Anda di halaman 1dari 46

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Di Indonesia keberhasilan pembangunan termasuk pembangunan kesehatan telah meningkatkan status kesehatan dan gizi masyarakat antara lain meningkatkan umur harapan hidup (UHH) di Indonesia dari tahun ke tahun. Pada tahun 1971 UHH pendudukIndonesia adalah 46,5 tahun dan pada tahun 2005 diperkirakan mencapai 68,2 tahun. Disamping itu terjadi pula pergeseran umur menopause dari 46 tahun pada tahun 1980 menjadi 49 tahun pada tahun 2000. Jumlah dan proporsi penduduk perempuan yang berusia diatas 50 tahun diperkirkirakan memasuki usia menopause dari tahun ke tahun juga mengalami peningkatan yang sangat signifikan. Berdasarkan sensus penduduk tahun 2000 jumlah perempuan berusia diatas 50 tahun baru mencapai 15,5 juta jiwa atau 7,6% dari total penduduk, sedangkan tahun 2020 jumlahnya diperkirakan meningkat menjadi 30 juta atau 11,5% dari total penduduk (Siti Fadillah, 2005) Sebagian orang menganggap datangnya menopause sebagai berakhirnya masa menyenangkan dalam hidup, proses alami yang dilalui setiap perempuan itu dipandang sebagai pertanda menjadi tua dan memudarnya kecantikan seseorang, apalagi datangnya menopause ini diiringi sejumlah gejala yang mengganggu,

Pandangan orang terhadap wanita lanjut usia merupakan faktor penting sehubunagan seberapa baikkaum wanita menghadapi menopause. ( Kompas, 2009 ) Soehartono mengemukakan, salah satu upaya yang bisa di lakukan untuk mengatasi gejala-gejala yang mungkin timbul terkait datangnya menopause yakni dengan Terapy Sulin Hormon (TSH) yaitu untuk meningkatkan hormon estrogen dengan kombinasi drosperinon (DRSP). Seseorang yang menopause, akan

mengalami penurunan hormon estrogen. Dengan meningkatkan hormon estrogen melalui TSH, akan mengatasi sindrom pada wanita menopause (Kompas, 2009). Kadar hormon estrogen yang rendah didalam tubuh kita akan membuat perempuan mengalmi keluhan-keluhan ringan diawal masa menopause seperti gejolak panas didada dan muka (hot flushes) , sering berkeringat dimalam hari, sakit kepala, mudah pingsan, depresi, nyeri tulang dan sendi, daya ingat menurun, sult konsentrasi, dan juga penyakit jangka panjang seperti tulang keropos (osteoporosis ),jantung koroner, stroke, kanker usus besar dan dimensis tipe Alzemeir. (Siti fadilah, 2009). Berdasarkan Survei Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) 2002/2003 mengenai menopause perkiraan kasas menunjukan akan terdapat sekitar 30-40 juta kaum wanita seluruh jumlah penduduk Indonesia yang sebesar 240-250 juta pada tahun 2010. dalam kategori wanita tersebut (usia lebih dari 60 tahun), hampir 100% telah mengalami menopause dengan segala akibat serta dampak yang menyertainya (Arhadiat, 2009).

Periode menopause disebut pula sebagai periode krisis karna perubahan perubahan dalam sistem hormonal itu mempengaruhi segenap konstitusi psikosomatis (rohani dan jasmani), sehingga berlangsung proses kemunduran yang progresif dan total. Oleh banyaknya perubahan dan kemunduran tersebut terjadilah kemudian krisis-krisis dalam kehidupan psikis pribadi yang bersangkutan.(Kartini, 1992) Wanita yang mengalami menopause, baik menopause dini, premenopause (mulai usia 48 tahun), perimenopause (50 tahun) dan postmenopause (di atas 52 tahun), umumnya mengalami gejala pendek (klimakterik) yang di tandai dengan gejala panas, haid tidak teratur, jantung berdebar dan nyeri saat berkemih (Kompas, 2009). Dari penjajakan awal di Desa Tanjung pineng masih banyak ibu menopause yang mengeluh susah tidur, sering berkeringat, kulit memerah dan panas secara tib-tiba. Sebagian ibu-ibu tidak tahu bahwa hal-hal tersebut adalah gajela dari menopause. Dari latar belakang di atas penulis tertarik untuk melakukan penelitian terhadap gambaran pengetahuan ibu dalam menghadapi menopause di Desa Tanjung pinang Kecamatan Senueddon Aceh Utara Tahun 2009.

B. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang di dapatkan bahwa pentingnya peningkatan wawasan dan gambaran pengetahuan ibu dalam menghadapi menopause agar kehidupan berlangsung dengan kepuasan dan kebahagiaan tanpa harus ketakutan

menghadapi masa tua, maka yang menjadi perumusan masalah dlm penelitian ini adalah bagaimana pengetahuan ibu dalam menghadapi menopause di Desa Tanjung pineng Kecamatan Seunuddon Tahun 2009. C. Tujuan Penelitian 1. Tujuan Umum Untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan ibu dalam

menghadapi menopause di Desa Tanjung pineng Kecamatan Seunuddon Tahun 2009. 2. Tujuan Khusus a. Untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan ibu dalam menghadapi menopause di Desa Tanjung pineng Kecamatan Seunuddon Tahun 2009. b. Untuk mengetahui gambaran sikap ibu dalam menghadapi menopause di Desa Tanjung pinang Kecamatan Senudon.

D. Ruang Lingkup Berhubung karena keterbatasan waktu, pengetahuan dan fasilitas agar tidak menimbulkan kekeliruan dan luasnya permasalahan dalam penelitian ini, maka penulis membatasi penelitian tentang gambaran tinkat pengetahuan ibu-ibu yang berusia >45 tahun dalam menghadapi menopause di Desa Tanjung pineng

Kecamatan Seunuddon Tahun 2009.

E. Manfaat Penelitian

1. Manfaat Bagi Ibu Menambah wawasan dan pengetahuan bagi masyarakat khususnya ibuibu dalam menghadapi menopause. 2. Manfaat Bagi Petugas Kesehatan Dapat memberikan informasi yang positif dan terarah untuk dapat memberikan penyuluhan pada masyarakat khususnya tentang menopause pada masa sekarang dan masa yang akan datang. 3. Manfaat Bagi Akademi Kesehatan Hasil penelitian ini di harapkan dapat di jadikan sebagai bacaan dan menambah pembendaharaan bahan perpustakaan yang telah ada. 4. Manfaat Bagi Peneliti Sebagai sarana penerapan ilmu pengetahuan yang telah ada di peroleh selama mengikuti perkuliahan.

F. Sistematika penulisan Bab I : PENDAHULUAN Latar belakang, perumusan masalah, tujuan masalah, mamfaat penelitian, sistematika penulisan. Bab II : TINJAUAN PUSTAKA Konsep hyperemisis, pengetahuan, sikap. Bab III : KERANGKA KONSEP Kerangka konsep, defenisi operasional,pengukuran variabel

Bab IV

:METEDEOLOGI PENELITIAN Jenis penelitian, empat dan waktu penelitian, populasi dan sampel penelitian, cara mengumpulkan data, instrument penelitian, tehnik pengolahan data dan analisa data.

Bab V Bab VI Bab VII

: GAMBARAN UMUM : HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN : KESIMPULAN DAN SARAN

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Menopause 1. Pengertian Menopause Menopause adalah periode peralihan dari fase reproduktif menuju fase usia tua (senium) yang terjadi akibat menurunnya fungsi generatif ataupun endokrinologik dari ovarium (Sarwono, 2003) Menopause berdasarkan definisi adalah periode menstruasi spontan yang terakhir pada seorang wanita dan merupakan diagnosis yang ditegakkan secara retrospektif setelah aminore selama 12 bulan (Glasier, 2000) 2. Tanda Dan Gejala Menopause a. Beberapa gejala yang menunjukan wanita menuju menopause menurut Wirawan dan Ninawati, 2004 adalah : 1) Gangguan haid ( siklus menjadi lebih panjang atau lebih pendek, darah menjadi lebih sedikit atau lebih banyak ). 2) Rasa panas atau gerah di daerah dada, leher dan muka, kadang-kadang berkeringat sampai ke pori rambut. 3) Berkeringat malam, gangguan tidur atau sulit tidur. 4) Rasa cepat lelah. 5) Kulit merasa gatal. 6) Berat badan bertambah 7

7) Vagina kering atau sulit bersenggama 8) Gangguan emosi, menjadi pemarah, pencemas, pelupa dan lekas panik b. Gejala lain pada masa menjelang menopause (sindroma) menjelang menopause menurut Yatim, 2001 adalah : 1) Perubahan emosi 2) Perubahan dalam perilaku 3) Gangguan dalam hubungan sosial 4) Keluhan fisik 5) Gejala-gejala pada saraf vegetatif 6) Perubahan dalam kebiasaan makan 7) Perubahan dalam keseimbangan air dan mineral 3. Perubahan Psikologis Ketika memasuki menopause di alami oleh perempuan, maka perempuan itu juga akan mengalami berbagai perubahan fisik dan psikologis. Perubahanperubahan ini di asumsikan dan mempengaruhi kesehatan mental perempuan pada masa menopause. Hasil yang di peroleh dalam penelitian adalah tidak ada hubungannya antara pengaruh menopause dengan kesehatan mental perempuan pada masa menopause. Yang dapat di simpulkan adalah walaupun perempuan mengalami perubahan akibat datangnya menopause, kondisi inin tidak

membuat perempuan kehilangan akal sehatnya dan menjadi perempuan yang tidak bahagia (Wirawan dan Ninawati, 2004).

Berkaitan dengan perubahan psikologis menjelang masa menopause, pada wanita timbul pula perubahan kondisi kejiwaan yang di tandai oleh sikap lebih peka, sulit mengendalikan diri dan mudah berubah-ubah. Di kalangan wanita tertentu, kekhawatiran menjadi tua dan perasaan berkurangnya daya tarik merupakan motivaktor munculnya perilaku lain (Takasihaeng, J, 2001). 4. Kebutuhan Gizi Pada Masa Menopause Menopause di pandang dari sudut gizi adalah saat tengah terjadi ketidak seimbangan gizi, terurama yang menonjol adalah akibat berkurangnya mineral kalsium sebanyak 750 mg setiap hari dengan di tambah 375 UI vitamin D dapat menyediakan kalsium tubuh secara memadai tak kurang 3 tahun selain vitamin D, ada baiknya di konsumsi juga secara cukup fosfor yang di anjurkan sekitar 500 mg/hari untuk menjaga keseimbangan kalsium dan tulang, contoh

makanan kaya fosfor adalah beras giling, jagung kuning, tempe kedelai murni, daging ayam dll. Sedangkan makanan sumber kalsium adalah susu, keju, roti tawar, umbi-umbian, sayur hijau dan ikan, kacang-kacangan dll

(Soediaoatama, 2001). 5. Proses Terjadinya Menopause (Depkes RI, 2001). Menopause terjadi karena habisnya folikel (sel telur) pada indung telur. Jumlah sel telur ketika seseorang di lahirkan 733.000 dan jumlah ini terus berkurang selama masa kanak-kanak dan masa reproduksi. Pada usia 39-45 tahun jumlah sel turun kira-kira 10.900.

10

Pada setiap siklus haid sebanyak 10-15 sel telur akan di persiapkan untuk berkembanh, tetapi pada umumnya hanya satu folikel yang akan berkembang pesat mangalami ovulasi (pelepasan sel telur dari folikel indung telur). Sisinya dan juga sebagian besar sel telur akan mengalami hambatan perkembangan, pengisutan dan penyerapan. Dengan demikian proses pemusnahan folikel berlangsung tepat. Semakin folikel yang berkembang semakin berkurang pembentukan hormon estrogen dan progesteron. Pada umumnya menopause terjadi antara 45-50 tahun menopause dapat menjadi lebih dini akibat beberapa penyakit, antara lain anemia dan tuberculosis. Selain itu menopause dapat terjadi secara buatan akibat pembedahan dan pengangkatan kedua ovariu\m atau pengobatan dengan sinar radiasi. 6. Menurut Yatim ( 2001 ) Faktor-faktor yang Mempengaruhi Usia memasuki menopause, adalah : a. Umur sewaktu mendapat haid pertama kali Berapa penelitian menemukan hubungan antara umur pertama mendapat haid pertama kali dengan umur sewaktu memasuki menopause semakin muda umur mendapat haid pertama kali, semakin tua usia memasuki menopause. b. Kondisi kejiwaan dan perkerjaan

11

Ada peneliti yang menemukan pada wanita yang tidak menikah dan bekerja, umur memasuki menopause lebih muda di banding dengan wanita sebay yang tidak bekerja dan menikah c. Jumlah anak Meskipun kenyataan ini masih kontroversial, ada peneliti yang menemukan, makin sering melahirkan, makin tua baru memasuki usia menopause. kenyataan ini lebih terjadi pada golongan ekonomi berkecukupan di banding pada golongan masyarakat ekonomi kurang mampu. d. Penggunaan obat-obatan keluarga berencana (KB) Karena obat-obatan KB memang menekan fungsi hormon dan indung telur, wanita yang menggunakan pil KB lebih lama baru memasuki umur menopause. e. Merokok Wanita akan lebih muda memasuki usia menopause dibandingkan dengan wanita yang tidak merokok. f. Cuaca dan ketinggian tempat tinggal dari permukaan laut Dari penelitian yang dilakukan, kelihatannya wanita yang tingal diketinggian lebih dari 2000-3000 meter dari permukaan laut lebih cepat 12 tahun memasuki usia menopause dibandingkan wanita yang tinggal di ketinggian < 1000 meterdari permukaan laut.

12

g. Sosio Ekonomi Seperti juga usia pertama kali terdapat haid, menopause juga dipengaruhi oleh faktor status sosio ekonomi, disamping pendidikan dan pekerjaan suami. kemudian hubungan antara tinggi badan dan berat badan wanita yang bersangkutan dalam pengaruh sosio ekonomi. 8. Keluhan pada menopause Depkes, RI 2001 menjelaskan beberapa faktor yang mempengaruhi timbulnya keluhan pada menopause yaitu : a. Penurunan fungsi indung telur yang berkaitan dengan perubahan keseimbangan hormonal. b. Pengaruh sosial, budaya, ekonomi, dan lingkungan dapat mempengaruhi gizi, kesehatan, dan pendidikan. c. Faktor psikologik, termasuk hubungan interpersonal dengan suami, anggota keluarga dan masyarakat sekitarnya.

B. Pengetahuan ( Knowledge ) 1. Pengertian Pengetahuan adalah merupakan hasil dari tahu, dan ini terjadi setelah orang melakukan penginderaan terhadap suatu objek tertentu. penginderaan terjadi melalui panca indra manusia yakni indra penglihatan, pendengaran, penciuman, rasa, dan raba. sebagian besar pengetahuan manusia diperoleh melalui mata dan telinga.

13

Pengetahuan atau kognitif merupakan domian yang sangat penting dalam membentuk tindakan seseorang atau overt behavior (Notoatmodjo, 2003).

2.

Tingkat pengetahuan. Menurut Notoatmodjo, terperinci terdiri dari 6 tingkat : a. Tahu (know) Tahu diartikan sebagai mengingat suatu materi yang telah dipelajari sebelumnya termasuk dalam pengetahuan tingkat ini adalah mengingat kembali (Recall). sesuatu yang spesifik dari seluruh bahan yang dipelajari atau rangsangan yang telah deterima, oleh sebab itu tahu ini merupakan pengetahuan yang paling rendah kata kerja untuk mengukur bahwa orang tahu apa yang di pelajari antara lain menyebutkan, menguraikan, mendefinisikan, menyatakan, dan sebagainya. b. Memahami (Comprehesion) Memahami diartikan sebagai suatu kemampuan untuk menjelaskan secara benar tentang objek yang diketahui, dan dapat menginterpretasi-kan materi tersebut secara benar. orang yang telah paham terhadap objek atau materi harus menjelaskan, menyebutkan contoh, menyimpulkan, 2002, tingkat pengetahuan seseorang secara

meramalkan, dan sebagainya terhadap objek yang dipelajari.

c. Aplikasi (Aplication)

14

Aplikasi diartikan sebagai kemampuan untuk menggunakan meateri yang telah dipelajari pada situasi atau kondisi real (sebenarnya). aplikasi disini dapat dipelajari dapat diartikan sebagi aplikasi penggunaan hukumhukum, rumus, prinsip, dan sebagainya dalam konteks situasi yang lain. d. Analisis (Analysis) Analisis adalah suatu kemampan untuk menjabat materi atau suatu objek kedalam komponen-komponen, tetapi masih di dalam struktur organisasi, dan masih ada kaitannya satu sama lain kemampuan analisa ini dapat dilihat dari penggunaan kata kerja, dapat menggambar, membedakan, memisahkan, mengelompokkan, dan sebagainya. e. Sintesis (Synthesis) Sintesis menunjukkan kepada suatu kemampuan untuk meletakkan atau menghubungkan bagan-bagan didalam sesuatu bentuk keseluruhan yang baru, misalnya : dapat menyusun, dapat merencanakan, dapat meringkas, dan dapat menyesuaikan. f. Evaluasi (Evaluation) Evaluasi ini berkaitan dengan kemampuan dengan untuk melakukan justifikasi atau penelitian terhadap suatu materi atau objek. penilaianpenilaian itu didasarkan pada suatu kriteria yang ditentukan sendiri, atau menggunakan kriteria-kriteria yang telah ada (Notoatmodjo. S, 2003).

C. Sikap

15

1. Pengertian Sikap adalah merupakan reaksi atau respon yang masih tertutupkan dari seseorang terhadap suatu stimulus atau objek. sikap secara nyata menunjukkan konotasi adanya kesesuaian reaksi terhadap stinulus tertentu yang dalam kehidupan sehari-hari merupakan reaksi yang bersifat emosional terhadap stimulus sosial. Sikap terdiri dari berbagai tingkatan. yaitu : a. Menerima (Receiving) Artinya mau memperhatikan objek yang diberikan. b. Respon (Responding) Memberi jawaban apa yang ditanya, mengerjakan, menyelesaikan tugas yang diberikan adalah suatu indikasi dari sikap. c. Menghargai (Valuing) Mengajak orang lain untuk mengerjakan atau mendiskusikan dengan orang lain terhadap suatu masalah. d. Tanggung jawab Bertanggung jawab atas segala sesuatu yang telah terjadi dipilih dengan segala resiko (Notoatmodjo, 2002)

2. Sikap terhadap Menopause

16

Ada perbedaan sikap antara masyarakat pedesaan (rural) dan perkotaan (urban) terhadap masalah menopause ini. Hasil penelitian di Iran menunjukkan bahwa perempuan perkotaan lebih bersikap positif. mereka berpendapat percaya kepada hal-hal yang bersikap alami. mereka tidak ingin kembali untuk mentruasi lagi (pramenopause). Bahkan, mereka menyatakan bahwa makin cepat menopause makin baik, kerena ibadahnya tidak terganggu lagi. Sebaliknya, perempuan pedesaan tidak spontan memberikan informasi karena taboo sosial (silent menopause). umumnya mereka bersikap negatif karena kehidupan mereka sangat bergantung kepada suami baik dalam hal fisik, ekonomi, maupun sosial. bagi mereka yang menganggap menopause sebagai proses menuju ketuaan, menopause identik dengan hilangnya daya tarik. sikap para ahli biomedis terhadap menopause juga masih kontroversial, ada yang positif, ada pula yang negatif (Wiknjosastro, 1999).

BAB III

17

KERANGKA KONSEP

A. Kerangka Konsep Kerangka konsep yang akan di teliti dalam penelitian ini menggunakan input, proses, output sesuai dengan teori adaptasi Roy, dapat di gambarkan sebagai berikut ( Nursalam, 2002) :

Input

Proses

Output

Pengetahuan ibu tentang : 1. Tanda dan gejala Pengetahuan ibu dalam menghadapi menopause menopause 2. Perubahan psikologis menopause 3. Kebutuhan gizi menopause Kurang Cukup Baik

B.

Definisi Operasional

18

No

Variabel Input

Definisi Operasional

Cara Ukur

Alat Ukur -

Skala Ukur -

Hasil Ukur -

pengetahuan Hasil tau ibu tentang Ibu dalam menghadapi menopause Proses 1 Pengertian menopause Masa menstruasi spontan yang terakhir pada seorang wanita masa berhentinya haid

Penyebaran Kuesioner Ordinal kuesioner

Baik Cukup Kurang

Tanda dan gejala menopause

Suatu keadaan yang dapat dilihat atau dirasa pada masa berhentinya haid

Penyebaran Kuesioner Ordinal kuesioner

Baik Cukup Kurang

Asupan gizi menopause

Zat-zat penting bagi tubuh pada saat berhentinya haid

Penyebarn kuesioner

Kuesioer Ordinal

Baik Cukup Kurang

Cara Pengukuran Variabel 1. Pengetahuan

19

Untuk mengetahui pengetahuan ibu dalam menghadapi Menopause di ukur dengan mengajukan 20 pertanyaan yang terdiri dari nomor 1 sampai dengan 20. Untuk setiap pertanyaan kriteria penilaiannya adalah : a. Jika menjawab benar di beri nilai 1 b. Jika menjawab salah di beri nilai 0 Hasil penelitian ini di katagorikan sesuai dengan ketentuan menurut Nursalam ( 2003 ), yaitu : a. Baik: Bila responden mampu menjawab 76-100%, dari seluruh pertanyaan yang di berikan pada kuesioner. b. Cukup: Bila responden mampu menjawab 56-75%, dari seluruh pertanyaan yang di berikan pada kuesioner. c. Kurang: Bila responden menjawab < 56%, dari seluruh pertanyaan yang di berikan pada kuesioner.

2. Sikap Untuk mengukur sikap ibu Premenopuse dalam menghadapi Menopause dengan mengajukan 10 pertnyaan dalam bentuk skala likert yaitu : SS (sangat setuju), S (setuju), RR (ragu-ragu), TS (tidak setuju), STS (sangat tidak setuju). Penilaian untuk pernyataan positif, bila menjawab SS : 5, S : 4, RR: 3, TS : 2, STS : 1. Untuk pertanyaan negatif bila menjawab SS : 1, S : 2, RR : 3, TS : 4, STS : 5. Kemudian sikap di katagorikan 2 yaitu :

20

Positif, bila mean Negatif, bila < mean

Menurut Budiarto ( 2002 ) Rumus Mean : X = X n

Keterangan Rumus : X = Rata-rata = Jumlah X = Nilai n = Jumlah pengamatan

BAB IV METODE PENELITIAN


A. Jenis Penelitian

21

Penelitian ini bersifat deskriptif yaitu suatu prosedur pengolahan data dengan menggambarkan dan meringkas data dengan cara ilmiah untuk mengetahui Gambaran Pengetahuan ibu Dalam Menghadapi Menopause.

B. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian Penelitian ini akan di lakukan di Desa Tanjung pineng Kecamatan Seunuddon. 2. Waktu Penelitian Penelitian ini akan dilakukan pada bulan mei 2009. C. Populasi dan Sampel 1. Populasi Yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu-ibu Pramenopause di Desa Tanjung pinang Kecamatan Senudon sebanyak 28 orang. 2. Sampel Yang menjadi sampel dalam penelitian ini adalah total populasi yaitu seluruh ibu-ibu Menopause di Desa Tanjung pinang Kecamatan Seunuddon. 21

D. Cara Pengumpulan Data

22

Data yang di kumpulkan dengan cara menyebarkan kuesioner kepada responden.

E. Instrumen Penelitian. Untuk mendapatkan data tentang pengetahuan ibu dalam menghadapi menopause yaitu dengan menggunakan kuesioner yang berisi pertanyaanpertanyaan tentang masalah yang akan di teliti.

F. Rencana dan Analisis Data Menurut Budiarto (2002), data yang telah di kumpul di olah dengan langkahlangkah sebagai berikut : 1. Pengolahan Data a. Editing Data yang dikumpulkan di periksa kelengkapannya, apabila ada kesadaran dan kekurangan data maka di cek ulang dan di lakukan pengumpulan data kembali. b. Coding Dengan memberikan tanda atau kode atas jawaban dari pertanyaan yang di ajukan dalam kuisioner.

c. Tabulating

23

Data yang telah di tabulasikan atau sdi kumpulkan menjadi satu, lalu di sajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. 2. Analisa Data Analisis data di lakukan secara deskriptif dengan melakukan pengamatan terhadap tabel distribusi frekuensi meliputi frekuensi dan persentase dangan menggunakan rumus Budiarto ( 2002 ), yaitu : P= f x 100% n

Keterangan : P : Persentase f : Frekuensi teramati n : Jumlah responden yang menjadi sampel.

24

BAB V GAMBARAN UMUM

A. Data Geografis Desa Cibrek Baroh terletak di Kecamatan Syamtalira Aron Pemerintahan Kota Lhoksukon dengan luas wilayah 45 hektar. Desa Cibrek Baroh sebelah Utara berbatasan dengan Desa Awe, sebelah Selatan berbatasan dengan Desa Cibrek Tunong, sebelah Timur berbatasan dengan Desa Meucat dan sebelah Barat berbatasan dengan Desa Cibrek Tunong.

B. Data Demografis Desa Cibrek Baroh mempunyai jumlah penduduk 425 jiwa yang terdiri dari 105 kepala keluarga (KK), PUS 41 orang, WUS 64 orang, jumlah ibu premenopause berjumlah 28 orang, dan rata-rata ibu premenopause bekerja sebagai ibu rumah tangga (21 orang).

C. Fasilitas Desa Cibrek Baroh Desa Cibrek Baroh mempunyai beberapa fasilitas, antara lain : 1 kantor geuchik, 1 meunasah di Desa Cibrek Baroh Kecamatan Syamtalira Aron.

25

BAB VI HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN


A. Hasil Penelitian Berdasarkan hasil penelitian yang penulis lakukan pada tanggal 3 sampai dengan 8 Januari 2009 terhadap 28 responden yang menyangkut tentang pengetahuan dan sikap ibu premenopause dalam menghadapi menopause, maka data yang dapat diberikan dalam bentuk tabel adalah sebagai berikut : TABEL 6.1 DISTRIBUSI FREKUENSI PENGETAHUAN IBU PREMENOPAUSE DALAM MENGHADAPI MENOPAUSE DI DESA CIBREK BAROH KECAMATAN SYAMTALIRA ARON TAHUN 2009 No 1. 2. 3. Kategori Baik Cukup Kurang Frekuensi 0 16 12 28 Persentase (%) 0 57,14 42,86 100

Jumlah Sumber : Data primer (2009).

Berdasarkan tabel di atas dari 28 responden penulis menemukan bahwa pengetahuan ibu premenopause dalam menghadapi menopause di Desa Cibrek Baroh Kecamatan Syamtalira Aron Tahun 2009 berada pada kategori cukup yaitu 16 responden (57,14%) 25 TABEL 6.2

26

DISTRIBUSI FREKUENSI SIKAP IBU PREMENOPAUSE DALAM MENGHADAPI MENOPAUSE DI DESA CIBREK BAROH KECAMATAN SYAMTALIRA ARON TAHUN 2009 No 1. 2. Kategori Positif Negatif Frekuensi 16 12 28 Persentase (%) 57,14 42,86 100

Jumlah Sumber : Data primer (2009).

Sikap ibu premenopause dalam memghadapi menopause di Desa Cibrek Baroh Kecamatan Syamtalira Aron Tahun 2009 berada pada kategori positif yaitu 16 responden (57,14%) hal ini dapat dilihat pada tabel 6.2.

B. Pembahasan Pembahasan ini di lakukan sesuai dengan tujuan penelitian, yaitu untuk mengetahui gambaran pengetahuan dan sikap ibu premenopause dalam menghadapi menopause di Desa Cibrek Baroh Kecamatan Syamtalira Aron Tahun 2009. 1. Pengetahuan ibu premenopause dalam menghadapi menopause Pengetahuan ibu premenopause dalam menghadapi menopause berada pada kategori cukup 16 responden (57,14%). Hal ini dikarenakan banyak ibuibu yang berpendidikan menengah sehingga pengetahuan dan pemahaman ibu premenopause dalam menghadapi menopause berada pada kategori cukup. Banyak ibu-ibu yang pekerjaanya ibu rumah tangga sehingga ibu-ibu punya

27

waktu untuk mengikuti penyuluhan-penyuluhan yang dilakukan oleh petugas kesehatan, ibu-ibu juga pernah mendengar dan membaca sebelumnya di media masa, elektronika dan dari perbincangan sehari-hari. Hal ini sejalan dengan pendapat Notoatmodjo (2003) yang menyatakan bahwa semakin tinggi tingkat pendidikan akan menyebabkan seseorang semakin cepat mengerti dan paham terhadap informasi yang disampaikan dan tanggap terhadap lingkungan. Selain itu tingkat pendidikan merupakan salah satu faktor yang memotivasi individu dalam berprilaku. 2. Sikap ibu premenopause dalam menghadapi menopause Sikap ibu premenopause dalam menghadapi menopause berada pada kategori positif (57,14%). Hal ini karena ibu-ibu yang mempunyai pengetahuan mau perduli dengan apa yang sedang di alaminya, dimana ibu-ibu menganggap menopause merupakan proses alami sehingga ibu-ibu dapat menerima keadaanya. Sikap adalah merupakan reaksi atau respon yang masih tertutupkan dari seseorang terhadap suatu stimulus atau objek. sikap secara nyata menunjukkan konotasi adanya kesesuaian reaksi terhadap stimulus tertentu yang dalam kehidupan sehari-hari merupakan reaksi yang bersifat emosional terhadap stimulus sosial (Notoatmodjo, 2002).

BAB VII PENUTUP

28

A. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan tentang gambaran pengetahuan dan sikap ibu premenopause dalam menghadapi menopause di Desa Cibrek Baroh Kecamatan Syamtalira Aron Tahun 2009 dapat disimpulkan sebagai berikut : 1. Pengetahuan ibu premenopause dalam menghadapi menopause di Desa Cibrek Baroh Kecamatan Syamtalira Aron Tahun 2009 berada pada kategori cukup. 2. Sikap ibu premenopause dalam menghadapi menopause di Desa Cibrek Baroh Kecamatan Syamtalira Aron Tahun 2009 berada pada kategori positif.

B. Saran 1. Diharapkan kepada ibu-ibu premenopause agar dapat meningkatkan

pengetahuannya tentang menopuse agar ibu lebih mengetahui bagaimana sikap yang baik dalam menghadapi menopause. 2. Kepada petugas kesehatan khususnya bidan di harapkan dapat memberikan informasi tentang menopause dan dapat menjadi contoh yang baik. 3. Kepada pihak-pihak terkait di harapkan dapat memberikan informasi kepada ibu tentang menopause baik melalui media masa dan media elektronik

GAMBARAN PENGETAHUAN IBU DALAM MENGHADAPI MENOPAUSE DI DESA TANJUNG PINENG KECAMATAN SEUNUDDON 28 TAHUN 2009

29

Karya Tulis Ilmiah Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Dalam Menyelesaikan Pendidikan Pada Akademi Kesehatan Pemerintah Kabupaten Aceh Utara Jurusan Kebidanan

Diajukan oleh: CUT LITARAWATI NIM: 112401D06177

AKADEMI KESEHATAN PEMERINTAH KABUPATEN ACEH UTARA JURUSAN KEBIDANAN 2009

30

KATA PENGANTAR
Dengan memanjatkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT yang atas rahmat karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan Karya Tulis Ilmiah ini dengan judul Gambaran Pengetahuan dan Sikap Ibu Premenopause Dalam Menghadapi Menopause Di DEsa Cibrek Baroh Kecamatan Syamtalira Aron Tahun 2009. Selawat dan salam pada junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW yang membawa kita dari alam kebodohan ke alam berilmu pengetahuan. Penulisan Karya Tulis Ilmiah ini merupakan serangkaian proses pendididkan secara menyeluruh yang merupakan ketentuan akademik untuk memenuhi persyaratan memperoleh gelar Ahli Madya Kebidanan pada akhir pendidikan. Dengan segala kerendahan hati dan rasa hormat penulis mengucapkan terima kasih yang tak terhingga pada pihak-pihak yang telah membantu baik secara moril maupun materi, serta terima kasih pula saya ucapkan kepada: 1. Bapak M. Nurdin, SKM, MM, selaku Direktur Akademi Kesehatan Pemkab Aceh Utara. 2. Ibu Rosyita, SST, selaku koordinator karya tulis ilmiah Akademi kesehatan Bidang Kebidanan Kabupaten Aceh Utara. 3. Ibu Hendrika WK. Putri, SST, sebagai pembimbing dalam penulisan Karya Tulis Ilmiah ini. 4. Kepada penguji I Ibu Hj. Sukarni dan penguji II Ibu Rosyita yang telah membimbing dalam penulisan Karya Tulis Ilmiah ini. v vi

31

5. Kepada Geucik Desa Cibrek Baroh yang telah memberi izin penulis melakukan penelitian di Desa tersebut. 6. Kepada Para responden yang telah meluangkan waktunya untuk membantu penulis dalam melakukan penelitian 7. Kepada Ayahanda, Ibunda, Suami tercinta dan anak tersayang (Dilla, Nora, Adit, Sasya) yang telah memberikan dorongan doa restu serta bantuan yang tak terhingga harganya. 8. Para dosen Akademi Kesehatan, khususnya bidang kebidanan yang selalu membantu dan membimbing. 9. Rekan-rekan mahasiswi dan semua pihak yang telah memberikan bantuan dan dorongan kepada penulis sehingga Karya Tulis Ilmiah ini dapat terselesaikan. Akhirnya kepada semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu, dengan ini penulis doakan semoga amal dan bantuan yang telah diberikan mendapat imbalan yang setimpal dari Allah SWT.

Lhokseumawe, Januari 2009

Penulis

vi

32

DAFTAR ISI

BAB I

PENDAHULUAN ................................................................................ A. B. C. D. E. F. Latar Belakang............................................................................. Rumusan Masalah........................................................................ Tujuan Penelitian......................................................................... Ruang Lingkup............................................................................. Manfaat Penelitian....................................................................... Sistematika penulisan............................................................... ..

1 1 4 5 5 6 6 7 8 14 16

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA........................................................................ A. B. C. Menopause................................................................................... Pengetahuan................................................................................. Sikap.............................................................................................

BAB III

KERANGKA KONSEP........................................................................ A. B. C. Kerangka Konsep......................................................................... Definisi Operasional.................................................................... Cara Pengukuran Variabel...........................................................

18 18 19 20 21 21 21 21

BAB IV

METODE PENELITIAN...................................................................... A. B. C. Jenis Penelitian............................................................................. Tempat dan Waktu Penelitian...................................................... Populasi dan Sampel....................................................................

vii

33

D. E. F.

Cara Pengumpulan Data.............................................................. Instrumen Penelitian.................................................................... Rencana dan Analisa Data...........................................................

22 22 22

34

Akademi Kesehatan Pemerintah Kaaabupaten Aceh Utara Jurusan Kebidanan Tahun 2009 Nama : ASNIATI Nim : 112401D06125

ABSTRAK
GAMBARAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU PREMENOPAUSE DALAM MENGHADAPI MENOPAUSE DI DESA CIBREK BAROH KECAMATAN SYAMTALIRA ARON TAHUN 2009 29 Halaman + VII Bab + 3 Tabel + 9 Lampiran Penting bagi seorang wanita selalu berpikir positif bahwa kondisi tersebut merupakan sesuatu yang sifatnya alami, seperti halnya keluhan atau problem yang muncul pada fase kehidupannya yang lain, Tentunya sikap positif ini bisa muncul jika diimbangi oleh informasi atau pengetahuan yang cukup, serta kesiapan fisik, mental, dan spiritual yang dilakukan pada masa sebelumnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan dan sikap ibu premenopause dalam menghadapi menopause di desa cibrek baroh kecamatan syamtalira aron Tahun 2009. untuk mengetahui pengetahuan dan sikap ibu maka di gunakan kerangka konsep yang di kembangkan dalam bentuk independen dan dependen. Penelitian ini bersifat deskriptif yang dilaksanakan pada tanggal 03 sampai dengan 08 Januari 2009 di Desa Cibrek Baroh Kecamatan Syamtalira Aron Tahun 2009. Populasi adalah ibu-ibu premenopause yang berjumlah 28 orang dan tehnik pengambilan sampel adalah total populasi. Pengambilan data dari penelitian ini adalah berupa data primer dengan menyebarkan kuesioner. Pengolahan data melalui proses editing, coding, dan tabulating, analisa data secara deskriptif. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa pengetahuan ibu premenopause berada pada kategori cukup 16 responden (57,14%) dan sikap ibu berada pada kategori positif 16 responden (57,14%). Hal ini terjadi karena ibu-ibu premenopause sering mengikuti penyuluhan-penyuluhan yang di berikan oleh tenaga kesehatan sehingga ibu-ibu premenopause yang berpengetahuan cukup dapat bersikap positif dalam menghadapoi menopause. Kepada ibu-ibu premenopause diharapkan agar dapat meningkatkan pengetahuannya tentang menopuse agar ibu lebih mengetahui bagaimana sikap yang baik dalam menghadapi menopause. Kata kunci : Pengetahuan dan Sikap Ibu Premenopause Dalam Menghadapi Menopause Buku bacaan : 13 buku + 5 Internet( 1994-200

xi

35

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, Suharsimi, Prosedur Penelitian, Jakarta : Rineka Cipta, 2005. Budiarto, Eko, Biostatistika, Jakarta : Buku Kedokteran, 2002. Depkes RI, Kesehatan Reproduksi Usia Lanjut, Pusat Pendidikan Tenaga Kesehatan, Jakarta, 2001. Notoatmodjo, Soekidjo, Metodologi Penelitian Kesehatan, Jakarta : Rineka Cipta, 2003. Nursalam, Konsep dan Perencanaan Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan, Jakarta, Salemba Medika, 2003. Purwanto, Heri, Statistik Keperawatan, Jakarta : EGC, 2004. Prawirohardjo, Sarwono, Menopause dan Andropause, Jakarta, 2003. Kartono, Kartini, Psikologi Wanita, Bandung : Mandar Maju, 1992. Soediaotama, Ahmad, Ilmu Gizi Untuk Mahasiswa dan Profesi, Jakarta : Rineka Cipta, 2001. Takasihaeng, Hidup Sehat Bagi Wanita, Jakarta, 2002. Yatim, Faisal, Haid Tidak Wajar dan Menopause, Jakarta : Pustaka Populer, 2001 Info sehat,Wanita menopause, Jakarta, 2007. http://.com. ( diakses tahun 2009) Wirawan dan Ninawati, Hubungan antara perubahan fisik dan pengaruh psikologis dengan kesehatan mental perempuan pada masa menopause, http://.com. ( diakses tahun 2009 ) Aneka planta, Menopause, 2007. http://.com. ( diakses 2009 ) Google, Wanita menopause, 2007. http://.com. ( diakses 2009 ) LEMBARAN KUESIONER

36

GAMBARAN PENGETAHUAN IBU DALAM MENGHADAPI MENOPAUSE DI DESA TANJUNG PINENG KECAMATAN SEUNUDDON TAHUN 2009
I. Identitas Responden Nomor Nama Ibu Umur Alamat Pendidikan Pekerjaan Jumlah Anak Status perkawinan : : : : : : : :

K Kawin T Tidak kawin J Janda

II. Petunjuk Soal

37

Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan memberikan tanda chek list pada salah satu jawaban yang anda anggap benar. Pengetahuan No 1 Pertanyaan Masa yang ditandai dengan siklus haid yang tidak teratur, perdarahan haid yang memanjang dan jumlah darah haid yang banyak disebut fase 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 berhentinya haid Pada ibu yang akan memasuki masa berhentinya haid akan mengalami kenaikan berat badan Haid terakhir datang pada umur 30 tahun Berhentinya haid merupakan peristiwa yang alamiah. Gangguan tidur merupakan gejala dari berhentinya haid Rasa tegang dan cemas merupakan kondisi yang umum pada masa menjelang berhentinya haid Ibu yang berhenti haid dapat menyebabkan mudahnya terjadi patah tulang. Perubahan gairah seks merupakan gejala yang ditakuti wanita menjelang masa berhentinya haid Mati haid atau berhentinya menstruasi sebelum waktunya juga berarti masa hidupnya lebih pendek. Ibu yang memasuki masa berhentinya haid dianjurkan makan makanan yang bergizi. Gejala lain pada masa menjelang berhentinya haid adalah perubahan emosi. Keluhan fisik merupakan salah satu gejala ibu menjelang berhentinya haid. Sesudah berhentinya haid dibutuhkan waktu yang lebih lama untuk dapat merangsang secara seksual. B S

38

14 15

Berhentinya haid dapat terjadi lebih dini akibat beberapa penyakit antara lain penyakit kurang darah. Perempuan yang mengalami perubahan akibat berhentinya masa haid akan kehilangan akal sehatnya dan menjadi perempuan yang tidak

16 17

bahagia. Wanita perokok kelihatannya akan lebih mudah memasuki usia berhentinya haid dibandingkan dengan wanita yang tidak merokok. Pada wanita yang menikah dan bekerja, umur memasuki masa berhenti haid lebih muda dibandingkan dengan wanita sebaya yang

18 19

tidak bekerja. Ketika memasuki masa berhentinya haid wanita akan mengalami berbagai perubahan fisik dan psikologi. Masa berhentinya haid biasanya ditandai dengan timbulnya rasa panas, dorongan seks yang menurun, dan semangat hidup yang

20

berkurang. Wanita bisa lebih cepat memasuki usia berhentinya haid tergantung kesehatan fisiknya.

III. Berilah tanda chek list () atau tanda silang (X) pada jawaban yang anda anggap benar Sikap NO. PERNYATAAN SS S RR TS STS 1 Ibu takut dalam menghadapi masa berhentinya haid.

39

2 3 4 5

Ibu yang memasuki masa berhentinya haid harus mengkonsumsi makanan bergizi. Ibu akan merasa tidak nyaman saat menjelang masa berhentinya haid Berhentinya menstruasi pada masa berhentinya haid maka ibu selalu beribadah Membiasakan hidup lebih rileks dan mengatasi masalah dengan cepat adalah jalan terbaik untuk mengatasi stress pada masa berhentinya haid. Saya merasa bangga bila masa berhentinya haid datang lebih awal. Berkonsultasi dengan dokter atau bidan

6 7

merupakan salah satu cara yang baik dalam 8 9 10 menghadapi masa berhentinya haid. Agar masa berhentinya haid tidak datang lebih awal ibu harus menggunakan obat luar negeri Wanita menjalani masa berhentinya haid tidak perlu tau gejala-gejala awal yang dialaminya Sebagian perempuan menganggap masa berhentinya haid secara fisik merusak dan melemahkan tubuh

40

TABEL SKOR
SKOR A B 1 0 1 0 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 0 0 0 1 0 0 0 0 0 1 0 Baik Cukup Kurang

VARIABEL Pengetahuan

NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16

KETERANGAN : 76 100% : 56 75% : < 56%

41

17 18 19 20

1 1 1 0

0 0 0 1

Sikap

No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

SS 1 5 1 5 5 1 5 1 1 1

S 2 4 2 4 4 2 4 2 2 2

RR 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3

TS 4 2 4 2 2 4 2 4 4 4

STS 5 1 5 1 1 5 1 5 5 5

Ket Rumus Mean : X= x n

Ket rumus : X = rata-rata = jumlah x = nilai tiap pengamatan n = jumlah pengamatan

42

Lampiran 9

BIODATA PENULIS
A. Biodata Nama Tempat/tanggal lahir Anak ke Jenis kelamin Pekerjaan Agama Alamat B. Nama Orang Tua Nama Ayah Pekerjaan Nama Ibu Pekerjaan Alamat C. Riwayat Pendidikan Tahun 1974-1979 Tahun 1980-1982 : SD Negeri Paya Demam II : SMP Negeri 1 Panton Labu : Alm. Mahmud : Tani : Alm. Sapiah : Ibu rumah tangga : Desa Cibrek Baroh Kecamatan Syamtalira Aron : Asniati : Paya demam II, 15 Desember 1965 : 3 dari 3 bersaudara : Perempuan : Mahasiswi Akademi Kesehatan : Islam : Desa Cibrek Baroh

43

Tahun 1983-1985 Tahun 1990-1992 Tahun 2006-2009

: SPK Langsa : Pendidikan Bidan Swadaya Pemda Aceh Utara : Akademi Kesehatan Jurusan Kebidanan Pemda Kabupaten Aceh Utara

LEMBAR PERSEMBAHAN
Menuntut Ilmu diwajibkan atas tiap-tiap muslim baik lelaki maupun perempuan... Muslim) (HR. Buchari L

Allah menyayangi hambaNya yang sabar Maka tidaklah kau berputus asa Di kala kau mengalami kegagalan Karena kegagalan bukan akhir dari segalanya Hanyalah merupakan kesuksesan yang tertunda Belajarlah dahulu menjadi dirimu sendiri Sebelum kau pelajari dunia ini Jadilah hamba yang tak hanya mengabdi kepada Sang Khaliq Namun juga manusia yang peduli terhadap sesama Syukur Alhamdulillah...... Akhirnya sebuah perjalanan berhasil kutempuh Walaupun kadang aku tersandung dan jatuh Namun semangat tak pernah rapuh Untuk meraih cita-cita ku......

44

Dengan segala kerendahan hati kupersembahkan karya tulis ini Dengan penuh hormat dan rasa bakti kuucapkan beribu-ribu terima kasih Pada Alm. Ayahanda dan ibunda yang telah membesarkan dan mendidik saya Terima kasih pula pada suami tercinta yang telah banting tulang menafkahi keluarga Dan membantu ku dalam menyelesaikan karya tulis ilmiah ini. By LEMBAR KONSULTASI KARYA TULIS ILMIAH
NAMA NIM JUDUL : CUT LITARAWATI : 112401D06177 : GAMBARAN PENGETAHUAN IBU DALAM MENGHADAPI MENOPAUSE DI DESA TANJUNG PINENG KECAMATAN SEUNUDDON TAHUN 2009 PEMBIMBING : HJ IRWANA WAHAB, SST NO HARI/TANGGAL KEGIATAN PARAF PEMBIMBING

45

1 2 3

Senin/ 30-03-09 Senin / 13-04-09 Selasa / 21-04-09

Konsul judul dan acc judul Konsul Bab I sampai Bab 1V Acc Bab 1 sampai Bab 1V dan konsul Koesioner

Selasa/ 28-04-09

Acc koesioner

46

GAMBARAN PENGESAHAN DAN SIKAP IBU PREMENOPAUSE DALAM MENGHADAPI MENOPAUSE DI DESA CIBREK BAROH KECAMATAN SYAMTALIRA ARON TAHUN 2009

Dipersiapkan dan disusun oleh: ASNIATI NIM: 112401D06125 Telah dipertahankan di depan Dewan Penguji Pada tanggal 23 Februari 2009 Susunan Tim Penguji

Penguji I

Hj. SUKARNI, AMKeb, SKM Nip. 140 121 313 ROSYITA, SST Nip. 390 047 256 HENDRIKA WK PUTRI, SST Nip. 390 034 835

()

Penguji II

()

Penguji III

()

Mengetahui DIREKTUR AKADEMI KESEHATAN PEMERINTAH KABUPATEN ACEH UTARA

M. NURDIN, SKM, MM Nip. 140 080 449