Anda di halaman 1dari 2

Aku Bangga Jadi MENWA Ketika anda memutuskan untuk bergabung menjadi anggota Resimen Mahasiswa,pasti anda akan

disuguhkan dengan pertanyaan apa Motivasi mu masuk Menwa?? tentu sebagian besar mungkinan menjawab : untuk melatih mental dan disiplin. Saya setuju jika jawaban anda seperti itu. Kita tidak salah alamat jika bergabung di korps Menwa. Namun yang pasti kualitas disiplin dan mental itu kembali kepada diri kita masing-masing. sekeras apapun latihannya, seberapa lamapun pendidikannya, kalau disiplin itu belum berasal dari kesadaran dari hati, maka alhasil kita akan disiplin jadi-jadian, disiplin hanya jika ada aturan dan mental kita pun hanya mental menunggu diatur. Unit kegiatan mahasiswa Menwa sudah lama berkiprah di negeri ini, dirintis oleh para Founding father jaman dahulu yang memiliki jiwa juang dan karya yang luar biasa. Di Sumut, menwa MAHATARA dikukuhkan pada tahun 1976 (sekitar 36 tahun yang lalu) dan di USU sendiri yang merupakan satuan kader perintis pada tahun 1977 ( sekitar 35 tahun yang lalu). Sudah cukup dewasa dan

Namun tak jarang sebagian anggota menwa tidak menyadari bahwa mereka adalah orang-orang yang memiliki nilai plus dibandingkan mahasiswa lainnya. Sehingga sikapnya dilingkungan kampus seolah tidak ada bedanya dengan mahasiswa lainnya, sebagai contoh tidak ontime masuk kuliah, bangun kesiangan,dll. Anggota menwa sering tidak menyadari bahwa sebenarnya banyak orang-orang yang menyoroti perilaku dan sikap mereka sehari-hari. Tanggung jawab untuk menunjukkan keteladanan, disiplin dan karakter yang baik sebenarnya ada dipundak setiap anggota menwa. Bukan mengatakan supayaanggota harus kaku dan arogan, tetapi harapannya setiap anggota menunjukkan sikap positif di lingkungan kampus dan dimanapun berada. Menunjukkan karakter yang berdisiplin dan menjadi suri teladan bagi mahasiswa lainnya. Sehingga, melalui sikap yang ditunjukkan, orang lain pun tahu siapa kita. Menwa bukanlah merupakan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang asal-asalan. Dalam menjalankan roda organisasinya Menwa memiliki dasar Surat Keputusan Bersama Menteri pertahanan, menteri Pendidikan dan Menteri dalam Negeri; Otonomi Daerah. Nomor : KB/14/M/X/2000, Nomor : 6/KB/M/X/2000 dan Nomor: 39 Tahun 2000. Tentang pemberdayaan Resimen Mahasiswa. Sejak bergulirnya reformasi, Menwa telah dikembalikan menjadi UKM dan dibawah binaan Universitas. Meskipun demikian, bukanlah menjadi suatu alasan bagi korps baret ungu menjadi Loyo dalam bergerak apalagi mengatakan berhenti untuk berkarya bagi bangsa. Keputusan bersama tiga menteri tersebut sudah lebih dari cukup sebagai dasar yang kuat bahwa Menwa merupakan wadah organisasi mahasiswa yang resmi dan diakui di seluruh Indonesia. Reformasi adalah untuk merespon perkembagan jaman yang terjadi,dan telah berjalan sesuai dengan perkembangan dari masa-kemasa. Korps menwa menjadi satu wadah bagi para kaula muda generasi penerus bangsa dalam mengembangkan kreativitas, menumbuhkan jiwa patriotisme kebangsaan dan. Jiwa kemenwaan itu akan tertananam bagi anggota yang benar-benar seruis menjadi Resimen yang sejati.

Alumni Korps Resimen mahasiswa sudah lama dirintis oleh para Founding Father jaman dahulu. Disumatera utara sendiri Resimen Mahasiswa dikukuhkan pada tahun 1976 ( sudah sekitar 36 tahun yang lalu) dan di USU merupakan kader Perintis di satuan jajaran menwa MAHATARA adalah pada tahun 1977 ( 35 tahun yang lalu). Tentu sudah banyak anggota menwa yang telah berstatus alumni, bahkan jadi orang-orang yang berpengaruh di negeri ini. Beberapa alumni menwa yang telah menjadi tokoh yang menduduki jabatan penting, antara lain : 1. Sri mulyani ( Alumni Menwa UI) Mantan menteri keuangan sekarang menjabat sebagai direktur bank dunia. 2. M.s. Kaban ( Alumni Menwa ) Mantan Menteri kehutanan 3. Agus Wartomardoyo ( Alumni menwa UI) Menteri keuangan 4. Soekirman ( Alumni Menwa USU) Wakil Bupati serdang bedagai 5. Rahudman H ( Alumni Menwa STPDN) Walikota Medan dan masih banyak lagi tokoh-tokoh penting lainnya yang belum disebutkan nama-namanya. menjadi anggota menwa bukan mentok harus berkarier di bidang militer ataupun kepolisian, akan tetapi bebas memilih diberbagai lini, baik instansi pemerintahan, bidang sosial, politik,dsb, yang terdapat dilingkungan masyarakat di seluruh Indonesia. Setelah tamat dari bangku perkuliahan, saat itu jugalah status keanggotaan di satuan berakhir sudah. Bukan berarti hubungan dengan menwa sudah terputus untuk selamanya. Ikatan Alumni Resimen Mahasiswa Indonesia (IARMI) menjadi suatu wadah persatuan bagi para alumni menwa seluruh Indonesia. Di Sumut sendiri, baru-baru ini telah dilantik kepengurusan untuk keperiodean yang baru. Melalui ikatan ini, diharapkan juga bahwa alumni menwa bisa tetap berkarya dan mengabdi bagi bangsa dan negara dengan mengedepankan kepentingan bersama. Bukan diboncengi oleh elite-elite politik tertentu.