Anda di halaman 1dari 3

A.

Pemuaian benda padat

Pemuaian benda padat dapat diselidiki dengan alat Musschenbroek. Cara kerja alat ini yaitu, pucuk batang menyinggung sebuah tunas yang dilengkapi jarum. Jika batang dipanasi dengan api yang dinyalakan, jarum akan bergerak ke atas sepanjang skala yang menunjukkan bahwa batang logam tersebut bertambah panjang. Pemuaian panjang Yaitu pertambahan panjang batang logam karena mendapat panas, pemuaian panjang: Sebanding dengan kenaikan suhu Sebanding dengan panjang batang semula Bergantung pada jenis logam

Bilangan yang menyatakan pertambahan panjang logam tiap satuan panjang bila suhunya naik 10C disebut koefisien muai panjang. Tabel 2.1 Koefisien muai panjang beberapa jenis zat Nama Zat Timah Aluminium Kuningan Tembaga Besi(baja) Kaca jendela Kaca pireks Kuarsa Koefisien muai panjang (K-1) 0,000029 0,000024 0,000019 0,000017 0,000012 0,000011 0,0000033 0,0000005

Kita dapat mencari panjang batang setelah dipanaskan yaitu: I = I0 (1 + Pemuaian luas Luas lempengan dapat ditentukan dengan menggunakan persamaan: A = A0 (1 + Pemuaian volume Pemuaian volum dapat ditentukan dengan menggunakan persamaan: t) , dengan =2 t)

V = V0 (1 + B. Pemuaian Benda Cair

t)

, dengan

=2

Benda cair tidak mengalami pemuaian panjang karena bentuknya tidak tetap. Pertambahan volum zat cair bila dipanaskan disebut pemuaian ruang. Pemuaian benda cair dapat diselidiki dengan alat yang disebut dilatometer. Alat ini beruapa labu kaca yang mempunyai pipa kecil. Pipa ini terdapat skala. Mula-mula dilatometer diisi suatu jenis cairan, misalnya alkohol, hingga garis nol. Kemudian, labu berisi alkohol ini dicelupkan ke dalam sebuah bak yang berisis air panas. Mula-mula permukaan alkohol sedikit turun, kemudian naik dengan cepat melampaui kedudukannya semula, hal ini terjadi karena pemuaian alkohol lebih besr daripada pemuaian labu kaca. C. Pemuaian benda gas Benda gas hanya mengalami pemuaian volum, karena gas memiliki bentuk dan volum yang mudah berubah. Pemuaian gas dapat berlangsung pada tekanan tetap, volum tetap, atau pad tekanan dan volum yang berubah. 1.Pemuaian pada tekanan tetap Pada pemansan ini tekanan gas selalu tetap, yaitu sama denan tekanan udara luar, namun volum gas berubah. 2.Pemuaian pada volum tetap Karena volum dibuat tetap maka gas tidak dapat memuai, sedangkan tekanan bertambah besar. Jadi selama pemanasan berlangsung, volum gas selalu tetap, sedangkan tekanannya berubah. 3. Pemuaian pada tekanan dan volum yang berubah Sebuah bola kaca yang berisis udara dihubungkan dengan manometer raksa terbuka. Kemudian bola kaca dipanaskan sedikit. Pemanasan ini mengakibatkan permukaan cairan dalam kaki manometer akan turun. Sementara permukaan cairan dalam kaki akan naik. Selama pemanasan ini berlangsung, volum dan tekanan gas berubah. 4.Anomali air Sifat air yang menyimpang dari sifat umum ini disebut anomaly air. Benda umumnya memuai atau volumnya bertambah jika dipanaskan. Namun air meiliki sifat yang aneh. Volum ai malah berkurang bila dipanaskan dari suhu 0 0C sampai 4 0C. bahkan volum air pada suhu 4 0C merupakan yang terkecil. Karena volumnya terkecil, berarti massa jenis air paling besar pada suhu 4 0C. D. Manfaat Pemuaian

1.Keeping bimetala Yaitu dua keeping logam berbeda yang dikeling menjadi satu, dapat dibuat dari batang besi dan tembaga. 2.Thermometer bimetal Dibuat dari bimetal berbentuk lingkaran. Bila suhu naik maka bimetal akan melengkung sehingga jarum berputar ke kanan, sebaliknya bila suhu turun mak bimetal sedikit lurus sehingga menggerakkan jarum ke kiri. 3.Thermostat Alat ini digunakan untuk mempertahankan suhu ruangan supaya tetap. 4.Sakelar otomatis Tugas kalian!!! 1. Temukan penyebab meletusnya ban sepeda, dan apa alasannya? Beritahu temanmu yang lain! 2. Buatlah peta konsep untuk dirimu sendiri!