Anda di halaman 1dari 17

52 | Geometri Analitik Datar dan Ruang

4.1. DEFINISI PARABOLA

Parabola adalah tempat kedudukan titik (himpunan titik) yang berjarak sama

terhadap suatu titik dan suatu garis tertentu. Titik tertentu itu disebut Fokus (F), dan garis tetap itu disebut Direktrik Berdasarkan defenisi di atas, kita dapat melukis parabola titik demi titik dengan langkah-langkah sebagai berikut :

1. Tetapkan garis g dan titik F .

2. Tarik sebuah garis melalui titik F (diperoleh sumbu x) tegak lurus () garis g sehingga garis ini memotong g di s.

3. Titik O (0,0) pada garis FS, sehingga

OS

= OF

4. Buatlah lingkaran yang berpusat di F dan berjari-jari r

OF

5. Lakukan seperti langkah 4*) dari titik S sehingga memotong SF di A 1 .

6. Buatlah garis tegak lurus SF sehingga memotong busur lingkaran A pada titik B 1 , B 1 adalah salah satu pada parabola .

7. Ulangi langkah no. 4, 5, dan 6 untuk mendapatkan titik lain pada parabola.

8. Setelah beberapa titik ditemukan, hubungkanlah titik itu dengan sebuah kurva yang mulus, kurva itulah
8. Setelah beberapa titik ditemukan, hubungkanlah titik itu dengan sebuah kurva yang mulus,
kurva itulah disebut parabola .
Sb. Y
P(x,y)
B
4
B
3
B
2
B
1
Sb. X
S
0
A 1
A 2
A 3
A 4
F(p,0)
g
1
g
2
g
3
g
4
g = - p

By : Turmudi

E-mail : toermoedy@yahoo.co.id

blog: www.toermoedy.wordpress.com

4.2. PERSAMAAN PARABOLA

Sb. Y P(x,y) A Sb. X S 0 F(p,0) g = - p B
Sb. Y
P(x,y)
A
Sb. X
S
0 F(p,0)
g = - p
B

Bab IV : Parabola|

53

- Garis g disebut direktrik

- Titik F(p,0) disebut fokus

- Titik O(0,0) disebut puncak

- FS disebut sumbu simetri

- FS = 2p = Parameter

- AB garis yang disebut latus rectum, tegak lurus sumbu parabola melalui titik F. Panjang latus

rectum = 4p .

Dari keterangan gambar diatas, dapat diturunkan persamaan parabola sebagai berikut :

FP

Karena FS = 2p, maka eksentritas parabola (e) : e = PQ

= 1

F(p, 0) dan P(x, y) pada parabola x = g = -p, direktrik

PF = QP
PF
= QP
2 2 Karena  FP  = (x  p)  y 2 2 
2
2
Karena  FP  =
(x  p)
 y
2
2
 QP  =
(x  p)
 (y  y)
2
=
(x  p)

Maka titik akan terletak di parabola, jika dan hanya jika :

2 2 (x  p)  y 2 = (x  p) persamaan parabola dengan
2
2
(x  p)
 y
2
= (x  p)
persamaan parabola dengan puncak O (0,0)
(x – p) 2 + y 2
= ( x + p ) 2
x 2 – 2xp + p 2 + y 2 = x 2 + 2xp + p 2
y 2 = 2xp + 2xp
y 2 = 4xp

Catatan

1. Untuk persamaan parabola y 2 = 4px

- Jika p 0, parabola terbuka ke kanan

- Jika p 0, parabola terbuka ke kiri

2. Untuk parabola yang mempunyai F(0,p) dan direktrik y = -p, maka persamaan parabola x 2 = 4py

- Jika p 0, parabola terbuka keatas

- Jika p 0, parabola terbuka kebawah

54 | Geometri Analitik Datar dan Ruang

Sketsa grafiknya

1. Parabola y 2 = 4px

Sb. Y Sb. X F(p,0) g  x = - p
Sb. Y
Sb. X
F(p,0)
g 
x = - p

2. x 2 = 4py

Sb. Y F(0,p) Sb. X g 
Sb. Y
F(0,p)
Sb. X
g 

y = - p

Sb. Y Sb. X F(-p,0) g 
Sb. Y
Sb. X
F(-p,0)
g 

x = p

g  y = p F(0,-p)
g 
y = p
F(0,-p)

Analog :

- Untuk persamaan parabola dengan dengan puncak (a, b), yaitu : (y – b) 2 = 4p (x a).

Dengan F (p + a, b), sumbu simetri y = b, dan garis direktrik g x = a – p

- Untuk parabola denga puncak (a, b), tapi F (a, p + b), Sumbu simetri x = a,

dan garis direktrik L y = b – p, adalah (x – a) 2 = 4p (y – b)

Contoh:

1. Gambarlah grafik dari parabola y 2 = 8x !

Penyelesaian :

Koordinat puncaknya O (0,0)

4p = 8

p = 2

Titik F(2,0)

Persamaan direktriks g = x = - p

= - 2

Sumbu simetrinya y = 0

By : Turmudi

E-mail : toermoedy@yahoo.co.id

Sb. Y Sb. X
Sb. Y
Sb. X

blog: www.toermoedy.wordpress.com

Bab IV : Parabola|

55

2. Gambarlah grafik dari parabola 4x 2 – 25y = 0 ! Penyelesaian : 4x
2. Gambarlah grafik dari parabola 4x 2 – 25y = 0 !
Penyelesaian :
4x 2 – 25y = 0
4x 2 = 25y
Sb. Y
25 y
x 2 =
4
(-5,4)
(5,4)
Koordinat puncaknya (0,0)
F
25 
25
 0,
4p =
16
4
Sb. X
25
25
y =
16
0
p = 16
25 )
 Titik F(0, 16
25
Persamaan direktriks y = - 16
Sumbu simetrinya y = 0
3. Gambarlah grafik dari parabola
a)
y 2 – 2y – 4x – 9 = 0 !
b)
x 2 – 2x – 9 = 4y !
Penyelesaian :
a) y 2 – 2y – 4x – 9 = 0
y 2 – 2y + 1 – 1 = 4x + 9
(y
– 1) 2 = 4x + 9 + 1
5 
(y
– 1) 2 = 4
 x
 2
5
Puncak parabola
 
,1  
2
Parameter : 4p = 4  p = 1
5 
3
Titik fokus F (1 +
, 1) 
F
 
,1  
  2
2
Persamaan direktriks g = x = a – p
3
=
- 1
2
5
=
2
3
Persamaan lotus rectumnya x =
2

56 | Geometri Analitik Datar dan Ruang

Sketsa grafiknya :

 F    3 ,1   2  5 x  2
F    3 ,1 
2
5
x 
2

b) x 2 – 2x – 9 = 4y

x 2 – 2x + 1 – 1 = 4y + 9

(x

– 1) 2 = 4y + 9 + 1

5

Puncak parabola

  1,

5

2

Parameter : 4p = 4 p = 1

Titik fokus F (1, 1 +

x 2 – 2x – 9 = 4y 3  F   1, 
x 2 – 2x – 9 = 4y
3 
F   1,
 2 
3
l  y 
2

Persamaan direktriks g = y = b p

 

3

=

- 1

 

2

5

=

 

2

 

3

Persamaan lotus rectumnya y =

2

(x

– 1) 2 = 4

y

2


2

5

F

)

  1,

3

2

By : Turmudi

E-mail : toermoedy@yahoo.co.id

blog: www.toermoedy.wordpress.com

Bab IV : Parabola|

57

4. Carilah persamaan bola yang mempunyai F(0,-2) dan puncaknya O (0,0) dan sebutkan semua sifat dan gambarnya ! Karena puncaknya O (0,0) dan F(0,-2), maka persamaan parabola adalah x 2 = 4py x 2 = 4 (-2) y

x 2 = - 8y

4.3. Garis Singgung
4.3. Garis Singgung

Sifat-sifat parabola ini sebagai berikut :

- F(0,-2) dan puncak (0,0)

- Sumbu simetri x = 0

- Persamaan direktriksnya y = 2

- Parameternya p = -2

- Persamaan lotus rectumnya y = -2

- Panjang lotus rectumnya

4p

= 8

1. Persamaan garis singgung dengan koefisien arah m pada parabola y 2 = 4px

Misalkan persamaan garis y = mx + n menyinggung parabola y 2 = 4px

1 (mx + n) 2 = 4px

m 2 x 2 + 2mnx + n 2 – 4px = 0

Dengan diskriminan (D) = b 2 – 4ac (2mn – 4p) 2 – 4m 2 n 2

Ingat : - Jika D 0, garis g tidak memotong parabola

- Jika D 0, garis g memotong parabola

- Jika D = 0, garis g menyinggung parabola

Jadi, syarat agar garis g menyinggung parabola adalah :

D = b 2 – 4ac = 0

(2mn – 4p) 2 – 4m 2 n 2 = 0

4m 2 n 2 – 16mnp + 16p 2 – 4m 2 n 2 = 0

– 16mnp = - 16p 2

n

n

=

=

16 p

2

16 mp

p

m

Jadi, persamaan garis singgung dengan gradien m terhadap parabola y 2 = 4px adalah

y

y

= mx + n

= mx +

p

m

Analog : Untuk persamaan garis singgung dengan gradien m pada parabola x 2 = 4py adalah

y = mx pm 2

58 | Geometri Analitik Datar dan Ruang

Analog

:

Untuk

persamaan

garis

singgung

y b4px a

2

adalah (y – b) = m (x a) +

dengan

p

m

gradien

m

pada

parabola

Begitu pula untuk persamaan garis singgung dengan gradien m pada parabola

x a4py b

2

adalah y – b = m (x – a) - pm 2

Contoh 14 Carilah persamaan garis singgung pada gradien 2, terhadap (masing-masing gambar grafiknya)

a) Parabola y

2 8x

b)

Penyelesaian :

Parabola

x

3

2

6

 y

1

a) Persamaan garis singgung denagan m = 2 pada parabola y

2 8x

y mx

y

2x

p

m

2

2

y 2x 1

(karena 4p = 8, p = 2)

Titik singgungnya :

2

2

1 (karena 4 p = 8, p = 2) Titik singgungnya : 2  2 y

y

8x

2x 1

8

4

x

x x   x

2

4

4

x

2

1

2

2

x

1

2

0,

1  

2

x

8x

0

0

4

1

2

1

2

0

2

x

x

, y = 2 .

1

Untuk

Titik singgungnya

2

2 8x

1 + 1 = 2

2

,2

Focus parabola y

Persamaan direktriksnya x = – 2

F2,0)puncak 0(0,0,0)

Panjang latus rectumnya

4

p

8

Persamaan latus rectumnya x 2

By : Turmudi

E-mail : toermoedy@yahoo.co.id

blog: www.toermoedy.wordpress.com

Bab IV : Parabola|

59

60 | Geometri Analitik Datar dan Ruang

2 x  3 6 1 b) Persamaan garis singgung dengan m = 2 pada
2
x 
3
6
1
b)
Persamaan garis singgung dengan m = 2 pada parabola 
  y 
adalah
y
– b = m (x – a) – pm 2
y
+ 1 = 2 (x – 3) – pm 2
 6  (6)
y
+ 1 = 2x
y
+ 1 = 2x
y = 2x – 1
Titik singgungnya didapat dengan proses
3
2
x 

62
x  
1
1
x
2 
6x
 
9
12x
2
3
2
x
 x 
6
9
  x 
0
0
x
 3
1,2
Untuk x = - 3, y  2 31
= - 7 , titik singging (-3,-7)
Sketsa grafiknya :
Puncak (3,-1)
5 
F
 3,
 2
3
Panjang lotus rectum
4 p
4 
2
= 6
Persamaan direktriksnya
y  b  p
y = 2x – 1
1
3
y 
1
2
2
1
=
2
5 
F  3,
 2
2
x 
3
 y 
6
1
2.
Persamaan garis singgung pada parabola y 2 = 4px di titik S(x 1 ,y 1 )
Misalkan garis singgungnya y = mx + n, maka absis titik singgungnya dapat diperolah
dari persamaan
y 2 = 4px

By : Turmudi

E-mail : toermoedy@yahoo.co.id

blog: www.toermoedy.wordpress.com

Bab IV : Parabola|

61

(mx + n) 2 = 4px m 2 x 2 +2mnx + n 2 = 4px m 2 x 2 +2mnx + n 2 - 4px = 0 m 2 x 2 + (2mn – 4p) x + n 2 = 0 karena hanya ada titik singgung, maka absisnya diperoleh ;

x 1 

x

1



b

2

a

2

mn

4

p

2 m

2

x

1

x

1

2

2 p

mn

2 p

2

2 m

mn

2

m

Dan ordinatnya, y 1 = mx 1 + n

2 p

mn



mn

n

y 1 = m

y

1

2

2

m

p mn

m

y 1

2

p

m

m

2 p

y

1

Sedangkan persamaan garis dengan gradien m adalah y – y 1 = m (x – x 1 ), sehingga;

y y

1

2 p

y

1

x

x

1

(i) Titik S (x 1 , y 1 ) melalui y 2 = 4px, sehingga y 1 2 = 4px 1

1

2p x x

1

1

2

2 p x x

1

y

1

yy

1

y y

y

(ii)

Persamaan (i) dan (ii) yy 1 – y 1 2 = 2p (x – x 1 ) yy 1 – 4px 1 = 2px – 2px 1 yy 1 = 4px 1 – 2px 1 +2px yy 1 = 2p (x + x 1 ), persamaan garis singgung di titik S (x 1 , y 1 ) pada y 2 = 4px

Analog :

Untuk persamaan garis singgung pada parabola (y – b) 2 = 4p (x-a) di titik S(x 1 ,y 1 ) adalah (y – b) (y1 – b) = 2p (x + x1 -2a)

62 | Geometri Analitik Datar dan Ruang

Contoh 15: 1. Carilah persamaan garis singgung di titik (–4,2) pada parabola: 2 a) x
Contoh 15:
1.
Carilah persamaan garis singgung di titik (–4,2) pada parabola:
2
a) x
y
y
8x
b) 2 
Penyelesaian:
2
x
a) Persamaan garis singgun di (–4,2) pada parabola y
yy  2 p x  x
1
1
1
4p 1 p 
4
2
y
 1  
1`   x 
4
4
1
2y  x  2
2
x  y   x  y 
2
1 2
4
b) Persamaan garis singgung di (–4,2) pada parabola y
2 
8x
yy  2 p x  x
1
1
4p  8  p  2
2y  4x  4
2y  4x 16
4x  2 y 16  0
2x  y 8  0
2.
Tentukan persamaan garis singgung yang melalui titik A(-2,-3) pada parabola y 2 = 8x
Penyelesaian :
Misalkan titik singgungnya S(x o , y o ),

maka persamaan garis singgung di S pada parabola y 2 = 8x

yy

y

o

1

y

2

4(

p

x x

1

x x

o

)

(

)

, karena 4p = 8

p = 2 Karena titik A(-2,-3) pada garis singgung

 y

3

o

4(

2

x

o

)

atau 4

x

o

3

y

o

8

Karena S(x o , y o ) juga pada parabola y 2 = 8x

By : Turmudi

E-mail : toermoedy@yahoo.co.id

(i)

blog: www.toermoedy.wordpress.com

y

o

2

8 x

(ii) (i)

4

x

4

  1

8

y

o

o

o

2

x

o

3

y

 3

o

y

1

8

8

y

o

8

y

o

1

2

2

y

o

2

6

y

o

y

y

o

o

2

6

y

o

8

y

o

3

y

o

16

16

8

0

0

20

o

y

y

o

o

= - 8

= 2

2

Untuk

Untuk

y o

y

o

= - 8x o = 8, diperoleh S 1 (8,-8)

= 2x o = 8, diperoleh S 2

1

2

,2

Bab IV : Parabola|

63

(ii)

Jadi persamaan garis singgung di S 1 8y 4(x 8)

Jadi persamaan garis singgung di S 2

2y

2y x 8

1

4 x

2

2y 4x 2

4.4. Garis Normal Garis normal parabola adalah garis tegak lurus pada garis singgung parabola di titik singgung itu.

lurus pada garis singgung parabola di titik singgung itu. Persamaan garis singgung di titik S (x

Persamaan garis singgung di titik S (x 1 , y 1 ) pada y 2 = 4px yy 1 = 2p (x + x 1 )

Jika SR garis singgung PS SR, maka PS garis normal PS’ = sumbu simetri parabola (sumbu Normal) RS’ = sumbu tangens

64 | Geometri Analitik Datar dan Ruang

koofisien garis singgung =

m s m n = - 1

2

p , karna garis singgung parabola tegak lurus dengan garis normal maka

y 1

2

p

y

1

m n = - 1, m n = -

y

1

2 p

Sehingga diperoleh persamaan garis normal di titik S(x 1 , y 1 ) pada y 2 = 4px adalah;

y y 

1

y

1

2 p

x

x

1

Contoh 16 : Diketahui puncak suatu parabola (1,2) dan F(4,2), tentukanlah : a) Persamaan parabola
Contoh 16 :
Diketahui puncak suatu parabola (1,2) dan F(4,2), tentukanlah :
a) Persamaan parabola tersebut
b) Persamaan garis singgung di (2,6)
c) Persamaan garis normalnya di (4,0)
penyelesaian :
a) persamaan parabola dengan puncak (1,2) dengan F(4,2), berarti P = 3
2
 (
y 
2)
4.3(
x 
1)
2
y
 y 
4
4
12
x 
12
y 2 
4 y
16
12x
b) persamaan garis singgung di (2,6) pada parabola (y – 2) = 12 (x – 1) adalah
 yy
2
p
(
x  x
)
1
1
6y  2.3(x  2)
6y  6x  12  0  6x  6 y 12  0
c) persamaan garis normalnya di (4,0) adalah
y
1
 y  y
(
x
x
1 
1 )
2 p
6
y  6 
(
x 
2)
3
y
2x  6
y
2x  2

4.5. Garis Tengah Sekawan Garis tengah sekawan pada parabola adalah tempat kedudukan titik-titik tengah dari tali busur.

- Jika T 1 , T 2 , dan T 3 adalah titik tengah tali busur A 1 B 1 , A 2 B 2 dan A 3 B 3

- A 1 B 1 // A 2 B 2 // A 3 B 3, maka garis T yang melalui T 1 , T 2 , dan T 3 disebut garis tengah sekawan

By : Turmudi

E-mail : toermoedy@yahoo.co.id

blog: www.toermoedy.wordpress.com

Bab IV : Parabola|

65

B 3 B 2 B 1 T 1 T 2 T 3 A 1 A
B
3
B
2
B
1
T 1
T 2
T 3
A
1
A
2
A
3

66 | Geometri Analitik Datar dan Ruang

Persamaan Garis Tengah Sekawan Misalkan kita ambil persamaan tali busur y = mx + n, dan persamaan parabola y 2 = 4px, sehingga ; (mx + n) 2 = 4px m 2 x 2 + 2mnx +n 2 = 4px m 2 x 2 +2mnx – 4px + n 2 = 0 m 2 x 2 + (2mn – 4p)x + n 2 = 0

Atau y = mx + n mx = y – n

x

y

n

m

y 2 = 4px

n

4 py 4 pn

y

y 2 = 4p

y 2 =

m

m

m y 2 = 4py – 4pn m y 2 - 4py + 4pn = 0

b

y 1 + y 2 =

 
 

a

 

 

4p

 

=

 

 

m

4p

 
 

=

 

m

T 1 titik tengah

A B

1

1

 

1

y

 

 

y t =

2

t

y

t

1 4p

 

y t =

2

m

y t =

2p , persamaan garis tengah sekawan sejajar sumbu X

m

 

Contoh 17 :

 

1. Diketahui partabola y

2 2x

dan garis tengah sekawan y = - 1. jika tali busurnya memotong sumbu x

dan membentuk sudut , hitunglah besar sudut ! Penyelesaian :

By : Turmudi

E-mail : toermoedy@yahoo.co.id

blog: www.toermoedy.wordpress.com

tg

tg

y 2 = 2x

p = 1

y = –1

y

1

p

m

1

m

m = –1

= –1

= tg 135 0

= 135 0

2. Tentukan persamaan tali busur suatu parabola y

2 4x

busur itu ! Penyelesaian :

Misalkan persamaan tali busur

y = mx + c, potongkan dengan parabola y

2 4x

y mx c

x

y

2

y

c

m

4   y

m

c

my 2 – 4y + 4c = 0

b

a

4

m

2

y 1 + y 2 =

y 1 + y 2 =

y

1

y

y t =

2

Bab IV : Parabola|

67

, jika (3,-2) merupakan titik tengah sekawan tali

2

y

1

y

2

2

4

y 1 + y 2 = m

4

4

m

m = - 1

y 1 + y 2 = - 4

Tali busur melalui (3,-2)

68 | Geometri Analitik Datar dan Ruang

y mx c

2 (1)(3) c

2 3 c c 1

Persamaan tali busur yang dimaksud adalah

By : Turmudi

y mx c

y

y

= - 1x + 1 = - x + 1

E-mail : toermoedy@yahoo.co.id

blog: www.toermoedy.wordpress.com