P. 1
DEPKES AKI

DEPKES AKI

|Views: 173|Likes:
Dipublikasikan oleh Fitmel Meilin

More info:

Published by: Fitmel Meilin on Mar 06, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/20/2013

pdf

text

original

DEPKES: Target MDGs Bidang Kesehatan

http://wartapedia.com/kesehatan/medis/1456-depkes-target-mdgs-bidang-kesehatan.html Wednesday, 26 January 2011 08:05 Share

Target pencapaian penurunan prevalensi gizi kurang dan gizi buruk adalah sebesar 15,0 % dan 3,5 % pada tahun 2015 dr. Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH, Dr. PH

JAKARTA - Kementerian kesehatan RI merilis laporan target Millenium Development Goals (MDG)-1 dibidang kesehatan yang terkait dengan kemiskinan dan kelaparan. Target paling paling menentukan adalah prevalensi gizi kurang dan gizi buruk. Prevalensi Gizi Kurang telah menurun secara signifikan, dari 31.0 % pada tahun 1989 menjadi 17.9 % pada tahun 2010. Dalam pada itu prevalensi gizi buruk turun dari 12.8% pada tahun 1995 menjadi 4.9 % pada tahun 2010. Menteri Kesehatan mengatakan, berbagai upaya perbaikan gizi masyarakat melalui kegiatan yang mencakup peningkatan program ASI Ekslusif, upaya penanggulangan gizi mikro melalui pemberian Vitamin A, Taburia, tablet besi bagi bumil, dan iodisasi garam serta tata laksana kasus gizi buruk dan gizi kurang. Target MDG 4 terkait dengan penurunan kematian balita. Angka Kematian Balita, Bayi, dan Neonatal terus mengalami penurunan. Data Suvey Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2007 menunjukkan Angka Kematian Balita sebesar 44/1000, Angka Kematian Bayi 34/1000, dan Angka Kematian Neonatal 19/1000. Target MDGs 5 terkait dengan penurunan angka kematian ibu (AKI). Indikator AKI merupakan salah satu indikator yang diramalkan sulit dicapai. Tidak hanya di Indonesia akan tetapi di banyak negara berkembang di dunia. Data terakhir pada 2007 menunjukkan AKI sebesar 228/100.000 kelahiran hidup, masih jauh dari target MDGs sebesar 102/100.000 kelahiran hidup. Pada tahun 2010, cakupan persalinan oleh tenaga kesehatan telah mencapai angka di atas 80

Angka penemuan Kasus TB (CDR). Angka kesakitan malaria yang diukur dengan angka API (Annual Parasite Incidence) menunjukan penurunan pada Periode Lima (5) tahun kebelakang s/d 2010 menjadi 1. Pengembangan Kolaborasi TBHIV. diagnostik dan pengobatan. posnatal dan Keluarga Berencana.275 orang. yaitu suatu paket program yang mencakup pelayanan antenatal. Penerapan PITC (Provider Initiative Testing and Counseling). dan Pengembangan fasilitas layanan konseling. Kementerian Kesehatan telah menetapkan kebijakan bahwa semua persalinan harus dilakukan oleh tenaga kesehatan terlatih dan memulai program Jampersal (Jaminan Persalinan). dan angka keberhasilan TB (SR) tahun 2009 sudah melampaui target MDGs tahun 2015. Jumlah kasus HIV yang masuk perawatan mengalami peningkatan. Penguatan/pengembangan Sistem Informasi dan Surveilans. Strategi Pengendalian HIV/AIDS adalah : Penguatan Pokja AIDS sektor kesehatan. tahun 2010 sebanyak 15. bahkan sebelum tahun 2015. Persentase rumah tangga yang akses terhadap sumber air minum diperdesaan terus mengalami peningkatan (Riskesdas. jelas dr. Sedangkan jumlah kasus AIDS pada tahun 2010 sebanyak 4. Untuk target MDG 6 yang terkait dengan penyakit HIV/AIDS. 2010). TB. dan Malaria. Penguatan Sistem Distribusi Logistik. Penguatan kapasitas manajemen dan teknis program di semua tingkatan. pada tahun 2011. Endang.% dan terjadi peningkatan yang bermakna sejak tahun 1990.(c8/pr) . Cakupan persalinan yang tinggi dan yang memenuhi standar persalinan merupakan indikator proxy dari angka kematian ibu. Untuk mempercepat pencapaian target MDGs.58. Angka ini telah mendekati target MDGs yang harus dicapai pada tahun 2015. maka target MDGs 2015 akan tercapai. Jika trend penurunan ini dapat tetap terus dipertahankan.158 orang. persalinan.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->