Anda di halaman 1dari 96

CASE REPORT

G3P2A0 hamil 21 minggu + PEB

DISUSUN OLEH

: LINGGA YUDISTIRA ABRAL (0761050042)

PEMBIMBING

: Dr. Abram Siregar, SpOG

TINJAUAN PUSTAKA

DEFINISI

Preeklamsia adalah timbulnya hipertensi diserai proteiuri akibat kehamilan, setelah umur kehamilan 20 minggu atau setelah persalinan dan disebut juga sindrom spesifik kehamilan berupa berkurangnya perfusi organ akibat vasospasme dan aktivasi endotel.

ETIOLOGI
Dibagi menjadi 5 teori :
1. 2. 3. 4. 5.

Teori Genetik Teori Imunologik Teori Iskemia Plasenta Teori Radikal Bebas Teori Kerusakan Endotel

FAKTOR RESIKO
1. 2.

3.
4. 5.

Hipertensi dalam kehamilan Paritas Ras Genetik Lingkungan

PATOFISIOLOGI

Penurunan kadar angiotensin II dan peningkatan kepekaan vaskuler


Hipervolemia Intravaskular

Vasokonstriksi pembuluh darah

DIAGNOSIS DAN DD
1.
2. 3. 4.

Hipertensi Gestasional Preeklamsi Eklamsi Hipertensi Kronik

Hipertensi Gestasional

TD >140/90 mmHg untuk pertama kali selama kehamilan Tidak ada proteinuria TD kembali normal setelah <12 minggu postpartum. Diagnosis akhir hanya dapat dibuat postpartum Mungkin memperlihatkan tanda-tanda lain preeklamsi, misalnya nyeri epigastrium atau trombositopenia

Preeklamsi
Kriteria

minimum

TD > 140/90 mmHg setelah gestasi 20 minggu Proteinuria > 300mg/24 jam atau > +1 pada dipstik

Preeklamsi
Peningkatan

kepastian preeklamsi

TD > 160/100 mmHg Proteinuria > 0,2g/24 jam atau > +2 pada dipstik Kreatinin serum > 1,2 mg/dl kecuali apabila telah diketahui meningkat sebelumnya Trombosit <100.000/mm3 Hemolisis mikroangiopati (LDH meningkat) SGPT (ALT) atau SGOT (AST) meningkat Nyeri kepala menetap atau gangguan serebrum atau penglihatan lainnya.

Eklamsi

Kejang yang tidak disebabkan oleh hal lain pada seorang wanita dengan preklamsi Preeklamsi pada hipertensi kronik Proteinuria awitan baru > 300 mg/24 jam pada wanita pengidap hipertensi tetapi tanpa proteinuria sebelum gestasi 20 minggu proteinuria atau TD atau trombosit < 100.000 /mm3 secara mendadak pada wanita dengan hipertensi dan proteinuria sebelum gestasi 20 minggu

Hipertensi kronik
TD

>140/90 mmHg sebelum kehamilan atau didiagnosis sebelum gestasi 20 minggu Hipertensi yang pertama kali didiagnosis setelah gestasi 20 minggu dan menetap setelah 12 minggu postpartum.

PREEKLAMPSI BERAT
Klinis

Nyeri epigastrik Gangguan penglihatan Sakit kepala yang tidak respon terhadap terapi konvensional Terdapat IUGR Sianosis, edema pulmo Tekanan darah sistolik 160 mmHg atau 110 mmHg untuk tekanan darah diastolik (minimal diperiksa dua kali dengan selang waktu 6 jam) Oliguria (< 400 ml selama 24 jam)

PREEKLAMPSI BERAT
Laboratorium

Proteinuria (2,0 gram/24 jam atau > +2 pada dipstik) Trombositopenia (<100.000/mm3) Creatinin serum >1,2 mg/dl kecuali apabila diketahui telah meningkat sebelumnya Hemolisis mikroangiopatik (LDH meningkat) Peningkatan LFT (SGOT,SGPT)4

PENYULIT IBU
Sistem

saraf pusat Gastrointestinal-hepatik Ginjal Hematologik Kardiopulmoner Lain-lain

Penyulit Janin
a. b. c. d. e. f.

IUGR Solutio Plasenta IUFD Kematian Neonatal Penyulit akibat prematuritas Cerebral palsy

DASAR PENGELOLAAN

Rencana Terapi pada penyulitnya

Terapi medikamentosa untuk penyulit

Sikap terhadap kehamilan


Aktif Konservatif

kehamilan segera diakhiri. kehamilan tetap dipertahankan.

Perawatan aktif
Bila

didapatkan satu atau lebih dari keadaan berikut ini 1). Ibu :

a).Kehamilan lebih dari 37 minggu b).Adanya tanda-tanda terjadinya impending eklampsia c).Kegagalan terapi pada perawatan konservatif.

2). Janin

a).Adanya tanda-tanda gawat janin b).Adanya tanda-tanda pertumbuhan janin terhambat.

3). Laboratorium

Adanya sindroma HELLP .

Perawatan Konservatif
Indikasi

Kehamilan kurang bulan (< 37 minggu) tanpa disertai tanda-tanda impending eklamsi dengan keadaan janin baik.

Medikamentosa

Sama dengan perawatan medisinal pada pengelolaan secara aktif. Hanya dosis awal MgSO4 tidak diberikan i.v. cukup i.m. saja (MgSO4 40% 8 gr i.m.).

mencegah

timbulnya kejang dapat

diberikan :

Larutan sulfas magnesikus 40 % (4 gram) disuntikan IM pada bokong kiri dan kanan sebagai dosis permulaan, dan dapat diulang 4 gram tiap 6 jam menurut keadaan. Tambahan sulfas magnesikus hanya diberikan bila diuresis baik, reflek patella positif, dan kecepatan pernapasan lebih dari 16 kali per menit. Bila terjadi toksisitas akut, dapat diberikan kalsium glukonat intravena selama 3 menit sebagai antidotum.

Klorpromazin

50 mg IM Diazepam 20 mg IM.

Pengobatan

Medikamentosa

1). Infus D5% yang tiap liternya diselingi dengan larutan RL 500 cc (60-125 cc/jam) 2). Diet cukup protein, rendah karbohidrat, lemak dan garam. 3). Pemberian obat : MgSO4

PROTAP
1.
2. 3.

4.
5.

Tirah baring Diet Infus RL/ Dex 5% Pemberian MgSO4 Anti Hipertensi (Nifedipine 10-20mg) Bila TD > 180/110 mmHg

Komplikasi
antara

lain:

Eklamsia, HELLP Sindrom, Edema pulmonum, DIC, Gagal ginjal akut, Ruptur hepar, Solutio plasenta, Perdarahan serebral dan gangguan visus.

PROGNOSIS

Prognosis selalu serius walaupun angka kematian ibu akibat eklamsi telah menurun selam tiga dekade terakhir dari 5 sampai sepuluh persen menjadi kurang dari tiga persen kasus. Kematian ibu biasanya karena perdarahan otak, decompensatio cordis, oedem paru, payah ginjal dan aspirasi cairan lambung. kematian bayi karena prematuritas dan hipoksia intra uterin.

KASUS

IDENTITAS PASIEN
7 Januari 2012

Nama Umur Pendidikan Pekerjaan Agama Alamat

: Ny. T : 32 tahun : SMA : Ibu Rumah Tangga : Islam : Kebon pala RT 009/010

Status : Menikah HPHT : 5 Agustus 2011 TP : 12 Mei 2012 Umur Kehamilan : 21 minggu Tanggal Masuk : 7 Januari 2011 No. MR : 69.70.00.00

Riwayat Penyakit
Keluhan

utama : Sakit Kepala Keluhan tambahan : Pandangan Kabur, Mual dan muntah, BAK berwarna merah

Riwayat perjalanan penyakit

Datang pasien ibu hamil dengan G3P2A0, 32 tahun, umur kehamilan 21 minggu. Pasin merasakan sakit kepala yang hebat yang dirasakan 3 hari SMRS. Keluhan dirasakan terus menerus walaupun pasien sudah mencoba untuk mengkonsumsi obat pusing dan obat darah tinggi yang diberikan oleh dokter..

Riwayat perjalanan penyakit


Selain keluhan diatas pasien juga merasakan pandangan yang kabur, mual dan muntah serta BAK berwarna merah. Gerakan janin masih dirasakan

Riwayat Haid

Menarche Sirkulasi Haid Lamanya Banyaknya HPHT Lamanya Banyaknya TP Sakit saat haid

: 12 tahun : teratur, 28 hari : 5 hari : 80 cc : 5 Agustus 2011 : 5 hari : 80 cc : 12 Mei 2012 : (-)

Riwayat Perkawinan
Menikah 1 kali, lama perkawinan 10 tahun

Riwayat kehamiln persalinan, nifas yang lalu


No. Usia Kehamilan Jenis Persalinan BBL Jenis Kelamin Usia Sekarang 1 37 minggu Normal 2700 wanita Meninggal

25 minggu

Kuretase

IUFD

Ini

Riwayat Penyakit Dahulu

SSP Kardiovaskuler Traktus Respiratorius Trakus Urogenital Hematologi Imunologi/ Metabolik

: Disangkal : Hipertensi : Disangkal : Disangkal : Disangkal : Disangkal

Riwayat Penyakit Keluarga


SSP Kardiovaskuler Traktus Respiratorius Trakus Urogenital Hematologi Imunologi/ Metabolik

: Disangkal : Hipertensi : Disangkal : Disangkal : Disangkal : Disangkal

Riwayat Metode

Operasi Kuretase KB Tidak KB

Hal-hal

ANC di RS mekar sari dan dinyatakan Hipertensi gravidarum.

RIWAYAT ANTENATAL
Waktu

Hamil Diperiksa di RS Mekarsari oleh dokter


Usia Kehamilan 0-12 minggu Tempat Masalah Penatalaksa naan Ruboransia

Waktu ANC

2x

dokter

2x

13- sekarang

Dokter

Hipertensi

Ruboransia + OAH

Pemeriksaan Fisis
Pemeriksaan

Umum

Keadaan Umum : TTS, CM Tanda Vital :


Tensi Nadi Respiratory Rate Suhu : 220/140 mmHg : 89 x / menit : 19 x/menit : 36,3 0C

Pemeriksaan Fisis
Kepala

: Mesocephal Mata : Conjuctiva pucat (-/-), sklera ikterik (-/-) THT : Tonsil tidak membesar, pharinx hiperemis (-) Leher : Pembesaran kelenjar tiroid (-)

Pemeriksaan Fisis

Thorax

Jantung

:
: IC tidak terlihat : IC tidak teraba : Batas jantung kesan tidak melebar : Bunyi jantung I-II normal, reguler, gallop (-),

Inspeksi Palpasi Perkusi Auskultasi murmur (-)

Paru :
Inspeksi : Pergerakan dinding dada ka = ki Palpasi : Vokal Fremitus dada ka = ki Perkusi : Sonor/Sonor Auskultasi : Bunyi Nafas Dasar vesikuler, Ronki, wheezing(-/-)

Pemeriksaan Fisis

Abdomen:

Inspeksi : Perut tampak membuncit,Striae gravidarum (+) Palpasi : Supel, NT (-), hepar lien tidak membesar Perkusi : Tympani pada bawah processus xipoideus, redup pada daerah uterus Auskultasi : Bising Usus (+) 3x/mnt

Pemeriksaan Fisis
Genital
Ekstremitas

: Fluor (-) ,Fluksus (-) : Akral hangat, Capp refill<2, Oedema -/-

Status Obstetri
Pemeriksaan

Luar

Wajah Payudara

: Tampak Simetris : Retraksi -/-, Benjolan -/-

Abdomen

Inspeksi : Tampak membuncit, striae gravidarum (+) Palpasi : Supel, nyeri tekan (-), ballottement (+), His (-), TFU setinggi pusat ~ TBJ: 700 gram

Pemeriksaan Leopold: Sulit Dinilai

Perkusi : Tympani pada bawah processus xipoideus, redup pada daerah uterus Auskultasi : DJJ (+) 13-12-13/reguler

Genital

eksterna : Vulva/uretra tidak ada kelainan, lendir (-), darah (-), peradangan (-), tumor (-) Ekstremitas : Akral hangat, Capp reffil <2, Oedem -/-

Pemeriksaan Dalam :

Inspekulo : Fluor (-), Fluksus(-), vulva/ uretra tenang, dinding vagina dalam batas normal, portio livid, OUE tertutup VT : Rugae (+), dinding licin, OUE tertutup, cavum douglas tidak teraba massa, nyeri tekan (-)

PEMERIKSAAN PENUNJANG

Hb Ht Eritrosit Leukosit Trombosit

: 13,2 gr/dl : 45 % : 4,97 x 106/uL : 11,7 x 103/uL : 255 x 103/uL

Na : 135 mmol/L Cl : 103 mmol/L K : 4,4 mmol/L PT : 15 detik Masa Perdarahan : 1,3 menit Masa Pembekuan : 1,3menit Ureum : 47 mg/dL Cr : 0,82 mg/dl SGOT : 43 U/L SGPT : 21 U/L

Pemeriksaan Laboratorium

Laboratorium Urine tanggal 7 Januari 2012: Warna : Merah Blood : +3 Protein : +2

USG

pada tanggal 10 Januari 2012 :

JTH, intra uterus Gerak aktif, djj +, FHR 146x/mnt Air ketuban cukup BPD / FC 23 WD AC 570 gr TP 4 Mei - 2011

DIAGNOSIS

AWAL G3P2A0 hamil 21 minggu + PEB


PROGNOSA Kehamilan Persalinan

: Dubia Ad Malam : Dubia Ad Bonam

TERAPI

Konservatif pertahankan kehamilan Protap PEB


O2 3 lpm RL+ 6 gr MgSO4 (20 tts/menit) Nifedipine 1x10 mg (bila TD < 160 mmHG STOP)

Follow Up

Follow up tanggal 8 Januari 2012 jam 7.00 S : Pusing, badan terasa panas O : KU : TSS, CM T: 150/90 mmHg RR: 20 x/ menit N: 86 x/ menit Suhu: 36,50C Mata : CA (-/-), SI (-/-) Thorax : cor/pulmo dbn Abdomen : supel, NT (-), HIS (-), DJJ (+) 152x/menit. Genitalia : fluor (-),fluksus(-) Ekstremitas : Akral hangat, Capp refill< 2, edema

Follow Up
A P : G3P2A0 hamil 21 minggu + PEB : O2 3lpm Diet : RG III IVFD : RL + 6 gr MgSO4 (20 tts /menit Mm/ : Nifedipine 3 x 10 mg Luminal 3 x 30 mg Metildopa 3 x 250 mg

Follow Up

Follow up tanggal 9 Januari 2012 jam 7.00 S : Pusing, lemas O : KU : TSS, CM T: 160/100 mmHg RR: 24x/ menit N: 84 x/ menit Suhu: 36,40C Mata : CA (-/-), SI (-/-) Thorax : cor/pulmo dbn Abdomen : supel, NT (-), HIS (-), DJJ (+) 10x/menit. Genitalia : fluor (-),fluksus(-) Ekstremitas : Akral hangat, Capp refill< 2, edema -/-

Follow Up
A P : G3P2A0 hamil 21 minggu + PEB : O2 3lpm Diet : RG III IVFD : RL + 6 gr MgSO4 (20 tts /menit Mm/ : Nifedipine 3 x 10 mg Luminal 3 x 30 mg Metildopa 3 x 250 mg Amlodipine 1 x 10 mg

Follow Up

Follow up tanggal 10 Januari 2012 jam 7.00 S : Pusing, sulit BAK O : KU : TSS, CM T: 160/90 mmHg RR: 21 x/ menit N: 83 x/ menit Suhu: 36,70C Mata : CA (-/-), SI (-/-) Thorax : cor/pulmo dbn Abdomen : supel, NT (-), HIS (-), DJJ (+) 110x/menit. Genitalia : kateter (+), fluor (-), fluksus(-) Ekstremitas : Akral hangat, Capp refill< 2, edema -/-

Follow Up
A P : G3P2A0 hamil 22 minggu + PEB : O2 3lpm Diet : RG III IVFD : RL Mm/ : Nifedipine 3 x 10 mg Luminal 3 x 30 mg Metildopa 3 x 250 mg

Pukul

21.30

Keluarga ACC terminasi kehamilan. TD : 200/100 mmHg

Lapor

dr AS :

Bolus Catapres 1 ml dalam 10 cc aquadest (pelan-pelan) Induksi dengan Cytotec stgh tab pervaginam Besok lanjut dengan Cyntocynon drip Th/lain lanjut

Follow Up

Follow up tanggal 11 Januari 2012 jam 7.00 S : Nyeri kepala O : KU : TSS, CM T: 190/120 mmHg RR: 21 x/ menit N: 80 x/ menit Suhu: 36,70C Mata : CA (-/-), SI (-/-) Thorax : cor/pulmo dbn Abdomen : supel, NT (-), HIS (-), DJJ (+) 152x/menit. Genitalia : fluor (-),fluksus(-) Ekstremitas : Akral hangat, Capp refill< 2, edema

Follow Up
A P : G3P2A0 hamil 22 minggu + PEB : O2 3lpm Diet : RG III IVFD : RL (20 tts /menit) Mm/ : Nifedipine 3 x 10 mg Luminal 3 x 30 mg Metildopa 3 x 250 mg

Lapor

dr.Abram :

1. Tanyakan penyakit dalam untuk terminasi 2. R/ induksi dengan laminaria dilanjutkan dengan syntosinon drp amp dalam I D5%

Follow Up

Follow up tanggal 12 Januari 2012 jam 7.00 S : Pusing, badan terasa panas O : KU : TSS, CM T: 160/90 mmHg RR: 201x/ menit N: 83 x/ menit Suhu: 36,70C Mata : CA (-/-), SI (-/-) Thorax : cor/pulmo dbn Abdomen : supel, NT (-), HIS (-), DJJ (+) 152x/menit. Genitalia : fluor (-),fluksus(-) Ekstremitas : Akral hangat, Capp refill< 2, edema

Follow Up
A P : G3P2A0 hamil 22 minggu + PEB : O2 3lpm Diet : RG III IVFD : RL(20 tts /menit) Mm/ : Ceftriaxon 2x1 gr Bisoprolol 1x 2,5 mg

*Pukul

16.45 Dipasang laminaria 2 buah, observasi 12 jam bila sudah timbul kontraksi lanjut dengan Syntocinon 5 IU + 500 cc Dex (20 tts /mnt)

Follow Up

Follow up tanggal 13 Januari 2012 jam 7.00 S : Kembung, BAB (-), lemas, mulas (-) O : KU : TSS, CM T: 150/90 mmHg RR: 20 x/ menit N: 86 x/ menit Suhu: 36,50C Mata : CA (-/-), SI (-/-) Thorax : cor/pulmo dbn Abdomen : supel, NT (-), HIS (-), DJJ (+) 136x/menit. Genitalia : Kateter (+, )fluor (-),fluksus(-) Ekstremitas : Akral hangat, Capp refill< 2, edema -/-

Follow Up
A P : G3P2A0 hamil 22 minggu + PEB : O2 3lpm Diet : RG III IVFD : RL (20 tts/ mnt) Mm/ : Ceftriaxone 2 x 1 gr Bisoprolol 1 x 25 mg Amlodipine 1 x 10 mg Metildopa 3x250 mg Klonidin 1 x 0,5 mg

*Pukul

12.00 WIB

S : Mules-mules O : TSR, CM, TD : 160/100, suhu : 36,5oC, nadi : 68 x/mnt

His 2x / 10, 20, kontraksi sedang, relaksasi + DJJ 120 x/mnit


VT (pembukaan) : 1 cm, EF 20 %, ketuban +, kepala turun HI, UUK sulit dinilai

A : G3P2A0, hamil 22 minggu, inpartu kala I fase laten P : 1. Obs KU, Kes, T, N, S, P, His, DJJ

2.Nilai Kemajuan persalinan 4 jam kedepan kecuali ada tanda-tanda kala 2 3. Rencana partus pervaginam

P:

4. Aff. Laminaria---IVFD : D5% + 5 IU oxytosin (20 tts/mnt) 5. Th/ lanjut, luminal STOP 6. Menerangkan kepada ibu tentang kehamilan dan persalinan yang akan Dilakukan dan Motivasi KB

*Pukul

16.00 WIB S : Mules-mules semakin sering O : TD : 180/100 mmHg Suhu : 36,3 C N : 78 x/mnt RR : 20 x / mnt His 4x/10mnt, 20-30 , kurang kuat, relaksasi +, VT pembukaan 4 cm, EFF 40 %, ket +, kep II

A : G3P2A0 hamil 22 mgg inpartu kala I fase aktif + PEB P : - Obs TTV DJJ + His - Periksa kemajuan persalian 4 jam kemudian kecuali ada tanda kala II

*Pukul

17.30 WIB Lahir bayi perempuan, ada usaha pernafasan spontan Syntocinon drip dipercepat disuntikan 10 IU Syntocinon IM

*Pukul

17.40 WIB

Lahir placenta, kotiledon lengkap, UK 14 x 12 x 1,5 cm. Panjang tali pusat 35 cm, berat 200 gr Vit K 1 amp IM, tidak ditemukan laserasi pada jalan lahir, kontraksi baik

Intruksi :
Obs KU, TD, N, S, RR, kontrol perdarahan dalam 2 jam Px HB cito, bila HB , 8 mg/dl, lapor dr jaga Mobilisasi dini IVFD : RL + 2 amp syntocon ( 16 tts/mnt ) Mm/ -Ceftriaxone 2 x 1 gr

-Kaltrofen 3 x 50 mg -Biosanbe 1 x 1 tab

*Pukul

18.00 WIB

TD 130/ 80, Nadi 80x/mnt, RR 22x/mnt, suhu 36,4 0C Kontraksi (+), darah ()

Follow Up

Follow up tanggal 14 Januari 2012 jam 7.00 S : Flatus +, BAB +, lemas O : KU : TSR, CM T: 140/90 mmHg RR: 20 x/ menit N: 80x/ menit Suhu: 36,20C Mata : CA (-/-), SI (-/-) Thorax : cor/pulmo dbn Abdomen : TFU 3 jari dibawah pusat, BU + 3x/m Genitalia : Lokia Rubra Ekstremitas : Akral hangat, Capp refill< 2, edema -/-

Follow Up
A P : P3A0 partus Imatorus : O2 3lpm Diet : RG III IVFD : RL (20 tts/ mnt) Mm/ : Ceftriaxone 2 x 1 gr Kaltrofen 3 x 50 mg Bisoprolol 1 x 25 mg Amlodipine 1 x 10 mg Klonidin 1 x 0,5 mg Biosanbe 1 x 1 tab

Follow Up

Follow up tanggal 15 Januari 2012 jam 7.00 S : Flatus +, BAB +, lemas O : KU : TSR, CM T: 140/100 mmHg RR: 20 x/ menit N: 80x/ menit Suhu: 36,20C Mata : CA (-/-), SI (-/-) Thorax : cor/pulmo dbn Abdomen : TFU 3 jari dibawah pusat, BU + 3x/m Genitalia : Lokia Rubra Ekstremitas : Akral hangat, Capp refill< 2, edema -/-

Follow Up
A P : P3A0 partus Imatorus : O2 3lpm Diet : RG III AFF infus Mm/ : Cefixime 2 x 100mg Kaltrofen 3 x 50 mg Bisoprolol 1 x 25 mg Amlodipine 1 x 10 mg Klonidin 1 x 0,5 mg Biosanbe 1 x 1 tab

ANALISIS

ANALISIS KASUS
Pembahasan Pasien Diagnosis: G3P2A0 hamil 21 minggu +PEB PEB

Ditegakkan dari: Anamnesis: pasien memiliki hipertensi yang sedang diderita Pemeriksaan fisik:

TD: 220/140 mmHg


Pemeriksaan urine:

Protein: +2

ANALISIS KASUS

G3P2A0 hamil 21 minggu Ditegakkan dari: Anamnesis:

Pasien menyatakan saat ini adalah kehamilan yang ketiga, dengan total persalinan 2 kali dan belum pernah keguguran kurang dari 20 minggu HPHT: 5 Agustus 2011 dengan Umur Kehamilan: 21 minggu Pasien merasa hamil 4 bulan

Pemeriksaan

fisik:

Palpasi abdomen: Supel, nyeri tekan (-), ballotement (+), TFU setinggi pusat ~ TBJ: 700 gram Auskultasi abdomen: DJJ (+) 13-12-13/reguler USG : JTH, intra uterus,Gerak aktif, djj +, FHR 146x/mnt, Air ketuban cukup

Analisis Penatalaksanaan Kasus


Pada

pasien dengan PEB ini dilakukan terapi konservatif untuk mempertahankan kehamilannya yang masih berusia 24 minngu. Sesuai dengan protap PEB, diberikan 8 gram MgSO4, kemudian dilanjutkan 4 gram MgSO4/ 6 jam

Analisis Penatalaksanaan Kasus


Tambahan

sulfas magnesikus hanya diberikan bila diuresis baik, reflek patella positif, dan kecepatan pernapasan lebih dari 16 kali per menit. Bila terjadi toksisitas akut, dapat diberikan kalsium glukonat intravena 10 mg selama 3 menit sebagai antidotum.

Analisis Penatalaksanaan Kasus


Pada

preeklamsia berat dengan disertai penyulit / komplikasi, harus segera diterminasi kehamilannya.

Kesimpulan
Preeklamsi adalah timbulnya hipertensi diserai proteiuri akibat kehamilan, setelah umur kehamilan 20 minggu atau setelah persalinan dan disebut juga sindrom spesifik kehamilan berupa berkurangnya perfusi organ akibat vasospasme dan aktivasi endotel.

Kesimpulan

Diagnosis dapat ditentukan secara

Klinis : Nyeri epigastrik, Gangguan penglihatan, Sakit kepala yang tidak respon terhadap terapi konvensional, Terdapat IUGR, Sianosis, edema pulmo, Tekanan darah sistolik 160 mmHg atau 110 mmHg untuk tekanan darah diastolik (minimal diperiksa dua kali dengan selang waktu 6 jam),Oliguria (< 400 ml selama 24 jam).

Kesimpulan

Laboratorium : Proteinuria (2,0 gram/24 jam atau > +2 pada dipstik), Trombositopenia (<100.000/mm3), Creatinin serum >1,2 mg/dl kecuali apabila diketahui telah meningkat sebelumnya, Hemolisis mikroangiopatik (LDH meningkat), Peningkatan LFT (SGOT,SGPT)

Kesimpulan
Penanganannya

tergantung pada Rencana Terapi pada penyulitnya

Terapi medikamentosa untuk penyulit

Sikap

terhadap kehamilan

Aktif kehamilan segera diakhiri. Konservatif kehamilan tetap dipertahankan.

Kesimpulan

Dengan Protap penatalaksanaan

Tirah baring Diet Infus RL/ Dex 5% Pemberian MgSO4 Anti Hipertensi (Nifedipine 10-20mg) Bila TD > 180/110 mmHg