ASUHAN KEPERAWATAN PADA An.

I DENGAN MASALAH KEPERAWATAN NYERI DENGAN DIAGNOSA MEDIS CKR (CEDERA KEPALA RINGAN) DI PAVILIUN ANAK (C3) RS MUHAMMADIYAH SRUWENG

Tugas ini disusun untuk memenuhi tugas PKK anak

Disusun Oleh: NOVI ISTIANI A1 0800454

PRODI S1 KEPERAWATAN SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN MUHAMMADIYAH GOMBONG 2011

LEMBAR PENGESAHAN Asuhan Keperawatan pada An.I dengan Masalah Keperawatan Nyeri dengan Diagnosa Medis CKR (Cedera Kepala Ringan) di Paviliun Anak (C3) RS Muhammadiyah Sruweng

Telah disahkan Hari :

Tanggal

:

Pembimbing Lahan

Mahasiswa

(Sri Iriyani, AMK)

(Novi Istiani)

Pembimbing Akademik

( Ratna Desnilasari, S.Kep. Ns)

1. Pengkajian Hari, tanggal masuk Jam masuk Hari ,tanggal pengkajian Jam Ruang pengkajian : Selasa, 24 Mei 2011 : 16.00 WIB : Rabu, 25 Mei 2011 :20.10 WIB : Paviliun Anak (C3) RS Muhammadiyah Sruweng

Karang Sambung : Perempuan : islam : SD : Jawa/Indonesia :: 071143 : CKR (Cedera Kepala Ringan) 3. Identitas penanggung jawab Nama umur alamat jenis kelamin agama pendidikan Status marital Pekerjaan Hubungan dengan klien : Tn. Karang Sambung : Laki-laki : Islam : SD : Menikah : Buruh : Ayah . S : 42 Tahun : Plumbon. Semester VI.I : 8 Tahun : Plumbon.Pengkaji : Novi Istiani. 2. Identitas klien Nama Umur Alamat Jenis kelamin Agama Pendidikan Suku bangsa Status marital No RM Dx medis : An. Mahasiswa STIKes Muhammadiyah Gombong.

Riwayat kesehatan sekarang Pasien datang ke IGD PKU Muhammadiyah Sruweng Hari Selasa.I lahir secara spontan.I sangat diharapkan. Di dapatkan Hasil pemeriksaan fisik : N: 98x/menit. Riwayat kesehatan dahulu Pasien belum pernah dirawat di Rumah Sakit sebelumnya. di tolong oleh Dkun Bayi. Saat dikaji : Pasien mengatakan kepalanya sakit. Didapatkan hasil pemeriksaan fisik : N: 100x/menit.4. Riwayat Imunisasi . Piracetam 3 x ½ . c. nyeri kepala. Usia Kehamilan : 37 Minggu. Teraphy yang diberikan yaitu. Riwayat Kehamilan An. RIWAYAT KEPERAWATAN a. sehingga kehadiran An. R: Kepala bagian belakang telinga kanan. Q: Sakit seperti ditusuk-tusuk. IVFD RL 12 Tpm. P: Nyeri bertambah ketika dibawa bergerak dan membuka mata dan berkurang ketika dibawa tidur. Pemeriksaan Kehamilan rutin di Bidan.. Riwayat Persalinan An.5°C. 24 Mei 2011 pukul 16. f. ada benjolan di lelinga kanan. Riwayat kesehatan keluarga Keluarga pasien tidak ada yang mempunyai penyakit yang sama dengan pasien. S: 35. b. S: 6. RR: 24x/menit. e. d. RR: 20x/menit. Keluhan utama Nyeri Kepala.I adalah anak pertama.9°C. T: 5 menit. semalam pusing.00 WIB diantar keluarga dengan keluhan Post jatuh terpeleset dari tangga kemarin sore. S: 36. muntah. mual. g. BBL : lupa?.

i.O Normal.Pasien Imunisasi lengkap.I sudah mampu melakukan kegiatan sesuai dengan umur. d) Menulis Menggambar. dapat diambil kesimpulan tumbuh kembang An. b) Badminton. c) Memukul. . V e) Dapat dengan kalimat majemuk. An. Riwayat Tumbang Tumbuh kembang pada anak usia 6 – 12 tahun Sektor Tumbang a) Loncat Tali. V f) Dapat dalam membuat masalah suatu masalah yang pemecahan sederhana. Genogram Berkomunikasi menggunakan tunggal dan V V V dan V Pasien . h.

warna: kuning. bau: khas. . berpakaian dan eliminasi di Bantu oleh keluarga. berjalan dengan tatihan. 2) Pola nutrisi metabolik Ibu pasien mengatakan nafsu makan pasien menurun. warna: kuning. jalan dengan bantuan namun untuk mandi. Saat dikaji : Pasien BAB 6x/hari . bau: khas. warna: kuning jernih. ada ampas.Keterangan : : Laki-laki hidup : Perempuan Hidup : Klien j. konsistensi : lunak. warna : kuning. pasien hanya makan biskuit dan minum Asi 7x. 3) Pola eliminasi Sebelum sakit : Pasien BAB 1x/hari. di gendong sama ibu.pola management kesehatan Keluarga klien membawa anggota keluarganya ketika ada yang sakit ke petugas kesehatan terdekat. berdiri. Saat dikaji : Pasien rewel. 4) Pola bergerak/aktivitas Sebelum sakit : Keempat ekstremitas dapat bergerak dengan baik. klien dapat duduk. bau : khas. Pola fungsional Gordon 1) Pola Kesehatan. BAK : 3-4x/hari. bau: khas. ekstremitas atas sinistra terpasang IVFD RL 12 tpm. konsistensi cair. BAK : 4-5 x/hari.

tidur siang: 1-2 jam.9°C 7. tidur siang : kadang. tidur pulas. LILA : 19 Cm 9. BB: 25 Kg 8. Kesadaran 4. 9) Pola pertahanan diri (koping) stress toleransi Bila pasien merasa tidak enak maka pasien menjadi rewel. waktu : 1-2 jam. tidur pulas. 8) Pola reproduktif dan seksual Klien berjenis kelamin laki-laki. cemas. S : Cukup : E4V6M5 : CM : 98 x/menit : 35. GCS 3. rewel. Keluarga bingung dengan keadaan pasien.5) Pola istirahat dan tidur Sebelum sakit : Pasien tidur normal 6-8 jam/hari. Tinggi Badan : 135 Cm . 7) Peran dan pola hubungan Klien berperan sebagai anak dalam keluarga dan hubungan pasien dengan keluarga terjalin baik. Belum sunnat. k. 6) Konsep diri dan persepsi Pasien terlihat sangat gelisah. Saat dikaji : Pasien tidur maximal 6 jam. Pemeriksaan umum 1. 10) Pola keyakinan dan nilai Pasien belum bisa menjalankan sholat dan berdoa. Keadaan Umum 2. N 5.

2) Mata : Konjungtiva anemis. serumen tidak ada. : Bersih. pandangan kabur. nyeri di bagian belakang telinga kanan. . Pemeriksaan fisik : 20x/menit 1) Kepala : Bentuk Mesochepal.6. simetris. tidak ada gigi tanggal. 9) Leher : Tidak ada pembesaran kelenjar tyroid. Pal : tidak ada nyeri tekan Per : Bunyi sonor A : Suara napas vesikuler Jantung : I : iktus cordis tak tampak Pal : Nyeri tekan tidak ada Per : Bunyi pekak 11) Abdomen : I: Tidak ada distensi. kulit kepala bersih. bersih. tidak ada pernapasan cuping hidung. jenis rambut : ikal. fungsi pendengaran baik. bentuk simetris. 3) Hidung: Septum nasal simetris. tidak ada stomatitis. ada Hematom. : Warna gusi: merah. hidung bersih. warna hitam. 4) Mulut 5) Gusi 6) Lidah 7) Gigi : Mukosa bibir lembab. : Warna lidah: merah muda. 10) Dada : paru-paru: I : Tidak ada retraksi dinding dada . 8) Telinga: Letak Simetris. RR l. rambut tipis dan tidak rontok. bersih.

45 WIB Range 4.8 – 4. warna kulit : sawo matang. sakit di femur. Atas • • Sinistra : Terpasang IVFD RL 20 tpm Dekstra : Dapat bergerak bebas. CRT : 2 detik b.0 – 7. lembab.0 0.6 x 103 / uL 2.6 x 103 / uL 6.A : Bising Usus 14 x /menit Per: Timpani Pal : Tidak ada nyeri tekan. Bawah • Sinistra : Tidak ada pembatasan gerak. kulit bersih. 12) Ekstremitas a.3 x 103 / uL 0. • Dekstra : Tidak ada pembatasan gerak. Tidak terpasang kateter. . bisa bergerak normal.9 2.0 0. 13) Kulit Turgor kulit 14) Genetalia m.7 x 103 / uL 24 Mei 2011/ jam 15. bisa bergerak normal. : Tidak ada lesi. Pemeriksaan Penunjang Laboratorium a.0 : baik. Darah Pemeriksaan Laboratorium Para WBC Lymph # Mid# Gran# Result 9.1 – 0.0 – 10.

3 % 11. Terapi No.0 MCV MCH MCHC H RDW-CV RDW-SD PLT MPV PDW PCT L 73.8 Pg 82. 13.00 WIB 05.108 – 282 H 38.0 15.0 3.0 0.0 27.0 150 – 500 7.0 37.00 WIB Jenis Obat Dosis Waktu .00.5 35.0 – 9. 21.0 – 16.00.0 3.0 – 56.2 g/dl 13.00.00.5 fL 389 x 103 / uL L L 6. Tanggal 24 2011 Mei Oral : Donp erido n (k/p) 3 x 5 mg 3 x ½ tab K/P 05.7 % 69. 1.0 50.5 – 14.0 – 95.0 – 31.0 % 20.6 % 35.0 fL 14.0 – 17.0 – 11.0 % 6.0 11.0 11.0 – 40.0 – 36.7 0.98 x 106 / uL 29.0 32. 21. 13.1 fL 27.50 – 50.1 g/dl 3.233 % n.0 – 50.Lymph% Mid% Gran% HGB RBC HCT L 24.0 – 70.

25 2011 Mei Oral : Pamo l 500 mg Donp erido n Parenteral : Dexa Kalne k Pirace tam Ampi cillin 3.00.00 WIB 03.00. 23.00. 13.00.00 WIB 03.00.00. 23.5 gr 4 x 500 mg 07.Piracetam .00.00.00 WIB 05.00.00.00.5 mg 4 x 500 mg 07.00 WIB . 21.00 WIB Parenteral: . 21.00. 15.00 WIB 3 x ½ tab K/P 3 x 5 mg 05.00 WIB 2 x 1 mg 2x 250 mg 3 x 1.00. 15.00 WIB 07. 15.00. 21.00.00 WIB 07. 19.00.00 WIB 3 x ½ tab K/P 3 x 5 mg 05.00. 19. 09.Ampicillin 2. 13. 19. 21. 13. 09.- Pamo l 500 mg 3 x 1. 26 2011 Mei Oral : Pamol 500 mg Donpe ridon 2 x 1 mg 07. 15.00.00.00 WIB 05. 23. 23. 13.00.00.

Tanggal Jam Rabu. 20. Analisa Data Hari.00. (Peningkatan Data fokus Etiologi Problem Paraf 25 Mei kepalanya bertambah berkuang ketika dibawa tiduran. 19. RR: 20x/menit Rabu.5 mg 4 x 500 mg 07. S: 6. . T: 5 menit.Parenteral : Dexa Kalne k Pirace tam Ampi cillin 2x 250 mg 3 x 1. keluarga takut karena luka di kepala tidak 25 Mei mengeluh sakit sekali di bagian Krisis Situasi Ansietas . S: 35.9ºC. R: di kepala bagian belakang telinga kanan.10 WIB DS : Pasien sakit.00. 2011 DS : .00.00. 23.Klien terlihat sering memegangi kepalanya. DO : . 2010. muka menahan nyeri. 15.N: 98x/menit. 23. 09. ketika mengatakan Agen Cedera Nyeri Akut P: Nyeri Biologi bergerak.00.00 WIB 03.00 WIB o. mata terpejam. HCL) Q: Seperti di tusuk-tusuk. 15.00 WIB 07.ibu mengatakan pasien belakang telinga kanan.00.

berat.d Agen Injury Fisik (Terbentur Tangga) 2) Ansietas b. Setelah dilakukan nyeri tindakan berkurang No. Intervensi Hari. Dx NOC NIC Mei 2011 20. DO : pasien terlihat memejamkan mata karena kalau mata di buka pusing. pasien hanya tidur dan ketika ditanya suara jawabannya lirih.15 WIB terlihat.sedang. 25 1. Diagnosa Keperawatan 1) Nyeri Akut b.20.10 WIB keperawatan selama 2 x 24 jam diharapkan Indicator 1-5 (ekstrem. Jam Rabu.ringan. tanggal. p.ti dak ada gangguan) Indikator Awal 7an Menunjukan tehnik relaksasi untuk mencapai tingkat kenyamanan Menggunakan tindakan untuk mengurangi nyeri dengan dengan kriteria hasil : .d Krisis Situasi q.

anlagetik secara tepat 3 3 1 . M R/ u n t u k m e n g e t a h u i f a k t 4 4 .

B R/ M e .o r p e n y e b a b t i m b u l n y a n y e r i 2 .

A R/ M e n .n g h i n d a r i t e r j a d i n y a n y e r i 3 .

.g u r a n g i r a s a n y e r i k e t i k a t i m b u l 4 .

Anjurkan mendampingi keluarga pasien untuk mengurangi rasa .P R/ Me ngu ran gi rasa nye ri 5 .15 WIB keperawatan selama 1x24 jam diharapkan pasien tidak nampak cemas lagi. Gunakan pendekatan yang tenang menanyakan keluhan kepada pasien) R: Untuk mengurangi cemas Mei 2011 20. I R/ Me nan gan i nye ri di awa Rabu. l 25 2. Setelah dilakukan tindakan ( a. dengan criteria hasil : Pasien lebih tenang normal 150x/m) RR dalam rentang normal (2528x/m) Nadi dalam rentang yang dialami pasien(supaya (80.tidak bertambah rewel nya) b.

bagian R: Kepala telinga belakang 20. Anjurkan untuk permainan R: Untuk mengurangi rasa cemas pasien d. S : 6. Memberikan posisi yang nyaman . T : 5 menit e.10 WIB 20. dan RR d. Observasi TTV dan KU pasien R: Untuk mengetahui tingkat kecemasan pasien keluarga menyediakan r. Q: seperti di tusuk-tusuk. jam Rabu. Nadi . Mei 2011 20.Posisi miring kanan miring kiri . Mengambil data dari pasien dan keluarga Pasien dan Keluarga No Dx Implementasi Respon TTD kooperatif b.7°C. Implementasi Hari.S : 35. Mengkaji Skala Nyeri RR : 20x/menit . N : 94x/menit.takut R: Supaya pasien tetap tenang c. 25 1.P: Nyeri bertambah ketika bergerak. tanggal.15 WIB a. Mengukur Suhu.20 WIB kanan. berkurang ketika dibawa tiduran.

klien di damping oleh ibu c.15 WIB e n g g u n a k a n 20. KU cukup. Keluarga kooperatif. S:35’90C N : 98x/m.klien tampak tenang.f.10 WIB p e n d e k a t a n y a n a. Klien tampak tenang b. Menganjurkan klien . 25 Mei 2011 20.25 WIB untuk menginformasikan ketika nyeri muncul kepada perawat Keluarga dan Pasien Kooperatif istirahat yang a. Menganjurkan klien 20.Pasien Kooperatif untuk cukup g. Rabu. m 2. RR: 20x/mnt .

m e n g a n j u r k a n k e l u a r g a m e n d a m .g t e n a n g b.

p i n g i p a s i e n u n t u k m e n g u r a n g i r a s a t a k u .

30 n Mengkaj i kembali skala Pasien masih mengatakan nyeri. m e n g o b s e r v a s i K U d a n T T V p a s i e Kamis. 26 Mei 2011 06. Nyeri P: .t c.

S: 3. S: 35’7 0C. Q: Nyeri seperti ditusuk-tusuk. RR: 22x/menit Keluarga Kooperatif dan pasien mau istirahat s. S: 35’7°C. S: Pasien mengatakan nyeri berkurang. N. N: 100x/menit. T: 1 Menit. berkurang ketika dibawa tidur. Kepala belakang telinga kanan. Mei 2011 06.30 WIB 26 1. Evaluasi Hari. RR Menganjurkan kembali pasien untuk istirahat Nyeri seperti di tusuk. P: Nyeri bertambah ketika dibawa bergerak.Dx Evaluasi TTD . klien masih terlihat tiduran di tempat tidur.40 WIB Mengob servasi S.35 WIB 06.Jam Kamis. RR: 22x/menit No. T: 1 Menit O: muka menahan nyeri. Q: tusukR: dan 06. N: 100x/menit. Tanggal. R: Kepala bagian belakang telinga kanan.WIB nyeri bertambah ketika dibawa duduk berkurang ketika di beri obat. S: 3.

Muka fresh. P: Nyeri sudah tidak timbul. karena rasa nyeri S: Pasien mengatakan sudah tidak nyeri. S : 35’70C. Q: tidak ada.Ibu pasien mengatakan pasien sudah tidak rewel O : . T: 0 Detik.S :.40 WIB . RR: 22x/menit A : masalah teratasi P : pertahankan intervensi Gunakan pendekatan yang tenang Anjurkan pasien untuk istirahat Anjurkan keluarga untuk selalu melaporkan ketika anak rewel Jum’at. O: Pasien sudah bisa jalan tanpa digendong.A: Masalah belum teratasi P: . 06. N : 100x/m.Kaji kembali skala nyeri Observasi TTV Anjurkan kembali pasien banyak istirahat 2.05 WIB 27 1. A: Masalah teratasi P: Pasien Boleh Pulang Anjurkan kontrol jika ada keluhan lagi Anjurkan minum obat yang sudah di . R: kepala bagian telinga kanan belakang. S: 0.KU cukup. Pasien sudah mau berbicara dan bermain dengan ibunya. Mei 2011 12.

Jakarta: EGC. Elizabeth.resepkan dari dokter Anjurkan banyak istirahat DAFTAR PUSTAKA Corwin. J. Buku Saku Patofisiologi. .2000.

Wilkinson. Jilid I. Jakarta: EGC. Sylvia. 1998. Ilmu Penyakit Dalam. 1990. Jakarta : Media Euskulapius. Mansjoer. 1994. Jakarta: Balai Penerbit FKUI. dkk.A. Edisi 7. Kapita Selekta Kedokteran.1998. Jilid II. Jakarta: EGC. dkk. .Kumala. 1999. Tumbuh Kembang Anak. Kamus Saku Kedokteran Dorland. Edisi 3. Jakarta: EGC. Buku Saku Diagnosis Keperawatan dengan Intervensi NIC dan Kriteria Hasil NOC. Patofisiologi Konsep Klinis Proses-proses Penyakit. Edisi IV. Jilid II. Jakarta: EGC. Poppy. A. Soetjiningsih. Suparman. Price. 2006.FKUI. M. Judith.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful