Anda di halaman 1dari 8

Asisten Mikropaleontologi 2011 Lab.

Paleontologi Jurusan Teknik Geologi Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin

Mikroskop Binokuler
Praktikum Mikropaleontologi
Baso Rezki Maulana & Ervina

2011

Pengenalan Mikroskop Binokuler

Mikroskop yaitu salah satu alat optik yang digunakan untuk perbesaran benda benda dengan ukuran yang sangat kecil (mikroskopis) dan tidak dapat dilihat secara kasat mata. Mikroskop cahaya atau dikenal juga dengan nama "Compound light microscope" adalah sebuah mikroskop yang menggunakan cahaya lampu sebagai pengganti cahaya matahari sebagaimana yang digunakan pada mikroskop konvensional. Pada mikroskop konvensional, sumber cahaya masih berasal dari sinar matahari yang dipantulkan dengan suatu cermin datar ataupun cekung yang terdapat dibawah kondensor. Cermin ini akan mengarahkan cahaya dari luar ke dalam kondensor. Jenis Lensa dan Cara Kerja Mikroskop Mikroskop cahaya menggunakan tiga jenis lensa, yaitu lensa objektif, lensa okuler, dan kondensor. Lensa objektif dan lensa okuler terletak pada kedua ujung tabung mikroskop sedangkan penggunaan lensa okuler terletak pada mikroskop bisa berbentuk lensa tunggal (monokuler) atau ganda (binokuler). Pada ujung bawah mikroskop terdapat tempat dudukan lensa objektif yang bisa dipasangi tiga lensa atau lebih. Di bawah tabung mikroskop terdapat meja mikroskop yang merupakan tempat preparat. Sistem lensa yang ketiga adalah kondensor. Kondensor berperan untuk menerangi objek dan lensa-lensa mikroskop yang lain. Lensa okuler, adalah lensa mikroskop yang terdapat di bagian ujung atas tabung berdekatan dengan mata pengamat, dan berfungsi untuk memperbesar bayangan yang dihasilkan oleh lensa objektif berkisar antara 4 hingga 25 kali. Lensa okuler dibuat dalam berbagai perbesaran yang berbeda, yaitu 5X, 10X, 15X. ( X berarti berapa kali ukuran sebenarnya ), namun lazim dipakai 10X. I.

Gbr.1 Jenis jenis lensa okuler (5X, 7X, 10X, 15X)


SAP Praktikum Mikropaleontologi Asisten Mikropaleontologi 2011 Laboratorium Paleontologi Jurusan Teknik Geologi UNHAS Created by: Baso Rezki Maulana & Ervina

Pengenalan Mikroskop Binokuler

Lensa objektif, adalah lensa mikroskop yang terdapat di bagian atas meja preparat yang berfungsi sebagai pembentuk bayangan pertama dan menentukan struktur serta bagian renik yang akan terlihat pada bayangan akhir serta berkemampuan untuk memperbesar bayangan objek sehingga dapat memiliki nilai "apertura" yaitu suatu ukuran daya pisah suatu lensa objektif yang akan menentukan daya pisah spesimen, sehingga mampu menunjukkan benda mikroskopis yang berdekatan sebagai dua benda yang terpisah. lensa objektif ini terdiri dari 4 buah lensa dengan perbesaran yang berbeda yakni, 4X, 10X, 40X, dan 100X.

Gbr.2 Jenis jenis lensa Objektif (100X, 50X, 10X, 5X)

Lensa kondensor, adalah lensa yang berfungsi guna mendukung terciptanya pencahayaan pada objek yang akan dilihat sehingga dengan pengaturan yang tepat maka akan diperoleh daya pisah maksimal. Jika daya pisah kurang maksimal, maka dua benda akan terlihat menjadi satu dan pembesarannyapun akan kurang optimal.

Gbr.3 Lensa kondensor

Sistem iluminasi, adalah sumber cahaya menggunakan bohlam tungsten - halogen untuk menyediakan output 100 W pada 12 V - alat ini memiliki susunan filament tunggal rata yang dipasang berdekatan dan diletakkan di amplop quartz. Karena alat ini beroperasi pada suhu filament yang sangat tinggi, sehingga cocok untuk fotomikrograf berwarna, dengan menggunakan film yang seimbang untuk cahaya tungsten. Kondensor digunakan untuk mengkonsentrasi-kan cahaya ke dalam objek

SAP Praktikum Mikropaleontologi Asisten Mikropaleontologi 2011 Laboratorium Paleontologi Jurusan Teknik Geologi UNHAS Created by: Baso Rezki Maulana & Ervina

Pengenalan Mikroskop Binokuler

dengan intensitas seragam pada keseluruhan bidang iluminasi. Kondensor dapat diklasifikasikan berdasarkan tujuan mereka : terang - atau dasar gelap, fase kontras, atau nomarski differential interference contras. Pengelompokkan kondensor berdasarkan pada maksimum numerical aperturenya: a) Kekuatan rendah - hingga N.A. 0.25, b) Kekuatan sedang kondensor kering hingga N.A. 0.9 dan c) Tipe minyak imersi, berkekuatan tinggi N.A. hingga 1,4. Jenis Mikroskop Dalam dunia geologi, mikroskop yang sering kita jumpai digunakan dalam pengamatan preparat sayatan (objek geologi lainnya) yaitu, mikroskop polarisasi dan mikroskop binokuler. Kedua mikroskop tersebut memiliki beberapa perbedaan, antara lain : a. Mikroskop binokuler mempunyai dua lensa okuler sedangkan mikroskop polarisasi hanya mempunyaI satu lensa okuler. b. Mikroskop binokuler digunakan untuk mengamati preparat fosil sedangkan mikroskop polarisasi digunakan untuk mengamati sayatan tipis pada batuan dan mineral (umumnya benda transparan/bening). c. Mikroskop binokuler memerlukan bantuan cahaya dari luar untuk pengamatan fosil yang bukan dalam bentuk sayatan tipis dan tidak tembus oleh cahaya, meskipun pada mikroskop ini telah ada sumber cahaya namun tidak mampu memberi i mikroskop yang seringpolarisasi tidak memerlukan cahaya dari luar. Hal ini disebabkan oleh, benda yang diamati umumnya, berupa sayatan tipis mineral (bening/transparan). Adapun jenis mikroskop yang digunakan dalam pengamatan fosil mikroskopis (foram kecil) yaitu, Mikroskop binokuler dengan menggunakan bantuan cahaya tambahan selain dari iluminator seperti lampu/senter. Hal ini dikarenakan sampel preparat yang diamati berupa objek opak yang tidak dapat d tembus oleh cahaya dari arah bawah (berasal dari iluminator) sehingga, cahaya dari luar selain bersumber iluminator sangat dibutuhkan. III. Bagian Bagian Mikroskop Binokuler Secara umum, mikroskop binokuler memiliki tiga bagian utama: A. Tubus Atas. B. Tubus Tengah. C. Tubus Bawah. II.

SAP Praktikum Mikropaleontologi Asisten Mikropaleontologi 2011 Laboratorium Paleontologi Jurusan Teknik Geologi UNHAS Created by: Baso Rezki Maulana & Ervina

Pengenalan Mikroskop Binokuler

1 3 2 5

4 A

7 8 12 10 B 20 13 9 19 11 23 24 14 18 21 16 22 17 15

25 C 27 26

Gbr.4 Mikroskop binokuler (Olympus CX-21)

SAP Praktikum Mikropaleontologi Asisten Mikropaleontologi 2011 Laboratorium Paleontologi Jurusan Teknik Geologi UNHAS Created by: Baso Rezki Maulana & Ervina

Pengenalan Mikroskop Binokuler

Keterangan Gambar:

A. TUBUS ATAS 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Lubang pengamatan Lensa okuler Dioptering Pengatur jarak lensa okuler Sekrup pngunci tubus Lengan mikroskop Revolver Lensa objektif *Lensa objektif perbesaran 4 kali *Lensa objektif perbesaran 10 kali *Lensa objektif perbesaran 40 kali *Lensa objektif perbesaran 100 kali C. TUBUS TENGAH 23. Iluminator 24. Selubung iluminator 25. Brightness controll diall 26. Kabel mikroskop 27. Kaki mikroskop

B. TUBUS TENGAH

9. Lubang meja objek 10. Meja objek 11. Lensa betrand 12. Penjepit preparat 13. Sekrup penjepit preparat 14. Skala absis 15. Skala ordinat Nonius skala absis Nonius skala ordinat 16. Pengarah skala absis 17. Pengarah skala ordinat 18. Penyangga meja objek 19. Diafragma 20. Bukaan diafragma 21. Pengarah kasar 22. Pengarah halus

SAP Praktikum Mikropaleontologi Asisten Mikropaleontologi 2011 Laboratorium Paleontologi Jurusan Teknik Geologi UNHAS Created by: Baso Rezki Maulana & Ervina

Pengenalan Mikroskop Binokuler

Penjelasan

A. Tubus Atas Tubus atas dari mikroskop binokuler itu terdiri dari : 1. Lubang pengamatan adalah tempat mata pada saat mengamati preparat melalui lensa okuler. 2. Lensa okuler, berfungsi sebagai tempat untuk mengamati atau untuk melihat preparat fosil yang diletakkan di atas meja objek, terdiri dari 2 buah lensa okuler. 3. Dioptering merupakan bagian dari lensa okuler yang berbentuk cincin, berfungsi untuk mengatur atau memutar kedudukan lensa okuler. 4. Pengatur jarak lensa okuler, berfungsi untuk mengatur jarak lensa yang disesuaikan dengan mata orang yang melakukan pengamatan. 5. Sekrup pengunci tubus, berfungsi untuk mengunci kedudukan tubus sehingga tidak bergerak selama melakukan pengamatan. 6. Lengan mikroskop, berfungsi sebagai pegangan pada saat mengambil atau memindahkan mikoskop. 7. Revolver yaitu bagian dari mikroskop yang berfungsi sebagai tempat melekatnya lensa objektif dan juga untuk memutar lensa objektif sesuai dengan perbesaran yang akan digunakan. 8. Lensa objektif berfungsi sebagai alat untuk memperbesar objek yang diamati, lensa objektif ini terdiri dari 4 buah lensa dengan perbesaran yang berbeda.

B. Tubus Tengah Tubus tengah dari mikroskop binokuler terdiri dari: 1. Lubang meja objek, berfungsi sebagai tempat lewatnya cahaya yang berasal dari iluminator. 2. Meja objek, berfungsi sebagai alas dudukan preparat selama pengamatan. 3. Lensa betrand atau lensa meja objek yang berfungsi untuk memusatkan cahaya yang melawati lubang meja objek 4. Penjepit preparat (specimen clip) berfungsi untuk menjepit preparat selama pengamatan sehingga kedudukannya tetap dan tidak bergeser. 5. Sekrup penjepit preparat, berfungsi sebagai alat untuk menguncipenjepit preparat. 6. Skala absis menunjukkan posisi atau kedudukan preparat yang diamati atau menunjukkan nilai pada sumbu X. Nonius skala absis yaitu nilai atau ukuran terkecil pada skala absis yang berfungsi untuk menentukan ketepatan dari nilai yang ditunjukkan oleh sumbu X. 7. Skala ordinat berfungsi sebagai penentu posisi atau kedudukan preparat pada sumbu Y. Nonius skala ordinat, berfungsi untuk menentukan ketepatan nilai pada sumbu y.
SAP Praktikum Mikropaleontologi Asisten Mikropaleontologi 2011 Laboratorium Paleontologi Jurusan Teknik Geologi UNHAS Created by: Baso Rezki Maulana & Ervina

Pengenalan Mikroskop Binokuler

8. Pengarah skala absis berfungsi untuk menggerakkan preparat dengan arah kiri kanan sesuai dengan absis atau sumbu X. 9. Pengarah skala ordinat berfungsi untuk menggerakkan preparat dengan arah depan belakang sesuai dengan ordinat atau sumbu Y. 10. Penyangga meja objek berfungsi untuk menyangga meja objek. 11. Diafragma berfungsi untuk mengarahkan dan memusatkan cahaya. 12. Bukaan diafragma berfungsi untuk mengarahkan dan membuka diafragma agara tidak terganggu pada saat melakukan pengamatan. 13. Pengarah kasar berfungsi untuk menggerakkan meja objek guna mengatur jarak antara preparat dengan lensa objektif untuk memfokuskan bayangan agar tampak jelas. 14. Pengarah halus berfungsi untuk mengatur agar diperoleh tampilan bayangan objek yang lebih jelas. C. Tubus Bawah Tubus bawah mikroskop binokuler terdiri dari: 1. Iluminator berfungsi sebagai tempat asal cahaya. 2. Selubung iluminator berfungsi sebagai alat pelindung ilumintor. 3. Brightness controll dial berfungsi untuk menghidupkan dan mematikan arus atau sumber cahaya. 4. Kabel mikroskop berfungsi sebagai penghubung antara mikroskop dengan sumber arus listrik. 5. Kaki mikroskop berfungsi sebagai stand dudukan/penyangga rangka mikroskop.

SAP Praktikum Mikropaleontologi Asisten Mikropaleontologi 2011 Laboratorium Paleontologi Jurusan Teknik Geologi UNHAS Created by: Baso Rezki Maulana & Ervina