Anda di halaman 1dari 5

Elemen-elemen dinamik dan ekspresi musikal juga banyak terdapat dalam bentuk tanda-tanda ekspresi.

Crescendo dan diminuendo adalah di antara kesan-kesan ekspresif yang penting bagi komposer. Melalui kelantangan suara yang tenggelam dan menghilang secara berperingkat, ilusi yang jauh memasuki muzik, seperti sumber bunyi yang mendekati kita dan kemudian keluar. Dengan berkembangnya gaya orchestral, composer dengan cepat belajar untuk mengambil keuntungan dari prosedur tersebut. Misalnya Rossini sangat ketagihan untuk memanfaatkan suatu pembangunan bunyi long-drawn-out guna memaparkan kesan dramatik yang ia karikaturkan dalam karyanya "Monsier Crescendo" di Paris. Impak dari Crescendo dapat sedikit memberikan kesan sengatan, seperti terdapat dalam bahagian penutup overturnya, The Barber of Seville. Dalam kes tersebut, crescendo menjadi kekuatan yang mempertajam muzik, iaitu elemen yang menentukan konsep secara menyeluruh. Hal tersebut dapat kita jumpai dalam Prelude to Lohengrin karya Wagner yang bermaksud untuk mengambarkan turunnya Holy Grail dari langit. Gambaran sekumpulan malaikat yang mendekat dari suatu jarak kemudian menghilang, diterjemahkan ke dalam pengertian apa yang telah menjadi pola dasar dalam muzik, iaitu crescendo dan descrescendo. Contoh yang lebih jelas dari skim dinamik semacam ini juga terdapat dari karya Debussy, Nocturne untuk orkestra yang diberi tjudul Ftes (Festival). Crescendo yang dikaitkan dengan accelerando, iaitu menjadi lebih kuat sekaligus juga menjadi cepat, mencipta suatu keselesaan semapan decrescendo yang dibarengkan dengan ritardando, iaitu beransur lemah dan melambat. Kesan intensifikasi kelantangan dan kelajuan diterapkan dalam Pacific 231 karya Honeger. Dalam karya ini composer cuba mensugestikan suatu rasa kekuatan yang dikaitkan dengan sebuah lokomotif dengan cara membina momentum dan kelajuan menembus malam. Dalam karya ini crescendo dan accelerando diterjemahkan ke dalam gerakan khayalan. Hal tersebut juga dilakukan oleh Tchaikovsky dalam bahagian finale Waltz of theFlowers yang dirancang untuk mempersiapkan pengeluaran gorden untuk penampilan balet Nutcracker. Untuk keperluan tersebut ia memanjat secara ajeg dari

register tengah kepada register tinggi yang cemerlang dan gugup, sehingga ketiga elemen-iaitu percepatan tempoh, peningkatan volume, dan peningkatan tahap ketinggian-saling mendesak untuk mencipta klimaks.

Dalam pengalaman sehari hari sering kita lihat orang bernyanyi tidak dengan hati, maksudnya bernyanyi dengan sepenuh hati dalam suasana musik, melupakan hidup sehari hari, menghayati isi nyanyian dsb. Disamping teknik vocal yang mendukung perlu diketahui beberapa hal berikut ini : a. Dinamika ( merubah volume suara )

Perubahan keras atau lembut sesuai dengan tanda-tanda dinamika atau perasaan.

Perubahan keras atau lembut sesuai dengan tanda-tanda dinamika atau perasaan.

Tanda - tanda dinamika pp = pianissimo : dinyanyikan dengan sangat lembut p = piano : dinyanyikan dengan lembut mf = mezzoforte : dinyamyikan dengan sedang f = forte : dinyanyikan dengan keras ff = fortissimo : dinyanyikan dengan sangat keras = crescendo : makin lama makin kera = decrescendo : makin lama menjadi lembuT

catatan : - bagian sebelum klimaks disertai crescendo - bagian sesudah puncak disertai decrescendo b. Tempo Ketepatan interpretasi tempo pada suatu lagu akan menghasilkan sesuatu yang baik. Jika keliru menafsirkan akan mempengaruhi karakter lagu tersebut. Sering-seringlah mencoba lagu dengan tempo yang tidak sama kemudian tentukan tempo mana yang paling sesuai. Tanda-tanda yang dipergunakan adalah : Rit. = ritardando : menjadi lambat Rall = rallentando : menjadi lambat Acc. = accelerando : semakin cepat String. = stringendo : mendesak agar tempo dipercepaT Catatan : - bagian sebelum klimaks : crescendo disertai sedikit accelerando - bagian sesudah klimaks : decrescendo disertai sedikit ritardando c. Gaya Lagu 1. gaya legato gaya lagu ini untuk lagu yang lembut, pelan, manis, tenang, hubungan kata selalu bersambungan (legato), membutuhkan nafas yang baik. * marcato kesan semangat, tegas, syair diberi tekanan- tekanan. * staccato dinyanyikan pendek pendek dan terputus putus seakan lepas dari ikatan, meledak ledak. * rubato lebih bebas berekspresi, improvisasi, penjiwaan alamiah sesuai karakter lagu asla masih dalam batas batas atau kaidah yang berlaku . d. vibrato ( suara yang hidup) vibrato yang baik sebaiknya :

- bergelombang rata/stabil - bergelombang sedikit saja, tidak sampai setengah nada vibrato jangan di buat- buat, hindari ketegangan, maka akan timbul vibrato yang wajar, jaga jangan sampai over. e.Karater huruf hidup Huruf hidup dapat dinyanyikan dengan terang dan gelap sesuai pesan lagu. Huruf gelap : mengungkapkan suasana sedih, murung, agung. Huruf terang : memperkuat kesan gembira, ringan, semangat, hidup, indah, lincah. f. Register suara Dapat di bedakan ada 3 register suara manusia yaitu : - suara dada - suara tengah - suara kepala (valset)

a b c d e f g a b c d e f g a b

suara dada suara tengah suara kepala

- suara dada ; dari a s/d e : terjadi resonansi dada, mudah tercampur bunyi h, (nafas menjadi boros). - Suara tengah : dari e s/d e : mudah dinyanyikan, resonansi terjadi di tenggorokan dan rongga mulut. - Suara kepala (falset) : dari e s/d b : resonansi sepenuhnya di rongga hidung, rongga dahi, rongga tulang baji, bunyinya halus dan lembut.

Batas batas diatas tidak mutlak,tergantung dari kondisi penyanyinya sendiri. Dalam bernyanyi yang baik seakan akan hanya ada satu register saja. g. Attack dan release ( awal dan akhir) kesan pertama penonton adalah rasa kepercayaan diri, musikalitas tinggi, serta konsentrasi, sedangkan release (ending) merupakan kesan terakhir penampilan, usahakan ada kesan mendalam, mampu menarik perhatian secara khusus misalnya : mengakhiri suatu nyanyian dengan mengulang kalimat terakhir dengan berbagai penerapan tehnik, antara lain : - mengadakan perubahan tempo semakin lambat dan semakin kuat. - Mengubah jenis ending dari lembut menjadi ending yang gagah. - Menggunakan teknik fade out ( hilang secara perlahan lahan) - Menggunakan improvisasi improvisasi tapi masih pada jalurnya.