Anda di halaman 1dari 4

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah Mutu pendidikan secara nasional dikatakan buruk, The Third

International Mathematics And Science Study Report (1999), melaporkan kemampuan siswa Indonesia dalam bidang IPA menempati urutan 32 dari 38 negara, karena tingkat pemahaman anak terhadap bahan ajar sering

mengecewakan, karena itu pendidikan dituntut untuk mengikuti perkembangan jaman dan dijadikan tolak ukur perkembangan suatu negara di masa akan datang. Hal ini dikarenakan jika suatu Negara tidak memperhatikan masalah pendidikan, maka perkembangan negara tersebut dimasa yang akan datang akan terhambat. Upaya meningkatkan mutu pendidikan sangat diperhatikan dan dilakukan dengan berbagai pendekatan baik itu pendekatan kelembagaan legal formal maupun pemberdayaan daya pendidikan. Pemberdayaan sumber daya pendidikan dilakukan dengan melaksanakan kegiatan peningkatan kompetensi dan kualifikasi tenaga pendidik dan

kependidikan secara sistematis dan berkesinambungan, Kunandar (2007). Dalam proses belajar mengajar, kesuksesan suatu program belajar dipengaruhi oleh banyak faktor, yaitu: (1) faktor intern (dari dalam) yang meliputi minat belajar, kemampuan siswa baik secara fisik maupun fsikis. (2) faktor ekstern (dari luar) meliputi kulitas pengajaran yang dikelola oleh guru, lingkungan serta sarana dan prasarana.

Meningkatkan proses dan hasil belajar terutama dalam pelajaran IPA tentang pesawat sederhana di kelas V SDN 006 Sesayap Hilir membutuhkan keseriusan dan konsentrasi tinggi sehingga dalam penyajian materi diperlukan sesuatu yang menarik. Penerapan metode konvensional selama ini seperti metode ceramah berdampak pada kurang antusiasnya siswa dalam mengikuti dan

menerima pelajaran. Mengingat bahwa siswa merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan pendidikan, perlu adanya pembenahan terhadap berbagai hal yang berkaitan dengan optimalisasi hasil belajar siswa, termasuk salah satunya adalah penggunaan metode pembelajaran yang tidak tepat dalam proses belajar mengajar di kelas. Permasalahan pembelajaran seperti diungkapkan diatas, terjadi juga di kelas V SDN 006 Sesayap, yang ditunjukkan oleh rendahnya pencapaian nilai hasil belajar siswa dalam mata pelajaran IPA terutama pada materi pesawat sederhana, dimana jumlah siswa yang nilainya dibawah standar kriteria minimal ketuntasan yaitu 65 lebih besar dari jumlah siswa yang nilainya diatas dari standar ketuntasan tersebut. Data diperoleh dari nilai siswa hasil tes pelajaran IPA materi pesawat sederhana. Peneliti dalam hal ini, untuk mengatasi permasalahan tersebut akan mengadakan penelitian tindakan kelas tentang upaya peningkatan hasil belajar siswa kelas V SDN 006 Sesayap dengan menggunakan metode kontekstual. Metode ini dipandang sebagai salah satu cara mengajar dan belajar yang menghubungkan isi pelajaran dengan lingkungan pada pembelajaran IPA dan

penelitian ini diberi judul Meningkatkan Proses Dan Hasil Belajar Siswa Pada Pelajaran IPA Tentang Pesawat Sederhana Melalui Pendekatan Konstektual Kelas V SDN 006 Sesayap Hilir Di

B. Perumusan Masalah Berdasarkan permasalahan yang diungkapkan pada latar belakang dan temuan-temuan yang terdapat dikelas pada saat proses belajar mengajar pada pembelajaran IPA tentang pesawat sederhana maka peneliti dapat merumuskan permasalahan tersebut adalah Bagaimanakah metode pendekatan kontekstual dapat meningkatkan proses dan hasil belajar siswa tentang pada pelajaran IPA tentang pesawat sederhana di kelas V SDN 006 Sesayap Hilir Kabupaten Tana Tidung semester II tahun pembelajaran 2011/2012.

C. Tujuan Penelitian Berdasarkan rumusan masalah diatas maka tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan proses dan hasil belajar siswa di kelas V SDN 006 Sesayap Hilir Kabupaten Tana Tidung pada pelajaran IPA tentang pesawat sederhana semester II tahun pembelajaran 2011/2012.

D. Manfaat Penelitian Hasil penelitian tindakan kelas ini diharapkan dapat memberikan manfaat sebagai berikut:

1. Bagi siswa a. Dapat meningkatkan hasil belajar pada pembelajaran IPA b. Dapat membuat hubungan-hubungan yang bermakna c. Dapat bekerjasama, berpikir kritis dan kreatif 2. Bagi guru a. Dapat menambah wawasan dan kualitas dalam pembelajaran IPA dengan melaksanakan pembelajaran kontekstual. b. Dapat melaksanakan proses belajar yang diatur sendiri c. Dapat melakukan pekerjaan yang berarti 3. Bagi sekolah a. Memberikan informasi dan refrensi dalam upaya meningkatkan

pembelajaran disekolah b. Sekolah dapat berkembang karena adanya peningkatan kemampuan pada diri guru dalam mengelola pendidikan disekolah c. Dikenal sebagai lembaga pendidikan yang menghasilkan siswa yang berprestasi