Anda di halaman 1dari 7

A. KONSEP KEHAMILAN 1.

Definisi Kehamilan merupakan pertemuan antara ovum dan sperma (konsepsi) di ikuti dengan proses nidasi pada endometrium dan plasentasi disertai perubahan fisik dan psikologis (Rustam Muchtar, 1998 hal 17)

2. Aspek-Aspek Penting Dalam Kehamilan, Menurut Rustam Mochtar, 1998 Suatu kehamilan akan terjadi bila ada 5 aspek berikut : 1) Ovum Ovum adalah suatu sel dengan diameter 0,1mm yang terdiri dari suatu nucleus yang terapung-apung dalam vikelus yang dilingkari oleh zona pelusida dan korona radiate 2) Spermatozoa Bentuk seperti kecebong, terdiri dari kepala berbentuk lonjong agak gepeng berisi inti (nukleus), leher yang menghubungkan kepala dengan bagian tengah dan ekor yang dapat bergetar sehingga dapat bergerak cepat 3) Konsepsi Konsepsi adalah suatu peristiwa penyatuan antara seperma dan ovum di tuba fallopi. Hanya satu sperma yang dapat melintasi zona pellusida dan masuk ke citelus ovum

4) Nidasi Nidasi adalah masuknya atau tertanamnya hasil konsepsi ke dalam endometrium 5) Plasentasi Plasentasi adalah pembentukan plasenta yang sangat berperan penting bagi janin. Plasenta akan terbentuk sempurna pada usia kehamilan 16 minggu, dimana fungsi ovarium sebagai penghasil hormon di ambil alih oleh plasenta. Palsenta merupakan alat yang sangat penting bagi janin yang berguna untuk pertukaran zat antara ibu dan anaknya dan sebaliknya. 6) Embriogenesis Adalah pertumbuhan embrio bermula dari lempeng embrional yang selanjutnya berdeferensiasi menjadi tiga unsur. Sel-sel ektodermal, sel-sel mesodermal, sel-sel entodermal

3. Perubahan Fisiologis pada kehamilan, Menurut Manuaba 1998 1) Sistem Reproduksi a. Uterus Uterus bertambah besar dari semula yang besarnya 30 gram menjadi 1000 gram. Pe,mbesaran ini disebabkan karena hipermtropi dari otot-otot rahim estrogen dan progesterone mempengaruhi pertumbuhan dan fungsi endometrium b. Servix Servix menjadi lunak 8 minggu karena meningkatnya vaskularisasi dan hyperplasia kelenjar serviks, pada akhir kehamilan memproduksi mucus dengan sedikit darah (bloody show) c. Ovarium Dengan terjadinya kehamilan, indung telur yang mengandung kospus luterum akan meneruskan fungsinya sampai terbentuknya plasenta yang sempurna pada umum 16 minggu. Kejadian ini tidak dapat lepas dari kemampuan vili korialis yang mengeluarkan hormone korionik gonadotropin yang mirip dengan hormone luteum tropik hipotisis anterior d. Vagina

Vagina dan vulva mengalami peningkatan pembuluh darah karena pengaruh estrogen sehingga tampak makin merah dan kerbiru-beiruan (tanda Chadwick) e. Payudara Payudara mengalami pertumbuhan dan perkembangan sebagai persiapan memberikan ASI pada saat laktasi. Perkembangan payudara tidak dapat dilepaskan dari pengaruh hormon estrogen, progesterone dan somatomammotropin 2) Sistem Respirasi Pada kehamilan terjadi juga perubahan untuk memenuhi kebutuhan O2. ini terjadi karena desakan diafragma karena dorongan rahim yang membesar pada umum hamil 32 minggu. Sebagai kompensasi terjadinyua desakan rahim dan kebutuhan O2 yang meningkat, ibu hamil akan Bernafas lebih dalam sekitar 20-25% dari biasanya 3) Sistem Gastro Intestinal Karena pengaruh estrogen, pengeluaran asam lambung meningkat yang dapat menyebabkan pengeluaran air liur berlebihan daerah lambung terasa panas (sakit ulu hati) terjadi mual dan sakit / pusing kepala terutama pagi hari, yang disebut morning sickness Muntah yang disebut emesis gravidarum Muntah berlebihan yang disebut hiperemesis gravidarum Progesteron menimbulkan gerak usus makin berkurang dan dapat menyebabkan obstipasi 4) Sistem Urinarius Terjadinya hemodolusi menyebabkan metabolisme air kamin lancar sehingga pembentukan urin pun bertambah. Filtrasi pada glomerolus bertambah sekitar 69-70%. Pada kehamilan ureter membesar untuk dapat menampung banyaknya pembentukan urin terutama pada ureter kanan karena peristaltic ureter terhambat karena pengaruh progesteron, tekanan rahim yang membesar dan terjadi perputaran kekanan dan terdapat kolon dan sigmoid di sebelah kiri yang menyebabkan perputaran rahim ke kanan. 5) Sistem Integument

Pada kulit terjadi perubahan deposit pigmen dan hiper pigmentasi karena pengaruh melanophone stimulating hormone lobus hipofise anterior dan pengaruh kelenjar suprarenalis 6) Sistem Sirkulasi Peredaran darah ibu dipengaruhi beberapa faktor, antar alain meningkatnya kebutuhan sirkulasi darah sehingga dapat memenuhi kebutuhan perkembangan dan pertumbuhan janin dalam rahim terjadi huungan langsung antara arteri dan vena pada sirkulasi netro-plasenter

7) Perubahan Metabolisme Metabolisme basal naik sebesar 15%-20% dari semula Keseimbangan asam basa mengalami penurunan dari 155 m2 per liter menjadi 145 m2 per liter disebabkan hemodilusi darah dan kebutuhan mineral yang dibutuhkan janin. Kebutuhan protein meningkat. Sekitar 0,5 gram /kg bb atau sebutir telur ayam sehari Kebutuhan zat mineral untuk ibu hamil a. kalsium 1,5 gram setiap hari yaitu 30-40 gram untuk pembentukan tulang janin b. fosfor rata-rata 2 gram dalam sehari c. zat besi 800 mg atau 30-40 mg/hr Berat badan ibu hamil bertambah sekitar 6,5-16,5 kg dan naik sekitar 0,5 gr/minggu Pertambahan BB ini karena a. janin 3-3,5 kg b. plasenta 0,5 kg c. air ketuban 1 kg d. berat rahim 1 kg e. timbunan lemak 1,5 kg f. timbunan protein 2 kg g. retensi air dan garam 1,5 kg

4. Tanda dan Gejala Kehamilan, Menurut Manuaba 1998 1) Tanda-tanda tidak pasti a. Amenorhea (tidak dapat haid)

Keadaan dimana wanita yang tidak dapat haid selama 3 bulan atau lebih, hari pertama haid terakhir (HPHT) sangat penting diketahui untuk menentukan usia kehamilan dan tapsiran tanggal persalinan. b. Mual dan muntah (nausea dan vomiting) Biasanya terjadi pada bulan-bulan pertama kehamilan hingga akhir triwulan pertama karena sering terjadi pada pai hari disebut morning sickness. Bila mual dan muntah terlalu sering dapat mengakibatkan gangguan kesehatan disebut hiperemesis gravidarum c. Mengidam Ibu hamil sering mkanan atau minuman tertentu terutama pada bulan-bulan triwulan pertama d. Tidak tahan suatu bau-bauan e. Pingsan Bila berada pada tempat-tempat ramai yang sesak dan padat bisa pingsan f. Payudara tegang dan membesar Disebabkan oleh pengaruh estrogen dan progesterin yang merangsang duiktus dan alveoli Payudara serta mengakibatkan deposit air dan lemak. Sehingga terasa tegang dan nyeri bila disentuh

g. Sering miksi Karena kandung kemih tertekan oleh pembesaran rahim. Gejala ini akan hilang pada triwulan kedua. Pada akhir kehamilan, gejala ini timul lagi akibat adanya penekanan kepala janin. h. Konstipasi Karena tonus otot-otot usus menurun akibat pengaruh progesterone sehingga proses pencernaan makanan menjadi menurun i. Pigmentasi kulit Terjadi kaena pengaruh hormone kostikosteeeroid plasenta, dijumpai di muka (cholasma gravidarum), areola payudara, leher dan dinding perut (linea nigra = grisen) j. Epulis adalah hipertropi pad popil gusi

k. Penekanan vena-vena (varises) dapat terjadi pada kaki, betis, vulva 2) Tanda-tanda mungkin a. Perut membesar b. Uterus membesar c. Tanda hegar adalah isthmus rahim karena hipertropi, sehingga saat dilakukan pemeriksaan bimanual dapat dimampatkan d. Tanda pstaseck yaitu pembesaran dan pelunakan unilateral pada tempat implantasi e. Tanda chadwick yaitui tanda akibat hipervaskularisasi pada vagina dan vulva sehingga berwarna kebiruan atau keunguan. Tanda ini juga didapatkan diportio f. Reaksi kehamilan positif g. Adanya gerakan janin yang dapat dirasa oleh ibu h. Adanya denyut jantung janin i. j. Bagian-bagian janin dapat dipalpasi Dengan pemeriksaan roentgen dapat dilihat kerangka janin (ultrasonografi)

5. Diagnosis banding kehamilan Pembesaran perut wanita tidak selamanya suatu kehamilan sehingga perlu dilakukan diagnosis banding diantaranya. a. Hamil palsu (pseudoeyesis) atau kehamilan spuria Dijumpai tanda dugaan hamil seperti emenorhea, perut membesar, mual muntah dan bahkan wanita ini merasakan gerakan janin. Namun pada pemeriksaan uterus tidak membesar, dan reaksi kehamilan negatif. b. Tumor kandungan atau mioma uteri terdapat pembesaran rahim tetapi tidak disertai tanda hamil bentuk pembesaran tidak merata kadang berbenjol-benjol, kadang padat perdarahan banyak saat menstruasi

c. Kista ovarium Pembesaran perut tetapi disertai tanda-tanda kehamilan Datang bulan terus berlangsung Pembesaran perut dapat melampaui umur kehamilan

d. Hematometra Terlambat datang bulan yang dapat melampaui umum kehamilan Perut terasa sakit setiap bulan Terjadi tumpukan darah dalam rahim Tanda dan pemeriksaan hamil tidak menunjukkan hasil positif Disebabkan karena humen inperforata, stenosis vagina atau serviks