3.5 Prof. Mr.

Dr Soepomo

salah satu konseptor Liga Bangsa Bangsa. menggunakan argumen-argumen kolonial sendiri.Prof. Pendidikan Sebagai putra keluarga priyayi. Bupati Nayaka Sragen. dan kakek . MULO (Meer Uitgebreid Lagere Onderwijs) di Solo (1920). kritik Soepomo atas wacana kolonial tentang proses transisi agraria ini dibungkus dalam bahasa yang halus dan tidak langsung. Ditulis dalam bahasa Belanda. Antara tahun 1924 dan 1927 Soepomo mendapat kesempatan melanjutkan pendidikannya ke Rijksuniversiteit Leiden di Belanda di bawah bimbingan Cornelis van Vollenhoven. bersama dengan Muhammad Yamin dan Sukarno. profesor hukum yang dikenal sebagai "arsitek" ilmu hukum adat Indonesia dan ahli hukum internasional. Soepomo dikenal sebagai arsitek Undang-undang Dasar 1945. 22 Januari 1903 meninggal di Jakarta. Soepomo berkesempatan meneruskan pendidikannya di ELS (Europeesche Lagere School) di Boyolali(1917). Keluarga Berasal dari keluarga aristokrat Jawa. Dr Soepomo (Ejaan Soewandi: Supomo. Mr. dan menyelesaikan pendidikan kejuruan hukum di Bataviasche Rechtsschool di Batavia pada tahun 1923. tetapi juga secara tajam menganalisis hukum-hukum kolonial yang berkaitan dengan pertanahan di wilayah Surakarta (Pompe 1993). kakek Soepomo dari pihak ayah adalah Raden Tumenggung Reksowardono ketika itu menjabat sebagai Bupati Anom Sukoharjo dari pihak ibu adalah Raden Tumenggung Wirjodiprodjo. 12 September 1958 pada umur 55 tahun) adalah seorang pahlawan nasional Indonesia. Thesis doktornya yang berjudul Reorganisatie van het Agrarisch Stelsel in het Gewest Soerakarta (Reorganisasi sistem agraria di wilayah Surakarta) tidak saja mengupas sistem agraria tradisional di Surakarta. dan hanya dapat terbaca ketika kita menyadari bahwa subyektivitas Soepomo sangat kental diwarnai etika Jawa (lihat buku Franz Magnis-Suseno "Etika Jawa" dan tulisan-tulisan Ben Anderson dalam Language and Power sebagai tambahan acuan tentang etika Jawa untuk memahami cara pandang dan strategi agencySoepomo). Jawa Tengah. lahir di Sukoharjo. Ia kemudian ditunjuk sebagai pegawai negeri pemerintah kolonial Hindia Belanda yang diperbantukan pada Ketua Pengadilan Negeri Sragen (Soegito 1977).

3.7 Jenderal Soedirman .

Kemudian ia melanjut ke HIK (sekolah guru) Muhammadiyah. Jawa Tengah. Yogyakarta. sebagai seorang yang selalu konsisten dan konsekuen dalam membela kepentingan tanah air.Jenderal Besar TNI Anumerta Soedirman (Ejaan Soewandi: Sudirman) (lahir di Bodas Karangjati. 29 Januari 1950 pada umur 34 tahun) adalah seorangpahlawan nasional Indonesia yang berjuang pada masa Revolusi Nasional Indonesia. Pribadinya tersebut ditulis dalam sebuah buku olehTjokropranolo. Setelah itu ia menjadi guru di sekolah HIS Muhammadiyah di Cilacap. Pendidikan Soedirman memperoleh pendidikan formal dari Sekolah Taman Siswa. ia dicatat sebagai Panglima dan Jenderal RI yang pertama dan termuda. Banyumas. Meski menderita sakit tuberkulosis paru-paru yang parah. 24 Januari 1916 meninggal di Magelang. Kemudian ia menjadi Panglima Divisi V/Banyumas sesudah TKR terbentuk. Tjokrosoenaryo. Saat usia Soedirman 31 tahun ia telah menjadi seorang jenderal. dan negara. Pada tahun 1950 ia wafat karena penyakit tuberkulosis tersebut dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kusuma Negara di Semaki. Latar belakang keluarga Soedirman dibesarkan dalam lingkungan keluarga sederhana. Siyem. seorang asisten Wedana Rembang yang masih merupakan saudara dari Siyem. Soedirman dikenal oleh orang-orang di sekitarnya dengan pribadinya yang teguh pada prinsip dan keyakinan. adalah keturunan Wedana Rembang. ia menjadi Komandan Batalyon di Kroya. Ayahnya. Soedirman sejak umur 8 bulan diangkat sebagai anak oleh R. bangsa. bahkan kesehatannya sendiri. Dalam sejarah perjuangan Republik Indonesia. [2] . Jawa Tengah. pengawal pribadinya semasa gerilya. Karier militer Ketika zaman pendudukan Jepang. Jawa Tengah. ia tetap bergerilya dalam perangpembelaan kemerdekaan RI. dimana ia selalu mengedepankan kepentingan masyarakat banyak dan bangsa di atas kepentingan pribadinya. Soedirman saat itu juga giat di organisasi Pramuka Hizbul Wathan. dan ibunya. adalah seorang pekerja diPabrik Gula Kalibagor. dan akhirnya terpilih menjadi Panglima Angkatan Perang Republik Indonesia (Panglima TKR).[1] Setelah menyelesaikan pendidikan di PETA. Karsid Kartowirodji. ia masuk tentara Pembela Tanah Air (PETA) di Bogor di bawah pelatihan tentaraJepang. Purbalingga. Surakarta tapi tidak sampai tamat.

Setelah kemenangan Soedirman dalam Palagan Ambarawa. Soedirman mendapat prestasi pertamanya sebagai tentara setelah keberhasilannya merebut senjata pasukan Jepang dalam pertempuran di Banyumas. Soedirman mengorganisir batalyon PETA-nya menjadi sebuah resimen yang bermarkas di Banyumas. Perang besar pertama yang dipimpin Soedirman adalah perang Palagan Ambarawa melawan pasukan Inggris dan NICA Belanda yang berlangsung dari bulan November sampai Desember 1945.Pada masa pendudukan Jepang ini. Selanjutnya dia mulai menderita penyakit tuberkulosis. Dan melalui Konferensi TKR tanggal 12 November 1945. pasukan Jepang menyerah tanpa syarat kepada Pasukan Sekutu dan Soekarno mendeklarasikan kemerdekaan Indonesia. TKR pun terlibat dalam banyak pertempuran dengan tentara sekutu. Peran dalam revolusi nasional Indonesia Menangnya Pasukan Sekutu atas Jepang dalam Perang Dunia II membawa pasukan Belanda untuk datang kembali ke kepulauan Hindia Belanda (Republik Indonesia sekarang). Ternyata pasukan sekutu datang bersama dengan tentara NICA dari Belanda yang hendak mengambil kembali Indonesia sebagai koloninya. walaupun begitu selanjutnya dia tetap terjun langsung dalam beberapa kampanye perang gerilya melawan pasukan NICA Belanda. ia kemudian diangkat menjadi Panglima Divisi V/Banyumas dengan pangkat Kolonel. pasukan TKR yang dipimpin oleh Soedirman terlibat pertempuran melawan tentara Inggris di Ambarawa. Pasca kemerdekaan Indonesia Setelah berakhirnya Perang Dunia II. bekas jajahan mereka yang telah menyatakan untuk merdeka. Pertempuran terkenal yang berlangsung selama lima hari tersebut diakhiri dengan mundurnya pasukan Inggris ke Semarang. Soedirman melancarkan serangan serentak terhadap semua kedudukan Inggris di Ambarawa. Setelah menyerahnya pasukan Jepang. Soedirman memperoleh pangkat Jenderal . Soedirman pernah menjadi anggota Badan Pengurus Makanan Rakyat dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Karesidenan Banyumas. Pada Desember 1945. Mengetahui hal tersebut. Jawa Tengah. pada tanggal 18 Desember 1945 dia dilantik sebagai Jenderal oleh Presiden Soekarno. untuk menjadi pasukan perang Republik Indonesia yang selanjutnya berperan besar dalam perang Revolusi Nasional Indonesia. Pasukan Sekutu datang ke Indonesia dengan alasan untuk melucuti tentara Jepang. Dalam saat ini ia mendirikan koperasi untuk menolong rakyat dari bahaya kelaparan. Soedirman terpilih menjadi Panglima Besar TKR/Panglima Angkatan Perang RI. Sesudah Tentara Keamanan Rakyat (TKR) terbentuk. Perang tersebut berakhir tanggal 16 Desember 1945. Dan pada tanggal 12 Desember 1945.

. Penyakit yang diderita Soedirman saat berada di Yogyakarta semakin parah. Pada tahun 1997 dia mendapat gelar sebagai Jenderal Besar Anumertadengan bintang lima. memimpin para tentaranya untuk tetap melakukan perlawanan terhadap pasukan Belanda secara gerilya. Paru-parunya yang berfungsi hanya tinggal satu karena penyakitnya. Setelah Belanda menyerahkan kepulauan nusantara sebagai Republik Indonesia Serikat dalam Konferensi Meja Bundar tahun 1949 di Den Haag. Kematian Pada tangal 29 Januari 1950. Ibukota Republik Indonesia dipindahkan di Yogyakarta. dan Wakil Presiden Mohammad Hatta. Dalam perlawanan tersebut. Soedirman sudah dalam keadaan sangat lemah karena penyakittuberkulosis yang dideritanya sejak lama. Presiden Soekarno dan Mohammad Hatta dan beberapa anggota kabinet juga ditangkap oleh tentara Belanda.tersebut tidak melalui sistem Akademi Militer atau pendidikan tinggi lainnya. Soedirman dengan ditandu berangkat bersama pasukannya dan kembali melakukan perang gerilya. dan dari gunung ke gunung dalam keadaan sakit dan lemah dan dalam kondisi hampir tanpa pengobatan dan perawatan medis. karena Jakarta sudah diduduki oleh tentara Belanda. tapi karena prestasinya. pangkat yang hanya dimiliki oleh beberapa jenderal di RI sampai sekarang. Ia dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kusuma Negara di Semaki. Setelah itu Soedirman hanya menjadi tokoh perencana di balik layar dalam kampanye gerilya melawan Belanda. Jawa Tengah karena sakit tuberkulosis parah yang dideritanya. akhirnya Soedirman pulang dari kampanye gerilya tersebut karena kondisi kesehatannya yang tidak memungkinkannya untuk memimpin Angkatan Perang secara langsung. Ia dinobatkan sebagai Pahlawan Pembela Kemerdekaan. Saat itu. Yogyakarta pun kemudian dikuasai Belanda. Soedirman memimpin pasukannya untuk membela Yogyakarta dari serangan Belanda II tanggal 19 Desember 1948 tersebut. Jenderal Soedirman meninggal dunia di Magelang. Walaupun masih ingin memimpin perlawanan tersebut. Walaupun begitu dia ikut terjun ke medan perang bersama pasukannya dalam keadaan ditandu. Jenderal Soedirman kembali ke Jakartabersama Presiden Soekarno. Peran dalam Agresi Militer II Belanda Saat terjadinya Agresi Militer II Belanda. Ia berpindah-pindah selama tujuh bulan dari hutan satu ke hutan lain. Yogyakarta. Karena situasi genting tersebut. walaupun sempat dikuasai oleh tentara Indonesia setelah Serangan Umum 1 Maret 1949.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful