P. 1
Tutorial MatLab Pertemuan 2(Root Locus)

Tutorial MatLab Pertemuan 2(Root Locus)

|Views: 499|Likes:
Dipublikasikan oleh Guna Monda Wicaksana

More info:

Published by: Guna Monda Wicaksana on Mar 08, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/22/2014

pdf

text

original

Tutorial Menggunakan Matlab Pada Transfer Function Root Locus

Part 2

Created By : Gun

Semoga Tutorial ini dapat bermanfaat…

Bagikan ilmu yang telah kamu dapat, karena… Ilmu Tidak Akan Surut Jika diBagikan
Copyright@2012

Tutor MatLab Pertemuan 1
1. Klik 2x icon Matlab

2. Maka akan tampil jendela Matlab seperti gambar di bawah ini

Nb: Pada Win7 Matlab ini ternyata kurang support, namun jangan khawatir karena dapat kita akali dengan cara- cara sebagai berikut: Tahap 1: Ganti tema Windows 7 menjadi Windows Classic Untuk mengganti tema Windows 7 ke Windows Classic [mungkin semuanya udah pada tau], ikuti step2 berikut : Klik-Kanan di Desktop lalu pilih Personalize. 1. Scroll mouse ke "Basic and High Contrast Themes". 2. Pilih Windows Classic. Tahap 2: Ganti Java yang ada di direktori Matlab 2007 Untuk mengubah Java di Matlab 7, ikuti step2 berikut : 1. Download dan install Java Run Time (JRE) 1.5.0_19 atau JRE 1.5.0_20 yang terbaru. Buka C:\Program Files\MATLAB\R2007a\sys\java\jre\win32, lalu rename jer1.5.0_07 menjadi Original_jer1.5.0_07. 2. Copy JRE 1.5.0_19 atau JRE 1.5.0_20 dari C:\Program Files\Java ke C:\Program Files\MATLAB\R2007a\sys\java\jre\win32 dan rename menjadi jer1.5.0_07.
Sumber: www.Kaskus.com

Semoga Tutorial ini dapat bermanfaat…

Bagikan ilmu yang telah kamu dapat, karena… Ilmu Tidak Akan Surut Jika diBagikan
Copyright@2012

Sebelum menginjak pada materi Pertemuan2, lebih baiknya kita sedikit menginggat praktek-praktek pada Pertemuan1. 𝑺

+ 𝟒 𝐒 (𝐒 + 𝟑)(𝐒 + 𝟔)
Untuk penulisan atau pengerjaan rumus seperti di atas, dalam Matlab dapat menggunakan rumus atau cara sebagai berikut: Pada command window, ketiklah perintah sebagai berikut: gs=tf([1 4],conv([1 0],conv([1 3],[1 6]))) Sehingga hasilnya Transfer function akan tampak seperti gambar di bawah ini:

Catatan tambahan: Jika perintah dalam satu baris yang kita ketikkan pada command window terlalu banyak, maka kita dapat menggunakan tanda titik tiga “…” di akhir perintah yang akan kita potong. Semisalnya: gs=tf([1 4],conv([1 0],… conv([1 3],[1 6])))
Kelanjutan perintah yang terpotong tadi Memotong perintah dapat menggunakan titik tiga “…”

Semoga Tutorial ini dapat bermanfaat…

Bagikan ilmu yang telah kamu dapat, karena… Ilmu Tidak Akan Surut Jika diBagikan
Copyright@2012

Praktek 1
Pada Pertemuan2 ini kita akan belajar menggunakan Matlab untuk menentukan suatu TKA (Tempat Kedudukan Akar) atau Root Locus. Langsung saja, pada Praktek1 ini kita akan dihadapkan pada suatu bentuk diagram blok seperti gambar dibawah ini.

Langsung saja, pada command window ketiklah perintah sebagai berikut: sys=tf([2],conv([1 0],conv([1 1],[1 2]))) Sehingga hasilnya akan terlihat seperti gambar di bawah ini

Catatan tambahan: Jika masih binggung dalam penggunaan di Matlab khususnya untuk perintah Root Locus, maka dapat menggunakan perintah help rlocus. Selanjutnya pada command window, ketiklah perintah sebagai berikut: rlocus(sys) Sehingga hasilnya akan muncul hasil dari Root Locus seperti gambar di bawah ini:

Semoga Tutorial ini dapat bermanfaat…

Bagikan ilmu yang telah kamu dapat, karena… Ilmu Tidak Akan Surut Jika diBagikan
Copyright@2012

Selanjutnya jika kita ingin mengetahui besarnya nilai pada gambar yang berada di Root Locus. Maka dapat kita gunakan perintah sebagai berikut. [k1,poles] = rlocfind(sys) Atau [k1,akar]= rlocfind(sys) Sehingga pada hasil Root Locus kursor mouse akan terdapat tanda garis yang berbentuk “+”. Dari situ letakan kursortersebut pada garis Root Locus yang di ingginka. Sehingga pada Command windows akan muncul hasilnya seperti gambar dibawah ini.

Selanjutnya cari nilai K yang lainnya seperti perintah diatas. Sehingga pada Command windows akan muncul hasilnya seperti gambar dibawah ini.

Catatan tambahan: Jika ingin zoom gambar pada plote, dapat menggunakan perintah axis([-3 1 -2 2]), angka – angka yang berwarna merah merupakan sumbu X dan Y yang dapat diganti sesuai keingginan besar zoom.
Semoga Tutorial ini dapat bermanfaat…

Bagikan ilmu yang telah kamu dapat, karena… Ilmu Tidak Akan Surut Jika diBagikan
Copyright@2012

Praktek 2 (Simulasi dengan Simulink)
Dari kasus di atas, kita dapat mengetahui bentuk gelombang kelurannya dengan menggunakan Simulink yang sudah ada pada program Matlab. Berikut ini cara menggunakan simulasi di Simulink: 1. Pada menu toolbar, carilah Simulink.

2. Maka pada layar akan tampil, Simulink Library Browser

3. Pada toolbar, klik “created a new model” , hingga muncul seperti dibawah ini:

Semoga Tutorial ini dapat bermanfaat…

Bagikan ilmu yang telah kamu dapat, karena… Ilmu Tidak Akan Surut Jika diBagikan
Copyright@2012

4. Kemudian rancanglah seperti gambar di bawah ini

Cari semua gambar-gambar di atas pada Simulink Library Browser, hingga terbentuk gambar seperti diatas. 1. Klik Start Simulation. 2. Klik2x pada gambar Scope 3. Maka akan keluar hasilnya seperti gambar dibawah ini

4. Pada menu toolbar klik Autoscale, hingga hasilnya seperti gambar dibawah ini

Semoga Tutorial ini dapat bermanfaat…

Bagikan ilmu yang telah kamu dapat, karena… Ilmu Tidak Akan Surut Jika diBagikan
Copyright@2012

Praktek 3 (Membandingkan 2 output dengan Simulink)
Dari Praktek2 tadi, buat lagi K sebagai pembanding yang telah kita buat tadi. Ikutilagi seperti perintah – perintah pada praktek2. Lihat contoh hasilnya seperti gambar dibawah ini.

Yang mana jika kita klik tombol Auto Scale pada toolbar, maka hasilnya akan seperti pada gambar di bawah ini.

Semoga Tutorial ini dapat bermanfaat…

Bagikan ilmu yang telah kamu dapat, karena… Ilmu Tidak Akan Surut Jika diBagikan
Copyright@2012

Praktek 4 (Membandingkan 2 output dengan Root Locus Matlab)
Pada command window, ketiklah perintah sebagai berikut: >> sys=tf([2*k],conv([1 0],conv([1 1],[1 2]))); >> h=tf([1],[1]); >> sys_total=feedback(sys,h); >> step(sys_total)
Bentuk step tergantung dari pelilih letak poles tadi

Sehingga hasilnya akan muncul hasil dari Root Locus seperti gambar di bawah ini:
Step Response 1.4

1.2

1

Amplitude

0.8

0.6

0.4

0.2

0

0

2

4

6

8 Time (sec)

10

12

14

16

Jadi kita telah mendapat gambar dengan besarnya nilai kali K. Dan cari lagi menggunakan rumus diatas dengan mengganti nilai kali k (semisalnya k1 atau k2) yang telah kita cari nilai k tersebut di awal tadi. Dan hasilnya seperti pada gambar di bawah ini.

Step Response 1.8 1.6 1.4 1.2

Amplitude

1 0.8 0.6 0.4 0.2 0

0

5

10

15

20

25 Time (sec)

30

35

40

45

50

============= Sekian untuk tutorial kali ini =============
Semoga Tutorial ini dapat bermanfaat…

Bagikan ilmu yang telah kamu dapat, karena… Ilmu Tidak Akan Surut Jika diBagikan
Copyright@2012

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->