Anda di halaman 1dari 237

SUTTSUTT,, SUTETSUTET && TRANSFORMATORTRANSFORMATOR TENAGATENAGA

BAGIANBAGIAN II SUTTSUTT && SUTETSUTET SUTT,SUTT, SUTETSUTET && TRANSMISITRANSMISI TENAGATENAGA
BAGIANBAGIAN II
SUTTSUTT && SUTETSUTET
SUTT,SUTT, SUTETSUTET && TRANSMISITRANSMISI TENAGATENAGA
BABBAB II PENAMPILANPENAMPILAN // ANATOMIANATOMI SUTTSUTT SUTT,SUTT, SUTETSUTET && TRANSMISITRANSMISI
BABBAB II
PENAMPILANPENAMPILAN // ANATOMIANATOMI SUTTSUTT
SUTT,SUTT, SUTETSUTET && TRANSMISITRANSMISI TENAGATENAGA
1
1
1
1
1
TYPE DAN FUNGSI TIANG
TYPE DAN FUNGSI TIANG

TYPE DAN FUNGSI TIANG

NO

Tipe Tiang

Notasi

Istilah asing

Fungsi

1

Penyangga

(

D )

Draagmast

Menyangga konduktor, jalur saluran lurus

     

Suspension tower

 
     

Angle susp.tower

Idem, sudut maks.20 o

2

Penegang

(

A )

Afspanmast

Menambat dan menahan tarikan konduktor dari

     

Tension tower

2 sisi seksi saluran (1 seksi 3 km, 12

     

Tension tower

gawang)

3

Ahir

(

E )

Eindmast

Menahan tarikan konduktor, 1-sisi

     

Dead-end tower

 

4

Sudut

(H)

Hoekmast

Menahan tarikan konduktor dari 2 arah sudut

     

Angle tower

 

5

Cabang

(

T )

Aftakmast

Pencabangan saluran

     

Branch line tower

 

6

Pelintasan

(

K )

Kruisingen

Melintasi jalur fasilitas lain

 

Transportasi

(WA)

Transposition tower

Merubah posisi kawat fasa

2
2
Bebanberat tiang&lengannya, konduktor, isolator&asesorisnya. Tekanan angin datar tegaklurus arah saluran pada
Bebanberat tiang&lengannya, konduktor, isolator&asesorisnya. Tekanan angin datar tegaklurus arah saluran pada

Bebanberat tiang&lengannya, konduktor, isolator&asesorisnya. Tekanan angin datar tegaklurus arah saluran pada tiang dan ½ panjang saluran kedua sisi tiang.

Tekanananginsearahsaluranpadatiang, isolator&asesoris.

Gayatarikkerjamaksimumdari seluruhkonduktor.

3
3
Tiang harus diperhitungkan pula terhadap kemungkinan timbulnya gaya torsi karena ketidak seimbangan, oleh gaya-tarik-kerja

Tiang harus diperhitungkan pula terhadap kemungkinan timbulnya gaya torsi karena ketidak

seimbangan, oleh gaya-tarik-kerja maksimum dari satu konduktor.

Tiang tipe D : 50% gaya tarik kerja maksimum dari satu konduktor pada satu sisi, tanpa tekanan angin.

Tiang tipe A, H dan E : 100% gaya-tarik-kerja maksimum dari satu konduktor pada satu sisi, tanpa tekanan angin.

Gaya torsi maksimum yang dapat terjadi pada tiang dan lengannya karena ketidak seimbangan gaya tsb.diatas.

4
4
CONTOHCONTOH BEBERAPABEBERAPA JENISJENIS ISOLATORISOLATOR Contoh Isolator Batang Satu Untai Isolator Gantung 230 kV: 5
CONTOHCONTOH BEBERAPABEBERAPA JENISJENIS ISOLATORISOLATOR

CONTOHCONTOH BEBERAPABEBERAPA JENISJENIS ISOLATORISOLATOR

Contoh Isolator Batang

CONTOHCONTOH BEBERAPABEBERAPA JENISJENIS ISOLATORISOLATOR Contoh Isolator Batang Satu Untai Isolator Gantung 230 kV: 5
CONTOHCONTOH BEBERAPABEBERAPA JENISJENIS ISOLATORISOLATOR Contoh Isolator Batang Satu Untai Isolator Gantung 230 kV: 5

Satu Untai Isolator Gantung 230 kV:

CONTOHCONTOH BEBERAPABEBERAPA JENISJENIS ISOLATORISOLATOR Contoh Isolator Batang Satu Untai Isolator Gantung 230 kV: 5
5
5
JUMLAHJUMLAH ISOLATORISOLATOR MENURUTMENURUT TEGANGANTEGANGAN SALURANSALURAN

JUMLAHJUMLAH ISOLATORISOLATOR MENURUTMENURUT TEGANGANTEGANGAN SALURANSALURAN

Jumlah Isolator Standar (10"x 5¾")

SALURANSALURAN Jumlah Isolator Standar (10"x 5¾") Teg.nom. 69 kV 115 kV 138 kV 150-161 kV 230

Teg.nom.

69 kV

115 kV

138 kV

150-161kV

230 kV

345 kV

500 kV

Jumlah

4

6

8

9

14

I 22

V

28

Isolator

6

8

10

11

16

I 25

V

34

/ untai

8

10

12

14

20

V 30

V

42

Catatan : * = tipe khusus.

Sumber : T & D Westinghous.

Keterangan : isolator kondisi ringan, sedang, berat (baris atas-bawah),

tergantung pada : intensitas petir, tahanan kaki tiang dan polusi

6
6
PERLENGKAPANPERLENGKAPAN ISOLATORISOLATOR

PERLENGKAPANPERLENGKAPAN ISOLATORISOLATOR

KLEM GANTUNG

ISOLATORISOLATOR K L E M G A N T U N G KAIT GANTUNG ATAS KAIT

KAIT GANTUNG ATAS

K L E M G A N T U N G KAIT GANTUNG ATAS KAIT GANTUNG

KAIT GANTUNG BAWAH

K L E M G A N T U N G KAIT GANTUNG ATAS KAIT GANTUNG

KLEM TEGANGAN TARIK

K L E M G A N T U N G KAIT GANTUNG ATAS KAIT GANTUNG

TANDUK BUSUR ( ARCHING HORN)

7
7
CONTOH : UNTAIAN (STRING) ISOLATOR GANTUNG UNTAIAN TARIK TUNGGAL & GANDA 8

CONTOH : UNTAIAN (STRING) ISOLATOR GANTUNG

CONTOH : UNTAIAN (STRING) ISOLATOR GANTUNG UNTAIAN TARIK TUNGGAL & GANDA 8

UNTAIAN TARIK TUNGGAL & GANDA

CONTOH : UNTAIAN (STRING) ISOLATOR GANTUNG UNTAIAN TARIK TUNGGAL & GANDA 8
8
8
JARAKJARAK BEBASBEBAS

JARAKJARAK BEBASBEBAS

JARAKJARAK ANTARANTAR KONDUKTORKONDUKTOR

JARAKJARAK ANTARANTAR KONDUKTORKONDUKTOR

enuru

δ = k

:

U b + l n k +
U
b + l
n
k +

150

Menurut VAB :

(Voorschriften voor den Aanleg van Buitenleidingen)

δ =

6 D

U

b

+

n

g 150

dimana : δ = jarak antara kawat di andongan terendah [m]

k

= faktor ayun tergantung angin & D kawat

datar 0,7 - 0,6 ; vertikal : 0,95 - 0,7

b

= panjang andongan [m]

l k = panjang renteng isolator [m] dimana : U n = tegangan nominal antar kawat [kV]

δ = jarak antara kawat di andongan terendah [m]

D = diameter kawat [mm]

b

= panjang andongan [m]

g

= berat konduktor [kg/km]

9
9
JARAK JARAK BEBAS BEBAS UNTUK UNTUK MACAM MACAM- -MACAM MACAM LINTASAN LINTASAN

JARAKJARAK BEBASBEBAS UNTUKUNTUK MACAMMACAM--MACAMMACAM LINTASANLINTASAN

Jarak hantaran udara tegangan tinggi dengan bagian benda di sekitarnya

sekurang-kurangnya harus memenuhi angka-angka seperti dalam tabel berikut :

 

Jarak Ruang Bebas Min. [ m ]

doubl.-singl.

     

PUIL 77

PUIL + PLN

Merz-Mc.Lell.

Tempat

Teg.Saluran

70 kV

150 kV

380 kV

500 kV

500 kV

Lapangan terbuka luar kota

6,5

7,5

8,5

9,3

10

- 11

Jalan raya

 

8

9

10

10,8

15

Pe ohonan

 

3 5

4

5

5

8

8

5

p

,

 

,

,

Bangunan tidak tahan api

12,5

13,5

14,5

15,3

14

- 15

Bagian bangunan tahan api

3,5

4,5

5,5

6,2

8,5

,

SUTT lain SUTR telekomunikasi

,

3

4

5

5

,

8

8 , 5

Rel kereta api biasa

 

8

9

10

10,8

15

Jembatan besi, kerangka besi k.a

3

4

5

5,8

8,5

Tiang kapal saat air pasang

3

4

5

5,8

8,5

10
10
11
11
11
11
11
12
12
12
12
12
Untuk perlindungan terhadap bahaya kebakaran, maka jarak minimum antara gedung dengan proyeksi proyeksi hantaran paling
Untuk perlindungan terhadap bahaya kebakaran, maka jarak minimum antara gedung dengan proyeksi proyeksi hantaran paling

Untuk perlindungan terhadap bahaya kebakaran, maka jarak minimum antara gedung dengan proyeksi proyeksi hantaran paling luar pada bidang datar yang melewati bagian bawah kaki tiang adalah :

20 m bagi pondasi yang letaknya terdekat dengan SUTT 20 m bagi pompa pompa/tangki bensin
20 m bagi pondasi yang letaknya terdekat dengan SUTT
20 m bagi pompa pompa/tangki bensin diukur sampai bagian yang menonjol terdekat
dengan SUTT.
50 m bagi tempat penimbunan bahan bakar diukur dari sisi tangki terdekat dengan SUTT.
3 m bagi pagar.
13
13
14
14
14
14
14
15
15
15
15
15
16
16
16
16
CONTOHCONTOH JARAKJARAK BEBASBEBAS PADAPADA SALURANSALURAN 500500 KVKV SIRKITSIRKIT TUNGGALTUNGGAL

CONTOHCONTOH JARAKJARAK BEBASBEBAS PADAPADA SALURANSALURAN 500500 KVKV SIRKITSIRKIT TUNGGALTUNGGAL

Contoh Jarak-bebas pada Saluran 500 kV Sirkuit Tunggal : andongan 40 o 7 m 7
Contoh Jarak-bebas pada Saluran 500 kV Sirkuit Tunggal :
andongan
40 o
7 m
7 m
jarak bebas
r u a n g
b e b a s
r u a n g
b e b a s
45 o
8,5
m
20 m
24 m
20 m
17
17
PENGARUHPENGARUH MEDANMEDAN ELEKTROMAGNETELEKTROMAGNET PADAPADA MANUSIAMANUSIA

PENGARUHPENGARUH MEDANMEDAN ELEKTROMAGNETELEKTROMAGNET PADAPADA MANUSIAMANUSIA

Pengaruh Medan Elektromagnet pada Manusia

( Abd.Kadir )

Pengaruh medan terhadap manusia, tergantung dari besarnya kuat medan itu sendiri. Pada tingkat rendah (kuat medan ‹ 8 kV/m, mulai terasa seolah-olah ada yang merayap

pada kulit, bulu badan mulai berdiri; kuat medan yang lebih tinggi lagi rambut kepalapun

mulai berdiri. Kuat medan listrik yang tinggi akan membahayakan manusia, apalagi bila

lama berada dalam medan tersebut.

Kuat Medan Elektromagnet dibawah

Saluran (Merz & Mc.Lellan)

Tegangan nom.: 500 kV

2-sirkit

1-sirkit

Jarak bebas ke tanah

[kV/m]

[kV/m]

11

m

7,4

9,1

15

4 2

5 7

 

m

,

,

18

m

3

4,2

Pengaruh Medan Elektromagnet

(Abd.Kadir)

Kuat Medan Listrik [kV/m]

Batas Waktu Aman per 24 jam

hingga 5

tidak terbatas

5 - 10

3 jam

10

- 15

1,5 jam

15

- 20

10 menit

20

- 25

5 menit

18
18
KONDUKTORKONDUKTOR

KONDUKTORKONDUKTOR

JENISJENIS KONDUKTORKONDUKTOR

JENISJENIS KONDUKTORKONDUKTOR

Contoh beberapa Jenis Konduktor

Konduktor AAAC
Konduktor AAAC

Konduktor ACSR

KONDUKTORKONDUKTOR JENISJENIS KONDUKTORKONDUKTOR Contoh beberap a Jenis Konduktor Konduktor AAAC Konduktor ACSR → 19
19
19
KORONAKORONA DANDAN BENTUKBENTUK KONDUKTORKONDUKTOR KHUSUSKHUSUS

KORONAKORONA DANDAN BENTUKBENTUK KONDUKTORKONDUKTOR KHUSUSKHUSUS

Gejala Corona dan konduktor berkas

Bila tegangan saluran dinaikkan terus menerus, maka pada suatu tegangan kritis visual, pada permukaan konduktor akan tampak cahaya vi olet yang disertai suara mendesis dan tercium bau ozon. Gejala ini disebut korona, yang dapat menimbulkan rugi daya dan gangguan komunikasi radio.

Korona mulai terjadi pada gradien tegangan 30 kV/cm, dimana tegangan tembus udara terjadi. Tegangan kritis, dimana korona mulai timbul (Vo), dipengaruhi oleh : kepadatan udara, tekanan udara, cuaca dan jari-jari konduktor, serta kondisi permukaan konduktor.

Maka untuk mengurangi pengaruh corona, diameter elektrik kawat diperbesar dengan cara penggunaan konduktor berkas atau konduktor bolong ; serta diusahakan agar permukaan konduktor tetap halus (tidak tergores). Demikian pula tanduk isolatornya berbentuk gelang atau bola untuk memperbesar diameter elektriknya.

gelang atau bola untuk memperbesar diameter elektriknya. Konduktor bolong "Anaconda" Konduktor bolong

Konduktor bolong "Anaconda"

diameter elektriknya. Konduktor bolong "Anaconda" Konduktor bolong (holow conductor) pengikat konduktor

Konduktor bolong (holow conductor)

pengikat

konduktor

Konduktor bolong "Anaconda" Konduktor bolong (holow conductor) pengikat konduktor Berkas a' 4 konduktor 20

Berkas a' 4 konduktor

20
20
PENGARUHPENGARUH GETARANGETARAN KARENAKARENA ANGINANGIN PADAPADA KONDUKTORKONDUKTOR

PENGARUHPENGARUH GETARANGETARAN KARENAKARENA ANGINANGIN PADAPADA KONDUKTORKONDUKTOR

Angin dan getaran pada konduktor

Angin yang bertiup terus menerus menimbulkan getaran dan goyangan pada konduktor yang dapat menyebabkan kelelahan pada ujung klem, dan lama kelamaan merusak konduktor.

Untuk itu bagian konduktor pada klem tumpu/gantung diperkuat dengan potongan kawat yang disebut "armor-rods" dan memasang alat peredam getaran "stockbridge damper" diujung

→

Armor rods

Stockbridge damper
Stockbridge damper
21
21
BABBAB IIII PENAMPILANPENAMPILAN // ANATOMIANATOMI SUTTSUTT SUTT,SUTT, SUTETSUTET && TRANSMISITRANSMISI
BABBAB IIII
PENAMPILANPENAMPILAN // ANATOMIANATOMI SUTTSUTT
SUTT,SUTT, SUTETSUTET && TRANSMISITRANSMISI TENAGATENAGA
PENGERTIANPENGERTIAN

PENGERTIANPENGERTIAN

ANDONGAN ( Sag, Doorhang, Lendutan, Julai)

gawang ( a ) ← konduktor / kawat andongan ( b ) ( h )
gawang ( a )
← konduktor / kawat
andongan ( b )
( h )
tiang →
jarak bebas ( c )
22
22
PERHITUNGANPERHITUNGAN ANDONGANANDONGAN

PERHITUNGANPERHITUNGAN ANDONGANANDONGAN

Perhitungan Andongan :

( Sumber : Hutauruk )

B

Y a S.sin φ S S.cos φ A φ s b X → -a/2 H
Y
a
S.sin φ
S
S.cos φ
A φ
s
b
X →
-a/2
H
0
Gs
a/2

Gaya :

H = S.cos φ G.s = S.sin φ

Persamaan lengkungan (rantai, caternary) :

y =

H

⎢ ⎡ cosh

G

G

H

⎜ ⎝ ⎠

. x

1

a = panjang gawang (span) [m]

b = andongan (sag) [m]

L=2s = panjang kawat [m]

S

= gaya tarik pd.kawat [kg]

G

= berat kawat [kg/m]

H

= gaya horisontal kawat [kg]

23
23
Andongan, b = y pada x = a/2, b = C . ⎛ ⎜ ⎝
Andongan, b = y pada x = a/2, b = C . ⎛ ⎜ ⎝

Andongan, b = y pada x = a/2,

b

=

C .

cosh

a

2 C

1

Untuk perhitungan praktis, diuraikan dalam deret,

b = C [1 + (1/2)(a/2C) 2 + (1/24)(a/2C) 4 +

.

b = a 2 /8C + a 4 /384C 3 +

Panjang kawat (L) :

s

= (H/G).sinh[(G/H).x]

L

= 2s = 2C.sinh(a/2C)

diuraikan dalam deret :

L = 2C[(a/2C) + (1/6).(a/2C) 3 +

.]

.

.

L = a + a 3 /(24C 2 ) + a 5 /(1920C 4 ) +

.

q = luas penampang kawat [mm 2 ] σ = H/q = tegangan spes.kawat [kg/mm 2 ] γ = G/q = berat spes.kawat [kg/m.mm ] C = σ/γ = H/G [m]

2

1]

24
24
G a y a t a r i k k a w a t (S)
G a y a t a r i k k a w a t (S)

Gaya tarik kawat (S) pada ujung A, (x=a/2) :

S = H.cosh[(G/H).x S = H.cosh(a/2C)

diuraikan dalam deret :

S = H.[1 + (1/2).(a/2C) 2 + (1/24).(a/2C) 4 +

S = H + a 2 G 2 /8H +

Persamaan pendekatan :

.]

σ = H/q = tegangan spes.kawat [kg/mm 2 ] γ = G/q = berat spes.kawat [kg/m.mm 2 ]

C =

σ / γ

= H/G [m]

b =

a

8

2

C

b = a 8 2 C L = a + 3 a 24 C 2 S

L = a +

3

a

24C

2

b = a 8 2 C L = a + 3 a 24 C 2 S
b = a 8 2 C L = a + 3 a 24 C 2 S

S

=

H

+

+ 2 a G 8 H

2

a G

8 H

2

b = a 8 2 C L = a + 3 a 24 C 2 S
25
25
ANDONGANANDONGAN PADAPADA TITITKTITITK TUMPUTUMPU BERBEDABERBEDA TINGGINYATINGGINYA

ANDONGANANDONGAN PADAPADA TITITKTITITK TUMPUTUMPU BERBEDABERBEDA TINGGINYATINGGINYA

Pendekatan kasar :

r 2 = a 2 + k 2

;

dengan pendekatan :

b = r 2 γ/8σ

dan

b' = (r/a).b = r 3 γ/(8a.σ)

Perhitungan berdasarkan kurva parabola (persamaan kuadrat) :

Kurva rentangan kawat = persamaan kuadrat : Y = A.X^2 + C ( B = 0, kurva simetris sumbu Y ). Dengan diketahui koordinat titik P dan Q, dan koefisien A, maka posisi tiap titik pada kawat dapat dihitung.

Y Q (Y2;X2) r k d b a b' b1 C 0
Y
Q (Y2;X2)
r
k
d b
a
b'
b1
C
0

P (Y1;X1)

X

Andongan : b = a

8

= a γ 8σ = (X 2) γ 8σ = X γ 2σ γ 2σ = A.

Persamaan kuadrat kurva kawat : Y = Α.X 2 + C ( B = 0, kurva simetris sumbu Y ).

X1 = (Y2Y1)/(2*A*(X2X1))(X2X1)/2

C = Y1 b1

b1 = A*X1^2

d = X1*(Y2Y1)/(X2X1)

b = b' *(X2X1)/((X2X1)^2 + (Y2Y1)^2)^0,5

b' = b1+d

26
26
PENGARUHPENGARUH SUHUSUHU DANDAN ANGINANGIN PADAPADA KAWATKAWAT

PENGARUHPENGARUH SUHUSUHU DANDAN ANGINANGIN PADAPADA KAWATKAWAT

PENGARUHPENGARUH SUHUSUHU

PENGARUHPENGARUH SUHUSUHU

Pengaruh suhu :

L t2 L t1 = o [α(t 2 t 1 ) + (σ t2 − σ t1 )/E + (α/E).(t 2 σ t2 t 1 σ t1 )]

L t2 L t1 = o [α(t 2 t 1 ) + (σ t2 − σ t1 )/E ]

dimana :

(α/E).(t 2 σ t2 t 1 σ t1 ) diabaikan

o = panjang kawat tidak ditegang, t=0 o C [m] t = panjang kawat tidak ditegang, t=t o C [m]

t

= suhu kawat [ o C]

L

o = panjang kawat ditegang, t=0 o C [m]

L

t = panjang kawat ditegang, t=t o C [m]

α = koeffisien muai panjang kawat [ / o C] E = modulus elastisitas kawat [kg/mm 2 ] σ t = tegangan spesifik kawat, t=t o C

27
27
PENGARUHPENGARUH ANGINANGIN

PENGARUHPENGARUH ANGINANGIN

Pengaruh angin :

P = f.d.p.F

P

f = faktor bentuk

tekanan angin spesifik = v 2 /16 [kg/m 2 ] v = kecepatan angin [m/det]

p =

= tekanan angin [kg]

F

= luas permukaan kawat angin [m 2 ]

= L x diam.kawat

d

= koef.ketidaksamaan = 0,75 (Indonesia)

(Hutauruk)

Tinggi Kawat [ m ]

p [kg/m2]

v [m/det . ]

Diameter Kawat

f

0 - 25 25 - 60

60

31

sampai 12 mm 12 - 16 mm diatas 16 mm

1,2

70

33,5

1,1

60 - 100

90

38

1,0

100

- 150

115

43

Sumber : Hutauruk

150

- 200

130

45,5

Sumber : Hutauruk

γ w = tekanan angin spesifik = P/m/q

γ = berat sendiri spesifk kawat = G/q [kg/m/mm ] γ tot = berat total spesifik kawat [kg/m/mm 2 ]

2

maka :

γ tot

=

γ 2 2 + γ w
γ
2 2
+ γ
w
28
28
PERHITUNGANPERHITUNGAN ANDONGANANDONGAN TERKONDISITERKONDISI
PERHITUNGANPERHITUNGAN ANDONGANANDONGAN TERKONDISITERKONDISI

PERHITUNGANPERHITUNGAN ANDONGANANDONGAN TERKONDISITERKONDISI

Bentangan konduktor saluran udara harus memenuhi beberapa syarat :

Andongan tidak boleh turun terlalu rendah hingga melanggar "ruang bebas" yang aman dan disyarat- kan, yang dapat terjadi karena pengaruh kenaikan suhu dan tekanan angin.

k

0 55h o C

,

)

,

= 80 k /

gm

2

.

VAB

:

t

m

= 15

(

h = ti

i d

i

l

t d

l

a am

h

m ;

t

maks .

= 60 o C

ngg

ar permu aan au

; p

Tegangan konduktor tidak boleh melebihi batas yang aman yang diizinkan, yang dapat terjadi karena suhu yang menurun dan tekanan angin. (σ maks . ‹ ½σ utus ).

p

Agar peletakan konduktor ekonomis, suhu maksimum, suhu minimum, kekuatan angin dan batas andongan maupun batas tegangan kawat perlu diperhitungkan secara komprehensif.

Tegangan tarik kerja maksimum konduktor

( VDE )

Hantaran Udara Tembaga Telanjang (BCC) (AAC)

Hantaran Udara

g Hantaran Udara Campuran Aluminium Telanjang (AAAC)

Hantaran Udara Aluminium berinti Baja (ACSR) :

Aluminium Telanjan

Al/St : 7,7 Al/St : 6 Al/St : 4,3 Al/St : 1,7 Al/St : 1,4Udara Aluminium berinti Baja (ACSR) : Aluminium Telanjan ratio penampang 19 Kg/mm 2 8 K /mm Udara Aluminium berinti Baja (ACSR) : Aluminium Telanjan ratio penampang 19 Kg/mm 2 8 K /mm

ratio penampang

19

Kg/mm 2

8

K /mm 2

g

12

Kg/mm 2

10

Kg/mm 2

11

Kg/mm 2

11,5

Kg/mm 2

19

Kg/mm 2

20

Kg/mm 2

29
29
Persamaan bentangan konduktor terkondisi, dengan beberapa pendekatan : tegangan ( σ t ) sebagai fungsi
Persamaan bentangan konduktor terkondisi, dengan beberapa pendekatan : tegangan ( σ t ) sebagai fungsi

Persamaan bentangan konduktor terkondisi, dengan beberapa pendekatan :

tegangan (σ t ) sebagai fungsi dari suhu (t) :

σ

t

3

+

A

.σ

t

2

=

B

dimana :

A =

B =

2

a

.γ

2

tot

E

24

2

σ maks

2

a

γ

2

E

24

B =

a

2

.

γ

2

tot

E

24

+

α

.

E

(

t

t

m

)

σ

maks

(tanpa beban angin)

(plus beban angin)

Keterangan : 'tanpa beban angin' pada suhu t, untuk menentukan andongan saat penarikan kawat; penggunaan suhu maksimum (t mak = 60 o C), untuk menentukan andongan terendah. suhu minimum (t m = 15 o C) dan angin maks.berkaitan dengan σ maks yang diizinkan.

Setelah t ditentukan, dapat dihitung σ t ; kemudian dihitung andongan :

Andongan :

dengan angin :

b =

2

a

.γ

tot

8σ

t

tanpa angin :

b =

2

a

.γ

8σ

t

Andongan b yang diperlukan adalah pada t = 60 o C untuk menentukan jarak-bebas, dan

pada suhu lapangan t = ± 30 o C untuk penarikan konduktor.

30
30
PENYELESAIANPENYELESAIAN PERSAMAANPERSAMAAN DENGANDENGAN CARACARA GRAFISGRAFIS

PENYELESAIANPENYELESAIAN PERSAMAANPERSAMAAN DENGANDENGAN CARACARA GRAFISGRAFIS

s 3 + A.s 2 = B

B = A.s 2 + s 3

( s = σ )

   

B

s =

12

11

10

9

8

7

6

5

A

s=12

s=11

s=10

s=9

s=8

s=7

s=6

s=5

0

1728

1331

1000

729

512

343

216

125

1

1872

1452

1100

810

576

392

252

150

2

2016

1573

1200

891

640

441

288

175

3

2160

1694

1300

972

704

490

324

200

4

2304

1815

1400

1053

768

539

360

225

5

2448

1936

1500

1134

832

588

396

250

6

2592

2057

1600

1215

896

637

432

275

7

2736

2178

1700

1296

960

686

468

300

8

2880

2299

1800

1377

1024

735

504

325

9

3024

2420

1900

1458

1088

784

540

350

10

3168

2541

2000

1539

1152

833

576

375

31
31
B = As^2 + s^3 3500 s=12 s=11 3000 s=10 s=9 s=8 2500 s=7 s=6
B = As^2 + s^3 3500 s=12 s=11 3000 s=10 s=9 s=8 2500 s=7 s=6
B = As^2 + s^3 3500 s=12 s=11 3000 s=10 s=9 s=8 2500 s=7 s=6
B = As^2 + s^3
3500
s=12
s=11
3000 s=10
s=9
s=8
2500 s=7
s=6
s=5
2000
1500
1000
500
0
A
0
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
Cara : Hitung A dan B ; perpotongan antara A dan B adalah nilai s ( =σ = tegangan spes.kawat [kg/mm2])
Contoh : A=5,8 ; B=404,82 → σ ≈ 6

CARA PENYELESAIAN LAIN :

Crafik BLONDEL (dibuat oleh produser konduktor)

Komputer.

32
32
Contoh perhitungan σ dengan komputer (metoda Newton) : σ = X ; Y = X
Contoh perhitungan σ dengan komputer (metoda Newton) : σ = X ; Y = X

Contoh perhitungan σ dengan komputer (metoda Newton) :

σ = X ; Y = X 3 + A.X 2 − B Prinsip metoda
σ = X
;
Y = X 3 + A.X 2 − B
Prinsip metoda Newton :
Y
dicari X dimana Y = 0
Y →
Yn
← mulai dengan syarat Xn 〉 Xn+1
Yn+1
← Yn'
Yn+2
X
0
Xn+2
Xn+1
Xn
titik yang dituju
33
33
Contoh penyelesaian dengan Program Microsoft Excel : A B 5,8 404,82 A dan B diketahui
Contoh penyelesaian dengan Program Microsoft Excel : A B 5,8 404,82 A dan B diketahui
Contoh penyelesaian dengan Program Microsoft Excel : A B 5,8 404,82 A dan B diketahui

Contoh penyelesaian dengan Program Microsoft Excel :

A

B

5,8

404,82

A dan B diketahui (telah dihitung)

Dicari :

Persamaan :

X =

σ X^3 + A*X^2 = B

Y = X^3 + A*X^2 B

     

'

     

'

^

*

*

Langkah

Xn

Y

Yn

Xn+1

Y

= 3X 2 + 2 A X

1

8

284,8

478,38

6,320295

Xn+1 = Xn Yn/Y'n

2

6,320295

193,1538

79,33886

5,90954

3

5,90954

173,3187

4,108342

5,885836

Langkah 2 dst."Copy" langkah 1

4

5,885836

172,2049

0,013207

5,885759

5

5,885759

172,2013

1,38E-07

5,885759

6

5,885759

172,2013

0

5,885759

Yn = 0 , stop !

 

Jadi : X = σ = 5,886

34
34
Pengukuran andongan b atau tegangan konduktor σ saat pemasangan kawat : Mengukur tarikan konduktor dengan
Pengukuran andongan b atau tegangan konduktor σ saat pemasangan kawat : Mengukur tarikan konduktor dengan

Pengukuran andongan b atau tegangan konduktor σ saat pemasangan kawat :

Mengukur tarikan konduktor dengan dynamometer Mengukur andongan dengan bidikan mata Mengukur andongan dengan menghitung pantulan rambatan gelombang

Gambar : Kotrek (chain jack) + dynamometer + come along untuk mengukur tegangan kawat

pantulan rambatan gelombang Gambar : Kotrek (chain jack) + dynamometer + come along untuk mengukur tegangan
35
35
KARAKTERISTIKKARAKTERISTIK KAWATKAWAT

KARAKTERISTIKKARAKTERISTIK KAWATKAWAT

Kharakteristik Kawat

(Sumber : Finska K. A.)

 

Modulus Elastisitas

koefisien

Jenis dan

Penampang

final

awal

muai linear

komposisi

Al / St

kg/mm 2

kg/mm 2

x 10 -6 / o C

H.D.Cu

---

12.000

10.000

16,9

H.D.Al (Al.Alloy)

 

3

---

6.300

4.600

23

7

---

6.100

4.200

23

19

---

6.000

3.700

23

37

---

5.900

3.200

23

61

---

5.800

2.900

23

Galv.steel

1

---

19.700

---

11,5

3

---

19.400

---

11,5

7

---

19.300

---

11,5

19

---

19.000

---

11,5

Modulus Elastisitas koefisien Jenis dan Penampang final awal muai linear komposisi Al / St kg/mm
Modulus Elastisitas
koefisien
Jenis dan
Penampang
final
awal
muai linear
komposisi
Al / St
kg/mm 2
kg/mm 2
x 10 -6 / o C
ACSR
6/1
6,00
8.000
6.500
19,2
7/1
3,95
8.500
7.000
17,8
8/1
2,82
9.800
8.100
16,9
18/1
18,00
6.700
4.600
21,2
3/4
0,75
13.500
11.500
13,8
13/4
5,33
8.100
6.700
18,9
6/7
7,68
7.300
5.600
19,5
7/7
5,18
7.600
6.400
18,6
8/7
3,70
8.800
7.000
17,6
12/7
1,71
10.400
9.500
15,6
24/7
7,71
7.400
5.600
20
26/7
6,13
7.700
6.200
19,2
30/7
4,29
7.800
6.500
17,8
42/7
19,44
6.200
4.000
21,3
45/7
14,46
6.400
4.400
20,8
54/7
7,71
6.800
5.100
19,3
16/19
1 12
,
11 700
.
10 500
.
14 2
,
30/19
4,38
7.400
6.100
17,6
54/19
7,88
6.400
4.700
19,3
78/19
3,08
8.200
6.500
16,9
36
PERBANDINGANPERBANDINGAN JENISJENIS KONDUKTORKONDUKTOR BERDASARBERDASAR RESISTANSIRESISTANSI YANGYANG SAMASAMA

PERBANDINGANPERBANDINGAN JENISJENIS KONDUKTORKONDUKTOR BERDASARBERDASAR RESISTANSIRESISTANSI YANGYANG SAMASAMA DENGANDENGAN BCCBCC SEBAGAISEBAGAI PEMBANDINGPEMBANDING

PERBANDINGAN JENIS KONDUKTOR Berdasar RESISTANSI yang sama dengan BCC sebagai pembanding

(Aluminium Pechiney)

 

Tembaga

Aluminium

Alu.camp.

ACSR

Kharakteristik

BCC

AAC

AAAC

6/1

30/7

Penampang

1

1,61

1,84

1,9

2,03

Berat

1

0,5

0,56

0,74

0,85

Diameter

1

1,27

1,36

1,37

1,42

Beban putus

1

0,56-0,75

1,23-1,33

1,23-1,4

1,5-1,6

Mod.elastisitas

1

0,56

0,6

0,765

0,8

Koef. Muai

1

1,35

1,35

1,17

1,12

Kesimpulan : AAAC dan ACSR lebih sesuai untuk SUTT , dengan catatan AAAC lebih tahan terhadap goresan saat pemasangan. AAC, kurang sesuai untuk SUTT karena untuk gawang jang sama andongannya terlalu besar ( kekuatan tariknya kecil ).

37
37
BABBAB IIIIII PEMBANGUNANPEMBANGUNAN SALURANSALURAN UDARAUDARA SUTT,SUTT, SUTETSUTET && TRANSMISITRANSMISI
BABBAB IIIIII
PEMBANGUNANPEMBANGUNAN SALURANSALURAN
UDARAUDARA
SUTT,SUTT, SUTETSUTET && TRANSMISITRANSMISI TENAGATENAGA
KONSTRUKSIKONSTRUKSI SALURANSALURAN UDARAUDARA

KONSTRUKSIKONSTRUKSI SALURANSALURAN UDARAUDARA

Konstruksi saluran udara dimulai dari penentuan rute kasar dengan alternatif-alternatif-nya diatas peta skala 1 : 100.000 , dengan garis-garis lurus dan belokan patah dengan rute sependek mungkin dari GI awal ke GI akhir.

Dengan berbekal peta rencana rute saluran, dilakukanlah survei dan pengukuran lapangan, dengan peralatan kompas, teropong dan theodolit beserta alat-alat bantunya.

Survei pengukuran menghasikan profil panjang rute yang dipilih dan profilnya, dengan skala panjang (horisontal) 1: 2.000 ; dan tinggi (vertikal) 1 : 500. Disamping gambar profil, digambar pula peta denah sepanjang rute dengan cakupan 30 m kiri dan kanan as (garis sumbu), dimana tergambar sungai, jalan, jalur KA, saluran listrik dan telekomunikasi, tipe permukaan tanah dsb. yang dilintasi rute saluran.

38
38
PEDOMANPEDOMAN PEMILIHANPEMILIHAN ROUTEROUTE SALURANSALURAN
PEDOMANPEDOMAN PEMILIHANPEMILIHAN ROUTEROUTE SALURANSALURAN

PEDOMANPEDOMAN PEMILIHANPEMILIHAN ROUTEROUTE SALURANSALURAN

Cari / pilihlah rute terpendek tapi praktis (dapat dilaksanakan). Pendek, berarti murah biayanya dan lurus-lurus rutenya.

Usahakan sejajar dengan jalan besar sepanjang /banyak mungkin. Hal ini untuk mempermudah pelaksanaan konstruksi, inspeksi, dan pemeliharaan saluran.

Ikuti jalur saluran yang sudah ada untuk mengurangi masalah baru dalam pembebasan tanah.

Arahkan rute menurut kemungkinan saluran ke pusat beban yad.

Usahakan untuk melewati daerah padang terbuka, persawahan, dan hindari untuk melintasi gunung, perbukitan, hutan, rawa-rawa, danau, bantaran sungai, serta daerah pemukiman padat.

Hindari paralel dengan saluran telekomunikasi, untuk menghindari terjadinya interferensi.

Dengan gambar profil (skala panjang 1 : 2.000 dan tinggi 1 : 500, ditentukanlah letak- letak tiang, tipe tiang dan panjang gawang. Tipe tiang : D, A, H, dsb. yang tingginya standar / normal atau diperpendek atau diperpanjang, atau perlu dimodifikasi. Alat yang diperlukan : maal (template) yang sesuai dengan kawat dan persyaratan yang ditentukan, tinggi tiang (titik pencantolan kawat), jarak bebas dan panjang gawang ekiv.

39
39
PENENTUANPENENTUAN LOKASILOKASI TIANG/MENARATIANG/MENARA

PENENTUANPENENTUAN LOKASILOKASI TIANG/MENARATIANG/MENARA

Pilih tempat yang lebih tinggi, agar diperoleh gawang yang lebih panjang, atau tiang lebih pendek.

Usahakanagar panjanggawangkuranglebihsama.

Usahakansaluransedatar mungkin. Butir 2dan3untuk mempermudahpenentuanandongan, danpenarikan kawat.

Perhatikan tempat-tempat pelintasan dengan jalan raya, kereta api, sungai dan saluran lain.

Hati-hati dengan penempatan tiang di lembah, agar tidak terjadi tarikan ke atas pada tiang/isolator. Periksa dengan mal garis andongan suhu minimum, t = t m .

40
40
GAWANGGAWANG EKIVALENEKIVALEN (RULLING(RULLING SPAN)SPAN)

GAWANGGAWANG EKIVALENEKIVALEN (RULLING(RULLING SPAN)SPAN)

Gawang ekivalen (ruling span)

(Turan Gonen)

1 seksi saluran yaitu antara tiang penegang (tipe A) dengan tiang penegang berikutnya, terdiri dari tiang-tiang penyangga (tipe D); dengan panjang gawang "a" yang berbeda-beda jaraknya, namun harus dengan tegangan tarik yang sama agar isolator gantung pada tiang-tiang tipe D tidak mengalami tarikan horizontal. Secara teoritis tegangan tarik gawang tunggal tergantung pada panjang gawang (a). Maka untuk mendapatkan satu tegangan yang serasi, dalam 1 seksi, ditentukanlah gawang ekivalen a e :

 

3

3

3

3

 

a

1

+ a

2

+ a

3

+L+ a

n

 

a

1

+

a

2

+

a

3

+

L

+

a

n

r

+

a

mak

a

r

)

2

3

(

a =

e

Rumus b e secara pendekatan :

a

= a

e

a e = panjang gawang ekivalen

a mak = panjang gawang maks.

a r = panjang gawang rata-rata

41
41
TEMPLATETEMPLATE (MAAL)(MAAL)

TEMPLATETEMPLATE (MAAL)(MAAL)

Untuk menentukan letak tiang pada gambar profil hasil survei, digunakanlah sebuah mal, dengan cara menggeser-geser mal, disesuaikan dengan profil vertikal tanah. Mal terbuat dari plastik transparan, dimana tergambar 3 kurva :

a. Kurva garis andongan kawat terendah pada suhu maks.(t = 60 o C)

b. Kurva garis jarak bebas ke tanah (6 - 10 m)

c. Kurva garis kaki tiang.

Gambar contoh sebuah mal :

d.

kurva andongan kawat pd.t = t min .

a. tiang dengan kaki diperpendek b. cantolan kawat terendah pada tiang
a.
tiang dengan kaki diperpendek
b.
cantolan kawat terendah
pada tiang

kurva andongan kawat terendah

(suhu maks.t = 60 o C)

kurva jarak bebas

c. kurva kaki tiang

permukaan

tanah

jarak bebas

Persamaan andongan pada t = 60 o C, tanpa angin (=kurva a):

( andongan terendah,b e untuk gawang ekivalen, a e )

Andongan yang lain, dengan gawang a pada seksi yang sama :

b =

a

e

2 .γ

e 8σ

60

b =

2

a b

.

e

a

e

2

42
42
PEMASANGANPEMASANGAN KONDUKTORKONDUKTOR

PEMASANGANPEMASANGAN KONDUKTORKONDUKTOR

Penggelaran konduktor

Penyambungan konduktor

Penarikan kawat dan pengukuran andongan atau tegangan kawat.

43
43
PENGGELARANPENGGELARAN KONDUKTORKONDUKTOR

PENGGELARANPENGGELARAN KONDUKTORKONDUKTOR

Penggelaran konduktor

KONDUKTORKONDUKTOR Penggelaran konduktor Snatch block → ← haspel + standar kabel Haspel (drum)

Snatch block

haspel + standar kabel

konduktor Snatch block → ← haspel + standar kabel Haspel (drum) kabel diletakkan tetap ditempat di

Haspel (drum) kabel diletakkan tetap ditempat di ujung seksi saluran; didongkrak dan dipasang as, sehingga haspel mudah diputar. Kawat ditarik dari haspel dan digelar sepanjang trase saluran.

Cara kedua adalah dengan meletakkan haspel kabel diatas kereta/trailer; setelah ujung kabel dipantek, kereta ditarik sepanjang trase sambil menggelar kabel.

Sebelum penggelaran konduktor, trase dipersiapkan dan dipasangi gawang bambu pada pelintasan- pelintasan untuk mengamankan fasilitas dibawahnya dan kabel itu sendiri. Pada tiap tiang yang dilewati penggelaran kawat, kawat diangkat keatas tiang, diletakan pada roda katrol (snatch block) yang telah digantuing pada lengan tiang (crossarm). Snatchblock mempunyai tutup yang memudahkan konduktor dimasukan dan dikeluarkan dan aman. Kecuali sebagai penopang konduktor, snatch block memudahkan konduktor meluncur dan tegangan- nya merata sepanjang konduktor saat penarikan. Haspel harus dapat ditahan dengan rem agar kawat cukup tegang, tidang terlalu mendayut kebawah.

44
44
PENYAMBUNGANPENYAMBUNGAN KONDUKTORKONDUKTOR

PENYAMBUNGANPENYAMBUNGAN KONDUKTORKONDUKTOR

Penyambungan konduktor

Kabel yang kurang panjang untuk suatu seksi ( 3 km ), perlu disambung dengan cara yang sesuai.

Sambungan selongsong pelintir : kedua ujung kabel dimasukkan paralel keselongsong dan selongsong berikut kabel di dalam nya dipelintir dengan bantuan tang pelintir. Selongsong tembaga untuk kabel tembaga, dan selongsong aluminium untuk kabel aluminium.

Sambungan kompresi : ujung kabel baja (ACSR) dimasukan ke pipa besi dan dipres, kemudian bagian aluminium bersama bagian besi dimasukkan dalam pipa aluminium dan dipres. Pengepresan dimulai dari bagian tengah, berlanjut ke ujung selongsong.

Untuk kabel AAC dan AAAC digunakan pipa (selongsong) yang ditarik (drawn) dengan alat penarik.

ke ujung selongsong. Untuk kabel AAC dan AAAC digunakan pipa (selongsong) yang ditarik (drawn) dengan alat
45
45
PENARIKANPENARIKAN KAWATKAWAT

PENARIKANPENARIKAN KAWATKAWAT

Penarikan Kawat

Untuk penarikan, ujung konduktor dipasangi catok (came-along) yang menggenggam konduktor dengan erat saat ditarik, atau sarung jala kabel (kellum grip, "stocking" pulling grip) untuk konduktor kabel.

Penegangan konduktor dapat dilakukan dengan katrol majemuk atau dengan kotrek (winch, chain jack) diatas tiang, atau dengan mesin tarik (lear) di tanah; bahkan ditarik traktor bila medan memungkinkan. Hati-hati saat penarikan, agar sambungan konduktor tidak tersangkut di katrol gantung (snatch block).

Setelah konduktor ditarik sampai mencapai tegangan atau andongan yang ditentukan, ujung konduktor kemudian dijangkarkan pada kaki tiang.

Selama penarikan, tiang penegang atau tiang akhir harus diperkuat dengan penopang tarik.

Setelah ditarik, biarkan konduktor selama ½ - 4 jam atau lebih, agar terjadi perataan tegangan (biasa- nya tegangan pada ujung tarik sesaat setelah penarikan lebih besar daripada pada pangkal nya). Jika memungkinkan, sebaiknya ketiga konduktor ditarik bersaman dengan bantuan "equalizer".

46
46
47
47
47
47
47
47
47
48
48
48
48
48
Pengukuran andongan ( b ) atau tegangan konduktor ( σ ) saat pemasangan kawat :
Pengukuran andongan ( b ) atau tegangan konduktor ( σ ) saat pemasangan kawat :

Pengukuran andongan ( b ) atau tegangan konduktor ( σ ) saat pemasangan kawat :

Mengukur tegangan konduktor dengan dynamometer Mengukur andongan dengan bidikan mata. Mengukur andongan dengan getaran gelombang

Mengukur andongan dengan bidikan mata. Mengukur andongan dengan getaran gelombang 2 cara penggunaan Dynamometer 49
Mengukur andongan dengan bidikan mata. Mengukur andongan dengan getaran gelombang 2 cara penggunaan Dynamometer 49

2 cara penggunaan Dynamometer

49
49
PENGUKURANPENGUKURAN ANDONGANANDONGAN DENGANDENGAN GELOMBANGGELOMBANG

PENGUKURANPENGUKURAN ANDONGANANDONGAN DENGANDENGAN GELOMBANGGELOMBANG

Setelah kawat direntang, perlu diperiksa apakah andongan telah sesuai dengan yang direncanakan. Salah satu cara untuk mengukurnya adalah dengan menghitung waktu perambatan gelombang melalui kawat yang direntang dari tiang ke tiang gawang ybs.

kecepatan rambat gelombang :

ν =

H / W
H / W

gelombang merambat dari tiang ke tiang dan dipantulkan

kembali; jadi panjang lintasan = 2a; maka : ν = 2a/T Akhirnya didapat :

g T

.

2

b =

b = 0,30656 T 2

32

ν = kec.rambat [m/det.]

H = σ .q [kg.m/det 2 ]

W = massa kawat [kg/m] G = W.g (g=9,81m/det2) [kg/det 2 ]

T = waktu tempuh jarak 2a [det.]

g = 9,81 m/det2

Dengan menghitung 10 x pulang balik, maka : b = 0,030656 x (T 10 ) 2 meter

Perhatian untuk konduktor aluminium atau campurannya (AAC, AAAC, ACSR) :

(L'Al.Français)

K awat Al lebih lunak dan rapuh dari Cu, mak a selalu dalam bentuk bundel (multi-s trand)

Kekerasan permukaan Al ‹ Cu, maka perlu ditangani lebih hati-hati, khususnya φ kecil.

Pada waktu penarikan kawat jangan sampai menggeser permukaan kasar dan keras; luka yang terjadi dapat menjadi awal keretakan yang disebabkan getaran karena angin. Di udara terbuka permukaan Al timbul karat putih, baik sebagai proteksi terhadap

pengaruh luar; namun tidak untuk zat-zat tertentu a.l. : kapur, semen, kotoran hewan dan pupuk kimia. Permukaan kabel Al sebaiknya dilumuri gemuk agar lebih tahan thd. udara laut.

Aluminium bersifat elektro neg.terhadap logam lain pada umumnya : Cu, Ni, Pb, Fe , sehingga kontak dengan logam-logam tersebut dapat terjadi reaksi elektrolisa yang menimbulkn karat. Tidak demikian dengan Zn-Cd dan Sn (logam yang digalvanisir atau dilapisi timah putih).

Titik leleh Al relatif rendah (658 o C dibanding 1080 o C untuk Cu), jadi lebih tidak tahan terhadap busur listrik; usahakan pemangkasan (trimming) pohon secara teratur.

50
50
PEMBUMIANPEMBUMIAN MENARAMENARA TRANSMISITRANSMISI

PEMBUMIANPEMBUMIAN MENARAMENARA TRANSMISITRANSMISI

Untuk melindungi konduktor fasa dari sambaran petir, dipasang kawat pelindung diatas konduktor yang dilindungi, yang disambungkan ke bumi guna menyalurkan arus petir. Agar tegangan balik petir yang mungkin menimbulkan loncatan listrik pada penghantar dapat dibatasi, tahanan (resistansi) kaki menara harus diusahakan sekecil mungkin, ± 5 ohm, maksimum 10 ohm. Pembumian kaki menara dapat dilakukan dengan bantuan batang-batang pembumian, kawat pem- bumian atau penyeimbang (counterpoise)pada tanah yang tahanan jenisnya tinggi (tanah berbatu)

tanah yang tahanan jenisnya tinggi (tanah berbatu) Pembumian dengan batang pembumian kawat gelang tiang kawat
tanah yang tahanan jenisnya tinggi (tanah berbatu) Pembumian dengan batang pembumian kawat gelang tiang kawat

Pembumian dengan batang pembumian

kawat gelang

tiang

Pembumian dengan batang pembumian kawat gelang tiang kawat pembumian Pembumian dengan kawat gelang dalam tanah
Pembumian dengan batang pembumian kawat gelang tiang kawat pembumian Pembumian dengan kawat gelang dalam tanah

kawat pembumian

Pembumian dengan kawat gelang dalam tanah

Pembumian dengan kawat radial dalam tanah

menara transmisi counterpoise
menara transmisi
counterpoise

Pembumian dengan kawat penyeimbang dalam tanah (counterpoise)

51
51
Rumus untuk batang pembumian : R = ⎛ 2 L ⎞ ⎟ d ⎝ ⎠
Rumus untuk batang pembumian : R = ⎛ 2 L ⎞ ⎟ d ⎝ ⎠

Rumus untuk batang pembumian :

R =

2 L

d

ρ

ln

2π

L

2 batang pembumian :

a . r
a . r

d = A =

substitusikan A ke d dari rumus pertama

3 batang pembumian :

4 batang pembumian :

Counterpoise

R =

3 2 d = A = a .r 4 3 d = A = 2.a
3
2
d = A =
a .r
4
3
d = A =
2.a r
r .ρ .cot
h
L r / ρ

R = tahanan kaki menara [ ]

ρ = tahanan jenis tanah [ .m] L = panjang batang pembumian [m] d = radius ekiv.batang pembumian [m]

a = jarak antara batang pemb.[m] r = jari-jari batang pemb. [m].

L = panjang kawat [m] ρ = tahanan jenis tanah [ .m] r = resistans kawat [ /m]

Rumus untuk kawat pembumian bentuk gelang

R =

 

ρ

ln

8 D

+ ln

4 D

2

π

2

D

 

d

s

D = diameter cincin [cm] ; d = diameter kawat [cm] s/2 = kedalaman cincin [cm] ; ρ = tahanan jenis tanah [ .cm]

52
52
Rumus untuk kawat pembumian bentuk radial 4 lengan L R =   ρ ⎛ ⎜
Rumus untuk kawat pembumian bentuk radial 4 lengan L R =   ρ ⎛ ⎜

Rumus untuk kawat pembumian bentuk radial 4 lengan

L
L

R =

 

ρ

ln

2 L

+

ln

2 L

+

2,912

1,071

s

+

0,645

s

2

0,145

s

4

8

L

π

a

s

L

2

L

4

L

L = panjang lengan [cm] a p

= radius kawat

s/2 = kedalaman kawat pembumian [cm] .

= tahanan jenis tanah [ cm]

ρ

embumian [cm

Tahanan Jenis Tanah ( ρ )

( PUIL 77 )

Earth Resistivity

(Trans.Line Ref .Book, 345 kV & above)

L

Jenis tanah

ρ

[ .m]

Material

[ .m ]

 

Tanah rawa

 

30

General average

100

rata-rata umum

Tanah ladang / liat

 

100

Sea water

0,01-1,0

air laut

Tanah pasir basah

 

200

Swampy ground

10-100

tanah rawa

Tanah kerikil basah

 

500

Dry earth

1.000

tanah kering

Pasir & kerikil kering

1.000

Pure slate

10^7

batu tulis

Tanah berbatu

3.000

Sandstone

10^8

batu pasir (padas)

53
53
PENGUKURANPENGUKURAN RESISTANSIRESISTANSI PEMBUMIANPEMBUMIAN

PENGUKURANPENGUKURAN RESISTANSIRESISTANSI PEMBUMIANPEMBUMIAN

Pengukuran Resistansi Pembumian

Megger bumi (Megger ground tester)

Sistem A-meter & V-meter dan sumber arus

(The Lineman's Hb.) ; (Pedom.Inst.Listr.u.Rumah).

arus (The Lineman's Hb.) ; (Pedom.Inst.Listr.u.Rumah). (Trans.Line Ref.Book 345kV above) Keterangan : sebagai

(Trans.Line Ref.Book 345kV above)

(Trans.Line Ref.Book 345kV above) Keterangan : sebagai sumber arus dapat digunakan

Keterangan : sebagai sumber arus dapat digunakan transformator

elektroda bantu φ =3/8-1"(1-1,3 cm) ; d=3-5 ft.(60-100 cm) elektroda bumi 8 ft. A & B 50 ft.( 15 m) Hasil : dibaca langsung dari jarum Megger

Hasil : R = V / I

Ohm.

54
54
PENGUKURAN PENGUKURAN RESISTANSI RESISTANSI JENIS JE NIS TANAHTANAH

PENGUKURANPENGUKURAN RESISTANSIRESISTANSI JENISJENIS TANAHTANAH

Pengukuran Resistansi Jenis Tanah

(Hutauruk)

NIS TANAHTANAH Pengukuran Resistansi Jenis Tanah (Hutauruk) Keterangan : Arus mengalir dari elektroda 1 lewat bumi

Keterangan : Arus mengalir dari elektroda 1 lewat bumi ke elektroda 2 yang cukup jauh sehingga pengaruh bentuk elektroda dapat diabaikan. Arus mengalir ke bumi menyebar secara radial kearah permukaan bola. Maka : R34 = V/A = ρ /(2 π a) ρ = 2. π .a.V/A

A V 24 31 a a a
A
V
24
31
a
a
a
55
55
BABBAB IVIV PENDALAMANPENDALAMAN MASALAHMASALAH KHUSUSKHUSUS SUTT,SUTT, SUTETSUTET && TRANSMISITRANSMISI
BABBAB IVIV
PENDALAMANPENDALAMAN MASALAHMASALAH
KHUSUSKHUSUS
SUTT,SUTT, SUTETSUTET && TRANSMISITRANSMISI TENAGATENAGA
PEMASANGANPEMASANGAN KONDUKTORKONDUKTOR

PEMASANGANPEMASANGAN KONDUKTORKONDUKTOR

Validitas Persamaan Rentangan Kawat Terkondisi

Bila γ = γ tot , dan t = t m , apakah σ t = σ maks ?

Masukkan γ = γ tot , dan t = t m , kedalam persamaan,

maka :

A

=

2

a .

γ 2

tot

24

2

σ maks

E

+

α