Anda di halaman 1dari 32

39

DAFTAR PUSTAKA

Anggraeny, Dian, (2005), Pengaruh Cu(II) dalam Penentuan Fe
pada pH 4,5 dan pH 8,0 dengan pengompleks
Ortofeantrolin secara Spektrofotometri UV-Vis,
Skripsi, Jurusan Kimia, FMIPA, ITS, Surabaya
Amelia, (2004), Optimasi pH Buffer Asetat dan Konsentrasi
Larutan Pereduksi Natrium Tiosulfat dalam Penentuan
Kadar Besi Secara Spektrofotometri UV-Vis, Tugas
Akhir Kimia ITS, Surabaya
Arsyad, M. Natsir, (2000), Kamus Kimia Arti dan Penjelasan
Istilah, PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta
Brady, James E., (1999), Kimia Universitas: Asas dan Struktur,
Jilid 1, Binarupa Aksara, Jakarta
Cotton, F.A, dan Wilkinson G., (1989), Kimia Anorganik Dasar,
UI-Press , Jakarta
Day, F.A., Underwood A.L., (1993), Analisa Kimia Kuantitatif,
Terjemahan Oleh Pudjaatmaka, A.H., Edisi Keempat,
Erlangga, Jakarta
Friest, J., H. Getrost, (1977), Organic Reagent For Trace
Analysis, Darmstadt, E.Merck
Harris, Daniel C. (2003). Quantitative Chemical Analysis, 6
th

Edition. Saunders College Publishing. Santa Barbara
Iswanto, Mansuri, A. (2003). Besi Nutrisi yang Berguna
Sekaligus Berbahaya. Tugas Akhir Kimia ITS.
Surabaya
Khopkar, S.M., (1990), Konsep Kimia Analitik, UI-Press, Jakarta
Kumar, T.N Kiran, Revanasiddappa, H. D., (2005),
Spectrophotometric Determination of Vanadium Using
Variamine Blue and Its Application to Synthetic,
Environmental and Biological Sample, Journal of The
Iranian Chemical Society, Vol. 2, No.2
Malik, Ashok Kumar, (2000), Direct Spectrophotometric
Determination of Ferbam Iron (III)

39
40

Dimethyldithiocarbanat In Commercial Sample and


Wheat Grains Using 4,7-Diphenyl-1,10-
Phenanthroline, Joiurnal of Agricultural and Food
Chemistry, Vol. 48, No.12, pp 5808-5811, India
Miller, J.C., dan Miller J.N. (1991). Statistik Untuk Kimia
Analitik. Edisi Kedua. Penerbit ITB. Bandung
Othmer, Kirk, (1978), Encyclopedia of Chemical Technology, 3
rd

Edition, Vol. 13, John Willey and Sons Inc, New York
Rivai, Harrizul, (1995), Asas Pemeriksaan Kimia, UI-Press,
Jakarta
Sandell, E.B., (1959), Colorimetric Determination Trace of
Metal, 3
rd
Edition, Inter Science Publisher Inc., New
York
Singh, Mono M., Ronald M. Pike, Zvi Scafran, (1995),
Microscale and Selected Macroscale Experiments for
General and Advanced General Chemistry; An
Innovative Approach, Willey, Seoul, Korea
Skoog, Douglas A.; West, Donald M.; Holler J., (1996),
Fundamentals of Analytical Chemistry, Edisi Ketujuh,
Saunders College Publishing, New York
Subiyakto, Markus G., (2001), Kimia dan Fotografi Hitam Putih,
Harian Kompas, Jakarta
Thomas, M., (1996), Ultraviolet and Visible Spectroscopy, John
Willey and Sons Inc., Ukraina
Vogel, (1985), Buku Teks Analisa Anorganik Kualitatif Makro
dan Semimikro (Terjemahan oleh Setiono L.,
Pudjaatmaka A.H), Edisi Kelima, PT. Kalman Media
Pustaka, Jakarta






39

LAMPIR
SKEMA K






RAN A
KERJA (UM MUM)

41


41
42

LAMPIRAN B

SKEMA KERJA

1. Penentuan Panjang Gelombang Maksimum








* Tiap prosedur diulangi sebanyak 3 kali
Larutan Standar Fe(III) 100 ppm
Dimasukkan sebanyak 0,5 ml ke dalam labu ukur
10 ml
Ditambah 1,1 ml Na
2
S
2
O
3
100 ppm
Ditambah 1,5 ml 1,10-fenantrolin 1000 ppm
Ditambah 1,5 ml larutan buffer asetat pH 4,5
Ditambah 5 ml aseton
Diencerkan dengan aqua DM hingga tanda batas
Dikocok dan didiamkan selama 5 menit
Diukur absorbansinya pada panjang gelombang
500-600 nm

Diperoleh Panjang Gelombang Maksimum
43


2. Pembuatan Kurva Kalibrasi



a)
Prosedur yang sama juga dilakukan pada volume 0,2; 0,3;
0,4; 0,5 ml larutan standar Fe(III) 100 ppm
* Tiap prosedur diulangi sebanyak 3 kali
Larutan Standar Fe(III) 100 ppm
a)
Dimasukkan sebanyak 0,1 ml ke dalam labu
ukur 10 ml
Ditambah 1,1 ml Na
2
S
2
O
3
100 ppm
Ditambah 1,5 ml 1,10-fenantrolin 1000 ppm
Ditambah 1,5 ml larutan buffer asetat pH 4,5
Ditambah 5 ml aseton
Diencerkan dengan aqua DM hingga tanda batas
Dikocok dan didiamkan selama 5 menit
Diukur absorbansinya pada panjang gelombang
maksimum
Diperoleh Kurva Kalibrasi
44

3. Pengaruh ion Co(II)

























a)
Prosedur yang sama juga dilakukan pada 0,05 ml; 0,06
ml; 0,07 ml; 0,08 ml; 0,09 ml; 0,10 ml larutan Co(II) 10
ppm. 0,02 ml; 0,04 ml; 0,06 ml; 0,08 ml larutan Co(II)
100 ppm. 0,02 ml; 0,04 ml; 0,06 ml; 0,08 ml; 0,10 ml
larutan Co(II) 1000 ppm.
* Tiap prosedur diulangi sebanyak 3 kali.
Larutan Standar Fe(III) 100 ppm
Dimasukkan sebanyak 0,5 ml ke dalam labu ukur
10 ml
Ditambah 0,00 ml larutan Co(II) 10 ppm
a)

Ditambah 1,1 ml Na
2
S
2
O
3
100 ppm
Ditambah 1,5 ml larutan buffer asetat pH 4,5
Ditambah 1,5 ml 1,10-fenantrolin 1000 ppm
Ditambah 5 ml aseton
Diencerkan dengan aqua DM hingga tanda batas
Di dikocok dan didiamkan selama 5 menit
Diukur absorbansinya pada panjang gelombang
maksimum

Diperoleh % Recovery
45


LAMPIRAN C
PEMBUATAN LARUTAN STANDAR BESI (III) 100 ppm
Larutan standar dibuat dengan melarutkan 0,0483 gr
FeCl
3
.6H
2
O dalam 10 ml aqua DM, kemudian diencerkan hingga
volume larutan 100 ml sehingga diperoleh larutan standar
besi(III) 100 ppm. Larutan stok 100 ppm diperoleh dengan
perhitungan sebagai berikut:
100 ppm = 100 mg/ L
= 10 mg/100 mL

3
MrFeCl
ArFe
=
O H beratFeCl
beratFe
2 3
6 .


mol gr x x
mol gr
/ )) 18 6 ( ) 5 , 35 3 ( 56 (
/ 56
+ +
=
x
mg 10


mol gr
mol gr
/ 5 , 270
/ 56
=
x
mg 10

x = 0,0483 gr FeCl
3
.6H
2
O

Larutan kerja yang digunakan adalah larutan standar kerja
dengan kandungan Fe 5, 10, 20, 30, 40, dan 50 mg, yang dibuat
dengan mengencerkan karutan kerja Fe 100 ppm dengan volume
ambil sesuai perhitungan hingga volume menjadi 10 mL,
perhitungannya sebagai berikut:
V
1
.M
1
= V
2
.M
2

Dimana, V
1
= volume larutan standar Fe 100 ppm
V
2
= volume larutan kerja Fe
M
1
= konsentrasi larutan standar Fe 100 ppm
M
2
= konsentrasi larutan kerja Fe



46


Jadi, volume ambil larutan kerja Fe 100 ppm adalah seperti pada
Tabel B.1.
Tabel B.1 Pembuatan larutan kerja Fe(III)
Konsentrasi Larutan
Standar Fe(III)
(ppm)
Kandungan Fe (mg) Volume ambil
Larutan kerja Fe
100 ppm (mL)
1,0
2,0
3,0
4,0
5,0
10
20
30
40
50
0,10
0,20
0,30
0,40
0,50






















47


LAMPIRAN D
PEMBUATAN LARUTAN KERJA Na
2
S
2
O
3
100 ppm
Larutan Na
2
S
2
O
3
dibuat dengan cara melarutkan kristal
Na
2
S
2
O
3
sebanyak 100 mg dengan aqua DM hingga volume 1 L,
sehingga diperoleh larutan kerja Na
2
S
2
O
3
100 ppm. Perhitungan
untuk pembuatan larutan standar adalah sebagai berikut:
a. Na
2
S
2
O
3
100 ppm
ppm = mg/L
volume akhir yang diinginkan adalah 1L, maka banyaknya
Na
2
S
2
O
3
yang dibutuhkan adalah:
100 ppm = x mg/L
100 ppm = 100 mg/L x 1L
100 ppm = 100 mg
= 0,1 gr
Jadi, banyaknya kristal Na
2
S
2
O
3
yang

harus dilarutkan untuk
mendapatkan 100 ppm Na
2
S
2
O
3
dalam 1L adalah 0,1 gr.
b. Na
2
S
2
O
3
11 ppm
Larutan kerja 11 ppm dibuat dengan cara pengenceran dari
larutan 100 ppm dengan perhitungan sebagai berikut:
V
1
.M
1
= V
2
.M
2

Dimana, V
1
= volume larutan standar Na
2
S
2
O
3
100 ppm
V
2
= volume larutan kerja Na
2
S
2
O
3
11 ppm
M
1
= konsentrasi larutan standar Na
2
S
2
O
3
100 ppm
M
2
= konsentrasi larutan kerja Na
2
S
2
O
3
11 ppm
Untuk memperoleh larutan Na
2
S
2
O
3
11 ppm dalam 10 mL
larutan dihitung sebagai berikut:
V
1
.M
1
= V
2
.M
2

V
1
.100 ppm = 10 mL.11 ppm
V
1
= 110 /100
V
1
= 1,1 mL
Jadi, volume larutan standar Na
2
S
2
O
3
100 ppm yang diambil
untuk membuat larutan standar Na
2
S
2
O
3
11 ppm adalah 1,1
mL.
48

LAMPIRAN E
PEMBUATAN LARUTAN PENGOMPLEKS 1,10-
FENANTROLIN 1000 ppm
Larutan 1,10-Fenantrolin dibuat dengan melarutkan
padatan 1,10-Fenantrolin dengan aqua DM hingga volume 100
mL. Perhitungannya adalah sebagai berikut:
Fenantrolin 1000 ppm = 1000 mg/L
= 100 mg/100mL
= 0,1 gr/100mL























49


LAMPIRAN F
PEMBUATAN LARUTAN Co(II) 1000 ppm
Larutan Co(II) dibuat dengan cara melarutkan kristal
0,4037 gr CoCl
2
.6H
2
O dalam aqua DM hingga volume 100 mL,
sehingga diperoleh larutan Co(II) 1000 ppm. Perhitungannya
adalah sebagai berikut:
1000 ppm = 1000 mg/L
= 100 mg/1000 mL


O H MrCoCl
ArCo
2 2
6 .
=
O H beratCoCl
beratCo
2 2
6 .

mol gr x x
mol gr
/ )) 18 6 ( ) 5 , 35 2 ( 93 , 58 (
/ 93 , 58
+ +
=
x
mg 100


mol gr
mol gr
/ 93 , 237
/ 93 , 58
=
x
mg 100


x = 0,4037 gr CoCl
2
.6H
2
O














50

LAMPIRAN G
PEMBUATAN LARUTAN BUFFER ASETAT pH 4,5
Larutan buffer asetat pH 4,5 dibuat dengan melarutkan
6,5765 gram Natrium asetat trihidrat (CH
3
COONa.3H
2
O) dan 5
ml CH
3
COOH 99,9% (Ka = 1,75.10
-5
) dengan Aqua DM sampai
volume 100 ml. Hasil tersebut diperoleh berdasarkan perhitungan
sebagai berikut :

99,9% CH
3
COOH = 99,9 x densitas CH
3
COOH
100
= 99,9 x 1,049 Kg/L
100
= 1,04795 Kg/L
= 1047,95 gr/L

Konversi ke molaritas CH
3
COOH :
[CH
3
COOH] = 1047,95 gr/L = 17,4658 mol/L
60 gr/mol = 17,4658 M

Konsentrasi CH
3
COOH dalam 100 ml larutan :
M
1
.V
1
= M
2
.V
2
17,4658.5 = M
2
. 100
M
2
= 0.87329 M




51


pH = 4,5 [H
+
] = K
a
x
[ ]
[ ]
s
a
C
C


10
-4,5
= 1,75.10
-5
x 0,87329
C
garam
C
garam
= 0.4833 M
Mol CH
3
COONa.3H
2
O dalam 1 L larutan = 0,4833 mol,
Maka massa CH
3
COONa.3H
2
O dalam 100 ml larutan adalah :

Massa
CH3COONa.3H2O
= mol x Mr x 100 ml
1000 ml
= 0.4833 x 136,08083 x 100 ml
1000 ml
= 6,5765 gram

Sehingga, dengan melarutkan 6,5765 gram CH
3
COONa.3H
2
O
dan 5 ml CH
3
COOH 99,9% (Ka = 1,75.10
-5
) dengan Aqua DM
sampai volume larutan mencapai 100 ml, didapatkan larutan
buffer asetat pH 4,5.











52

LAMPIRAN H
PERHITUNGAN PERSAMAAN REGRESI LINEAR
KURVA KALIBRASI PADA pH 4,5
Berdasarkan hukum Lambert-Beer yang menyatakan
bahwa :
A = .b.c
Dengan : A adalah absorbansi
adalah tetapan absorbtivitas molar (apabila c dalam
mol/liter)
b adalah tebal medium penyerap (dalam cm)
c adalah konsentrasi besi (II) (dalam ppm)

Jika absorbansi (A) sebagai sumbu x dan konsentrasi besi (II)
sebagai sumbu y pada kurva larutan standar besi, maka :

B =
n ( x.)- (x.)
n x
2
- (x)
2



A =
-Bx
n











53



Tabel F.1 Perhitungan Persamaan Regresi Linear Kurva Kalibrasi
pH 4,5
Konsentrasi Fe(II)
(ppm) (X)
Absorbansi
(Y)
X
2
X.Y
0 0.000 0 0
1 0.051 1 0.051
2 0.101 4 0.202
3 0.155 9 0.465
4 0.213 16 0.852
5 0.273 25 1.365

X
=15
Y
= 0.793
X
2
=55
X.Y
=2.935

B =
n ( x.)- (x.)
n x
2
- (x)
2


= 6 (2,935) (15.0,793)
6.55 (15)
2


= 0,0544

A =
-Bx
n


= 0,793 0,0544.15
6

= -0,003

Persamaan Regresi Linear Kurva Kalibrasi Larutan Standar Besi :
y = Bx + A

y = 0,0544x 0,003
54


LAMPIRAN I
PERHITUNGAN KOEFISIEN KORELASI KURVA
KALIBRASI PADA pH 4,5
Koefisien Korelasi (r) digunakan untuk memakai
seberapa baik kumpulan titik percobaan sesuai dengan garis lurus.
Nilai r dihitung dengan menggunakan persamaan :

r =
( )( )
( ) ( )
2 2



y y x x
y y x x


Keterangan :

r : koefisien korelasi
y : absorbansi
_
x : rata-rata konsentrasi besi (III)
_
y : rata-rata absorbansi











55


C(x) A(y) x x y y

( ) x x
2
( ) y y
2
( x x ).
( y y )
0 0,000 -2,5 -0,132 6,25 0,01742 0,33
1 0,051 -1,5 -0,081 2,25 0,00656 0,1215
2 0,101 -0,5 -0,031 0,25 0,00096 0,0155
3 0,155 0,5 0,023 0,25 0,00053 0,0115
4 0,213 1,5 0,081 2,25 0,00656 0,1215
5 0,273 2,5 0,141 6,25 0,01988 0,3525
x =
2,5
y =
0,132

= 17,5
=
0,05191
=
0,9525

r =
( )( )
( ) ( )
2 2



y y x x
y y x x



r = 0,952500
0,2171551

r= 0,999
r
2
= 0,998










56

LAMPIRAN J
PERHITUNGAN UJI-t TERHADAP KURVA KALIBRASI
Uji t (uji keberartian) digunakan untuk mengetahui
apakah koefisien korelasi memang berarti dengan persamaan
berikut :
t =
( )
( )
2
1
2
r
n
r



dimana :
H
0
: tidak ada korelasi antara absorbansi (y) dengan konsentrasi
(x)
H
i
: ada korelasi antara absorbansi (y) dengan konsentrasi (x)

Dengan nilai r = 0,999 dan r
2
= 0,998,

t =
( )
( ) 998 , 0 1
2 6
999 , 0


= 44,68

Sehingga nilai t
hitung
diatas kemudian dibandingkan dengan nilai
t
tabel
dari nilai kritik sebaran t yaitu 2,78 untuk selang kepercayaan
95% dengan derajat kebebasan (n-2). Karena nilai t
hitung
lebih
besar daripada t
tabel
, maka H
0
ditolak dan disimpulkan bahwa ada
korelasi antara absorbansi dengan konsentrasi.




57


LAMPIRAN K
DATA ABSORBANSI DENGAN ADANYA ION
PENGGANGGU Co(II)

[Fe(III)] (ppm) [Co] (ppm) Absorbansi
5 0.00
0.273
0.273
0.273
5 0.05
0.267
0.267
0.266
5 0.06
0.265
0.265
0.265
5 0.07
0.263
0.262
0.262
5 0.08
0.259
0.259
0.26
5 0.09
0.256
0.256
0.258
5 0.10
0.255
0.256
0.255

58

[Fe(III)] (ppm) [Co] (ppm) Absorbansi


5 0.2
0.254
0.255
0.25
5 0.4
0.253
0.252
0.248
5 0.6
0.246
0.244
0.243
5 0.8
0.243
0.243
0.243
5 1
0.242
0.24
0.241
5 2
0.236
0.234
0.235
5 4
0.233
0.233
0.23







59


[Fe(III)] (ppm) [Co] (ppm) Absorbansi
5 6
0.229
0.228
0.228
5 8
0.227
0.225
0.225
5 10
0.224
0.222
0.221






















60

LAMPIRAN L
PERHITUNGAN KONSENTRASI, PROSEN RECOVERY,
RSD DAN CV
Konsentrasi larutan kompleks besi yang terukur dapat
dihitung dengan cara memasukkan harga absorbansi pada
persamaan kurva kalibrasi y = 0,0544x 0,003 dengan absorbansi
(A) sebagai sumbu y dan konsentrasi besi (III) sebagai sumbu x
pada kurva kalibrasi, maka :
Untuk absorbansi = 0,273, maka x = 0,273+0,003
0,0544

= 5,07 ppm

Prosen recovery merupakan ukuran
ketepatan/keterdekatan hasil penentuan suatu metode analisis
dengan harga sebenarnya. Prosen recovery dapat dihitung dengan
persamaan :

% recovery = konsentrasi Fe(III) terukur x 100%
Konsentrasi Fe(III) mula-mula

Diketahui konsentrasi cuplikan sebesar 5,07 ppm, maka :

% recovery = 5,07 ppm x 100%
5 ppm

= 101,47%


RSD (Relative Standard Deviation) dan CV (Coefficient
of Variant) digunakan untuk menyatakan kecermatan atau
kepresisian dari hasil penelitian dengan suatu metode tertentu.
Untuk harga RSD < 20 ppt atau CV < 2%, dapat dikatakan
61


metode tersebut memiliki presisi yang bagus. RSD dan CV
dihitung dengan persamaan :

RSD = ppt x
x
s
1000


CV = % 100 x
x
s



Dengan s = simpangan baku
x = rata-rata hasil penentuan dengan metode tertentu

Simpangan baku dapat dihitung dengan persamaan :

s =
_
_x- x _
2
n-1



dengan : x adalah hasil penentuan dengan suatu metode
tertentu
x adalah rata-rata hasil penentuan
n adalah jumlah pengulangan


RSD = ppt x1000
2667 , 0
000578 , 0



= 2,17 ppt
62


CV = % 100
2667 , 0
000578 , 0
x


= 0,217%


























LAMPIRAN M
TABEL PERHITUNGAN KONSENTRASI, PROSEN RECOVERY, RSD DAN CV
[Fe(III)]
(ppm)
[Co(II)]
(ppm)
Absorbansi
Rata-rata
Absorbansi
[Fe(III)]
terukur (ppm)
%recovery
RSD
(ppt)
CV
(%)
5 0.00
0.273
0.273 5.0735 101.47 0 0 0.273
0.273
5 0.05
0.267
0.2667 4.9577 99.15 2.17 0.217 0.267
0.266
5 0.06
0.265
0.265 4.9265 98.53 0 0 0.265
0.265


63


[Fe(III)]
(ppm)
[Co(II)]
(ppm)
Absorbansi
Rata-rata
Absorbansi
[Fe(III)]
terukur (ppm)
%recovery
RSD
(ppt)
CV
(%)
5 0.07
0.263
0.2623 4.8768 97.54 2.21 0.221 0.262
0.262
5 0.08
0.259
0.2593 4.8217 96.43 2.23 0.223 0.259
0.26
5 0.09
0.256
0.2567 4.7739 95.47 4.50 0.450 0.256
0.258
5 0.1
0.256
0.2556 4.7537 95.07 2.27 0.227 0.257
0.257


64

[Fe(III)]
(ppm)
[Co(II)]
(ppm)
Absorbansi
Rata-rata
Absorbansi
[Fe(III)]
terukur
(ppm)
%recovery
RSD
(ppt)
CV
(%)
5 0.2
0.254
0.253 4.7059 94.11 10.46 1.046 0.255
0.25
5 0.4
0.253
0.251 4.6691 93.38 10.54 1.054 0.252
0.248
5 0.6
0.246
0.2443 4.546 90.92 6.25 0.625 0.244
0.243
5 0.8
0.243
0.243 4.5221 90.44 0 0 0.243
0.243


65


[Fe(III)]
(ppm)
[Co(II)]
(ppm)
Absorbansi
Rata-rata
Absorbansi
[Fe(III)]
terukur
(ppm)
%recovery
RSD
(ppt)
CV
(%)
5 1
0.242
0.241 4.4853 89.71 4.15 0.415 0.24
0.241
5 2
0.236
0.235 4.375 87.5 4.25 0.425 0.234
0.235
5 4
0.233
0.232 4.3198 86.40 7.47 0.747 0.233
0.23
5 6
0.229
0.2283 4.2518 85.04 2.53 0.253 0.228
0.228


66

[Fe(III)]
(ppm)
[Co(II)]
(ppm)
Absorbansi
Rata-rata
Absorbansi
[Fe(III)]
terukur
(ppm)
%recovery
RSD
(ppt)
CV
(%)
5 8
0.227
0.2257 4.2040 84.08 5.12 0.512 0.225
0.225
5 10
0.224
0.2223 4.1415 82.83 6.87 0.687 0.222
0.221









67

LAMPIRAN N
TABEL NILAI KRITIK SEBARAN t
Nilai t untuk selang
kepercayaan
90% 95% 98% 99%
Nilai |t| untuk nilai P 0.1 0.05 0.02 0.01
Banyaknya nilai
derajat kebebasan
1
6.31 12.71 31.82 63.66
2
2.92 4.30 6.96 9.92
3
2.35 3.18 4.54 5.84
4
2.13 2.78 3.75 4.60
5
2.02 2.57 3.36 4.03
6
1.94 2.45 3.14 3.71
7
1.89 2.36 3.00 3.50
8
1.86 2.31 2.90 3.36
9
1.83 2.26 2.81 3.25
10
1.81 2.23 2.76 3.17
12
1.78 2.18 2.68 3.05
14
1.76 2.14 2.62 2.98
16
1.75 2.12 2.58 2.92
18
1.73 2.10 2.55 2.88
20
1.72 2.09 2.53 2.85
30
1.70 2.04 2.46 2.75
50
1.68 2.01 2.40 2.68
~ 1.64 1.96 2.33 2.68

68

BIOGRAFI PENULIS
Penulis dilahirkan di Surabaya pada tanggal
18 Desember 1986, sebagai anak pertama dari
dua bersaudara. Penulis adalah alumnus dari
TK Pertiwi, SD Negeri Dr. Soetomo VIII
Surabaya, SLTP Negeri 6 Surabaya dan SMA
Negeri 15 Surabaya . Setelah lulus menempuh
Pendidikan Menengah Atas, penulis
melanjutkan Pendidikan Tinggi di Jurusan
Kimia Fakultas MIPA Institut Teknologi Sepuluh Nopember
(ITS) Surabaya melalui jalur Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru
(SPMB). Selama menempuh pendidikan tinggi di ITS, penulis
pernah aktif dan berpartisipasi dalam organisasi pada HIMKA-
ITS, yaitu sebagai Staff Bidang Rumah Tangga (Periode 2006-
2007) dan Ketua Bidang Humas Internal (Periode 2007-2008).
Penulis juga pernah mengikuti beberapa seminar dan study tour,
di antaranya adalah Seminar K3, Seminar Menghadapi Dunia
Kerja, Study Tour lapangan di Jombang, Study Tour pada PT.
Asahimas Flat Glass, Study Excursie di Sentra Teknologi Polimer
(STP) dan PT. Pertamina Geothermal di Kamojang. Penulis
sempat menempuh Kerja Praktek di PT. Surabaya Agung, Industri
Pulp Dan Kertas, Tbk.. Penulis pernah menjadi koordinator
asisten dan asisten laboratorium kimia analitik I dan III. Penulis
menamatkan studi di Jurusan Kimia MIPA dengan mengambil
Tugas Akhir pada bidang Kimia Analitik.

69

Anda mungkin juga menyukai