Anda di halaman 1dari 7

SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA & KOMPUTER BANJARBARU (STMIK BANJARBARU) Program Studi Teknik Informatika FORMULIR OUTLINE

PROPOSAL SKRIPSI
Nomor NIM Angkatan Tahun Akademik Nama Tempat / Tgl Lahir Alamat Telepon Handphone e-mail Personal WEB WEB Kantor : : 3101 0702 0643 : 2007 : 2012/2013 : Alfian Nur : Palangkaraya / 28 Desember 1990 : Jln.Intan sari no. Banjarbaru, Kalimantan Selatan. :: 085751603969 / 087815252251 : nalfin@ymail.com / finuciotonk@gmail.com : http://www.alfinkere.blogspot.com :-

Mengajukan Outline Proposal Skripsi dengan judul : Judul Skripsi Penerapan Metode Certainty Factor Untuk Sistem Pakar Diagnosa Pada Adneksa Penyakit Mata Infeksi dan Alergi Telah disetujui dan dikonsultasikan oleh Tim Reviewer Skripsi : Nama Dosen Tanggal Tanda tangan

Mengetahui : Ketua Jurusan Teknik Informatika

Banjarbaru, Mahasiswa

Januari 2012

Ir. Yulia Yudihartanti, M.Kom NIP. 132 314 358

Alfian Nur

HALAMAN JUDUL

SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA & KOMPUTER BANJARBARU (STMIK BANJARBARU) Program Studi Teknik Informatika

OUTLINE PROPOSAL SKRIPSI

PENERAPAN METODE CERTAINTY FACTOR UNTUK SISTEM PAKAR DIAGNOSA PADA ADNEKSA PENYAKIT MATA ALERGI DAN INFEKSI

DISUSUN OLEH : ALFIAN NUR 3101 0702 0643

SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA & KOMPUTER BANJARBARU (STMIK BANJARBARU) BANJARBARU 2011

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah (Daniel dan Virginia, 2010) menyebutkan bahwa salah satu masalah di dalam dunia medis atau kedokteran adalah adanya ketidakseimbangan antara pasien dan dokter. Selain itu, sebagian besar dari masyarakat tidak terlatih secara medis sehingga apabila mengalami gejala penyakit yang diderita belum tentu dapat memahami cara-cara penanggulangannya. Sangat disayangkan apabila gejala-gejala yang sebenarnya dapat ditangani lebih awal menjadi penyakit yang lebih serius akibat kurangnya pengetahuan. Pengetahuan sebenarnya dapat diperoleh dari buku-buku atau situs-situs internet yang membahas tentang kesehatan. Akan tetapi, untuk mempelajari hal tersebut tidaklah mudah karena selain memerlukan waktu yang cukup lama untuk memahaminya, sumber-sumber tersebut juga belum tentu dapat mendiagnosis jenis penyakit seperti yang dilakukan oleh seorang dokter. Proses diagnosis merupakan perpaduan dari aktifitas intelektual dan manipulatif. Menurut Handayani dan Sutikno (2008), diagnosis sendiri didefinisikan sebagai suatu proses penting pemberian nama dan pengklasifikasian penyakit-penyakit pasien, yang menunjukkan kemungkinan nasib pasien dan yang mengarahkan pada pengobatan tertentu. Diagnosis sebagaimana halnya dengan penelitian-penelitian ilmiah, didasarkan atas metode hipotesis. Dengan metode hipotesis ini menjadikan penyakit-penyakit begitu mudah dikenali hanya dengan suatu kesimpulan diagnosis. Diagnosis dimulai sejak permulaan wawancara medis dan berlangsung selama melakukan pemeriksaan fisik. Dari diagnosis tersebut akan diperoleh pertanyaan-pertanyaan yang terarah, perincian pemeriksaan fisik yang dilakukan untuk menentukan pilihan tes-tes serta pemeriksaan khusus yang akan dikerjakan. Data yang berhasil dihimpun akan dipertimbangkan dan diklasifikasikan berdasarkan keluhan-keluhan dari pasien serta hubungannya terhadap penyakit tertentu. Berdasarkan gejala-gejala serta tanda-tanda yang dialami oleh penderita, maka penegakkan diagnosis akan lebih terpusat pada bagian-bagian tertentu. Dengan demikian penyebab dari gejala-gejala dan

tanda-tanda tersebut dapat diketahui dengan mudah dan akhirnya diperoleh kesimpulan awal mengenai penyakit tertentu. Dalam tugas akhir ini, jenis penyakit yang didiagnosis oleh sistem pakar adalah jenis penyakit mata pada adneksa berdasarkan gejala yang ditimbulkan oleh alergi dan infeksi. Organ mata dipilih karena mata merupakan panca indera yang sangat penting untuk penglihatan. Menurut Hamdani (2010), dengan mata dapat melihat secara normal, manusia dapat menikmati keindahan alam dan berinteraksi dengan lingkungan sekitar dengan baik. Dengan mata, manusia dapat belajar lebih banyak tentang pengetahuan di dunia daripada melalui panca indera yang lain (Naser dan Zaiter, 2008). Hampir setiap kegiatan, manusia menggunakan mata, misalnya membaca, bekerja, menonton televisi, menulis, berkendara, dan lain-lain sehingga banyak orang yang setuju bahwa mata merupakan panca indera yang paling penting. Jika mata mengalami gangguan atau penyakit mata, maka akan berakibat sangat fatal bagi kehidupan manusia. Proses pembelajaran dan interaksi manusia akan terganggu. Jadi, sudah semestinya mata merupakan anggota tubuh yang perlu dijaga dalam kesehatan sehari-hari dan sudah semestinya manusia tahu sejak dini apabila terkena gejala penyakit mata tertentu sehingga tidak semakin parah dan membahayakan mata apalagi hingga terjadi kebutaan. Pada kenyataannya, banyak kasus penyakit mata dapat menimbulkan kebutaan karena terlambat ditangani (Naser dan Zaiter, 2008). Oleh karena itu, berdasarkan latar belakang permasalahan diatas, penulis ingin merancang sebuah aplikasi sistem pakar yang berjudul Penerapan Metode Certainty Factor Untuk Sistem Pakar Diagnosa Pada Adneksa Penyakit Mata Alergi dan Infeksi. Sistem pakar merupakan program komputer yang dapat meniru pemikiran dan pengetahuan pakar untuk menyelesaikan suatu masalah dalam suatu domain yang spesifik. Implementasi sistem pakar banyak digunakan untuk kepentingan komersial karena sistem pakar dipandang sebagai cara penyimpanan pengetahuan pakar dalam bidang tertentu ke dalam program, sehingga dapat memberikan keputusan dan melakukan penalaran secara cerdas.

Sistem pakar yang baik tidak hanya dilihat dari kemampuan memiliki sebuah representasi pengetahuan lengkap dengan solusi yang tepat. Salah satu faktor penunjang sistem pakar yang baik adalah sistem pakar yang mampu memperlihatkan nilai kebesaran sebuah kepercayaan atas sebuah hipotesis. Ketidakpastian dapat dianggap sebagai suatu kekurangan informasi yang memadai untuk membuat suatu keputusan. Ketidakpastian menjadi sebuah permasalahan karena mungkin menghalangi kita dalam membuat suatu keputusan yang terbaik bahkan dapat menghasilkan suatu keputusan yang buruk. Tugas akhir ini mengarah pada kajian teori certainty factor atau faktor kepastian yang diterapkan pada sistem pakar. Dengan adanya perangkat lunak ini diharapkan dapat membantu seorang dokter spesialis penyakit mata yang akan dengan mudah mendiagnosa penyakit pada mata pasiennya dengan nilai data yang akurat dan proses yang cepat, bahkan orang awam pun dapat menggunakan aplikasi ini untuk membantu mengenali secara awal jenis penyakit berdasarkan gejala yang diderita pada mata manusia. 1.2 Identifikasi Masalah Dalam tugas akhir ini permasalahan yang dibahas adalah kesulitan yang dihadapi oleh seorang dokter dalam mendiagnosa adneksa yaitu kelopak mata dan sistem air mata atau lakrimal jenis penyakit pada mata antara alergi dan infeksi serta orang awam yang ingin mengenali jenis penyakit pada mata alergi dan infeksi yang diderita berdasarkan gejalanya dalam langkah awal pencegahan serta pengobatannya. 1.3 Rumusan Masalah Sehubungan dengan identifikasi masalah yang penulis kemukakan, maka penulis merumuskan permasalahan sebagai berikut : 1. Bagaimana membangun aplikasi untuk mengdiagnosa pada adneksa penyakit mata alergi dan infeksi menggunakan sistem pakar dengan penerapan metode certainty factor (faktor kepastian). 2. Bagaimana cara agar data dan informasi yang mengandung ketidakpastian dapat diolah dalam metode certainty factor (faktor kepastian).

1.4 Batasan Masalah Berdasarkan rumusan masalah diatas, penulis membatasi lingkup permasalahan pada : 1. Penyakit mata yang dibahas hanya pada adneksa yaitu kelopak mata dan sistem air mata atau lakrimal yang terkena penyakit akibat alergi dan infeksi. 2. 3. 4. Perhitungan menggunakan metode certainty factor (faktor kepastian) yang menunjukkan ukuran kepastian terhadap suatu fakta. Sumber pengetahuan diperoleh dari pakar, buku-buku, jurnal dan Program dibangun menggunakan bahasa pemrograman Borland e-book yang mendukung. Delphi 7.0. 1.5 Tujuan Penelitian Tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah : 1. Membangun aplikasi sistem pakar melalui pendekatan metode certainty factor (faktor kepastian) mendiagnosa jenis penyakit adneksa pada mata alergi dan infeksi untuk mampu membuat keputusan yang sama seperti layaknya seorang pakar dengan memasukkan parameterparameter data gejala dan penyakit yang diperlukan. 2. Dapat menerapkan metode certainty faktor (faktor kepastian) untuk mendiagnosa penyakit adneksa pada mata alergi dan infeksi. 1.6 Manfaat Penelitian Adapun manfaat dari hasil penelitian ini adalah agar aplikasi yang dibangun dapat membantu meringankan tugas seorang dokter yang menangani penyakit mata dengan nilai kepastian yang akurat dan proses yang cepat serta orang awam yang menggunakan aplikasi ini dapat mengenal jenis penyakit berdasarkan gejala yang diderita dalam langkah awal pencegahan dan pengobatan.

RUANG LINGKUP
a. Input sistem Input sistem untuk certainty faktor (faktor kepastian) terdiri dari parameter data gejala penyakit adneksa yang meliputi : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Iritasi Benjolan kelopak mata Warna mata Warna kelopak mata Sistem air mata Kerontokan bulu mata Rasa gatal, panas dan nyeri.

b. Proses Pemrosesan yang dilakukan adalah terhadap parameter data-data gejala penyakit pada adneksa berdasarkan input sistem, dimana metode perhitungan yang digunakan adalah metode certainty faktor (faktor kepastian). c. Output Output dari sistem antara lain adalah : 1. 2. 3. Diagnosa jenis penyakit adneksa pada mata alergi dan infeksi Penyebab timbulnya penyakit adneksa pada mata alergi dan infeksi Pengobatan awal yang dianjurkan.