Anda di halaman 1dari 51

Paparan Kelaianan serta farmakoterapi jika terjadi Hipersekresi Hormon oleh Hipotalamus

Nurul Hidayah (071501048) Sukarsi Pratiwi (071501058) Novalina Simbolon (071501039) Riska Handayani Rangkuti (071501013)

Hipotalamus adalah bagian dari otak yang

terdapat intisel yang kecil dengan berbagai fungsi. Salah satu fungsi yang terpenting dari hipotalamus adalah menghubungkan sistem syaraf dengan sistem endokrin melalui kelenjar pituitari (hipofisis).

Hipotalamus mensisntesis dan mensekresi

neurohormones (hormon susunan syaraf), yang dikenal dengan nama Hypothalamic-Releasing Hormones, dan berperan pada penurunan sitimulasi atau penghambatan sekresi hormon pituitari. Hipotalamus mengkontrol suhu tubuh, rasa lapar, rasa haus, rasa lelah (fatigue), dan mekanisme berkeringat .

Hipotalamus mengirim suatu signal ke kelenjar

adrenal yaitu epinephrine dan neropinephrine. Sekresi yang lain berupa: antideuretic hormone (ADH), oksitosin, dan regulatory hormones. GnRH pada area preoptik GHIH oleh neuron perventrikular GHRH oleh neuron infudibular pada area mediobasal

ADH Hipersekresi : 1. Efek Pada Ginjal Efek ADH melalui interaksi antara ADH dengan reseptor V1 dan V2. Reseptor V1 berperan dalam pengaturan filtrasi glomerulus aliran darah di medulla ginjal, sintesis prostaglandin, serta pengaturan vasokontriksi pembuluh darah ateriol afferent di glomerulus. Reseptor V2 terletak di dalam sel duktus kolingentes dan sel ansa henle asendense dimana mempunyai afinitas yang besar terhadap ADH. Perangsasngan reseptor V2 ini mengakibatkan meningkatnya permeabilitas terhadap air yang selanjutnya mengibatkan peningkatan tekanan darah. 2. Efek pada Otot Polos Saluran Cerna Dapat merangsang kontraksi otot polos saluran cerna sehingga dapat meningkatkan peristaltis usus menyebabkan rasa mual. gurangi perdarahan varises esofagus. ADH juga merangsang kontraksi uterus pada semua fase siklus menstruasi ataupun semua fase kehamilan.

HIPERSEKRESI NEUROHIPOFISIS SYNDROME OF INAPPROPRIATE ADH SECRETION (SIADH)


Sindrom ini karakteristik karena terjadi hiponatremia sebagai akibat dari retensi air yang disebabkan oleh pelepasan terus menerus dari ADH (Antidiuretic Hormone). Pada penyakit ini vasopressin dilepas secara otonom atau karena mendapat stimulasi yang hebat sehingga meniadakan pengaruh inhibisi dari hiperosmolalitas. Karena penderita tidak sanggup untuk mengeluarkan urin yang cair maka cairan yang masuk tubuh menambah volume cairan ekstraseluler, tetapi tanpa edema.pelepasan terus menerus dari ADH dan meningginya osmolalitas urin dianggap tidak sepadan (inappropriate) dalam hubungannya dengan osmolalitas plasma yang rendah atau konsentrasi natrium yang rendah dalam plasma. Etiologi Ada tiga jenis, yaitu: 1)ADH dibuat dan dilepas oleh jaringan tumor secara otonom 2)ADH dibuat oleh jaringan paru yang nono-tumor 3)Pelepasan ADH oleh hipofisis karena proses inflamasi disekitarnya, neoplasia, lasi vaskuler dan/atau obat-obat.

Tabel dari sebab-sebab SIADH (David, Moses & Miller, 1987) 1. Neoplasma maligna dengan pelepasan ADH secara otonom: a)Karsinoma oat-cell dari paru-paru b)Karsinoma pancreas c)Limfosarkoma, karsinoma sel reticulum, penyakit Hodgkin d)Karsinoma dari duodenum e)Thymoma
2. Penyakit paru yang tidak maligna: a)Tuberkulosis b)Abses paru c)Pnemonia d)Pnemonitis virus e)Empiema

3. Kelainan-kelainan sistem saraf sentral:


a)Fraktur tengkorak b)Hematoma subdural c)Hemoragi subarakhnoidal d)Trombosis vaskuler serebral e)Atrofi serebral f)Ensefalitis akut g)Meningitis purulen h)Sindrom guillan-Barre i)Lupus eritemaosis j)Porfiria intermiten akut.

4. Obat-obat: a)Chlorpropamide b)Vincristine c)Vinblastine d)Cyclophosphamide e)Carbamazepine f)Oxcytocin g)Anesthesia umum h)Narkotik i)Antidepressan tricyclic 5. Sebab-sebab lain: a)Hipotiroidisme b)Positive pressure respiration (respirasi tekanan positif)

PENATALAKSANAAN

Sindrom ini umumnya ditanagani dengan menghilangkan sedapat mungkin penyebab yang mendasari dan membatasi asupan cairan pasien. Karena air yang tertahan diekskresikan secara perlahan-lahan lewat ginjal, maka volume cairan ekstrasel akan menyusut dan konsentrasi natrium serum berangsur-angsur akan meningkat ke nilai normal. Preparat diuretik (misalnya, furosemid [Lasix])dapat digunakan bersama-sama pembatasan cairan jika terjadi hiponatremia yang berat.

HIPERSEKRESI PROLAKTIN
Hipersekresi prolaktin ( prolaktinemia ) adalah abnormormalitas endokrin yang sering ditemukan dan disebabkan oleh gangguan hipotalamik hipofisis. Hipersekresi prolaktin mengakibatkan galaktorea dan disfungsi gonad. Galaktorea adalah hipersekresi air susu atau keluarnya air susu walaupun periode laktasi sudah selesai. Tanda tanda klasik hipersekresi prolaktin : 1. galaktorea & amenorea pada wanita 2. ginekomastia, galaktorea, serta berkurangnya libido dan ereksi pada pria.

Yang termasuk dalam mekanisme patofisiologi hipersekresi prolaktin adalah : Gangguan dopamin Hipersekresi adenoma hipofisis, sekresi neurogenik yang dicetuskan oleh trauma pada dada mis : fraktur tulang iga.

TERAPI
Prosedur pilihan untuk menangani mikroadenoma adalah reseksi transfenoidal Untuk makroadenoma dengan tumor yang mengenai suprasellar dilakukan ktaniotomi transfrontral. Pembedahan ini disusul dengan radiasi dan pemberian bromocriptin. Radiasi diharapkan dapat memusnahkan sisa2 tumor yang tidak diangkat. Bromocriptin efektif untuk menekan hipersekresi prolaktin akibat hipofisis.ES obat ini adalah pusing, hipotensi postural, mual, muntah. ES ini dapat dikurangi dengan memberi dosis yang rendah pada permulaan. Dosis obat adalah 2,5 10 mg/ oral / hari.

Hipersekresi ACTH (Penyakit Cushing)


Hipersekresi ACTH (Penyakit Cushing) Disebabkan oleh suatu adenoma basofil di hipofisis. Hipersekresi ACTH menyebabkan hiperplasia dan hipersekresi dari korteks supranen sehingga gejala-gejala yang terjadi adalah gejala-gejala yang disebabkan oleh hiperfungsi dari korteks supranen.

TERAPI
Sebagian besar kasus sindrom Cushing disebabkan oleh obat-obat steroid (iatrogenik). Akibatnya, kebanyakan pasien secara efektif diobati dengan menghentikan obat yang menyebabkan gejala. Jika adenoma adrenal mungkin dihilangkan dengan operasi. Sebagian besar pasien akan memerlukan penggantian steroid ( mis : hidrokortison, prednisolon ) pasca operasi setidaknya untuk sementara.

Pada pasien tidak cocok untuk atau tidak mau menjalani operasi, beberapa obat telah ditemukan untuk menghambat sintesis kortisol (misalnya ketokonazol, metyrapone) tetapi kemanjurannya terbatas.

GnRH

GnRH juga dikenal sebagai Lutenizing-hormone-

releasing-hormone (LHRH) dan Luliberin Bertanggung jawab atas pelepasan LH dan FSH di anterior pituitari These processes are controlled by the size and frequency of GnRH pulses, as well as by feedback from androgens and estrogens Low-frequency GnRH pulses lead to FSH release, whereas high-frequency GnRH pulses stimulate LH release

In males, GnRH is secreted in pulses at a constant

frequency, but, in females, the frequency of the pulses varies during the menstrual cycle, and there is a large surge of GnRH just before ovulation Efek pada testes: FSH bertanggung jawab atas perkembangan testes dan spermatogenesis, LH meningkatkan sintesa dan sekresi testosteron Efek pada ovarium: FSH menstimulasi pemasakan ovum dan berpengaruh terhadap produksi estrogen, LH menstimulasi Corpus luteum untuk memproduksi progesteron dan estrogen

Hypotalamic Hypogonadism
Kallmann syndrome is a hypogonadism

(decreased functioning of the glands that produce sex hormones) caused by a deficiency of gonadotropin-releasing hormone (GnRH), which is created by the hypothalamus Kallmann syndrome is a form of secondary hypogonadism, reflecting that the primary cause of the defect in sex-hormone production lies within the pituitary and hypothalamus rather than a physical defect of the testes or ovaries

Treatment
Treatment is directed at restoring the deficient

hormoneshormone therapy (HT). Males are administered human chorionic gonadotropin (hCG) or testosterone. Females are treated with estrogen and progestins

Hypotalamic Hypergonadism
Precocious puberty is a medical term for puberty

occurring at an unusually early age. In most of these children, the process is normal in every respect except the unusually early age, and simply represents a variation of normal development. In a minority of children, the early development is triggered by a disease such as a tumor or injury of the brain Central precocious puberty can be treated by suppressing the pituitary hormones that induce sex steroid production

GHRH - GHIH

Somatokrinin (growth-hormone-releasing

hormone, growth-hormone-releasing factor, GHRH, GRF, GHRF) adalah hormon stimulator bagi GH (growth hormone) Somatostatin (growth-hormone-inhibiting hormone) adalah sebuah hormon inhibitor yang antagonis terhadap GHRH dalam proses sekresi GH

GH
Growth hormone (GH) is a protein-based

peptide hormone. It stimulates growth, cell reproduction and regeneration in humans

Kelebihan GH
hypersecretion of GH or GHRH leads to

acromegaly Acromegaly is a syndrome that results when the pituitary gland produces excess growth hormone (hGH) The goals of treatment are to reduce GH production to normal levels Currently, treatment options include surgical removal of the tumor, drug therapy, and radiation therapy of the pituitary

The primary current medical treatment of

acromegaly is to use somatostatin analogues -octreotide (Sandostatin) or lanreotide (Somatuline). These somatostatin analogues are synthetic forms of a brain hormone, somatostatin, which stops GH production

Kelenjar tiroid
Kelenjar tiroid ialah organ endokrin yang terletak

di leher manusia. Fungsinya ialah mengeluarkan hormon tiroid. Hormon yang terpenting ialah Thyroxine (T4) dan Triiodothyronine (T3). Hipertiroidi (penyakit Graves, PG) atau juga disebut tirotoksikosis adalah suatu keadaan akibat peningkatan kadar hormon tiroid bebas dalam darah

PATOFISIOLOGi
Hipertiroidi adalah suatu keadaan klinik yang

ditimbulkan oleh sekresi berlebihan dari hormon tiroid yaitu tiroksin (T4) dan triiodotironin (T3). Didapatkan pula peningkatan produksi triiodotironin (T3) sebagai hasil meningkatnya konversi tiroksin (T4) di jaringan perifer

Dalam keadaan normal hormon tiroid

berpengaruh terhadap metabolisme jaringan, proses oksidasi jaringan, proses pertumbuhan dan sintesa protein. Hormon-hormon tiroid ini berpengaruh terhadap semua sel-sel dalam tubuh melalui mekanisme transport asam amino dan elektrolit dari cairan ekstra-seluler kedalam sel, aktivasi/sintesa protein enzim dalam sel dan peningkatan proses-proses intraseluler.

Dengan meningkatnya kadar hormon ini maka

metabolisme jaringan, sintesa protein dan lain-lain akan terpengaruh, keadaan ini secara klinis akan terlihat dengan adanya palpitasi, takikardi, fibrilasi atrium, kelemahan, banyak keringat, nafsu makan yang meningkat, berat badan yang menurun. Kadang-kadang gejala klinis yang ada hanya berupa penurunan berat badan, payah jantung, kelemahan otot serta sering buang air besar yang tidak diketahui sebabnya

Patogenesis PG masih belum jelas diketahui.

Diduga peningkatan kadar hormon tiroid ini disebabkan oleh suatu aktivator tiroid yang bukan TSH yang menyebabkan kelenjar timid hiperaktif. Aktivator ini merupakan antibodi terhadap reseptor TSH, sehingga disebut sebagai antibodi reseptor TSH. Anti-bodi ini sering juga disebut sebagai thyroid stimulating immuno-globulin (TSI) Dan ternyata TSI ini ditemukan pada hampir semua penderita PG

Selain itu pada PG sering pula ditemukan antibodi terhadap tiroglobulin dan anti mikrosom. Penelitian lebih lanjut menunjukkan bahwa kedua antibodi ini mempunyai peranan dalam terjadinya kerusakan kelenjar tiroid. Antibodi mikrosom ini bisa ditemukan hampir pada 60 -70% penderita PG, bahkan dengan pemeriksaan radioassay bisa ditemukan pada hampir semua penderita, sedangkan antibodi tiroglobulin bisa ditemukan pada 50% penderita. Terbentuknya autoantibodi tersebut diduga karena adanya efek dari kontrol immunologik (immuno-regulation), defek ini dipengaruhi oleh faktor genetik seperti HLA dan faktor lingkungan seperti infeksi atau stress

DIAGNOSIS
Gambaran klinik hipertiroidi dapat ringan dengan keluhan-keluhan yang sulit dibedakan dari reaksi kecemasan, tetapi dapat berat sampai mengancam jiwa penderita karena timbulnya hiperpireksia, gangguan sirkulasi dan kolaps. Keluhan utama biasanya berupa salah satu dari meningkatnya nervositas, berdebar-debar atau kelelahan. Dari penelitian pada sekelompok penderita didapatkan 10 geiala yang menonjol yaitu Nervositas Kelelahan atau kelemahan otot-otot Penurunan berat badan sedang nafsu makan baik Diare atau sering buang air besar Intoleransi terhadap udara panas Keringat berlebihan Perubahan pola menstruasi Tremor Berdebar-debar Penonjolan mata dan leher

DASAR PENGOBATAN
Beberapa faktor hams dipertimbangkan, ialah : 1. Faktor penyebab hipertiroidi 2.Umur penderita 3.Berat ringannya penyakit 4.Ada tidaknya penyakit lain yang menyertai 5.Tanggapan penderita terhadap pengobatannya 6.Sarana diagnostik dan pengobatan serta pengalaman dokter dan klinik yang bersangkutan. Pada dasarnya pengobatan penderita hipertiroidi meliputi : A.Pengobatan Umum B.Pengobatan Khusus C.Pengobatan dengan Penyulit

Pengobatan Umum

1) Istirahat. Hal ini diperlukan agar hipermetabolisme pada penderita tidak makin meningkat. Penderita dianjurkan tidak melakukan pekerjaan yang melelahkan/mengganggu pikiran balk di rmah atau di tempat bekerja. Dalam keadaan berat dianjurkan bed rest total di Rumah Sakit. 2) Diet. Diet harus tinggi kalori, protein, multivitamin serta mineral. Hal ini antara lain karena : terjadinya peningkatan metabolisme, keseimbangan nitrogen yang negatif dan keseimbangan kalsium yang negatif. 3) Obat penenang. Mengingat pada PG sering terjadi kegelisahan, maka obat penenang dapat diberikan. Di samping itu perlu juga pemberian psikoterapi.

Pengobatan Khusus.

1) Obat antitiroid. Obat-obat yang termasuk golongan ini adalah thionamide, yodium, lithium, perchlorat dan thiocyanat. Obat yang sering dipakai dari golongan thionamide adalah propylthiouracyl (PTU), 1 - methyl - 2 mercaptoimidazole (methimazole, tapazole, MMI), carbimazole. Obat ini bekerja menghambat sintesis hormon tetapi tidak menghambat sekresinya, yaitu dengan menghambat terbentuknya monoiodotyrosine (MIT) dan diiodotyrosine (DIT), serta menghambat coupling diiodotyrosine sehingga menjadi hormon yang aktif. PTU juga menghambat perubahan T4 menjadi T3 di jaringan tepi, serta harganya lebih murah sehingga pada saat ini PTU dianggap sebagai obat pilihan

Dosis obat antitiroid dimulai dengan 300 - 600 mg

perhari untuk PTU atau 30 - 60 mg per hari untuk MMI/carbimazole, terbagi setiap 8 atau 12 jam atau sebagai dosis tunggal setiap 24 jam. Dalam satu penelitian dilaporkan bahwa pemberian PTU atau carbimazole dosis tinggi akan memberi remisi yang lebih besar

2) Yodium.

Pemberian yodium akan menghambat sintesa hormon secara akut tetapi dalam masa 3 minggu efeknya akan menghilang karena adanya escape mechanism dari kelenjar yang bersangkutan, sehingga meski sekresi terhambat sintesa tetap ada. Akibatnya terjadi penimbunan hormon dan pada saat yodium dihentikan timbul sekresi berlebihan dan gejala hipertiroidi menghebaT

Pengobatan dengan yodium (MJ) digunakan

untuk memperoleh efek yang cepat seperti pada krisis tiroid atau untuk persiapan operasi. Sebagai persiapan operasi, biasanya digunakan dalam bentuk kombinasi. Dosis yang diberikan biasanya 15 mg per hari dengan dosis terbagi yang diberikan 2 minggu sebelum dilakukan pembedahan.Marigold dalam penelitian-nya menggunakan cairan Lugol dengan dosis 1/2 ml (10 tetes) 3 kali perhari yang diberikan '10 hari sebelum dan sesudah operasi

3) Penyekat Beta (Beta Blocker).

Terjadinya keluhan dan gejala hipertiroidi diakibatkan oleh adanya hipersensitivitas pada sistim simpatis.Meningkatnya rangsanga sistem simpatis ini diduga akibat meningkatnya kepekaan reseptor terhadap katekolamin

Penggunaan obat-obatan golongan simpatolitik diperkirakan akan menghambat pengaruh hati.Reserpin, guanetidin dan penyekat beta (propranolol) merupakan obat yang masih digunakan.Berbeda dengan reserpin/guanetidin, propranolol lebih efektif terutama dalam kasus-kasus yang berat.Biasanya dalam 24 - 36 jam setelah pemberian akan tampak penurunan gejala

Khasiat propranolol penurunan denyut jantung permenit penurunan cardiac output perpanjangan waktu refleks Achilles pengurangan nervositas pengurangan produksi keringat pengurangan tremor

PENYULIT
PG dan Kehamilan

Angka kejadian PG dengan kehamilan 0,2%. Selama kehamilan biasanya PG mengalami remisi, dan eksaserbasi setelah melahirkan.Dalam pengobatan, yodium radioaktif merupakan kontrandikasi karena pada bayi dapat terjadi hipotiroidi yang ireversibel.Penggunaan propranolol masih kontroversiil. Beberapa peneliti memberikan propranolol pada kehamilan, dengan dosis 40 mg 4 kali sehari tanpa menimbulkan gangguan pada proses kelahiran, tanda-tanda teratogenesis dan gangguan fungsi tiroid dari bayi yang baru dilahirkan.Tetapi beberapa peneliti lain mendapatkan gejala-gejala proses kelahiran yang terlambat, terganggunya pertumbuhan bayi intra uterin,

paratiroid
Sistem endokrin, dalam kaitannya dengan sistem

saraf, mengontrol dan memadukan fungsi tubuh. Kedua sistem ini bersama-sama bekerja untuk mempertahankan homeostasis tubuh. Fungsi mereka satu sama lain saling berhubungan, namun dapat dibedakan dengan karakteristik tertentu. Misalnya, medulla adrenal dan kelenjar hipofise posterior yang mempunyai asal dari saraf (neural). Jika keduanya dihancurkan atau diangkat, maka fungsi dari kedua kelenjar ini sebagian diambil alih oleh sistem saraf.

Kelenjar paratiroid menempel pada bagian

anterior dan posterior kedua lobus kelenjar tiroid oleh karenanya kelenjar paratiroid berjumlah empat buah. Kelenjar ini terdiri dari dua jenis sel yaitu chief cells dan oxyphill cells. Chief cells merupakan bagian terbesar dari kelenjar paratiroid, mensintesa dan mensekresi hormon paratiroid atau parathormon disingkat PTH.

Parathormon mengatur metabolisme kalsium dan

posfat tubuh. Organ :argetnya adalah tulang, ginjal dan usus kecil (duodenum). Terhadap tulang, PTH mempertahankan resorpsi tulang sehingga kalsium serum :neningkat. Di tubulus ginjal, PTH mengaktifkan vitamin D. Dengan vitamin D yang aktif akan terjadi peningkatan absorpsi kalsium dan posfat dari intestin. Selain itu hormon inipun akan meningkatkan reabsorpsi Ca dan Mg di tubulus ginjal, meningkatkan pengeluaran Posfat, HCO3 dan Na. karena sebagian besar kalsium disimpan di tulang maka efek PTH lebih besar terhadap tulang. Factor yang mengontrol sekresi PTH adalah kadar kalsium serum di samping tentunya PTSH

Parathormon mengatur metabolisme kalsium dan fosfat tubuh. Organ targetnya adalah tulang, ginjal dan usus kecil (duodenum). Terhadap tulang, PTH mempertahankan resorpsi tulang sehingga kalsium serum meningkat. Di tubulus ginjal, PTH mengaktifkan vitamin D. Dengan vitamin D yang aktif akan terjadi peningkatan absorpsi kalsium dan posfat dari intestin. Selain itu hormon inipun akan meningkatkan reabsorpsi Ca dan Mg di tubulus ginjal, meningkatkan pengeluaran Posfat, HCO3 dan Na. karena sebagian besar kalsium disimpan di tulang maka efek PTH lebih besar terhadap tulang. Faktor yang mengontrol sekresi PTH adalah kadar kalsium serum di samping tentunya PTSH.

terletak di kutub atas kedua ginjal. Disebut juga

sebagai kelenjar suprarenalis karena letaknya di atas ginjal. Dan kadang juga disebut sebagai kelenjar anak ginjal karena menempel pada ginjal. Kelenjar adrenal terdiri dari dua lapis yaitu bagian korteks dan bagian medulla. Keduanya menunjang dalam ketahanan hidup dan kesejahteraan, namun hanya korteks yang esensial untuk kehidupan.

Patofisiologi Umum Gangguan Sistem Endokrin


Untuk memudahkan pengertian kita tentang patofisiologi

pada berbagai kelainan kelenjar endokrin, berikut akan dihantarkan gambaran sepintas tentang patofisiologi umum gangguan endokrin, mengingat fungsi sistem endokrin yang kompleks dan rumit mencakup mekanisme kerja hormonal dan adanya mekanisme umpan balik yang negatif yang sudah barang tentu akan mempengaruhi perjalanan penyakit. Seperti lazimnya kelainan-kelainan pada organ tubuh, pada kelenjar endokrin pun berlaku hal yang sama dimana gangguan fungsi yang terjadi dapat diakibatkan oleh: Peradangan atau infeksi Tumor atau keganasan Degenerasi Idiopatik