Anda di halaman 1dari 10

LAPORAN KASUS ASUHAN KEGAWATDARURATAN PADA Ny.

K DENGAN ASMA BRONCHIALE DI IGD RS PANTI WILASA CITARUM SEMARANG

Disusun oleh : DIAN QANIFAH WITANINGSIH P 17420109009

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SEMARANG PROGRAM STUDI KEPERAWATAN SEMARANG 2012

ASUHAN KEGAWATDARURATAN PADA Ny. K DENGAN ASMA BRONCHIALE DI IGD RS PANTI WILASA CITARUM SEMARANG

I.

PENGKAJIAN Pengkajian dilakukan tanggal 7 Februari 2012 jam 20.00 WIB a. Identitas Klien Nama Umur Pekerjaan Alamat No Register Diagnosa Medis b. Penanggung Jawab Nama Umur Pekerjaan Alamat : Tn. A : 35 tahun : Swasta : Tlogosari, Semarang : Nn. K : 57 tahun : Ibu rumah tangga : Tlogosari, Semarang : 453358 : Asma Bronchiale

Hubungan dgn klien : Anak

II.

PENGKAJIAN PRIMER a. Airway Ds : klien mengatakan nafasnya seperti terhalang di tenggorokan Do : - Batuk tidak produktif - Sekret kental sulit keluar - Wheezing di bronkus dan area paru kanan kiri - Suara ronkhi basah di area paru. b. Breathing Ds : klien mengatakan nafasnya sesak

Do : - RR : 30 x/menit - Tarikan nafas dangkal dan cepat, irama teratur - Nafas klien tampak tersengal-sengal - Inspirasi memendek, ekspirasi memanjang - Tarikan otot intercosta - Nafas cuping hidung c. Circulation Ds : Do : - Tekanan darah : 120/88 mmHg - Nadi 84 x/menit - Suhu 36,50 C - SaO2 91 % - akral dingin, gelisah, sianosis. d. Dissability Ds : Do : - Kesadaran composmentis - GCS : E 4 e. Exposurre Ds : Do : tidak terdapat jejas pada tubuh klien III. PENGKAJIAN SEKUNDER 1. Keluhan utama Klien mengeluh sesak nafas terus menerus dan rasanya ampeg, nafas tersengal-sengal. 2. Riwayat penyakit sekarang Klien mengeluh sesak nafas dan batuk disertai sekret kental yang sulit keluar sejak 3 hari yang lalu. Kemudian klien periksa ke dokter dan di beri obat. M6 V5 - Mukosa mulut kering -

Namun setelah periksa keadaan klien tidak kunjung membaik, klien merasa nafasnya semakin sesak. Kemudian pada hari Selasa, 7 Februari 2012 klien dibawa ke RS Panti Wilasa Citarum Semarang. 3. Riwayat penyakit dahulu Klien tidak mempunyai riwayat sesak nafas/ asma. Klien baru pertama kali mengalami sesak nafas yang mulai klien rasakan setelah banjir pada hari Jumat, 3 Februari 2012. 4. Riwayat penyakit keluarga Keluarga klien tidak ada yang mempunyai riwayat asma maupun penyakit menurun lainnya seperti DM dan hipertensi. 5. 6. Pola kebiasaan Klien sehari-hari hanya di rumah mengasuh cucunya. Pemeriksaan fisik Kepala : bentuk mesochepal, rambut hitam agak putih, lurus tidak mudah dicabut, distribusi merata Mata : Konjungtiva tidak anemis, sklera tidak ikterik Hidung : terdapat sekret/ingus berwarna bening Telinga : tidak ada serumen, pendengaran berfungsi normal Mulut Leher I Pa Pe Au Jantung I Pa Pe Au : Ictus cordis tidak tampak : Ictus cordis teraba di SIC V, 2 cm mid LMCS : Pekak : Bj S1-S2 murni : mukosa bibir agak kering, gigi bersih, bibir sianosis : tak ada pembesaran kelenjar limpha dan tiroid : bentuk simetris, gerakan dada simetris, tarikan otot intercosta : Fremitus kanan = kiri : sonor seluruh lapang paru : Ronchi basah dan Whezing seluruh lapang paru, suara dasar bronkial expirasi diperpanjang

Paru - paru

Abdomen I Au Pa Pe Atas Bawah 7. Terapi Nebulezer Combivent 1 vial Flixotide 1 vial Bisolvon 1 cc ( 2,5 ml) ( 2 ml) : datar : bising usus (+), 24x/menit : hepar dan lien tak teraba : timpani : akral dingin, sianosis, edema (-) : akral dingin, edema (-), varises (-)

Ekstrimitas

ANALISA DATA
No Tgl/ jam Data Fokus Etiologi Masalah

7 Feb2012 20.00 WIB

Ds: Do:

Klien

mengatakan Bronkospasme sekret yang kental

dan Ketidakefektifan bersihan jalan nafas

sesak nafas terus menerus - sesak - Nafas nafas, klien nafas tampak

dangkal dan cepat tersengal-sengal - RR : 30 x/menit - tarikan otot intercosta - Dyspnea ekspirasi yang inspirasi pendek dengan lama

- Auskultasi : wheezing
di bronkus dan area paru kanan kiri, ronkhi basah kedua basal paru

- SaO2 : 91 %
- Batuk tidak produktif, sekret keluar kental sulit

Diagnosa keperawatan yang muncul; 1. Ketidakefektifan bersihan jalan nafas b.d bronkospasme, sekret yang kental

NURSING CARE PLAN No 1 DP Ketidakefektifan bersihan nafas bronkospasme, sekret yang kental Setelah Tujuan Intervensi dilakukan 1. Kaji bersihan jalan nafas pernapasan batuk 4. Berikan posisi nyaman oksigen program 6. Berikan cairan hangat agonist untuk mengurangi Rasional 1. Dengan mengkaji bersihan jalan nafas dapat sekret bernafas dangkal menunjukkan pola nafas yang tidak efektif sesuai 3. Karakteristik sputum dapat menunjukkan berat ringannya obstruksi 4. Posisi fowler akan menurunkan diafragma sehingga memberikan pengembangan pada organ paru 5. Pemberian oksigen mengurangi beban otot otot pernafasan 6. Cairan hangat untuk bronkus akan membantu mengencerkan sekret 7. Pengobatan kondisi sebelumnya mengembali-kan seperti kondisi mengetahui letak penumpukan TTD

jalan tindakan keperawatan 2. Kaji frekuensi dan kedalaman b.d selama 1 x 60 menit, menjadi lebih efektif dengan kriteria hasil : - sesak berkurang/ hilang - RR 16-24 x/menit dan encer sekret lebih

bersihan jalan nafas 3. Kaji jenis batuk dan produksi 2. Takipnea, irama yang tidak teratur dan

nafas 5. Berikan

- Tak ada wheezing 7. Kolaborasi pemberian beta 2 bronkospasme (nebulezer)

TINDAKAN KEPERAWATAN Tgl/ jam 7 Feb2012 20.00 WIB No. DP Implementasi 1 1. Mengkaji bersihan jalan 1. Ds nafas : Respon klien mengatakan TTD

rasanya ingin batuk terus namun dahak tidak bisa keluar Do : Batuk tidak produktif, secret kental sulit keluar Hasil auskultasi terdapat wheezing pada bronkus dan area paru kanan kiri, ronkhi basah kedua basal paru

20.03 WIB

2. Mengkaji frekuensi dan 2. Ds kedalaman pernapasan Do : -

klien

mengeluh

nafasnya sesak RR : 30 x/menit Nafas cepat Nafas klien tampak tersengal-sengal Ekspirasi lebih panjang dari inspirasi nyaman fowler Do : klien tampak lebih dengan posisi dangkal dan

20.05 WIB

3. Memberikan posisi yang nyaman (fowler) pada

klien 3. Ds : klien merasa lebih

20.06 WIB 20.07 WIB

4. Memberikan O2 binasal kanul 3 L/menit 5. Memberikan hangat 6. Memberikan nebulizer cairan

rileks 4. Ds : Do : sesak tidak berkurang 5. Ds : Do : dahak menjadi encer

20.10 WIB

sesuai advis dokter

6. Ds : klien merasa nafasnya sedikit lebih lega Do : RR : 26 x/menit SaO2 : 93 % Ekspirasi sedikit memanjang Masih ada ronkhi di paru kiri masih

1. Mengkaji bersihan jalan 1. Ds nafas

klien

mengatakan

nafasnya sedikit lebih lega Do : Hasil auskultasi masih terdapat ronkhi di paru

2. Mengkaji frekuensi dan 2. Ds kedalaman pernapasan Do : 3. Memberikan hangat 4. Memberikan nebulizer sesuai advis dokter cairan

klien

mengeluh

nafasnya sesak RR : 30 x/menit Nafas cepat Nafas klien masih tampak tersengal-sengal Ekspirasi lebih panjang dari inspirasi 3. Ds : Do : dahak menjadi encer 4. Ds : klien merasa nafasnya sedikit lebih lega Do : RR : 22 x/menit SaO2 : 96 % Ronkhi di paru kiri berkurang dangkal dan

Keluar sekret jernih encer dari hidung klien

CATATAN PERKEMBANGAN Tgl/ jam 7 Feb2012 20.30 WIB No. DP 1 Evaluasi S : klien mengatakan nafasnya sedikit lebih lega O: RR : 26 x/menit SaO2 : 93 % Ekspirasi masih sedikit memanjang Masih ada ronkhi di paru kiri Dypsnea berkurang Keluar sekret jernih encer dari hidung klien TTD

A : masalah teratasi sebagian P : lanjutkan intervensi 1, 2, 5 dan 6 21.00 WIB 1 S : klien mengatakan nafasnya lebih lega, sesak berkurang, klien merasa lebih baik O: RR : 22 x/menit SaO2 : 96 % Ronkhi di paru kiri berkurang Keluar sekret jernih encer dari hidung klien

A : masalah teratasi P : hentikan intervensi klien bisa pulang dan rawat jalan