Anda di halaman 1dari 4

3/6/2012

Dunia Sedang Menderita..


..Wajahnya begitu pucat dan suram. Manusia kontemporer tengah terjerat dalam jejaring pelik problem global yang diciptakannya sendiri. Planet bumi terjerembab dalam krisis ekologi, milyaran penduduknya tercekik oleh ketimpangan ekonomi, dan tata pemerintahannya terjebak dalam keculasan politik yang menciptakan ruang bagi berkecambahnya politisi-politisi petualang tak bertanggung jawab.. (Hans Kung)

ETIKA PEMBANGUNAN
SPHI 624

Pengertian Etika
Menurut Hans Kung etika adalah seperangkat konsensus,

Pengertian Etika Pembangunan


Menurut Goulet etika

sebuah kesepakatan atas nilai, kriteria dan sikap tertentu yang akan digunakan sebagai basis masyarakat dunia yang akan datang. Etika global adalah sebuah konsensus dasar tentang nilai-nilai pengikat yang tak terbantahkan bagi semua bidang kehidupan, keluarga dan komunitas, ras, bangsa dan agama, dan sikap dasar yang dikokohkan oleh semua agama meskipun terdapat perbedaan dogmatis, dan yang sesungguhnya dapat juga disumbangkan oleh kaum non beriman.

pembangunan adalah the examination of ethical and value questions posed by development theory, planning, and practice. Crocker mendefinisikan etika pembangunan sebagai the ormative or ethical assessment of the ends and means of Third World and Global Development

Pengertian Etika Pembangunan


Dengan kata lain, etika pembangunan dapat dilihat

Parameter Etika Pembangunan


Sebuah etika dapat dipahami dengan menggunakan

sebagai satu perhatian tertentu yang mempertanyakan tentang pilihan-pilihan nilai utama yang terdapat dalam proses pembangunan sosial dan ekonomi. Apakah pembangunan yang baik itu? Bagaimana manfaat dan biaya dibagi antara generasi sekarang dan generasi yang akan datang? Siapa yang menentukan dan bagaimana? Apakah hak-hak individu yang harus dipenuhi dan dijamin?

prinsip dasar:
(a) setiap manusia harus diperlakukan secara manusiawi; dan (b) kebaikan yang kamu lakukan pada dirimu lakukanlah pada

orang lain. Amartya Sen menyebutkan bahwa etika dalam

pembangunan dapat pula dilihat melalui beberapa hal:


(a) kebaikan seseorang dipengaruhi oleh kondisi orang lain

(simpati);
(b) seseorang melakukan sesuatu untuk mendukung orang lain

atau sebab lainnya meskipun perbuatan tersebut tidak berkaitan dengan kebaikannya (komitmen).

3/6/2012

Parameter Etika Pembangunan


Sementara itu, Hans Kung melihat etika pembangunan

Parameter Etika Pembangunan


Sebagian besar, etika pembangunan memberikan paling

melalui beberapa hal:


(a) komitmen pada budaya antikekerasan dan penghormatan pada

hidup;
(b) komitmen pada budaya solidaritas dan tatanan ekonomi yang

tidak sepuluh keyakinan atau komitmen tentang bidang mereka dan parameter umum untuk dasar etika pembangunan.
Pertama, meskipun perkembangan/pertumbuhan ekonomi dapat

adil;
(c) komitmen pada budaya toleransi dan hidup yang jujur; (d) komitmen pada budaya dan hak yang sama dan kerja sama

antara laki-laki dan perempuan.

mengurangi perbudakan dan meningkatkan standar hidup namun menyisakan permasalahan kemakmuran sedikit orang atas kebanyakan orang. Kedua, teori dan praktek pembangunan mempunyai dimensidimensi nilai dan etika dan dapat mengambil manfaat dari konstruksi, kritisme, dan analisis etis. Ketiga, pembangunan bersifat multi disiplin yang memiliki komponen praksis dan teoritis yang saling berkaitan dalam berbagai cara.

Parameter Etika Pembangunan


Keempat, etika pembangunan berkomitmen untuk memahami dan

Parameter Etika Pembangunan


Pendukung etika pembangunan menolak dua model

mengurangi perampasan kemanusiaan dan penderitaan di Negaranegara miskin. Kelima, pemberi bantuan, proyek dan institusi pembangunan harus memiliki komitmen dan konsensus untuk mencari strategi yang memperhatikan kebaikan manusia dan lingkungan. Keenam, pembangunan dapat dipahami secara deskriptif dan normatif. Ketujuh, etika pembangunan melakukan penilaian atas prinsip-prinsip etika dasar; model dan tujuan pembangunan; dan strategi, proyek, atas nama institusi tertentu. Kedelapan, etika pembangunan harus diupayakan melalui tingkatan global yang melibatkan Negara-negara miskin. Kesembilan, kebijakan pembangunan harus memiliki sensitifitas terhadap konteks. Kesepuluh, strategi dan model pembangunan bersifat fleksibel dan tidak eksklusif dengan orientasi untuk seluruh manusia tanpa membedakan jenis kelamin, usia, ras, suku, dan agama.

dalam pembangunan:
(a) Memaksimalkan pertumbuhan ekonomi dalam suatu

masyarakat tanpa memperhatikan secara langsung untuk mengubah kemakmuran yang lebih besar menjadi kondisi kehidupan manusia yang lebih baik untuk anggotanya; (b) Egalitarianisme yang memenuhi kebutuhan fisik dengan mengorbankan kebebasan politik. Menurut pendekatan etika pembangunan, pembangunan

haruslah bersifat komprehensif.

Peran Etika Pembangunan


Meskipun pembangunan memberikan perubahan positif,

Signifikansi Etika Pembangunan


Penting untuk dilihat bahwa konsep pembangunan

pembangunan tidak terlepas dari dampak negatif seperti ketimpangan sosial dalam masyarakat, kerusakan lingkungan, malnutrisi. Menurunnya pertumbuhan negara-negara termiskin di dunia dari 1,9% ke 0,6% dalam rentang waktu 1960-2000. Meningkatnya jumlah penduduk dunia yang hidup dibawah garis kemiskinan. Pemanasan global menunjukkan kenaikan temperatur global antara 1.4 hingga 5.8 derajat celcius yang memicu kenaikan level air laut antara 0.09-0.88 meter. Tajamnya disparitas pembangunan seperti yang terjadi dalam kawasan tertentu

selama ini hanya terfokus pada pertumbuhan ekonomi, industrialisasi dan modernisasi yang kemudian mengabaikan aspek-aspek lain seperti tersebut diatas. Hal ini menegaskan perlunya peran etika dalam konsep pembangunan. Etika pembangunan harus melekat secara komprehensif dalam aspek ekonomi, sosial, budaya dan politik untuk dapat menjadi pendekatan alternatif yang efektif dalam studi pembangunan.

3/6/2012

Perkembangan Etika Pembangunan


Tahun 1940-an dalam bentuk kritik terhadap kolonialisasi

Perkembangan Etika Pembangunan


Denis Goulet menegaskan bahwa development needs to

dan pendekatan pembangunan ekonomi yang digagas oleh Gandhi di India dan Raul Prebish di Amerika Latin. Tahun 1970-an dimana beberapa filsuf dari Amerika Serikat seperti Hilary Putnam yang memaparkan bahwa pencapaian kesejahteraan ekonomi mengakibatkan disparitas yang besar antara negara-negara kaya dan miskin di dunia.

be redefined, demystified, and thrust into the arena of moral debate. Peter Berger yang meyakini bahwa pembangunan cenderung lebih membawa banyak kerugian bagi kaum miskin dan oleh karena itu diperlukan etika politik dan perubahan sosial dalam konsep pembangunan di negara Dunia Ketiga.

Perkembangan Etika Pembangunan


Perkembangan konsep etika dalam pembangunan juga

Perkembangan Etika Pembangunan


Dalam perkembangannya, perdebatan Hardin-Singer

diwarnai dengan perdebatan tentang kewajiban moral negara-negara kaya untuk memberikan bantuan pangan kepada masyarakat miskin. Peter Singer dengan argumen ...rich people commit moral wrong in refusing or neglecting to aid the starving poor. Berbeda dengan Singer, ilmuwan Garrett Hardin dengan lifeboat ethics menegaskan bahwa memberi bantuan pangan kepada masyarakat miskin justru hanya akan memperburuk permasalahan.

tersebut mendapat perhatian besar dari David A. Crocker dengan ethics of global development. Singer tidak secara jelas menyebutkan bentuk kebijakan dalam etika bantuan yang dimaksud, apakah melalui bantuan seperti Oxfam atau melalui bantuan pembangunan. Singer terlalu fokus pada negara-negara kaya sehingga mengabaikan fokus terhadap apa saja yang telah dilakukan negara miskin untuk mengatasi masalah kelaparan yang melanda negara mereka.

Perkembangan Etika Pembangunan


Singer menempatkan negara-negara miskin sebagai

Bukan Anti-Pembangunan
Goulet dalam The Cruel Choice: A New Concept in the

pihak pasif, sang penerima bantuan, dan negara kaya sebagai agen penyelamat masalah tersebut. Kelaparan perlu dipahami sebagai sebuah akibat dari tidak meratanya distribusi kesejahteraan dan kekuasaan. Dengan demikian, dimensi moral dalam pendekatan pembangunan memiliki signifikansi yang sama pentingnya dengan konsep pembangunan itu sendiri, yang kemudian semakin menegaskan pentingnya peran dan nilai etika dalam mengimbangi pembangunan, khususnya pertumbuhan ekonomi.

Theory of Development (1971) dikatakan telah menjadi penyebab penderitaan manusia dan kehilangan tujuan awalnya yaitu mensejahterakan kemanusiaan. Peter Berger dalam Pyramids of Sacrifice (1974) juga menyatakan bahwa pembangunan lebih banyak mengorbankan ketimbang menguntungkan rakyat kecil. Etika dalam pembangunan selanjutnya menjadi hal yang semestinya berjalan berdampingan seiring dengan proses pembangunan yang dilakukan.

3/6/2012

Bukan Anti-Pembangunan
Untuk semata-mata menolak pembangunan sekiranya

Bukan Anti-Pembangunan
Berdasarkan fungsi utama etika pembangunan yang

menjadi hal yang mustahil dilakukan bila melihat tuntutan globalisasi dan modernitas yang terjadi. Dengan demikian, pembangunan selayaknya baru bisa dikatakan sepenuhnya berhasil apabila telah sanggup memenuhi parameter-parameter baik dari segi fisik maupun norma.

meliputi
(a) Mengangkat nilai-nilai sebagai suatu kebutuhan (needs) bukan

sekedar kemauan (wants); berbasis pada keadilan (justice) bukan sekedar sedekah (charity); keadilan yang bukan bersifat individual atau perilaku tetapi terstruktur dan terlembaga; dan tidak sekedar memanipulasi sumber-sumber (kekayaan, kekuasaan, informasi, dan pengaruh); (b) Memformulasikan strategi-strategi yang etis dalam pemecahan masalah pembangunan; dan (c) Menemukan jalan yang menggambarkan alternatif proses perencanaan yang layak (secara teknis, politik, dan etika), Maka etika pembangunan tidaklah dapat serta merta

dinyatakan sebagai anti pembangunan.

Thank you.

Anda mungkin juga menyukai