Anda di halaman 1dari 7

PENGARUH TERAPI DZIKIR DAN TINGKAT RELIGIUSITAS TERHADAP KECEMASAN PASIEN PREOPERASI Proposal Penelitian Keperawatan Medikal Bedah

ABDUL AZIZ NIM. 0810322017

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ANDALAS 2012

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI ........................................................................................................................ i BAB I PENDAHULUAN .................................................................................................... 1 A. Latar Belakang Masalah ............................................................................................. 1 B. Identifikasi Masalah ....................................................Error! Bookmark not defined. C. Pembatasan Masalah ...................................................Error! Bookmark not defined. D. Perumusan Masalah.................................................................................................... 2 E. Tujuan Penelitian ....................................................................................................... 4 F. Manfaat Penelitian ..................................................................................................... 5 BAB II TINJAUAN TEORITIS ............................................. Error! Bookmark not defined. A. Konsep Dasar Therapi IntraVena (infuse) ....................Error! Bookmark not defined. B. Konsep Plebitis ...........................................................Error! Bookmark not defined. C. Konsep Disinfeksi dan Antiseptik ................................Error! Bookmark not defined. D. Hubungan Antara Teknik Aseptik Dengan Kejadian Phlebitis Pada Pemasangan Terapi Intra Vena. ..................................................................Error! Bookmark not defined. E. Kerangka Konsep ........................................................Error! Bookmark not defined. F. Hipotesis .....................................................................Error! Bookmark not defined. BAB III METODE PENELITIAN ......................................... Error! Bookmark not defined. A. Desain Penelitian .........................................................Error! Bookmark not defined. B. Variabel dan Definisi Operasinal .................................Error! Bookmark not defined. C. Instrumen Penelitian ....................................................Error! Bookmark not defined. D. Populasi dan Sampel ...................................................Error! Bookmark not defined. E. Teknik Sampling .........................................................Error! Bookmark not defined. F. Tempat Penelitian........................................................Error! Bookmark not defined. G. Waktu Penelitian .........................................................Error! Bookmark not defined. H. Etika Penelitian ...........................................................Error! Bookmark not defined. I. Pengumpulan, Pengolahan, dan Analisis Data .............Error! Bookmark not defined. DAFTAR PUSTAKA .............................................................. Error! Bookmark not defined.

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah


Perasaan takut dan cemas adalah hal yang paling manusiawi yang dimiliki oleh setiap manusia. Ketika manusia dihadapkan pada hal-hal yang mengancam kehidupan ataupun pengalaman-pengalaman yang menyakitkan, perasaan takut dan cemas akan muncul. Dengan adanya perasaan tersebut manusia mengambil sikap terhadap ancaman yang dihadapinya, apakah ancaman itu akan dihadapi atau akan dihindari. Perasaan takut dan cemas adalah salah satu bentuk fungsi homeostatis tubuh dalam menghadapi sebuah ancaman. Dengan adanya perasaan tersebut selama berabad-abad manusia telah berhasil mengatasi ancaman-ancaman dalam hidupnya dan mempertahankan eksistensinya sampai hari ini. Akan tetapi, perasaan tersebut akan menjadi suatu masalah ketika seseorang terjebak dalam rasa takut dan cemas yang terus menghantui dirinya. Reaksi fisiologis dan psikologis akan timbul sebagai bentuk reaksi tubuh terhadap perasaan tersebut. Banyak sekali permasalahan yang menimbulkan rasa itu muncul pada diri seseorang sebanding dengan kompleks dan rumitnya masalah yang dihadapi manusia itu. Mengingat keterbatasan penulis, maka dalam proposal ini penulis hanya ingin membahas dari segi kesehatan khususnya pengalaman operasi sesuai dengan bidang yang penulis dalami saat ini. Pasien pre operasi efektif dapat mengalami berbagai ketakutan, takut terhadap anestesi, takut terhadap nyeri atau kematian, takut tentang ketidaktahuan selain ketakutan-ketakutan tersebut pasien juga mengalami kekhwatiran lain seperti masalah finansial, tanggung jawab terhadap keluarga, dan kewajiban pekerjaan atau ketakutan akan prognosis buruk atau kemungkinan kecacatan dimasa akan datang dan ancaman ketidakmampuan permanent yang

lebih jauh, hal ini memperberat ketegangan emosional yang sangat hebat yang diciptakan oleh prospek pembedahan. Kecemasan selalu melibatkan komponen psikis (afektif, kognitif, perilaku) dan biologis (somatik, neurofisiologis). Gejala somatik sangat bervariasi pada masing-masing individu, tetapi pada dasarnya merupakan manifestasi keterlibatan syaraf otonom dan sistem visceral yaitu sistem urogenital (sering kencing atau sulit kencing), sistem cardiovasculer (tekanan darah tinggi, berkeringat dingin, sakit kepala, dan lain-lain), sistem gastrointestinal (diare, kembung, iritasi lambung, dan colon obstipasi), sistem respiratori (nyeri dada, hidung tersumbat), sistem musculoskeletal (kejang, nyeri otot, dan keluhan mirip rematik). Keluhankeluhan tersebut di atas berhubungan dengan kecemasan yang dialami seorang pasien. (Wibisono, 1990). Disaat-saat yang demikian peran perawat sangatlah dibutuhkan. Perawat tidak hanya dituntut untuk memberikan innformconsent tetapi lebih dari itu perawat dituntut untuk bisa menenteramkan hati pasien atas kondisi yang akan dihadapinya. Agaknya kita sering lupa bahwa Allah-lah yang kuasa membolak-balikkan hati manusia, dari rasa sakit ke rasa senang atau sebaliknya. Ketika terapi medis telah gagal dan segala usaha yang bisa dilakukan telah diusahakan, tetapi penyakit tidak juga kunjung bisa disembuhkan, kepada Allah jualah kita kembali menyandarkan harapan. Agama telah mengajarkan kepada kita bahwa hanya dengan mengingat Allah-lah yang bisa membuat hati menjadi tenang. Sebagaimana firman Allah:

Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram. (QS. ArRadu ayat 28)

Dzikir adalah mengingat Allah dengan segala sifat-sifat-Nya. Pengertian dzikir tidak terbatas pada bacaan dzikirnya itu sendiri (dalam arti Semit), melainkan meliputi segala bacaan, sholat ataupun perilaku kebaikan lainnya sebagaimana diperintahkan dalam agama. Dengan demikian, yang dimaksudkan dengan doa dan dzikir adalah suatu amalan dalam bentuk kata-kata yang diucapkan secara lisan ataupun dalam hati yang berisikan permohonan kepada Allah SWT dengan selalu mengingat nama dan sifat-Nya. Dipandang dari sudut kesehatan jiwa, doa dan dzikir mengandung unsur psikoteraupetik yang mendalam. Terapi psikoreligius tidak kalah pentingnya dibandingkan dengan psikoterapi dan psikiatrik, karena mengandung kekuatan spiritual atau kerohanian yang membangkitkan rasa percaya diri dan optimism (Hawari, 2004). Dzikir juga tidak bisa dilepaskan dari factor keimanan seseorang terhadap Tuhan yang Maha Kuasa. Dzikir tidak akan memiliki pengaruh apa-apa jika tidak ditopang oleh keyakinan yang mendalam akan adanya kuasa yang Maha Kuasa atas dirinya. Semakin tinggi keimanan seseorang semakin yakin dia bahwa Allah-lah yang kuasa menyembuhkan penyakitnya dan mengembalikan kesehatannya. Oleh sebab itu factor keimanan juga menjadi factor penting yang membuat hati seseorang menjadi tenteram dan tenang. Dipandang dari sudut kesehatan jiwa, doa dan dzikir mengandung unsur psikoteraupetik yang mendalam. Terapi psikoreligius tidak kalah pentingnya dibandingkan dengan psikoterapi dan psikiatrik, karena mengandung kekuatan spiritual atau kerohanian yang membangkitkan rasa percaya diri dan optimism (Hawari, 2004). Hal ini sesuai dengan penelitian di Universitas George Town Amerika Serikat, sebanyak 212 studi dengan hasil 75% menyatakan bahwa komitmen agama menunjukkan pengaruh positif. Juga survey oleh majalah TIME dan CNN serta USA Weekend tahun 1996, menyatakan bahwa lebih 70 pasien percaya bahwa doa dan dzikir dapat membantu mempercepat proses penyembuhan penyakit. Sementara itu lebih dari 64% pasien

manyatakan hendaknya para dokter juga memberi terapi keagamaan, misalnya dalam bentuk doa dan dzikir (Hawari, 2004). Oleh sebab itu, melalui penelitian ini penulis tertarik untuk mengkaji pengaruh terapi dzikir dan tingkat religiusitas seseorang terhadap kecemasan yang dihadapi pada saat preoperasi.

B. Rumusan Masalah
Pengaruh terapi dzikir dan tingkat religiusitas terhadap kecemasan pasien preoperasi di ruang X RSUP M. Djamil Padang.

C. Tujuan Penelitian
1. Tujuan Umum Untuk mengetahui sejauh mana pengaruh terapi dzikir dan tingkat religiusitas seseorang dalam menurunkan kecemasan pada pasien preoperasi di ruang X RSUP M. Djamil Padang. 2. Tujuan Khusus a. Mengidentifikasi tingkat religiusitas dengan tingkat kecemasan pada pasien preoperasi di ruang X RSUP M. Djamil Padang. b. Menganalisis hubungan tingkat religiusitas dengan tingkat kecemasan pada pasien preoperasi di ruang X RSUP M. Damil Padang. c. Menganalisis pengaruh terapi dzikir dengan tingkat kecemasan pada pasien preoperasi di ruang X RSUP M. Djamil Padang. d. Menganalisis hubungan terapi dzikir dengan tingkat religiusitas pada pasien preoperasi di ruang X RSUP M. Djamil Padang.

D. Manfaat Penelitian
1. Bagi Masyarakat Sebagai informasi bagi masyarakat mengenai pengaruh terapi dzikir dan tingkat religusitas terhadap kecemasan pasien preoperasi. 2. Bagi Rumah Sakit Sebagai masukan dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan keperawatan dan meningkatkan efektifitas dalam pemberian asuhan keperawatan pada pasien pre operasi elektif . 3. Bagi Pendidikan Sebagai tambahan referensi dalam penelitian lanjutan dan bahan pertimbangan bagi yang melakukan penelitian sejenis. 4. Bagi Peneliti Dapat menambah pengetahuan peneliti di bidang keperawatan bedah dan menambah keimanan kepada Allah Yang Maha Kuasa.