Anda di halaman 1dari 8

Seorang pasien (Rinawati, 25 tahun) beralamat di Jl.

Kenanga 5 Sukoharjo, setelah mendapatkan diagnosis yang sesuai, perlu mendapatkan medikasi dengan sediaan obat setiap kali minum dextrometorphan 1 tablet, tablet deksamethason 0,5 mg, dan tablet chlorpheniramin maleat (CTM) 4 mg, dikehendaki dibuat dalam bentuk sediaan racikan sebanyak 15 kapsul dengan aturan pakai 3x sehari 1 kapsul diminum sesudah makan. Buatlah resep lengkap untuk pasien di atas! Jawab: Dr. Dony SIP 017/ 2010 Jl. Dr. Moewardi No. 1 Sukoharjo, 08164262633 04 Juni 2010 R/ Dextrometorphan tab. no. I Deksamethason tab. mg. 0,5 no. 1/2 Chlorpeniramin maleat tab. mg. 4 no. 1/2 m.f.l.a. pulv. d.t.d. da.in.caps. no. XV s.t.d.d. caps.no. I Pro: Rinawati, 25 tahun Jl. Kenanga 5 Sukoharjo 5.Seorang pasien (Agnes, 10 tahun, 30 kg) didiagnosis mengalami demam infeksius, mendapat sediaan pulveres/ serbuk chloramphenicol dan syrup parasetamol 60 ml: Jika dosis chloramphenicol untuk anak adalah 50 mg/ kgBB/ hari, berapa mg dosis obat tersebut harus diberikan kepada pasien tiap kali minum jika aturan pakai obat 3x sehari 1 pulveres? Jawab: Dosis 1x p = BB x dosis untuk anak = 30 kg x 50 mg/ kgBB/ hari = 1500 mg/ hari dibagi 3 = 500 mg tiap kali minum Jika dosis sekali pakai dewasa untuk sediaan parasetamol adalah 500 mg, berapa besar dosis sekali pakai obat tersebut untuk pasien di atas? Jawab: Dosis 1x p = Rumus Dilling (anak > 8 th):umurx Dd =10 thx 500 mg 20 20 = 250 mg sekali pakai Rumus Clarck : BBx Dd = 30 kg x 500 mg 70 70 = 214,29 mg sekali pakai Jika tiap 5 ml syrup terkandung 125 mg parasetamol, berapa sendok

teh pasien harus meminum syrup tersebut setiap waktu pemberian? Jawab: Dosis 1x p = 250 mg 250 mg dibagi 125 mg = 2 sdt Buatlah resep lengkap untuk pasien tersebut di atas untuk 5 hari pakai! Dr. Dony SIP 017/ 2010 Jl. Dr. Moewardi No. 1 Sukoharjo, 08164262633 04 Juni 2010 R/ Chloramphenicol tab. mg. 250 Sacch. lact. q.s. m.f.l.a. pulv. d.t.d. no. XV s.t.d.d. pulv. no. I R/ Parasetamol syr fl no. I s.p.r.n.t.d.d. Cth II (bila panas) Pro: Agnes, 10 tahun, 30 kg Jl. Kenanga 7 Sukoharjo 6.Faktor apa saja yang harus dipertimbangkan dokter dalam menentukan dosis untuk seorang pasien? Jawab: Faktor penderita (umur, BB, dsb.). Faktor penyakit (akut, kronis,). Indeks terapi obat (luas atau sempit). Variasi kinetik obat. Cara/ rumus perhitungan dosis anak. Kalau dari biko Bu Febry, jawabannya: Faktor obat: sifat fisika, sifat kimiawi, & toksisitas. Cara pemberian: oral parenteral, rectal, vaginal, transdermal, implantasi, sublingual, intrabucal. Faktor penderita: umur, BB, jenis kelamin, ras, toleransi, obesitas, sensitivitas, keadaan patofisiologi, kehamilan, laktasi, circardian rhytm, lingkungan. 7.Tuliskan dalam bahas latin dari aturan pemakaian/ pembuatan sebagai berikut:

Jawab: Satu kali sehari 1 tablet satu jam sebelum tidur. Jawab: s.d.d. tab. I o.h.s. Satu kali sehari 2 kapsul pagi dan sore setelah makan. Jawab: s.d.d. caps. II m.et.v. Tiga kali sehari 1 sendok makan satu jam sebelum makan. Jawab: t.d.d. C I o.h.a.c. Buatlah sediaan serbuk terbagi masing-masing sesuai dosisnya sebanyak 10 bungkus diminum 3x sehari 1 jam setelah makan. Jawab: m.f. pulv. d.t.d. no. X s.t.d.d. o.h.p.c. 8.Setelah mendapatkan sediaan obat yang diberikan dengan aturan pakai 3x sehari 1 tablet, sesuai kebiasaannya pasien mengikuti instruksi pemberian obat dengan meminum obat pada pagi hari (jam 07.00), siang (jam 13.00), dan malam (jam 19.00). bagaimana menurut Anda dengan apa yang dilakukan pasien tersebut, jelaskan! Jawab: Waktu untuk meminum obat kurang tepat, karena interval yang terlalu jauh antara malam hari ke pagi hari. Hal ini akan mengakibatkan adanya kekosongan kadar obat di dalam plasma darah (konsentrasi obat dalam darah tidak efektif) sehingga tujuan terapi akan sulit tercapai. Seharusnya, pemberian obat tersebut bisa dengan cara dosisnya tetap tetapi frekuensinya diperpanjang, atau dosisnya diperkecil tetapi frekuensinya diperbanyak.

CARA MENGHITUNG DOSIS ANAK Ada beberapa cara dalam menghitung dosis anak. Untuk itu, dipilih yang dapat menunjukkan pengetrapan dosis individual. Untuk obat-obat yang mempunyai rentang terapi sempit, maka memerlukan ketelitian yang tinggi dalam menentukan dosis untuk anak. Contoh: Hitunglah dosis Amoxycillin untuk anak berumur 4 tahun dengan BB 17 kg Diketahui: Dosis Amoxycillin anak di bawah BB 20 kg adalah 20-40 mg/kg BB/ hari diberikan dalam dosis terbagi tiap 6-8 jam. Untuk dosis dewasa adalah 250-500 mg, diberikan tiap 6-8 jam. Perhitungan: 1.Berdasarkan individual dengan ukuran fisik BB:

17 X (20-40) mg = 340- 780 mg/hari Bila dipilih diberikan 3X sehari, maka dosis per kali pemberian = 113,33 - 226,67 mg 2.Berdasarkan dosis dewasa dengan rumus Clark 17X (250-500) mg = 60,71 121,43 mg/kali 20 3.Berdasarkan dosis dewasa dengan rumus Young 4x (250-500) mg = 62,5-125 mg/kali 16 4.Berdasarkan dosis dewasa dengan Tabel J.Hahn: 5.Anak 4 tahun, BB 13,0-16,3 kg= 23% dosis dewasa = 57,5-115 mg/kali Hasil di atas menunjukkan bahwa cara perhitungan tersebut menghasilkan dosis yang berbeda. Dengan mempertimbangkan kondisi penyakit dan kondisi penderita, maka dokter dapat menentukan besarnya dosis per kali dan per hari dalam resepnya. Misalkan diputuskan memberikan amoxycillin per kali 125 mg Bila frekuensinya 3 kali sehari, maka dosis per hari adalah 375 mg. FORMULA RESEP Ada 3 formula dalam penulisan resep (magistrlis, officinalis dan spesialistis). Faktor yangdiperhatikan dalam penentuan jenis formula yang akan digunakan: 1) ketepatan dosis, 2) stabilitas obat terjamin, 3) kepatuhan pasien, 4) kemudahan mendapatkan obat/sediaan, 5) harga terjangkau FORMULA MAGISTRALIS Formula ini dikenal dengan resep racikan.Dalam hal ini, dokter selain menuliskan bahan obat, juga bahan tambahan. Bahan tambahan yang ditambahkan tergantung dari sediaan yang diinginkan. Oleh karena itu, penting sekali diperhatikan sifat obat, interaksi farmasetik, macam bentuk sediaan dan macam bahan tambahan yang dapat digunakan serta pedoman penulisan resep magistralis. Hal-hal yang penting diperhatikan dalam formula magistralis: 1.Bahan obat, sedapat mungkin menggunakan bahan baku. Penggunaan sediaan jadi/paten (tablet, sirup, dll) sering menimbulkan masalah baik dalam pelayanan( misalkan tidak dapat halus, tidak homogen, dan tidak stabil) maupun kerasionalan terapi (antara lain perubahan formula sediaan, perubahan bioaviabilitas obat, perubahan absorbsi, penurunan konsentrasi obat). Pencampuran bahan yang lebih dari satu macam harus dipertimbangkan adanya interaksi (farmasetik dan farmakologi) dan rasionalitas obat. 2.Bntuk sediaan yang dapat dipilih meliputi serbuk (pulveres dan pulvis adspersorium), kapsul,

larutan (solusio, infusa), suspensi, unguenta, cream dan pasta. 3. Penentuan bahan tambahan (corrigen saporis, corrigen odoris, corrigen coloris, dan constituent/vehiculum). Contoh penyusunan resep formula magistralis: 1.Dokter Siti Indah, SIP 087/2008 beralamat di JL. Surya No. 1 Surakarta pada tanggal 15 Juni 2008 menulis resep formula magistralis dengan bentuk sediaan pulveres (puyer) sebanyak 10 bungkus, setiap bungkus mengandung paracetamol 120 mg. Puyer ini diberikan kepada Sari (2 tahun, 12 kg) dengan aturan pakai:bila panas diberikan 3 X sehari, tiap kali satu bungkus Keterangan: Ambilkan paracetamol 120 mg dan sacch lactis secukupnya, campur dan buatlah menurut aturan puyer sebanyak 10 bungkus, masing-masing bungkus mengandung 120 mg paracetamol dan sacch lactis secukupnya. Tandailah: bila panas dapat diberikan 3 X sehari 1 bungkus

dr. Siti Indah SIP. 087/2008 Alamat rumah/praktek: Jl. Surya No.1 Surakarta Surakarta, 15 Juni 2008 R/ Paracetamol mg 120 Sacch. Lactis q.s m.f.l.a. pulv.d.t.d. No. X s.p.r.n.t.d.d.pulv I (febris) ____________________ Pro : Sari (12 kg) Umur: 2 tahun

Keterangan: Ambilkan paracetamol 1,2 g dan sacch lactis secukupnya, campur dan buatlah menurut aturan puyer sebanyak 10 bungkus. Tandailah: bila panas dapat diberikan 3 X sehari 1 bungkus dr. Siti Indah SIP. 087/2008 Alamat rumah/praktek: Jl. Surya No.1 Surakarta Surakarta, 15 Juni 2008 R/ Paracetamol 1,2 Sacch. Lactis q.s m.f.l.a. pulv. No. X s.p.r.n.t.d.d.pulv I (febris) ____________________ Pro : Sari Umur: 2 tahun,12 kg

2. Dokter Siti Indah, SIP 087/2008 beralamat di JL. Surya No. 1 Surakarta pada tanggal 15 Juni 2008 menulis resep formula magistralis dengan bentuk sediaan salep sebanyak 20 gram yang mengandung boric 5% serta menggunakan bahan dasar vaselin album. Salep ini diberikan kepada Tono (20 tahun) dengan aturan pakai:diberikan 2 kali sehari, untuk obat luar FORMULA OFFICINALIS dr. Siti Indah SIP. 087/2008 Alamat rumah/praktek: Jl. Surya No.1 Surakarta Surakarta, 15 Juni 2008 R/ Ac. Boric 5% Vaselin alb. q.s m.f.l.a. ungt. 20 s.b.d.d. u.e ____________________ Pro :Tono Umur : 20 tahun

E c c c a d e 1. E
2. 3. 4. 5. 6. 7. D C C A diapezam 2 mg D C Dextromethorphan 15 mg Acid. Ascorbic 15 mg

Tulis lah resep pulveres untuk kamal 7 tahun berat badan 18 kg, yang mengandung : Diapezam tablet ( tiap tablet mengandung diapezam 2mg ) Dextromethorphan ( tiap tablet mengandung Dextromethorphan 15 mg ) Ascorbic ( tiap tablet mengandung 10mg ) Gliseril guaiacolat ( tiap tablet mengandung Gliseril guaiacolat 100mg)

Resep diberikan 3 kali sehari satu bungkus selama 5 hari Dosis obat : Nama obat Diazepam Gliseril guaiacolat tab Dextromethorphan Acid Ascxorbicum per-kali Sehari 0,12 0,8 mg/Kg BB -

100 200 mg 1 mg / Kg B 30 40 mg

Tulis lah resep pulveres untuk Rahman umur 10 tahun 28 kg, mengandung Ephedrin HCl ( tiap tablet mengandung Ephedrin HCl 25 mg ) Chlorpheniramin maleat ( tiap tablet mengandung Chlorpheniramin maleat 4 mg ) Erythromycin ( tiap tablet mengandung Erythromycin 200 mg ) Acetaminophenum ( tiap tablet mengandung Acetaminophenum 500 mg )

Resep diberikan 4 kali sehari satu bungkus selama 5 Daftar dosis: Nama obat Ephedrin HCl Chlorpheniramin maleat Erythromycin Acetaminophenum (dewasa ) per-kali Sehari 0,81,6 mg/Kg BB 0,35 mg/Kg BB 3050 mg/Kg BB 400800 mg

Tulislah resep pulveres untuk Unyil 4 tahun berat 10 kg mengandung : Ampicilin (tiap tablet mengandung ampicilin 500 mg ) Codein (tiap tablet mengandung Codein 15 mg ) Luminal (tiap tablet mengandung Luminal 15 mg )

Resep diberikan 4 kali sehari satu bungkus selama 3 hari Dosis Obat Nama obat Ampicilin Codein(dewasa) Luminal ( > 1 th) sekali 10 20 mg 15 20 mg sehari 50 100 mg / kg BB -