Anda di halaman 1dari 2

Gambar 4.1 Prosedur Ijin Lokasi (PMNA/KBPN No.

2 tahun 1999)
RTR KAB/KOTA
SURVEI IDENTIFIKASI LAPANGAN

PMA
PEMOHON

UU NO.11/1970

KANTOR PERTANAHAN/ SEKRETARIAT

PEMBANGUNAN LAINNYA

BUPATI/ WALIKOTA

IZIN LOKASI (IL)

PMDN
UU NO.12/1970

RAKOR 1. Walikota/Bupati 2. BPN 3. Bappeda 4. Instansi Terkait 5. Camat/Lurah/Kades

TANPA MELALUI IL 1. Tanah sendiri 2. Sudah dikuasai 3. Kawasan industri 4. Otorita 5. Perluasan usaha 6. Kurang 15 Ha Ru 7. Kurang 1 Ha Ur 8. Tanah pemegang saham 9. Surat keterangan perolehan dan penggunaan tanah oleh Kepala Kantor Pertanahan setempat

LUAS & WAKTU PEMBEBASAN 1. Sampai 25 Ha 1 thn 2. Luas 25-50 Ha 2 thn 3. Lebih 50 Ha 3 thn BILA DALAM KURUN WAKTU TERSEBUT TIDAK SELESAI Diperpanjang 1 th bila pembebasan areal mencapai 50%1 BILA TIDAK BERHASIL AREAL TERSEBUT DIBERIKAN KE PERUSAHAAN LAIN YANG BERMINAT Tanah mana Milik siapa Ukuran Luas Harga pasar Penggunaan Kualitas Status tanah Adat istiadat Budaya Data lain

PEMOHON INVESTOR
1. KTP Pemohon 2. Akte Pertanahan 3. Proposal 4. NPWP 5. Peta/Sket Lokasi 6. Pernyataan bersedia membebaskan/ganti rugi tanah 7. Data persyaratan lain yang ditetapkan oleh Pemerintah Kab/Kota

SURAT PERNYATAAN PERSETUJUAN LOKASI

PEMOHON DAN INSTANSI TERKAIT

MASYARAKAT DESA KELURAHAN/KEC.

PENGIRIMAN SK IJIN LOKASI (IL)

PROSES SK IJIN LOKASI (IL)

PENERTIBAN SK IJIN LOKASI (IL)

Gambar 4.2 Digram Prosedur Pengurusan IMB di Kabupaten/Kota

PENELITIAN PERSYARATAN TIDAK LENGKAP PEMOHON DINAS TEKNIS TERKAIT LENGKAP PROSES RTRW Kabupaten/ Kota Advis Planning SURVEI IDENTIFIKASI LAPANGAN

MEMENUHI

DITOLAK DAN DIKEMBALIKAN

MEMBAYAR RETRIBUSI

IMB