Anda di halaman 1dari 7

MOCOPAT SYAFAAT 17 November 2011

Sebelum acara dimulai, seperti biasa agenda Mocopat Syafaat diisi dengan membaca doa-doa dan ayat-ayat Al-Quran. Kemudian acara dibuka oleh Kiai Kanjeng dengan membawakan satu buah lagu. Setelah itu, Mas Toto Raharjo menjadi moderator sharing teman-teman maiyah yang kemarin ikut datang di acara Ijazah dan Syahadah Maiyah di Surabaya. Sharing diisi oleh Mas Helmi, Mas Ramli, Mas Choirul, dan seorang lagi dari Bangbang Wetan. Ada yang beda dari Mocopat Syafaat malam hari ini. Setelah sharing Ijazah dan Syahadah maiyah, teman-teman panitia ternyata sudah menyiapkan kejutan untuk pak Mustofa yaitu, Ultah Rusak-rusakan untuk Penyair Rusak-rusakan. Pak Mustofa naik ke panggung didampingi oleh Cak Nun dan mbak Novia. Dilanjutkan dengan acara doa dan tiup lilin. Setelah itu pemberian ucapan dari CN dan Mbak Via, ditambah dengan hadiah-hadiah untuk pak Mustofa dari teman-teman Kiai Kanjeng dan jamaah. Kiai Kanjeng kembali membawakan satu buah lagu sebelum waktu diserahkan kepada CN oleh Mas Toto. Dalam pengantar CN menyampaikan beberapa hal di antaranya: Orang berpikir itu berarti ada mekanisme-mekanisme pergesekan dan cairan-cairan lalu lalang dalam syaraf otak kita. Singkatnya begini, kalau kita berpikir itu enaknya dimana? Di pasar kah? Atau di konser band? Ataukah di tempat yang sunyi? Ada dua istilah tafakur dan tadabur Tafakur itu terhadap alam semesta. Tadabur selama ini di sekolah digunakan untuk merujuk alam semesta. Tetapi kita baru saja diingatkan oleh Cak Fuad di Padangmbulan bahwa tadabur itu terhadap ayat-ayat Al-Quran. Nah kalau kita bertafakur terhadap alam semesta dan bertadabur terhadap Al-Quran, cocoknya dilakukan di tempat sunyi, tenang, untuk mencapai permenungan. Daya tahan dan ketahanan berpikir bangsa Indonesia itu sudah hampir lebur sehingga kalau berpikir dan meresume sesuatu itu hanya parsial-parsial, tidak menyeluruh. Saya

khawatir kita memang sudah tidak jangkep pikirane, seperti konsumen dan dunia yang sudah tidak jangkep pikirane. Indonesia ini sudah kehilangan ketahanan berpikir, ketahanan mental, ketahanan budaya, dan ketahanan spiritual. Acara dilanjutkan dengan doa dan sholawat yang dipimpin oleh CN. Setelah selesai, CN menekankan bahwa diperlukan kecerdasan untuk memaknai setiap penderitaan yang kita alami. Makna yang terbaik adalah bahwa itu semua adalah investasi masa depan dan anakanak kita. Tidak apa-apa sekarang kita susah dan menderita, dengan harapan masa depan dan anak-anak kita kelak diberikan yang lebih baik oleh Allah. Tentang kriteria penerima Ijazah Maiyah dan Syahadah Maiyah, CN mengatakan bahwa di Maiyah ini kita berpegangan pada nilai-nilai kehidupan yang dipertaruhkan. Ada 5 kriteria pokok bagi penerima Ijazah da Syahadah Maiyah yaitu: 1. Kebenaran Memilih Nilai Benar atau tidaknya kamu memilih nilai, mau memilih yang mana dalam hidup ini. Misalnya menjadi pedagang, mau berdagang secara jujur atau curang, mau sebatas profesi atau juga untuk menolong orang lain. Pilihan nilai itu jugalah yang menyebabkan anda kesini dan bertahan selama 8 jam di sini. Tentu saja kebenaran nilai ini menurut diri kita masing-masing, bukan menurut orang lain atau masyarakat. 2. Kesungguhan Setelah memilih nilai, maka dilihat kesungguhan (tenanan opo ora) kita dalam menjalaninya. Diperlukan komitmen dalam menjalankan nilai yang kita pegang. Kalau kamu pelem ya tenanan le dadi pelem, jangan jadi jeruk. Kalau kamu pitik ya tenanan le dadi pitik, ojo kok bebek kluruk, trus pitik njegog. 3. Otentisitas Kowe ngerti awakmu sopo (orang Jawa, Sunda, Bali, dll). Walaupun sudah diracik menjadi Indonesia, tetapi jangan lupa siapa kamu sebenarnya. Kalau kamu orang Jawa ya jangan sampai kehilangan Jawamu itu. Ingat, daun salam tetaplah daun salam dalam sayur lodeh.

4. Kesetiaan Berapa lama kamu melakukan dan menjalani pilihan nilaimu itu dengan kesungguhan dan konsisten. Inilah yang menunjukkan tingkat kesetiaanmu. 5. Keikhlasan Kowe lila legawa ora melakukan itu. Cak Kartolo, lebih rela memilih kehilangan uang 600 juta dalam satu kali kontrak, daripada mengatakan sesuatu yang tidak benar menurut nilai yang dia pegang, walau itu benar menurut etika ekonomi (iklan).

Nah, kelima kriteria ini berlaku untuk skala individu, keluarga, nasional, bahkan internasional. Jadi Ijazah Maiyah ini tidak hanya menyangkut individu, tapi juga bagaimana dia memegang nilai dalam skala sosial ataupun pemerintahan nasional. Ijazah Maiyah diberikan kepada orang-orang yang tidak formal 9berada di luar) maiyah tetapi dalam hidupnya memenuhi kelima kriteria yang dijunjung di maiyah. Syahadah adalah puncak dari segala empirisme. Orang yang mendapat Syahadah Maiyah sudah otomatis mendapat ijazah Maiyah. Analoginya, kalau kamu tetangga, mau pakai sepedaku harus ijin/meminjam dulu, tetapi jika kamu anakku kan tinggal pakai saja. Lalu, apa nanti Pak Mustofa dapat? Mas Totok dapat? Sabrang dapat? Mas Helmi dapat? Saya dapat? Kami tidak akan dapat karna kami ini adalah bagian yang menjunjung, bukan yang dijunjung. Orang-orang yang mendapat Ijazah dan Syahadah Maiyah ini adalah orang-orang yang menomer-tigakan atau menomer-empatkan dirinya sendiri dan menomersatukan sahabatsahabatnya atau orang banyak. Cak Nun juga menyampaikan bahwa di maiyah ini kita begitu menghormati dan menelisik setiap kenikmatan yang ditakdirkan di dalam kehidupan. Di maiyah, semua itu indah. Tidak ada sesuatu yang sia-sia, semuanya berguna. Kowe sedih iso dadi berkah, kowe mlarat iso dadi

berkah. Tinggal kita mempunyai kecerdasan untuk memaknai setiap penderitaan yang kita alami. Ya Allah, sesungguhnya yang Engkau ciptakan tidak ada yang sia-sia. Dalam kesempatan Mocopat Syafaat malam hari ini CN, Sabrang, dan Mas Totok juga menyampaikan tentang rencana Letto yang dalam waktu dekat ini akan mewujudkan Meniti Cahaya, yaitu kelompok-kelompok maiyah di kampus-kampus. CN mengatakan bahwa Letto bernyanyi dan bermain musik itu hanya 30%, yang 70% Letto adalah pemikir dan pelaku budaya. Nyanyi hanya salah satu sayap Letto. Nah, Meniti Cahaya ini adalah ekspresi ruang intelektual Letto. Acara diselingi oleh penampilan Letto feat KK yang membawakan lagu Sandaran Hati versi dangdut. Kemudian dilanjutkan pembacaan KALAM MAIYAH oleh Sabrang. Setelah iti, kembali CN menyampaikan banyak hal. Kapitalisme adalah pemenang dalam peradaban setelah sosialisme jatuh. Namun, kapitalisme akan mati oleh dirinya sendiri. Eropa dan Yunani akan runtuh satu persatu. Indonesia akan menjadi negara nomer 5 yang paling stabil ekonominya di dunia, tapi tetap saja yang diuntungkan SBY (pemerintah). Kalau tidak ada pemerintah, maka Indonesia akan menjadi yang nomer 1 di dunia. Kenapa? Karena rakyat punya sistemnya sendiri, dan ini membuat seluruh peneliti ekonomi tidak mampu memahami kenapa ekonomi Indonesia yang seharusnya sudah jatuh kok tidak jatuh-jatuh sampai sekarang. Ya jelas saja, karena di Indonesia ini ada ekonomi rakyat, bukan ekonomi negara. Sayangnya, kecanggihan, ketangguhan, dan kreatifitas ekonomi rakyat ini terus diganggu oleh negara, dipalak, digusur, dan dikenakan pajak, tidak pernah mendapat perlindungan dari negara. Sebenarnya salah satu keuntungan rakyat Indonesia adalah selama 60 tahun lebih, tidak punya pemerintah yang benar-benar memikirkan dan mengurusi rakyat. Jadinya rakyat Indonesia tidak manja, bisa mandiri, karena harus bisa melindungi diri mereka sendiri. Tidak seperti negara-negara yang rakyatnya mendapatkan perlindungan hukum dari pemerintah.

Tahun 65 adalah tahun terkejam sepanjang sejarah dunia. Sebenarnya komunisme itu menomersatukan wong akeh. Tapi meletusnya G30S menyebabkan kemelut yang membuat rakyat tega membunuh saudara-saudaranya sendiri.

Arab ya Arab. Islam ya Islam. Islam itu bukan Arab. Bahkan ada hipotesis terakhir yang mengatakan bahwa Milaka Ibrahim justru mendekati wisdom orang Jawa, diantaranya manunggaling kawula lan gusti, urip ming mampir ngombe, dst. Maliki Ibrahim adalah lembaran-lembaran/ wisdomnya nabi Ibrahim yang belum dituliskan dalam kitab, baik Taurat, Injil, maupun Quran.

Barat itu dari Timur, bukan Timur dari Barat. Kalau dulu ada lagu Dari Barat sampai ke Timur, itu dikarenakan memang selalu ada suatu keinginan dari peradaban Barat yang ingin membalikkan keyakinan bahwa peradaban Timur berasal dari Barat.

Cina akan retak menjadi sekian negara. Dan 20 tahun lagi jumlah manula di sana akan lebih tinggi dari jumlah usia produktif.

Dunia akan mengalami guncangan-guncangan. Dan Indonesia ini adalah bangsa yang dirahmati, kita akan diselamatkan. Insya Allah, anda-anda ini adalah kesayangannya Allah karena kita mampu menggali penemuan spiritual yang luar biasa dari setiap bencana yang kita alami.

Penting!!! Israel dan Amerika saat ini sedang rapat untuk memutuskan berani atau tidak menyerang kita. Mekah (Masjid Nabawi) dan Madinah (Masjidil Harom), sebenarnya yang lebih relevan menurus kan adalah umat Islam sedunia, tapi sekarang di bawah kontrol Israel. Cara mengontrolnya tidak secara fisik, yang mereka lakukan adalah memutus hubungan batin umat Islam dengan Rasulullah: Sholawatan haram. Selain itu juga mengharamkan/melarang jamaah haji menggosokgosok tembok (aduh aku gak tau namanya, mbak). Tentara yang berjaga disana berani mengatakan bahwa Muhammad sudah mati. Bahkan nangis-nangis disana juga haram.

Acara dilanjutkan dengan memberikan kesempatan beberapa jamaah yang ingin bertanya atau mengeluarkan pendapat apa saja. Setelah itu CN menanggapi pertanyaan dan pernyataan para jamaah tersebut. Di maiyah ini setiap orang dibukakan pori-porinya. Setelah itu seberapa merasuknya ilmu itu tergantung masing-masing individu. Maiyah itu bukan ajaran, bukan organisasi keagamaan. Di maiyah tidak ada gengsi untuk menjadi korps. Maiyah menuntun kita menuju Islamnya Muhammad. Dunia ini jalan, akhirat menjadi panggilan. Setiap langkah di dunia menunjukkan langkah kita di akhirat. Urip ngenteni mati, saya setuju, tapi aku gak wani nggugu karepku dhewe. Wis terserah Gusti Allah, sing penting selama hidup aku terus meningkatkan manfaatku bagi orang lain. Membunuh diri adalah engkau membunuh dirimu yang kemarin, yang belum searif sekarang, yang belum sepintar sekarang, yang belum sepadan dengan sekarang. Kita berkomunikasi dengan porsi, harus mengikuti irama dan momentun yang tepat agar pendapat kita didukung dan diterima.

Malam sudah lama beranjak pagi. Sebelum menutup acara, CN memberikan kesimpulan kepada semua jamaah yang hadir: Maiyah ini mendapat rahmat yang luar biasa dari Allah. Tidak mungkin orang dituntun oleh Tuhan dan diberi kekuatan stamina dan akal seperti anda ini kalau tidak ada janjiNya. Hanya ilmu Quran yang bisa membenahi Indonesia. Maiyah ini salah satu hajab, dan jamaah maiyah Jogja ini betul-betul kader. Aku tak tahu bagaimana cara membenahi Indonesia. Jakarta semakin bergerak mendekati jurang, tetapi pada saat yang sama, saya melihat jamaah maiyah semakin banyak, semakin baik, dan semakin rahmat maiyah ini.

Teman-teman maiyah mempunyai ketenangan hati yang menonjol. Anda ini yang oleh Allah disebut minyak zaitun yang memancarkan nyala tanpa disulut. Akhlakmu sudah jadi. Ora perlu mikir, kowe wis gawe apik. Ora perlu niat apik, kowe wis apik.

Nah, marilah di maiyah ini kita belajar membenahi pemaknaan setiap kosa kata untuk PERBAIKAN PERADABAN.

Kembali KK membawakan satu buah lagu, kemudian dilanjutkan penutup dengan ber-Shohibu Baiti bersama-sama.

*~ Salam Maiyah ~*