Anda di halaman 1dari 8

Memang Harus Begini Bergelut dengan malam dan dingin melangkah dengan gelap tak lelah memang harus

begini tak perlu mengeluh hidup bukan penderitaan hidup adalah anugerah memang harus begini berlelah dan berjuang melangkah dan berusaha Tak perlu takut karena hidup memang begini menetes keringat mengucur air mata berjuang adalah semangat karen hidup memang harus begini tak boleh mengeluh tak boleh putus asa tak boleh berhenti melangkah karena hidup memang harus begini bersyukur dalam kesakitan bersyukur dalam kebahagiaan bersyukur dalam langkah kecil tapi pasti dan itulah hidup hidup yang tak boleh dibiarkan berhenti dan terlantar hidup memang harus begini tapi jangan menyesalinya

Tanpa Teman Hidupku Tak Berarti teman adalah segala-gala nya teman juga bisa menghibur waktu kita yang senja tanpa teman hidup ini akan tak berarti kenapa tanpa teman hidup ini akan tak bermakna? seolah-olah punya teman hidup kita akan cerah seperti langit yang berwarna biru.. teman lebih berarti dari seorang kekasih hanya teman yang bisa menghibur kita walau kita dalam susah, hidupku tanpa teman tak berarti dari pada ku punya kekasih,dia akan bisa cuma nyakiti hati kita.. lebih baik kehilangan kekasih dari pada teman ada pepatah bilang, hilang satu akan tumbu seribu ku akan junjungkan untuk persahabatan ini sampai kapanpun.

Tanpa Puisi puisi adalah bagian hidup ku dan tanpa puisi hidup ku hampa seperti air yang mengalir tanpa henti-hentinya hidup ku ini penuh dengan puisi, dan penuh dengan kasih sayang ibu tanpa ibu aku tak akan ada di dunia ini, dan tak akan jga mengenali puisi-puisi yang bertabur di negeri ni..

Kita dan hari esok


December 29, 2011 at 1:04 pm Leave a Comment

Dan ketika aku bisikan , tentang hari esok , janganlah kau tutup matamu tuk redamkan semua , buruknya takdir bukan alasan untuk memisahkan qt , dan aku yakin akan ada anugrah , dan ketika aku berjanji untuk tetap disini , janganlah kau berhenti untuk melukis mimpi , biarlah semuanya berjalan dengan cinta , dan biarlah tuhan yg akan menjawab , dan terus langkahkan pijak kedepan , dan terus terbangkan ke awan , dan ketika hari kan usai , tetaplah erat genggam tanganku , , , , puisi ini karya bintang tenggara
Kepada Seorang Ayah yang berbahagia,

Kubayangkan butir air mata memenuhi pelupuk matamu saat kau membacakan baris-baris kasih sayang kepada buah hatimu Kusapa, ada beberapa butir air mata menggantung di sukmaku hendak menyeruak ke dunia menemani keharuanmu Tak ada yang dapat kuucapkan hari ini seperti hari kemarin, aku hanya bisa membisu coba kutulis beberapa kata ungkapan kehormatan kepadamu yang kini duduk menyaksikan ilham Allah merasuki tulang-tulang tuamu.

Adakah aku akan melihat orang tuaku sebahagia lantunan nyanyian hatimu yang hendak menempuh tahap tertinggi kodrat manusia? aku merenung menggores bayangan butiran air matamu yang terdorong keluar oleh kebahagiaan aku berusaha menutupi jalan untuk air mataku yang tak sanggup menahan keharuan menuntut jalan keluar, mungkin hendak berteman dengan air matamu

sahabat sejati
April 22, 2011 at 11:21 am

kian lama hidup yang ku jalani selalu bersama mu sahabat ku susah sedih senang yang ku rasakan bersama mu sahabat ku sahabat begitu banyak kenangan yang kita lalui ke bahagian yang selalu kita rasa bersama namun musnah dengan sekejap telah di renggut oleh maut yang tak terduga sahabat kini kau telah pergi meninggalkan ku meninggalkan semua kenangan kita menyimpulkan sebuah air mata yang terjatuh di pipi ku sahabat meski kini kita tak bersama meski kita telah berbeda kehidupan namun kita tetap satu dalam hati dan cinta karena kau sahabat sejati ku selamat tinggal sahabat ku selamat jalan sahabat sejati ku cinta kasih mu kan selalu satu di hati ku selamanya .

Tangisan seorang sahabat


January 8, 2012 at 3:20 pm 2 Comments

dulu.,kita selalu seirama dalam nada.. satu dalam langkah..

bahagia dalam tangis.. merangkul saat ku terinjak.. kini..tangis.,tawa,,adalah bingkai kenangan kita.. tertatih..merintih.. dalam rindu yang terlarang.. kebisuan menjadi raja saat ini,, adakah disana kau tau..? seorang sahabat dalam nyanyian tangis.. mencoba memanggilmu.. ? dalam hembusan angin yang gersang., yang sulit merasuk ke hatimu yang lembut itu,.. masih ingatkah..kau..? nada nada yang pernah ku nyanyikan saat dunia berpaling darimu.. hanya satu kata untukmu.. aku selalu ada untukmu Persahabatan - Kahlil Gibran Dan jika berkata, berkatalah kepada aku tentang kebenaran persahabatan?.. Sahabat adalah kebutuhan jiwa, yang mesti terpenuhi. Dialah ladang hati, yang kau taburi dengan kasih dan kau panen dengan penuh rasa terima kasih. Dan dia pulalah naungan dan pendianganmu. Karena kau menghampirinya saat hati lapa dan mencarinya saat jiwa butuh kedamaian. Bila dia bicara, mengungkapkan pikirannya, kau tiada takut membisikkan kata tidak di kalbumu sendiri, pun tiada kau menyembunyikan kata ya. Dan bilamana ia diam, hatimu tiada kan henti mencoba merangkum bahasa hatinya; karena tanpa ungkapan kata, dalam rangkuman persahabatan, segala pikiran, hasrat, dan keinginan terlahirkan bersama dengan sukacita yang utuh, pun tiada terkirakan. Di kala berpisah dengan sahabat, janganlah berduka cita; Karena yang paling kaukasihi dalam dirinya, mungkin lebih cemerlang dalam ketiadaannya, bagai sebuah gunung bagi seorang pendaki, nampak lebih agung daripada tanah ngarai dataran. Dan tiada maksud lain dari persahabatan kecuali saling memperkaya ruh kejiwaan. Karena kasih yang masih menyisakan pamrih, di luar jangkauan misterinya, bukanlah kasih, tetapi sebuah jala yang ditebarkan: hanya menangkap yang tiada diharapkan.

Dan persembahkanlah yang terindah bagi sahabatmu. Jika dia harus tahu musim surutmu, biarlah dia mengenal pula musim pasangmu. Gerangan apa sahabat itu hingga kau senantiasa mencarinya, untuk sekadar bersama dalam membunuh waktu? Carilah ia untuk bersama menghidupkan sang waktu! Karena dialah yang bisa mengisi kekuranganmu, bukan mengisi kekosonganmu. Dan dalam manisnya persahabatan, biarkanlah ada tawa ria berbagi kebahagiaan. Karena dalam titik-titik kecil embun pagi, hati manusia menemukan fajar jati dan gairah segar kehidupan.

Indahnya Persahabatan
Oktober 5th, 2010 by sigen

Tiada mutiara sebening cinta.. Tiada sutra sehalus kasih sayang.. Tiada embun sesuci ketulusan hati.. Dan tiada hubungan seindah persahabatan.. Sahabat bukan MATEMATIKA yang dapat dihitung nilainya.. EKONOMI yang mengharapkan materi.. PPKN yang dituntut oleh undang-undang.. Tetapi Sahabat adalah SEJARAH yang dapat dikenang sepanjang masa.. Ibu... adalah wanita yang telah melahirkanku merawatku membesarkanku mendidikku hingga diriku telah dewasa Ibu... adalah wanita yang selalu siaga tatkala aku dalam buaian tatkala kaki-kakiku belum kuat untuk berdiri tatkala perutku terasa lapar dan haus tatkala kuterbangun di waktu pagi, siang dan malam Ibu... adalah wanita yang penuh perhatian bila aku sakit bila aku terjatuh bila aku menangis bila aku kesepian Ibu... telah kupandang wajahmu diwaktu tidur

terdapat sinar yang penuh dengan keridhoan terdapat sinar yang penuh dengan kesabaran terdapat sinar yang penuh dengan kasih dan sayang terdapat sinar kelelahan karena aku Aku yang selalu merepotkanmu aku yang selalu menyita perhatianmu aku yang telah menghabiskan air susumu aku yang selalu menyusahkanmu hingga muncul tangismu Ibu... engkau menangis karena aku engkau sedih karena aku engkau menderita karena aku engkau kurus karena aku engkau korbankan segalanya untuk aku Ibu... jasamu tiada terbalas jasamu tiada terbeli jasamu tiada akhir jasamu tiada tara jasamu terlukis indah di dalam surga Ibu... hanya do'a yang bisa kupersembahkan untukmu karena jasamu tiada terbalas Hanya tangisku sebagai saksi atas rasa cintaku padamu Ibu..., I LOVE YOU SO MUCH juga kepada Ayah...!!! =AYAH= tak peduli sang mentari membakar tubuh mu tak peduli lumpur dan peluh membasahi tubuhmu letih sudah harap langkah mu____ .........ayah.. duh.....remuk hati ini melihat perjuangan mu duh....hancur raga ini melihat ,,,mendengar settiap helaan nafas mu ayah.......

itu badan yang dulu gempal kini habis di makan derita itu kulit yang dulu nan mulus kini penuh dengan bintik-bintik lara ayah......... lumpur dan peluh tlah menjadi pakaiyanmu pegal dan linu telah menjadi santapan mu capek dan letih sudah menjadi makanan mu ayah................... ku salut dengan pengorbananmu ku kagum dengan jiwa juang mu semua tuk keluargamu _______________ by:airuz acher ___________________ oh, ibu! masih teringat lagi bebelanmu~ ketika kau memarahiku~ memukulku dan mencubitku, disebabkan kenakalanku~ sungguh! kau lah guru pertamaku~ mengajarku untuk bersopan santun~ mengajarku untuk menjadi lebih baik~ dan mengajarku menjadi manusia yang berakhlak~ dan sungguh aku membencimu ketika itu~ namun, semua disebabkan kesilapanku~ kenakalanku, kerasnya kepalaku, dapat kau betulkan~ dan menjadikan aku manusia pada hari ini~ aku rindukan bebelanmu, ibu~ aku rindukan cubitanmu~ ayah! dapatku lihat setitik peluhmu jatuh~ ketika kau pulang setelah penat bekerja~ kulitmu menjadi gelap~ menggagahi keterikan mentari~ demi mencari sesuap nasi untuk keluarga yang kau cintai~ masihku ingat lagi ayah~ kau lah guru keduaku~ mengajarku bahasa inggeris dan mengajarku melukis~ juga mengajarku erti hidup~ "yellow, red, purple~ apa itu ayah?" dengan selamba kau menjawab soalan dan membelaiku~ memintaku belajar bersungguh-sungguh~ untuk diriku~

dan tidak pernah sedikit pun mengharapkan duitku setelah aku berjaya kelak~ ibuku, ayahku~ setiap malam aku merindui kamu~ melihat bintang dan bulan, bagai melihat kamu~ "adinda, sediakan air untuk kekanda~" ""baik kekanda~" itu ungkapan manja yang seringku dengar dari kamu berdua~ tersenyum kawan-kawanku mendengarnya~ betapa romantiknya kamu berdua~ kesusahan dan kepayahan hidup~ kamu hadiahkan dengan senyuman~ bagaikan menyelesaikan semua masalah yang datang~ dan mendamaikan hati anak-anakmu~ kamu, adalah permataku yang tidak dapat dinilai dengan wang ringgit~ kamulah hartaku~ kamulah hidupku~ dan kamulah nyawaku~ andaiku sudah berjaya kelak~ kamu berdua tidak perlu bersusah payah lagi mencari nafkah~ duduklah di rumah~ menikmati secawan kopi~ dan anggaplah kamu berdua umpama pasangan yang baru berkenalan~ bagaikan hidup kamu ketika bercinta dahulu~ itu janji anak-anakmu~ dan tidak perlu memikirkan anak-anakmu~ kerana kami semua akan menjaga kamu~ sepertimana kamu menjaga kami~ bagai menatang minyak yang penuh~ ibuku, ayahku~ harapanku~ agar kau dapat melihat kejayaanku kelak~ dan yang paling ku harapkan~ jangan lah kamu pergi sebelum aku.....!