Anda di halaman 1dari 2

Latar belakang pembentukan UUPA

Tanah merupakan sumber daya alam yang mempunyai arti dan peran yang sangat strategis dan penting bagi kehidupan dan kehidupan manusia.Tanah merupakan modal dasar pembangunan yang sangat strategis yang merupakan bagian dari sumber daya agraria yang keberadaanya tidak tak terbatas . Oleh karena itu yang menjadi latar belakang pembentukan UUPA adalah : 1. Hukum agraria mempunyai fungsi yang sangat penting untuk membangun masyarakat adil daan makmur, seperti yang dinyatakan dalam penjelasan umumUndang-Undang Pokok Agraria bahwa di dalam Negara Republik Indonesia yang susuan kehidupannya, termasuk perekonomiannya, bercorak agraris bumi,air, dan ruang angkasa , sebagai karunia Tuhan YME mempunyai fungsi yang sangat penting untuk membnagun masyarakat yang adil dan makmur. Sehingga dibentuknya uupa untuk terciptanya kepastian hukum guna mewujudkan cita-cita tersebut 2. Hukum agraria kolonial bertentangan dengan kepentingan nasional Dalam pelaksanaan hukum agraria colonial adalah penyataan Domein yang berbunyibahwa semua tanah yang orang lain tidak dapat buktikan, bahwa itu adalah hak eigendomnya adalah tanah domein atau milik negara.pernyataan domein ini mempunyai fungsi yang sangat penting sebagai suatu landasan untuk pemrintah agardapat memberikan tanah dengan hak barat.asehingga apabila ada orang yang mengakui bahwa sebidang tanah adalah hak eigendomnya, maka orang itu diwajibkan untuk membuktikan hal ini. Jadi jelas ini bertentangan dengan kepentingan nasional dimana sumber daya alam atau kekayaan alam Indonesia dipergunakan untuk kemakmuran rakyat bukan untukmemberikan keuntungan bagi pemilik modal asing seperti pada hukum agraria kolonial.

3. Adanya Dualisme Hukum Dalam politik hukum pemerintahan jajahan saat itu hukum agrarian tersebut mempunyai sifat dualisme, yaitu dengan berlakunya peraturan-peraturan dari hukum adat disamping peraturan-peraturan dari dan berdasarkan atas hukum barat,hal ini menimbulkan pelbagai masalah anatr golongan yang serba sulit, juga tidak sesuai dengan cita-cita persatuan bangsa .dimana dalam hal ini tanah-tanah dat tunduk pada hukum adapt sedangkan tanah hak barat tunduk pada hukum barat 4. Tidak adanya kepastian hukum. Belum tersedianya perangkat hukum tertulis lengkap dan jelas, hal ini menyebabkan siapapun yang berkepentingan menjadi sulit untuk mengetahui kemungkinan tersedia baginya untuk menguasai dan menggunakan tanah. Sehingga diperlukan hukum tertulis agara yang berkepentingan mudah untuk mengetahui bagaimana cara memperoleh tanah, hak-hak,kewajiban serta larangan-larangan apa yang ada dalam menguasai hak trsebut. Bagi tanah barat talah tersedia hukum tertulis dan lengkap, hukum ini pun terkodfikasi dalam suatu kitab undang-undang yang mudah diproleh. Sedangkan sebgian besar tanah yang dipunyai dengan hak adapt hukumnya tidak tertulis,hingga tidak mudah diketahui isinya,khususnya bagi orang luar masyarakat hukum adat yang bersangkutan. Selanjutnya adalah belum diselenggarakannya pendaftaran tanah yang efektif, hal ini dimaksudkan dalam hal orang memerlukan tanah , dari ketentuan hukumnya ia tidak mengetahui cara bagaimana memperolehnya dan apa yang akan menjadi alat buktinya hal ini disebabkan blm diadakan pendaftaran tanh yang efektif dalam hal ini juga penting guna memgamankan pembelian yang dilakukan bagi seseorang yang akan membeli tanah untuk mengamankan pembelian yang akan dilakukan dan mencegah timbulnya sengketa dikemudian hari.