Anda di halaman 1dari 17

1

Laporan Biologi : Uji Bahan Makanan

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Makanan adalah bahan, biasanya berasal dari hewan atau tumbuhan, dimakan oleh makhluk hidup untuk memberikan tenaga dan nutrisi. Setiap makhluk hidup membutuhkan makanan.Tanpa makanan, makhluk hidup akan sulit dalam mengerjakan aktifitas sehari-harinya. Makanan dapat membantu kita dalam mendapatkan energy, membantu pertumbuhan badan dan otak. Memakan makanan yang bergizi akan membantu pertumbuhan kita, baik otak maupun badan. Setiap makanan mempunyai kandungan gizi yang berbeda. Protein, karbohidrat, lemak, dan lain-lain adalah salah satu contoh gizi yang akan kita dapatkan dari makanan. Setiap jenis gizi yang kita dapatkan mempunyai fungsi yang berbeda. Karbohidrat merupakan sumber tenaga yang kita dapatkan sehari-hari. Salah satu contoh makanan yang mengandung karbohidrat adalah nasi. Protein digunakan oleh tubuh untuk membantu pertumbuhan kita, baik otak maupun tubuh kita. Lemak digunakan oleh tubuh kita sebagai cadangan makanan dan sebagai cadangan energi. Lemak akan digunakan saat tubuh kekurangan karbohidrat, dan lemak akan memecah menjadi glukosa yang sangat berguna bagi tubuh kita saat kita membutuhkan energi. Setiap makanan yang kita makan, memiliki kandungan zat- zat gizi yang diperlukan untuk pertumbuhan. Untuk itulah kami melakukan praktikum berikut ini.

1.2

Rumusan Masalah Berdasarkan praktikum yang telah dilakukan, maka beberapa permasalahan

dalam penelitian Biologi mengenai bahan makanan antara lain : 1. Bahan makanan apa yang mengandung keempat zat gizi tersebut? 2. Apa kesimpulan anda dari praktikum ini?
| Laporan Biologi : Uji Bahan Makanan

Laporan Biologi : Uji Bahan Makanan

1.3

Tujuan Percobaan Tujuan dari praktikum ini adalah untuk mengetahui kandungan zat-zat gizi bahan makanan.

1.4

Manfaat Percobaan Beberapa manfaat yang bisa kita peroleh dari praktikum yang kita lakukan yaitu sebagai berikut : Siswa dapat mengetahui kandungan zat-zat gizi makanan yang sehari-hari dikonsumsi. Melatih siswa dalam memecahkan masalah yang sering muncul dalam praktikum. BAB II TINJAUAN PUSTAKA Bahan makanan yang setiap hari kita konsumsi, memiliki kandungan zat-zat

gizi yang berbeda-beda. Setiap zat gizi memiliki fungsi tertentu dalam tubuh kita. Berikut ini merupakan beberapa dari zat-zat gizi yang diperlukan oleh tubuh. 1. KARBOHIDRAT Karbohidrat atau sakarida adalah segolongan besar senyawa organik yang tersusun hanya dari atom karbon, hidrogen, dan oksigen. Bentuk molekul karbohidrat paling sederhana terdiri dari satu molekul gula sederhana. Banyak karbohidrat yang merupakan polimer yang tersusun dari molekul gula yang terangkai menjadi rantai yang panjang serta bercabang-cabang. Karbohidrat merupakan bahan makanan penting dan sumber tenaga yang terdapat dalam tumbuhan dan daging hewan. Selain itu, karbohidrat juga menjadi komponen struktur penting pada makhluk hidup dalam bentuk serat (fiber), seperti selulosa, pektin, serta lignin.
2

| Laporan Biologi : Uji Bahan Makanan

Laporan Biologi : Uji Bahan Makanan

Karbohidrat menyediakan kebutuhan dasar yang diperlukan tubuh. Tubuh menggunakan karbohidrat seperti layaknya mesin mobil menggunakan bensin. Glukosa, karbohidrat yang paling sederhana mengalir dalam aliran darah sehingga tersedia bagi seluruh sel tubuh. Sel-sel tubuh tersebut menyerap glukosa dan mengubahnya menjadi tenaga untuk menjalankan sel-sel tubuh.

Selain sebagai sumber energi, karbohidrat juga berfungsi sebagai zat penyusun sel, jaringan, & organ, membantu metabolism tubuh, dan sebagai larutan Buffer (menetralkan).

2. PROTEIN Protein (akar kata protos dari bahasa Yunani yang berarti "yang paling utama") adalah senyawa organik kompleks berbobot molekul tinggi yang merupakan polimer dari monomer-monomer asam amino yang dihubungkan satu sama lain dengan ikatan peptida. Molekul protein mengandung karbon, hidrogen, oksigen, nitrogen dan kadang kala sulfur serta fosfor. Protein berperan penting dalam struktur dan fungsi semua sel makhluk hidup dan virus. Kebanyakan protein merupakan enzim atau subunit enzim. Jenis protein lain berperan dalam fungsi struktural atau mekanis, seperti misalnya protein yang membentuk batang dan sendi sitoskeleton. Protein terlibat dalam sistem kekebalan (imun) sebagai antibodi, sistem kendali dalam bentuk hormon, sebagai komponen penyimpanan (dalam biji) dan juga dalam transportasi hara. Sebagai salah satu sumber gizi, protein berperan sebagai zat pengatur (mengatur kegiatan dalam tubuh), sebagai zat penyusun enzim dan hormone, sebagai zat penyusun antibodi, sebagai biokatalisator, dan sebagai zat penyusun sel, jaringan.
3

| Laporan Biologi : Uji Bahan Makanan

Laporan Biologi : Uji Bahan Makanan

3. LEMAK Lemak sama dengan minyak. Orang menyebut lemak secara khusus bagi minyak nabati atau hewani yang berwujud padat pada suhu ruang. Lemak juga biasanya disebutkan kepada berbagai minyak yang dihasilkan oleh hewan, lepas dari wujudnya yang padat maupun cair. 1 gram lemak menghasilkan 9,3 kalori. lemak terdiri atas unsur-unsur karbon, hidrogen, dan oksigen.

4. GULA (GLUKOSA) Karbohidrat merupakan sumber energi utama bagi tubuh manusia, yang menyediakan 4 kalori (17 kilojoule) energi pangan per gram. Pemecahan karbohidrat (misalnya pati) menghasilkan mono- dan disakarida, terutama glukosa. Melalui glikolisis, glukosa segera terlibat dalam produksi ATP, pembawa energi sel. Di sisi lain, glukosa sangat penting dalam produksi protein dan dalam metabolisme lipid. Karena pada sistem saraf pusat tidak ada metabolisme lipid, jaringan ini sangat tergantung pada glukosa. Glukosa diserap ke dalam peredaran darah melalui saluran pencernaan. Sebagian glukosa ini kemudian langsung menjadi bahan bakar sel otak, sedangkan yang lainnya menuju hati dan otot, yang menyimpannya sebagai glikogen ("pati hewan") dan sel lemak, yang menyimpannya sebagai lemak. Glikogen merupakan sumber energi cadangan yang akan dikonversi kembali menjadi glukosa pada saat dibutuhkan lebih banyak energi. Meskipun lemak simpanan dapat juga menjadi sumber energi cadangan, lemak tak pernak secara langsung dikonversi menjadi glukosa. Fruktosa dan galaktosa, gula lain yang dihasilkan dari pemecahan karbohidrat, langsung diangkut ke hati, yang mengkonversinya menjadi glukosa.
4

| Laporan Biologi : Uji Bahan Makanan

Laporan Biologi : Uji Bahan Makanan

5. MINERAL Mineral adalah senyawa alami yang terbentuk melalui proses geologis. Istilah

mineral termasuk tidak hanya bahan komposisi kimia tetapi juga struktur mineral.
Mineral termasuk dalam komposisi unsur murni dan garam sederhana sampai silikat yang sangat kompleks dengan ribuan bentuk yang diketahui (senyawaan organik biasanya tidak termasuk). Ilmu yang mempelajari mineral disebut mineralogi.

6. VITAMIN Vitamin adalah sekelompok senyawa organik amina berbobot molekul kecil yang memiliki fungsi vital dalam metabolisme setiap organisme, yang tidak dapat dihasilkan oleh tubuh. Terdapat 13 jenis vitamin yang dibutuhkan oleh tubuh untuk dapat bertumbuh dan berkembang dengan baik. Vitamin tersebut antara lain vitamin A, C, D, E, K, dan B (tiamin, riboflavin, niasin, asam pantotenat, biotin, vitamin B6, vitamin B12, dan folat). Walau memiliki peranan yang sangat penting, tubuh hanya dapat memproduksi vitamin D dan vitamin K dalam bentuk provitamin yang tidak aktif. Oleh karena itu, tubuh memerlukan asupan vitamin yang berasal dari makanan yang kita konsumsi. Buah-buahan dan sayuran terkenal memiliki kandungan vitamin yang tinggi dan hal tersebut sangatlah baik untuk tubuh. Asupan vitamin lain dapat diperoleh melalui suplemen makanan. Vitamin memiliki peranan spesifik di dalam tubuh dan dapat pula memberikan manfaat kesehatan. Bila kadar senyawa ini tidak mencukupi, tubuh dapat mengalami suatu penyakit. Tubuh hanya memerlukan vitamin dalam jumlah sedikit, tetapi jika kebutuhan ini diabaikan maka metabolisme di dalam tubuh kita akan terganggu karena fungsinya tidak dapat digantikan oleh senyawa lain. Gangguan kesehatan ini
| Laporan Biologi : Uji Bahan Makanan 5

Laporan Biologi : Uji Bahan Makanan

dikenal dengan istilah avitaminosis. Contohnya adalah bila kita kekurangan vitamin A maka kita akan mengalami kerabunan. Di samping itu, asupan vitamin juga tidak boleh berlebihan karena dapat menyebabkan gangguan metabolisme pada tubuh. 7. AIR Dari sudut pandang biologi, air memiliki sifat-sifat yang penting untuk adanya kehidupan. Air dapat memunculkan reaksi yang dapat membuat senyawa organic untuk melakukan replikasi. Semua makhluk hidup yang diketahui memiliki

ketergantungan terhadap air. Air merupakan zat pelarut yang penting untuk makhluk hidup dan adalah bagian penting dalam proses metabolisme. Air juga dibutuhkan dalam fotosintesis dan respirasi. Fotosintesis menggunakan cahaya matahari untuk memisahkan atom hidroden dengan oksigen. Hidrogen akan digunakan untuk membentuk glukosa dan oksigen akan dilepas ke udara. BAB III METODE KERJA 3.1 Alat dan Bahan 3.1.1 Alat: Lumpang dan martir Plat tetes Tabung reaksi dan rak Batang pengaduk Gelas kimia Lampu spirtus Kaki tiga dan kasa Pipet tetes
6

| Laporan Biologi : Uji Bahan Makanan

Laporan Biologi : Uji Bahan Makanan

3.1.2 Bahan: Nasi Roti Gula pasir Susu Mie Tempe Sagu Ubi - Larutan lugol - Larutan biuret - Larutan benedict - Kertas HVS

3.2 Cara Kerja a. Uji coba karbohidrat Bahan makanan dihaluskan Letakkan pada plat kertas Tetesi dengan larutan lugol Jika ada perubahan warna hitam

Berarti bahan makanan tersebut mengandung karbohidrat. b. Uji Glukosa Bahan makanan yang telah dihaluskan Dimasukkan kedalam tabung reaksi Tetesi dengan larutan benedict Lalu dipanaskan Jika berubah menjadi merah bata Berarti makanan tersebut mengandung glukosa. c. Uji Protein Bahan makanan dihaluskan
7

| Laporan Biologi : Uji Bahan Makanan

Laporan Biologi : Uji Bahan Makanan

Letakkan pada plat, tetesi Tetesi dengan larutan biuret Jika berubah menjadi ungu Berarti makanan tersebut mengandung protein. d. Uji lemak Bahan makanan dihaluskan Letakkan pada kertas HVS Jika ada noda tembus Berarti bahan makanan tersebut mengandung lemak.

BAB IV HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN 7.1 Hasil Pengamatan

Gambar uji Karbohidrat & Protein

| Laporan Biologi : Uji Bahan Makanan

Laporan Biologi : Uji Bahan Makanan

Gambar uji Glukosa

Gambar uji Glukosa

Gambar uji lemak Tabel Pengamatan No. Bahan Makanan 1 Nasi Lugol Reagen Benedict Biru Biuret HVS Karbohidrat Ket.
9

| Laporan Biologi : Uji Bahan Makanan

10

Laporan Biologi : Uji Bahan Makanan

Roti

Orange

Ungu

Ada

Karbohidrat, glukosa, protein, lemak

3 4

Gula Pasir Susu

Merah

Orange Orange

Ungu

Ada

Glukosa Karbohidrat, glukosa, protein, lemak

Mie

Orange

Ada

Karbohidrat, glukosa, lemak

Tempe

Cokelat

Ungu

Ada

Karbohidrat, protein, lemak

7 8

Sagu Ubi

Hitam Biru

Karbohidrat Karbohidrat

7.2

Pembahasan Pada kegiatan praktikum ini kita menggunakan reagen yang digunakan untuk

mengetahui kandungan makanan, antara lain : Lugol digunakan untuk menguji apakah suatu makanan mengandung

karbohidrat (amilum) atau tidak. Bila makanan yang kita tetesi lugol menghitam, maka makanan tersebut mengandung karbohidrat. Semakin hitam berarti makanan tersebut banyak kandungan karbohidratnya.
10

| Laporan Biologi : Uji Bahan Makanan

11

Laporan Biologi : Uji Bahan Makanan

Biuret adalah reagen yang digunakan untuk menguji kandungan protein. Bila bahan makanan itu mengandung protein maka setelah bereaksi dengan biuret akan menghasilkan warna ungu/ warna lembayung. Hal itu terjadi karena ada ikatan protein dengan biuret yang menghasilkan dasar reaksi sebagau berikut : kompleks koordinasi antara Cu 2+ dgn gugus C=O dan NH ikatan peptida dalam larutan alkalis, akan membentuk warna lembayung. Benedict adalah reagen yang digunakan untuk menguji kandungan glokusa pada bahan makanan jika hasil reaksi tersebut menghasilkan warna merah bata. Hal itu terjadi ketika reagen benedict dicampurkan dan dipanaskan dengan glukosa, di mana glukosa memiliki elektron untuk diberikan, tembaga (salah satu kandungan di reagen benedict) akan menerima elektron tersebut dan mengalami reduksi sehingga terjadilah perubahan warna. Selama proses ini CU2+ tereduksi menjadi CU+. Ketika Cu mengalami reduksi, glukosa memberikan salah satu elektronnya dan dioksidasi. Karena glukosa mampu mereduksi Cu pada benedict, maka glukosa disebut sebagai gula pereduksi. Dan menghasilkan warna merah bata. Kertas HVS adalah bahan penguji pada kandungan lemak. Karena kertas hvs mudah menyerap air/minyak jadi sangat cocok untuk pengujian ini. Pada pengujian lemak ini makanan yang sudah ditumbuk ditaruh pada kertas hvs, jika ada noda transparan maka bahan makanan tersebut mengandung lemak. Sesuai pernyataan di atas di peroleh hasil pengujian sebagai berikut : 1. Uji Nasi Pada uji karbohidrat, nasi yang sudah dihaluskan kemudian ditetesi larutan lugol berubah warna menjadi hitam. Hal ini menunjukkan bahwa nasi mengandung karbohidrat.
11

| Laporan Biologi : Uji Bahan Makanan

12

Laporan Biologi : Uji Bahan Makanan

Pada uji glokusa, nasi yang sudah dihaluskan kemudian ditetesi dengan larutan benedict, lalu dipanaskan berubah warna menjadi biru. Hal ini menunjukkan bahwa nasi tidak mengandung glukosa. Pada uji protein, nasi yang sudah dihaluskan kemudian ditetesi larutan biuret tidak mengalami perubahan warna. Hal ini menunjukkan bahwa nasi tidak mengandung protein. Pada uji lemak, nasi yang sudah dihaluskan, kemudian diletakkan pada kertas hvs tidak meninggalkan noda transparan. Hal ini menunjukkan bahwa nasi tidak mengandung lemak. 2. Uji Roti Pada uji karbohidrat, roti yang sudah dihaluskan kemudian ditetesi larutan lugol berubah warna menjadi hitam. Hal ini menunjukkan bahwa roti mengandung karbohidrat. Pada uji glokusa, roti yang sudah dihaluskan kemudian ditetesi dengan larutan benedict, lalu dipanaskan berubah warna menjadi orange. Hal ini menunjukkan bahwa roti mengandung glukosa. Pada uji protein, roti yang sudah dihaluskan kemudian ditetesi larutan biuret berubah warna menjadi ungu. Hal ini menunjukkan bahwa roti mengandung protein. Pada uji lemak, roti yang sudah dihaluskan, kemudian diletakkan pada kertas hvs meninggalkan noda transparan. Hal ini menunjukkan bahwa nasi mengandung lemak. 3. Uji Gula Pasir Pada uji karbohidrat, gula pasir yang sudah dihaluskan kemudian ditetesi larutan lugol berubah warna menjadi merah. Hal ini menunjukkan bahwa gula pasir tidak mengandung karbohidrat.
| Laporan Biologi : Uji Bahan Makanan 12

13

Laporan Biologi : Uji Bahan Makanan

Pada uji glokusa, gula pasir yang sudah dihaluskan kemudian ditetesi dengan larutan benedict, lalu dipanaskan berubah warna menjadi orange. Hal ini menunjukkan bahwa gula pasir mengandung glukosa. Pada uji protein, gula pasir yang sudah dihaluskan kemudian ditetesi larutan biuret tidak mengalami perubahan warna. Hal ini menunjukkan bahwa gula pasir tidak mengandung protein. Pada uji lemak, gula pasir yang sudah dihaluskan, kemudian diletakkan pada kertas hvs tidak meninggalkan noda transparan. Hal ini menunjukkan bahwa gula pasir tidak mengandung lemak. 4. Uji Susu Pada uji karbohidrat, susu ditetesi larutan lugol berubah warna menjadi cokelat. Hal ini menunjukkan bahwa susu mengandung karbohidrat. Pada uji glokusa, susu ditetesi dengan larutan benedict, lalu dipanaskan berubah warna menjadi orange. Hal ini menunjukkan bahwa susu mengandung glukosa. Pada uji protein, susu ditetesi larutan biuret berubah warna menjadi ungu. Hal ini menunjukkan bahwa susu mengandung protein. Pada uji lemak, susu yang diteteskan pada kertas hvs meninggalkan noda transparan. Hal ini menunjukkan bahwa susu mengandung lemak. 5. Uji Mie Pada uji karbohidrat, mie yang sudah dihaluskan kemudian ditetesi larutan lugol berubah warna menjadi hitam. Hal ini menunjukkan bahwa mie mengandung karbohidrat. Pada uji glokusa, mie yang sudah dihaluskan kemudian ditetesi dengan larutan benedict, lalu dipanaskan berubah warna menjadi orange. Hal ini menunjukkan bahwa mie tidak mengandung glukosa.
| Laporan Biologi : Uji Bahan Makanan 13

14

Laporan Biologi : Uji Bahan Makanan

Pada uji protein, mie yang sudah dihaluskan kemudian ditetesi larutan biuret tidak mengalami perubahan warna. Hal ini menunjukkan bahwa mie tidak mengandung protein. Pada uji lemak, mie yang sudah dihaluskan, kemudian diletakkan pada kertas hvs meninggalkan noda transparan. Hal ini menunjukkan bahwa mie mengandung lemak. 6. Uji Tempe Pada uji karbohidrat, tempe yang sudah dihaluskan kemudian ditetesi larutan lugol berubah warna menjadi cokelat. Hal ini menunjukkan bahwa tempe mengandung karbohidrat. Pada uji glokusa, tempe yang sudah dihaluskan kemudian ditetesi dengan larutan benedict, lalu dipanaskan berubah warna menjadi cokelat. Hal ini menunjukkan bahwa tempe tidak mengandung glukosa. Pada uji protein, tempe yang sudah dihaluskan kemudian ditetesi larutan biuret berubah warna menjadi ungu. Hal ini menunjukkan bahwa tempe mengandung protein. Pada uji lemak, tempe yang sudah dihaluskan, kemudian diletakkan pada kertas hvs meninggalkan noda transparan. Hal ini menunjukkan bahwa tempe mengandung lemak. 7. Uji Sagu Pada uji karbohidrat, sagu yang sudah dihaluskan kemudian ditetesi larutan lugol berubah warna menjadi hitam. Hal ini menunjukkan bahwa sagu mengandung karbohidrat. Pada uji glokusa, sagu yang sudah dihaluskan kemudian ditetesi dengan larutan benedict, lalu dipanaskan berubah warna menjadi hitam. Hal ini menunjukkan bahwa sagu tidak mengandung glukosa.
| Laporan Biologi : Uji Bahan Makanan 14

15

Laporan Biologi : Uji Bahan Makanan

Pada uji protein, sagu yang sudah dihaluskan kemudian ditetesi larutan biuret tidak mengalami perubahan warna. Hal ini menunjukkan bahwa sagu tidak mengandung protein. Pada uji lemak, sagu yang sudah dihaluskan, kemudian diletakkan pada kertas hvs tidak meninggalkan noda transparan. Hal ini menunjukkan bahwa sagu tidak mengandung lemak. 8. Uji Ubi Pada uji karbohidrat, ubi yang sudah dihaluskan kemudian ditetesi larutan lugol berubah warna menjadi hitam. Hal ini menunjukkan bahwa ubi mengandung karbohidrat. Pada uji glokusa, ubi yang sudah dihaluskan kemudian ditetesi dengan larutan benedict, lalu dipanaskan berubah warna menjadi biru. Hal ini menunjukkan bahwa ubi tidak mengandung glukosa. Pada uji protein, ubi yang sudah dihaluskan kemudian ditetesi larutan biuret tidak mengalami perubahan warna. Hal ini menunjukkan bahwa ubi tidak mengandung protein. Pada uji lemak, ubi yang sudah dihaluskan, kemudian diletakkan pada kertas hvs tidak meninggalkan noda transparan. Hal ini menunjukkan bahwa ubi tidak mengandung lemak.

BAB V PENUTUP 5.1 Kesimpulan


15

Setelah kami melakukan praktikum dapat disimpulkan bahwa :

| Laporan Biologi : Uji Bahan Makanan

16

Laporan Biologi : Uji Bahan Makanan

Larutan lugol digunakan untuk mengetahui bahwa makanan mengandung karbohidrat. Larutan biuret digunakan untuk mengetahui bahwa makanan mengandung protein. Larutan benedict digunakan untuk mengetahui bahwa makanan mengandung glukosa sedangkan kertas hvs digunakan unuk mengetahui bahwa makanan mengandung lemak. Bahan makanan yang apabila ditetesi dengan larutan lugol berubah warna menjadi hitam berarti bahan makanan tersebut mengandung karbohidrat. Bahan makanan yang ditetesi dengan larutan biuret berubah warna menjadi ungu, maka bahan makanan tersebut mengandung protein. Bahan makanan yang ditetesi larutan benedict dan memanaskannya diatas pembakar spritus akan berubah warna menjadi merah bata, maka bahan makanan tersebut mengandung glukosa. Bahan makanan yang dioleskan pada kertas hvs, jika meninggalkan bekas noda tranparan maka bahan makanan tersebut mengandung lemak. Bahan makanan yang mengandung karbohidrat yaitu : nasi, roti, mie, susu, tempe, sagu, dan ubi. Bahan makanan yang mengandung glokusa : roti, susu, dan mie. Bahan makanan yang mengandung protein : roti, susu, dan tempe. Sedangkan bahan yang mengandung lemak antara lain : roti, susu, mie, dan tempe. Dalam satu bahan makanan tidak hanya mengandung nutrisi, tetapi banyak yang mempunyai lebih dari dua nutrisi. Seperti roti, susu, mie, dan tempe.

5.2 Saran Setiap praktikum harus dilakukan dengan teliti untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Sebelum menggunakan alat, terlebih dahulu dibersihkan atau dilap agar pada saat penelitian, dapat diamati dengan jelas.
| Laporan Biologi : Uji Bahan Makanan 16

17

Laporan Biologi : Uji Bahan Makanan

Sebaiknya, menggunakan baju laboratorium pada saat melakukan praktikum, agar tidak terkena bahan praktikum. 5.3 Daftar Pustaka http://woyojoz.blogspot.com/2011/01/laporan-praktikum-biologi-ujimakanan_27.html http://www.scribd.com/doc/29424230/Laporan-Uji-Makanan http://anwarsukses.blogspot.com/2011/05/contoh-laporan-biologi-ujimakanan.html http://prestasiherfen.blogspot.com/2009/02/eksperimen-uji-makanan.html

17

| Laporan Biologi : Uji Bahan Makanan