-gelembung (mendidih) 3 Kemudian ditambahkan besi (III) klorida 5 % (2 tetes) Warnanya coklat kehitam-hitaman 4 Kemudian ditambahkan H2SO4 3 M beberapa tetes Terbentuk endapan

5. Uji untuk halogen No Perlakuan Hasil pengamatan 1 1 ml sampel + HNO3 sampai pH 13. lalu ipanaskan selama 2 menit Mendidih (belerang teridentifikasi) 2 Kemudian ditambahkan beberapa tetes larutan perak nitrat Terbentuk endapan kuning yang menandakan pada sampel mengandung halogen

G. Pembahasan Dalampercobaan analisis kualitatif unsur-unsur dalam senyawa organik dilakukanbeberapa pengujian yaitu uji karbon dan hidrogen, uji peleburan denganmenggunakan natrium uji untuk belerang dan uji untuk nitrogen serta uji untukhalogen.

1.

Uji untuk karbon dan hidrogen

Padauji untuk karbon dan hidrogen sampel dalam hal ini adalah kuning telurdicampurkan dengan tembaga (II) oksida, kemudian melewatkan gas yang dibebaskankedalam larutan air kapur, jika larutan berubah keruh senyawa menganadungkarbon dan jika terbentuk cairan pada dinding tabung diuji dengan tembaga (II)sulfat anhidrat. Jika tembaga (II) sulfat anhidrat berubah biru menunjukanadanya air yang berarti bahwa senyawa mngandung hidrogen. Namun dalam uji inilarutan tidak menjadi keruh dan tembaga (II) sulfat anhidrat tidak berwarnabiru pada saat ditambahkan, maka hal ini menunjukan kuning telur positif tidak mengandung karbon maupun hidrogen 2. Uji peleburan dengan natrium

Padauji peleburan dengan menggunakan natrium mula-mula hal yang dilakukan adalah memanaskanlogam natrium sampel menguap kemudian menambahkan kuning telur, pada saatditambahkan timbul nyala yang berarti kuning telur bersifat volatill sehinggaperlu ditambahkan sukrosa dan kemudian dipanaskan dimana sampel berubah warna menjadi coklat dan terdapat gelembung-gelembung. Kemudiancampuran dalam tabung ditambahkan 1 mL etanol dan dipanaskan kembali laludicelupkan dalam air dingin, sampel ini akan digunakan paa uji-uji berikutnnya. 3. Uji belerang

Untukuji selanjutnya yakni uji belerang 2 mL sampel yang didapatkan pada ujipeleburan dengan menggunakan natrium diatas ditambahkan dengan asam asetat (CH3COOH),imana sampel mengalami perubahan warna menjadi coklat kemerah-merahan. Lalukemudian ditambahkan timbal asetat sehingga terbentuk endapan coklat yangmenunjujan positif mengandung belerang, dimana persamaan reaksinya sebagaiberikut : Pb2+ + Na2S(aq) Uji Nitrogen Untikuji nitrogen larutan sampel direaksikan dengan besi (II) dan besi (III) padapelakuan ini terbentuk suatu endapan namun tidak menujukan warna biru mdaterangyang menunjukan adanya nitrogen dala kuning telur. Namun demikian praktikan belum dapatmenyimpulkan dalam kuning telur tidak mengandung nitrogen karena masih tebentukendapan. Dengan demikian kuning telur negatif mengandung nitrogen. Denganpersamaan reaksi yang terjadi : 18 CN- + 3Fe2+ + 4Fe3+ Fe4[Fe(CN)6]3 PbS(s) + 2 Na+

4.

Uji halogen

Untukuji halogen pada sampel mula-mula 1 mL sampel ditambahkan dengan asam nitrat(HNO3) encer sampai derajat keasamam mencapai 13 lalu dipanaskanpada pemanasan selama 2 menit, selanjutnyaditambahkan beberapa tetes larutanperak nitrat pada pemanasan sampel mendidih. Dalam

hal ini belerangteridentifikasi dan terbentuk endapan kuningyang menandakan sampel mengandung unsurhalogen. Dimana pesamaan reaksi yang terjadi adalah : Ag+(aq) +NaX(aq) AgX(s)+Na+(aq)

Denganmengamati warna endapan dan kelarutanya dalam amonia kita dapat apakah halogenitu klorida, bromida atau iododa. Namun untuk hal ini praktikan tidak melakukanya.

H. Kesimpulan Dari pecobaan yang tealh dilakukandiperoleh beberapa kesimpulan yaitu : 1. kuning telur positiftidak mengandung unsur karbon dan hidrogen 2. kuning telur positifmengandung unsur belerang 3. kuning telur negatifmengandung nitrogen 4. kuning telur positifmengandung unsur halogen.

Daftar pustaka Team TeachingKimia Anorganik. 2008. Modul Praktikum.Gorontalo:UNG Fessenden & Fessenden, 1982. Kimia Organik Edisi ketiga jilid 1 dan 2.jakarta : Erlangga. Drs Parlan M.Si 2003. KimiaOrganik I. Malang JICA Farmakope Indonesia, edisi IV, hal 762