Anda di halaman 1dari 2

MANIFESTASI KLINIS : a. Gejala Umum BPH : 1. Sering BAK 2. Sulit BAK 3. Nyeri saat berkemih 4. Urin berdarah 5.

Nyeri saat ejakulasi 6. Cairan ejakulasi berdarah 7. Gangguan ereksi 8. Nyeri pinggul atau punggung

Gejala BPH dapat digolongkan menjadi dua kelompok yaitu gejala obstruktif dan gejala iritatif.3 1. Gejala obstruktif meliputi : hesitancy, pancaran urin lemah (loss of force) pancaran urin terputus-putus (intermitency) tidak lampias saat selesai berkemih (sense of residual urine) rasa ingin BAK lagi sesudah kencing (double voiding) keluarnya sisa urin pada akhir berkemih (terminal dribbling).

2. Gejala iritatif meliputi: frekuensi BAK yang tidak normal (polakisuria) terbangun di tengah malam karena sering berkemih (nocturia) sulit menahan BAK (urgency) rasa sakit waktu BAK (disuria), kadang juga terjadi hematuria (urin berdarah)

b. Tanda Tanda klinis terpenting BPH adalah ditemukannya pembesaran konsistensi kenyal pada pemeriksaan colok dubur / digital rectal examination (DRE). Apabila teraba indurasi atau terdapat bagian yang teraba keras, perlu dipikirkan kemungkinan prostat stadium 1 dan 2.

Derajat berat BPH menurut Sjamsuhidajat (2005) dibedakan menjadi 4 stadium : a) Stadium I Ada obstruktif tapi kandung kemih masih mampu mengeluarkan urine sampai habis. b) Stadium II Ada retensi urine tetapi kandung kemih mampu mengeluarkan urine walaupun tidak sampai habis, masih tersisa kira-kira 60-150 cc. Ada rasa ridak enak BAK atau disuria dan menjadi nocturia. c) Stadium III Setiap BAK urine tersisa kira-kira 150 cc. d) Stadium IV Retensi urine total, buli-buli penuh pasien tampak kesakitan, urine menetes secara periodik (over flow inkontinen).