Anda di halaman 1dari 5

Analisa data No. Kelompok Data 1.

Data Subyektif : - Kepala dusun mengatakan masalah sampah merupakan masalah yang sudah ada sejak lama. - Ketua RW mengatakan pengelolaan sampah masih semaunya, kebanyakan dibuang di sungai Lor. - Tokoh Masyarakat mengatakan setiap datang musim penghujan selalu terjadi banjir di wilayah tepian sungai Lor dikarenakan sumbatan sampah. - Beberapa masyarakat mengeluh sungai Lor airnya tidak jernih dan terlihat banyak sampah mengalir Data Obyektif : a. cara pengelolaan sampah : dibakar : 50 % ditimbun : 25 % dibuang di sungai 25 % b. keluarga yg tidak punya tempat pembuangan sampah sementara tertutup 25 % c.sarana penampungan ada 1 tempat dengan kondisi terbuka d. Korelasi Masalah Etiologi Pengelolaan sampah yang Pengelolaan sampah kurang benar yang kurang benar mengakibatkan lingkungan yang tidak sehat

Keberadaan sarana sangat mendukung terciptanya suatu perilaku

Sarana pembuangan belum ideal

Pengetahuan merupakan pengetahuan masyarakat yang determinan dari perilaku kurang tentang pengelolaan sampah dimana jika pengetahuan yang benar 13 % kurang, maka akan terbentuk perilaku yang salah e.petugas pengangkut sampah keliling Kesadaran merupakan tidak aktif karena masyarakat enggan factor yang penting membayar iuran jasa pengangkut dimana menentukan sampah perilaku seseorang f. DS : - tokoh masyarakat mengatakan pembangunan yang dilakukan di wilayah hanya berkutat di bidang fisik, belum menyentuh masalah kesehatan misal : pembangunan mushola, perbaikan jalan. DO : - Belum adanya suatu upaya perbaikan sarana yang menunjang kesehatan 2. Data Subyektif : - Ketua RW mengatakan Posyandu lansia sudah lama tidak aktif. - Beberapa masyarakat mengeluh semakin banyak warga lansia yang sakit maupun meninggal karena serangan darah tinggi. - Tokoh Masyarakat mengatakan tidak Dukungan dan perhatian dari pemimpin formal sangat mempengaruhi kebijakan pembangunan kesehatan

Pengetahuan masyarakat akan pengelolaan sampah kurang Kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan sampah Perhatian dan dukungan yang kurang dari pemimpin formal

Pengetahuan yang kurang dapat menyebabkan terbentuknya sikap yang salah sehingga mendorong seseorang untuk tidak melakukan sesuatu

Kurang pengetahuan lansia terhadap kegiatan posyandu lansia

adanya petugas kesehatan yang memperhatikan masalah lansia serta belum adanya pembinaan / penyuluhan usia lanjut. Data Obyektif : - Jumlah lansia 50 orang ( 10 % ) - Lansia yang ikut posyandu 60 % - Alasan lansia yang tidak ikut posyandu karena Tidak tau sebesar 50% - Lansia yang tidak ikut posyandu 40 % Alasan tidak ikut : - Tidaktau 50% - Malas 20 % - Tidak punya waktu 10 % - Terlalu jauh 20 % - Kader lansia berjumlah 3 orang tapi kurang aktif - Tidak adanya pembinaan / penyuluhan usia lanjut oleh kader - Jumlah usia lanjut 50 orang dengan distribusi penyakit : - Linu linu 20% - hipertensi 13 % - DM 10 % - Penglihatan kabur 10 % - Lain lain 4 % - Lansia yag tidak memeriksakan kesehatannya 10 % Kesadaran terbentuk dari sikap. Sikap yang salah dapat menyebabkan seseorang enggan atau tidak mau melakukan sesuatu karena menganggap hal tersebut tidak perlu dilakukan Kegiatan pelayanan dapat berjalan optimal apabila ditunjang kuantitas dan kualitas yang mencukupi dari kader Masalah penyakit degeneratif dapat dicegah dan dioptimalkan dengan posyandu lansia Kurangnya kesadaran lansia

Jumlah kader kurang memadai dan kader yang ada kurang aktif Tingginya angka kejadian penyakit degeneratif

1. Diagnosa Keperawatan No. 1. Diagnosa Keperawatan Tanggal muncul Lingkungan yang tidak sehat ( masalah sampah ) di 27 Desember RW 1 Dusun Ingin Maju berhubungan dengan : 2008 - Pengetahuan masyarakat yang kurang akan pentingnya pengelolaan sampah - Kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan sampah - pengelolaan sampah yang salah, - Sarana pembuangan belum ideal, - Perhatian dan dukungan yang kurang dari pemimpin formal ditandai dengan : a. cara pengelolaan sampah : dibakar : 50 % ditimbun : 25 % dibuang di sungai 25 %k b. keluarga yg tidak punya tempat pembuangan sampah sementara tertutup 25 % c. sarana penampungan sampah ada 1 tempat dengan kondisi terbuka d. pengetahuan masyarakat yang kurang tentang Tanda tangan perawat

pengelolaan sampah yang benar 13 % e. petugas pengangkut sampah keliling tidak aktif karena masyarakat enggan membayar iuran jasa pengangkut sampah f. Belum adanya suatu upaya perbaikan sarana yang menunjang kesehatan 2. Tidak efektifnya Posyandu Lansia di Dusun Makmur berhubungan dengan Kurang pengetahuan lansia terhadap kegiatan posyandu lansia, kurangnya kesadaran lansia, jumlah kader kurang memadai ,Tingginya angka kejadian penyakit degeneratif ditandai dengan : - Jumlah lansia 50 orang ( 10 % ) - Lansia yang ikut posyandu 60 % - Alasan lansia yang tidak ikut posyandu karena Tidak tau sebesar 50% - Lansia yang tidak ikut posyandu 40 % Alasan tidak ikut : - Tidaktau 50% - Malas 20 % - Tidak punya waktu 10 % - Terlalu jauh 20 % - Kader lansia berjumlah 3 orang tapi kurang aktif - Tidak adanya pembinaan / penyuluhan usia lanjut oleh kader - Jumlah usia lanjut 50 orang dengan distribusi penyakit : - Linu linu 20% - hipertensi 13 % - DM 10 % - Penglihatan kabur 10 % - Lain lain 4 % Lansia yag tidak memeriksakan kesehatannya 10 % 2. Prioritas Masalah No. 1. 2. Diagnosa keperawatan Dx. No. 1 Dx. No. 2 Perhatian Masyarakat +++ + Prevalensi ++ +++ Berat Masalah +++ ++ Kemungkinan untuk dikelola +++ ++ Jumlah 11 8 27 Desember 2008

Skor 0 3 interpretasi : 0 = paling rendah, 3 = paling tinggi

No. Dx. 1.

Tujuan Kriteria Tujuan Umum Tujuan Khusus Tujuan Umum : Tujuan Khusus : - masyarakat mampu Setelah Setelah dilakukan menjelaskan kembali dilakukan tindakan tentang penggolongan tindakan keperawatan sampah, dampak sampah Keperawatan selama 5 kali apabila tidak dikelola selama 2 bulan kunjungan dengan benar, tempat masalah masyarakat dapat: sampah yang sesuai lingkungan yang a. mengetahui digunakan di dalam tidak sehat pentingnya ruangan, luar ruangan, (masalah pengelolaan TPS yang sehat. sampah) di sampah dan wilayah Dusun mampu - Masyarakat membuang Makmur dapat mengelola sampah rumah di tempat teratasi sampah dengan sampah rumah tertutup, benar kemudian diambil oleh petugas pengangkut sampah

Intervensi 1. lakukan pelatihan kader tentang pengelolaan sampah 2. bersama kader lakukan penyuluhan dengan Topik Pengelolaan sampah sebanyak 4 kali sesuai dengan jadwal pengajian / pertemuan masyarakat 3. bersama kader dan Pokjakes lakukan pemantauan keliling wilayah untuk mengetahui perilaku masyarakat dalam membuang sampah 4. Motivasi masyarakat untuk mengelola sampah dengan benar 5. Bersama kader dan Pokjakes pantau kerja petugas pengambil sampah keliling 6. anjurkan kepada warga yang kurang mampu untuk membuang sampah ke TPS secara mandiri

Penanggu ng Jawab Agus

Waktu Senin, 29/12/08 Selasa, 30/12/08 s/d Minggu, 4/01/09 Rabu, 7/01/09 s/d Rabu, 14/01/09 Rabu, 7/01/09 s/d Rabu, 14/01/09

Tempat Balai Dusun Rumah warga, balai dusun

Metode Ceramah, Tanya jawab, demonstrasi Ceramah, Tanya jawab, demonstrasi Survey

Media Leaflet, LCD, alat peraga Leaflet, LCD, alat peraga

Sumantri & Citra

Seluruh wilayah dusun Makmur Seluruh wilayah dusun Makmur

Suvey Survey

- Bagi masyarakat kurang mampu secara mandiri membuang sampah ke TPS b. sadar akan pentingnya pengelolaan sampah yang benar - Masyarakat mengaktifkan kembali petugas pengambil sampah dari rumah ke rumah dengan membayar iuran per bulannya.

Rumah warga Selasa, 6/01/09 diskusi

1. Lakukan pendekatan terhadap masyarakat, tokoh masyarakat baik formal maupun informal dalam hal pengaktifan kembali petugas pengambil sampah 2. Bersama kader dan Pokjakes bentuk kepengurusan pelaksanaan dan pendanaan petugas pengambil sampah 1. Bers ama Kader, Pokjakes dan

Sumantri

Jumat, 2/01/09

Balai dusun

Diskusi

Balai dusun Agus Senin, 5/01/09 diskusi -

d. Sarana pembuangan

- Setiap masyarakat mempunyai tempat

Citra& Agus

Minggu,0 4/01/09

Rumah warga

Diskusi, demonstrasi