F.

Arie (11-2010-033) Lissa (11-2010-066)

 NAMA/NO.RM
 JENIS  USIA  SUKU

KELAMIN

BANGSA  PEKERJAAN  TGL MASUK RS

: : : : : :

Ny. DR/ 07-55-32 Perempuan 29 Tahun Jawa/Indonesia Ibu rumah tangga 16/01/12

Keluhan Utama  Lemas pada kaki sebelah kanan Keluhan Tambahan  Kesemutan dan baal pada kaki kanan serta nyeri pada punggung

8 bulan  demam naik turun. Demam naik terutama pada saat malam hari, disertai menggigil  batuk tidak berdarah dan tidak berdahak  divonis menderita thypus, namun setelah pengobatan selesai, demam tetap ada. 6 bulan yang lalu  demam masih ada, naik turun terutama saat malam hari  Batuk diakui semakin berat, batuk berdahak (warna dahak putih), tidak berdarah  Sering berkeringat saat malam hari, nafsu makan dan berat badan berkurang, ± 20 kg sejak 8 bulan terakhir  divonis menderita TB paru  teratur minum obat, namun pasien sering muntah setelah minum obat dan tidak diminum lagi.

4 bulan  merasa nyeri pada tulang punggungnya, nyeri dirasakan sampai ke depan daerah payudara.  Kaki kanannya lemas dan gemetar, sulit untuk membungkuk karena sakit.

tidak dapat beraktifitas dan hanya berbaring di tempat tidur.1 bulan yang lalu    kaki kanan pasien semakin lemas sampai tidak dapat berjalan. merasakan kesemutan dan baal pada kaki sebelah kanan. .  perawatan 3 minggu di RSPAU keadaan pasien mulai membaik.

 Demam  Tb thypoid paru Riwayat Penyakit Keluarga - .

Tekanan Darah Nadi Suhu Pernapasan : : : : 110/70 mmHg 84x/m 36.8’ C 24x/m .

 Kepala  Mata  Hidung  Telinga  Tenggorokan  Leher  Thorax  Abdomen  Extremitas DALAM BATAS NORMAL .

   KESADARAN FUNGSI LUHUR RANGSANG MENINGEAL : GCS E4 V5 M6 : Kemampuan berbahasa baik :-   SARAF KRANIAL SISTEM MOTORIK : N1 – N12 dalam batas normal : 5 5 4  5 SISTEM SENSORIK : Nyeri superficial dan raba ringan + .

 Refleks Biceps  Refleks Triceps  Refleks Patella  Refleks Achilles  Refleks dinding perut :+++ :+++ :+++ :+++ :+++ +++ +++ +++ +++ +++ .

 Hoffman  Babinski – Trommer  Chaddock  Oppenheim  Gordon  Schaefer  Mendel-berktherew  Rosolimo : : : : : : : : .

 Reflex primitif: -/ Klonus kaki: +/ Klonus lutut: -/- .

3 g/dl 41 % 3500/mm3 236.4 g/dl 4.                 Hb Ht Lekosit Trombosit Cholesterol Trigliserid Bilirubin Total Bilirubin Direk Bilirubin Indirek Protein Total Albumin Globulin Alkali Fosfatase SGOT SGPT Ureum Creatinin : : : : : : : : : : : : : : : : : 13.1 g/dl 3.000/mm3 181 mg/dl 40 mg/dl 1.11mg/dl .63 mg/dl 7.3 g/dl 47 u/l 47 u/l 22 u/l 20 mg/dl 1.20 mg/dl 0.57 mg/dl 0.

Tanggal 21-9-11 Kesan: Tb paru milier Tanggal 2-2-12 Kesan: Paru dalam batas normal .

. 3. Vertebra thorax 7-8 : 1.Vertebra thorax 8-9 Kesan 2. Suspect tanda spondylitis. Lesi litik / destruksi corpus vertebra 7 dan 8. Tidak tampak paravertebral mass/abses.

MRI cervical (6-2-2012) Cervical Cervical transversal Cervical transversal Kesan : Cervical spine tidak memperlihatkan herniasi diskusnya. juga tidak terlihat spondilosis cervical .

MRI thoracal (6-2-2012) Thorax lateral Thoraxtransversal Kesan : 1. Sangat mugkin spondilitis spesifik Th 6-7 dan Th 10-11. .

D. Pasien juga merasakan nyeri pada bagian punggungnya yang semakin lama semakin berat menjalar ke bagian payudara. nafsu makan mulai membaik. pasien juga sudah tidak merasakan kesemutan dan baal pada kaki kanannya. Selama perawatan di RSPAU. namun pasien sering muntah setelah minum obat dan tidak diminum lagi . selama pengobatan pasien teratur kontrol ke dr paru dan teratur minum obat.Pasien Ny. usia 29 tahun datang dengan keluhan kaki kanan terasa lemas sejak 1 hari sebelum masuk rumah sakit (3 minggu yang lalu). serta sudah dapat mulai berjalan meskipun dibopoh 6 bulan lalu pasien dinyatakan menderita tb paru oleh dokter paru. Pasien menjalani pengobatan TB paru. serta baal dan kesemutan pada kaki kanannya.

. serta adanya reflex patologis dan klonus kaki pada tungkai kanan bawah. Foto rontgem thorax: kesan Tb paru milier namun sekarang sudah normal CT Scan vertebra thoracal 7 s/d 9 : tanda spondylitis dan tidak tampak paravertebral mass/abses Pada MRI thoracal terlihat kesan spondilitis spesifik Th 6-7 dan Th 10-11.pemeriksaan motorik: kekuatan pada tungkai bawah kanan 4 Refleks fisiologis: hiperefleks.

DIAGNOSIS TOPIS DIAGNOSIS KLINIS DIAGNOSIS ETIOLOGI Paresis tungkai bawah dextra tipe UMN Spondilytis pada vertebralis thorakalis 67 dan 10-11 Spondilytis tuberculosis .

Mefenamat tab 3x500 mg (bila perlu) Konsul rehab medik .       Rifampisin tab 1x450 mg INH tab 1x400 mg Pyrazinamid tab 2x500 mg Ethambutol tab 2x500 mg Streptomycin inj 1x1 gr As.

 Ad Vitam : Bonam  Ad Functionam : Dubia ad bonam  Ad Sanationam : Dubia ad bonam .

.

TINJAUAN PUSTAKA SPONDILITIS TUBERKULOSA .

Tulang punggung terdiri dari 33 ruas yaitu :  7 ruas tulang leher (servikal)  12 ruas tulang dada (torakal)  5 ruas tulang pinggul (lumbal)  5 ruas tulang duduk (sakral)  4 ruastulang ekor (kogsigeal) BAGIAN DEPAN BAGIAN BELAKANG .

 Peradangan granulomatosa yg bersifat kronis destruktif oleh Mycobacterium tuberculosis.  Disebut juga Pottd’s disease of spine  Sering menyerang T8-L3 .

Etiologi    Mycobacterium tuberculosis Mycobacterium africanum (penyebab paling sering tuberkulosa di Afrika Barat) Bovine tubercle baccilus dan non-tuberculous mycobacteria (pada HIV) Epidemiologi   Rata-rata usia 40-50 tahun Barat Rata-rata usia 1-20 tahun Timur  Weight bearing dan mobile .

 Usia dan jenis kelamin  Nutrisi  Penyakit  Lingkungan  Ras .

Stadium implantasi 2.Klasifikasi 1. Stadium gangguan neurologis (derajat 1-4) 5. Stadium deformitas residua . Stadium destruksi lanjut 4. Stadium destruksi awal 3.

Manifestasi Klinis     Badan lemah. Pada awal dijumpai nyeri interkostalNyeri spinal menetap dan terbatasnya pergerakan spinal Deformitas pada punggung (gibbus) Pembengkakan setempat (abses) Adanya proses tbc    . dan berat badan menurun. lesu. Suhu subfebril terutama pada malam hari Sakit (kaku) pada punggung. nafsu makan berkurang.

Kelainan neurologis  Paraplegia. paraparesis. atau nyeri radix saraf  Batas defisit sensorik setinggi tempat gibbus atau lokalisasi nyeri interkostal .

KUMAN (PARU-PARU)PEMBULUH DARAHUJUNG (THORAKAL & LUMBAL)ABSESDEFORMITAS DAN MENYEBARTULANG BELAKANG KOLAPSPENEKANAN SARAFGIBUS .

dan spondilolitesis  Adanya gejala dan tanda dari kompresi medula spinalis (defisit neurologis)  Pembengkakan di sendi yang berjalan lambat tanpa disertai panas dan nyeri akut . Gambaran adanya penyakit sistemik  Adanya riwayat batuk lama (lebih dari 3 minggu)  Nyeri terlokalisir pada satu regio tulang belakang dapat pula terdapat nyeri menjalar  Langkah kaki pendek  Gibus. skoliosis.

cervical Sulit menoleh Toticolis Trakea ke sternal notch thorakal Kaku lumbal Bengkak di lipat paha Coin test + Derfomitas fleki sendi panggul Tetaparesis Paralisis .

 Abses: teraba massa yang berfluktuasi dan kulit diatasnya terasa sedikit hangat  Keterbatasan pergerakan di segmen yang terkena .

NYERI KETOK + TENDERNESS .

LED LCS Mantoux + Kultur urin pagi MDT .

. Kandungan gula Genuine dry tap Kultur cairan serebrospinal.Xantokrom Menggumpal pada suhu ruangan Pleositosis Kandungan protein meningkat.

Rontgen dada dan vertebra CT Scan MRI .

• Needle biopsi / operasi eksplorasi • Aspirasi pus paravertebra .

E 750 mg. R 450 mg. Streptomisin injeksi hanya 2 bulan pertama (60 kali) dan obat lainnya selama 3 bulan (90 kali). •H 600 mg. R 450 mg. Z 1500 mg. . •R 450 mg dan H 600 mg 3 kali seminggu selama 4 bulan (54 kali). H 300 mg.Kategori 1 Kategori 2 •R 450 mg. dan Z 1. dan E1250 mg 3 kali seminggu selama 5 bulan (66 kali). H 300 mg.500 mg setiap hari selama 2 bulan pertama (60 kali). dan E 750 mg setiap hari. •S 750 mg.

• Osteotomi pada tulang baji secara tertutup dari belakang. • Operasi radikal. . • Kostotransveresektomi. • Kostotransveresektomi.Cold abses • Drainase Lesi tuberkuloma • Debrideman fokal. • Debrideman fokal radikal yang disertai bone graft di bagian depan. • Laminektomi. Kifosis • Pengobatan dengan kemoterapi.

VAKSIN KUMAN YANG DILEMAHKAN : Bacillus Calmette-Guerin (BCG) .

CEDERA CORDA SPINALIS EMPYEMA TUBERKULOSA .

 Infeksi pyogenik  Infeksi enterik  Tumor/penyakit keganasan  Scheuermann’s disease .

Mortilitas Relaps 0% Kifosisdapat diprediksi Defisit neurologis reversible Usia anak>dewasa Fusi solid .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful