Anda di halaman 1dari 24

STRUKTUR PASAR KLASIFIKASI STRUKTUR PASAR

Struktur pasar menggambarkan tingkat persaingan di suatu pasar barang atau jasa tertentu.Suatu pasar terdiri dari seluruh perusahaan dan individu yang ingin dan mampu untuk membeli serta menjual suatu produk tertentu. Karakteristik pasar yang paling penting adalah jumlah dan ukuran distribusi para pembeli dan penjual serta tingkat differensiasi produk yang diperjualbelikan dipasar tersebut.biasanya pasar dikelompokan menjadi 4 macam yaitu :

A . Pasar Persaingan Sempurna


Pasar Persaingan Sempurna adalah struktur pasar yang dicirikan oleh jumlah pembeli dan penjual yang sangat banyak. Jumlah dan nilai transaksi dari setiap individu (pembeli dan penjual) sangat kecil jika dibandingkan dengan jumlah dan nilai output industri secara keseluruhan sehingga individu-individu tersebut tidak bisa mempengaruhi harga produk. Dalam struktur pasar seperti ini, para pembeli dan penjual secara individual bertindak sebagai penerima harga (price takers). Dalam jangka panjang tidak ada perusahaan yang menerima laba diatas laba normal pada struktur pasar persaingan sempurna ini.

B . Pasar Monopoli
Pasar Monopoli adalah struktur pasar yang dicirikan oleh adanya seorang produsen tunggal. Sebuah perusahaan yang monopolistik sekaligus bisa menentukan harga produk dan jumlah outputnya. Monopolis sangat mungkin untuk memperoleh laba diatas laba normal ( super normal profit ), bahkan dalam jangka panjang sekalipun.

C . Pasar Monopolistik
Pasar Persaingan Monopolistik adalah struktur pasar yang sangat mirip dengan pasar persaingan sempurna. Namun demikian, ada sedikit perbedaan diantara keduanya karena dalam persaingan monopolistik ini konsumen mengetahui perbedaan-perbedaan dari produk-produk yang dihasilkan oleh perusahaan-perusahaan berbeda. Seperti halnya dalam persaingan sempurna, dalam pasar persaingan monopolistik ini laba diatas normal hanya bisa diperoleh dalam jangka pendek.

D . Pasar Oligopoli
Pasar Oligopoli adalah sturktur pasar dimana sebagian besar output dari suatu industri hanya dihasilkan oleh sejumlah kecil perusahaan. Dalam pasar oligopoli ini, keputusan penetapan harga dan output dari perusahan perusahaan lainnya akan bereaksi dan pada akhirnya informasi perubahan harga tersebut akan dijadikan bahan pertimbangan bagi penetepan harga dan output dari perusahaan-perusahaan tersebut.

FAKTOR PENENTU STRUKTUR PASAR


Seperti telah disinggung diatas, ada dua unsur utama yang menentukan struktur pasar yaitu jumlah pembeli dan penjual di pasar, dan tingkat kebakuan produk. Sebaliknya, faktor-faktor tersebut dipengaruhi oleh sifat produk, bentuk fungsi produksi industri, dan karakteristik konsumen.

PENGARUH KARAKTERISTIK PRODUK


Karakteristik suatu produk bisa mempengaruhi struktur pasar dimana produk tersebut diperjualbelikan. Jika produk-produk lain merupakan produk pengganti (subtitut) yang baik dari suatu produk, maka tingkat persaingan dipasar akan semakin ketat. Misalnya jasa angkutan kereta api Yogya-Jakarta. Walaupun jalur tersebut hanya dilayani oleh satu jalan kereta api, tetapi masih tersedia jasa-jasa angkutan lainnya. Misalnya, jasa angkutan kereta api tersebut akan bersaing dengan bus, pesawat terbang, atau kendaraan pribadi. Kemampuan saling mengganti ( subtitutability ) dari berbagai macam jasa angkutan ini akan meningkatkan tingkat persaingan dipasar jasa angkutan Yogya-Jakarta tersebut. Karakteristik fisik suatu produk juga bisa mempengaruhi struktur persaingan dari pasar produk tersebut. Misalnya, rendahnya perbandingan antara biaya distribusi dengan biaya total biasanya cenderung untuk meningkatkan tingkat persaingan, karena dengan biaya distrfibusi yang rendah maka jangkuan wilayah yang dapat dicapai oleh setiap produsen akan semakin luas sementara itu, untuk produk-produk yang cepat rusak, biasanya tingakat persaingannya rendah.

PENGARUH FUNGSI PRODUKSI


Sifat fungsi produksi merupakan faktor penentu struktur pasar yang paling fundamental. Industri-industri yang fungsi produksinya menunjukan keadaan increasing returns to scale yang outputnya relatif besar dibandingkan dengan permintaan totalnya biasanya jumlah produsennya yang lebih sedikit sehingga tingkat persaingannya lebih ringan dari pada di dalam industri-industri yang fungsi produksinya bersifat constant atau decreasing return to scale yang masuk ke pasar dengan tingkat output yang relatif kecil dibandingkan dengan permintaan total.

PENGARUH PARA PEMBELI


Tingkat persaingan dipasar dipengaruhi oleh para pembeli dan penjual. Jika hanya ada sedikit pembeli, maka tingkat persaingan akan lebih rendah dari pada jika pembelinya banyak. Keadaan tersebut didefinisikan sebagai monopsoni ( hanya ada satu pembeli ) atau oligopsoni ( ada sedikit pembeli). Keadaan seperti ini dapat terjadi, misalnya, pada pasar tenaga kerja disuatu daerah yang dikuasai oleh sejumlah kecil pengolah hasil pertanian, atau dipasar untuk komponen-komponen tertentu seperti suku cadang mobil yang dipakai oleh industri-industri mobil. Pendidikan dan mobilitas konsumen juga mempengaruhi tingkat persaingan di pasar. Kenaikan kesadaran konsumen akan perbedaan-perbedaan harga dan produk bersamaan dengan kemungkinan mobilitas geografisnya akan meningkatkan persaingan dengan hilangnya kendala-kendala tersebut sehingga memungkinkan tumbuhnya pasar-pasar baru

PASAR PERSAINGAN SEMPURNA


Struktur pasar persaingan sempurna akan terjadi jika para produsen secara individual dipasar tidak bisa mempengaruhi harga. Para produsen tersebut bertindak hanya sebagai penerima harga ( price taker ). Ketidakmampuan produsen mempengaruhi harga tersebut karena : Jumlah Pembeli dan Penjual Banyak Setiap perusahaan dalam suatu industri hanya menghasilkan suatu pangsa output yang sangat kecil dibandingkan jumlah output industri secara keseluruhan dan setiap pembeli hanya membeli suatu pangsa yang sangat kecil pula dari output total tersebut

Produk yang Homogen Macam dan jenis output dari setiap perusahaan dipandang sama oleh para konsumen. Adanya Kebebasan Keluar-Masuk Pasar Perusahaan-perusahaan tidak menghadapi kendala untuk masuk atau keluar dari industri tersebut Informasi yang Sempurna informasi tentang biaya, harga dan kualitas diketahui oleh semua pembeli dan penjual di pasar. Keempat syarat pokok diatas yang diperlukan untuk terciptanya struktur pasar persaingan sempurna sangat membatasi munculnya pasar persaingan sempurna ini di dunia nyata. Walaupun pertukaran-pertukaran komoditi mendekati syarat-syarat tersebut, ketidaksempurnaan tetap akan terjadi. Meskipun demikian, untuk beberapa perusahaan, keputusan penentuan harga harus dibuat dalam keadaan dimana mereka tidak punya kendali sama sekali atas harga. Oleh karena itu, penelaahan terhadap struktur pasar persaingan sempurna ini akan tetap bermanfaat bagi kita dalam proses pembuatan keputusan penentuan harga dalam kasus seperti ini. Lebih penting lagi, pemahaman yang jelas dan mendalam terhadap pasar persaingan sempurna ini akan memberikan acuan pokok bagi kita untuk menganalisis struktur-struktur pasar lainnya, seperti pasar oligopoli dan pasar persaingan monopolistik.

Penentuan Harga Pasar Walaupun perusahaan secara individual tidak punya kendali atas harga dalam pasar persaingan sempurna ini, namun harga pasar untuk suatu industri yang kompetitif ditentukan oleh kekuatan penawaran dan permintaan. Kurva permintaan industri secara total adalah suatu penjumlahan kuantitas-hilang produk yang akan dibeli para pembeli secara individual pada masing-masing tingkat harga, sedangkan kurva penawaran industri adalah penjumlahan kuantitas-kuantitas produk yang akan dijual perusahaan-perusahaan secara individual pada tingkat harga yang berbeda-beda. Perpotongan antara kurva penawaran industri dengan kurva permintaan industri tersebut akan menentukan harga pasar

KEBAIKAN DAN KEBURUKAN PERSAINGAN SEMPURNA


Keadaan pasar yang bersifat persaingan sempurna banyak digunakan sebagai pemisahan didalam analisis ekonomi. Kebanyakan analisis ekonomi menganggap bahwa persaingan sempurna adalah struktur pasar yang lebih ideal dari jenis-jenis pasar lainnya. Ini disebabkan oleh beberapa kebaikan dari pasar persaingan sempurna. Namun demikian ia juga mempunyai beberapa keburukan. Sebagai penutup kepada uraian mengenai pasar persaingan sempurna, dalam bagian ini akan diperhatikan kebaikan dan keburukan dari pasar tersebut.

PERSAINGAN SEMPURNA MEMAKSIMUMKAN EFISIENSI


Sebelum menerangkan kebaikan pasar persaingan sempurna ditinjau dari sudut efisiensi, terlebih dahulu akan diterangkan dua konsep efisiensi : Efisiensi Produktif dan Efisiensi Alokatif. Seterusnya, melalui kedua konsep efisiensi ini, akan diterangkan kebaikan pasar persaingan sempurna kalau dibandingkan dengan bentuk pasar lainnya. Arti Efisiensi Dalam Analisis Ekonomi Apakah yang dimaksudkan dengan menggunakan sumber-sumber daya ( faktor-faktor produksi ) secara efisien? Sumber-sumber daya digunakan secara efisien apabila : -. Seluruh sumber-sumber daya yang tersedia sepenuhnya digunakan. -. Corak penggunaannya adalah sedemikian rupa sehingga tidak terdapat corak penggunaan yang lain yang akan dapat menambah kemakmuran masyarakat. ( dengan perkataan lain : penggunaanya yang sekarang telah memaksimalkan kesejahteraan masyarakat ) Untuk melihat apakah sumber-sumber daya digunakan secara efisiensi atau tidak, perlulah diteliti dua pengertian efisiensi, yaitu Efisiensi Produktif dan Efisiensi Alokatif.

1. Efisiensi Produktif : Untuk mencapai efisiensi produktif harus dipenuhi dua syarat. Yang pertama, untuk setiap tingkat produksi, biaya yang dikeluarkan adalah yang paling minimum. Untuk menghasilkan suatu tingkat produksi berbagai corak gabungan faktorfaktor produksi dapat digunakan. Gabungan yang paling efisien adalah gabungan yang mengeluarkaan biaya yang paling sedikit. Syarat ini harus dipenuhi pada setiap tingklat

produksi. Syarat yang kedua, industri secara keseluruhan harus memproduksikan barang pada biaya rata-rata yang paling rendah, yaitu pada waktu kurva AC mencapai titik yang paling rendah. Apabila suatu industri mencapai keadaan tersebut maka tingkat produksinya dikatakan mencapai tingkat efisiensi produksi yang optimal, dan biaya produksinya merupakan biaya produksi yang paling minimal. 2. Efisiensi Alokatif : Untuk melihat apakah efisensi alokatif dicapai atau tidak, perlulah dilihat apakah alokasi sumber-sumber daya ke berbagai kegiatan ekonomi produksi telah mencapai tingkat yang maksimum atau belum. Alokasi sumber-sumber daya mencapai efisiensi yang maksimum apabila dipenuhi syarat berikut : harga setiap barang sama dengan biaya marginal untuk memproduksikan barang tersebut. Berarti untuk setiap kegiatan ekonomi, produksi harus terus dilakukan sehingga tercapai keadaan dimana harga = biaya marginal. Dengan cara ini produksi berbagai macam barang dalam perekonomian akan memaksimumkan kesejahteraan masyarakat.

Efisiensi Dalam Pesaingan Sempurna


Didalam persaingan sempurna, kedua jenis efisiensi yang dijelaskan diatas akan selalu tercipta. Telah dijelaskan bahwa di dalam jangka panjang perusahaan dalam persaingan sempurna akan mendapat untung normal, dan untung normal ini dicapai apabila biaya produksi adalah yang paling minimum. Dengan demikian, sesuai dengan arti efisiensi produktif yang telah dijelaskan dalam jangka panjang efisiensi produktif selalu dicapai oleh perusahaan dalam persaingan sempurna. Telah dijelaskan juga bahwa dalam persaingan sempurna harga = hasil penjualan marginal. Dan di dalam memaksimumkan keuntungan syaratnya adalah hasil penjualan marginal = biaya marginal. Dengan demikian di dalam jangka panjang keadaan ini berlaku : harga = hasil penjualan marginal = biaya marginal. Kesamaan ini membuktikan bahwa pasar persaingan sempurna juga mencapai efisiensi alokatif. Dari kenyataan bahwa efisiensi produktif dan efisiensi alokatif dicapai di dalam pasar persaingan sempurna, maka dapatlah disimpulkan bahwa penggunaan sumber-sumber daya adalah sangat efisen dalam pasar persaingan sempurna

KEBEBASAN BERTINDAK DAN MEMILIH


Persaingan sempurna menghindari wujudnya konsentrasi kekuasaan di segolongan kecil masyarakat. Pada umumnya orang berkeyakinan bahwa konsentrasi yang semacam itu akan membatasi kebebasan seseorang dalam melakukan kegiatannya dan memilih pekerjaan yang disukainya. Juga kebebasannya untuk memilih barang yang dikonsumsikannya menjadi lebih terbatas. Di dalam pasar yang bebas tidak seorang pun mempunyai kekuasaan dalam menentukan harga, jumlah produksi, dan jenis-jenis barang yang diproduksikan. Begitu pula dalam menentukan bagaimana faktor-faktor produksi digunakan di dalam masyarakat, efisiensilah yang menjadi faktor yang menentukan pengalokasiannya. Tidak seorang pun mempunyai kekuasaan untuk menentukan corak pengalokasiannya. Selanjutnya dengan adanya kebebasan untuk memproduksikan berbagai jenis barang maka masyarakat dapat mempunyai pilihan yang lebih banyak terhadap barang-barang dan jasa-jasa yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhannya. Dan masyarakat mempunyai kebebasan yang penuh atas corak pilihan yang akan dibuatnya dalam menggunakan faktor-faktor produksi yang mereka miliki.

BEBERAPA KRITIK TERHADAP PERSAINGAN SEMPURNA


Di samping menekankan kebaikan-kebaikannya, ahli-ahli ekonomi juga menyadari bahwa persaingan sempurna mempunyai beberapa kelemahan/keburukan. Beberapa kelemahannya yang penting diuraikan dibawah ini Persaingan Sempurna Tidak Mendorong Inovasi Dalam pasar persaingan sempurna teknologi dapat dicontoh dengan mudah oleh perusahaan lain. Sebagai akibatnya suatu perusahaan tidak dapat memperoleh keuntungan yang kekal dari mengembangkan teknologi dan teknik memproduksi yang baru tersebut. Oleh sebab itulah keuntungan dalam jangka panjang hanyalah berupa keuntungan normal, karena walaupun pada mulanya suatu perusahaan dapat menaikkkan efisiensi dan menurunkan biaya, perusahaan-perusahaan lain dalam waktu yang singkat juga dapat berbuat demikian.

Di samping oleh alasan diatas, segolongan ahli ekonomi juga berpendapat kemajuan teknologi adalah terbatas di pasar persaingan sempurna karena perusahaan-perusahaan yang kecil ukurannya tidak akan mampu untuk membuat penyelidikan untuk mengembangkan teknologi yang lebih baik. Dan usaha untuk memodernkannya selalu dilakukan melalui penyelidikan dan pengembangan teknologi oleh pemerintah. Persaingan Sempurna adakalanya Menimbulkan Biaya Sosial Di dalam menilai efisiensi perusahaan, yang diperhatikan adalah cara perusahaan itu menggunakan sumber-sumber daya. Ditinjau dari sudut pandang perusahaan, penggunaannya mungkin sangat efisien. Akan tetapi, ditinjau dari sudut kepentingan masyarakat, adakalanya merugikan. Sebagai contoh, kegiatan yang efisien tersebut mungkin menimbulkan pengotoran lingkungan yang serius, maka biaya sosial dari kegiatan tersebut sangat tinggi. Membatasi Pilihan Konsumen Karena barang yang dihasilkan perusahaan-perusahaan adalah 100 persen sama, konsumen mempunyai pilihan yang terbatas untuk menentukan barang yang akan dikonsumsinya. Dalam pasar persaingan monopolistis dan oligopoli suatu jenis barang tertentu diproduksikan secara berbeda-beda coraknya oleh berbagai perusahaan. Maka terdapat lebih banyak variasi dan pilihan kepada konsumen. Pilihan yang lebih lengkap menyebabkan kepuasan yang mereka peroleh adalah lebih komplit dari apabila jenis barang yang tersedia adalah serupa. Biaya Produksi Dalam Persaingan Sempurna Mungkin Lebih Tinggi Di dalam mengatakan biaya produksi dalam pasar persaingan sempurna adalah paling minimum, misalnya bahwa biaya produksi tidak berbeda dan ini tidak selalu benar. Perusahaan-perusahaan dalam bentuk pasar lainnya (seperti misalnya pasar monopoli ) mungkin dapat mengurangi biaya produksi sebagai akibat menikmati skala ekonomi, perkembangan teknologi dan inovasi. di dalam uraian mengenai monopoli, biaya produksi yang lebih rendah menyebabkan jumlah produksi adalah lebih banyak dari didalam pasar persaingan sempurna dan harga adalah lebih rendah.

Distribusi Pendapatan Tidak Selalu Merata Suatu corak distribusi pendapatan tertentu menimbulkan suatu pola permintaan tertentu dalam masyarakat. Pola permintaan tersebut akan menentukan bentuk pengalokasian sumber-sumber daya. (ingat : dalam perekonomian pasar, permintaan menentukan corak penggunaan sumber-sumber daya ). Ini berarti distribusi pendapatan menentukan bagaimana bentuk dari pengunaan sumber-sumber daya yang efisien. Kalau distribusi pendapatan tidak merata maka penggunaan sumber-sumberdaya ( yang dialokasikan secara efisien ) akan lebih banyak digunakan untuk kepentingan golongan kaya. Sebagai contoh, dalam masyarakat diperlukan banyak rumah mewah tetapi kalau mekanisme pasar menunjukan bahwa rumah mewah mudah dijual maka para pengusaha akan menghasilkan rumah mewah. Dengan memperhatikan keadaan permintaan dalam pasar, maka efisien dalam penggunaan sumber-sumber daya mencapai maksimum tetapi ia tidak memaksimumkan kepentingan seluruh masyarakat.

MONOPOLI
Monopoli adalah suatu bentuk pasar dimana hanya terdapat satu perusahaan saja. Dan perusahaan ini menghasilkan barang yang tidak mempunyai barang pengganti yang sangat dekat. Pasar monopoli adalah struktur pasar yang sangat bertentangan cirinya dengan persaingan sempurna. Keuntungan yang biasanya dinikmati oleh perusahaan monopoli adalah keuntungan melebihi normal dan ini diperoleh karena terdapat hambatan yang sangat kuat terhadap perusahaan-perusahaan lain untuk memasuki industri tersebut BEBERAPA ASPEK KHUSUS PASAR MONOPOLI CIRI-CIRI PASAR MONOPOLI Ciri-ciri pasar monopoli sangat berbeda dengan persaingan sempurna. Uraian berikut menerangkan ciri-ciri monopoli. Pasar Monopoli Adalah Industri Satu Perusahaan Dari definisi diatas, yaitu hanya ada satu saja perusahaan dalam industri tersebut. Dengan demikian, barang atau jasa yang dihasilkannya tidak dapat dibeli dari tempat lain. Para pembeli tidak mempunyai pilihan lain, kalau mereka menginginkan barang tersebut maka mereka harus membeli dari perusahaan tersebut. Syarat-syarat penjualan sepenuhnya

ditentukan oleh monopoli itu,dan para pembeli tidak dapat berbuat suatu apapun didalam menentukan syarat jual-beli. Tidak Mempunyai Barang Pengganti Yang Mirip Barang yang dihasilkan perusahaan monopoli dapat digantikan oleh barang lain yang ada dalam pasar. Barang tersebut merupakan satu-satunya jenis barang yang seperti itu dan tidak terdapat barang mirip ( close subtitute ) yang dapat menggantikan barang tersebut. Aliran listrik adalah contoh dari barang yang tidak mempunyai barang pengganti yang mirip. Yang ada hanyalah barang pengganti yang sangat berbeda sifatnya, yaitu lampu minyak. Lampu minyak tidak dapat menggantikan listrik karena, ia tidak dapat digunakan untuk menghidupkan televisi atau memanaskan setrika/gosokan. Tidak Terdapat Kemungkinan Untuk Masuk Ke Dalam Industri Sifat ini merupakan sebab utama yang menimbulkan perusahaan yang mempunyai kekuasaan monopoli. Tanpa sifat ini pasar monopoli tidak akan ada, karena tanpa adanya halangan tersebut pada akhirnya akan terdapat beberapa perusahaan di dalam industri. Keuntungan perusahan monopoli tidak akan menyebabkan perusahaan-perusahaan lain memasuki industri tersebut. Adanya hambatan pemasukan yang sangat kuat menghindarkan berlakunya keadaan yang seperti itu. Ada beberapa bentuk hambatan pemasukan ke dalam pasar monopoli. Ada yang bersifat legal, yaitu dibatasi oleh undangundang. Ada yang berifat teknologi, yaitu teknologi yang digunakan sangat canggih dan tidak mudah dicontoh. Dan ada pula yang bersifat keuangan, yaitu modal yang diperlukan sangat besar. Dapat mempengaruhi Penentuan Harga Oleh karena perusahaan monopoli merupakan satu-satunya penjual di dalam pasar, maka penentuan harga dapat dikuasinya. Oleh sebab itu perusahaan monopoli dipandang sebagai penentu harga atau price setter. Dengan mengadakan pengendalian ke atas produksi dan jumlah barang yang ditawarkan perusahaan monopoli dapat menentukan harga pada tingkat yang dikehendakinya.

Promosi Iklan Kurang Diperlukan Oleh karena perusahaan monopoli adalah satu-satunya perusahaan di dalam industri, ia tidak perlu mempromosikan barangnya dengan menggunakan iklan. Pembeli yang memerlukan barang yang diproduksikannya terpaksa membeli dari padanya. Walau bagaimana pun perusahaan monopoli sering membuat iklan. Iklan tersebut bukanlah bertujuan untuk menarik pembeli, tetapi untuk memelihara hubungan baik dengan masyarakat. FAKTOR-FAKTOR YANG MENIMBULKAN MONOPOLI Terdapat 3 faktor yang dapat menyebabkan terbentuknya pasar (perusahaan) monopoli. Ketiga faktor tersenut adalah : 1. Perusahaan monopoli mempunyai suatu sumber daya tertentu yang unik dan tidak dimiliki oleh perusahaan lain. 2. Perusahaan monopoli pada umumnya dapat menikmati skala ekonomi ( ecomies of scale ) hingga ketingkat produksi yang sangat tinggi. 3. Monopoli wujud dan berkembangkan melalui undang-undang, yaitu pemerintah memberi hak monopoli kepada perusahaan tersebut. Memiliki Sumber Daya Yang Unik Salah satu sumber penting dari adanya monopoli adalah pemilikan sumber daya yang unik ( istimewa ) yang tidak dimiliki oleh orang atau perusahaan lain. Satu contoh yang jelas dalam hal ini adalah suara emas dari seorang penyanyi terkenal atau kemampuan bermain yang sangat luar biasa oleh seorang pemain sepak bola. Hanya merekalah yang mempunyai kepandaian tersebut dan harus dibayar lebih mahal dari biasa apabila masyarakat ingin menikmatinya. Di dalam suatu perekonomian, monopoli juga dapat berlaku apabila suatu perusahaan mengusai seluruh atau sebagian besar bahan mentah yang tersedia. Di masa ini contoh dari perusahaan yang masih mempunyai sifat seperti ini adalah perusahaan permata De Beers Company di Afrika Selatan. Hampir semua pertambangan permata yang ada di dunia ini dimiliki oleh perusahaan seperti itu. Pada permulaan abad yang lalu perusahaan Standard Oil Company di Amerika Serikat menguasai hampir seluruh sumber minyak yang ada di negara tersebut. Sampai sebelum perang dunia kedua perusahaan Aluminium

Company of America juga mempunyai kekuasaan monopoli. Pada waktu itu hampir semua cadangan bauxite, yaitu bahan mentah yang digunakan untuk menghasilkan alumunium, dimiliki oleh perusahaan tersebut. Oleh sebab itu Aluminium Company of America dapat menghasilkan barangnya tanpa ada persaingan. Perusahaan air minum di suatu kota adalah satu contoh lain dari kekuasaan monopoli yang memiliki sumber daya yang unik. Dapat Menikmati Skala Ekonomi Di dalam abad ini perkembangan teknologi sangat pesat sekali, di berbagai kegiatan ekonomi tingkat teknologi adalah sedemikian modernnya sehingga produksi yang efisien hanya dapat dilakukan apabila jumlah produksinya sangat besar dan meliputi hampir seluruh produksi yang diperlukan di dalam pasar. Keadaan seperti ini berarti suatu perusahaan baru menikmati skala ekonomi yang maksimum apabila tingkat produksinya adalah sangat besar jumlahnya. Pada waktu perusahaan mencapai keadaan dimana biaya produksi mencapai minimum, jumlah produksi adalah hampir menyamai jumlah permintaan yang wujud di pasar. Dengan demikian, sebagai akibat dari skala ekonomi yang demikian sifatnya, perusahaan dapat menurunkan harga barangnya apabila produksi semakin tinggi. Pada tingkat produksi yang sangat tinggi, harga adalah sedemikian rendahnya sehingga perusahaan-perusahaan baru tidak akan sanggup bersaing dengan perusahaan yang terlebih dahulu berkembang. Keadaan ini mewujudkan pasar monopoli. Suatu industri yang skala ekonominya mempunyai sifat seperti yang diterapkan di atas adalah perusahaan yang dikatakan merupakan monopoli alamiah atau natural monopoly. Monopoli alamiah pada umumnya dijumpai pada perusahaan jasa umum ( utilities ) seperti perusahaan listrik, perusahaan air minum, perusahaan telefon, dan perusahaan angkutan kereta api. Di beberapa jenis industri lain skala ekonomi tidak mewujudkan monopoli, tetapi satu atau beberapa perusahaan memproduksikan barang yang hampir sama jumlahnya dengan yang ditawarkan di pasar. Perusahan baja, pertambangan minyak, dan industri pembuat mobil adalah contoh-contoh dari industri semacam itu. Kekuasaan Monopoli Yang Diperoleh Melalui Peraturan Pemerintah Di dalam undang-undang pemerintah yang mengatur kegiatan perusahaanperusahaan terdapat beberapa peraturan yang akan mewujudkan kekuasaan monopoli. Peraturan-peraturan yang seperti itu adalah (1) peraturan paten dan hak cipta (copy rights) dan (2) hak usaha ekslusif (exclusif franchise) yang diberikan kepada perusahaan jasa umum.

1. Peraturan hak Patent dan Hak Cipta perkembangan ekonomi yang pesat terutama ditimbulkan oleh perkembangan teknologi. Untuk mengembangkan teknologi kadangkadang diperlukan waktu bertahun-tahun dan biaya yang sangat besar. Oleh sebab itu kegiatan dan pengeluaran untuk mengembangkan teknologi tidak akan dilakukan perusahaan apabila hasil jerih payah mereka dengan mudah saja dicontoh atau dijiplak oleh perusahaan lain. Apabila tidak ada peraturan yang melarang penjiplakan, tidak ada untungnya bagi perusahaan untuk menciptakan barang-barang yang lebih baik mutunya, karena dalam waktu yang singkat perusahaan lainnya akan menirunya. Sebagai akibat dari keadaan seperti ini kemajuan teknologi akan terhambat, dan ini selanjutnya akan melambatkan jalannya pertumbuhan ekonomi. Agar usaha mengembangkan teknologi dengan tujuan untuk menciptakan barang baru akan memberi keuntungan kepada perusahaan, haruslah pemerintah melarang dan menghukum kegiatan penjiplakan tersebut. Langkah seperti ini dilakukan dengan memberikan hak paten kepada perusahaan yang mengembangkan barang baru. Hak cipta atau copy rights adalah juga hak paten, yaitu ia merupakan suatu jaminan hukum untuk menghindari penjiplakan. Tetapi hak cipta adalah khusus diberikan kepada penulis dan komposer/penggubah lagu. Dengan adanya hak cipta tersebut hanya penulis atau penggubah lagu saja yang mempunyai hak atas penerbitan buku yang ditulis dan lagu yang digubah.

2. Hak Usaha Eksklusif apabila skala ekonomi hanya diperoleh perusahaan setelah perusahaan itu mencapai tingkat produksi yang sangat tinggi, kepentingan khalayak ramai akan dimaksimumkan apabila perusahaan diberi kesempatan untuk menikmati skala ekonomi itu, dan pada waktu yang sama diharuskan menjual produksinya dengan harga yang rendah. Untuk menciptakan keadaan seperti ini secara serentak pemerintah harus menjalankan dua langkah : (i) memberikan hak monopoli kepada suatu perusahaan dalam suatu kegiatan tertentu, dan (ii) menentukan harga/tarif yang rendah atas barang/jasa yang diproduksikan. Contoh perusahaan seperti ini adalah perusahaan air minum, penerbangan dan angkutan kereta api. Tanpa adanya hak eksklusif untuk berusaha sebagai perusahaan monopoli akan timbul halangan untuk menikmati skala ekonomi secara maksimum. Sebagai akibatnya setiap perusahaan akan menetapkan harga/tarif yang tinggi atas barang/jasa yang dihasilkannya.

Keadaan seperti ini menimbulkan kerugian kepada masyarakat, karena mereka harus membayar produksi perusahaan itu dengan harga yang tinggi. Hak eksklusif yang menjamin adanya perusahaan tunggal dalam pasar belum menjamin bahwa harga ditetapkan pada tingkat yang rendah. Walaupun perusahaan tersebut dapat mengecap skala ekonomi dengan sepenuhnya, yang menyebabkan biaya produksi berada pada tingkat yang sangat rendah, belum tentu perusahaan akan menjual hasil produksinya pada harga yang rendah. Untuk menghindari agar perusahaan tidak mengambil tindakan seperti itu, pemerintah memberikan hak monopoli atas penetapan harga/tarif penjualan dari barang/jasa yang disediakan perusahaan tersebut. Dengan cara ini dapatkah kepentingan para konsumen dilindungi, yaitu para konsumen dapat membeli barang yang dihasilkan perusahaan monopoli pada tingkat harga yang relatif rendah. PEMAKSIMUMAN KEUNTUNGAN DALAM MONOPOLI Dalam menggambarkan prinsip penentuan pemaksimuman keuntungan dalam monopoli dua cara akan digunakan, yaitu dengan menggunakan angka-angka dan secara grafik. Untuk masing-masing cara ini akan ditunjukan prinsip penentuan pemaksimuman keuntungan berdasarkan pendekatan (i) biaya total dan hasil penjualan total, dan (ii) biaya marginal dan hasil penjualan marginal . sebelum melaksanakan hal-hal tersebut terlebih dahulu akan dilihat hubungan diantara harga dan jumlah barang yang ditawarkan/diproduksikan, dan implikasi dari sifat hubungan tersebut kepada hasil penjualan total. ADAKAH MONOPOLI KEUNTUNGANNYA BERLEBIHAN? Banyak orang yang mempunyai pandangan yang negatif terhadap perusahaan monopoli. Mereka selalu menganggap bahwa suatu perusahaan dalam pasar monopoli dapat menetapkan harga dengan sekehendak hatinya dan oleh karena itu akan selalu mendapat keuntungan luar biasa merupakan suatu fenomena penting perusahaan monopoli. Ini merupakan pandangan yang kurang tepat. Terdapat empat kemungkinan dari keadaan yang dihadapi oleh suatu perusahaan dalam pasar persaingan sempurna : mendapat untung melebihi normal, atau untung normal, rugi tetapi masih dapat membayar kembali sebagian dari biaya tetap, dan mengalami kerugian sehingga biaya berubahnya pun tidak dapat ditutupnya.

MONOPOLI BILATERAL Monopoli bilateral terjadi jika ada pembeli yang bersifat monopolis dan penjual yang bersifat monopolis pula. Harga dan kuantitas yang terjadi tidak dapat ditentukan dengan teori ekonomi. Penyelesaiannya akan tergantung pada perbandingan kekuatan tawarmenawar dan strategi antar pembeli dan penjual tersebut. Contoh : kedua monopolis dalam monopoli bilateral menyadari pengaruh tindakan mereka terhadap harga dan output. MR penjual tersebut akan lebih kecil dari P. Pengeluaran marginal pembeli tersebut lebih besar dari P. Oleh karena itu, penjual yang monopolis tersebut dapat menunjukan tingkat harga PS, sedangkan pembeli yang monopolis tersebut menginginkan harga sebesar PB. seperti yang dijelaskan diatas, kedua pihak akan memilih kuantitas Q1. dan harga yang terjadi tergantung pada kekuatan tawar-menawar dan strategi dari pembeli dan penjual tersebut. CIRI-CIRI PERSAINGAN MONOPOLISTIS Pasar persaingan monopolistis pada dasarnya adalah pasar yang berada di antara dua jenis pasar yang ekstrem, yaitu persaingan sempurna dan monopoli. Oleh sebab itu sifat-sifatnya mengandung unsur-unsur sifat pasar monopoli, dan unsur-unsur sifat pasar persaingan sempurna. Pasar persaingan monopolistis dapat didefinisikan sebagai suatu pasar dimana terdapat banyak produsen yang menhasilkan barang yang berbeda corak (different products). Ciri-ciri selengkapnya dari pasar persaingan monopolistis adalah seperti yang diuraikan di bawah ini.

Terdapat Banyak Penjual Terdapat cukup banyak penjual dalam pasar persaingan monopolistis, namun demikian tidaklah sebanyak seperti dalam pasar persaingan sempurna. Apabila didalam pasar persaingan monopolistis sudah terbentuk. Yang penting, tidak satu pun dari perusahaan-perusahaan tersebut ukuran/besarnya jauh melebihi dari perusahaanperusahaan lainnya. Perusahaan dalam pasaran monopolistis mempunyai ukuran yang relatif sama besarnya. Keadaan ini menyebabkan produksi suatu perusahaan relatif sedikit kalau dibandingkan dengan keseluruhan produksi dalam keseluruhan pasar.

Barangnya Bersifat Berbeda Corak Cara ini merupakan sifat yang penting dalam membedakan antara pasar persaingan monopolistis dan persaingan sempurna. Seperti telah diterangkan, dalam persaingan sempurna produksi berbagai perusahaan adalah serupa. Oleh karenanya sukar untuk membedakan yang mana yang merupakan produksi suatu perusahaan, dan yang mana pula produksi perusahaan lainnya. Produksi dalam pasar persaingan monopolistis berbeda coraknya (different product) dan secara fisik mudah dibedakan antara produksi suatu perusahaan dengan prosuksi perusahaan lainnya. Di samping perbedaan dalam bentuk fisik barang tersebut terdapat pula perbedaan-perbedaan dalam pembungkusannya, perbedaan dalam bentuk jasa perusahaan setelah penjualan (after-sale service) dan perbedaan dalam cara membayar barang yang dibeli. Sebagai akibat dari perbedaanperbedaan ini barang yang diproduksinya oleh perusahaan-perusahaan dalam pasar persaingan monopolistis bukanlah barang yang bersifat pengganti sempurna (perfect subtitute) kepada barang yang diproduksinya perusahaan lain. Mereka hanya merupakan pengganti yang dekat atau close subtitute. Perbedaan dalam sifat barang yang dihasilkan inilah yang menjadi sumber dari adanya kekuasaan monopoli, walaupun kecil yang dimiliki oleh perusahaan dalam pasar persaingan monopolistis. Perusahaan Mempunyai Sedikit Kekuasaan Mempengaruhi Harga Berbeda dengan perusahaan dalam pasar persaingan sempurna, yang tidak mempunyai kekuasaan dalam mempengaruhi harga, perusahaan dalam pasar persaingan monopolistis dapat mempengaruhi harga. Namun demikian pengaruhnya ini relatif kecil kalau dibandingkan dengan perusahaan oligopoli dan monopoli. Kekuasaan mempengaruhi harga dari perusahaan monopolistis yang bersumber dari sifat barang yang dihasilkannya, yaitu yang bersifat berbeda corak atau differentiated product. Perbedaan ini menyebabkan para pembeli bersifat memilih, yaitu lebih menyukai barang dari sesuatu perusahaan tertentu dan kurang menyukai barang yang dihasilkan perusahaan lainnya. Maka apabila sesuatu perusahaan menaikkan harga barangnya, ia masih dapat menarik pembeli walaupun jumlah pembelinya tidak sebanyak seperti sebelum kenaikkan harga. Sebaliknya, apabila perusahaan menurunkan harga, tidaklah mudah untuk menjual semua barang yang diproduksikannya. Banyak di antara konsumen di pasar masih tetap membeli barang yang dihasilkan oleh perusahaan-perusahaan lain, walaupun harganya sudah menjadi relatif lebih mahal.

Masuk kedalam Industri Relatif Mudah Perusahaan yang akan masuk dan menjalankan usaha di dalam pasar persaingan monopolistis tidak akan banyak mengalami kesukaran. Hambatan yang dihadapi tidaklah seberat seperti di dalam oligopoli dan monopoli. Tetapi masuknya tidaklah semudah seperti dalam pasar persaingan sempurna. Beberapa faktor menyebabkan hal ini. Yang pertama ialah karena modal yang diperlukan adalah relatif besar kalau dibandingkan dengan mendirikan perusahaan dalam pasar persaingan sempurna. Yang kedua ialah karena perusahaan itu harus menghasilkan barang yang berbeda coraknya dengan yang sudah tersedia di pasar, dan mempromokasikan barang tersebut untuk memperoleh langganan. Maka perusahaan baru pada dasarnya harus berusaha memproduksikan barang yang lebih menarik dari yang sudah ada di pasar, dan harus dapat menyakinkan konsumen dalam kebaikan mutu barang tersebut Persaingan Mempromosi Penjualan Sangat Aktif Harga bukanlah penentu utama dari besarnya pasar dari perusahaan-perusahaan dalam pasar persaingan monopolistis. Suatu perusahaan mungkin menjual barangnya dengan harga relatif tinggi, tetapi masih dapat menarik banyak langganan. Sebaliknya suatu perusahaan lain mungkin harga barangnya rendah, tetapi tidak banyak menarik langganan. Keadaan seperti ini disebabkan oleh sifat barang yang mereka hasilkan, yaitu barang yang bersifat berbeda corak. Ini menimbulkan daya tarik yang berbeda kepada para pembeli. Maka untuk mempengaruhi citarasa pembeli, para pengusaha melakukan persaingan bukan harga (non price competition). Persaingan yang demikian itu antara lain adalah dalam memperbaiki mutu dan desain barang, melakukan kegiatan iklan yang terus menerus, memberikan syarat penjualan yang menarik, dan sebagainya.

KESEIMBANGAN DALAM PASAR PERSAINGAN MONOPOLISTIS Ciri-ciri persaingan monopolistis menimbulkan pengaruh yang cukup penting atas corak permintaan yang dihadapi oleh perusahaan dalam persaingan monopolistis. Kurva permintaan yang dihadapi oleh perusahaan dalam persaingan monopolistis adalah lebih elastis dari yang dihadapi monopoli, tetapi elastisitasnya tidak sampai mencapai elastis sempurna yaitu kurva permintaan yang sejajar sumbu datar yang merupakan kurva

permintaan yang dihadapi suatu perusahaan dalam persaingan sempurna. maka pada hakikatnya kurva permintaan atas barang produksi perusahaan dalam persaingan monopolistis adalah bersifat menurun secara sedikit demi sedkit (lebih mendatar dan bukan turun dengan curam). Kurva permintaan yang bersifat seperti ini berarti : (i) apabila perusahaan menaikan harga maka jumlah barang yang dijualnya menjadi sangat berkurang, dan sebaliknya. (ii) apabila perusahaan menurunkan harga maka jumlah barang yang dijualnya menjadi sangat bertambah. Oleh karena kurva permintaan dalam persaingan monopolistis tidak bersifat elastis sempurna, kurva hasil penjualan marginal (MR) tidak berimpit dengan kurva permintaan. Dalam persaingan monopolistis kurva MR adalah sama seperti yang terdapat dalam monopoli, yaitu kurva tersebut terletak dibawah kurva permintaan.

KESEIMBANGAN JANGKA PENDEK Oleh karena permintaan adalah menurun sedikit demi sedikit, dan sebagai akibat kurva MR tidak berimpit dengan kurva permintaan, keseimbangan yang dicapai suatu perusahaan dalam paar persaingan monopolistis adalah sama dengan di dalam monopoli. Bedanya, didalam monopoli yang dihadapi adalah permintaan dari seluruh pasar, sedangkan dalam persaingan monopolistis, permintaan yang dihadapi perusahaan adlah sebagian dari keseluruhan permintaan pasar.

PASAR OLIGOPOLI
Teori persaingan monopolistis banyak menggunakan asumsi-asumsi persaingan sempurna dan monopoli, tetapi teori tersebut memberikan suatu gambaran yang lebih tepat tentang keadaan pasar secara nyata, di mana dunia bisnis beroperasi. Hal tersebut terjadi karena teori tersebut menyadari bahwa perusahaan-perusahaan mempunyai kemampuan dalam batas-batas tertentu dalam mengendalikan harga, tetapi tindakan-tindakan mereka dibatasi oleh banyaknya jumlah barang-barang pengganti (substitutes) dari produk-produk mereka. Namun demikian, teori ini menganggap bahwa perusahaan-perusahaan membuat keputusan tanpa memperhatikan reaksi perusahaanperusahaan saingannya secara eksplisit. Asumsi perilaku (behavioral) seperti itu mungkin cocok untuk beberapa industri tetapi tidak cocok untuk industri lainnya, dan jika tindakantindakanperusahaan secara individual akan mengakibatkan reaksi-reaksi dari sebagian

perusahaan saingannya, maka lahirlah pasar oligopoli. Contoh-contoh industri-industri yang oligopolitis cukup banyak di indonesia, walaupun mungkin industri-industri tersebut merupakan joint-venture antara pihak indonesia dengan perusahaan asing. Industri semen, barang-barang elektronika, otomotif, perakitan komputer, semuannya merupakan contoh produk yang dihasilkan dan dijual dalam pasar yang oligopolistik. Perhatikan bahwa pada masing-masing indutri tersebut sejumlah kecil perusahaan bisa memproduksi semua output total atau paling tidak dalam suatu persentase yang besar sekali dari output total industri. Misalnya dalam industri mobil : Honda, Suzuki, Toyota, Daihatsu dan Mitsubishi menguasai hampir semua produksi mobil di indonesia. Demikian juga barang-barang elektronika sebagian besar dihasilkan oleh : Sony, Sanyo, Sharp, National dan Toshiba. Atau industri rokok kretek yang dikuasai sepenuhnya oleh : Bentoel, Gudang Garam, Djarum, Sampoerna dan Gentong Gotri. Struktur pasar oligopoli ini bisa juga terjadi dalam industri di mana wilayah pasar suatu perusahaan sangat kecil. Misalnya, industri pompa bensin. Dalam industri ini hanya ada sedikit sekali penjual (pompa Bensin) yang bersaing di dalam suatu wilayah geografis yang kecil. Oleh karena jumlah penjual yang sedikit inilah maka saling pengaruh antara mereka bisa dimasukan dalam masalah penentuan harga/output dari oligopoli. Perhatikan pasar duopoli, sebuah bentuk khusus dari oligopoli, di mana hanya ada dua perusahaan yang menghasilkan suatu produk tertentu. Untuk gampangnya, anggap bahwa produk tersebut homogen dan para pembeli memilih produk diantara kedua perusahaan tersebut sematamata berdasarkan harganya. Anggap pula bahwa kedua perusahaan tersebut menetapkan harga yang sama dan masing-masing mempunyai pangsa pasar yang sama. Sekarang misalkan perusahaan A berusaha untuk meningkatkan penjualannya dengan cara menurunkan harganya, maka semua pembeli akan membeli produk perusahaan A tersebut dan perusahaan B akan kehilangan pangsa pasar yang cukup besar. Untuk mempertahankan para pembelinya, maka perusahaan B akan bereaksi dengan cara menurunkan harganya pula. Oleh karena itu, tidak ada satu perusahaan pun yang bisa bertindak secara bebas. Tindakan yang diambil suatu perusahaan pasti akan menimbulkan reaksi perusahaan lainnya. CIRI-CIRI PASAR OLIGOPOLI Pasar oligopoli hanya terdiri dari sekelompok kecil perusahaan. Biasanya struktur dari industri dalam pasar oligopoli adalah : terdapat beberapa perusahaan raksasa yang

menguasai sebagian besar pasar oligopoli katakanlah 70 sampai 80 persen dari seluruh pruduksi atau nilai penjualan dan disamping itu terdapt pula beberapa perusahaan kecil. Beberapa perusahaan golongan yang pertama ( yang menguasai pasar ) sangat saling mempengaruhi satu sama lain, karena keputusan dan tindakan oleh salah satu dari padanya sangat mempengaruhi perusahaan-perusahaan lainnya. Sifat ini menyebabkan setiap perusahaan harus mengambil keputusan yang berhati-hati di dalam mengubah harga, membuat desain, mengubah teknik memproduksi dan sebagainya. Sifat saling mempengaruhi ( mutual interdependence ) ini merupakan sifat yang khusus dari perusahaan dalam pasar oligopoli, yang tidak dipadati dalam bentuk pasar lainnya. Dalam perekonomian yang sudah maju, pasar oligopoli banyak terdapat teknologi yang sudah sangat modern. Teknologi modern mencapai efisiensi yang optimum hanya sesudah jumlah produksi mencapai tingkat yang besar sekali. Keadaan ini menimbulkan kecenderungan pengurangan jumlah perusahaan dalam industri. Disamping sifat penting yang baru dijelaskan diatas, pasar oligopoli mempunyai beberapa ciri khas lain. Ciri-ciri tersebut diterangkan dalam uraian berikut. 1. Menghasilkan barang standard mau pun barang berbeda corak Adakalanya perusahaan dalam pasar oligopoli menghasilkan barang standard (standard product). Industri dalam pasar oligopoli yang demikian sifatnya banyak dijumpai dalam industri yang menghasilkan bahan mentah seperti produsen bensin, industri baja dan alumunium dan industri bahan baku seperti Industri semen dan bahan bangunan. Di samping itu banyak pula pasar oligopoli yang terdiri dari perusahaan-perusahaan yang menghasilkan barang berbeda corak (different product). Barang seperti itu pada umumnya adalah barang akhir. Contoh dari pasar oligopoli yang menghasilkan barang akhir adalah industri mobil dan truk, industri rokok, dan industri sabun cuci dan sabun mandi.

2. Kekuasaan menentukan harga adakalanya lemah dan adakalanya sangat tangguh Dari dua kemungkinan ini, yang mana yang akan terbentuk tergantung kepada bentuk kerjasama diantara perusahaan-perusahaan dalam pasar oligopoli. Tanpa ada kerjasama, kekuasaan menentukan harga menjadi lebih terbatas. Apabila suatu perusahaan menurunkan harga, dalam waktu yang singkat ia akan menarik banyak pembeli. Perusahaan yang kehilangan pembeli akan melakukan tindakan balasan dengan mengurangi harga yang lebih besar lagi sehingga akhirnya perusahaan yang mula-mula menurunkan harga kehilangan langganan. Tetapi kalau perusahaan dalam pasar oligopoli

bekerjasama dalam menentukan harga, maka harga dapat di stabilkan pada tingkat yang mereka kehendaki. Dalam hal ini kekuasaan mereka untuk menentukan harga adalah sangat besar, yaitu sama seperti dalam monopoli. 3. Pada umumnya perusahaan oligopoli perlu melakukan promosi secara iklan. Iklan secara terus menerus sangat diperlukan oleh perusahaan oligopoli yang menghasilkan barang berbeda corak. Pengeluaran untuk iklan biasanya besar sekali untuk perusahaan-perusahaan yang seperti itu. Kegiatan promosi secara iklan yang sangat aktif tersebut adalah untuk dua tujuan, yaitu menarik pembeli baru dan mempertahankan barang standard membuat pengeluaran untuk iklan yang lebih sedikit. Iklan tersebut terutama untuk memelihara hubungan baik dengan masyarakat. PENENTUAN HARGA DAN PRODUKSI TANPA KESEPAKATAN Di dalam melihat pemaksimuman keuntungan dalam suatu perusahaan oligopoli, akan diperhatikan bagaimana tujuan itu akan dicapai apabila perusahaan-perusahaan tidak membuat kesepakatan. Di dalam membuat analisis perlulah disadari bahwa walaupun tidak mendapat kesepakatan, setiap perusahaan dalam pasar sebagai akibat dari jumlahnya yang sangat sedikit sangat erat kaitannya dan saling mempengaruhi satu sama lain. Maksudnya, setiap tindakan yang dilakukan suatu perusahaan akan menimbulkan suatu implikasi yang nyata kepada perusahaan-perusahaan lainnya. Apabila implikasi tersebut merugikan perusahaan-perusahaan lainnya, maka mereka akan melakukan tindakan balasan. CIRI PERKAITAN DI ANTARA PERUSAHAAN-PERUSAHAAN Sebagai akibat dari perkaitan dan hubungan saling mempengaruhi yang sangat erat tersebut, perusahaan oligopoli harus membuat perhitungan yang cermat mengenai reaksi dari perusahaan lain apabila ia menurunkan atau menaikkan harga barangnya. Setiap perusahaan oligopoli menyadari bahwa apabila ia mengubah harga penjualannya, langkah ini akan sangat mempengaruhi penjualan dari perusahan-perusahaan lain. Apabila suatu perusahaan menurunkan harga, perusahaan-perusahaan lain akan kehilangan langanan karena sebagian dari langganan mereka akan membeli barang yang harganya telah menjadi rendah, keadaan ini akan mendorong perusahaan lain untuk menurunkan harga, untuk menjaga agar langganan mereka tidak pindah membeli barang dari perusahaan yang memulai melakukan penurunan harga. Dengan demikian, di dalam pasar oligopoli,

penurunan harga dari suatu perusahaan berkecenderungan akan menyebabkan perusahaan-perusahaan lain akan melakukan penurunan harga juga mereka tidak kehilangan langganan. Bagaimankah reaksi perushaan-perusahaan lain apabila suatu perusahaan menaikkan harga? Sekiranya suatu perusahaan menaikkan harga, produksi perusahaan-perusahaan lain menjadi relatif lebih murah. Sebagai akibatnya perusahaan yang menaikkan harga akan kehilangan langganan, sedangkan perusahaan lain yang tidak menaikkan harga bertambah banyak langganannya. Dengan demikian tidak ada alasan untuk perusahaan lain tersebut mengubah tingkat harganya. Mereka akan memperoleh keuntungan yang lebih banyak apabila berbuat demikian ( tidak mengubah harga ). BENTUK-BENTUK HAMBATAN OLIGOPOLI Terdapat jumlah perusahaan yang terbatas di dalam pasar merupakan suatu bukti nyata bahwa perusahaan-perusahaan baru adalah sangat sukar untuk masuk ke pasar oligopoli. Faktor-faktor penting yang menyebabkan kesukaran memasuki pasar oligopoli adalah : Skala ekonomi. Perbedaan biaya produksi. Sifat-sifat produksi yang mempunyai keistimewaan yang suka diimbangi oleh perusahaan baru. SKALA EKONOMI Skala ekonomi yang dinikmati oleh perusahaan yang terdapat dalam pasar oligopoli dapat menjadi penghambat yang sangat penting kepada perusahaan baru untuk masuk ke dalam industri itu. Apabila suatu perusahaan oligopolis dapat menikmati skala ekonomi sehingga ketingkat produksi yang besar sekali, ini berarti makin banyak produksinya makin rendah biaya produksi per unit. Sekiranya permintaan dalam pasar bertambah, perusahaan yang sudah ada dalam industri akan mempunyai kesempatan yang lebih baik untuk memenuhi permintaan tersebut, karena mereka dapat menambah jumlah produksi dan pada waktu yang sama mengurangi biaya produksi per unit. Maka makin besar jumlah penjualan perusahaan tersebut, semakin efisien kegiatan memproduksinya. Ini akan menyukarkan pemasukan perusahaan baru, karena pada mulanya luas pasaran barangnya

hanyalah sebagian kecil daripada perusahaan yang telah ada, dan oleh karena itu biaya produksi per unit adalah lebih tinggi daripada dalam perusahaan yang lama. BIAYA PRODUKSI YANG BERBEDA Yang diatas adalah biaya produksi per unit yang berbeda sebagai akibat dari tingkat (jumlah) produksi yang berbeda. Di samping itu biaya produksi dapat pula berbeda pada tingkat produksi yang sama. Biasanya pada setiap tingkat produksi, biaya produksi per unit yang harus dikeluarkan perusahaan yang baru adalah lebih tinggi dari yang harus dikeluarkan perusahaan lama. Ini berarti kurva AC (biaya total rata-rata) perusahaan baru adalah lebih tinggi dari pada kurva AC perusahaan yang lama. Oleh karenanya perusahaan baru tidak dapat menjual barangnya semurah seperti perusahaan lama. Keadaan ini menghambat pemasukan perusahaan baru. Terdapat banyak faktor yang menimbulkan kecenderungan perbedaan biaya produksi tersebut yang penting adalah : Perusahaan lama dapat menurunkan biaya produksi sebagai akibat pengetahuan yang mendalam mengenai kegiatan memproduksi yang dikumpulkan dari pengalaman masa lalu. Para pekerjanya sudah lebih berpengalaman di dalam mengerjakan pekerjaan mereka, dan ini menaikkan produktifitas pekerja, yang selanjutnya memungkinkan penurunan biaya produksi. Perusahaan lama sudah lebih dikenal oleh bank. Dan para penyedia bahan mentah dan oleh karenanya dapat memperoleh kredit yang lebih baik dan harga bahan mentah yang lebih murah. KEISTIMEWAAN HASIL PRODUKSI Keistimewaan yang dimilik oleh barang yang diproduksikan oleh perusahaan lama merupakan sumber lain yang dapat mengahambat masuknya perusahaan baru. Keistimewaan ini dapat dibedakan dalam beberapa bentuk. Yang pertama ialah karena barang tersebut sudah sangat terkenal (product recognition), dan masyarakat sudah menaruh kepercayaan dan penghargaan yang tinggi atas barang tersebut. Tanpa dapat menawarkan barang lain yang jauh lebih baik dari barang yang dikenal masyarakat ini, perusahaan baru akan mengalami kesukaran untuk bersaing dengan baik dipasaran. Keistimewaan yang kedua adalah apabila barang tersebut sangat rumit (product complexcity) yaitu ia terdiri dari komponen-komponen yang banyak sekali sehingga sukar

membuat dan memperbaikinya. Barang seperti itu antara lain adalah mobil, televisi, pendingin (refrigerator) dan sebagainya. Sifat barang yang rumit tersebut menyebabkan tidak semua pengusaha yang mempunyai modal dapat masuk ke dalam perusahaan tersebut. Pengusaha tersebut harus juga mengetahui cara-caranya membuat barang itu yang mutunya tidak kalah dengan barang-barang yang sudah ada dipasar. Selanjutnya keistimewaan lain yang mungkin dimiliki oleh perusahaan dalam pasar oligopoli adalah ia memproduksikan berbagai barang yang sejenis. Kalau ia produsen rokok, maka rokok yang diproduksikannya terdiri dari berbagai bentuk dan jenis sehingga dapat menyediakan berbagai produk seperti rokok berfilter dan cerutu yang dingingkan masyarakat yang cita rasanya berbeda-beda. Perusahaan sabun mandi, sabun cuci, minuman ringan dalam botol, dan produsen mobil adalah beberapa contoh lain dari perusahan-perusahaan yang sering kali memproduksikan sesuatu barang dalam bentuk dan sifat, serta mutu yang sangat berbeda. Dengan cara ini pasarannya meliputi golongan masyrakat yang lebih luas dan sebagai akibatnya sukarlah untuk perusahaan baru memasuki pasar oligopoli.