P. 1
SIA

SIA

|Views: 107|Likes:
Dipublikasikan oleh Agnes Febriana

More info:

Published by: Agnes Febriana on Mar 06, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/06/2012

pdf

text

original

EVALUASI PENERAPAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PENJUALAN TUNAI DAN PENERIMAAN KAS PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR PT.

GRACIA KREASI ROTAN
RENDY HILMAWAN JURUSAN AKUNTANSI UNIVERSITAS GUNADARMA ABSTRAK Tujuan penulisan ilmiah ini adalah untuk mengetahui system informasi akuntansi penjualan tunai dan penerimaan kas yang diterapkan pada PT. Gracia Kreasi Rotan, apa kendalanya dan masalah yang dihadapi. Metode penelitian yang digunakan dalam skripsi ini adalah deskriptif. PT. Gracia Kreasi Rotan sebagai ibjek dalam penelitian ini. Data primer diperoleh dari dokumen yang terdapat pada PT. Gracia Kreasi Rotan. Penilaian dilakukan melalui pendekatan kualitatif, yaitu dengan menganalisis system informasi akuntansi penjualan tunai dan penerimaan kas dengan menggunakan lowchart. Hal ini membuktikan bahwa PT. Gracia Kreasi Rotan memiliki sistem informasi akuntansi dan sistem pengendalian intern yang cukup baik. Sehingga dapat mengatasi masalah kekosongan barang jadi dan masalah lainnya. Hasil evaluasi sistem dan prosedur akuntansi penjualan tunai dan penerimaan kas yang dijalankan perusahaan sudah memadai hal itu dikarenakan adanya pemisahan fungsi, adanya otorisasi persetujuan, adanya penambahan fungsi, terdapat struktur pengendalian intern. Kata kunci : sistem informasi akuntansi, penjualan tunai, penerimaan kas. 1. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Di era globalisasi dimana akan terjadi perdagangan bebas, informasi menjadi sumber daya yang berharga bagi perusahaan. Informasi merupakan hal yang penting bagi setiap perusahaan pimpinan dan manajer membutuhkan informasi yang relevan, cepat, tepat waktu, dan akurat yang mencerminkan kondisi fisik perusahaan untuk membantu merencanakan, mengkoordinasikan, dan mengendalikan kegiatan operasional perusahaan. Dalam hal ini, perusahaan manufaktur di Indonesia semakin menjamur, walaupun tidak semuanya dikenal oleh seluruh masyarakat Indonesia paling tidak mereka dikenal di daerah asalnya. Semakin banyaknya perusahaan manufaktur maka persaingan yang ada semakin ketat. Untuk itu perusahaan membutuhkan sejumlah informasi yang akan digunakan sebagai pedoman dan dasar operasional perusahaan. Informasi merupakan data yang telah tersaring, terorganisir, terealisasi, dan saling berhubungan sehingga berguna untuk mencapai tujuan organisasi (Riasetiawan,2004:2). Salah satu perusahaan manufaktur yang sekarang ini berkembang dengan pesat adalah perusahaan manufaktur PT. Gracia. PT. Gracia berdiri pada tahun 1994 bergerak dibidang

Penulis juga membatasi hanya pada penjualan kursi dan meja pada bulan Januari. dan negara-negara lainnya.3 Pengertian Akuntansi “Akuntansi merupakan bahasa bisnis.1 Pengertian Sistem “Sistem adalah suatu jaringan dari prosedur – prosedur yang saling berhubungan. PT. Maret. 2. Oktober tahun 2008.3 Batasan Masalah Penulis membatasi masalah hanya membahas tentang sistem informasi akuntansi penjualan tunai dan penerimaan kas PT.4 Pengertian Sistem Informasi Akuntansi “Sistem Informasi Akuntansi adalah serangkaian dari satu atau lebih komponen yang saling berelasi dan berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan yang terdiri dari pelaku.” ( Suwardjono. 1. 2. dan tentang prosedur dan sistem informasi akuntansi penjualan tunai mengenai pengontrolan barang jadi pada masa ramai. Gracia? Bagaimana penerapan sistem informasi akuntansi penjualan tunai mengenai pengontrolan barang jadi pada masa ramai oleh perusahaan manufaktur PT.2 Rumusan Masalah Bagaimana penerapan sistem informasi akuntansi penjualan tunai. .manufaktur yang memproduksi berbagai macam furniture seperti meja. LANDASAN TEORI 2. Februari. 2002). Untuk mengevaluasi apakah sistem dan prosedur akuntansi penjualan tunai dan penerimaan kas yang dijalankan dalam perusahaan ini sudah memadai atau belum. Gracia ini telah mengekspor produk jadinya ini ke mancanegara seperti Amerika. Gracia ? 1. dan teknologi informasi. Jerman. berkumpul bersama – sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran yang tertentu. tempat lampu dan lain-lainnya yang berbahan dasar rotan. 1.2 Pengertian Informasi “Informasi adalah data yang berguna untuk diolah sehingga dapat dijadikan dasar untuk mengambil keputusan yang tepat. 2001). 2. “ (Jogiyanto. tempat tidur. serangkaian prosedur. Gracia.4 Tujuan Penelitian Untuk mengetahui sistem informasi akuntansi yang diterapkan perusahaan dalam kegiatan penjualan tunai.” (Bodnar dan Hopwood. 2001).kursi. 2. 2005 : 1). penerimaan kas pada perusahaan manufaktur PT. Akuntansi menyediakan cara untuk menyajikan dan meringkas kejadian – kejadian bisnis dalam bentuk informasi keuangan kepada para pemakainya.” (Romney.

Fungsi Bagian Order penjualan 2.5 Sistem Informasi Akuntansi Penjualan 1. Prosedur Pencatatan Penerimaan Kas 7. Faktur Penjualan COD 6.5. Menurut Ikatan Akuntan Indonesia dalam SAK yaitu : Penjualan barang meliputi barang yang diproduksi perusahaan untuk dijual dan barang yang dibeli untuk dijual kembali. Menyediakan kontrol yang cukup untuk menjaga asset dari organisasi termasuk data. (Soemarso. 2001: 274) 2. Pita Register Kas (PRK) 3. Fungsi bagian Akuntansi . Prosedur Order Penjualan 2.1 Fungsi Utama Sistem Informasi Akuntansi 1.1 Prosedur – Prosedur Penjualan Tunai 1. Prosedur Penyetoran Kas ke Bank 6. 2.5. 2. seperti barang dagang yang dibeli pengecer atau tanah dan property lain yang dibeli untuk dijual kembali.5. Fungsi Kas 3. Rekap Harga Pokok Penjualan   2. Faktur Penjualan Tunai (FPT) 2. Bill Of Lading 5.4. Prosedur Pencatatan Harga Pokok Penjualan 2. Fungsi bagian Pengiriman Barang 5. maka diperoleh pendapatan. Fungsi Bagian Gudang 4.2 Dokumen yang Digunakan Dalam Sistem Penjualan Tunai 1. Prosedur Pencatatan Penjualan Tunai 5. Prosedur Penyerahan barang 4. 3. Pengertian Penjualan Menurut Soemarso : Pada saat perusahaan menjual barang dagangannya. Jumlah yang dibebankan kepada pembeli untuk barang dagang yang diserahkan merupakan pendapatan perusahaan yang bersangkutan.2. Mengumpulkan dan menyimpan data dari semua aktivitas dan transaksi perusahaan. Kontrol ini memastikan bahwa data akan tersedia ketika dibutuhkan dan data tersebut akurat serta dapat dipercaya. Prosedur Penerimaan Kas 3. Memproses data menjadi informasi yang berguna dalam pengambilan keputusan yang memungkinkan bagi pihak manajemen untuk melakukan perencanaan. Credit Card Sales Slip 4.3 Fungsi – fungsi yang Terkait Dalam Sistem Penjualan Tunai 1. 2. Bukti Setor Bank 7.

Gracia Kreasi Rotan didirikan pada tanggal 10 Juli 1994. Purchase Order 3. Wawancara ( Interview) 2. Blok Kenir. Kec. Bukti Penerimaan Kas 3. Cirebon. Pengertian Penerimaan Kas Menurut PSAK No. Cina. berkedudukan di Desa Lurah. Nama Simbol Arti Terminal Menunjukan sumber dan tempat tiba data . Bukti Transfer Pelunasan 7. Pengumpulan berbagai dokumen. METODOLOGI PENELITIAN 3. Pengamatan (Observasi) 3.6 Sistem Akuntansi Penerimaan Kas 1.2 Data/variable yang digunakan 1. Kab. Bukti Transfer DP 6. Amerika dan negara berkembang lainnya. catatan dan laporan yang relevan dengan objek skripsi. 3. seperti : kursi. Sales Report 4. definisi kas adalah : Yang dimaksud dengan kas adalah alat pembayaran yang siap dan bebas dipergunakan untuk membiayai kegiatan umum perusahaan. meja. Permintaan Reservasi 5. Plumbon.1 Objek Penelitian Perusahaan ini bernama PT. Simbol Dasar Simbol ini berfungsi untuk pemrosesan data dasar dan selalu digunakan untuk mewakili fungsi-fungsi dasar. tempat lampu dan hiasan lainnya.9.3. Perusahaan ini bergerak di bidang manufaktur. Invoice 2. 3. Jepang. Kegiatan usahanya antara lain : penjualan furniture yang berbahan dasar rotan. Perusahaan ini juga sudah banyak melakukan ekspor ke berbagai negara seperti Jerman.Metode Pengumpulan Data 1. 3. Balance Payment Cafom 8.2.4 Teknik Analisis Yang Digunakan 1. Australia.

Process Pelaksanaan tugas atau fungsi Pemberi Tempat member komentar komentar Aliran Data Saluran komunikasi Tabel 3. Simbol Masuk / Keluar Khusus Adalah simbol yang berfungsi mewakili fungsi input atau output (I/O) dan menunjukkan dimana informasi dicatat atau pola pengolahan informasi. digunakan simbol I/O dasar.2 Simbol I/O Khusus .1. Jika tidak ada simbol khusus. Simbol dasar dalam flowchart 2. Nama Simbol Nama Simbol Kartu Punched Dokumen Penyimpanan online Masukan manual Pita magnetic Tampilan Pita punched Hubungan komunikasi Disk magnetik Penyimpanan off-line Tabel 3. atau keduanya.

3. Simbol Proses Khusus Adalah simbol yang mewakili fungsi pemrosesan dan sebagai tambahan mengidentifikasikan jenis operasi khusus yang harus dilaksanakan terhadap informasi. Nama keputusan Simbol Nama Operasi Auxillary (Pembantu) Simbol Proses Terdifinisi Arsip Tetap Persiapan Arsip Sementara Operasi Manual Sortir Pembanding Tabel 3.3 Simbol Proses Khusus .

Bagian Akuntansi . Bagian Pramuniaga 2. Bagian Kasir 3.4 Simbol Tambahan 4. PEMBAHASAN 4. Bagian Keuangan 5. Nama Simbol Pita Transmittal Terminal Penghubung Penghubung Lain Halaman Mode Paralel Tabel 3.4.1 Bagian-bagian yang terkait dalam penjualan tunai pada PT. Gracia Kreasi Rotan 1. Simbol Tambahan Adalah simbol yang digunakan untuk memperjelas bagan alir atau untuk membuat bagan aliran proses menjadi lebih baik. Bagian Pengambilan Barang 4.

Jurnal Umum 4. Pembeli memilih barang kemudian setelah memperoleh barang yang diinginkan maka pembeli memesan barang tersebut kepada pramuniaga. 2.2 Diagram Konteks. Lalu bagian pengambilan barang mencocokan FPT lembar 2. 6.2 Diagram Konteks Sistem Informasi Akuntansi Penjualan Tunai 4. Kemudian kasir menerima pembayaran dari pembeli lalu mencetak PRK 2 lembar dan mencap “LUNAS” pada FPT. FPT lembar 1. Lalu kasir menyerahkan FPT lembar 1 dan PRK lembar 1 ke bagian pengambilan barang via pembeli. Jurnal Penerimaan Kas 3. 3. Gambar 4.Hubungan bagian-bagian yang terkait dengan sistem informasi akuntansi penjualan tunai ditunjukkan gambar 4. 5. PRK 1 dan barang. dan kasir menyerahkan PRK lembar 2 ke bagian keuangan bersama uang. Gracia Kreasi Rotan 1. Gracia Kreasi Rotan 1.4 Prosedur Penjualan pada PT. Setelah kasir menerima FPT lembar 1 dari pramuniaga melalui pembeli. Setelah menerima pesanan dari pembeli kemudian bagian pramuniaga membuat faktur penjualan tunai sebanyak 2 lembar yaitu : • Lembar 1 ke bagian kasir melalui pembeli. Kartu Gudang 4. Gracia Kreasi Rotan 1. kemudian kasir mengoperasikan mesin register. Lalu bagian pengambilan barang menerima FPT lembar 2 bersama barang dari pramuniaga. Kartu Persediaan 5. Bukti setor bank 4.3 Catatan Akuntansi yang Digunakan Dalam Sistem Penjualan Tunai Pada PT. dan menerima FPT lembar 1 dan PRK lembar 1 dari kasir melalui pembeli.2 Dokumen yang Digunakan dalam Sistem Penjualan Tunai pada PT. . Faktur penjualan tunai 2. 4. 7. Pita register kas 3. Jurnal Penjualan 2. • lembar 2 bersama barang oleh bagian pramuniaga diserahkan ke bagian pengambilan barang.

Gracia Kreasi Rotan di ilustrasikan dalam gambar 4.8. Kemudian bagian keuangan menyetorkan uang ke bank setiap hari dan menyerahkan bukti setor dari bank ke bagian akuntansi. 10. sedangkan FPT 1 diserahkan ke bagian keuangan. 9. Bagian keuangan menerima PRK 2 dari kasir beserta uang dan menerima FPT lembar 1 dari bagian pengambilan barang. Kepala Kasir 3.3 Diagram Zero Gambar 4.6 Bagian – Bagian yang Terkait dalam Sistem Penerimaan Kas dari Sistem Penjualan Tunai 1. Setelah itu menyerahkan FPT 2 dan PRK 1 beserta barang kepada pembeli. kemudian mencocokannya. 4. 11. Bagian Akuntansi Menerima PRK 2 dan bukti setor dari bagian keuangan. Kasir atau Kassa 2. 12. Store Manager . kemudian mencocokannya apakah uang yang diterima sesuai dengan PRK 2 dan FPT 1. Supervisor Operasional 4. Setelah itu menyerahkan PRK 2 ke bagian akuntansi dan mengarsip tetap FPT 1.5 Prosedur – prosedur penjualan pada PT. Akuntansi 6. Keuangan 5. Kemudian mencatat dalam jurnal dan mengarsip tetap PRK 2 dan BS.3 Diagram Zero Sistem InformasiAkuntansi Penjualan Tunai 4.

catatan penjualan harian dengan uang • Menandatangani pita register kas lembar ke-2.4. Prosedur penerimaan kas 2. Supervisor Operasional • Menerima pita register kas lembar ke-2 bersama uang dan catatan penjualan harian dari kepala kasir • Mencocokan pita register kas lembar ke-2. catatan penjualan harian dan pita register kas lembar ke-2 ke bagian akuntansi • Mengarsipkan bukti setor bank lembar ke-3 . Prosedur pembuatan jurnal 6.8 Sistem Jaringan Prosedur Penerimaan Kas dari Penjualan Tunai pada PT. Prosedur pencatatan penjualan harian 3. Prosedur pembuatan laporan penjualan 4. Kepala kasir • Menerima pita register kas lembar ke-2 dan uang dari kasir • Mencocokan pita register kas dengan uang • Melakukan pencatatan penjualan harian • Menyerahkan uang. Keuangan • Menerima uang. Kasir • Menerima barang-barang dari pembeli • Mengoperasikan mesin register • Menerima pembayaran dari pembeli • Kemudian mencetak pita register kas 2 lembar • Menyerahkan pita register ke-1 kepada pembeli • Menyerahkan pita register kas lembar ke-2 beserta uang kepada kepala kasir 2. Prosedur penyetoran kas ke Bank 5. 3. pita register kas lembar ke-2 dan catatan penjualan harian ke supervisor operasional. Prosedur penandatanganan / validasi catatan penjualan 4. Gracia Kreasi Rotan 1.7 Jaringan Prosedur yang Membentuk Sistem Informasi Akuntansi Penerimaan Kas dari Penjualan Tunai 1. bersama uang dan catatan penjualan harian • Lalu pita register kas lembar ke-2 bersama uang dan catatan penjualan harian diserahkan ke bagian keuangan 4. pita register kas lembar ke-2 dan catatan penjualan dari supervisor operasional • Mencocokan pita register kas lembar ke-2 dan catatan penjualan harian dengan uang • Membuat bukti setor bank 3 lembar • Menyetor uang ke bank • Lembar ke-1 disimpan oleh bank dan menerima bukti setor bank lembar ke-2 dan ke-3 dari bank • Menyerahkan bukti setor bank lembar ke-2.

Kelemahan : 1. 2. sehingga barang jadi tidak diserahkan langsung kepada bagian penjualan.5. Adanya pembuatan laporan penerimaan kas harian oleh bagian keuangan berdasarkan invoice lembar 2 dan hasil pembayaran dari pembeli.10 Evaluasi Penerapan Sistem Informasi Akuntansi Penerimaan Kas Kebaikan : 1. Akuntansi • Menerima bukti setor bank lembar ke-2. 5. Tidak ada batasan atas jumlah uang tunai yang dipegang atau disimpan oleh bagian keuangan dari transaksi penjualan tunai. padahal dibeberapa perusahaan manufaktur lainnya yang sudah menerapkan sistem ini pada penjualan tunai terbukti dapat mengontrol penjualannya pada masa ramai dan dapat memenuhi pesanan konsumen tanpa khawatir kekurangan barang jadi. . Setiap penerimaan kas akan dibuatkan bukti penerimaan kas (cash receipt) dan bernomor urut tercetak. Adanya pemisahan fungsi. Bagian keuangan selalu menyetorkan langsung hari itu juga atau paling lambat keesokan harinya ke bank atas uang yang diterimanya dari transaksi penjualan tunai. Dalam pengeluaran barang jadi barang dapat keluar tanpa harus ada persetujuan manager penjualan. 4. Belum diadakannya pengasuransian kas yang ada ditangan dan kas yang ada diperusahaan serta kas dalam perjalanan sehingga apabila terjadi perampokan atau pencurian.9 Evaluasi Penerapan Sistem Informasi Akuntansi Penjualan Tunai Kebaikannya : 1. 3. 2. Adanya penambahan fungsi dalam mengontrol barang jadi oleh bagian gudang. perusahaan akan mengalami kerugian yang besar apabila jumlah kas tersebut relative besar. pita register kas lembar ke-2 catatan penjualan harian dari bagian keuangan • Menjurnal bukti setor bank lembar ke-2 dan pita register kas lembar ke-2 ke dalam jurnal penerimaan kas • Menjurnal catatan penjualan harian ke dalam jurnal penjualan • Mengarsipkan tetap bukti setor bank lembar ke-2 dan pita register kas lembar ke-2 • Membuat laporan penjualan berdasarkan jurnal penjualan dan jurnal penerimaan kas kepada store manager 6. Store Manager • Menerima laporan penjualan yang berisi jurnal penjualan dan jurnal penerimaan kas dari bagian akuntansi 4. Fungsi penyimpanan terpisah dengan fungsi pencatatan. Kelemahan : 1. Belum adanya sistem komputer untuk program aplikasi yang dapat menghubungkan jumlah persediaan barang jadi dengan bagian pramuniaga dalam melakukan penjualan. Setiap bulan diadakan rekonsiliasi antara buku bank menurut catatan perusahaan dengan rekening Koran dari bank. sehingga dapat disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. 4. tugas dan tanggungjawab yang jelas 2. 2.

• Setiap bulan diadakan rekonsiliasi antara buku bank menurut catatan perusahaan dengan rekening Koran dari bank. 2. • Adanya pembuatan laporan penerimaan kas harian oleh bagian keuangan berdasarkan invoice lembar 2 dan hasil pembayaran dari pembeli. tugas dan tanggung jawab yang jelas antara fungsi operasional. • Dokumen yang digunakan adalah faktur penjualan tunai. Gracia Kreasi Rotan adalah bagian penjualan. fungsi pengawasan. bukti setor bank. bagian pengiriman dan bagian akuntansi. dan catatan yang digunakan yaitu jurnal penjualan. • Setiap penerimaan kas akan dibuatkan bukti penerimaan kas (cash receipt) dan bernomor urut tercetak. KESIMPULAN 1. Setelah penulis mengetahui dan mengevaluasi sistem dan prosedur akuntansi penjualan tunai dan penerimaan kas yang dijalankan dalam perusahaan tersebut. . jurnal umum. Gracia Kreasi Rotan meliputi hal-hal sebagai berikut : • Bagian-bagian yang terkait dalam Sistem Informasi Akuntansi penjualan tunai pada PT. dan fungsi pencatatan dalam kegiatan penjualan. Untuk pengamanan kas seharusnya ada pengasuransian kas yang ada ditangan dan kas yang ada di perusahaan serta kas dalam perjalanan. jurnal penerimaan kas. prosedur penerimaan kas prosedur penyerahan barang. 3. bagian kas. • Bagian keuangan selalu menyetorkan langsung hari itu juga atau paling lambat keesokan harinya ke bank atas uang yang diterimanya dari transaksi penjualan tunai. Agar diperhatikan pembuatan laporan penjualan tunai oleh bagian akuntansi jangan sampai terjadi kekurangan barang jadi. Sistem Informasi Akuntansi penjualan tunai yang diterapkan PT. 2. kartu persediaan dan kartu gudang. Agar dibuat suatu program aplikasi yang dapat menghubungkan bagian persediaan barang jadi dengan bagian penjualan mengenai jumlah persediaan barang jadi.5. 6. prosedur penyetoran kas ke bank. • Terdapat struktur pengendalian intern dan pembagian tugas yang baik. • Prosedur yang dijalankan perusahaan yaitu prosedur order penjualan. • Adanya penambahan fungsi dalam mengontrol barang jadi oleh bagian gudang. SARAN 1. bagian gudang. penulis menarik kesimpulan bahwa hasil evaluasi sistem dan prosedur akuntansi penjualan tunai dan penerimaan kas yang dijalankan perusahaan sudah memadai hal itu dikarenakan : • Adanya pemisahan fungsi. pita register kas. • Praktek yang sehat yang diterapkan dalam pengendalian intern Sistem Informasi Akuntansi penjualan tunai yaitu fungsi kasir setiap akhir minggu menyetorkan hasil penjualan ke bank dan perhitungan saldo kas dilakukan pada akhir bulan. fungsi pemegang dan penyimpanan barang jadi.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->