Anda di halaman 1dari 10

LAPORAN PRATIKUM GENETIKA DASAR

ACARA 1

VARIANT BIJI

Disusun Oleh : Nama : Harshinta Rini NIM : 09954 Tgl Pratikum : 29 September 2004 Jurusan : Budidaya Pertanian Golongan : A1 No. Absen : 34 Nama Anggota Kelompok : Zul Naro Alam Nauli (9593) Titus Suparmono (9657) Awliya (9662) Kasturi Bayu Aji (9696) Heni Andriani (9851) Harshinta Rini (9954) Asisten : Marvita Akhiri

LABORATORIUM PEMULIAAN TANAMAN JURUSAN BUDIDAYA PERTANIAN UNIVERSITAS GADJAH MADA 2004

ACARA 1 VARIANT BIJI

I. TUJUAN Untuk mengetahui variasi karakter biji suatu tanaman. II. TINJAUAN PUSTAKA Keanekaragaman merupakan fenomena normal pada mahluk hidup. Keanekaragaman ini mudah diamati pada penampilan luar yang merupakan kumpulan ciri-ciri setiap mahluk hidup. Ciri-ciri fisik luar pada setiap mahluk hidup yang tampak secara visual akan mudah dikenali karena untuk melihatnya tidak diperlukan alat-alat bantu (Sofro, 1992). Dalam setiap spesies terdapat beberapa anggota kelompok populasi dengan ciri-ciri yang berbeda satu sama lain. Bahkan antara dua individu, meskipun merupakan anggota spesies yang sama, keduanya dapat berbeda karena variasi berbagai faktor. Termasuk faktorfaktor ini antara lain genetik, umur, jenis kelamin, makanan, stadium daur hidup, bentuk tubuh, habitat dan lain-lain. Secara genetik tidak ada dua individu dalam satu spesies yang sama (Safro, 1992). Sebagai contoh, seperti yang dikemukakan oleh Verheij (1991) cit Mansyah et al (1999), bahwa ada variasi ukuran daun dan buah manggis yang diduga hal itu disebabkan oleh faktor lingkungan. Selanjutnya Cox (1976) dalam laporan yang sama menyatakan bahwa di Jawa terdapat variasi rasa buah manggis dan ukuran buah yang lebih besar dari pada Filipina. Namun demikian, sampai sejauh ini belum diperoleh informasi apakah variabilitas penampilan manggis tersebut terutama lebih disebabkan oleh faktor genetik atau lingkungan. Menurut Arsyad (1986), pertanaman varietas campuran yang terdiri dari dua atau lebih genotipe atau galur yang berbeda dalam spesies yang sama dapat memberikan hasil yang lebih tinggi dibandingkan dengan hasil genotipe-genotip tersebut yang ditanam sendirisendiri. Hal ini diduga karena tanaman lebih efisien dalam memanfaatkan keadaan lingkungan atau karena adanya interaksi yang positif antara genotipe.

Menurut sitompul & Guritno (1995) cit Irdiana et al., pertumbuhan tanaman merupakan suatu proses yang ditandai dengan bertambahnya ukuran dan berat tanaman. Penambahan ini disebabkan oleh bertambahnya ukuran organ tanaman seperti tinggi tanaman, diameter batang dan luas daun sebagai akibat dari metabolisme tanaman yang juga dipengaruhi oleh faktor lingkungan didaerah pertanaman seperti suhu, sinar matahari, air, nutrisi dalam tanah. Pertumbuhan dan perkembangan tanaman juga dipengaruhi oleh faktor genetik tanaman. Crowder (1986) mengemukakan bahwa hubungan antara gen dengan penampakan fenotipe tidak selalu langsung. Pengaruh suatu allele dapat berubah dengan adanya allele lain dan pengaruh dari suatu gen dapat berubah karena adamya interaksi dengan gen lain. Faktor lain yang sama pentingnya, atau dalam keadaan tertentu pengaruh ini lebih bearti, yaitu pengaruh lingkungan terhadap penampakan gen. III. METODOLOGI Dalam praktikum ini, praktikan dibagi menjadi 5 kelompok yang masing-masing terdiri dari 7 orang. Bahan yang digunakan dalam praktikum kali ini adalah biji kacang koro bengok (Mucuna capitata) sebanyak 100 biji. Alat yang digunakan dalam praktikum ini untuk mengukur biji-biji tersebut yaitu jangka sorong. Setelah biji-biji tersebut diukur kemudian dicatat hasil pengukuran panjang, lebar, dan tinggi biji tersebut ke dalam table. IV. HASIL PENGAMATAN PANJANG interval 0,84-0,97 0,98-1,11 1,12-1,25 1,26-1,39 1,40-1,53 1,54-1,67 1,68-1,81 1,82-1,95 K = 1+3.3 log n fi 4 6 8 24 36 15 6 1 0,90 1,04 1,18 1,32 1,46 1,60 1,74 1,88 xi fi.xi 3,6 6,24 9,44 31,68 52,56 24 10,44 1,88 (xi-x)2 0,24 0,12 0,04 0,01 0,01 0,04 0,12 0,24 fi(xi-x)2 0,96 0,72 0,32 0,24 0,36 0,6 0,72 0,24

= 1+3.3 log 100 =8 Xmax-Xmin Interval = K 1,90 0,84 = 8 fi.xi X = n 3,6 + 6,24 + 9,44 + 31,68 + 52,56 + 24 + 10,44 + 1,88 = 100 139,84 = 100 fi (xi x)2 S2 = n1 0,96 + 0,72 + 0,32 + 0,24 + 0,36 + 0,6 + 0,72 + 0,24 = 99 = 0,04 nilai terbaik = X S2 n = 1,39 0,04 100 = 1,39 0,0004 = 1,39 0,02 = 1,39 = 0,13

LEBAR Interval 0,09 1,27 1,28 2,46 2,47 3,65 3,66 4,84 4,85 6,03 6,04 7,22 7,23 8,41 8,42 9,6 fi 92 7 0 0 0 0 0 1 xi 0,68 1,87 3,06 4,25 5,44 6,63 7,82 9,01 fi.xi 62,56 13,09 0 0 0 0 0 9,01 (xi x)2 0,02 1,03 4,92 11,62 21,16 33,52 48,72 66,74 fi (fi xi)2 1,84 7,21 0 0 0 0 0 66,74

Jumlah kelas = 1 + 3.3 log n = 1 + 3.3 log 100 = 8 Xmax Xmin interval kelas = K 9,6 0,09 = 8 = 1,18 fi.xi X = n 62,56 + 13,09 + 0 + 0 + 0 + 0 + 0 + 9,01 = 100 = 0,84 fi (xi x)2

S2

= n-1 0,02 + 1,03 + 4,92 + 11,62 + 21,16 + 33,52 + 48,72 + 66,74 = 99 = 1,89

Nilai Lebar Terbaik

= X S2 n

= 0,84 1,89 100

= 0,84 0,0189 = 0,84 0,14

TEBAL Interval 0,11 0,21 0,22 0,32 0,33 0,43 0,44 0,54 0,55 0,65 0,66 0,76 0,77 0,87 0,88 0,98 fi 10 3 4 24 31 20 6 2 xi 0,16 0,27 0,38 0,49 0,6 0,71 0,82 0,93 fi.xi 1,6 0,81 1,52 11,76 18,6 14,2 4,92 1,86 (xi x)2 0,14 0,07 0,03 0,002 0,003 0,03 0,07 0,15 fi (fi xi)2 1,4 0,21 0,12 0,05 0,09 0,6 0,42 0,3

Jumlah kelas = 1 + 3.3 log n = 1 + 3.3 log 100 = 8 Xmax Xmin interval kelas = K 0,93 0,11 = 8 = 0,10 fi.xi

= n 1,6 + 0,81 +1,52 +11,76 +18,6 +14,2 + 4,92 + 1,86 = 100 = 0,54 fi (xi x)2

S2

= n-1 1,4 + 0,21 + 0,12 + 0,05 + 0,09 + 0,6 + 0,42 + 0,3 = 99 = 0,03

Nilai Lebar Terbaik

= X S2 n

= 0,54 0,03 100

= 0,54 0,0003 = 0,54 0,02

V. PEMBAHASAN Dalam praktikum acara I yang bertujuan untuk mengetahui variasi karakter-karakter biji suatu tanaman kita menggunakan kacang koro (Mucuna capitata) untuk diketahui variasi panjang, lebar, dan tinggi biji tersebut. Variasi yang terdapat pada kacang koro (Mucuna capitata) dapat dilihat pada histogram berikut.

I. PANJANG Pada histogram panjang biji di bawah ini memperlihatkan bahwa panjang terbaik berada pada interval 1,40-1,53 cm.
40 35 30 25 20 15 10 5 0 0,84-0,970,98-1,111,12-1,251,26-1,391,40-1,531,54-1,671,68-1,811,82-1,95

Series 1

II. LEBAR Pada histogram lebar biji di bawah ini dapat dilihat bahwa lebar biji terbaik berada pada interval 0,09-1,27 cm.
100 80 60 40 20 0 0,09-1,27 1,28-2,46 2,47-3,65 3,66-4,84 4,85-6,03 6,04-7,22 7,23-8,41 8,42-9,60 Series1

III. TEBAL Pada histogram di bawah ini dapat dilihat bahwa nilai interval 0,55-0,65 cm merupakan interval yang terbaik pada tebal biji yang memiliki frekuensi terbanyak.

35 30 25 20 15 10 5 0 0,11-0,21 0,22-0,32 0,33-0,43 0,44-0,54 0,55-0,65 0,66-0,76 0,77-0,87 0,88-0,98 Series 1

Variasi yang ada pada biji kacang koro (Mucina capitata) yaitu dalam hal ukuran panjang, lebar, dan tebalnya adalah variasi yang dapat dilihat dari luar. Sifat yang dapat dilihat dari luar disebut fenotipe. Fenotipe ditentukan oleh interaksi antara genotipe dan lingkungan. Dua genotipe yang sama akan menunjukkan fenotipe yang berlainan apabila lingkungan keduanya berbeda. Faktor-faktor lingkungan yang berpengaruh antara lain air, tanah, udara, suhu, intensitas cahaya. Contohnya pada tumbuhan yang hidup ditempat yang cukup persediaan airnya maka tumbuhan tersebut akan menghasilkan buah yang besar. Sedangkan tumbuhan yang tumbuh di daerah yang kekurangan air maka buah yang dihasilkan oleh tumbuhan tersebut kecil atau kerdil. Ukuran biji belum tentu dapat menentukan bagaimana perkembangan biji selanjutnya karena perkembangan biji selanjutnya tergantung pada keadaan lingkungan hidupnya. VI. KESIMPULAN 1. Tidak ada buah individu dalam satu spesies yang sama persis. 2. Dari hasil pengamatan dapat dilihat interval yang terbaik yaitu : Panjang terbaik berada pada interval 1,40 1,53 cm. Lebar terbaik berada pada interval 0,09 1,27 cm. Tebal terbaik berada pada interval 0,55 0,65 cm.

DAFTAR PUSTAKA

Arsyad, Darman M. 1986. Penampilan varietas campuran dan kompetisi antara genotipe kedelai. Buletin Bogor. I:166. Crowder, L. V. 1986. Plants Genetics (Genetika Tumbuhan). Gadjah Masa University Press. Yogyakarta. 499P. Irdianan, Ike dkk. 2002. Pengaruh dosis pupuk organik cair dan dosis urea terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis (Zea mays). Agrivita XXIV (1):916. Mansyah, A. M, dkk. 1999. Variabilitas genetic tanaman manggis melalui analisis isozim dan kaitannya dengan variabilitas fenotipik. Zurial Jurnal Pemuliaan Indonesia X (1):1-9. Sofiro, A.S.M. 1992. Keanekaragaman Genetik. Andi Offset. Yogyakarta. 126P.