Anda di halaman 1dari 12

BEDAH UROLOGI

OLEH : Dr. U t a m a, SpB, FINACS

Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2009

Batu Saluran Kemih


Zaman Babilonia dan Mesir Kuno Batu VU pd Mumi

Etiologi
Ada hubungan dengan : gangguan aliran urine gangguan metabolik ISK dehidrasi idiopatik

Faktor faktor yg memudahkan terjadi batu saluran kemih : 1. Faktor Intrinsik Herediter : diduga diturunkan dari ortu Umur : 30 - 50 tahun Jenis kelamin : laki2 > perempuan 2. Faktor ekstrinsik Geografi : daerah stone belt Iklim dan temperatur Asupan air : kurangnya asupan air dan kadar kalsium air Diet : diet tinggi purin, oksalat, dan kalsium Pekerjaan : banyak duduk atau aktifitas kurang

Teori terbentuknya batu sal kemih


1. Teori nukleasi : Batu terbentuk karena ada inti batu. Larutan yg jenuh (supersaturated) mengendap pada inti. inti batu dapat berupa kristal atau benda asing 2. Teori matriks : matriks organik berupa protein urine (albumin, globulin, dan mukoprotein) kerangka tempat endapan kristal batu 3. Penghambat Kristalisasi magnesium, sitrat, pirofosfat, dan beberapa peptida menghambat pembentukan kristal

Komposisi Batu
BSK mengandung unsur : kalsium oksalat, kalsium fosfat, asam urat, magnesium-amonium-fosfat, xantin dan sistin Batu Kalsium 70 80% BSK, terdiri atas kalsium oksalat, kalsium fosfat dan campuran. Faktor terjadinya batu kalsium: 1. Hiperkalsiuri : kadar kalsium urin > 250-300/24jam
Hiperkalsiuri absortif : peningkatan absorpsi kalsium oleh usus Hiperkalsiuri renal : ggn reabsorsi kalsium oleh tubulus Hiperkalsiuri resorptif : resorptif kalsium tulang tumor paratiroid

2. Hiperoksaluri : ekskresi oksalat urine > 45 gr/hari 3. Hipositraturi 4. hipomagnesiuri

Batu Struvit (batu Infeksi) Terbebtuk karena ada ISK, kumannya gol pemecah urea (proteus spp, klebsiella, Serratia, enterobacter, pseuodomonas, dan stafilococcus). Batu Urat Faktor terbentunya batu asam urat: Urine terlalu asam (pH<6) Volume urine yg sedikit hiperurikosuri

Patofisiologi BSK

BSK
Pielonefritis Ureteriti sistitis

obstruksi

infeksi

Hidronefrosis hidroureter

Pionefrosis urosepsis

Gagal ginjal

Gambaran Klinik dan Diagnosis


Keluhan tergantung dari : letak batu, besar batu dan penyulit. Pemeriksaan fisik : nyeri ketok kostovertebra, traba ginjal, retensi urine, tanda infeksi Sedimen urin : lekosuri, hematuri, kristal pembentuk batu Kultur urine : kuman pemecah urea Faal ginjal : kemungkinan penurunan fungsi ren

Foto polos abdomen :


Jenis batu kalsium MAP Urat/sistin radioopasitas opak Semi opak Non opak

Pielografi Intra Vena (IVP)


Menilai keadaan anatomi dan fungsi ginjal

USG
Pasien tidak mungkin pemeriksaan IVP ( alergi kontras, hamil, faal ginjal menurun)

Letak Batu Saluran Kemih


BSK dapat terletak di sepanjang Sal kemih (dari Kaliks uretra)

Batu Ginjal
Bisa di kaliks, infudubulum, pelvis, pyelum. Batu staghorn adalah batu pielum dan mengisi > 2 kaliks

obstuksi Batu ginjal infeksi

Kaliektasis hidronefrosis

Pielonefritis pionefrosis

Keluhan bisa nyeri kolik, nyeri tumpul atau nyeri ketok

Batu Ureter
Batu ini biasanya dari batu ginjal yg turun. Gerakan peristaltik mendorong batu turun ke distal nyeri kolik Nyeri ini menjalar ke perut bag depan dan bawah bahkan sampai kemaluan. Batu < 5 mm dapat keluar spontan.

Batu VU
Batu ureter yg turun ke bawah atau batu primer di buli. Gejala berupa Iritasi (disuria, stranguri), perasaan tidak enak waktu kencing, kencing tiba2 berhenti dan lancar lagi setelah perubahan posisi. Pada anak laki-laki sering menarik-narik penis

Batu Uretrae
Keluhan kadang-kadang sampai terjadi retensi urine. Bila batu tidak besar dapat keluar sendiri.

PENATALAKSANAAN
Batu dapat dikeluarkan dg medika mentosa, ESWL, tindakan endo urologi, bedah laparoskopi atau pembedahan terbuka