Anda di halaman 1dari 8

RATA-RATA, SIMPANGAN BAKU DAN KORELASI Salah satu penentuan nilai yang mewakili pada data yang jumlahnya

banyak, yang dianggap baik adalah dengan mencari nilai rata-rata dari keseluruhan data.
xi n

dengan n adalah banyaknya data, i dari 1 s/d n.

Dan simpangan bakunya:


=
( x x i ) 2 n 1

Apabila distribusi data betul-betul normal atau mendekati normal maka nilai rata-rata merupakan nilai yang paling mendekati benar. Simpangan baku menunjukkan letak titik belok dari kurva normal yang menunjukkan penyebaran data ukuran, yang berarti juga bahwa nilai yang benar berada diantara titik belok dengan kemungkinan sebesar 68%. Dalam banyak pekerjaan satu macam data atau lebih dari satu macam data sebetulnya saling terkait. Misalnya: Pada dua macam data seperti absis dan ordinat selain dapat ditentukan rata-rata dan simpangan bakunya juga dapat ditentukan keterkaitan kedua data, dengan mencari nilai korelasi antara absis dan ordinat.

Nilai korelasi dikenal sebagai koefisien korelasi antara dua variabel, menunjukkan kedekatan hubungan diantara keduanya yaitu hubungan linier antara kedua variabel. Nilai korelasi (r) dari -1 s/d +1 dan tidak mempunyai satuan. Rumusnya:
r= ( x xi )( y y i ) ( x xi ) 2 . ( y yi ) 2

Simpangan baku dan korelasi antar dua macam data, tergantung dari penyebaran datanya. Apabila data berada tepat sepanjang garis lurus maka korelasinya +1 atau -1, tergantung arah garis lurusnya. Bila salah satu data mempunyai simpangan baku nol. Maka nilai korelasinya juga nol. VARIAN DAN KOVARIAN Nilai varian adalah kuadrat simpangan baku dan nilai kovarian adalah akar perkalian antara korelasi dengan perkalian kedua simpangan baku. Rumusnya:
2 x =

( x x i ) 2 n 1

( y y i ) 2 = n 1
2 y

x, y =

( x xi )( y y i ) 2 2 = r x y n 1

Dari rumus tersebut diketahui bahwa nilai varian harus positif atau tepat nol dan nilai kovarian harus antara negatif perkalian kedua simpangan baku dan nilai positifnya. Kumpulan varian-kovarian dalam bentuk matriks disebut matriks varian-kovarian atau sering disebut matriks kovarian saja.
x, y
2 x = x , y

x, y 2 y

Bentuk matriks varian-kovarian adalah simetris, elemen diagonalnya selalu positif atau nol, dan dimensi matriksnya sama dengan jumlah parameter yang direpresentasikan. Matriks kovarian diatas karena ada dua variabel X dan Y, maka matriksnya berdimensi 2x2. Contoh Soal : 1. Empat persegi panjang diukur panjangnya 200 m dengan simpangan baku = 4 cm, sedangkan lebarnya diukur 100 m dengan simpangan baku = 4 cm. Berapa luas empat persegi panjang tersebut dan nilai simpangan bakunya? 2.
l1 A B l2 C

Dilakukan pengukuran jarak AB sebesar l1= 10 meter dengan simpangan baku 3 cm, dan jarak BC sebesar l2= 5 meter dengan simpangan baku 4 cm. Hitunglah berapa panjang AC terkoreksi dan simpangan bakunya

3.

BOBOT Hasil ukuran group I: No. 1 2 3 4 5 6 7 8 Jumlah Nilai jarak (m) 147.25 147.29 147.34 147.33 147.26 147.36 147.25 147.32 1178.40

Hasil ukuran group II: No. 1 2 Nilai jarak (m) 147.32 147.25

3 4 Jumlah

147.23 147.28 589.08

Rata-rata group I (xI) = 1178.40/8 = 147.30 m Rata-rata group II (xII) = 589.08/4 = 147.27 m Tanpa memperhatikan masing-masing ukuran dan hanya menggunakan nilai rata-rata (xI dan xII), nilai akhir x dapat dicari dengan rata-rata kedua nilai yaitu : Rata-rata panjang (x)=(xI+xII)/2 =(147.30+147.27)/2=147.285 Bila rata-rata panjang (x) dihitung langsung dari kedua belas ukuran jarak, maka: Rata-rata panjang (x)= =(x1+x2+...+x12)/12=1767.48/12=147.29 kekeliruan pengguna rumus rata-rata. Bila hitungan (x) pada persamaan a) diulangi dengan rumus berikut, yaitu:
x= x I p I + x II p II p I + p II

a)

b)

Seharusnya nilai a) dan b) harus sama, perbedaan tersebut karena

Bila pI = 8 dan pII = 4 maka nilai x adalah :


x= (147 .30 x8 +147 .27 x1) = 147 .29 8 +4

c) pI dan pII disebut dengan bobot rata-rata nilai xI dan xII.

Apabila masing-masing kedua belas ukuran tersebut dianggap mempunyai ketelitian yang sama, sehingga varian x1, x2, x3, ..., x12 adalah sama sebesar( ), maka dengan rumus perambatan
o

kesalahan acak dapat dihitung varian xI dan xII , masing-masing sebesar:


x2I =
( 2 + 2 + 2 + 2 + 2 + 2 + 2 + 2 ) (8) 2

= (1 / 8) 2
2 x = (1 / 4) 2
II

Dari dua nilai xI dan xII serta nilai varian masing-masing, dan karena tidak ada korelasi antar pengukuran yang berarti nilai kovariannya nol, maka nilai rata-rata (x) dapat dihitung dengab rumus:
x=
2 2 (1 / xI ).x I + (1 / xII ).x II 2 2 (1 / xI ) + (1 / xII )

Hubungan varian dengan bobot yaitu:


2 =k / p

atau

p = k / 2

k adalah konstanta sembarang yang digunakan sebagai pembanding saja dalam menentukan bobot. Nilai k dapat diganti dengan varian ukuran dengan bobot tunggal ( o2 ) atau disebut juga varian dengan bobot tunggal atau faktor varian atau varian referensi atau varian baku atau varian apriori.

Apabila jumlah ukuran banyak maka masing-masing bobot ukuran dapat dihitung dengan rumus:
2 o p1 = 2 1

o2 p2= 2 2

2 o p3= 2 3

...

2 o pn= 2 n

Penulisan bobot dalam bentuk matriks adalah:


o2 1 2 2 1 1 o2 1 2 2 2 2 2 1 o2 =o 2 32 3 ... ... 1 o2 2 n2 n

p1 p2 = P= p3 ... p4

Anggapan bobot ukuran waterpass Hslag = RB RD HAB = Hslag = RB1+RB2+ ... +RBn RD1+RD2+ ... +RDn Banyaknya slag = n
I.

Apabila

RB
AB

RB

RB

RD

RD

RD

Maka : H Sehingga:

= 2n

Rumus perambatan kesalahan


H CD = 2n 3

H AB = 2n 1
n1 , n 2 , n3

H BC = 2n 2

: banyaknya slag AB, BC, CD


2 o 2n 2 2

Bobot H menjadi:
PAB =
2 o 2n1 2

PBC =

PCD =

o2 2n3 2

Apabila

2 o = 2. o .2. 2 .k

maka:

PAB =

k n1

P BC =

k n2

PCD =

k n3

II.

Apabila setiap slag panjangnya sama, maka:


PAB = k d1 P BC = k d2 PCD = k d3

d = jarak ukuran, bobot fungsi seper jarak