Anda di halaman 1dari 5

RUDI WIJANARKO/010900256/TKN 2009 JAWABAN POST TEST KIMRAD y FRICKE 1.

Mekanisme reaksi yang terjadi pada dosimetri Fricke                          

2. Fungsi penambahan fenantrolin ke dalam larutan yang akan dianalisis Ferro atau Besi(II) adalah untuk membentuk senyawa kompleks dengan Fe2+ berwarna jingga-merah sehingga dapat dianalisis menggunakan spektrometer uv-vis dan merupakan analisis kuantitatif perubahan densitas optik. Reaksi : 2Fe2+ + C12H8 N2 -> [Fe2 (C12 H8 N2)]2+

3. Setelah dilakukan analisis terhadap larutan yang telah diiradiasi maka dari hasil analisis dapat diketahui bahwa terjadi perubahan absorbansi sebelum dan setelah iradiasi. Absorbansi larutan mengalami penurunan setelah diiradiasi. Hal tersebut menunjukkan bahwa terjadi penurunan jumlah ion ferro (Fe2+). Penurunan tersebut dikarenakan ion ferro tersebut teroksidasi menjadi ion ferri (Fe3+)

sehingga absorbansinya menurun.

CERI-CERO 1. Mekanisme reaksi yang terjadi pada dosimetri Ceri-cero               

2. Diagram alir praktikum Preparasi Sampel

Irradiasi Sampel dan Penentuan Dosis Radiasi

Analisis Cuplikan Hasil Irradiasi

3. G-value adalah Jumlah spesi tertentu yang menghasilkan per 100 eV kehilangan energy oleh partikel bermuatan, foton, dan produk sekundernya ketika terhenti dalam air atau banyaknya molekul/spesi yang terbentuk atau terurai akibat penyerapan energy 100 Ev Dengan lambing G(x).

PENGAWETAN MAKANAN

1. Tujuan irradiasi pangan yaitu : 1. Mengurangi kehilangan akibat kerusakan dan pembusukan. 2. Membasmi mikroba dan organisme lain yang menimbulkan penyakit yang terbawa oleh makanan. 3. Memperpanjang daya simpan. 2. Prinsip pengawetan pangan dengan cara iradiasi yaitu : 1. Penyinaran dapat menghambat pertunasan pada umbi-umbian. 2. Penyinaran dapat memperlambat / menunda proses pematangan pada buah-buahan. 3. Penyinaran dapat menghambat aktivitas mikroba yang terdapat dalam bahan pangan. 4. Penyinaran dapat mnginaktifkan enzim-enzim.

5. Penyinaran dapat membunuh serangga / hama yang mnyerang bahan pangan di ruang penyimpanan.

Prinsip pengawetan bahan makanan dengan iradiasi Apabila suatu zat dilalui radiasi pengion, energi yang melewatinya akan diserap dan menghasilkan pasangan ion. Energi yang diserap oleh tumbukan radiasi dengan partikel bahan pangan akan menyebabkan eksitasi dan ionisasi beribu-ribu atom dalam lintasannya yang akan terjadi dalam waktu kurang dari 0,001 detik. Karena waktu yang sangat singkat tersebut, maka tidak terjadi kenaikan suhu dan tidak menimbulkan residu. Produk ionisasi dapat berupa electronically charged (ion) maupun netral (radikal bebas). Produk ini kemudian bereaksi dan menyebabkan perubahan pada material yang diiradiasi atau yang disebut dengan radiolisis. Reaksi inilah yang menyebabkan penghancuran mikroorganisme, serangga, dan parasit selama proses iradiasi makanan. 3. Kelebihan dan kekurangan teknik pengawetan makanan dengan iradiasi Keunggulan :  tidak ada atau sedikit sekali proses pemanasan pada makanan sehingga hampir tidak ada perubahan dalam karakteristik makanan,  dapat dilakukan pada makanan kemasan dan makanan beku,  dapat dilakukan pada makanan segar melalui satu kali operasi dan tanpa menggunakan tambahan bahan kimia,  hanya membutuhkan sedikit energi,  perubahan pada aspek nutrisi dapat dibandingkan dengan metoda pengawetan makanan lainnya, dan  proses otomatis terkontrol dan memiliki biaya operasi rendah. Kelemahan :  proses dapat digunakan untuk mengeliminasi bakteri dalam jumlah besar sehingga dapat membuat makanan yang tidak layak makan menjadi layak jual,  jika mikro-organisme pembusuk dimusnahkan tetapi bakteria patogen tidak, konsumen tidak bisa melihat indikasinya dari bentuk makanan,

 makanan akan berbahaya bagi kesehatan jika bakteri penghasil racun dimusnahkan setelah bakteri tersebut mengkontaminasi makanan,  kemungkinan perkembangan resistensi mikroorganisme terhadap radiasi,  hilangnya nilai nutrisi makanan,  sampai sekarang, prosedur analitik dalam mendeteksi apakah makanan telah diirradiasi belum mencukupi, dan  resistensi publik disebabkan oleh kekhawatiran akan pengaruh radioaktif atau alasan lain yang berhubungan dengan kekhawatiran terhadap industri nuklir. y DEGRADASI 1. Mengapa zat warna azo harus didegradasi dengan MBE terlebih dahulu sebelum dibuang ke lingkungan? karena zat azo merupakan senyawa non biodegredable, sehingga dapat mencemari lingkungan jika langsung dibuang ke lingkungan sehingga perlu di uraikan terlebih dahulu dengan campur tangan manusia agar tidak mencemari lingkungan apabila dibuang ke lingkungan. 2. Mekanisme reaksi degradasi zat azo (Deokisiribosa)

3. Mengapa perlu dilakukan uji endapan dengan CaCl2 ? Yaitu untuk membuktikan terbentuknya asam organic yaitu Asam Oksalat yang mengendap menjadi Kalsium Oksalat ketika larutan yang setelah iradiasi ditambahkan CaCl2. 4. Bagaimana menghitung efisiensi degradasi ?

Yakni dengan perhitungan perbandingan absorbansi dari analisa UV-VIS untuk sampel yang sebelum di iradiasi dan setelah iradiasi dengan perlakuan sampel yang sama.