P. 1
kasus enron

kasus enron

|Views: 213|Likes:
Dipublikasikan oleh imemberkati

More info:

Published by: imemberkati on Mar 07, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/27/2013

pdf

text

original

Ken Lay, mantan Chief Executive Enron, akan maju ke pengadilan akhir Januari 2006.

Lay tersandung kasus kebankrutan Enron di 2001. Kebankrutan itu konon terjadi karena banyaknya catatan hutang Enron yang disembunyikan. Dalam persidangan, pengacara yang mewakili Amerika Serikat (AS) tentu akan berupaya membuktikan Ken, dan rekannya Jeffrey Skilling, sebagai orang-orang yang tak bisa dipercaya alias pembohong. Namun sebelum sidang dimulai, Lay telah memasang kuda-kuda. Salah satu pertahanannya adalah situs internet. Situs 'pelindung' Lay itu beralamat di KenLayInfo.com. Di situs tersebut, diungkapkan daftar penghargaan dan tanda jasa yang diterima Lay dari komunitasnya. Walikota Houston, misalnya, pernah menetapkan 'Hari Kenneth Lay' pada suatu masa. Keterkaitan Lay dengan berbagai organisasi politik dan gereja-gereja lokal juga ditampilkan. Termasuk saat ia menjadi komite pendanaan untuk Houston dalam kampanye kepresidenan George Bush di 1998. Semua itu ditampilkan tak lain demi memutihkan nama Lay. "Kami bangga dengannya. Ia memiliki banyak catatan keterlibatan dalam masyarakat dan derma," ujar Michael Ramsey, salah satu pengacara Lay, seperti dikutip detikinet dari Reuters, Sabtu (14/01/2006).

Lippo Mirip Kasus Enron
BPK Siap Audit Potensi Kerugian Negara

Jakarta,- Setelah ditekan kiri-kanan, Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) akhirnya mengambil sikap tegas. Tidak ingin berlarut-larut menangani masalah laporan keuangan ganda PT Bank Lippo Tbk (LippoBank) per kuartal III 2002, regulator pasar modal itu segera mengambil keputusan. Keputusan segera dikeluarkan setelah tim hukum Bapepam melakukan pemeriksaan intensif selama kurang lebih dua bulan. Pemeriksaan menyangkut item-item dalam spesifikasi laporan keuangan yang dinilai mencurigakan. Fokusnya terkait lambannya laporan aset yang diambil alih (AYDA) dan pencadangan aset yang tertuang dalam pencadangan penyisihan aktiva produktif (PPAP) surat berharga dan PPAP kredit. "Bapepam hampir merampungkan pemeriksaan atas kasus LippoBank ini. Pekan depan akan dimumkan. Hasil pemeriksaan akan dijadikan dasar menentukan sanksi," kata Kepala Bapepam Herwidayatmo kepada Pontianak Post kemarin. Kalau terbukti bersalah, Bapepam akan menjatuhkan hukuman yang setimpal. Dikatakan, pemeriksaan yang dilakukan Bapepam sudah maksimal dan memenuhi standar penerapan good corporate governance (GCG) perusahaan publik. "Jadi, tunggu saja pengumuman Bapepam pekan depan. Kita akan jelaskan semuanya," janjinya. Sementara itu, analis pasar modal Mirza Adityaswara mengatakan, sebenarnya pemerintah atau regulator pasar modal tidak perlu takut menindak manajemen LippoBank. Mirza lantas mengambil contoh kasus skandal keuangan yang dilakukan manajemen Enron dan manipulasi oleh direksi WorldCom. Dua perusahaan raksasa asal Amerika Serikat itu melakukan kebohongan publik mirip LippoBank. "Kita tahu Enron dan WorldCom adalah perusahaan-perusahaan pulik di AS yang besar. Tapi, ketika direksi Enron dan WorldCom terbukti melakukan pelanggaran keuangan, pemerintah AS langsung

Namun. Senator Sarbanes Osliye langsung mengusulkan untuk merivisi UU pasar modal di AS. Mirza lantas mengambil contoh kasus skandal keuangan yang dilakukan manajemen Enron dan manipulasi oleh direksi WorldCom. Tidak peduli keduanya adalah perusahaan besar. dalam prinsip akuntansi tindakan LippoBank memberikan laporan yang menyebutkan telah diaudit padahal sebenarnya belum di audit adalah salah. yang berwenang memeriksa pertama dan memvonis bersalah atau tidak adalah BEJ. Dikatakan. yakni sejak dilaksanakannya put option harga saham Bank Lippo senilai Rp 80 atau setara Rp 800 setelah reverse stock. Secara terpisah. Sementara itu. Akhirnya UU baru tersebut dikeluarkan dengan regulasi yang lebih tegas. meski pemilik LippoBank termasuk pengusaha besar dan berpengaruh di Indonesia. Mirza minta Bapepam mengusut tuntas kelicikan manajemen LippoBank. Pekan depan akan dimumkan." janjinya. Dua perusahaan raksasa asal Amerika Serikat itu melakukan kebohongan publik mirip LippoBank. Sekarang kan belum ada penjualan 59.'' katanya." kata Mirza kepada . "Kita tahu Enron dan WorldCom adalah perusahaan-perusahaan pulik di AS yang besar. sebenarnya pemerintah atau regulator pasar modal tidak perlu takut menindak manajemen LippoBank. tapi itu nanti. Bahkan. Tapi. Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Satrio ''Billy'' Budihardjo Joedono menilai. Kalau terbukti bersalah.6 triliun." kata Kepala Bapepam Herwidayatmo kepada Pontianak Post kemarin. tunggu saja pengumuman Bapepam pekan depan.mengambil tindakan hukum tegas. Kita akan jelaskan semuanya.'' terang Billy kepada pers di Jakarta. Pemeriksaan menyangkut item-item dalam spesifikasi laporan keuangan yang dinilai mencurigakan. 25 persen saham pemerintah yang dikelola BPPN di LippoBank. "Jadi. BPK bakal berjaga-jaga dan sudah siap mengantisipasi berbagai kemungkinan yang bakal terjadi. Tidak peduli keduanya adalah perusahaan besar. regulator pasar modal itu segera mengambil keputusan. pemerintah AS tetap tidak peduli. BPK belum mengaudit kasus LippoBank karena belum ada hal yang mesti diaudit. (yun/oki) < Setelah ditekan kiri-kanan." kata Mirza kepada Pontianak Post. kemarin. ketika direksi Enron dan WorldCom terbukti melakukan pelanggaran keuangan. Malah. Tidak ingin berlarut-larut menangani masalah laporan keuangan ganda PT Bank Lippo Tbk (LippoBank) per kuartal III 2002. analis pasar modal Mirza Adityaswara mengatakan. Bapepam akan menjatuhkan hukuman yang setimpal. Namun. Keputusan segera dikeluarkan setelah tim hukum Bapepam melakukan pemeriksaan intensif selama kurang lebih dua bulan. Rekayasa mulai terlihat sejak Agustus 2002. ''BPK mernyerahkan sepenuhnya kewenangan tersebut. Hasil pemeriksaan akan dijadikan dasar menentukan sanksi. Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) akhirnya mengambil sikap tegas. Fokusnya terkait lambannya laporan aset yang diambil alih (AYDA) dan pencadangan aset yang tertuang dalam pencadangan penyisihan aktiva produktif (PPAP) surat berharga dan PPAP kredit. termasuk rekayasa buy back saham dengan harga yang rendah. pemeriksaan yang dilakukan Bapepam sudah maksimal dan memenuhi standar penerapan good corporate governance (GCG) perusahaan publik. ketika harga saham kedua perusahaan itu merosot di lantai bursa New York Stock Exchange. karena LippoBank termasuk perusahan yang terdaftar di BEJ. "Bapepam hampir merampungkan pemeriksaan atas kasus LippoBank ini. ''BPK berkepentingan memeriksa potensi kerugian biaya rekap Rp 5. Sebab itu. pemerintah AS langsung mengambil tindakan hukum tegas.

Akhirnya UU baru tersebut dikeluarkan dengan regulasi yang lebih tegas. Sebab itu. termasuk rekayasa buy back saham dengan harga yang rendah. Rekayasa mulai terlihat sejak Agustus 2002. (yun/oki) .'' terang Billy kepada pers di Jakarta. dalam prinsip akuntansi tindakan LippoBank memberikan laporan yang menyebutkan telah diaudit padahal sebenarnya belum di audit adalah salah. yakni sejak dilaksanakannya put option harga saham Bank Lippo senilai Rp 80 atau setara Rp 800 setelah reverse stock.6 triliun. BPK belum mengaudit kasus LippoBank karena belum ada hal yang mesti diaudit. Senator Sarbanes Osliye langsung mengusulkan untuk merivisi UU pasar modal di AS. karena LippoBank termasuk perusahan yang terdaftar di BEJ. ''BPK mernyerahkan sepenuhnya kewenangan tersebut. tapi itu nanti. Namun. Sekarang kan belum ada penjualan 59. Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Satrio ''Billy'' Budihardjo Joedono menilai. ''BPK berkepentingan memeriksa potensi kerugian biaya rekap Rp 5. Secara terpisah. Malah. kemarin.'' katanya. pemerintah AS tetap tidak peduli. BPK bakal berjaga-jaga dan sudah siap mengantisipasi berbagai kemungkinan yang bakal terjadi. meski pemilik LippoBank termasuk pengusaha besar dan berpengaruh di Indonesia. Namun. Bahkan.Pontianak Post. 25 persen saham pemerintah yang dikelola BPPN di LippoBank. yang berwenang memeriksa pertama dan memvonis bersalah atau tidak adalah BEJ. ketika harga saham kedua perusahaan itu merosot di lantai bursa New York Stock Exchange. Mirza minta Bapepam mengusut tuntas kelicikan manajemen LippoBank.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->