Anda di halaman 1dari 13

1. Definisi Definisi ASEAN.

ASEAN , adalah kepanjangan dari " Association of Southeast Asian Nations " atau Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara . ASEAN didirikan pada 8 Agustus 1967 di Bangkok dengan tujuan untuk memperkuat kerjasama regional . Negara -negara anggota ASEAN mengadakan pertemuan pada setiap November . Prinsip prinsip utama ASEAN digariskan seperti berikut : 1. Hormat terhadap kemerdekaan , ketuanan , kesamaan , integritas jajahan dan identitas nasional semua negara 2. Hak untuk setiap negara untuk memimpin kehadiran nasional bebas dari intervensi luar , subversif atau koersion ( coerion ) 3. Solusi perbedaan atau perdebatan dengan damai 4. Menolak penggunaan militer 5. Kerjasama efektif antara anggota . ASEAN beranggotakan hampir semua negara Asia Tenggara Kecuali Timor Leste dengan Papua New Guinea. Negara-negara ASEAN yang dimaksud antara lain : Brunei Darussalam, Filipina, Indonesia, Kamboja, Laos, Malaysia, Myanmar, Singapura, Thailand, Vietnam. ASEAN didirikan oleh lima negara pendiri ; Indonesia , Malaysia , Filipina , Singapura dan Thailand di Bangkok selama proses penandatanganan perjanjian yang dikenal sebagai Deklarasi Bangkok . Menteri luar ketika itu adalah Adam Malik ( Indonesia ) , Narciso R. Ramos ( Filipina ) , Tun Abdul Razak ( Malaysia ) , S. Rajaratnam ( Singapura ) , dan Thanat Khoman ( Thailand ) . 2. Latar Belakang Terbentuknya ASEAN didasari oleh adanya kepentingan-kepentingan bersama dan masalah masalah bersama di Asia Tenggara. Dengan terbentuknya ASEAN akan memperkukuh ikatan solidaritas, terciptanya perdamaian, dan kerja sama yang saling menguntungkan di antara negaranegara di Asia Tenggara. Tujuan Deklarasi ASEAN menyatakan bahwa maksud dan tujuan dari Asosiasi adalah: (1) untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi, kemajuan sosial dan perkembangan budaya di kawasan (2) untuk mempromosikan perdamaian dan stabilitas regional melalui penghormatan terhadap keadilan dan supremasi hukum dalam hubungan antara negaranegara di kawasan dan kepatuhan terhadap prinsip-prinsip Piagam Perserikatan BangsaBangsa. Lembaga2 Lembaga-lembaga Asean terutama adalah Konferensi Tingkat Tinggi, Konferensi Menteri Luar Negeri, Komite Tetap, Konferensi Menteri Ekonomi dan konferensi-konferensi menteri lainnya, Sekretariat, komite khusus serta lembaga-lembaga non pemerintah dan semi pemerintah. KTT adalah badan pengambil keputusan tertinggi Asean yang bersidang sekali setiap tahun. Konferensi Menteri Luar Negeri adalah badan penyusun kebijakan dasar Asean yang mengadakan sidang secara bergilir setiap tahun di negara-negara anggota. Komite Tetap terutama membahas politik luar negeri Asean dan melaksanakan program kerjasama yang konkret. Struktur Asean

1. Sebelum KTT pertama di Bali 1976 Untuk memperlancar hubungan antar negara Asia Tenggara dalam Deklarasi Bangkok 1967 menteri luar negeri dari kelima negara Asia Tenggara tersebut sepakat untuk membentuk suatu wadah kerja sama regional yang di sebut ASEAN (Association of South East Asian Nations) dengan struktur sebagai berikut : a) Sidang Tahunan Para Menteri Sidang ini merupakan sidang tertinggi yang di hadiri oleh para Menteri Luar Negeri negara - negara ASEAN yang di adakan di setiap negara ASEAN menurut giliran abjad. b) Standing Committee Komite ini merupakan sebuah badan yang bersidang di antara dua menteri - menteri luar negeri ASEAN untuk menangani persoalan - persoalan yang memerlukan keputusan para menteri. c) Komite - Komite Tetap dan Komite - Komite Khusus d) Sekertariat Nasional ASEAN pada setiap ibu kota negara - negara anggota ASEAN 2. Sesudah KTT Bali 1976 Pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) pertama yang di hadiri kelima kepala negara anggota ASEAN pada tahun 1976 di Bali, di hasilkan tiga deklarasi . Salah satu di antaranya ialah Declaration of ASEAN Concordyang memberikan kesempatan untuk meninjau struktur organisasi ASEAN demi kelancaran tata kerjanya. Dalam KTT kedua di Kuala Lumpur pada bulan Agustus 1977 di sepakati dan di sahkan struktur organisasi ASEAN sebagai berikut : a) Pertemuan Para Kepala Pemerintahan (Summit Meeting) yang merupakan otoritas atau kekuasaan tertinggi di dalam ASEAN. Pertemuan ini di adakan apabila di anggap perlu dalam memberikan pengarahan - pengarahan b) Sidang Tahunan Para Menteri Luar Negeri ASEAN (ASEAN Ministerial Meeting) Peranan dan tanggung jawab kegiatan sidang ini ialah perumusan garis kebijakan dan koordinasi kegiatan - kegiatan ASEAN c) Sidang Para Menteri - Menteri Ekonomi Sidang ini di selenggarakan setahundua kali. Tugasnya , selain merumuskan kebijaksanaan - kebijaksanaan yang khusus menyangkut maslah kerja sama ASEAN bidang ekonomi juga mengevaluasi hasil - hasil yang di lakukan komite - komite yang ada di bawahnya d) Sidang Para Menteri lainnya (Non-Ekonomi0 sidang ini merumuskan kebijakan kebijakan yang menyangkut bidangnya masing - masing seperti penerangan , kesehatan , kebudayaan , ilmu pengetahuan dan teknologi e) Standing Committee. Badan ini bertugas seperti sebelum KTT I di Bali yang membuat keputusan - keputusan dan menjalankan tugas - tugas perhimpunan di antara dua buah Sidang Tahunan Para Menteri Luar Negeri ASEAN f) Komite - komite. Dalama komite ini ada dua bidang yaitu bidang ekonomi dan

bidang non ekonomid

KAA Definisi Konferensi Tingkat Tinggi Asia-Afrika (KTT Asia-Afrika; kadang juga disebut Konferensi Bandung) adalah sebuah konferensi tingkat tinggi antara negara-negara Asia dan Afrika, yang kebanyakan baru saja memperoleh kemerdekaan. KTT ini diselenggarakan olehIndonesia, Myanmar (dahulu Burma), Sri Lanka (dahulu Ceylon), India dan Pakistan dan dikoordinasi oleh Menteri Luar Negeri IndonesiaRoeslan Abdulgani. Pertemuan ini berlangsung antara 18 April24 April 1955, di Gedung Merdeka, Bandung, Indonesia dengan tujuan mempromosikan kerjasama ekonomi dan kebudayaan Asia-Afrika dan melawan kolonialisme atau neokolonialisme Amerika Serikat, Uni Soviet, atau negara imperialis lainnya. a. Konferensi Colombo (Konferensi Pancanegara I) Pada tanggal 28 April-2 Mei 1954 diadakan konferensi di Colombo, ibu kota Srilangka. Adapun wakil dari 5 negara yang hadir tersebut sekaligus akan menjadi sponsor KAA sebagai berikut. 1) Indonesia, diwakili oleh Perdana Menteri Ali Sastroamidjoyo 2) India, diwakili oleh Perdana Menteri Shri Pandit Jawarhalal Nehru 3) Pakistan diwakili oleh Perdana Menteri Mohammad Ali Jinnah. 4) Birma (sekarang Myanmar), diwakili oleh Perdana Menteri Unu. 5) Srilangka, diwakili oleh Perdana Menteri Sir John Kotelawala. Dalam konferensi ini Indonesia mengusulkan agar diadakan konferensi yang lebih luas jangkauannya, tidak hanya negara-negara Asia, tetapi juga beberapa negara Afrika. Gagasan ini disambut positip dan Perdana Menteri Ali Sastroamidjoyo mendapat mandat untuk menjajagi kemungkinan dilaksanakan konferensi Asia-Afrika. Dalam konferensi Colombo ini diputuskan antara lain sebagai berikut. a. Indocina harus dimerdekakan dari penjajahan Perancis. b. Menuntut kemerdekaan bagi Tunisia dan Maroko. c. Menyetujui dan mengusahakan adanya konferensi Asia-Afrika dan memilih Indonesia sebagai penyelenggara. b. Konferensi Bogor (Konferensi Pancanegara II) Pada tanggal 28-31 Desember 1954 diadakan Konferensi di Bogor. Konferensi ini merupakan kelanjutan dari Konferensi Colombo, di mana negara-negara sponsor akan mengevaluasi hasil penjajagan Indonesia dalam mempersiapkan KAA. Hal-hal yang menjadi pokok pembicaraan dalam Konferensi Bogor adalah tujuan konferensi, tempat konferensi, agenda pembicaraan negara-negara yang akan diundang dan kesekretariatan. Rekomendasi yang diajukan dalam sidang ini adalah sebagai berikut. a) Mengadakan Konferensi Asia-Afrika di Bandung dalam bulan April 1955. b) Menetapkan kelima negara peserta konferensi Colombo sebagai negara-negara sponsor.

c) Menetapkan 25 negara-negara Asia-Afrika yang akan diundang. d) Menentukan tujuan konferensi Asia-Afrika. Latar Belakang Latar Belakang Berakhirnya Perang Dunia II pada bulan Agustus 1945, tidak berarti berakhir pula situasi permusuhan di antara bangsa-bangsa di dunia dan tercipta perdamaian dan keamanan. Ternyata di beberapa pelosok dunia, terutama di belahan bumi Asia Afrika, masih ada masalah dan muncul masalah baru yang mengakibatkan permusuhan yang terus berlangsung, bahkan pada tingkat perang terbuka, seperti di Jazirah Korea, Indo Cina, Palestina, Afrika Selatan, Afrika Utara. Masalah-masalah tersebut sebagian disebabkan oleh lahirnya dua blok kekuatan yang bertentangan secara ideologi maupun kepentingan, yaitu Blok Barat dan Blok Timur. Blok Barat dipimpin oleh Amerika Serikat dan Blok Timur dipimpin oleh Uni Sovyet. Tiap-tiap blok berusaha menarik negara-negara di Asia dan Afrika agar menjadi pendukung mereka. Hal ini mengakibatkan tetap hidupnya dan bahkan tumbuhnya suasana permusuhan yang terselubung di antara kedua blok itu dan pendukungnya. Suasana permusuhan tersebut dikenal dengan sebutan "perang dingin". Timbulnya pergolakan dunia disebabkan pula oleh masih adanya penjajahan di bumi kita ini, terutama di belahan Asia dan Afrika. Memang sebelum tahun 1945, pada umumnya benua Asia dan Afrika merupakan daerah jajahan bangsa Barat dalam aneka bentuk. Tetapi sej ak tahun 1945, banyak daerah di Asia Afrika menjadi negara merdeka dan banyak pula yang masih berjuang bagi kemerdekaan negara dan bangsa mereka seperti Aljazair, Tunisia, dan Maroko di wilayah Afrika Utara; Vietnam di Indo Cina; dan di ujung selatan Afrika. Beberapa negara Asia Afrika yeng telah merdeka pun masih banyak yang menghadapi masalah-masalah sisa penjajahan seperti Indonesia tentang Irian Barat, India dan Pakistan tentang Kashmir, negaranegara Arab tentang Palestina. Sebagian bangsa Arab-Palestina terpaksa mengungsi, karena tanah air mereka diduduki secara paksa oleh pasukan Israel yang dibantu oleh Amerika Serikat. Sementara itu bangsa-bangsa di dunia, terutama bangsa-bangsa Asia Afrika, sedang dilanda kekhawatiran akibat makin dikembangkannya pembuatan senjata nuklir yang bisa memusnahkan umat manusia. Situasi dalam negeri dibeberapa negara Asia Afrika yang telah merdeka pun masih terjadi konflik antar kelompok masyarakat sebagai akibat masa penjajahan (politik devide et impera) dan perang dingin antar blok dunia tersebut. Walaupun pada masa itu telah ada badan internasional yaitu Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang berfungsi menangani masalahmasalah dunia, namun nyatanya badan ini belum berhasil menyelesaikan persoalan tersebut. Sedangkan kenyataannya, akibat yang ditimbulkan oleh masalah-masalah ini, sebagaian besar diderita oleh bangsa-bangsa di Asia Afrika. Keadaan itulah yang melatarbelakangi lahirnya gagasan untuk mengadakan Konferensi Asia Afrik TUjuan Konferensi Bogor menghasilkan 4 (empat) tujuan pokok Konferensi Asia Afrika, yaitu 1. Untuk memajukan goodwill (kehendak yang luhur) dan kerja sama antara bangsa-bangsa Asia dan Afrika, untuk menjelajah serta memaj ukan kepentingan-kepentingan mereka, baik yang silih ganti maupun yang bersama, serta untuk menciptakan dan memajukan persahabatan serta perhubungan sebagai tetangga baik; 2. Untuk mempertimbangkan soal-soal serta hubungan-hubungan di lapangan sosial, ekonomi,

dan kebudayaan negara yang diwakili; 3. Untuk mempertimbangkan soal-soal yang berupa kepentingan khusus bangsa-bangsa Asia dan Afrika, misalnya soal-soal yang mengenai kedaulatan nasional dan tentang masalahmasalah rasialisme dan kolonialisme; 4. Untuk meninjau kedudukan Asia dan Afrika, serta rakyatrakyatnya di dalam dunia dewasa ini serta sumbangan yang dapat mereka berikan guna memajukan perdamaian serta kerja sama di dunia. . Tujuan Konferensi Asia-Afrika a. Mengembangkan saling pengertian dan kerja sama antar bangsa-bangsa Asia-Afrika, serta untuk menjajagi dan melanjutkan kepentingan timbal balik maupun kepentingan bersama. b. Meninjau masalah-masalah hubungan sosial, ekonomi dan kebudayaan dalam hubungannya dengan negara-negara peserta. c. Mempertimbangkan masalah-masalah mengenai kepentingan khusus dari bangsa-bangsa Asia-Afrika seperti yang menyangkut kedaulatan nasional, rasionalisme, dan kolonialisme. d. Meninjau kedudukan Asia-Afrika serta rakyatnya, serta memberikan sumbangan untuk meningkatkan perdamaian dan kerja sama internasional. Lembaga

A.Pengertian OPEC OPEC (singkatan dari Organization of the Petroleum Exporting Countries ; bahasa Indonesia:Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak Bumi) adalah organisasi yang bertujuanmenegosiasikan masalah-masalah mengenai produksi, harga dan hak konsesiminyak bumidengan perusahaan-perusahaan minyak.OPEC didirikan pada14 September 1960diBagdad,Irak.Saat itu anggotanya hanya limanegara. Sejak tahun1965markasnya bertempat diWina,Austria Latar belakang C.Latar Belakang OPEC Negara anggota OPEC: - Arab Saudi - Iran - Irak - Kuwait - Venezuela - Nigeria - Aljazair - Qatar - Libya - UAE - Equador -Indonesia - G a b o n Berdirinya OPEC dipicu oleh keputusan sepihak dari perusahaan minyak The Seven Sisters tahun 1959/1960yang menguasai industri minyak dan menetapkanharga di pasar internasional. The Tripoli-Teheran Agreement antara OPEC dan perusahaan swasta tersebut pada tahun 1970

Tujuan Opec 1.

Memenuhi kebutuhan minyak dunia dgn slg menguntungkan.2.

Mengatur pemasaran minyak shg tidak terjadi perang harga sesama anggota.3.

Menciptakan stabilitas harga minyak dunia Koordinasi dan unifikasi kebijakan perminyakan antarnegara anggota; Menetapkan strategi yang tepat untuk melindungikepentingan negara anggota; Menerapkan cara-cara untuk menstabilkan hargaminyak di pasar internasional sehingga tidak terjadi fluktuasi harga; Menjamin income yang tetap bagi negara-negaraprodusen minyak; Menjamin suplai minyak bagi konsumen; Menjamin kembalinya modal investor di bidangminyak secara adil

OPEC terdiri dari 3 struktur utama:


1. The Conference: merupakan otoritas tertinggi di organisasi ini, terdiri dari delegasi dari negara-negara anggota OPEC. Delegasi minimal 1 orang dari setiap negara. Apabila dalam hal delegasi ada 2 atau lebih, harus ditunjuk kepala delegasi. The Conference dilakukan secara rutin 2 kali dalam setahun. Terkecuali dalam keadaan tertentu, bisa diadakan The Conference lebih dari 2 kali dalam setahun. 2. The Board of Governors: terdiri atas beberapa governor yang dipilih oleh anggota OPEC. The Board of Governors bisa melakukan pertemuan yang biasa diistilahkan dengan meeting of The Board of Governors dan harus dihadiri oleh semua governor yang telah ditunjuk dan minimal 2/3 dari anggota OPEC 3. The Secretariat: berkewajiban untuk menjalankan fungsi eksekutif sesuai dengan perundang-undangan dibawah pengawasan The Board of Governors.

APEC

APEC (Asia Pacific Economic Cooperation) atau kerja sama ekonomi kawasan Asia Pasifik. Kerja sama ini pertama kali dicetuskan oleh mantan Perdana Menteri Australia, Bob Hawke. Kerja sama ekonomi ini adalah forum kerja sama ekonomi terbuka, informal, tidak mengikat, dan tetap berjalan searah dengan aturan WTO (World Trade Organization) serta berbagai perjanjian internasional. Pertemuan pertama diadakan pada bulan Januari 1989 di Canberra, Australia yang dihadiri oleh 12 negara, yaitu enam negara anggota ASEAN, Kanada, Australia, Selandia Baru, Amerika Serikat, Korea Selatan dan Jepang, yang secara resmi menyepakati pendirian APEC. Pada waktu pertemuan tersebut telah disetujui beberapa hal, antara lain:
APEC didirikan bukan menjadi suatu blok perdagangan; Segala pemikiran dan pertimbangan akan diberikan pada diversifikasi yang ada di kawasan Asia Pasifik; serta Kerja sama ini akan terpusat pada hal-hal praktis yang bertujuan menguatkan saling ketergantungan ekonomi di kawasan Asia Pasifik.

Pertemuan kedua pada bulan Juni 1990 di Singapura, ke-12 negara APEC sepakat membentuk tujuh kelompok kerja yang bertugas mengumpulkan data tentang perkembangan terakhir perekonomian negara anggota, antara lain bidang jasa, investasi, pengalihan teknologi, perkembangan sumber daya manusia, kerja sama energi, sumber daya laut, dan telekomunikasi. Program kerja sama lain yang turut digarap adalah pariwisata, transportasi, dan pengembangan usaha perikanan. Pertemuan ketiga pada bulan November 1991 di Seoul, Korea Selatan, menghasilkan kesepakatan masuknya Cina, Hongkong dan Taiwan sebagai anggota baru APEC. Pertemuan keempat pada bulan September 1992 di Bangkok, Thailand. anggota APEC sepakat membentuk sekretariat APEC yang bermarkas di Singapura. Pada KTT-APEC pertama di Seattle, Amerika Serikat pada bulan November 1993 disepakati penambahan anggota baru, yaitu Mexico, Papua Nugini dan Cile. Dalam KTT-APEC yang pertama ini juga dinyatakan tentang visi APEC, yaitu untuk mewujudkan komunitas ekonomi Asia Pasifik yang berdasarkan semangat keterbukaan dan kemitraan, serta upaya kerja sama untuk menghadapi tantangan perubahan, pertukaran barang, jasa dan investasi secara bebas, pertumbuhan ekonomi yang luas serta standar kehidupan dan pendidikan yang jauh lebih tinggi, dan pertumbuhan yang berkesinambungan dengan memperhatikan aspek-aspek lingkungan.
TUJUAN APEC

1. Mengupayakan terciptanya liberalisasi perdagangan dunia melalui pembentukan sistem perdagangan multilateral yang sesuai dengan kerangka GATT dalam rangka memajukan proses kerja sama ekonomi Asia Pasifik dan perampungan yang positif atas perundingan Putaran Uruguay. 2. Membangun kerja sama praktis dalam program-program kerja yang difokuskan pada kegiatankegiatan yang menyangkut penyelenggaraan kajian-kajian ekonomi, liberalisasi perdagangan, investasi, alih teknologi, dan pengembangan sumber daya manusia.

Sesuai kepentingannya, APEC telah mengembangkan suatu forum yang lebih besar substansinya dengan tujuan yang lebih tinggi, yaitu membangun masyarakat Asia Pasifik dengan pertumbuhan ekonomi dan pembangunan yang merata melalui kerja sama perdagangan dan ekonomi. Pada pertemuan informal yang pertama para pemimpin APEC di Blake Island, Seattle, Amerika Serikat tahun 1993, ditetapkan suatu visi mengenai masyarakat ekonomi Asia Pasifik yang didasarkan pada semangat keterbukaan dan kemitraan; usaha kerja sama untuk menyelesaikan tantangan-tantangan dari perubahan-perubahan; pertukaran barang, jasa, investasi secara bebas; pertumbuhan ekonomi dan standar hidup serta pendidikan yang lebih baik, serta pertumbuhan yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan. Latar Belakang Pembentukan APEC Konperensi negara-negara kawasan Asia Pasifik yang dilaksanakan atas prakarsa Australia pada bulan November 1989 di Canberra merupakan forum antar pemerintah yang kemudian dikenal dengan nama Asia Pacific Ekonomic Cooperation atau disingkat APEC. Latar belakang berdirinya APEC ditandai dengan kebutuhan pembangunan ekonomi regional akibat globalisasi sistem perdagangan, dan adanya perubahan berbagai situasi politik dan ekonomi dunia sejak pertengahan tahun 1980-an Kemajuan teknologi di bidang transportasi dan telekomunikasi semakin mendorong percepatan perdagangan global yang ditandai dengan adanya perubahan-perubahan yang cepat pada pasar uang, arus modal, dan meningkatnya kompetisi untuk memperoleh modal, tenaga kerja terampil, bahan baku, maupun pasar secara global. Globalisasi perdagangan ini mendorong meningkatnya kerja sama ekonomi di antara negara-negara seka-wasan seperti Masyarakat Ekonomi Eropa (MEE) yang menerapkan sistem pasar tunggal untuk Eropa; North American Free Trade Area (NAFTA) di kawasan Amerika Utara; ASEAN Free Trade Area (AFTA) di kawasan Asia Tenggara; dan Closer Economic Relations (CER) yang merupakan kerja sama ekonomi antara Australia dan Selandia Baru. Perubahan-perubahan yang terjadi pada dekade 80-an juga ditandai oleh berakhirnya perang dingin antara Amerika Serikat dan Uni Soviet dan diikuti dengan berkurangnya persaingan persen-jataan. Forum-forum internasional yang seringkali didominasi dengan pembahasan masalah pertahanan dan keamanan, mulai digantikan dengan pembahasan masalah-masalah ekonomi dan perdagang-an. Sejalan dengan perubahan tersebut, timbul pemikiran untuk mengalihkan dana yang semula digunakan untuk perlombaan senjata ke arah kegiatan yang dapat menunjang kerja sama ekonomi antar negara. Kerja sama APEC dibentuk dengan pemikiran bahwa dinamika perkembangan Asia Pasifik menjadi semakin kompleks dan di antaranya diwarnai oleh perubahan besar pada pola perdagangan dan investasi, arus keuangan dan teknologi, serta perbedaan keunggulan komparatif, sehingga diperlukan konsultasi dan kerja sama intra-regional. Anggota ekonomi APEC memiliki keragam-an wilayah, kekayaan alam serta tingkat pembangunan ekonomi, sehingga pada tahun-tahun per-tama, kegiatan APEC difokuskan secara luas pada pertukaran pandangan (exchange of views) dan pelaksanaan proyek-proyek yang didasarkan pada inisiatifinisiatif dan kesepakatan para anggotanya.

Koordinasi dan unifikasi kebijakan perminyakan antar negara anggota;Menetapkan strategi yang tepat untuk melindungi kepentingan Negara anggota;Menerapkan cara-cara untuk menstabilkan harga minyak di pasar internasional sehingga tidak terjadi fluktuasi harga;Menjamin income yang tetap bagi negaranegara produsen minyak;Menjamin suplai minyak bagi konsumen;Menjamin kembalinya modal investor di bidang minyak secara adil F. Keanggotaan ,Dewan Gubernur & Sekertariat Keanggotaanorgan tertinggi yang bertemu 2 kali dalam setahun Semua negara anggota harus terwakilkandalam konferensi dan tiap Negara mempunyai satu hak suara. Keputusanditetapkan setelah mendapat persetujuan dari negara anggotaDewan Gubernur terdiri dari Gubernur yang dipilih oleh masing-masing anggota OPEC untuk duduk dalamDewa n yang bersidang sedikitnya dua kali dalam setahunTugas Dewan-melaksanakan keputusan Konferensi;mempertimbangkan dan memutuskan laporan-laporan yang disampaikan oleh SekretarisJenderalmemberikan rekomendasi & laporan kepada pertemuan Konferensi OPEC