Anda di halaman 1dari 8

N o 1

Nama Penyakit Difteri

Etiologi Corynebact erium diphtheriae

Faktor Etiologi Orang-orang yang berada pada risiko tertular difteri meliputi:

Port dentry Kuman difteri disebarkan oleh menghirup cairan dari mulut atau hidung orang yang terinfeksi, dari jari-jari atau handuk yang terkontaminasi , dan dari susu yang terkontaminasi penderita.

Anak-anak dan orang dewasa yang tidak mendapatkan imunisasi terbaru Orang yang hidup dalam kondisi tempat tingal penuh sesak atau tidak sehat

Gejala Patognomonik Adanya pseudomembran yang berwarna putih keabuabuan, yang mudah berdarah jika diangkat.

Dampak Gizi Penyakit ini akan menyebabkan penderita susah menelan sehingga asupan gizi yang diperlukan juga berkurang karena makanan yang diasup penderita terbatas. Akan terjadi malnutrisi pada penderita karena mengalami anoreksia.

Pertusis

Bordetella pertussis

Pertussis dapat terjadi akibat tidak menerima secara lengkap atau bahkan tidak pernah menerima vaksinasi pertussis pada saat kanakkanak.

Pertusis ditularkan kepada orang lain melalui tetesan dari batuk atau bersin.

Batuk yang terus menerus sukar berhenti, muka menjadi merah atau kebiruan dan muntah kadang-kadang bercampur darah. Batuk diakhiri dengan tarikan napas panjang dan dalam,berbunyi melengking. Tetanus membuat kejang otot tidak terkendali, kadang-kadang disebut kejang mulut. Dalam kasus yang berat, otot-otot yang digunakan untuk bernapas bisa kejang, menyebabkan kekurangan

Tetanus

Clostridium tetani, Neurotoksin (tetanospas min)

Faktor Risiko Pencemaran Lingkungan Fisik dan Biologik Lingkungan yang mempunyai sanitasi yang buruk akan memyebabkan Clostridium tetani lebih mudah berkembang biak.

Jika bakteri tetanus masuk ke dalam tubuh manusia, bisa terjadi infeksi baik pada luka yang dalam maupun luka yang dangkal.

Kejang dapat menyebabkan kelelahan pada otot, sehingga produksi asam laktat juga menigkat.

Faktor Alat Pemotongan Tali Pusat Penggunaan alat yang tidak steril untuk memotong tali pusat meningkatkan risiko penularan penyakit tetanus neonatorum. Masuk ke dalam tubuh melalui saluran pernapasan (utama) dan saluran pencernaan. Masuk melalui kulit karena kontak langsung dengan udara yang terpapar bakteri mycobacteriu m leprae.

oksigen ke otak dan organ lain yang mungkin bisa mengakibatkan kematian.

Tuberkulosi s

Mycobacter ium tuberculosis

Umur, keadaan gizi, dan pekerjaan.

Batuk bercampur darah setelah 2 minggu. Bisa juga nyeri dada dan sesak napas. Munculnya ruam di permukaan kulit dengan berbagai ukuran yang terkadang menonjol

Terhambatnya penyerapan O2 karena bakteri yang menyerang paru-paru. Untuk pencegahann ya penderita perlu mengkonsum si antibiotik lainnya yang bisa diberikan adalah klofazimin, etionamid, misiklin, klaritromisin dan ofloksasin. Terdefisiensi nya cairan tubuh yang menyebabkan penderita lemas, penurunan berat badan drastis, dan dehidrasi.

Lepra

Mycobacter ium leprae

Berhubungan dekat dengan orang yang terinfeksi Ditularkan melalui tanah,armadillo, kutu busuk, dan nyamuk.

Disentris Basiler

Shigella spp. Salmone lla spp. Campyl obacter spp. EIEC (Entero Invasive Escheric hia coli)

1) pada anak, biasanya anak tidak mendapat ASI yang cukup 2) anak berstatus gizi buruk

Penularan penyakit ini melalu kontak tangan yang tidak dicuci setelah bermain di tempat yang kotor. Kontak langsung dengan orang atau alat

Diare yang dalam waktu 3 hari masih berlangsung maka tinja akan mengandung darah, nanah dan lendir. Buang air besar lebih sering sampai 20 kali/hari.

rumah tangga yang tercemar kuman penyakit 7 Typus Abdominali s Salmonella typhii Lalat merupakan penyebar kuman typhus terpenting, karena dari tempat kotor ia dapat mengotori makanan. Kebiasaan jajan di tempat-tempat yang tidak memenuhi syarat kesehatan Lingkungan yang kotor Belum mendapatkan imunisasi polio Bepergian ke daerah yang masih sering ditemukan polio Ditularkan melalui makanan yang tercemar oleh tinja dan urine penderita. Gejala biasanya diawali dengan rasa tidak enak badan, nyeri yang tidak jelas, sakit kepala dan bisa juga mimisan, konstipasi, lemas. Penderita melakukan Diet yang harus mengandung kalori dan protein yang cukup sebaiknya rendah serat, makanan lunak

Polio Mielitis

virus polio

Virus masuk melalui mulut dan hidung, berkembangbia k di dalam tenggorokan dan saluran pencernaan, lalu diserap dan diserbarkan melalui sistem pembuluh darah dan pembuluh getah bening. Ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti atau Aedes albopictus.

Demam dan kekakuan pada otot

Poliomielitis menyerang sistem saraf pusat yaitu otak. Hal ini nantinya juga dapat menyebabkan gangguan proses zat gizi di seluruh tubuh.

Demam Berdarah Dengue

virus dengueyang

Tidak menutup penampungan air Tidak mengubur atau membuang barang-barang bekas atau sampah

Demam pelana kuda pada penderita yang pada mulannya mengalami demam tinggi.

Berkurangny a jumlah trombosit dan menyebabka n gangguan koagulasi sehingga menghambat penyerapan nutrisi

10

Rabies

virus rabies, Menyerang yang hewan liar termasuk ke (terutama skunk) dalam Kurangnya family pemberian Rhabdovirid vaksinasi anti ae dan rabies dan luka genus gigitan atau Lysavirus cakaran dari anjing, kucing atau hewan liar yang belum divaksin

Melalui gigitan di kulit oleh hewan seperti anjing, kucing, kelelawar, rakun dan kera.

Bila disebabkan oleh gigitan anjing, luka yang memiliki risiko tinggi meliputi infeksi pada mukosa, luka di atas daerah bahu (kepala, muka, leher), luka pada jari tangan atau kaki, luka pada kelamin, luka yang lebar atau dalam, dan luka yang banyak. Mata dan kulitnya cenderung menguning. Warna urin gelap. Fesesnya berwarna terang (A.coli)

Virus rabies akan mengganggu sistem saraf dan otak yang akan mengakibatk an terganggunya proses metaboisme zat gizi yang menerima perintah dari sistem saraf pusat.

11

Hepatitis

virus hepatitis, yaitu A, B, C, D atau E. mononukleo sis infeksiosa

Penggunaan jarum suntik secara bersama Melakukan hubungan seksual dengan berbeda pasangan tanpa menggunakan alat pengaman

Masuk melalui mulut melalui makanan atau kotak langsung dengan barang-barang yang terkontaminasi virus dari penderita. Bisa juga melalui kulit yaitu bersentuhan dengan keringat penderita Melalui udara atau kotak langsung dengan cairan yang keluar melalui batuk dan bersin penderita

Tergangguny a fungsi hati dalam memetabolis me zat gizi seperti glukosa.

12

Campak/ Morbili

Virus Kurangnya atau campak tidak mendapat golongan imuninasi campak Paramyxovi sejak dari kanakrus. kanak Kekurangan vitamin A

Demam, batuk kering, ingusa, radang mata, peka terhadap cahaya, timbul bercak-bercak putih kebiruan

Menurunnya sistem imun tubuh yang menyebabkan berkurangnya daya tahan tubuh

13

HIV/ AIDS

HIV Penggunaan jarum (Human suntik yang tidak Immunodefi steril ciency Pertahanan tubuh Virus) yang kurang

Hubungan seksual. Masuknya melalui pembuluh darah (parenteral), melalui suntikan, sumbangan tranfusi darah, melalui pembedahan, termasuk penyuntikan pada gigi dan perlakuan di laboratorium Melalui gigitan di kulit oleh nyamuk anopheles betina

Berat badan turun drastis > 10% dalam 1 bulan, diare kronis, penurunan kesadaran, demensia.

Defisiensi imun yang menyebabkan daya tahan tubuh semakin berkurang

14

Malaria

parasit Tingkat sanitasi sporozoa yang rendah yang plasmodium menyebabkan pesatnya perkembangan larva nyamuk Anopheles Umumnya ditemukan pada daerah pegunungan dengan tingkat kelembaman tinggi dan intensitas cahaya rendah yang disenagi larva nyamuk anopheles. Entamoeba histolytica Daerah yang sosio ekonomi lemah dan hugiene sanitasinya jelek akan memudahkan berkembangnya amoeba Entamoeba histolytica.

Menyerupai penyakit influenza yang apabia tidak diobati dapat terjadi komplikasi dan menyebabkan kematian

Akan mengganggu proses tranfer zat gizi dari jaringan satu ke jaringan lain karena plasmodium yang berkembang di hati dan menginfeksi sel darah merah.

15

Disentri Amoeba

Penyebarannya melalui makanan yang terinfeksi serta kontak seksual.

diare berair, yang dapat berisi darah, lendir atau nanah, mual dan muntah, nyeri perut, dan demam dan

Akibat diare maka jumlah cairan di dalam tubuh berkurang sehingga diperlukan perbaharuan cairan untuk pasien agar

menggigil.

dapat mengganti cairan yang hilang. Berdampak pada asupan karbohidrat

16

Ascariasis (Cacing Gelang)

Ascaris 1. Infeksi cacing lumbricoide gelang terjadi bila s. telur yang infektif masuk melalui mulut bersama makanan atau minuman dan dapat pula melalui tangan yang kotor (tercemar tanah dengan telur cacing). Ancylostom 1. Berjalan tanpa a duodenale menggunakan & Necator alas kaki diatas americanus. tanah yang terkontaminasi oleh tinja manusia 2. Kebiasaan buang air besar di tanah dan pemakaian tinja sebagai pupuk kebun sangat penting dalam penyebaran infeksi penyakit ini Nama cacingnya adalah Wuchereria Brancrofti dan ditularkan oleh nyamuk Culex, Anopheles, Armigeres, dan Mansonia 1. Faktor perilaku masyarakat yang sering keluar rumah pada malam hari 2. Adanya tempat hidup nyamuk pada genangan air

Melalui Tidak terdapat makanan lewat gejala mulut patognomonik tetapi didalam tinja terdapat telur-telur cacing untuk menentukan berat infeksi (dengan menghitung berat telur) Melalui kulit Terjadi eosinofilia (

17

Cacing Tambang

Terjadi kekurangan tingginya rasio darah eosinofil di dalam (anemia) plasma darah ) karena dan anemia infeksi cacing hipokrom tambang. micrositer

18

Filariasis

Melalui gigitan di kulit

Terjadinya elefantiasis, berupa membesarnya tungkai bawah (kaki) dan kantung zakar (skrotum), sehingga penyakit ini secara awam dikenal sebagai penyakit kaki gajah.

Penyakit ini akan menganggu kerja sistem limpa, karena setelah tergigit nyamuk, parasit (larva) akan menjalar sampai pembuluh limpa.

sebagai vektor. 19 Cacing Kremi (Oksiuriasis , Enterobiasis ) Cacing Apabila seseorang Enterobius buang air besar vermiculari sembarangan. s tumbuh dan berkembang biak di dalam usus. Telur-telur cacing kremi ini yang keluar melalui dubur akan mengakibatkan gatal-gatal bila digaruk, telur tersebut banyak terdapat di ujung kuku yang selanjutnya ditelan kembali dan kemudian ini terus berlanjut. Salpingitis (peradangan saluran indung telur), Vaginitis (peradangan vagina), Infeksi ulang. Akan mengganggu sistem pencernaan, karena cacing ini akan memakan isi usus.

TUGAS PATOLOGI DASAR PENYAKIT YANG DISEBABKAN OLEH BIOLOGIC AGENT

OLEH: TIARA AFDELITA 1B

JURUSAN DIII GIZI POLTEKKES KEMENKES PADANG 2012