Anda di halaman 1dari 59

LAPORAN MODUL I PRAKTIKUM SISTEM OPERASI

Pengenalan Sistem Operasi Linux

NAMA : Kadek Dwi Praseptia Putra NIM : 1008605056 Nama Dosen : I Gusti Ngurah Anom Cahyadi Putra, S.T, M.Cs Assisten Dosen : Komang Kusuma Hendra I Gusti Agung Indra Arthana 0908605006 0908605045

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA JURUSAN ILMU KOMPUTER FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS UDAYANA

2012

KATA PENGANTAR
Om Swastiastu, Puja dan puji syukur kami panjatkan kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa / Tuhan Yang Maha Esa, atas asung kertha wara nugraha_Nya sehingga kami dapat menyelesaikan tugas laporan yang kami buat dengan mengambil bahan materi yaitu Tutorial Instalasi Linux Ubuntu, Linux Vixta, dan Linux Mint. Kami menyadari bahwa terdapat banyak kekurangan yang terkandung dalam paper yang kami kerjakan ini, untuk itu kritik dan saran yang konstruktif dari para dosen mata kuliah Praktikum Sistem Operasi yang budiman sangat kami harapkan. Semoga pikiran yang baik datang dari segala penjuru. Om Shantih, Shantih, Shantih Om Denpasar, Februari 2012

ii

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR...................................................................................................2 DAFTAR ISI.................................................................................................................3 BAB IPENDAHULUAN ............................................................................................1 1.1 Latar Belakang .....................................................................................................1 1.2 Tujuan....................................................................................................................3 1.3 Manfaat..................................................................................................................3 BAB II LANDASAN TEORI .....................................................................................4 2.1 Sejarah Ubuntu Linux...........................................................................................4 2.2 Sejarah Linux Mint ...............................................................................................8 2.3 Sejarah Linux Vixta.............................................................................................10 2.4 Perbedaan dari Masing-masing Sistem Operasi.................................................11 BAB III HASIL PRAKTIKUM.................................................................................13 3.1 Tutorial Instalasi Ubuntu.....................................................................................13 3.2 Tutorial Instalasi Linux Mint..............................................................................27 3.3 Tutorial Instalasi Linux Vixt...............................................................................40 3.4 Perintah Dasar Linux...........................................................................................53 BAB IV PENUTUP....................................................................................................55 4.1.Kesimpulan...........................................................................................................55 4.2.Saran.....................................................................................................................55 DAFTAR PUSTAKA ................................................................................................56

iii

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Kata "Linux" untuk saat ini sudah tidak asing lagi bagi para pengguna internet dan komunitas mahasiswa yang memiliki hobby untuk mencoba softwaresoftware baru. Secara teknis dan singkat dapat dikatakan, Linux adalah suatu sistem operasi yang bersifat multi user dan multi tasking, yang dapat berjalan di berbagai platform termasuk prosesor Intel 386 maupun yang lebih tinggi. Sistem operasi ini mengimplementasikan standar POSIX. Linux dapat berinteroperasi secara baik dengan sistem operasi yang lain, termasuk Apple, Microsoft dan Novell. Linux pada awalnya dibuat oleh seorang mahasiswa Finlandia yang bernama Linus Torvalds. Dulunya Linux merupakan proyek hobi yang diinspirasikan dari Minix, yaitu sistem UNIX kecil yang dikembangkan oleh Andrew Tanenbaum. Linux versi 0.01 dikerjakan sekitar bulan Agustus 1991. Kemudian pada tanggal 5 Oktober 1991, Linus mengumumkan versi resmi Linux, yaitu versi 0.02 yang hanya dapat menjalankan shell bash (GNU Bourne Again Shell) dan gcc (GNU C Compiler). Saat ini Linux adalah sistem UNIX yang sangat lengkap, bisa digunakan untuk jaringan, pengembangan software dan bahkan untuk pekerjaan sehari-hari. Linux sekarang merupakan alternatif sistem operasi yang jauh lebih murah jika dibandingkan dengan sistem operasi komersial (misalnya Windows 9.x/NT/2000/ME). Linux mempunyai perkembangan yang sangat cepat. Hal ini dapat dimungkinkan karena Linux dikembangkan oleh beragam kelompok orang. Keragaman ini termasuk tingkat pengetahuan, pengalaman serta geografis. Agar kelompok ini dapat berkomunikasi dengan cepat dan efisien, internet menjadi pilihan yang sangat tepat. Linux bisa didapatkan dalam berbagai distribusi (sering disebut Distro). Distro adalah bundel dari kernel Linux, beserta sistem dasar linux, program

2 instalasi, tools basic, dan program-program lain yang bermanfaat sesuai dengan tujuan pembuatan distro. Ada banyak sekali distro Linux, diantaranya : a) RedHat, distribusi yang paling populer, minimal di Indonesia. RedHat merupakan distribusi pertama yang instalasi dan pengoperasiannya mudah. b) Debian, distribusi yang mengutamakan kestabilan dan kehandalan, meskipun mengorbankan aspek kemudahan dan kemutakhiran program. Debian menggunakan .deb dalam paket instalasi programnya. c) Slackware, merupakan distribusi yang pernah merajai di dunia Linux. Hampir semua dokumentasi Linux disusun berdasarkan Slackware. Dua hal penting dari Slackware adalah bahwa semua isinya (kernel, library ataupun aplikasinya) adalah yang sudah teruji. Sehingga mungkin agak tua tapi yang pasti stabil. Yang kedua karena dia menganjurkan untuk menginstall dari source sehingga setiap program yang kita install teroptimasi dengan sistem kita. Ini alasannya dia tidak mau untuk menggunakan binary RPM dan sampai Slackware 4.0, ia tetap menggunakan libc5 bukan glibc2 seperti yang lain. d) SuSE, distribusi yang sangat terkenal dengan YaST (Yet another Setup Tools) untuk mengkonfigurasi sistem. SuSE merupakan distribusi pertama dimana instalasinya dapat menggunakan bahasa Indonesia. e) Mandrake, merupakan varian distro RedHat yang dioptimasi untuk pentium. Kalau komputer kita menggunakan pentium ke atas, umumnya Linux bisa jalan lebih cepat dengan Mandrake. f) WinLinux, distro yang dirancang untuk diinstall di atas partisi DOS (WIndows). Jadi untuk menjalankannya bisa di-klik dari Windows. WinLinux dibuat seakan-akan merupakan suatu program aplikasi under Windows. Dan masih banyak distro-distro lainnya yang telah tersedia maupun yang akan muncul. g) Ubuntu adalah distribusi Linux terpopular, dilihat dari jumlah hit per hari. Ini berarti, Ubuntu mampu menggeser popularitas openSUSE, Fedora, Mandriva, ataupun Debian. Keempatnya bukanlah pemain baru

3 h) Linux Mint adalah sistem operasi berbasis Linux untuk PC. Inti dari LinuxMint adalah Ubuntu, sehingga aplikasi yang dapat berjalan di Ubuntu, juga bisa berjalan pada LinuxMint. 1.2 Tujuan Tujuan dari penulisan laporan berikut ini adalah sebagai berikut : a) Untuk mengetahui lebih dalam tentang berbagai macam distro Linux, khususnya Ubuntu, Vixta, dan Linux Mint. b) Untuk mengtahui lebih dalam tentang sejarah dari berbagai macam distro Linux, khususnya Ubuntu, Vixta, dan Linux Mint. c) Untuk mengetahui perbedaan yang terdapat dari berbagai macam distro Linux, khususnya Ubuntu, Vixta, dan Linux Mint. d) Untuk mengetahui bagaimana cara melakukan instalasi dari berbagai macam distro Linux, khususnya Ubuntu, Vixta, dan Linux Mint. 1.3 Manfaat Manfaat dari penulisan laporan berikut ini adalah sebagai berikut : a) Dapat mengetahui lebih dalam tentang berbagai macam distro Linux, khususnya Ubuntu, Vixta, dan Linux Mint. b) Dapat mengtahui lebih dalam tentang sejarah dari berbagai macam distro Linux, khususnya Ubuntu, Vixta, dan Linux Mint. c) Dapat mengetahui perbedaan yang terdapat dari berbagai macam distro Linux, khususnya Ubuntu, Vixta, dan Linux Mint. d) Dapat mengetahui bagaimana cara melakukan instalasi dari berbagai macam distro Linux, khususnya Ubuntu, Vixta, dan Linux Mint.

BAB II LANDASAN TEORI


2.1 Sejarah Ubuntu Linux Kata Ubuntu berasal dari bahasa Bantu di Afrika Selatan, yang secara singkat dapat diartikan sebagai kemanusiaan untuk semua orang. Canonical Ltd (http://canonical.com/), yang didirikan oleh Mark adalah mantan developer Debian. Distribusi Linux Ubuntu, yang dikembangkan berbasiskan pada, Debian unstable, kali pertama dirilis pada 20 Oktober 2004, sebagai versi 4.10. Semenjak itu, Ubuntu dirilis relatif teratur setiap lebih kurang enam bulan. 2000) dan MM Setiap rilis Ubuntu akan memiliki versi dan code name. Versi Ubuntu memiliki format Y.MM, di mana Y adalah tahun (setelah tahun adalah bulan dituliskan dalam dua digit. Sebagai contoh, akan datang, apabila waktu rilis tertunda dan versi yang direncanakan, maka versi akan sebenarnya. Sementara, code name setiap rilis diberikann dalam format "Adjective Animal" (kata sifat diikuti oleh nama binatang), dengan huruf pertama adjective dan animal adalah sama. Sebagai contoh, versi 11.10 memiliki codename Oneiric Ocelot. Berikut merupakan daftar code name untuk setiap rilis Ubuntu : a) WartyWarthog(4. 10) Merupakan versi pertama, yang dirilis pada 20 Oktober 2004. b) Hoary Hedgehog(5.04) Dirilis pada 8 April 2005. Datang dengan cukup banyak perbaikan. Diantaranya adalah dukungan suspend, penambahan Ubuntu hardware database, dan penggunaan UTF-8 secara default. versi Ubuntu terbaru Konsep mulia ini diterapkan pada distribusi Linux yang pengembangannya disponsori oleh Shuttleworth, seorang enterpreneur berkebangsaan Afrika Selatan dan Inggris. Mark sendiri

adalah 11.10, yang dirilis pada bulan 10 (Oktober) tahun 2011. Untuk versi yang tidak sesuai lagi dengan nomor disesuaikan dengan waktu rilis

iv

5 c) Breezy Badger(5.10) Dirilis pada 13 Oktober 2005. Datang di antaranya dengan usplash, dukungan LVM dan integrasi launchpad. d) Dapper Drake(6 .06) Diritis pada 1 Juni 2006. Merupakan rilis Long Term Support. Dengan demikian, dukungan untuk desktop akan berakhir Juni 2009 dan untuk server. akan berakhir Juni 2011. Datang dengan cukup banyak perubahan, di antaranya Ubiquity graphical installer dan theme Humanlook e) Edgy Eft(6.10) Dirilis pada 26 Oktober 2006. Theme Human mengalami banyak perubahan. Proses init menggunakan Upstart dan tersedia automated, crash reports (Apport). f) Feisty Fawn(7.04) Dirilis pada 19 April 2007 dan akan didukung sampai Oktober 2008. Ubuntu kini mendukung migrasi dari MS Windows berkat tool yang disebut sebagai Migration Assistant, yang dapat mengimport bookmark, wallpaper, dan beberapa setting. Versi ini mendukung pula efek desktop Compiz, kernel based,oi.rtual machine, dan lain sebagainya. g) Gutsy Gibbon(7 .10) Dirilis pada 18 Oktober 2007 dan akan didukung sampai April 2009. Compiz Fusion kini diaktifkan secara default, tersedia AppArmor security framework, dan dukungan penuh NTFS read,/write. h) Hady Heron(8.04) Dirilis pada 24 April 2008. Merupakan rilis Long Term Support. Dengan demikian, dukungan untuk desktop akan berakhir April 2011 dan untuk server, akan berakhir April 2013. Datang dengan cukup banyak perbaikan. Datang pula dengan installer Wubi (Windows-based Ubuntu Installer). Wubi memungkinkan pengguna Windows untuk menginstal dan menguninstall Ubuntu sebagai halnya aplikasi Windows. i) Intrepid lbex(8.10)

6 Direncanakan dirilis pada 30 Oktober 2008. Menjanjikan perubahan pada desktop dan menambahkan perbaikan untuk mobi,le computing dan desktop scalability. j) Ubuntu 9.04 (Jaunty Jackalope) Jaunty Jackalope dirilis tanggal 23 April 2009 dengan menggunakan maskot icon kelinci bertanduk. RAM minimum yang diperlukan untuk menjalankan versi ini sebesar 256 MB, namun disarankan menggunakan ukuran yang lebih besar. Keunggulan Ubuntu 9.04 ini salah satunya adalah speed booting hanya sekitar kurang lebih 25 detik k) Ubuntu 9.10 (Karmic Koala) Karmic Koala merupakan rilis kandidat yang sesuai jadwal keluar pada tanggal 29 Oktober 2009, dengan lambang Koala. Ubuntu rilis kali ini menyertakan GNOME 2.28.1, KDE 4.3.1, OpenOffice 3.1.1 dan kernel Linux 2.6.31. Karmic Koala mengganti arsitektur akselerasi grafis X.Org server EXA menjadi UXA karena adanya masalah pada driver video Intel tersebut l) Ubuntu 10.4 (Lucid Lynx) Pada tanggal 27 April 2010, Canonical Ltd mengumumkan rilis Ubuntu 10.4 Lucid Lynx. Kelebihan versi Ubuntu bermaskot kucing gunung ini antara lain boot speed akan terasa lebih cepat pada hampir semua komputer, dan terasa sangat cepat pada komputer berbasis SSD seperti netbook. m) Ubuntu 10.10 (Maferick Meerkat) Canonical Ltd merilis versi ini pada tanggal 10 Oktober 2010. Ubuntu 10.10 memiliki dukungan multi-touch. Hal ini dimungkinkan melalui uTouch Ubuntu 1.0 dan multi-touch stack. Dengan Ubuntu 10.10, berbagai aplikasi GTK mendapat dukungan gesture-based scrolling. n) Ubuntu 11.04 (Natty Narwhal) Dengan fitur desktop shell Unity, global menu untuk semua applikasi, tampilan scrollbar baru, dan fungsi search (dash); Ubuntu 11.04 merupakan versi yang cukup menjanjikan dari segi ide, meskipun

7 implementasinya bisa membingungkan bahkan bagi pengguna Ubuntu yang hardcore. o) Ubuntu 11.10 (Oneiric Ocelot) Ubuntu 11.10 ditenagai menggunakan Kernel Linux 3.0.3, dan GCC yang diupdate ke versi 4.6 disamping NetworkManager versi 0.9. Pustaka dan paket aplikasi 32-Bit kini dapat dipasang di sistem 64-Bit tanpa masalah. Turunan Ubuntu dapat dibedakan menjadi turunan resmi dan turunan tidak resmi. Turunan tidak resmi tidak dikontrol oleh Canonical. Berikut ini adaah turunan resmi Ubuntu : a) KUbuntu b) EdUbuntu c) XUbuntu d) Ubuntu Studio e) Gobuntu f) Mythbuntu g) Ubuntu JeOS h) Ubuntu Mobile Berikut ini adalah turunan tidak resmi Ubuntu : a) Alinex b) AndLinux c) Fluxbuntu d) Elbuntu e) Freespire f) GnewSense g) Goobuntu h) gOS i) Hiweed Linux j) Impi Linux k) Linux Mint l) Linux MCE

8 m) Maryan Linux n) Molinux o) NUbuntu p) OpenGEU q) OzOS r) Protech s) Ubuntu Christian Edition t) Ubuntu Muslim Edition u) Ubuntu Satanic Edition v) Ubuntulite w) Ubuntu Rescue Remix x) ZeVenOS y) PC/OS 2.2 Sejarah Linux Mint Linux Mint adalah distribusi linux yang berbasis Ubuntu dengan tujuan membuat distribusi linux yang komplit outofthebox, diantaranya adalah browser plugins, suport multimedia yang lebih lengkap, java dan lain sebagainya. Linux Mint sendiri kompatibel dengan Ubuntu repositoris. Linux Mint adalah salah satu dari paket kejutan dari tahun lalu. Awalnya diluncurkan sebagai varian dari Ubuntu dengan codec media terintegrasi, maka kini telah berkembang menjadi salah satu yang paling userfriendly distribusi di pasar lengkap dengan desktop dan menu custom, beberapa peralatan konfigurasi unik, yang berbasis web antarmuka instalasi paket, dan sejumlah edisi yang berbeda. Mungkin yang paling penting, ini adalah salah satu proyek di mana para pengembang dan pengguna berada dalam interaksi yang konstan, sehingga dramatis, penggunadidorong melakukan perbaikan dengan setiap rilis baru. DistroWatch telah berbicara kepada para pendiri dan pemimpin pengembang Linux Mint, Clement Lefebvre, tentang sejarah distribusi. Linux Mint adalah sebuah distro Linux Live CD yang diturunkan dari distro Ubuntu, dengan tujuan untuk memproduksi sebuah distro dengan desktop yang

9 elegan, up to date, dan nyaman digunakan. Linux Mint didesain untuk berjalan outofthebox dengan semua fasilitas yang telah terinstall di dalamnya. Versi distro ini adalah versi 4.0 dengan kode Daryna. Mint 4.0 diturunkan dari Ubuntu Feisty Fawn, jadi semua paket aplikasi Ubuntu Feisty kompatibel dan bisa diinstall di Linux Mint 4.0 ini. Kesan pertama pada booting awal, logo Linux Mint sudah berganti berbeda dari rilis sebelumnya. Masuk ke desktop, Mint masih memiliki pola dan corak warna yang sama yaitu paduan warna hijau dan biru. Distro ini telah dilengkapi dengan berbagai aplikasi yang siap pakai diantaranya: a) OpenOffice 2.2 (Write, Calc, Presentation, Database) b) GIMP Image Editor c) Mozilla Firefox dan Thunderbird d) Pidgin 2.0.0 dan Xchat e) Java Runtime Environment 6.0 f) Amarok, Totem Media Player, dan Mplayer Sama seperti Ubuntu, Linux Mint juga mempunyai beberapa versi. Berikut merupakan daftar dari versi-versi Linux Mint Versi 1.0 2.0 2.1 2.2 3.0 3.1 4.0 5 6 Nama Kode Ada Barbara Bea Bianca Cassandra Celena Daryna Elyssa Felicia Basis Kode KUbuntu 6.06 Ubuntu 6.10 Ubuntu 6.10 Ubuntu 6.10 Bianca 2.2 Bianca 2.2 Celena 3.1 Daryna 4.0 Ubuntu 8.10 Basis APT KUbuntu 6.06 Ubuntu 6.10 Ubuntu 6.10 Ubuntu 6.10 Ubuntu 7.04 Ubuntu 7.04 Ubuntu 7.10 Ubuntu 8.04 Ubuntu 8.10 Tanggal Rilis 27 Agustus 2006 13 November 2006 20 Desember 2006 20 Februari 2007 30 Mei 2007 24 September 2007 15 Oktober 2007 8 Juni 2008 15 Desember 2008

10

7 8 9 10 11 12

Gloria Helena Isadora Julia Katya Lisa

Ubuntu 9.04 Ubuntu 9.10 Ubuntu 10.04 Ubuntu 10.10 Ubuntu 11.04 Ubuntu 11.10

Ubuntu 9.04 Ubuntu 9.10 Ubuntu 10.04 Ubuntu 10.10 Ubuntu 11.04 Ubuntu 11.10

26 Mei 2009 28 November 2009 18 Mei 2010 12 November 2010 22 Februari 2011 3 Februari 2012

Sejak "Elyssa", angka desimal pada angka versi dihapus (contoh: "Linux Mint 5.0" sekarang disebut "Linux Mint 5"). Ini disebabkan karena mengikuti siklus rilis Ubuntu yang 6 bulan sekali, sehingga hanya satu rilis untuk setiap basis Ubuntu. 2.3 Sejarah Linux Vixta Proyek Fedora dimulai akhir tahun 2003, ketika Red Hat Linux dihentikan.Red Hat Enterprise Linux menjadi satu-satunya distro resmi Red Hat, sedangkan Fedora menjadi distro masyarakat.Bagi Red Hat, Fedora merupakan ajang percobaan utuk menghasilkan distro Red Hat Enterprise Linux (RHEL) yang stabil, rilis-rilis RHEL dikembangkan dari versi Fedora. Nama Fedora berasal dari Fedora Linux, relawan proyek yang mengembangkan perangkat lunak tambahan untuk distro Red Hat Linux, dan dari karakteristik fedora (topi kulit) yang digunakan dalam logo Red Hat (Shadowman). Fedora Linux akhirnya diserap ke dalam Fedora Project. Fedora adalah merek dagang dari Red Hat, walaupun hal ini pernah disengketakan oleh para pencipta repositori perangkat lunak Fedora, namun masalahnya telah diselesaikan. Vixta adalah distribusi Linux berbasis Fedora yang didesign khusus untuk mudah dipakai dengan efek visual indah yang mirip dengan yang di Windows Vista.

11 Proyek ini berusaha untuk membawa Linux kepada pemakai komputer yang sudah terbiasa di Windows Vista, tidak untuk para administrator saja. 2.4 Perbedaan dari Masing-masing Sistem Operasi 2.4.1. Perbedaan Ubuntu dengan Linux Mint a) Ubuntu support untuk arsitektur komputer 64 bit, sedangkan Linux Mint hanya support untuk arsitektur komputer 32 bit saja b) Ubuntu memiliki menu start (gnomenu) yang berbeda dengan LinuxMint. Linux Mint dilengkapi dengan pencarian dan aplikasi favorit. Sedangkan untuk Ubuntu tidak dilengkapi dengan fitur tersebut c) Pada Ubuntu integrasi untuk codec multimedia harus diinstal secara terpisah, sedangkan pada LinuxMint sudah terintegrasi dengan codec multimedia yang umum digunakan. Sehingga pengguna dapat langsung memainkan file mp3. d) Linux Mint sudah terintegrasi dengan Java Runtime, sedangkan dalam Ubuntu belum terintegrasi. e) Linux Mint menyediakan tampilan boot yang lebih baik dengan menggunakan menggunakannya. f) LinuxMint dapat langsung dijalankan melalui USB Flash Drive dengan menggunakan Unetbootin dengan Sistem Operasi Windows, sedangkan dalam Ubuntu harus menggunakan terlebih dahulu sebuah LiveCD agar dapat dijalankan melalui USB Flash Drive. 2.4.2. Perbedaan Linux Vixta dan Ubuntu Dari user interface desktop vixta dan ubuntu , ubuntu lebih banyak menghadirkan kemudahan dengan adanya icon icon yang sudah disediakan pada desktop secara default misalnya untuk mengakses mozila dan lain sebagainya. Dari segi proses instalasi , ubuntu hanya memberikan 2 tipe gfxboot, sedangkan Ubuntu tidak

12 instalasi yaitu dengan membuat partisi manual dan menggunakan seluruh partisi yang ada . 2.4.3. Perbedaan Linux Vixta dan linux Mint Pada vixta diberikan 5 pilihan tipe instalasi diantaranya menggunakan seluruh partisi ,mengganti linux yang sudah ada, membagi partisi yang ada untuk menciptakan free space, menggunakan partisi yang tidak dialokasikan, dan terakhir membuat partisi secara manual.

BAB III HASIL PRAKTIKUM


3.1 Tutorial Instalasi Ubuntu Berikut merupakan tutorial mengenai instalasi Linux Ubuntu, yang lebih tepatnya Ubuntu 11.10. Pada tutorial ini menggunakan sebuah virtual mesin buatan oracle, yang disebut dengan Virtual Box, dengan menggunakan Virtual Box kita dapat menjalakan sistem operasi lain di bawah sistem operasi yang lain, yang pada tutorial ini, menjalankan virtual box di bawah Windows 7, sehingga nampak seperti kita menjalanakan sebuah komputer yang asli. Langkah pertama yang harus dilakukan untuk menginstal Ubuntu di dalam Virtual Box, adalah menyediakan sebuah partisi yang di ambil dari windows 7, partisi berikut nantinya dapat diatur dari virtual box itu sendiri. Dari partisi tersebut kita mount sebuah CD Image dari Ubuntu tersebut, sehingga nampak seperti kita memasukkan CD Ubuntu yang asli ke dalam CD Drive komputer. Setelah melakukan mount CD Image Ubuntu maka selanjutnya menjalankan virtual box tersebut. Pada gambar awal akan terlihat tulisan Ubuntu 11.10 yang menggambarkan proses loading, tunggulah beberapa saat hingga muncul jendela instilasi.

13

14 Setelah menunggu beberapa saat maka akan muncul jendela seperti berikut, pada jendela ini terdapat pilihan untuk mencoba Ubuntu atau menginstall Ubuntu secara langsung, pada tutorial kita langsung memilih bagian untuk menginstal Ubuntu. Agar lebih mudah untuk menginstal Ubuntu, baiknya kita memilih pilihan bahasa Indonesia, sehingga lebih mengerti tahap demi tahap proses instalasi. Berikut merupakan screen shot setelah kita memilih bahasa Indonesia.

Setelah memilih untuk memasang Ubuntu, maka tahap selanjutnya sistem akan memeriksa kelengkapan instalasi agar mendapatkan hasil yang terbaik, diantaranya : a) Memilliki drive kosong minimal sebesar 4,4 GB b) Terhubung pada sumber listrik agar menghindari terjadinya kehabisan sumber daya saat melakukan instalasi. Jika hal tersebut terjadi, maka proses instalasi bisa gagal c) Untuk opsi ketiga dapat terpenuhi atau tidak, jika terpenuhi maka setelah proses instalasi, sistem akan melakukan update secara otomatis dan memerlukan waktu yang lama pula. Berikut merupakan tampilan pemeriksaan instalasi.

15

Setelah memeriksa kelengkapan, selanjutnya klik lanjutkan untuk melanjutkan ke tahap berikutnya. Tahap selanjutnya adalah tahap yang cukup penting, karena jika tidak berhati-hati akan membuat semua data kita akan terhapus untuk digunakan oleh Ubuntu. Pada toturial ini, akan di jelaskan lebih lanjut tentang kedua pilihan tersebut.

Untuk pilihan pertama, yaitu hapus diska dan pasang Ubuntu, berarti kita akan menghapus semua drive yang kita miliki menjadi kososng, dan dipakai

16 keseluruhan pada Ubuntu. Pilihan ini tidak akan berdampak apa karena kita menginstalnya dalam virtual box, sehingga data di dalam sistem operasi yang sebenarnya tidak akan terhapus. Berikut merupakan tampilan jenis instalasi. Setelah kita memilih pilihan hapus diska kemudian klik lanjutkan.Karena kita telah memilih proses untuk menghapus seluruh harddisk yang ada untuk menginstal Ubuntu, maka tidak ada pengutaran tambahan yang terdapat, sehingga sistem langsung menghapus harddisk dan menginstall Ubuntu. Untuk memulai instalasi klik tombol pasang sekarang. Berikut merupakan screen shot proses instalasi

Untuk memilih pilihan yang kedua, yaitu sesuatu yang lain maka kita dapat melakukan partisi secara manual berapa besar memori harddisk yang ingin kita kehendaki untuk menginstal Ubuntu. Biasanya pilihan ini digunakan untuk proses dual booting pada komputer, sehingga kita dapat menggunakan dua buah sistem operasi dalam satu komputer. Setelah memilih sesuatu yang lain kemudian klik lanjutkan. Setelah kita memilih untuk melanjutkan melakukan partisi secara manual, maka akan muncul tampilan awal sebuah direktori bertuliskan /dev/sda. Direktori /dev/sda merupakan keseluruhan harddisk yang ada pada komputer anda, biasanya jika komputer anda terdapat sistem operasi lain, maka di bawah /dev/sda akan terdapat partisi yang ada pada sistem operasi lain komputer anda. Dari partisi yang ada tersebutlah nantinya

17 kita akan mengatur agar Ubuntu juga memiliki partisi yang sesuai, dengan mengambil beberapa jumlah dari partisi sistem operasi tersebut. Namun jika belum terdapat partisi, kita bisa melakukan partisi secara manual agar Ubuntu dapat membaca harddisk tersebut. Untuk melakukan proses tersebut dapat dilakukan dengan cara klik direktori /dev/sda tersebut terlebih dahulu. Setelah diklik, klik Tabel Partisi baru. Ini berguna untuk membuat ruang kosong yang nantinya sebagai tempat Ubuntu tersebut beroperasi. Setelah kita klik akan muncul pesan untuk memastikan agar harddisk dapat terbaca di Ubuntu. Berikut merupakan tampilan gambar pesan tersebut.

Untuk melanjutkan klik lanjutkan sehingga sistem akan membuat sebuah memori namum masih ruang kosong. Setelah itu kita akan kembali ke tampilan sebelumnya untuk melakukan partisi, di mana partisi yang dimaksud kita pecah lagi untuk memory cadangan pada Ubuntu dan memori untuk file system pada Ubuntu. Setelah itu klik pada ruang kosong tersebut, kemudian klik tambah untuk membuat sebuah partisi baru. Dari sini kita akan membuat sebuah partisi untuk memory cadangan Ubuntu dan juga untuk file system Ubuntu. Memory cadangan yang dimaksud adalah sebuan memory yang digunakan oleh sistem sebagai memori cadangan jika sistem kehabisan memori. Partisi ini juga digunakan untuk menyimpan image ketika

18 melakukan proses "Hibernate". Dengan kata lain, jika tidak terdapat partisi swap fungsi hibernate tidak akan jalan. Jenis partisi yang di gunakan adalah kita pilih logika, karena sebagai memory cadangan dan bukan sebagai file system. Perbedaan antara logika dan utama dapat kita temukan dari arti katanya saja. Kata utama berarti jika sebuah komputer melakukan booting maka yang paling utama adalah melihat partisi file systemnya bukan memory cadangannya, karena tidak mungkin pada saat komputer hidup menggunakan memory cadangan. Ukuran partisi swap biasanya dua kali RAM dari komputer anda, pada tutorial ini kami menggunakan RAM 512 MB yang sudah diatur pada Virtual Box, sehingga di sini ukuran yang diketikkan adalah 1024 MB yang setara dengan 1 GB. Berikut merupakan tampilannya agar terlihat lebih jelas.

Setelah menginputkan ukurannya, maka klik Oke untuk melanjutkan. Disana terlihat bahwa ruang swap telah ada dengan ukuran 1024 MB dan sisa dari memory masih ruang kosong. Ruang kosong tersebut kita akan gunakan untuk membuat file system untuk Ubuntu. Untuk penggunaan file system pada Ubuntu, kita dapat menggunakan semua sisa dari ruang kosong yang terdapat, atau bisa juga membaginya lagi, sehingga partisi yang terdapat ada dua buah untuk file system. Pada tutorial ini kita menggunakan dua buah file system. Untuk file system kita pilih kolom jenis partisi baru sebagai partisi utama, dan ukurannya misalkan kita

19 pakai ukurannya setengah dari ruang kosong yang ada. Pada tutorial ini menggunakan ukuran memory sebesar 3565 MB. Penggunaan tipe file systemnya kita gunakan file system ext4, karena merupakan tpe yang standar bagi pengguna desktop ataui end-user. Perbedaan yang terdapat pada masing-masing pilihan tipe file system sebagai berikut : a) Ext2 biasanya diunakan untuk USB/Solid State Drives, atau apapun di mana Anda membutuhkan stabilitas tinggi dengan minimal membaca atau menulis. b) Ext3 merupakan perbaharuan dari Ext2, pada Ext3 pemuliah jauh lebih baik bila terjadi sistem crash. Jika Anda tidak punya alasan khusus untuk filesystem lain, ext3 adalah sebuah standar yang sangat baik. c) Ext4 merupakan tipe file system yang cukup stabil untuk desktop dan kebutuhan server. Jika Anda ditawari oleh distro sebagai pilihan installasi, ia pastilah merupakan pilihan yang baik untuk hampir semua kebutuhan penggunaan. d) ReiserFS biasanya digunakan bila berinteraksi dengan file kecil pada sistem single core. e) XFS biasanya digunakan untuk memenuhi kebutuhna men-tweak sistem Anda. f) Btrfs merupakan filesystem yang sangat baik untuk untuk server dan perangkat penyimpanan lainnya yang menggunakan bandwidth tinggi. g) JFS biasanya digunakan untuk keperluan jurnal h) FAT16 merupakan file system yang hanya menggunakan alokasi unit yang memiliki batas hingga 16-bit saja yang setara dengan 4GB saja i) FAT32 merupakan file system yang tidak mampu menampung fille berukuran 4GB atau lebih. Untuk pemilihan titik kait kita gunakan /. Perlu diketahui bahwa titk kait adalah proses mengaitkan sebuah sistem berkas yang baru ditemukan pada sebuah piranti ke struktur direktori utama yang sedang dipakai. Penjelasan dari masingmasing titik kait adalah sebagai berikut : a) / - adalah direktori root. Semua file dan direktori secara logis ada

20 didalam root direktori tidak perduli dengan lokasi fisik mereka. Jadi di sini direktori / sama halnya dengan drive C di windows. b) /boot - memuat Linux Kernel dan file lain yang dibutuhkan LILO dan GRUB boot manajer. c) /home adalah direktori Home menyimpan semua direktori pada user. Jadi di sini direktori /home sama halnya dengan drive D di windows untuk menyimpan data saja d) /tmp adalah direktori yang digunakan untuk menyimpan data sementara. Isi dari direktori ini dibersihkan setiap sistem boot. e) /usr - memuat sub direktori untuk banyak program seperti sistem X Windows. f) /var - memuat bermacam sistem file seperti log, direktori mail, print dan lain - lain. Yang sering kali terus berubah isinya. g) /srv - memuat data untuk layanan (HTTP, FTP, etc.) yang ditawarkan sistem. h) /opt memuat data instal/copy untuk aplikasi opsional . i) /usr/local - memuat data lokal. Ia memuat direktori yang sama seperti /usr. Setelah kita menginputkan ukuran, tipe file system dan titik kaitnya, maka selajutnya klik Oke untuk membuat partisi /. Partisi ini kita anggap sebagai drive C di windows tapi pada Ubuntu agar lebih mudah untuk di mengerti. Berikut merupakan tampilan dari keseluruhan pengaturan partisi.

21

Selajutnya membuat partisi yang kedua untuk filesystem. Kita gunakan semua ruang kosong yang ada untuk partisi ini. Cara pengaturannya sama namun pada titk kaitnya kita menggunakan /home, yang nantinya kita gunakan untuk menyimpan data saja, sama halnya dengan drive D pada windows. Berikut merupakan tampilannya.

Perlu diketahui, kita bisa saja menggabungkan partisi / dan / home menjadi satu atau menggunakan / saja. Namun bisa saja akan mengganggu kinerja root

22 dalam bekerja pada saat kita menggabungkan data kita dengan root. Sehingga jika pada saat mengcompile suatu program misalnya, maka akan berpengaruh pada kinerja root itu sendiri. Contohnya misalkan di windows drive C dan D digabungkan, maka akan sulit untuk mengorganisasikan data kita. Setelah kita membuat partisinya klik Oke untuk melihat keseluruhan partisi, dan cek jika terdapat kesalahan. Berikut merupakan tampilan keseluruhan partisi pada tutorial ini.

Jika sudah yakin akan semua partisi maka selanjutnya klik pasang sekarang untuk menginstal Ubuntu pada virtual box. Setelah klik pasang sekarang maka sistem akan memindai berkas dan membuat partisi. Baik pilihan hapus diska dan sesuatu yang lain akan menuju ke proses yang sama yaitu proses instalasi selanjutnya dengan menginputkan dimana letak Anda sekarang, misalkan pada tutorial ini kita memilih Jakarta. Berikut tampillannya

23

Setelah memilih kota klik lanjutkan untuk ke proses susunan papan ketik (keyboard). Anda bisa memilih susunan keyboard yang Anda inginkan, namun sebagai pilihan yang umum kita gunakan bahasa Inggris atau English. Berikut merupakan tampilannya.

Setelah menginputkan susunan keyboard, klik lanjutkan untuk proses menginputkan username dan password. Jadi sama halnya dengan Windows kita

24 menginputkan username dan password sebagai proteksi. Silahkan inputkan username dan password sesuai yang Anda inginkan. Jika Anda tidak ingin menggunakan kunci saat setiap kali masuk ke Ubuntu maka pilih pilihan pertama yaitu masuk secaara otomatis agar Anda tidak perlu memasukkan username dan password Anda setiap kali masuk. Pada tutorial kali ini diberikan contoh untuk menggunakan sandi untuk masuk. Berikut merupakan contoh username dan password pada tutorial ini.

Setelah menginputkan username dan password. Klik lanjutkan untuk memulai proses instalasi. Berikut merupakan tampilan proses instalasi Ubuntu 11.10

25

Proses instalasi kurang lebih sekitar 30 menit jika Anda tidak terkoneksi internet saat proses pengecekan awal. Namun jika tersambung internet maka proses instalasi akan memerlukan waktu kurang lebih 2 jam, karena sistem akan langsung mengupdate sistem operasi Ubuntu tersebut. Setelah menunggu dan proses instalasi selesai maka akan muncul pesan untuk menyalakan ulang komputer Anda seperti tampilan di bawah ini.

26 Setelah muncul pesan klik nyalakan ulang sekarang agar Anda dapat menggunakan Ubuntu 11.10 sepenuhnya. Setelah klik nyalakan ulang akan muncul black screen yang meminta Anda mengeluarkan CD Ubuntu 11.10 dan menekan enter, namun karena di sini menggunakan virtual box maka cukup menekan enter saja maka sistem akan melakukan reboot. Setelah menekan enter maka sistem akan reboot, tunggu beberapa saat maka tampilan booting Ubuntu akan muncul. Setelah booting, karena sesuai dengan pilihan pada tutorial kali ini menggunakan sandi untuk masuk, maka akan tampila kotak untuk menginputkan username dan password Anda. Namun jika Anda tidak menggunakan sandi untuk masuk, maka akan langsung muncul tampilan desktop awal Anda. Berikut tampilan loginnya

Setelah memasukkan password, tekan enter untuk login dan desktop Ubuntu yang masih segar akan muncul dihadapan Anda. Anda dapat melihat username Anda pada panel pojok kanan atas, yang terlihat disana bahwa Anda telah login. Berikut merupakan tampilan desktop awal Ubuntu 11.10.

27

3.2

Tutorial Instalasi Linux Mint Berikut merupakan tutorial mengenai instalasi Linux Mint, yang

lebih tepatnya Linux Mint 12. Pada setiap tahap penginstalan Linux Mint itu tidak jauh berbeda dengan tahap instalasi Ubuntu sebelumnya, karena seperti yang kita ketahui Linux Mint merupakan turunan dari Ubuntu dengan beberapa fitur tambahan, namun pada dasarnya sama seperti tahap instalasi Ubuntu. Pada tutorial ini menggunakan sebuah virtual mesin buatan oracle, yang disebut dengan Virtual Box, dengan menggunakan Virtual Box kita dapat menjalakan sistem operasi lain di bawah sistem operasi yang lain, yang pada tutorial ini, menjalankan virtual box di bawah Windows 7, sehingga nampak seperti kita menjalanakan sebuah komputer yang asli. Langkah pertama yang harus dilakukan untuk menginstal Linux Mint di dalam Virtual Box, adalah menyediakan sebuah partisi yang di ambil dari windows 7, partisi berikut nantinya dapat diatur dari virtual box itu sendiri. Dari partisi tersebut kita mount sebuah CD Image dari Linux Mint tersebut, sehingga nampak seperti kita memasukkan CD Linux Mint yang asli ke dalam CD Drive komputer. Setelah melakukan mount CD Image Linux Mint maka selanjutnya menjalankan virtual box tersebut. Pada gambar awal akan terlihat tulisan Linux Mint 12 yang menggambarkan proses booting, tunggulah beberapa saat hingga muncul jendela berikutnya.

28 Jika Anda menekan enter pada saat proses booting maka akan muncul pilihan untuk mencoba Linux Mint secara normal atau compatibilty, pilihan untuk mengintegrasikan DVD, pilihan untuk test memory, atau booting menggunakan local drive. Pada tutorial kali ini mari kita memilih pilihan pertama yaitu mencoba Linux Mint secara normal dengan menekan enter. Setelah menekan enter atau menunggu beberapa saat ketika proses booting, maka akan muncul black screen sebagai proses membaca CD. Tunggulah beberapa saat lagi. Setelah menunggu beberapa saat maka akan muncul desktop awal Linux Mint, pada dekstop ini Anda dapat mencoba Linux Mint secara langsung namun dengan kinerja yang kurang karena Anda masih menjalankannya dalam bentuk CD. Pada tutorial kali ini kita langsung saja untuk menginstall Linux Mint secara langsung, dengan klik dua kali. Setelah itu akan muncul jendela awal penginstalan, di jendela tersebut terdapat pengaturan bahasa Instalasi. Agar lebih mudah untuk menginstal Linux Mint, baiknya kita memilih pilihan bahasa Indonesia, sehingga lebih mengerti tahap demi tahap proses instalasi. Berikut merupakan screen shot setelah kita memilih bahasa Indonesia.

Setalah itu pilih lanjutkan untuk ke tahap berikutnya. Setelah memilih untuk

29 melanjutkan, maka tahap selanjutnya sistem akan memeriksa kelengkapan instalasi agar mendapatkan hasil yang terbaik, diantaranya : a) Memilliki drive kosong minimal sebesar 5,6 GB b) Terhubung pada sumber listrik agar menghindari terjadinya kehabisan sumber daya saat melakukan instalasi. Jika hal tersebut terjadi, maka proses instalasi bisa gagal c) Untuk opsi ketiga dapat terpenuhi atau tidak, jika terpenuhi maka setelah proses instalasi, sistem akan melakukan update secara otomatis dan memerlukan waktu yang lama pula. Berikut merupakan tampilan jendela pemeriksaan instalasi.

Setelah memeriksa kelengkapan, selanjutnya klik lanjutkan untuk melanjutkan ke tahap berikutnya. Tahap selanjutnya adalah tahap yang cukup penting, karena jika tidak berhati-hati akan membuat semua data kita akan terhapus untuk digunakan oleh Linux Mint. Pada toturial ini, akan di jelaskan lebih lanjut tentang kedua pilihan tersebut. Untuk pilihan pertama, yaitu hapus diska dan pasang Linux Mint, berarti kita akan menghapus semua drive yang kita miliki menjadi kososng, dan dipakai keseluruhan pada Linux Mint. Pilihan ini tidak akan berdampak apa karena kita

30 menginstalnya dalam virtual box, sehingga data di dalam sistem operasi yang sebenarnya tidak akan terhapus. Berikut merupakan tampilan jenis instalasi

Setelah kita memilih pilihan hapus diska kemudian klik lanjutkan.Karena kita telah memilih proses untuk menghapus seluruh harddisk yang ada untuk menginstal Linux Mint, maka tidak ada pengutaran tambahan yang terdapat, sehingga sistem langsung menghapus harddisk dan menginstall Linux Mint. Untuk memulai instalasi klik tombol pasang sekarang. Berikut merupakan screen shot proses instalasi.

31

Untuk memilih pilihan yang kedua, yaitu sesuatu yang lain maka kita dapat melakukan partisi secara manual berapa besar memori harddisk yang ingin kita kehendaki untuk menginstal Linux Mint. Biasanya pilihan ini digunakan untuk proses dual booting pada komputer, sehingga kita dapat menggunakan dua buah sistem operasi dalam satu komputer. Berikut tampilan kita memilih jenis instalasi yang kedua.

32 Setelah memilih sesuatu yang lain kemudian klik lanjutkan. Setelah kita memilih untuk melanjutkan melakukan partisi secara manual, maka akan muncul tampilan awal sebuah direktori bertuliskan /dev/sda. Direktori /dev/sda merupakan keseluruhan harddisk yang ada pada komputer anda, biasanya jika komputer anda terdapat sistem operasi lain, maka di bawah /dev/sda akan terdapat partisi yang ada pada sistem operasi lain komputer anda. Dari partisi yang ada tersebutlah nantinya kita akan mengatur agar Linux Mint juga memiliki partisi yang sesuai, dengan mengambil beberapa jumlah dari partisi sistem operasi tersebut. Namun jika belum terdapat partisi, kita bisa melakukan partisi secara manual agar Linux dapat membaca harddisk tersebut. Untuk melakukan proses tersebut dapat dilakukan dengan cara klik direktori /dev/sda tersebut terlebih dahulu. Setelah diklik, klik Tabel Partisi baru. Ini berguna untuk membuat ruang kosong yang nantinya sebagai tempat Linux Mint tersebut beroperasi. Setelah kita klik akan muncul pesan untuk memastikan agar harddisk dapat terbaca di Linux Mint. Berikut merupakan tampilan gambar pesan tersebut.

Untuk melanjutkan klik lanjutkan sehingga sistem akan membuat sebuah memori namum masih ruang kosong. Setelah itu kita akan kembali ke tampilan sebelumnya untuk melakukan partisi, di mana partisi yang dimaksud kita pecah lagi untuk memory cadangan pada Linux Mint dan memori untuk file system pada

33 Linux Mint. Setelah itu klik pada ruang kosong tersebut, kemudian klik tambah untuk membuat sebuah partisi baru. Dari sini kita akan membuat sebuah partisi untuk memory cadangan Linux Mint dan juga untuk file system Linux Mint. Memory cadangan yang dimaksud adalah sebuan memory yang digunakan oleh sistem sebagai memori cadangan jika sistem kehabisan memori. Partisi ini juga digunakan untuk menyimpan image ketika melakukan proses "Hibernate". Dengan kata lain, jika tidak terdapat partisi swap fungsi hibernate tidak akan jalan. Jenis partisi yang di gunakan adalah kita pilih logika, karena sebagai memory cadangan dan bukan sebagai file system. Perbedaan antara logika dan utama dapat kita temukan dari arti katanya saja. Kata utama berarti jika sebuah komputer melakukan booting maka yang paling utama adalah melihat partisi file systemnya bukan memory cadangannya, karena tidak mungkin pada saat komputer hidup menggunakan memory cadangan. Ukuran partisi swap biasanya dua kali RAM dari komputer anda, pada tutorial ini kami menggunakan RAM 768 MB yang sudah diatur pada Virtual Box, sehingga di sini ukuran yang diketikkan adalah 1400 MB yang setara dengan 1,4 GB. Berikut merupakan tampilannya agar terlihat lebih jelas.

Setelah menginputkan ukurannya, maka klik Oke untuk melanjutkan. Disana

34 terlihat bahwa ruang swap telah ada dengan ukuran 1400 MB dan sisa dari memory masih ruang kosong. Ruang kosong tersebut kita akan gunakan untuk membuat file system untuk Linux Mint. Untuk penggunaan file system pada Linux Mint, kita dapat menggunakan semua sisa dari ruang kosong yang terdapat, atau bisa juga membaginya lagi, sehingga partisi yang terdapat ada dua buah untuk file system. Pada tutorial ini kita menggunakan dua buah file system. Untuk file system kita pilih kolom jenis partisi baru sebagai partisi utama, dan ukurannya misalkan kita pakai ukurannya setengah dari ruang kosong yang ada. Pada tutorial ini menggunakan ukuran memory sebesar 3500 MB. Setelah kita menginputkan ukuran, tipe file system dan titik kaitnya, maka selajutnya klik Oke untuk membuat partisi /. Partisi ini kita anggap sebagai drive C di windows tapi pada Ubuntu agar lebih mudah untuk di mengerti. Selajutnya membuat partisi yang kedua untuk filesystem. Kita gunakan semua ruang kosong yang ada untuk partisi ini. Cara pengaturannya sama namun pada titk kaitnya kita menggunakan /home, yang nantinya kita gunakan untuk menyimpan data saja, sama halnya dengan drive D pada windows. Berikut merupakan tampilannya.

Perlu diketahui, kita bisa saja menggabungkan partisi / dan / home menjadi satu atau menggunakan / saja. Namun bisa saja akan mengganggu kinerja root

35 dalam bekerja pada saat kita menggabungkan data kita dengan root. Sehingga jika pada saat mengcompile suatu program misalnya, maka akan berpengaruh pada kinerja root itu sendiri. Contohnya misalkan di windows drive C dan D digabungkan, maka akan sulit untuk mengorganisasikan data kita. Setelah kita membuat partisinya klik Oke untuk melihat keseluruhan partisi, dan cek jika terdapat kesalahan. Berikut merupakan tampilan keseluruhan partisi pada tutorial ini.

Jika sudah yakin akan semua partisi maka selanjutnya klik pasang sekarang untuk menginstal Linux Mint pada virtual box. Setelah klik next maka sistem akan memindai berkas dan membuat partisi. Baik pilihan hapus diska dan sesuatu yang lain akan menuju ke proses yang sama yaitu proses instalasi selanjutnya dengan menginputkan dimana letak Anda sekarang, misalkan pada tutorial ini kita memilih Jakarta. Berikut tampillannya

36

Setelah memilih kota klik lanjutkan untuk ke proses susunan papan ketik (keyboard). Anda bisa memilih susunan keyboard yang Anda inginkan, namun sebagai pilihan yang umum kita gunakan bahasa Inggris atau English. Berikut merupakan tampilannya.

Setelah menginputkan susunan keyboard, klik lanjutkan untuk proses menginputkan username dan password. Jadi sama halnya dengan Windows kita menginputkan username dan password sebagai proteksi. Silahkan inputkan

37 username dan password sesuai yang Anda inginkan. Jika Anda tidak ingin menggunakan kunci saat setiap kali masuk ke Linux Mint maka pilih pilihan pertama yaitu masuk secaara otomatis agar Anda tidak perlu memasukkan username dan password Anda setiap kali masuk. Pada tutorial kali ini diberikan contoh untuk menggunakan sandi untuk masuk. Berikut merupakan contoh username dan password pada tutorial ini.

Setelah menginputkan username dan password. Klik lanjutkan untuk memulai proses instalasi. Berikut merupakan tampilan proses instalasi Ubuntu 11.10

38

Proses instalasi kurang lebih sekitar 30 menit jika Anda tidak terkoneksi internet saat proses pengecekan awal. Namun jika tersambung internet maka proses instalasi akan memerlukan waktu kurang lebih 2 jam, karena sistem akan langsung mengupdate sistem operasi Ubuntu tersebut. Setelah menunggu dan proses instalasi selesai maka akan muncul pesan untuk menyalakan ulang komputer Anda seperti tampilan di bawah ini.

39 Setelah muncul pesan klik nyalakan ulang sekarang agar Anda dapat menggunakan Linux Mint 12 sepenuhnya. Setelah klik nyalakan ulang akan muncul black screen yang meminta Anda mengeluarkan CD Linux Mint 12 dan menekan enter, namun karena di sini menggunakan virtual box maka cukup menekan enter saja maka sistem akan melakukan reboot. Setelah menekan enter maka sistem akan reboot, tunggu beberapa saat hingga sistem melakukan booting. Setelah booting, karena sesuai dengan pilihan pada tutorial kali ini menggunakan sandi untuk masuk, maka akan tampila kotak untuk menginputkan username dan password Anda. Namun jika Anda tidak menggunakan sandi untuk masuk, maka akan langsung muncul tampilan desktop awal Anda. Berikut tampilan loginnya

Setelah memasukkan password maka sistem akan langsung ke desktop Linux Mint 12, dan menampilkan pesan bahwa Linux Mint telah terinstal pada komputer Anda. Pada pesan tersebut terdapat pula petunjuk penggunaan sistem operasi Linux Mint 12. Anda dapat menampilkanpesan ini secara terus-menerus ketika masuk ke desktop Linux Mint atau jika Anda tidak ingin menampilkannya lagi maka hilangkan tanda centang pada jendela pesan paling bawah, sehingga pesan tersebut tidak akan tertampil lagi saat Anda memasuki desktop Linux Mint. Berikut merupakan tampilan pesan tersebut.

40

Selanjutnya klik tutup untuk menutup pesan tersebut dan memulai menggunakan Linux Mint. Anda dapat melihat username Anda pada panel pojok kanan atas, yang terlihat disana bahwa Anda telah login. Berikut merupakan tampilan desktop awal Linux Mint 12.

3.3

Tutorial Instalasi Linux Vixt Berikut merupakan tutorial mengenai instalasi Linux Vixta, yang lebih

41 tepatnya Linux Vixta. Pada tutorial ini menggunakan sebuah virtual mesin buatan oracle, yang disebut dengan Virtual Box, dengan menggunakan Virtual Box kita dapat menjalakan sistem operasi lain di bawah sistem operasi yang lain, yang pada tutorial ini, menjalankan virtual box di bawah Windows 7, sehingga nampak seperti kita menjalanakan sebuah komputer yang asli. Langkah pertama yang harus dilakukan untuk menginstal Linux Vixta di dalam Virtual Box, adalah menyediakan sebuah partisi yang di ambil dari windows 7, partisi berikut nantinya dapat diatur dari virtual box itu sendiri. Dari partisi tersebut kita mount sebuah CD Image dari Linux Vixta tersebut, sehingga nampak seperti kita memasukkan CD Linux Vixta yang asli ke dalam CD Drive komputer. Setelah melakukan mount CD Image Linux Vixta maka selanjutnya menjalankan virtual box tersebut. Pada gambar awal akan terlihat tulisan booting yang menggambarkan proses booting. Tunggulah beberapa saat hingga muncul desktopnya. Berikut merupakan tampilan awal atau desktop dari Linux Vixta. Pada jendela desktop kemudian pilih icon Install to Hardrive. Setelah menunggu beberapa saat maka akan muncul jendela seperti berikut, pada jendela ini terdapat pilihan next untuk melanjutkan proses menginstall Linux Vixta secara langsung. Berikut merupakan tampilannya.

42 Setelah klik next, maka dilanjutkan dengan memilih bahasa yang digunakan saat instalasi. Karena tidak terdapat Bahasa Indonesia dalam instalasi Linux Vixta maka kita pilih Inggris saja. Berikut merupakan tampilannya.

Setelah memilih bahasa, maka tahap selanjutnya yaitu memasukkan nama komputer pribadi anda. Untuk nama yang standar, kita dapat menggunakan nama yang telah tercantum pada kotak nama komputer. Sehingga kita tinggal memilih next untuk melanjutkan tahap instalasi. Berikut merupakan tampilan memasukkan nama komputer.

43

Setelah klik next, selanjutnya melanjutkan ke tahap berikutnya. Tahap selanjutnya adalah tahap memilih waktu di mana Anda berada. Pada tutorial ini waktu yang dipilih adalah Asia/Jakarta. Berikut merupakan tampilan memilih waktu di mana Anda berada.

Setelah kita memilih format waktunya, maka lanjutkan dengan klik Next. Proses selanjutnya yaitu memasukkan password kita sebagai root, gunanya saat kita tidak sebagai user biasa yaitu sebagai root, maka kita menggunakan password

44 tersebut untuk masuk ke root. Berikut merupakan tampilan untuk menginputkan password.

Setelah kita menginputkan passwordnya, maka klik next kembali untuk melanjutkan ke tahap instalasi berikutnya. Pada saat klik next maka akan terdapat pesan bahwa di dalam hardisk Anda terdapat partisi yang tidak dapat terbaca. Sehingga jika kita melakukan partisi maka kemungkinan data akan hilang. Hal ini bisa terjadi jika kebetulan Linux Mint tidak kompatible dengan sistem operasi yang lainnnya. Namun, karena kita menggunakan virtual box di sini sehingga data yang ada pada windows tidak akan hilang. Berikut merupakan tampilan pesan yang tampil.

45

Setelah pesan tersebut tampilan klik yes untuk melanjutkan ke tahap berikutnya. Pada tahap berikutnya ini merupakan tahap yang cukup penting, karena jika tidak berhati-hati akan membuat semua data kita akan terhapus untuk digunakan oleh Linux Vixta. Pada toturial ini, akan di jelaskan lebih lanjut tentang pilihan-pilihan tersebut. Untuk pilihan pertama hingga keempat, merupakan pilihan yang sama hasilnya, yaitu menghapus keseluruhan drive karena belum ada partisi yang tersimpan dalam memori. Sehingga sistem akan menghapus semua drive yang kita pilih miliki menjadi kosong, dan dipakai keseluruhan pada Linux Vixta. Pilihan ini tidak akan berdampak apa karena kita menginstalnya dalam virtual box, sehingga data di dalam sistem operasi yang sebenarnya tidak akan terhapus. Setelah kita memilih pilihan Remove Linux partition on selected drives and created default layout, kemudian klik next .Karena kita telah memilih proses untuk menghapus seluruh harddisk yang ada untuk menginstal Linux Vixta, maka tidak ada pengutaran tambahan yang terdapat, sehingga sistem langsung menghapus harddisk dan menginstall Linux Vixta. Untuk memulai instalasi klik tombol next. Jika memilih pilihan yang terakhir, yaitu sesuatu yang lain maka kita dapat melakukan partisi secara manual berapa besar memori harddisk yang ingin kita kehendaki untuk menginstal Linux Vixta. Biasanya pilihan ini digunakan untuk

46 proses dual booting pada komputer, sehingga kita dapat menggunakan dua buah sistem operasi dalam satu komputer. Berikut merupakan tampilan jenis instalasi ketika memilih pilihan kedua.

Setelah memilih pilihan yang terakhir kemudian klik next. Setelah kita memilih untuk melanjutkan melakukan partisi secara manual, maka akan muncul tampilan awal sebuah direktori bertuliskan /dev/sda. Direktori /dev/sda merupakan keseluruhan harddisk yang ada pada komputer anda, biasanya jika komputer anda terdapat sistem operasi lain, maka di bawah /dev/sda akan terdapat partisi yang ada pada sistem operasi lain komputer anda. Dari partisi yang ada tersebutlah nantinya kita akan mengatur agar Linux Vixta juga memiliki partisi yang sesuai dengan mengambil beberapa jumlah dari partisi sistem operasi tersebut. Namun jika belum terdapat partisi, kita bisa melakukan partisi secara manual agar Linux Vixta dapat membaca harddisk tersebut. Untuk melakukan proses tersebut dapat dilakukan dengan cara klik direktori /dev/sda tersebut terlebih dahulu. Setelah diklik, klik New. Ini berguna untuk membuat ruang kosong yang nantinya sebagai tempat Linux Vixta tersebut beroperasi. Setelah membuat partisi baru maka akan tampil pada kolom device partisi yang masih kosong atau free. Setelah itu kita kembali membuat partisi baru lagi dengan klik tombol New. Setelah kita menekan tombol tersebut maka akan muncul jendela pengaturan pilihan

47 file system yang dinginkan. Dari sini kita akan membuat sebuah partisi untuk memory cadangan Linux Vixta dan juga untuk file system Linux Vixta. Memory cadangan yang dimaksud adalah sebuan memory yang digunakan oleh sistem sebagai memori cadangan jika sistem kehabisan memori. Partisi ini juga digunakan untuk menyimpan image ketika melakukan proses "Hibernate". Dengan kata lain, jika tidak terdapat partisi swap fungsi hibernate tidak akan jalan. Jenis partisi yang di gunakan adalah kita pilih logika, karena sebagai memory cadangan dan bukan sebagai file system. Perbedaan antara logika dan utama dapat kita temukan dari arti katanya saja. Kata utama berarti jika sebuah komputer melakukan booting maka yang paling utama adalah melihat partisi file systemnya bukan memory cadangannya, karena tidak mungkin pada saat komputer hidup menggunakan memory cadangan. Ukuran partisi swap biasanya dua kali RAM dari komputer anda, pada tutorial ini kami menggunakan RAM 798 MB yang sudah diatur pada Virtual Box, sehingga di sini ukuran yang diketikkan adalah 1400 MB yang setara dengan 1,4 GB. Berikut merupakan tampilannya agar terlihat lebih jelas.

Setelah menginputkan ukurannya, maka klik Oke untuk melanjutkan. Disana terlihat bahwa ruang swap telah ada dengan ukuran 1400 MB dan sisa dari memory masih ruang kosong. Ruang kosong tersebut kita akan gunakan untuk membuat file

48 system untuk Linux Vixta. Untuk penggunaan file system pada Linux Vixta, kita dapat menggunakan semua sisa dari ruang kosong yang terdapat. Pada tutorial ini kita menggunakan sebuah file system. Untuk file system kita pilih kolom jenis partisi baru sebagai partisi utama, dan ukurannya misalkan kita pakai ukurannya setengah dari ruang kosong yang ada. Pada tutorial ini menggunakan ukuran memory sebesar 5000 MB. Setelah kita menginputkan ukuran, tipe file system dan titik kaitnya, maka selajutnya klik Oke untuk membuat partisi /. Partisi ini kita anggap sebagai drive C di windows tapi pada Ubuntu agar lebih mudah untuk di mengerti. Berikut merupakan tampilan dari keseluruhan pengaturan partisi.

Setelah kita membuat partisinya klik Oke untuk melihat keseluruhan partisi, dan cek jika terdapat kesalahan. Berikut merupakan tampilan keseluruhan partisi pada tutorial ini.

49

Jika sudah yakin akan semua partisi maka selanjutnya klik next untuk menginstal Linux Vixta pada virtual box. Setelah klik next maka sistem akan memindai berkas dan membuat partisi. Baik pilihan hapus diska dan sesuatu yang lain akan menuju ke proses yang sama yaitu proses instalasi. Tunggu beberapa saat hingga proses instalasi. Berikut tampillannya

Setelah menunggu beberapa saat maka akan tampil pesan yang menyampaikan bahwa Anda telah menginstal Linux Vixta dan sistem akan

50 melakukan reboot untuk proses finishing. Berikut merupakan tampilannya.

Setelah melakukan proses restart maka akan tampil pesan konfigurasi terakhir bagi sistem operasi Linux Vixta. Untuk melanjutkan proses maka klik forward. Tahap selanjutnya adalah hanya info lisensi saja. Setelah itu klik forward untuk melanjutkan ke tahap selanjutnya. Tahap selanjutnya adalah memasukkan password. Jadi sama halnya dengan Windows kita menginputkan username dan password sebagai proteksi. Silahkan inputkan username dan password sesuai yang Anda inginkan. Berikut merupakan contoh username dan password pada tutorial ini.

51

Setelah itu klik tombol forward untuk melanjutkan ke proses berikutnya. Pada tahap berikutnya yaitu pengaturan tanggal dan waktu. Sistem operasi Linux Vixta akan otomatis mencocokkan tanggal yang sesuai dengan tanggal penginstalan Anda namun pada pengaturan jam tidak dicocokkan secara otomatis sehingga perlu pengaturan secara manual. Berikut tampilan pengaturan tanggal dan waktu.

Setelah itu klik forward untuk ke tahap berikutnya. Tahap berikutnya adalah overview dari profil hardware komputer Anda. Anda dapa mengirimkan profile

52 Anda atau tidak. Setelah itu klik finish untuk selesai. Setelah klik finish maka tampilan login akan tampil pada layar silahkan menginputkan username dan password Anda. Berikut merupakan tampilan loginnya.

Setelah memasukkan password, tekan enter untuk login dan desktop Linux Vixta yang masih segar akan muncul dihadapan Anda. Anda dapat melihat username Anda pada panel gnomemenu, yang terlihat disana bahwa Anda telah login. Berikut merupakan tampilan desktop awal Linux Vixta.

53

3.4

Perintah Dasar Linux 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) 10) 11) 12) 13) 14) 15) 16) Alias : untuk membuat alias dan menampilkan alias sebelumnya cp : untuk mengcopy file chmod : untuk mengganti perijinan pada file chwon : untuk mengganti nama kepemilikan pada file chgrp : untuk mengganti grup pemilik suatu file clear cat cd cal date du df file grep head : untuk membersihkan tampilan monitor : untuk menampilkan isi suatu file : change directory, untuk berganti direktori : untuk menampilkan kalender : untuk menampilkan tanggal & waktu saat ini : untuk menampilkan kapasitas harddisk : untuk menampilkan penggunaan partisi secara keseluruhan : untuk melihat tipe file : untuk mencari suatu string atau pattern tertentu pada file : untuk menampilkan 10 baris utama pada file

history : untuk menampilkan perintah sebelumnya

54 17) 18) 19) 20) 21) 22) 23) 24) 25) 26) 27) 28) 29) 30) init is less man mv ping pwd rm su tail who : untuk mengganti run level : untuk menampilkan isi suatu direktori : untuk menampilkan isi dari suatu file : untuk menampilkan halaman bantuan : untuk mengganti nama suatu file : untuk melakukan test konektivitas : present working directory,menampilkan directori yang aktif : untuk menghapus file direktori : untuk berganti user aktif : untuk menampilkan 10 baris terakhir pada file : untuk menampilkan informasi user yang sedang login rmdir : untuk menghapus direktori

mkdir : untuk membuat direktori

uname : untuk menampilkan informasi sistem operasi

BAB IV PENUTUP
4.1. Kesimpulan Dengan menggunakan virtual box kita dapat menginstal sebuah sistem operasi tanpa harus memikirkan dampak yang terjadi pada data kita di sistem operasi lain. Dengan menggunakan virtual box kita dapat belajar lebih banyak tentang bagaimana menginstal sistem operasi yang jarang kita gunakan yang disini sistem operasi yang termasuk distro Linux dan bagaimana sifat dari sistem operasi tersebut. 4.2. Saran Pada saat melakuakn partisi hardrive harus berhati-hati karena dapat menyebabkan hilangnya data kita, hal ini akan terjadi jika kita menginstal sistem operasi berdampingan dengan sistem operasi lain, tanpa menggunaan virtual box.

55

DAFTAR PUSTAKA

Dwi Rizki, R. Muhammad . TUTORIAL INSTALASI UBUNTU 11.10. Dewi Utami, Angen. KUPAS TUNTAS UBUNTU. http://student.eepis-

its.edu/~angen/semester1/Litkom/buku%20ubuntu.pdf Idris, Muhammad. Download Berbagai Macam Distro Linux. 2009. http://masterkomputer.com/tutorial/37-os-a-software/138-download-berbagai-macamdistro-linux.pdf LINUX MINT 4.0 ( DARYNA ). http://riwi.files.wordpress.com/2008/08/instalasilinux-mint-40.pdf Raharja, R. Anton. Yunianto. Afri. Widyantoro, Wisesa. PENGENALAN LINUX.2001. ftp://202.6.233.34/bebas/v01/OnnoWPurbo/contrib/aplikasi/ linux/linux-dasar-double.pdf Budi Utami, Rosiana. LINUX MINT 9 ( ISADORA ). www.linuxmint.com http://singo.ub.ac.id/ng/oneiric-ocelot-ubuntu-11-10/ Ubuntu Natty Release Party. 2011.

http://www.pssi.unej.ac.id/attachments/article/17/Ubuntu%20Natty %20Release%20Party.pdf

56