Anda di halaman 1dari 22
Budhi Kuswan Susilo
Budhi Kuswan Susilo
Dua cabang ilmu geologi dimana keduanya mempunyai bidang kajian yang berdekatan dalam pokok bahasan (subject
Dua cabang ilmu geologi dimana keduanya
mempunyai bidang kajian yang berdekatan dalam
pokok bahasan (subject matter) dan pendekatan
untuk mengkaji evolusi bumi (Twiss & Moores, 1992).
Bumi?
Pahami sebagai planet yang dinamik.
Bukti?
Lihat disekitar kita!
- Gempabumi
- Erupsi Gunungapi
Mengapa? Sejarah aktivitas geologi? Batuan terangkat (uplifted) dari bagian bumi terdalam dimana terjadi hancuran dan
Mengapa?
Sejarah aktivitas geologi?
Batuan terangkat (uplifted) dari bagian bumi terdalam
dimana terjadi hancuran dan patahan, perlipatan dan
ubahan bentuk batuan dari kondisinya semula.
Proses berjalan lambat (slow motion) untuk skala
waktu kehidupan manusia (human lifetime).
Geologi Struktur (structural geology): “Structure” (Inggris) berasal dari kata “struere” (latin) yang artinya
Geologi Struktur (structural geology):
“Structure” (Inggris) berasal dari kata “struere” (latin)
yang artinya “to build”.
Tektonika (tectonics) :
tectonics berasal dari kata “tektos” (Yunani) yang
berarti “builder”
Pergerakan mengubah batuan :
1. perpindahan tempat, tanpa perubahan ukuran dan
bentuk, tanpa jejak permanen.
2. perpindahan disertai deformasi terhadap ukuran dan
bentuk dengan perubahan permanen.
Tektonik : Kajian tentang asal muasal (origin) dan evolusi geologi (sejarah gerak dan deformasi) dalam
Tektonik :
Kajian tentang asal muasal (origin) dan evolusi geologi
(sejarah gerak dan deformasi) dalam skala besar
(regional - global) pada litosfer bumi (e.g., origin of
continents; building of mountain belts; formation of
ocean floor)
Geologi Struktur :
Kajian tentang deformasi batuan pada skala
submikroskopik hingga regional (micro-, meso-, and
macro-scale)
Kerak bumi retak sepanjang sesar (faults) dan bagian kerak bergeser (slide) satu terhadap lainnya. Barisan
Kerak bumi retak sepanjang sesar (faults) dan bagian
kerak bergeser (slide) satu terhadap lainnya.
Barisan pegunungan (mountain ranges) terangkat dan
selanjutnya tererosi, sehingga batuan menjadi
tersingkap.
Ubahan permanen batuan membentuk struktur :
1. Rekahan (fractures)
2. Patahan atau sesar (faults)
3. Lipatan (folds)
Pergeseran Gaya Deformasi Tekanan Distorsi Stress Strain
Pergeseran
Gaya
Deformasi
Tekanan
Distorsi
Stress
Strain
PEMBENTUKAN STRUKTUR KEKAR DAN BENTANG ALAM YANG DIPENGARUHI STRUKTUR KEKAR
PEMBENTUKAN STRUKTUR
KEKAR DAN BENTANG
ALAM YANG DIPENGARUHI
STRUKTUR KEKAR
STRUKTUR PATAHAN ATAU SESAR
STRUKTUR PATAHAN ATAU SESAR
STRUKTUR LIPATAN
STRUKTUR LIPATAN
Geologi Struktur dan Tektonika memiliki bidang kajian pada : 1. Pergerakan (motion) 2. Deformasi Geologi
Geologi Struktur dan Tektonika memiliki bidang kajian
pada :
1. Pergerakan (motion)
2. Deformasi
Geologi struktur : kajian deformasi batuan dalam skala
“submicroscopic – regional”.
Tektonika : kajian sejarah pergerakan dan deformasi
dalam skala “regional – global”.
Kajian keduannya saling berketergantungan
(interdependent) terutama pada skala regional.
Interpretasi terhadap sejarah pergerakan skala besar
harus konsisten dengan observasi deformasi batuan.
DEFORMASI KERAK BUMI STRUKTUR BATUAN, DAN PEMBENTUKAN PEGUNUNGAN INTERAKSI ANTAR LEMPENG 1. Disvergensi 2.
DEFORMASI KERAK BUMI
STRUKTUR BATUAN,
DAN PEMBENTUKAN PEGUNUNGAN
INTERAKSI ANTAR LEMPENG
1. Disvergensi
2. Konvergensi
3. Papasan
INTERAKSI LEMPENG KONVERGEN MERUPAKAN LOKASI DARI RANGKAIAN PEGUNUNGAN DI MUKA BUMI
INTERAKSI LEMPENG KONVERGEN MERUPAKAN LOKASI DARI
RANGKAIAN PEGUNUNGAN DI MUKA BUMI
SEBARAN RANGKAIAN PEGUNUNGAN DI PERMUKAAN BUMI ( DISEBUT SEBAGAI JALUR OROGEN ) MEDITTERAN SIRKUM PASIFIK
SEBARAN RANGKAIAN PEGUNUNGAN
DI PERMUKAAN BUMI
( DISEBUT SEBAGAI JALUR OROGEN )
MEDITTERAN
SIRKUM
PASIFIK
SIRKUM
PASIFIK
PEGUNUNGAN HIMALAYA TERJADI SEBAGAI AKIBAT TUMBUKAN ANTARA INDIA DENGAN BENUA ASIA
PEGUNUNGAN HIMALAYA TERJADI SEBAGAI
AKIBAT TUMBUKAN ANTARA INDIA DENGAN BENUA ASIA
PEGUNUNGAN HIMALAYA DENGAN “MT.EVEREST”
PEGUNUNGAN
HIMALAYA
DENGAN
“MT.EVEREST”
Diperlukan observasi dan perekaman : 1. Kontak batuan (lithologic contacts) 2. Rekahan (fractures) 3. Patahan
Diperlukan observasi dan perekaman :
1. Kontak batuan (lithologic contacts)
2. Rekahan (fractures)
3. Patahan atau sesar (faults)
4. Lipatan (folds)
5. Orientasi butiran mineral (orientations of mineral
grains)
Secara umum proses ini terdiri dari :
1. Penentuan geometri struktur
2. Lokasi struktur pada batuan
3. Karakteristik struktur
LAPISAN-LAPISAN SEDIMEN YANG TERANGKAT MIRING OLEH GAYA GEOLOGI
LAPISAN-LAPISAN SEDIMEN
YANG TERANGKAT MIRING
OLEH GAYA GEOLOGI
UNSUR-2 STRUKTUR GEOLOGI BATUAN : ● JURUS ATAU STRIKE ( garis khayalan yang merupakan perpotongan
UNSUR-2 STRUKTUR GEOLOGI
BATUAN :
● JURUS ATAU STRIKE
( garis khayalan yang merupakan
perpotongan antara kemiringan
lapisan dan bidang horisontal )
● LANDAIAN ATAU KEMIRINGAN
ATAU “DIP” ( arah miringnya
bidang perlapisan )
PENYAJIAN DATA PADA PETA DAN
ARAH GARIS PENAMPANG TEGAK
KEPENTINGAN SEBAGAI AHLI PERTAMBANGAN 1. Memahami data geologi untuk kepentingan pertambangan. 2. Contoh : -
KEPENTINGAN SEBAGAI AHLI PERTAMBANGAN
1. Memahami data geologi untuk kepentingan pertambangan.
2. Contoh :
- Perhitungan cadangan
- Perencanaan penambangan/produksi
- Operasi peledakan
- dll.