Anda di halaman 1dari 9

STUDI ANALISIS PENENTUAN HVL PADA RUANG GELAP DI INSTALASI RADIOLOGI RS PARU JEMBER

Oleh ALFA RIANTO (081810201034)


JURUSAN FISIKA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS JEMBER 2011

PENDAHULUAN
Kemajuan Teknologi Aplikasi Ilmu Fisika

Sinar-X

HVL(tebal paro bahan)

Proteksi Radiasi

Potensi Bahaya Radiasi

RUMUSAN MASALAH
1.

2.

Berapakah nilai laju dosis sebelum mengenai dinding pada saat kalibrasi alat rontgen dengan menggunakan perhitungan matematis? Berapakah nilai HVL pada dinding ruang gelap dan pada dinding yang lain di ruang Rontgen RS Paru Jember pada saat pengkalibrasian pesawat Sinar-X?.

TUJUAN
Menganalisis data sekunder yang dilakukan oleh BPFK mengenai laju dosis sebelum mengenai dinding penghalang dan juga menganalisis HVL dari setiap dinding pada saat dilakukan kalibrasi alat Rontgen model Omnix.

METODE PELAKSANAAN
Pengukuran Jarak

Jarak Primer

Perbandingan Kalibrasi BPFKdengan Data Matematis

Jarak Sekunder

Pengolahan Data Manual

METODE ANALISIS DATA


Laju Dosis dan Jarak Objek Perhitungan Laju Dosis Diluar Dinding

Dimana Sehingga

HASILDAN PEMBAHASAN
Half-Value Layer (HVL) Pada Dinding Ruang Gelap

Tebal Dinding Xdinding = 30 cm Half-Value Layer (HVL) HVL = 62,23 cm

Laju Dosis Sebelum Mengenai Dinding (D0) D0 = 0,32 Sev/Jam Laju Dosis Setelah Melewati Dinding (DT) DT = 0,23 Sev/Jam

KESIMPULAN
Dari hasil perhitungan manual bisa dikatakan valid mendekati data yang diperoleh oleh BPFK, dengan menggunakan metode HVL ini dari suatu bahan dapat diketahui ukuran ketebalannya sehingga data perhitungan ini sangat efektif dalam ketelitiannya dengan nilai kalibrasi yang sangat kecil atau nol. Dari segi keamanan pada ruang Rontgen RS Paru Jember oleh BPFK sudah dinyatakan sesuai dengan standart keamanan bagi karyawan dan pasien yang berada di area ruangan sinarX.

Saran
Dalam kegiatan kuliah kerja ini data yang digunakan adalah data sekunder yang dilakukan oleh BPFK. Pengolahan datanya dengan menggunakan metode analitik matematis dengan menggunakan formula untuk mengetahui perbandingan nilai yang sama dengan nilai data yang dilakukan oleh BPFK, sehingga perlu diperhatikan asal mula rumus yang digunakan tujuannya agar nilai kalibrasi yang diperoleh menjadi lebih akurat.