Anda di halaman 1dari 40

BBBBBaaaaa bbbbb

11111

OperOperOperOperOperasiasiasiasiasi HitungHitungHitungHitungHitung BilangBilangBilangBilangBilangananananan

Mari memahami dan menggunakan sifat-sifat operasi hitung bilangan dalam pemecahan masalah.

4 Ayo Belajar Matematika – Kelas IV
4 Ayo Belajar Matematika – Kelas IV
A. Mengidentifikasi Sifat Operasi Hitung
A.
Mengidentifikasi Sifat Operasi Hitung

Kamu telah mengenal operasi hitung bilangan, yaitu penjumlahan, perkalian, pengurangan, dan pembagian. Tahukah kamu, sifat-sifat apa saja yang berlaku pada operasi hitung tersebut? Mari kita selidiki dan pelajari bersama.

1. Sifat Pertukaran (Komutatif)

Sebelum mengenal sifat komutatif, marilah terlebih dulu melengkapi tabel penjumlahan berikut ini dan menjawab pertanyaan di bawahnya.

+

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

1

2

2

 

4

3

 

6

4

 

8

5

 

10

6

 

12

7

 

14

8

 

16

9

 

18

10

 

20

Dari tabel di atas, coba kamu selidiki:

a. Apakah 1 + 3 hasilnya sama dengan 3 + 1?

b. Apakah 4 + 6 hasilnya sama dengan 6 + 4?

c. Apakah 7 + 9 hasilnya sama dengan 9 + 7?

Mari kita lihat hasilnya dari tabel penjumlahan di atas.

 

1

+ 3 = 4

a.

 

3

+ 1 = 4

4

+ 6 = 10

b.

 

6

+ 4 = 10

7

+ 9 = 16

c.

9

+ 7 = 16

Jadi, 1 + 3 = 3 + 1

Jadi, 4 + 6 = 6 + 4

Jadi, 7 + 9 = 9 + 7

Ternyata hasil penjumlahan tetap sama dengan suku yang dibalik (ditukar). Coba sebutkan contoh-contoh penjumlahan yang lain, kemudian baliklah penjumlahan tersebut. Samakah hasilnya?

Sekarang, kita selidiki dalam operasi hitung perkalian. Marilah melengkapi tabel perkalian berikut ini.

×

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

1

1

2

 

4

3

 

9

4

 

16

5

 

25

6

 

36

7

 

49

8

 

64

9

 

81

10

 

100

Dari tabel di atas, coba kamu selidiki:

a. Apakah 4 × 2 hasilnya sama dengan 2 × 4?

b. Apakah 5 × 7 hasilnya sama dengan 7 × 5?

c. Apakah 1 × 9 hasilnya sama dengan 9 × 1?

Mari kita lihat hasilnya dari tabel perkalian di depan.

 

4

× 2 = 8

a.

 

2

× 4 = 8

5

× 7 = 35

b.

7

× 5 = 35

1

× 9 = 9

c.

 

9

× 1 = 9

Jadi, 4 × 2 = 2 × 4

Jadi, 5 × 7 = 7 × 5

Jadi, 1 × 9 = 9 × 1

Seperti pada penjumlahan, ternyata perkalian dengan suku yang dibalik tidak mengubah hasilnya. Dapat kamu buktikan sendiri untuk perkalian-perkalian yang lain, kemudian membaliknya. Apakah diperoleh hasil yang sama?

Nah kawan, sifat seperti itulah yang disebut sifat pertukaran atau sifat komutatif. Mari kita tuliskan kesimpulannya bersama-

sama.

Dalam penjumlahan dan perkalian bilangan berlaku sifat pertukaran atau sifat komutatif, yaitu:

a + b = b + a

a × b = b × a

Ayo Diskusi Setelah memahami sifat pertukaran (komutatif), tugasmu adalah menyelidiki apakah ini juga berlaku pada
Ayo Diskusi
Setelah memahami sifat pertukaran (komutatif), tugasmu
adalah menyelidiki apakah ini juga berlaku pada pengurangan
dan pembagian.
Silahkan berdiskusi dengan kawan-kawanmu. Jangan ragu
untuk menyampaikan pendapatmu.
Ayo Berlatih A. Lengkapi titik-titik berikut ini agar sesuai dengan sifat komutatif pada penjumlahan. 1.
Ayo Berlatih
A. Lengkapi titik-titik berikut ini agar sesuai dengan
sifat komutatif pada penjumlahan.
1.
13 + 27 =
+ 13
2.
15 + 68 = 68 +
3.
125 + 275 =
+ 125
4.
200 + 300 = 300 +
5.
154 + 207 =
+ 154
6.
43 + 69 = 69 +
7.
+ 465 = 465 + 212
8.
345 +
= 220 + 345
9.
212 +
= 488 + 212
10.
+ 195 = 195 + 210
B. L engkapi titik-titik berikut ini agar sesuai dengan
sifat komutatif pada perkalian.
1.
8 ×
10
=
.
.
.
. ×
8
2.
9 × 7
=
7
×
.
.
.
.
3.
12 × 14 =
× 12
4.
20 × 35 =
× 20
5.
× 107 = 107 × 8
6.
43 × 10 = 10 ×
7.
× 43 = 43 × 5
8.
145 ×
= 5 × 145
9.
52 × 10 =
× 52
10.
× 450 = 450 × 2

2.

Sifat Pengelompokan (Asosiatif)

Setelah mengenal sifat komutatif, berikutnya kalian akan mempelajari sifat asosiatif. Bagaimanakah sifat asosiatif itu?

Untuk menyelidiki sifat asosiatif, kerjakan operasi penjumlahan dan perkalian tiga bilangan di bawah ini.

a. 4 + 6 + 8

b. 2 × 5 × 3

Coba hitung dari dua sisi, yaitu dari kiri dan dari kanan.

a. 4 + 6 + 8 Menjumlahkan dari kiri:

4 + 6 + 8 = (4 + 6) + 8 = 10 + 8 = 18

Menjumlahkan dari kanan:

4 + 6 + 8 = 4 + (6 + 8) = 4 + 14 = 18

Ternyata diperoleh hasil yang sama. Jadi, (4 + 6) + 8 = 4 + (6 + 8)

b. 2 × 5 × 3 Mengalikan dari kiri:

2 × 5 × 3 = (2 × 5) × 3 = 10 × 3 = 30

Mengalikan dari kanan:

2 × 5 × 3 = 2 × (5 × 3) = 2 × 15 = 30

Ternyata diperoleh hasil yang sama. Jadi, (2 × 5) × 3 = 2 × (5 × 3)

Nah, sifat seperti itulah yang disebut sifat asosiatif. Coba kalian selidiki untuk beberapa penjumlahan dan perkalian tiga bilangan yang lain.

Dalam penjumlahan dan perkalian bilangan berlaku sifat pengelompokan atau sifat asosiatif, yaitu:

(a + b) + c = a + (b + c)

(a × b) × c = a × (b × c)

Ayo Diskusi Tugasmu adalah membuktikan apakah sifat pengelompokan (asosiatif) juga berlaku pada pengurangan dan
Ayo Diskusi
Tugasmu adalah membuktikan apakah sifat pengelompokan
(asosiatif) juga berlaku pada pengurangan dan pembagian.
Silahkan berdiskusi dengan kawan-kawanmu. Ajaklah kawan-
kawanmu untuk menyampaikan pendapatnya masing-masing.
Ayo Berlatih A. Lengkapi titik-titik berikut ini agar sesuai dengan sifat asosiatif pada penjumlahan. 1.
Ayo Berlatih
A. Lengkapi titik-titik berikut ini agar sesuai dengan
sifat asosiatif pada penjumlahan.
1. (2 + 3) + 5 =
2. (4 + 6) + 10 = 4 +
+ (3 + 5)
+ 10)
3. (121 +
.) + 122 = 121 + (112 + 122)
4. (44 + 334) + 66 = 44 + (334 +
.)
5. 90 + (56 + 45) = (90 +
.) + 45
6. 23 + (75 +
.) = (23 + 75) + 52
7. 138 + (61 + 12) = (138 +
.) + 12
8. + (219 + 21) = (46 + 219) + 21
B. Lengkapi titik-titik berikut ini agar sesuai dengan
sifat asosiatif pada perkalian.
1. × 12) × 22 = 21 × (12 × 22)
2. (4 × 66) × 5 = 4 ×
× 5)
3. (10 ×
.) × 95 = 10 × (2 × 95)
4. (15 × 25) × 5 =
× (25 × 5)
5. 8 × (12 ×
.) = (8 × 12) × 5
6. 5 × (8 × 20) = (5 ×
.) × 20
7. 41 × (7 × 85) =
× 7) × 85
8. × (5 × 11) = (32 × 5) × 11

3.

Sifat Penyebaran (Distributif)

Apakah sifat penyebaran atau distributif itu? Untuk memper- mudah mempelajarinya, perhatikan contoh masalah berikut ini.

Ema dan Menik pergi ke pasar buah membeli jeruk. Mereka masing- masing membeli 4 kilogram dan 5 ki- logram. Setiap kilogram terdiri atas 8 buah jeruk. Berapa banyaknya buah jeruk yang mereka beli?

Mari kita selesaikan contoh permasalahan di atas. Kalian coba dengan 2 cara sebagai berikut.

di atas. Kalian coba dengan 2 cara sebagai berikut. Cara 1: Banyaknya buah jeruk yang dibeli
Cara 1: Banyaknya buah jeruk yang dibeli Ema dan Menik adalah: 4 kilogram + 5
Cara 1:
Banyaknya buah jeruk yang dibeli Ema dan Menik adalah:
4 kilogram + 5 kilogram = 9 kilogram
Setiap kilogram jeruk terdiri atas 8 buah, maka banyaknya
jeruk yang dibeli Ema dan Menik adalah:
(4 + 5) × 8 = 9 × 8 = 72 buah
Cara 2:
Banyaknya jeruk yang dibeli Ema
=
4 × 8
= 32 buah
Banyaknya jeruk yang dibeli Menik = 5 × 8
=
40 buah +
Banyaknya jeruk yang dibeli Ema dan Menik = 72 buah
Jika ditulis dalam kalimat matematika menjadi:
(4 × 8) + (5 × 8) = 32 + 40 = 72
Kalian bisa lihat bahwa hasil dari cara 1 dan cara 2 adalah
sama. Dari hasil ini dapat kita tuliskan:

8 × (4 + 5) = (8 × 5) + (8 × 4)

Nah, sifat seperti itulah yang disebut sifat pengelompokan atau sifat distributif. Dari contoh di atas, sifat ini berlaku pada gabungan operasi perkalian dan penjumlahan.

Selain itu, sifat ini juga berlaku pada gabungan operasi hitung perkalian dan pengurangan. Kamu dapat membuktikan dengan mengerjakan operasi hitung berikut ini.

 

Kolom 1

Kolom 2

9

× (8 – 2) =

(9 × 8) – (9 × 2) =

5

× (4 – 3) =

(5 × 4) – (5 × 3) =

2

× (9 – 7) =

(2 × 9) – (2 × 7) =

4

× (1 – 2) =

(4 × 1) – (4 × 2) =

6

× (7 – 5) =

(6 × 7) – (6 × 5) =

Pasti kamu peroleh jawaban-jawaban yang sama pada kedua kolom. Sehingga dapat kita tuliskan sifat penyebaran atau sifat distributif perkalian terhadap penjumlahan dan perkalian terhadap pengurangan sebagai berikut.

a × (b + c) = (a × b) + (a × c)

a × (b – c) = (a × b) – (a × c)

Ayo Diskusi Coba kamu selidiki: 1. Apakah 12 : (4 + 2) sama dengan (12
Ayo Diskusi
Coba kamu selidiki:
1. Apakah 12 : (4 + 2) sama dengan (12 : 4) + (12 : 2)?
2. Apakah 12 : (4 – 2) sama dengan (12 : 4) – (12 : 2)?
Dari jawabanmu, coba diskusikan dengan kawan-kawanmu.
Apakah sifat distributif berlaku pada gabungan pembagian
dengan penjumlahan dan pengurangan sebagai berikut?
a : (b + c) = (a : b) + (a : c)
a : (b – c) = (a : b) – (a : c)
Ayo Berlatih Lengkapi titik-titik berikut ini agar sesuai dengan sifat distributif. 1. 10 × (3
Ayo Berlatih
Lengkapi titik-titik berikut ini agar sesuai dengan sifat
distributif.
1.
10 × (3 + 7) = (10 ×
.) + (10 ×
.)
2.
25 × (10 +
.) = (25 ×
.) + (25 × 5)
3.
121 ×
+ 9) = (121 × 11) + (121 ×
.)
4.
200 × (4 +
.) = (200 ×
.) + (200 × 6)
5.
150 ×
+
.) = (150 × 8) + (150 × 2)
6.
13 × (5 – 2) = (13 ×
.) – (13 ×
.)
7.
25 ×
– 3) = (25 × 7) – (25 ×
.)
8.
45 ×
– 5) = (45 × 10) – (45 ×
.)
9.
9 × (4 –
.) = (9 ×
10.
21 × (3 – 6) = (21 ×
.) – (9 × 1)
.) – (21 ×
.)

4. Menggunakan Sifat-Sifat Operasi Hitung

Sifat-sifat operasi bilangan yang telah kalian selidiki dan pelajari, ternyata sangat membantu untuk mempermudah perhitungan pada operasi hitung bilangan bulat.

Contoh:

a. 216 + 300

=

300 + 216

(sifat komutatif)

=

516

 

b. (4 × 5) × 20 =

4 × (5 × 20)

(sifat

asosiatif)

 

= 4 × 100

 

= 400

 

c. (9 × 13) – (9 × 3)

=

9 × (13 – 3)

(sifat

distributif)

=

9 × 10

=

90

d. 25 × 999

=

25 × (1.000 – 1)

=

(25 × 1.000) – (25 × 1) (sifat distributif)

=

25.000 – 25

=

24.975

e. 200 + 416 + 300

=

200 + 300 + 416

(sifat komutatif)

=

(200 + 300) + 416

(sifat asosiatif)

=

500 + 416

=

916

Dengan sifat komutatif, bilangan 300 dapat ditukar tempatnya dengan bilangan 416. Kemudian bilangan 200 dan 300 dikelompokkan. Sehingga penjumlahan lebih mudah dilakukan. Coba bandingkan jika penjumlahan dilakukan biasa.

Ayo Berlatih A. Mari mengerjakan soal berikut menggunakan gabungan sifat komutatif dan asosiatif. 1. 59
Ayo Berlatih
A. Mari mengerjakan soal berikut menggunakan
gabungan sifat komutatif dan asosiatif.
1. 59 + 38 + 51
6.
2. 30 + 90 + 70
7.
3. 160 + 25 + 40
8.
4. 250 + 500 + 750
9.
5. 336 + 789 + 664
10.
20 × 27 × 5
25 × 16 × 4
2 × 38 × 50
8 × 23 × 125
25 × 17 × 40
B. Mari mengerjakan soal berikut menggunakan sifat
distributif.
1. (45 × 26) + (45 × 74)
2. (23 × 19) – (23 × 9)
3. (36 × 27) + (64 × 27)
4. 69 × 1.001
5. 125 × 18
B. Bilangan Ribuan
B. Bilangan Ribuan

Dari kelas I sampai kelas III, kalian sudah mengenal bilangan

satuan yang terdiri dari 1 angka, bilangan puluhan yang terdiri dari

2 angka, dan bilangan ratusan yang terdiri dari 3 angka. Sekarang,

kalian lanjutkan untuk mempelajari bilangan yang lebih besar lagi,

yaitu bilangan yang terdiri dari 4 angka.

1. Mengenal Bilangan Ribuan

Coba kamu perhatikan gambar uang di bawah ini. Kita mengenal uang ini sebagai uang seribuan.

di bawah ini. Kita mengenal uang ini sebagai uang seribuan. a. Berapakah nilai uang tersebut? b.

a.

Berapakah nilai uang tersebut?

b.

Ada berapa angka dalam bilangan pada uang tersebut?

Uang tersebut bernilai Rp1.000,00 dibaca seribu rupiah. Ada

4

angka dalam bilangan 1.000

1.000

(Dibaca: seribu)

Bilangan yang terdiri dari 4 angka disebut bilangan ribuan. Nilai tempat dan nilai angka dari bilangan ribuan ditunjukkan oleh contoh bilangan 1.234 berikut ini.

 

Bilangan 1.234

Angka

Nilai Tempat

Nilai Angka

1

ribuan

1.000

2

ratusan

200

3

puluhan

30

4

satuan

4

Bilangan 1.234 dibaca ”seribu dua ratus tiga puluh empat”. Coba kamu jumlahkan semua nilai angka pada kolom ketiga tabel di atas. Akan kamu peroleh bentuk penjumlahan sebagai berikut.

1.234 = 1.000 + 200 + 30 + 4

Bentuk penjumlahan dari nilai-nilai angka disebut bentuk panjang dari suatu bilangan.

Ayo Berlatih A. Mari membaca dan menuliskan bilangan berikut. 1. 2.471 2. 5.964 3. 9.038
Ayo Berlatih
A.
Mari membaca dan menuliskan bilangan berikut.
1. 2.471
2. 5.964
3. 9.038
4. empat ribu seratus dua puluh satu
5. lima ribu enam ratus sebelas
6. dua ribu enam ratus enam belas
7. seribu ribu lima puluh delapan
C.
Mari menuliskan bentuk panjang bilangan berikut.
1. 2.371
=
.
.
.
.
+
.
.
.
.
+
.
.
.
.
+
.
.
.
.
2. 3.049
=
.
.
.
.
+
.
.
.
.
+
.
.
.
.
+
.
.
.
.
3. 4.816
=
.
.
.
.
+
.
.
.
.
+
.
.
.
.
+
.
.
.
.
4. 6.530
=
.
.
.
.
+
.
.
.
.
+
.
.
.
.
+
.
.
.
.
5. 8.647 =
.
.
.
.
+
.
.
.
.
+
.
.
.
.
+
.
.
.
.

2.

Membandingkan dan Mengurutkan Bilangan

Untuk membandingkan dua bilangan, kalian bandingkan masing-masing angka dari kedua bilangan yang mempunyai nilai tempat sama (dimulai dari angka yang paling kiri). Bandingkan angka ribuan. Jika sama, bandingkan angka ratusan. Jika sama, bandingkan angka puluhan. Jika sama, bandingkan angka satuan. Jika keempat angka tersebut sama, maka dua bilangan yang kita bandingkan sama nilainya. Setelah dapat membandingkan bilangan, kita dapat mengurutkannya. Contoh:

Urutkan bilangan-bilangan 5.235, 6.981, 4.564 Jawab:

Dapat kita bandingkan bahwa:

4.564 <

5.235 < 6.981

Jadi, urutan bilangan tersebut adalah 4.564, 5.235, 6.981

Ayo Berlatih A. Mari kita bandingkan bilangan-bilangan berikut dengan memberi tanda lebih besar (>), lebih
Ayo Berlatih
A. Mari kita bandingkan bilangan-bilangan berikut
dengan memberi tanda lebih besar (>), lebih kecil
(<), atau sama dengan (=).
1. 2.538
2.532
4.
2.121
2.222
2. 3.275
3.293
5.
5.446
4.664
3. 5.157
5.428
6.
8.004
8.541
B. Mari kita urutkan bilangan-bilangan berikut.
1. 2.300,
2.299,
2.302,
2.298,
2.301
2. 4.543,
4.541,
4.545,
4.544,
4.542
3. 1.012,
1.042,
1.002,
1.022,
1.023
4. 8.548,
8.148,
8.348,
8.248,
8.448
5. 7.899,
4.899,
5.899,
6.899,
8.899
C. Perkalian dan Pembagian Bilangan
C.
Perkalian dan Pembagian Bilangan

Di kelas II dan III, kalian telah mempelajari tentang perkalian

dan pembagian dua bilangan. Apakah kalian hafal perkalian bilangan-bilangan 1 sampai 10?

Coba kalian tuliskan tabel perkalian bilangan 1 sampai 10 dan pembagian bilangan 1 sampai 100 pada buku tugasmu. Kalau sudah hafal perkalian dan pembagian bilangan dasar tersebut, maka kamu akan mudah untuk mempelajari perkalian bilangan- bilangan yang lebih besar.

1. Melakukan Operasi Perkalian

Di kelas-kelas sebelumnya kita menghitung perkalian dengan

penjumlahan yang berulang. Mari kita ingat kembali masalah

perkalian.

yang berulang. Mari kita ingat kembali masalah perkalian. Ema mempunyai 4 kaleng permen pem- berian paman.

Ema mempunyai 4 kaleng permen pem- berian paman. Setelah dibuka satu kaleng ternyata berisi 21 permen. Menurut Paman, semua kaleng isinya sama. Berapa banyak- nya permen Ema pemberian paman?

Banyaknya permen Ema dapat kita cari dengan perkalian bilangan 4 × 21.

1. Dengan definisi perkalian sebagai penjumlahan yang berulang, maka bentuk perkalian tersebut dapat kita tuliskan:

4 × 21 = 21 + 21 + 21 + 21 = 84

2. Dengan perkalian langsung dapat kita tuliskan 4 × 21 = 21 × 4 (sifat komutatif perkalian). 21 × 4 = 84

3.

Dengan perkalian bersusun dapat kita tuliskan:

Cara susun 1

Cara susun 2

2

1

2

1

4

4

––– ×

––– ×

8

4

4

 

8

0

––– +

8

4

Cara susun pertama disebut cara susun pendek. Sedangkan cara susun kedua disebut cara susun panjang.

Dari ketiga cara perkalian di atas, kalian peroleh hasil yang sama. Jadi, banyaknya permen Ema pemberian Paman adalah 84 permen.

Ayo Berlatih Kalikan bilangan berikut dengan menggunakan cara susun pendek dan susun panjang. 1. 25
Ayo Berlatih
Kalikan bilangan berikut dengan menggunakan cara
susun pendek dan susun panjang.
1. 25 × 3
11. 21 × 15
2. 36 × 5
3. 48 × 8
4. 56 × 6
12. 16 × 24
13. 32 × 11
14. 25 × 32
5. 82 × 7
6. 104 × 5
15. 20 × 13
16. 33 × 21
7. 205 × 3
8. 212 × 4
9. 107 × 9
17. 45 × 12
18. 19 × 25
19. 36 × 17
10. 333 × 2
20. 24 × 34

2.

Melakukan Operasi Pembagian

Pada kelas-kelas sebelumnya, kalian mengenal pembagian sebagai pengurangan yang berulang oleh bilangan pembagi terhadap bilangan yang dibagi.

a. Bagaimana cara membagi bilangan 20 dengan 5? Mari kita kurangi secara berulang.

20

– 5 = 15

15

– 5 = 10

10

– 5 = 5

5

– 5 = 0

Berapa kali pengurangan dilakukan? Berapa hasil akhir pengu- rangan berulang tersebut? Dalam operasi pembagian dituliskan:

20 : 5 = 4

Pembagian tersebut dinamakan pembagian tanpa sisa.

b. Bandingkan dengan pembagian bilangan 20 oleh bilangan 6 berikut ini.

20

– 6 = 14

14

– 6 = 8

8

– 6 = 2

Berapa kali pengurangan dilakukan? Berapa hasil akhir pengu- rangan berulang tersebut? Dalam operasi pembagian dituliskan:

20 : 6 = 3 (sisa 2)

Pembagian tersebut dinamakan pembagian bersisa. Hasil pembagian bersisa kita tuliskan sebagai berikut.

20 : 6 = 3 (sisa 2) =

bersisa kita tuliskan sebagai berikut. 20 : 6 = 3 (sisa 2) = 3 2 6

3

2

6

=

1

3 3

Bentuk tersebut dinamakan pecahan campuran.

Coba kalian tentukan di antara pembagian-pembagian berikut, manakah yang merupakan pembagian tanpa sisa dan mana yang merupakan pembagian bersisa.

a. 45 : 9

d.

154 : 14

g.

600 : 90

b. 100 : 30

e.

200 : 25

h.

720 : 45

c. 110 : 12

f.

300 : 75

i.

800 : 75

Ayo Diskusi Tuliskan pengertian pembagian tanpa sisa dan pembagian bersisa menurut penadapatmu. Diskusikan dengan kawan
Ayo Diskusi
Tuliskan pengertian pembagian tanpa sisa dan pembagian
bersisa menurut penadapatmu.
Diskusikan dengan kawan terdekatmu.
Ayo Berlatih A. Mari menghitung hasil pembagian tanpa sisa berikut ini. 1. 48 : 3
Ayo Berlatih
A. Mari menghitung hasil pembagian tanpa sisa berikut
ini.
1. 48 : 3
6.
2. 76 : 4
7.
3. 160 : 5
8.
4. 133 : 7
9.
5. 108 : 9
10.
156 : 12
180 : 15
224 : 14
304 : 16
378 : 21
B. Mari menentukan pecahan campuran hasil dari
pembagian berikut ini.
1. 30 : 7
6.
2. 36 : 5
7.
3. 50 : 4
8.
4. 68 : 8
9.
5. 100 : 3
10.
105 : 11
160 : 15
245 : 12
290 : 16
350 : 20
D. Operasi Hitung Campuran
D.
Operasi Hitung Campuran

Kamu sudah mengenal operasi-operasi hitung bilangan yang meliputi penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian. Tahukah kamu bahwa operasi-operasi hitung tersebut mempunyai tingkatan dalam urutan pengerjaannya.

Mari kita selesaikan operasi hitung campuran penjumlahan dan pengurangan berikut ini.

1. 456 + 167 – 308

=

(456 + 167) – 308

=

623 – 308

=

315

2. 695 – 500 + 75

=

(695 – 500) + 75

=

195 + 75

=

270

Operasi penjumlahan dan pengurangan adalah setingkat. Urutan pengerjaannya mulai dari kiri.

Selanjutnya, mari kita selesaikan operasi hitung campuran perkalian dan pembagian berikut ini.

1. 28 × 10 : 4

=

(28 × 10) : 4

=

280 : 4

=

70

2. 450 : 75 × 16

=

(450 : 75) × 16

=

6 × 16

=

96

Operasi perkalian dan pembagian adalah setingkat. Urutan pengerjaannya mulai dari kiri.

Operasi hitung perkalian dan pembagian berasal dari penjumlahan dan pengurangan yang berulang, maka mempunyai tingkatan yang lebih tinggi. Sehingga operasi hitung perkalian dan pembagian harus didahulukan daripada penjumlahan dan pengurangan.

1. 187 + 39 : 3

=

187 + (39 : 3)

=

187 + 13

=

200

2. 196 – 5 × 25

=

196 – (5 × 25)

=

196 – 125

=

71

Info Kita Jika dalam operasi hitung campuran terdapat tanda kurung, maka operasi hitung yang di
Info Kita
Jika dalam operasi hitung campuran terdapat tanda kurung, maka operasi
hitung yang di dalamnya dikerjakan paling awal.

Contoh:

1.

40

+ 16 × 10 =

Jawab:

 

40

+ 16 × 10

=

40 + (16 × 10)

 

=

40 + 160

=

200

2.

14

× 10 – 1.750 : 25 =

 

Jawab:

 

14

× 10 – 1.750 : 25

=

(14 × 10) – (1.750 : 25)

 

=

140 – 70

=

70

3.

(640 + 360) : 10 = Jawab:

 

(640 + 360) : 10

=

1.000 : 10

=

100

Ayo Berlatih A. Mari menyelesaikan soal-soal berikut. 1. 25 – 13 + 123 = 2.
Ayo Berlatih
A. Mari menyelesaikan soal-soal berikut.
1.
25 – 13 + 123 =
2.
794 + 521 – 1.250 =
3.
368 + 992 – 725 =
4.
1.250 – 350 + 250 =
5.
789 – 654 + 123 =
6.
32 :
6
× 15
=
.
.
.
.
7.
4 × 625 : 25 =
8.
1.000 × 250 : 500 =
9.
625 : 125 × 250 =
10.
2.100 : 350 × 1.000 =
B. Mari menyelesaikan operasi hitung campuran
berikut.
1.
34 × 17 + 635
2.
1243 + 61 × 48
3.
6.844 : 4 – 1235
4.
7.836 – 1.364 : 22
5.
5.732 + 1.944 : 54
6.
360 : (18 + 12)
7.
(450 + 175) : 25
8.
25 × 12 – 50 + 500 : 2
9.
906 – 750 : 125 × 5 + 500
10.
100 : (75 – 25) × 250 + 500
E. Pembulatan dan Penaksiran
E.
Pembulatan dan Penaksiran

Kawan-kawan, tahukah kalian yang dimaksud pembulatan bilangan? Mari kita pelajari bersama-sama.

1. Pembulatan Bilangan

Bagaimana aturan pembulatan bilangan? Mari kita perhatikan contoh-contoh pembulatan di bawah ini.

a. lebih dekat ke bilangan satuan 2, maka dibulatkan ke satuan terdekat menjadi 2 lebih dekat ke bilangan satuan 3, maka dibulatkan ke satuan terdekat menjadi menjadi 3

1,8

1,8

3,4

3,4

Contoh di atas merupakan pembulatan bilangan pada satuan terdekat.

b. lebih dekat ke bilangan puluhan 50, maka

52

52

dibulatkan ke puluhan terdekat menjadi 50

169

lebih dekat ke bilangan puluhan 170, maka

169

dibulatkan ke puluhan terdekat menjadi 170

Contoh di atas merupakan pembulatan bilangan pada puluhan terdekat.

c. lebih dekat ke bilangan ratusan 200, maka

175

175

dibulatkan ke ratusan terdekat menjadi 200

425

lebih dekat ke bilangan ratusan 400, maka

425

dibulatkan ke ratusan terdekat menjadi 400

Contoh di atas merupakan pembulatan bilangan pada ratusan terdekat.

Apa yang dapat kamu simpulkan dari contoh-contoh pem- bulatan di atas? Mari kita tuliskan.

>>>>>>>>

>>>>>>>>

>>>>

a. Pembulatan Bilangan ke Satuan Terdekat

1)

2)

Kita perhatikan angka pada persepuluhan (di belakang koma). Jika angka tersebut kurang dari 5 (1, 2, 3, 4), maka bilangan dibulatkan ke bawah (dihilangkan). Contoh: 2 , 3

bilangan dibulatkan ke bawah (dihilangkan). Contoh: 2 , 3 kurang dari 5 (dibulatkan ke bawah) 3)

kurang dari 5 (dibulatkan ke bawah)

3)

Jadi, 2,3 dibulatkan menjadi 2

Jika angka tersebut paling sedikit 5 (5, 6, 7, 8, 9), maka

bilangan dibulatkan ke atas (satuan ditambah 1).

8, 9), maka bilangan dibulatkan ke atas (satuan ditambah 1). Contoh: 5 , 7 lebih dari

Contoh: 5 , 7

lebih dari 5 (dibulatkan ke atas)

Jadi, 5,7 dibulatkan menjadi 6

b. Pembulatan Bilangan ke Puluhan Terdekat

1)

2)

Kita perhatikan angka pada satuan.

Jika angka tersebut kurang dari 5 (1, 2, 3, 4), maka bilangan

dibulatkan ke bawah (dihilangkan).

2, 3, 4), maka bilangan dibulatkan ke bawah (dihilangkan). Contoh: 1 4 kurang dari 5 (dibulatkan

Contoh: 1 4

kurang dari 5 (dibulatkan ke bawah)

3)

Jadi, 14 dibulatkan menjadi 10

Jika angka tersebut paling sedikit 5 (5, 6, 7, 8, 9), maka

bilangan dibulatkan ke atas (puluhan ditambah 1).

9), maka bilangan dibulatkan ke atas (puluhan ditambah 1). Contoh: 7 6 lebih dari 5 (dibulatkan

Contoh: 7 6

lebih dari 5 (dibulatkan ke atas) Jadi, 76 dibulatkan menjadi 80

Ayo Diskusi Diskusikan dengan kawan terdekatmu untuk menuliskan aturan pembulatan bilangan pada ratusan terdekat.
Ayo Diskusi
Diskusikan dengan kawan terdekatmu untuk menuliskan
aturan pembulatan bilangan pada ratusan terdekat. Mintalah
petunjuk dari Ibu/Bapak Guru di kelas.
Ayo Berlatih A. Mari membulatkan bilangan ke satuan terdekat. 1. dibulatkan menjadi 3,2 . .
Ayo Berlatih
A. Mari membulatkan bilangan ke satuan terdekat.
1. dibulatkan menjadi
3,2
.
.
.
.
2. dibulatkan menjadi
6,9
.
.
.
.
3. dibulatkan menjadi
12,7
.
.
.
.
4. dibulatkan menjadi
14,4
.
.
.
.
5. dibulatkan menjadi
20,3
.
.
.
.
6. dibulatkan menjadi
24,5
.
.
.
.
7. dibulatkan menjadi
76,4
.
.
.
.
8. dibulatkan menjadi
84,6
.
.
.
.
B. Mari membulatkan bilangan ke puluhan terdekat.
1. dibulatkan menjadi
46
.
.
.
.
2. dibulatkan menjadi
52
.
.
.
.
3. dibulatkan menjadi
65
.
.
.
.
4. dibulatkan menjadi
84
.
.
.
.
5. dibulatkan menjadi
128
.
.
.
.
6. dibulatkan menjadi
244
.
.
.
.
7. dibulatkan menjadi
365
.
.
.
.
8. dibulatkan menjadi
496
.
.
.
.
C. Mari membulatkan bilangan ke ratusan terdekat.
1. dibulatkan menjadi
146
.
.
.
.
2. dibulatkan menjadi
369
.
.
.
.
3. dibulatkan menjadi
423
.
.
.
.
4. dibulatkan menjadi
731
.
.
.
.
5. dibulatkan menjadi
850
.
.
.
.
6. dibulatkan menjadi
964
.
.
.
.
7. 1.145 dibulatkan menjadi
.
.
.
.
8. 2.625 dibulatkan menjadi
.
.
.
.

2.

Menaksir Hasil Operasi Hitung Dua Bilangan

Setelah kalian mengingat pelajaran pembulatan bilangan, kemudian akan kita mempelajari taksiran operasi hitung. Menaksir operasi hitung adalah memperkirakan hasil operasi hitung.

Contoh:

Taksirlah hasil operasi hitung 1.650 + 73.150 Jawab:

1.650 dibulatkan menjadi 2.000

73.150 dibulatkan menjadi 73.000

Jadi, taksiran 1.650 + 72.150 adalah 2.000 + 73.000 = 75.000

Ada tiga macam cara menaksir hasil operasi hitung, yaitu taksiran atas, taksiran bawah, dan taksiran terbaik. Mari kita pelajari bersama-sama.

a.

Taksiran Atas

Taksiran atas dilakukan dengan membulatkan ke atas bilangan- bilangan dalam operasi hitung.

Contoh:

Tentukan hasil dari operasi hitung 22 × 58. Jawab:

Karena taksiran atas, maka setiap bilangan dibulatkan ke atas.

22

dibulatkan ke atas menjadi 30

58

dibulatkan ke atas menjadi 60

Jadi, taksiran 22 × 58 adalah 30 × 60 = 1.800

Ayo Diskusi Coba diskusikan dengan kawan terdekatmu, mengapa disebut taksiran atas. Kemukakan jawaban kalian. Bandingkan
Ayo Diskusi
Coba diskusikan dengan kawan terdekatmu, mengapa
disebut taksiran atas. Kemukakan jawaban kalian. Bandingkan
dengan jawaban kawan-kawan yang lain.

b. Taksiran Bawah

Taksiran bawah dilakukan dengan membulatkan ke bawah bilangan-bilangan dalam operasi hitung.

Contoh:

Tentukan hasil taksiran bawah dari operasi hitung 22 × 58 Jawab:

Karena ini taksiran bawah, maka bilangan dibulatkan ke bawah.

22

dibulatkan ke bawah menjadi 20

58

dibulatkan ke bawah menjadi 50

Jadi, taksiran 22 × 58 adalah 20 × 50 = 1.000

Ayo Diskusi Coba diskusikan dengan kawan-kawanmu, mengapa disebut taksiran bawah. Kemukakan jawaban kalian.
Ayo Diskusi
Coba diskusikan dengan kawan-kawanmu, mengapa disebut
taksiran bawah. Kemukakan jawaban kalian.

c. Taksiran Terbaik

Taksiran terbaik dilakukan dengan membulatkan bilangan- bilangan dalam operasi hitung menurut aturan pembulatan.

Contoh:

Tentukan hasil taksiran terbaik dari operasi hitung 22 × 58 Jawab:

22

menurut aturan pembulatan dibulatkan menjadi 20

58

menurut aturan pembulatan dibulatkan menjadi 60

Jadi, taksiran 22 × 58 adalah 20 × 60 = 1.200

Info Kita Pembulatan dalam penaksiran operasi hitung dapat dilakukan ke satuan, puluhan, ratusan terdekat (tidak
Info Kita
Pembulatan dalam penaksiran operasi hitung dapat dilakukan ke satuan,
puluhan, ratusan terdekat (tidak ada ketentuan khusus).
Ayo Berlatih A. Mari menaksir hasil operasi hitung dengan taksiran atas. 1. 46 × 12
Ayo Berlatih
A. Mari menaksir hasil operasi hitung dengan taksiran
atas.
1. 46 × 12
2. 97 + 49
3. 98 – 41
4. 76 : 11
5. (28 × 10) : 24
6. 14 × 18 + 555
7. 17.844 : 990 – 15
B. Mari menaksir hasil operasi hitung dengan taksiran
bawah.
1. 1.542 + 8.250
2. 814 : 21
3. 212 × 101
4. 1281 – 337
5. (28 : 10) × 101
6. 52 – 18 × 55
7. 17.844 : 990 – 10
C. Mari menaksir hasil operasi hitung dengan taksiran
terbaik.
1. 34 × 28
2. 87 : 31
3. 55 × 46
4. (98 – 32) + 79
5. 1.255 : 95 + 9
6. 92 – 18 × 32
7. 18.955 : 911 – 10
F. Menaksir Harga Kumpulan Barang
F.
Menaksir Harga Kumpulan Barang

Bilangan yang menyatakan nilai uang adalah bilangan bulat. Mari mempelajari masalah yang berkaitan dengan uang, yaitu menaksir harga kumpulan barang. Di koperasi sekolah dijual beragam barang kebutuhan sekolah seperti buku, pensil, bolpoin, dan penghapus. Daftar harga barang- barang di koperasi sekolah adalah sebagai berikut.

Buku gambar Rp1.675,00 Buku tulis Rp1.450,00 Bolpoin Rp1.275,00 Pensil Rp950,00 Penghapus Rp675,00 Rautan Rp750,00
Buku gambar Rp1.675,00
Buku tulis Rp1.450,00
Bolpoin Rp1.275,00
Pensil
Rp950,00
Penghapus
Rp675,00
Rautan
Rp750,00
Jika Abid ingin membeli 2 buku tulis, 1 bolpoin, dan 1 peng-
hapus, kira-kira berapa banyaknya uang yang harus dimiliki Abid?

Coba kalian selesaikan bersama Dengan prinsip dasar pembulatan ke ratusan terdekat, dapat kalian peroleh pembulatan sebagai berikut.

Rp1.450,00 dibulatkan menjadi

Rp1.500,00

Rp1.275,00 dibulatkan menjadi

Rp1.300,00

Rp675,00

dibulatkan menjadi

Rp700,00

Maka jumlah harganya adalah:

2

buku tulis

2 ×

Rp1.500,00

= Rp3.000,00

1 bolpoin

1 ×

Rp1.300,00

= Rp1.300,00

1 penghapus 1 × Rp700,00

Jumlah

=

= Rp5.000,00

Rp

700,00 +

Jadi, Abid harus memiliki uang kurang lebih Rp5.000,00.

Untuk melakukan penaksiran operasi hitung uang dalam satuan ribuan atau lebih, dapat dilakukan dengan pembulatan sampai ribuan terdekat.

Info Kita Penggunaan kata kira-kira, kurang lebih, dan perkiraan dapat berarti melakukan penaksiran
Info Kita
Penggunaan kata kira-kira, kurang lebih, dan perkiraan dapat berarti
melakukan penaksiran
Ayo Diskusi Bagaimana aturan menuliskan pembulatan sampai pada ribuan terdekat? Diskusikan dengan kelompok belajarmu dan
Ayo Diskusi
Bagaimana aturan menuliskan pembulatan sampai pada
ribuan terdekat? Diskusikan dengan kelompok belajarmu dan
tuliskan hasil diskusimu dalam buku tugas.

Contoh:

Marbun dan ibunya membeli 3 baju, 1 kaos, dan 1 celana. Harga setiap baju, kaos, dan celana berturut-turut adalah Rp39.575,00, Rp15.750,00, dan Rp24.250,00. Berapa kira-kira Marbun dan ibunya harus membayar di kasir? Jawab:

Taksiran harga dalam ribuan terdekat adalah sebagai berikut.

Harga baju: Rp39.575,00 Harga kaos: Rp15.750,00 Harga celana: Rp24.250,00

Marbun dan ibunya membeli 3 baju, 1 celana pendek, dan 1 celana panjang.

Taksiran harga 3 baju:

Taksiran harga 1 kaos:

Taksiran harga 1 celana: 1 × Rp24.000,00 = Rp24.000,00 Taksiran harga total adalah:

Rp120.000,00 + Rp16.000,00 + Rp24.000,00 = Rp160.000,00 Jadi, Marbun dan ibunya harus membayar kira-kira Rp160.000,00.

ditaksir Rp40.000,00 ditaksir Rp16.000,00 ditaksir Rp24.000,00

3 × Rp40.000,00 = Rp120.000,00 1 × Rp16.000,00 = Rp16.000,00

Ayo Berlatih A. Mari menaksir jumlah nilai uang berikut ini dalam ribuan terdekat. 1. Rp1.750,00
Ayo Berlatih
A. Mari menaksir jumlah nilai uang berikut ini dalam
ribuan terdekat.
1. Rp1.750,00
+
Rp1.250,00
+
Rp950,00
2. Rp2.825,00
+
Rp3.450,00
+
Rp750,00
3. Rp4.275,00
+
Rp3.150,00
+
Rp1.250,00
4. Rp1.250,00
+
Rp2.750,00
+
Rp1.725,00
5. Rp5.000,00
+
Rp3.650,00
+
Rp1.725,00
B. Mari menaksir penyelesaian masalah berikut.
1. Ema ikut ibu belanja ke pasar. Mereka membeli kue
seharga Rp5.500,00, sayuran seharga Rp3.275,00,
dan buah jeruk seharga Rp7.850,00. Berapakah kira-
kira uang yang dibelanjakan ibu?
2. Menik membeli 3 penjepit rambut yang harga setiap
buahnya Rp725,00. Setelah itu, ia membeli 2 helai
pita rambut dengan harga Rp1.250,00 setiap helai
dan sebuah sisir seharga Rp975,00. Berapakah
kurang lebih uang yang dibelikan Menik?
3. Marbun membeli 5 buah jeruk dan 4 buah apel. Jika
harga setiap buah jeruk dan apel masing-masing
adalah Rp725,00 dan Rp1.250,00, berapakah kira-
kira Marbun harus membayar?
4. Harga sepasang burung merpati Rp8.425,00 dan
harga sepasang burung jalak adalah Rp9.775,00.
Abid ingin membeli seekor merpati dan seekor jalak.
Berapa kira-kira harganya?
5. Abid membeli baju seharga Rp20.500,00 dan celana
Rp15.250,00. Jika Abid membawa uang
Rp50.000,00, berapa kira-kira kembaliannya?
Rangkuman
Rangkuman

1. Sifat pertukaran atau komutatif.

a + b

=

b + a

contoh:

4 + 2 = 2 + 4

a × b

=

b × a

contoh:

4 × 2 = 2 × 4

2. Sifat pengelompokan atau asosiatif.

(a + b) + c

Contoh: (2 + 3) + 4 = 2 + (3 + 4)

(a × b) × c

2 × (3 × 4)

Contoh:

(2 × 3) × 4

3. Sifat penyebaran atau distributif.

=

=

a + (b + c)

a × (b × c)

=

a × (b + c) = (a × b) + (a × c)

Contoh:

a × (b – c) = (a × b) – (a × c)

Contoh:

10 × (2 + 3) = (10 × 2) + (10 × 3)

5 × (6 – 2) = (5 × 6) – (5 × 2)

4. Bilangan yang terdiri dari 4 angka disebut bilangan ribuan. Contoh:

 

Bilangan 1.365

Angka

Nilai Tempat

Nilai Angka

1

ribuan

1.000

3

ratusan

300

6

puluhan

60

5

satuan

5

5. Untuk membandingkan dua bilangan, kita bandingkan masing-masing angka dari kedua bilangan yang mempunyai nilai tempat sama dimulai dari angka yang paling kiri. Contoh: 5.438 > 2.532

6.

Perkalian sebagai penjumlahan berulang.

Contoh:

Perkalian dengan cara susun. Contoh:

4 × 21 = 21 + 21 + 21 + 21 + 21 = 84

susun pendek

susun panjang

2

1

2

1

4

4

––– ×

––– ×

8

4

4

 

8

0

––– +

8

4

7.

8.

9.

10.

11.

Pembagian sebagai pengurangan yang berulang oleh bilangan pembagi terhadap bilangan yang dibagi. Pembagian dapat dibedakan menjadi 2, yaitu:

a. Pembagian tanpa sisa

Contoh:

20 : 5 = 4

b. Pembagian bersisa

Pembagian tanpa sisa Contoh: 20 : 5 = 4 b. Pembagian bersisa 3 2 6 1

3

2

6

1

3 2

Contoh:

20 : 5 = 4 b. Pembagian bersisa 3 2 6 1 3 2 Contoh: Bentuk

Bentuk

20 : 6 = 3 (sisa 2) =

1

=

3 2 dinamakan pecahan campuran.

Operasi penjumlahan dan pengurangan adalah setingkat, urutan pengerjaannya dimulai dari kiri.

Operasi perkalian dan pembagian adalah setingkat, urutan pengerjaan dimulai dari kiri.

Jika dalam operasi hitung campuran ada tanda kurung, maka operasi di dalamnya dikerjakan paling awal.

Pembulatan bilangan satuan terdekat. Contoh: 1,3 dibulatkan menjadi 1 3,6 dibulatkan menjadi 4

12.

Pembulatan bilangan puluhan terdekat. Contoh: 47 dibulatkan menjadi 50 72 dibulatkan menjadi 70

13. Taksiran atas dilakukan dengan membulatkan ke atas bilangan-bilangan dalam operasi hitung. Taksiran bawah dilakukan dengan membulatkan ke bawah bilangan-bilangan dalam operasi hitung. Taksiran terbaik dilakukan dengan membulatkan bilangan- bilangan dalam operasi hitung menurut aturan pembulatan.

14. Untuk melakukan penaksiran operasi hitung uang dalam satuan atau lebih, dapat dilakukan dengan pembulatan sampai ribuan terdekat.

dapat dilakukan dengan pembulatan sampai ribuan terdekat. Ayo Menguji Kemampuan A. Mari memilih jawaban yang paling
Ayo Menguji Kemampuan
Ayo Menguji Kemampuan

A. Mari memilih jawaban yang paling tepat.

1. Penjumlahan 256 + 512 hasilnya sama dengan

a. 256 – 512

c.

512 + 256

b. 256 × 512

d.

512 : 256

2. Sifat penjumlahan pada soal nomor 1 adalah

a. komutatif

c.

distributif

b. asosiatif

d.

imajinatif

3. 100 × 45 × 4 =

a. 900

c.

18.000

b. 1.800

d.

180.000

4.

250 × 4 × 56 paling mudah diselesaikan dengan menggunakan sifat

 

a. komutatif

c.

distributif

b. asosiatif

d.

imajinatif

5.

36 × 99 = (36 × n) – (36 × 1), nilai n =

a. 5

c.

100

 

b. 10

d.

1.000

6.

(23 × 89) + (23 × 11) = 23 ×

.

.

.

.

a. 100

c.

80

 

b. 90

d.

70

7.

Bilangan tiga ribu dua puluh dua dilambangkan

a. 3.000

c.

3.202

 

b. 3.022

d.

3.002

8.

Nilai tempat 2 pada bilangan 2.658 adalah

a. puluhan

c.

ribuan

 

b. ratusan

d.

puluh ribuan

9.

Nilai angka 6 pada soal nomor delapan adalah

a. 6.000

c.

60

 

b. 600

d.

6

10.

Pembagian di bawah ini adalah pembagian bersisa, kecuali

a. 60 : 9

c.

125 : 3

b. 90 : 18

d.

500 : 40

11.

Yang merupakan pembagian bersisa adalah

a. 256 : 15

c.

512 : 32

b. 360 : 9

d.

616 : 56

12.

Taksiran bawah dari 51 × 15 adalah

 

a. 500

c.

1.000

b. 600

d.

1.200

13.

Taksiran atas dari 54 × 18 adalah

a. 500

c.

1.000

b. 600

d.

1.200

14. Taksiran terbaik dari 54 × 18 adalah

a. 500

c.

1.000

b. 600

d.

1.200

15. Taksiran dari 1.510 + 756 – 299 dalam ribuan terdekat adalah

a. 5.000

c.

3.000

b. 4.100

d.

2.000

B. Mari melengkapi titik-titik berikut ini.

1.

(25 × 100) – (25 × 1) = 25 ×

2.

297 + 895 =

+ 297

3.

465 + 709 + 291 =

+ 1.000

4.

4.501 dibaca

5.

9 ribuan + 1 puluhan + 5 satuan =

6.

Nilai tempat 3 pada bilangan 1.304 adalah

7.

Angka

pada bilangan 5.127 mempunyai nilai 100.

8.

Bilangan 1.451 jika dibulatkan ke ratusan terdekat menjadi

9.

900 : 27 =

sisa

10.

Rp3.525,00 + Rp1.475,00 ditaksir

C Mari mengerjakan soal berikut.

1. Sebut dan jelaskan 3 sifat dalam operasi hitung bilangan.

2. Tuliskan nilai tempat dan nilai angka dari bilangan 3.504

3. Dari 3 toko yang telah didatangi Ema dan Menik, diperoleh harga bolpoin merk yang sama masing-masing adalah Rp1.950,00; Rp1.925,00; dan Rp2.075,00.

Jawablah pertanyaan di bawah ini.

a. Berapakah harga yang paling mahal?

b. Berapakah harga yang paling murah?

c. Urutkan dari harga yang paling murah.

4. Ibu Abid membeli masing-masing 1 kilogram mangga, jeruk, dan apel. Harga sekilo mangga dan sekilo jeruk sama, yaitu Rp5.750,00. Sedangkan harga sekilo apel adalah Rp8.125,00. Berapa kira-kira uang yang dihabiskan ibu Abid untuk membeli ketiga buah tersebut?

5. Berapakah nilai jumlah semua uang di bawah ini?

tersebut? 5. Berapakah nilai jumlah semua uang di bawah ini? Refleksi Cek ( ) kemampuan diri
Refleksi Cek ( ) kemampuan diri kamu. Tingkat Kemampuan No. Kemampuan Paham Belum 1. Aku
Refleksi
Cek ( ) kemampuan diri kamu.
Tingkat
Kemampuan
No.
Kemampuan
Paham
Belum
1. Aku dapat mengidentifikasi
sifat-sifat operasi hitung, baik
penjumlahan, pengurangan,
perkalian maupun pembagian.
2. Aku dapat menggunakan sifat-
sifat operasi hitung.
Tingkat Kemampuan No. Kemampuan Paham Belum 3. Aku dapat membandingkan dan mengurutkan bilangan. 4. Aku
Tingkat
Kemampuan
No.
Kemampuan
Paham
Belum
3.
Aku dapat membandingkan dan
mengurutkan bilangan.
4.
Aku dapat melakukan operasi
perkalian dengan cara susun
pendek dan susun panjang
5.
Aku dapat melakukan operasi
pembagian bilangan.
6.
Aku dapat melakukan per-
hitungan pada operasi hitung
campuran.
7.
Aku dapat melakukan pem-
bulatan dan penaksiran bilangan
pada satuan terdekat dan
puluhan terdekat serta ribuan
terdekat.
8.
Aku dapat menaksir harga
kumpulan barang.
Apabila kamu menjawab paham semua, maka kamu dapat
melanjutkan materi selanjutnya.
Apabila masih ada yang belum, maka pelajarilah materi yang
belum kamu kuasai.