Anda di halaman 1dari 115

PEMBANGUNAN EKONOMI

EDISI KESEMBILAN

Michael P. Todaro

Stephen C. Smith JILID 1

PEMBANGUNAN EKONOMI Todaro & Smith

EDISI KESEMBILAN JILID 1

BAGIAN 1 Prinsip & Konsep


1. 2. 3. 4. Ilmu Ekonomi, Institusi-institusi, dan Pembangunan: Sebuah Perspektif Global Pembangunan Komparatif: Perbedaan dan Persamaan di Antara Negara-negara Berkembang Teori-teori Klasik Pembangunan Ekonomi Model Kontemporer Pembangunan dan Keterbelakangan

PENERBIT ERLANGGA

BAGIAN 1 Prinsip & Konsep

BAB 1

Ilmu Ekonomi, InstitusiInstitusiinstitusi, dan Pembangunan: Sebuah Perspektif Global

PENERBIT ERLANGGA

Bab 1 Ilmu Ekonomi, Institusi-institusi, & Pembangunan: Sebuah Perspektif Global

Bagaimana Kehidupan Penduduk Bumi: Kesenjangan Kondisi Hidup di Dunia


Setiap harinya, orang-orang di pelbagai penjuru dunia mengawali harinya dalam kondisi yang sangat berlainan Sekitar separuh penduduk dunia (dari total sekitar 6,4 miliar jiwa) hidup dalam kondisi serba berkecukupan, sementara separuh lainnya hidup dalam kondisi serba berkekurangan

Bab 1 Ilmu Ekonomi, Institusi-institusi, & Pembangunan: Sebuah Perspektif Global

Bagaimana Kehidupan Penduduk Bumi: Contoh Perbandingan 1


Kondisi hidup rata-rata di Amerika Utara, yang merupakan ciri khas keluarga di kebanyakan negara kaya: Keluarga inti beranggotakan 4 orang Penghasilan tahunan sekitar $50.000 Berpenghidupan yang layak Sumber hiburan relatif berlimpah

Bab 1 Ilmu Ekonomi, Institusi-institusi, & Pembangunan: Sebuah Perspektif Global

Bagaimana Kehidupan Penduduk Bumi: Contoh Perbandingan 2


Kondisi hidup rata-rata di daerah pedesaan Asia: Keluarga inti beranggotakan 8 orang atau lebih Penghasilan tahunan sekitar $250 sampai $300 Berpenghidupan yang keras Hiburan berasal dari kegiatan spiritual

Bab 1 Ilmu Ekonomi, Institusi-institusi, & Pembangunan: Sebuah Perspektif Global

Bagaimana Kehidupan Penduduk Bumi: Kesenjangan di Wilayah Metropolitan


Di daerah pantai Amerika Latin: Di satu wilayah kota terlihat modern, megah, rapi, bersih, dan indah Di wilayah lainnya, yang relatif berseberangan, merupakan favela (pemukiman kumuh) yang terlihat reyot, kumuh, dan berimpitan

Bab 1 Ilmu Ekonomi, Institusi-institusi, & Pembangunan: Sebuah Perspektif Global

Bagaimana Kehidupan Penduduk Bumi: Kemiskinan yang Merata


Di daerah timur Afrika: Sangat sedikit penghasilan dalam bentuk uang Berbagai kebutuhan diproduksi sendiri untuk dikonsumsi sendiri (disebut perekonomian subsisten)

Bab 1 Ilmu Ekonomi, Institusi-institusi, & Pembangunan: Sebuah Perspektif Global

Bagaimana Kehidupan Penduduk Bumi: Pertanyaan-pertanyaan Pertanyaan Bagaimana mungkin kemewahan hidup berdampingan dengan kemiskinan secara mencolok dalam satu wilayah yang relatif sama? Bagaimana masyarakat dalam perekonomian subsisten bisa beralih ke dalam perekonomian modern yang berprodukstivitas dan berpenghasilan tinggi? Bagaimana aspirasi kemajuan dari kemiskinan bisa dibantu ataupun dihambat oleh aktivitas ekonomi yang lebih maju?
9

Bab 1 Ilmu Ekonomi, Institusi-institusi, & Pembangunan: Sebuah Perspektif Global

Bagaimana Kehidupan Penduduk Bumi: Kesimpulan


Proses kemajuan yang dialami oleh negara-negara sedang berkembang (developing countries) tidak dapat dianalisis secara realistis tanpa mempertimbangkan peranan negaranegara maju yang membantu ataupun menghambat, secara langsung ataupun tidak langsung, proses kemajuan tersebut

10

Bab 1 Ilmu Ekonomi, Institusi-institusi, & Pembangunan: Sebuah Perspektif Global

Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan: Tonggak Awal


Kalangan ekonom, secara umum, menobatkan Adam Smith sebagai ahli ilmu ekonomi pembangunan yang pertama, seiring penerbitan bukunya Wealth of Nations pada tahun 1776 Namun, pembahasan sistematis yang meliputi wilayah Afrika, Asia, dan Amerika Latin baru diterbitkan sekitar lima dasawarsa yang lalu

11

Bab 1 Ilmu Ekonomi, Institusi-institusi, & Pembangunan: Sebuah Perspektif Global

Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan: Disiplin Ilmu 1


Studi pembangunan ekonomi adalah cabang baru dari disiplin ilmu ekonomi (economics) dan ilmu ekonomi politik (political economy) makroekonomi Studi ini memusatkan perhatian secara khusus pada perekonomian negara-negara di Afrika, Asia, dan Amerika Latin

12

Bab 1 Ilmu Ekonomi, Institusi-institusi, & Pembangunan: Sebuah Perspektif Global

Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan: Disiplin Ilmu 2


Sebagian kalangan masih menyatakan ilmu ekonomi pembangunan (development economics) hanya merupakan campuran dari cabang-cabang ilmu ekonomi lainnya, yaitu: Ilmu makroekonomi Ilmu ekonomi ketenagakerjaan (labor economics) Ilmu keuangan publik (public finance) Ilmu ekonomi moneter (monetary economics)
13

Bab 1 Ilmu Ekonomi, Institusi-institusi, & Pembangunan: Sebuah Perspektif Global

Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan: Disiplin Ilmu 3a


Sebagai bidang studi yang berdiri sendiri, ilmu ekonomi pembangunan: Tidak sama dengan ilmu ekonomi dari negara-negara kapitalis maju (ekonomi neoklasik modern) maupun ilmu ekonomi negara-negara sosialis (ekonomi komando atau Marxis) Merupakan ilmu ekonomi khusus mengenai negaranegara Dunia Ketiga yang menuntut pembaruan pemikiran dan pendekatan tersendiri
14

Bab 1 Ilmu Ekonomi, Institusi-institusi, & Pembangunan: Sebuah Perspektif Global

Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan: Disiplin Ilmu 3b


Sebagai bidang studi yang berdiri sendiri, ilmu ekonomi pembangunan: Telah mengembangkan identitas analitis & metodologis Telah menerima pengakuan dan penghargaan pada tingkat Hadiah Nobel

15

Bab 1 Ilmu Ekonomi, Institusi-institusi, & Pembangunan: Sebuah Perspektif Global

Hakikat Ilmu Ekonomi Pembangunan: Ilmu Ekonomi Tradisional 1


Ilmu ekonomi tradisional berpusat pada: Alokasi termurah dan terefisien atas segenap sumber daya yang langka Upaya memanfaatkan pertumbuhan optimal sumbersumber daya dari-waktu-ke-waktu agar memberikan hasil sebanyak mungkin barang dan jasa

16

Bab 1 Ilmu Ekonomi, Institusi-institusi, & Pembangunan: Sebuah Perspektif Global

Hakikat Ilmu Ekonomi Pembangunan: Ilmu Ekonomi Tradisional 2


Ilmu ekonomi tradisional membahas aspek-aspek ekonomi dunia kapitalis, yaitu: Pasar Konsumen Harga Keputusan berdasarkan marjin, laba, dan kepuasan Ekuilibrium antara pasar input dan output

17

Bab 1 Ilmu Ekonomi, Institusi-institusi, & Pembangunan: Sebuah Perspektif Global

Hakikat Ilmu Ekonomi Pembangunan: Ilmu Ekonomi Tradisional 3


Ilmu ekonomi tradisional mengasumsikan: Rasionalitas ekonomi berdasarkan untung-rugi Orientasi materialistis Sifat individualistis Pengutamaan kebutuhan/kepentingan pribadi

18

Bab 1 Ilmu Ekonomi, Institusi-institusi, & Pembangunan: Sebuah Perspektif Global

Hakikat Ilmu Ekonomi Pembangunan: Ilmu Ekonomi Politik


Cakupan ilmu ekonomi politik lebih luas daripada ilmu ekonomi tradisional Pada intinya, ilmu ekonomi politik (political economy) membahas kaitan antara ilmu politik dan ilmu ekonomi, dengan perhatian utama pada peranan kekuasan dalam pengambilan keputusan ekonomi

19

Bab 1 Ilmu Ekonomi, Institusi-institusi, & Pembangunan: Sebuah Perspektif Global

Hakikat Ilmu Ekonomi Pembangunan


Cakupan ilmu ekonomi pembangunan lebih luas daripada ilmu ekonomi politik Ilmu ekonomi pembangunan berkaitan langsung dengan keseluruhan proses politik, budaya, dan ekonomi yang diperlukan dalam mendukung transformasi struktural dan kelembagaan dari seluruh masyarakat dalam rangka menghasilkan serentetan kemajuan ekonomi yang benar-benar bermanfaat (melalui proses yang efisien) bagi penduduk pada umumnya
20

Bab 1 Ilmu Ekonomi, Institusi-institusi, & Pembangunan: Sebuah Perspektif Global

Hakikat Ilmu Ekonomi Pembangunan: Tujuan Akhir yang Tidak Berubah

Tujuan akhir ilmu ekonomi pembangunan adalah: Memungkinkan pemahaman lebih lanjut mengenai perekonomian negara-negara Dunia Ketiga dalam rangka memudahkan upaya perbaikan standar hidup bagi mayoritas penduduk dunia

21

Bab 1 Ilmu Ekonomi, Institusi-institusi, & Pembangunan: Sebuah Perspektif Global

22

Bab 1 Ilmu Ekonomi, Institusi-institusi, & Pembangunan: Sebuah Perspektif Global

Arti Penting Nilai-nilai dalam Ilmu NilaiEkonomi Pembangunan


Pada dasarnya, ilmu ekonomi adalah ilmu pengetahuan sosial Nilai adalah pijakan dalam menentukan baik atau buruk Maka, pilar dari ilmu ekonomi (umumnya) dan ilmu ekonomi pembangunan (khususnya) adalah pemahaman mengenai pemikiran-pemikiran dasar (premis) bersifat etis dan normatif yang disebut premispremis nilai (value premises) tentang apa yang diinginkan maupun tidak diinginkan

23

Bab 1 Ilmu Ekonomi, Institusi-institusi, & Pembangunan: Sebuah Perspektif Global

Perekonomian sebagai Sistem Sosial: Lebih Jauh dari Ekonomi Sederhana 1


Sistem sosial adalah hubungan-hubungan yang saling terkait antara faktor-faktor ekonomi dan nonekonomi Ilmu dan sistem ekonomi perlu dianalisis dan diletakkan dalam konteks sistem sosial secara keseluruhan dari negara dan dalam konteks global/internasional

24

Bab 1 Ilmu Ekonomi, Institusi-institusi, & Pembangunan: Sebuah Perspektif Global

Perekonomian sebagai Sistem Sosial: Lebih Jauh dari Ekonomi Sederhana 2


Menurut DR. Soedjatmoko: Seandainya kita mau menyimak pengalaman pada tahuntahun yang lampau secara cermat, jelaslah bahwa, sebagai akibat dari terlalu besarnya bobot dan nilai yang mereka berikan pada pertumbuhan dan tahapannya serta pada ketersediaan modal dan keahlian, para teoretisi ilmu ekonomi pembangunan kurang memperhatikan masalahmasalah kelembagaan dan struktural sehingga gagal memahami besarnya pengaruh kekuatan historis, budaya, dan keagamaan dalam proses pembangunan
25

Bab 1 Ilmu Ekonomi, Institusi-institusi, & Pembangunan: Sebuah Perspektif Global

Perekonomian sebagai Sistem Sosial: Lebih Jauh dari Ekonomi Sederhana 3


Banyak kegagalan kebijakan pembangunan di negaranegara Dunia Ketiga disebabkan oleh variabel-variabel nonekonomi yang terabaikan dalam analisis dan perencanaannya Dalam keseluruhan proses pembangunan (domestik ataupun internasional), peranan dan arti penting dari tata nilai, sikap, dan faktor kelembagaan (value, attitude, dan institution) akan terus dipertimbangkan

26

BAGIAN 1 Prinsip & Konsep

BAB 2

Pembangunan Komparatif: Perbedaan dan Persamaan di Antara Negara Berkembang

PENERBIT ERLANGGA

Bab 2 Pembangunan Komparatif

Fenomena Keterbelakangan
Fenomena keterbelakangan (underdevelopment) harus ditelaah dalam konteks nasional maupun internasional

28

Bab 2 Pembangunan Komparatif

Masalah-masalah yang Dihadapi Masalah Kemiskinan Produktivitas yang rendah Pertumbuhan penduduk yang berlebihan Pengangguran Ketergantungan ekspor pada produk primer Rapuhnya negara-negara berkembang di pentas internasional

29

Bab 2 Pembangunan Komparatif

Masalah-masalah yang Dihadapi MasalahAspek-aspek Aspek Masalah-masalah yang dihadapi memiliki aspekaspek domestik sekaligus global Aspek-aspek tersebut terkait dengan: Asal mula semua masalah tersebut Potensi-potensi pemecahannya

30

Bab 2 Pembangunan Komparatif

Mengatasi Permasalahan
Segenap kekuatan ekonomi dan sosial yang melingkupi negara-negara berkembang, baik internal maupun eksternal, harus sama-sama memikul tanggung jawab untuk mengatasi: Kemiskinan Ketimpangan kesejahteraan Rendahnya produktivitas

31

Bab 2 Pembangunan Komparatif

Mengatasi Permasalahan Syarat dan Keperluan demi Keberhasilan


Keberhasilan upaya-upaya pembangunan ekonomi dan sosial mensyaratkan dan memerlukan: Formulasi strategi yang memadai di pihak negaranegara Dunia Ketiga Modifikasi sistem ekonomi internasional secara keseluruhan, agar sistem tersebut lebih peka terhadap berbagai kebutuhan pembangunan negara-negara miskin

32

Bab 2 Pembangunan Komparatif

Gambaran dan Keberhasilan


Gambaran kehidupan di banyak negara berkembang dalam pembahasan kita ini nampak begitu suram Namun, perlu diingat bahwa banyak pula negaranegara berkembang yang telah berhasil dalam upayanya untuk: Meningkatkan pendapatan nasional Menurunkan tingkat kematian bayi Memperbaiki akses pendidikan Mempersempit disparitas gender Memperbesar usia harapan hidup
33

Bab 2 Pembangunan Komparatif

Mewujudkan Aspirasi Pembangunan


Negara-negara miskin akan memiliki sarana dan dukungan yang lebih memadai guna mewujudkan aspirasi- aspirasi pembangunannya melalui: Penerapan serangkaian kebijakan ekonomi dan politik yang tepat, baik kebijakan dalam negeri maupun kebijakan luar negeri Dukungan yang benar-benar positif dan efektif dari negara-negara maju/ maka

34

Bab 2 Pembangunan Komparatif

Mewujudkan Aspirasi Pembangunan Transformasi


Perubahan-perubahan kelembagaan, teknologi, dan sosial harus dilakukan secara beriringan serta saling melengkapi dalam usaha merealisasikan pertumbuhan ekonomi jangka panjang Transformasi tersebut harus terjadi bukan hanya di negara-negara berkembang saja, melainkan harus meliputi perekonomian internasional secara keseluruhan

35

Bab 2 Pembangunan Komparatif

Mewujudkan Aspirasi Pembangunan Reformasi Perekonomian Dunia


Nasib negara-negara berkembang secara keseluruhan tidak akan membaik hanya dengan tampilnya segelintir negara berkembang yang berhasil dalam menjalankan transformasi sosial dan ekonominya Perekonomian dunia harus mampu untuk mendukung perkembangan aspirasi dan usaha dari setiap negara berkembang dengan adanya reformasi: Struktural Sikap Kelembagaan
36

Bab 2 Pembangunan Komparatif

Mewujudkan Aspirasi Pembangunan Keuntungan dari Keterbelakangan (1)


Ada semacam "keuntungan dari keterbelakangan" dalam pembangunan, misalnya: Kemampuan menggunakan teknologi yang sudah terbukti andal, dan tidak perlu melakukan penelitian sendiri dari awal Dapat melakukan "lompatan katak" dengan menggunakan standar teknologi baru, dan tidak perlu menggunakan standar teknologi kuno yang dulu membatasi negara-negara maju, contohnya teknologi sinyal penyiaran televisi yang kuno
37

Bab 2 Pembangunan Komparatif

Mewujudkan Aspirasi Pembangunan Keuntungan dari Keterbelakangan (2)


Negara berkembang juga dapat memetik pelajaran berharga dari berbagai kebijakan ekonomi yang telah dicoba di berbagai negara di seluruh dunia Keuntungan-keuntungan ini akan sangat bermanfaat jika perekonomian tersebut berhasil mencapai pertumbuhan ekonomi modern yang berkesinambungan, seperti yang dialami Taiwan, Korea Selatan, Cina, dan beberapa negara lain yang mengikuti jejak mereka
38

Bab 2 Pembangunan Komparatif

Mewujudkan Aspirasi Pembangunan Kelemahan dari Keterbelakangan


Namun demikian, bagi kebanyakan negara-negara yang sangat miskin, keterbelakangan juga diiringi dengan berbagai kelemahan, yang banyak di antaranya disebabkan oleh: Warisan jaman kolonial Perbudakan Kediktatoran perang dingin

39

Bab 2 Pembangunan Komparatif

Mewujudkan Aspirasi Pembangunan


Dalam kasus mana pun, negara berkembang secara umum harus melakukan lebih dari sekedar meniru berbagai kebijakan yang diambil negara-negara yang sekarang maju pada masa awal pembangunan ekonominya

40

Bab 2 Pembangunan Komparatif

Mewujudkan Aspirasi Pembangunan Jalan yang Berbeda-beda (1) Berbeda Setiap negara berkembang menghadapi keterbatasannya sendiri dalam memilih kebijakan yang akan dilaksanakan dan keadaan-keadaan khusus lainnya Masing-masing harus mencari jalan sendiri untuk menjadi institusi ekonomi dan sosial yang efektif

41

Bab 2 Pembangunan Komparatif

Mewujudkan Aspirasi Pembangunan Jalan yang Berbeda-beda (2) BerbedaMasukan yang penting bagi perumusan kebijakan berasal dari contoh-contoh yang ditawarkan oleh pengalaman masa lalu dari: Negara-negara maju dan institusi-institusi sekarang ini Negara-negara dunia ketiga lainnya

42

Bab 2 Pembangunan Komparatif

Mewujudkan Aspirasi Pembangunan Inovasi Institusi


Institusi-institusi ekonomi di Eropa dan Amerika Utara dalam sebagian besar kasus lebih mendekati kondisi optimal dibandingkan dengan institusi yang berada di banyak negara berkembang Namun, semua negara memiliki ruang untuk melakukan inovasi institusi lebih lanjut

43

Bab 2 Pembangunan Komparatif

Mewujudkan Aspirasi Pembangunan Asumsi yang Dihindarkan


Perlu diingat bahwa negara-negara berkembang tidak dapat mengasumsikan tanpa penelitian lebih lanjut bahwa mempolakan kebijakan dan institusi mereka seperti di negara-negara maju akan memberikan jalan tercepat bagi keberhasilan pembangunan ekonomi

44

Bab 2 Pembangunan Komparatif

Mewujudkan Aspirasi Pembangunan


Kebutuhan akan pembangunan tidak bisa ditawartawar lagi dan jebakan kemiskinan merupakan hal yang benar-benar harus kita hadapi Hingga sekarang, kurang terdapat bukti akan terjadinya konvergensi pendapatan di seluruh dunia Namun, pengalaman selama 50 tahun menunjukkan bahwa pengentasan kemiskinan dan memulai pembangunan yang berkelanjutan bukanlah hal yang mustahil

45

BAGIAN 2 Masalah & Kebijakan: Domestik

BAB 3

Teori-teori Klasik Pembangunan Ekonomi

PENERBIT ERLANGGA

Bab 3 Teori-teori Klasik Pembangunan Ekonomi

Ilmu Ekonomi Pembangunan Teori dan Pendekatan (1)


Berbagai teori dan pendekatan di bidang ekonomi studi pembangunan saling bersaing satu sama lain Masing-masing memiliki keunggulan dan kelemahannya sendiri

47

Bab 3 Teori-teori Klasik Pembangunan Ekonomi

Ilmu Ekonomi Pembangunan Teori dan Pendekatan (2)


Berbeda dari cabang-cabang ilmu ekonomi lainnya, ilmu ekonomi pembangunan tidak memiliki doktrin-doktrin atau paradigma baku yang telah diterima secara universal Namun, kenyataan akan masih adanya kontroversi baik secara ideologis, teoretis, maupun empirisjustru menjadikan bidang studi tersebut semakin menantang dan memikat

48

Bab 3 Teori-teori Klasik Pembangunan Ekonomi

Ilmu Ekonomi Pembangunan Teori dan Pendekatan (3)


Pola-pola pemikiran dan pemahaman ekonomi pembangunan berkembang serta berubah secara terusmenerus Kesemuanya itulah yang merupakan landasan utama bagi segenap kegiatan pengkajian terhadap berbagai kemungkinan pembangunan yang tengah ditempuh oleh negara-negara berkembang di kawasan Afrika, Asia, dan Amerika Latin yang beragam

49

Bab 3 Teori-teori Klasik Pembangunan Ekonomi

Ilmu Ekonomi Pembangunan Teori dan Pendekatan (4)


Bagaimana mungkin suatu konsensus bisa diciptakan dari pertentangan yang sedemikian ramai? Penulis memang tidak mengisyaratkan bahwa suatu konsensus telah atau pernah, atau perlu tercipta untuk menjembatani berbagai nilai dan ideologi yang satu sama lain saling bertentangan Apa yang hendak penulis kemukakan adalah bahwa kita bisa memetik sesuatu yang bermanfaat dari keempat pendekatan yang ada

50

Bab 3 Teori-teori Klasik Pembangunan Ekonomi

Teori dan Pendekatan (1) Pertumbuhan-Tahapan-Linear Pertumbuhan-Tahapan Model pertumbuhan-tahapan-linear menekankan pentingnya tabungan dan investasi (modal fisik dan modal manusia) dalam membina pertumbuhan ekonomi jangka panjang

51

Bab 3 Teori-teori Klasik Pembangunan Ekonomi

Teori dan Pendekatan (2) Perubahan Struktural Dua Sektor


Model perubahan struktural dua sektor rumusan Lewis, mementingkan upaya-upaya untuk menganalisis keterkaitan tertentu yang terdapat di antara sektor pertanian tradisional dengan sektor industri modern

52

Bab 3 Teori-teori Klasik Pembangunan Ekonomi

Teori dan Pendekatan (3) Penelitian Chenery


Penelitian empiris yang dilakukan oleh Chenery dan kawan-kawan mencoba untuk: Mendokumentasikan secara tepat bagaimana suatu perekonomian mengalami perubahan-perubahan yang bersifat struktural Mengidentifikasikan nilai numerik dari berbagai parameter ekonomi penting

53

Bab 3 Teori-teori Klasik Pembangunan Ekonomi

Teori dan Pendekatan (4) Ketergantungan Internasional


Pemikiran para teoretisi ketergantungan internasional telah berhasil menonjolkan pentingnya struktur dan fungsi perekonomian dunia: Keputusan yang diambil oleh negara maju ternyata sedemikian rupa sehingga selalu memberi pengaruh terhadap kehidupan jutaan penduduk di negara-negara berkembang

54

Bab 3 Teori-teori Klasik Pembangunan Ekonomi

Teori dan Pendekatan (5) Teori Ketergantungan


Para teoretisi ketergantungan mengemukakan bahwa langkah dan keputusan ekonomi penting yang diambil di ibukota-ibukota negara di Amerika Utara, Eropa Barat, atau Jepang (juga yang diambil oleh IMF dan Bank Dunia) senantiasa menimbulkan dampak yang besar bagi negara-negara berkembang Argumen-argumen lainnya mengenai perekonomian domestik negara-negara Dunia Ketiga: Struktur dualistik Peranan kelas elit pengusaha

55

Bab 3 Teori-teori Klasik Pembangunan Ekonomi

Ilmu Ekonomi Pembangunan Teori Ekonomi Neoklasik Konvensional


Masih banyak aspek dari teori ekonomi neoklasik konvensional yang harus dibenahi dan diperbaiki agar lebih sesuai dengan fakta-fakta sosial, kelembagaan, dan struktural negara-negara berkembang yang serba unik Namun, tidak bisa diabaikan pentingnya pelaksanaan produksi dan distribusi secara efisien melalui berfungsinya suatu sistem harga yang baik sebagai bagian integral dari keberhasilan usaha pembangunan, sebagaimana ditonjolkan oleh teori tersebut

56

Bab 3 Teori-teori Klasik Pembangunan Ekonomi

Ilmu Ekonomi Pembangunan Kontrarevolusi Neoklasik (1)


Cukup banyak argumen dari kontrarevolusi neoklasik yang harus disimak, yang berkaitan dengan: Inefisiensi perusahaan-perusahaan milik pemerintah Kegagalan perencanaan pembangunan Buruknya dampak-dampak yang ditimbulkan oleh distorsi harga domestik dan internasional akibat campur tangan pemerintah yang berlebihan

57

Bab 3 Teori-teori Klasik Pembangunan Ekonomi

Ilmu Ekonomi Pembangunan Kontrarevolusi Neoklasik (2)


Namun, ada tantangan dan kritik yang sangat serius terhadap argumen dari aliran ketergantungan dan dari kaum strukturalis mengenai: Pentingnya mekanisme pasar bebas dan perekonomian terbuka dan tidak pentingnya peranan pemerintah dalam pengelolaan ekonomi dalam rangka mempromosikan pertumbuhan ekonomi secara merata di negara-negara berkembang

58

Bab 3 Teori-teori Klasik Pembangunan Ekonomi

Ilmu Ekonomi Pembangunan Keseimbangan


Keberhasilan pembangunan ternyata menuntut peranan keduanya (pasar dan pemerintah) secara tepat dan seimbang

59

Bab 3 Teori-teori Klasik Pembangunan Ekonomi

Ilmu Ekonomi Pembangunan Kebutuhan


Fakta membuktikan bahwa yang dibutuhkan bukan hanya pasar yang secara efisien mampu menciptakan harga dan alokasi sumber daya yang tepat Dibutuhkan juga aparat pemerintah yang cerdas, bersih, tanggap dan peka, guna menangani berbagai bidang dan masalah yang tidak mungkin diatasi oleh mekanisme pasar, terutama berbagai persoalan sosial dan ekonomi yang timbul sebagai akibat dari operasi kekuatan pasar yang tidak sempurna

60

Bab 3 Teori-teori Klasik Pembangunan Ekonomi

Ilmu Ekonomi Pembangunan Kesimpulan (1)


Masing-masing pendekatan yang mencoba untuk memahami hakikat pembangunan itu memang telah menawarkan pengetahuan yang bermanfaat Pendekatan-pendekatan tersebut juga memberikan masukan kepada model-model terbaru dari pembangunan dan keterbelakangan

61

Bab 3 Teori-teori Klasik Pembangunan Ekonomi

Ilmu Ekonomi Pembangunan Kesimpulan (2)


Sumbangan pendekatan itu akan nampak semakin jelas setelah kita mempelajari secara lebih rinci dan mendalam tentang asal muasal munculnya berbagai masalah pembangunan serta segenap kemungkinan solusinya

62

BAGIAN 1 Prinsip & Konsep

BAB 4

Model Kontemporer Pembangunan dan Keterbelakangan

PENERBIT ERLANGGA

Bab 4 Model Kontemporer Pembangunan dan Keterbelakangan

Ketidakefisienan dan Rasionalisasi


Ternyata, orang tetap melakukan hal yang tidak efisien karena dianggap rasional dan tetap dianggap rasional sepanjang orang lain juga melakukannya Ini bisa menimbulkan masalah fundamental berupa kegagalan koordinasi

64

Bab 4 Model Kontemporer Pembangunan dan Keterbelakangan

Mengatasi Keterbelakangan
Terkadang perusahaan dan lembaga ekonomi lainnya mampu berkoordinasi untuk mencapai ekuilibriurn yang lebih baik atas kepemilikan mereka Namun dalam banyak kasus, kebijakan dan bantuan pemerintah tetap akan dibutuhkan untuk mengatasi dampak dari lingkaran setan keterbelakangan

65

Bab 4 Model Kontemporer Pembangunan dan Keterbelakangan

Keterbelakangan Pemahaman dan Penanganan


Tujuan teori pembangunan ekonomi tidak hanya untuk memahami keterbelakangan namun juga untuk merancang kebijakan yang efektif guna menanganinya

66

Bab 4 Model Kontemporer Pembangunan dan Keterbelakangan

Keterbelakangan Analisis Kegagalan Koordinasi (1)


Analisis masalah kegagalan koordinasi menawarkan sejumlah pelajaran penting yang menyeluruh untuk pembuatan kebijakan Analisis ini menunjukkan potensi terjadinya kegagalan pasar, yang mempengaruhi prospek keberhasilan pembangunan ekonomi, secara lebih luas dan lebih dalam daripada yang telah dipahami sebelumnya

67

Bab 4 Model Kontemporer Pembangunan dan Keterbelakangan

Keterbelakangan Analisis Kegagalan Koordinasi (2)


Analisis ekonomi konvensional tentang monopoli, eksternalitas polusi, dan kegagalan pasar yang lain menyajikan "kerugian segitiga beban baku (deadweight triangle losses)" yang konsekuensinya relatif kecil Masalah kegagalan koordinasi dapat menimbulkan efek yang lebih jauh jangkauannya dan, sebagai konsekuensinya, lebih mahal

68

Bab 4 Model Kontemporer Pembangunan dan Keterbelakangan

Keterbelakangan Analisis Kegagalan Koordinasi (3)


Contoh kasus kegagalan koordinasi: Sejumlah investor potensial gagal mempertimbangkan efek pendapatan dari upah yang mereka bayarkan Muncul interaksi dari berbagai perilaku yang sedikit terdistorsi Timbul distorsi yang sangat besar, sampai pada kegagalan proses industrialisasi secara langsung

69

Bab 4 Model Kontemporer Pembangunan dan Keterbelakangan

Keterbelakangan Analisis Kegagalan Koordinasi (4)


Pengetahuan mengenai konsekuensi kegagalan koordinasi ini menimbulkan besarnya manfaat potensial atas peran aktif pemerintah di dalam konteks ekuilibria jamak

70

Bab 4 Model Kontemporer Pembangunan dan Keterbelakangan

Kegagalan Koordinasi Komplementer Kebijakan Intervensi Mendalam (1)


Kegagalan koordinasi yang mungkin timbul dengan adanya komplementaritas menegaskan kemungkinan adanya pembuatan kebijakan intervensi yang mendalam Logikanya, sekali dorongan besar telah dilakukan, koordinasi pemerintah mungkin tidak akan diperlukan lagi

71

Bab 4 Model Kontemporer Pembangunan dan Keterbelakangan

Kegagalan Koordinasi Komplementer Kebijakan Intervensi Mendalam (2)


Kebijakan tersebut dapat menggerakkan perekonomian menuju ekuilibrium yang lebih baik, atau bahkan menuju tingkat pertumbuhan permanen yang lebih tinggi, yang pada saatnya nanti dapat mencukupi dirinya sendiri (self-sustaining) Pasar yang tidak lagi mendapatkan bantuan pemerintah itu sering kali dapat mempertahankan proses industrialisasi sekali proses tersebut telah dicapai, bahkan ketika pasar tersebut tidak dapat memulai atau melengkapi proses industrialisasi tersebut

72

Bab 4 Model Kontemporer Pembangunan dan Keterbelakangan

Kegagalan Koordinasi Komplementer Kebijakan Intervensi Mendalam (3)


Sebagai contoh, dalam beberapa kasus, adanya buruh anak-anak mencerminkan suatu jenis ekuilibrium yang buruk di antara keluarga-keluarga yang anak-anaknya bekerja Setelah sukses menghilangkan buruh anak-anak, dalam sejumlah kasus, regulasi buruh anak tidak perlu lagi ditegakkan untuk mencegah munculnya buruh anak kembali

73

Bab 4 Model Kontemporer Pembangunan dan Keterbelakangan

Kegagalan Koordinasi Komplementer Kebijakan Intervensi Mendalam (4)


Jika tidak terdapat dorongan untuk kembali ke perilaku yang terkait dengan ekuilibrium yang buruk, maka pemerintah tidak perlu lagi melanjutkan intervensi yang dirancang untuk mengatasinya Alih-alih, pemerintah kemudian dapat memusatkan daya upayanya pada masalah krusial yang lain, yang memerlukan peran esensialnya

74

Bab 4 Model Kontemporer Pembangunan dan Keterbelakangan

Kegagalan Koordinasi Komplementer Kebijakan Intervensi Mendalam (5)


Di antara implikasi-implikasi yang lain, prospek adanya intervensi yang mendalam dapat berarti bahwa: Biaya penerapan kebijakan dapat dikurangi Bantuan pembangunan yang ditargetkan secara saksama dapat memberikan hasil yang lebih efektif

75

Bab 4 Model Kontemporer Pembangunan dan Keterbelakangan

Kegagalan Koordinasi Komplementer Kebijakan Intervensi Mendalam (5)


Karakter penyembuhan-sekali-jadi dari beberapa masalah ekuilibria jamak sangat menarik perhatian, karena dapat membuat kebijakan pemerintah sangat ampuh dalam mengatasi permasalahan pembangunan ekonomi

76

Bab 4 Model Kontemporer Pembangunan dan Keterbelakangan

Kebijakan Intervensi Mendalam Kegagalan Pemerintah (1)


Di lain pihak, intervensi mendalam menyebabkan potensi biaya dari peran publik juga menjadi jauh lebih besar Konsekuensi pilihan kebijakan menjadi lebih berat, karena kebijakan buruk yang dibuat pada masa kini dapat menjerumuskan perekonomian ke dalam ekuilibrium yang buruk selama beberapa tahun ke depan Kebijakan yang buruk bahkan dapat menggerakkan perekonomian ke dalam ekuilibrium yang lebih buruk daripada semula
77

Bab 4 Model Kontemporer Pembangunan dan Keterbelakangan

Kebijakan Intervensi Mendalam Kegagalan Pemerintah (2)


Hal buruk dari intervensi mendalam bisa terjadi misalnya karena: Pemerintah mungkin merupakan bagian terbesar dari masalah dan memainkan peran kunci dalam melestarikan ekuilibrium yang buruk, misalnya sebuah rezim yang sangat korup Sejumlah pejabat pemerintah dan politisi mungkin mendapatkan keuntungan pribadi dari kebijakan terkait

78

Bab 4 Model Kontemporer Pembangunan dan Keterbelakangan

Kebijakan Intervensi Mendalam Kegagalan Pemerintah (3)


Adalah sangat naif dan bahkan berbahaya jika berharap pemerintah akan menjadi sumber reformasi yang dapat menggerakkan perekonomian menuju ekuilibrium yang lebih baik di negara-negara di mana pemerintahnya justru merupakan bagian dari kaitan kompleks ekuilibrium yang buruk

79

Bab 4 Model Kontemporer Pembangunan dan Keterbelakangan

Kebijakan Intervensi Mendalam Kegagalan Pemerintah (4)


Bahkan bila pemerintahnya tidak korup, dampak potensial dari kebijakan pemerintahyang sebenarnya bermaksud baik namun mengandung banyak kelemahandapat sangat besar Ini terjadi ketika kebijakan tersebut mendorong perekonomian menuju ekuilibrium yang secara fundamental berbeda, yang akan sulit untuk dibalik

80

Bab 4 Model Kontemporer Pembangunan dan Keterbelakangan

Kebijakan Intervensi Mendalam Kegagalan Pemerintah (5)


Dalam banyak kasus, inilah problema "pentingnya sejarah" dalam perekonomian yang sedang berkembangyaitu ketika kondisi-kondisi masa lalu menentukan apa yang mungkin terjadi hari ini

81

Bab 4 Model Kontemporer Pembangunan dan Keterbelakangan

Kebijakan Intervensi Mendalam Sektor Publik dan Swasta


Kegagalan pemerintah maupun kegagalan pasar adalah hal yang nyata, namun kontribusi sektor publik dan swasta terhadap pembangunan juga merupakan hal yang vital Oleh karena itu, kita harus bekerja membangun institusi yang mendorong para pelaku di dalam sektor publik dan swasta untuk bekerja bersama (langsung maupun tidak langsung) sedemikian rupa sehingga dapat menciptakan kondisi yang dibutuhkan untuk mematahkan jebakan kemiskinan

82

Bab 4 Model Kontemporer Pembangunan dan Keterbelakangan

Kebijakan Intervensi Mendalam Komunitas Internasional


Dalam mematahkan jebakan kemiskinan, komunitas internasional juga mempunyai peran penting, yaitu memberikan gagasan, model, serta berfungsi sebagai katalis perubahan, dan juga menyediakan dana yang dibutuhkan

83

Bab 4 Model Kontemporer Pembangunan dan Keterbelakangan

Model-model Baru Pembangunan ModelKontribusi (1)


Kontribusi model-model baru pembangunan mencakup pemahaman yang lebih baik terhadap berbagai penyebab dan efek jebakan kemiskinan Pemahaman itu diperoleh dengan cara: Memberi penekanan yang lebih rinci terhadap peran jenis-jenis komplementaritas strategis yang berbeda Menjelaskan peran ekspektasi Menyoroti cakupan potensial intervensi mendalam Memperbaiki pemahaman kita tentang potensi peran pemerintah dan kendala terhadap efektivitas peran tersebut
84

Bab 4 Model Kontemporer Pembangunan dan Keterbelakangan

Model-model Baru Pembangunan ModelKontribusi (2)


Pendekatan baru dengan lebih jernih menunjukkan potensi kontribusi yang sesungguhnya dari: Bantuan pembangunan dari luar yang melampaui penyediaan modal Pemodelan cara-cara baru untuk mengerjakan sesuatu

85

Bab 4 Model Kontemporer Pembangunan dan Keterbelakangan

Model-model Baru Pembangunan ModelKeterbatasan


Keterbatasan utama model baru hingga sekarang mungkin adalah bahwa analisis model tersebut memang mendalam, namun implikasinya pada kebijakan praktis masih belum diketahui Namun, mungkin memang masih terlalu awal untuk mengharapkan rekomendasi kebijakan yang terinci dari pendekatan-pendekatan ini

86

Bab 4 Model Kontemporer Pembangunan dan Keterbelakangan

Pemahaman Jebakan Pembangunan (1)


Seiring dengan semakin meluasnya pemerintahan yang demokratis di seluruh dunia, pemahaman baru terhadap jebakan pembangunan dapat memberikan panduan bagi rancangan kebijakan yang lebih efektif daripada beberapa tahun yang lalu

87

Bab 4 Model Kontemporer Pembangunan dan Keterbelakangan

Pemahaman Jebakan Pembangunan (2)


Dengan cerdas, Karla Hoff dan Joseph Stiglitz menyimpulkan: "Dalam kondisi demokratis pun, pemerintah bisa gagal, demikian pula pasar. Namun perkembangan positif yang terjadi pada tahun-tahun terakhir ini adalah untuk mencoba intervensi yang lebih terbatas demi memanfaatkan imbasan antarlembaga, dan untuk mencoba merancang tahapan-tahapan reformasi kebijakan yang akan mempermudah tercapainya ekuilibria yang baik.

88

PEMBANGUNAN EKONOMI Todaro & Smith

EDISI KESEMBILAN JILID 1

BAGIAN 2 Masalah & Kebijakan: Domestik


Kemiskinan, Ketimpangan, dan Pembangunan Pertumbuhan Penduduk dan Pembangunan Ekonomi: Penyebab, Konsekuensi, dan Kontroversi 7. Urbanisasi dan Migrasi Desa-Kota: Teori dan Kebijakan 8. Modal Manusia: Pendidikan dan Kesehatan dalam Pembangunan Ekonomi 9. Transformasi Pertanian dan Pembangunan Daerah Pedesaan 10. Lingkungan dan Pembangunan 5. 6.
PENERBIT ERLANGGA

BAGIAN 2 Masalah & Kebijakan: Domestik

BAB 5

Kemiskinan, Ketimpangan, dan Pembangunan

PENERBIT ERLANGGA

Bab 5 Kemiskinan, Ketimpangan, dan Pembangunan

Kemiskinan dan Ketimpangan


Pendekatan kebijakan atas masalah kemiskinan terkait dengan ketimpangan distribusi pendapatan di negaranegara berkembang Maka, kita memerlukan satu "paket" kebijakan yang komponen-komponennya bersifat saling melengkapi dan saling menunjang, yang meliputi empat unsur fundamental

91

Bab 5 Kemiskinan, Ketimpangan, dan Pembangunan

Kemiskinan dan Ketimpangan Empat Unsur Fundamental (1)


Satu atau serangkaian kebijakan yang dirancang guna mengoreksi berbagai distorsi harga-harga relatif dari masing-masing faktor produksi Tujuannya untuk menjamin pembentukan harga-harga pasar, yang selanjutnya akan mampu memberikan sinyal-sinyal dan insentif yang tepat (sesuai dengan kepentingan sosial), bagi para produsen maupun pemasok sumber-sumber daya

92

Bab 5 Kemiskinan, Ketimpangan, dan Pembangunan

Kemiskinan dan Ketimpangan Empat Unsur Fundamental (2)


Satu atau serangkaian kebijakan yang khusus dibuat untuk memodifikasi ukuran distribusi pendapatan: Pada kelompok masyarakat berpenghasilan tinggi, melalui pajak progresif atas pendapatan dan kekayaan mereka Pada kelompok masyarakat berpendapatan rendah, melalui: tunjangan langsung upaya-upaya penyediaan berbagai macam barang konsumsi peningkatan jasa-jasa pelayanan yang dibiayai oleh pemerintah, misalnya program ketenagakerjaan
93

Bab 5 Kemiskinan, Ketimpangan, dan Pembangunan

Kemiskinan dan Ketimpangan Empat Unsur Fundamental (3)


Seperangkat target kebijakan yang secara langsung memperbaiki kaum miskin dan komunitasnya, melalui skema jaring pengaman yang menawarkan program pengembangan kapabilitas serta modal manusia dan sosial dari kaum miskin, antara lain: Keuangan mikro Kesehatan Pendidikan Pembangunan pertanian Keberlangsungan lingkungan Program pengembangan dan pemberdayaan
94

BAGIAN 2 Masalah & Kebijakan: Domestik

BAB 6

Pertumbuhan Penduduk dan Pembangunan Ekonomi: Penyebab, Konsekuensi, dan Kontroversi


PENERBIT ERLANGGA

Bab 6 Pertumbuhan Penduduk dan Pembangunan Ekonomi

Penurunan Angka Kelahiran


Dalam dekade terakhir, angka kelahiran di negaranegara miskin, seperti Bangladesh dan sebagian besar negara-negara di Afrika sub-Sahara, mengalami penurunan yang signifikan Penurunan ini adalah hasil dari konstribusi yang tidak kecil dari semakin meluasnya ketersediaan program keluarga berencana Para ahli kependudukan kini sibuk menurunkan, sampai mencapai angka yang tidak berlebihan, estimasi mereka seputar total populasi dunia pada dekade-dekade selanjutnya
96

Bab 6 Pertumbuhan Penduduk dan Pembangunan Ekonomi

Penurunan Angka Kelahiran Terkait dengan Kemiskinan


Tentunya penurunan ini tidak terlepas dari upaya sinergis yang dilakukan oleh negara-negara maju dalam menyediakan bantuan pembangunan yang diperluas, terutama upaya-upaya yang difokuskan pada kebutuhan dan kesempatan untuk mengurangi kemiskinan secara besar-besaran, karena kemiskinan masih menjadi penyebab terbesar dari angka kelahiran yang tinggi

97

Bab 6 Pertumbuhan Penduduk dan Pembangunan Ekonomi

Penurunan Angka Kelahiran Menyiapkan Pembangunan Selanjutnya


Perubahan ini membantu menyiapkan fase selanjutnya bagi kemungkinan suksesnya usaha pembangunan pada tahun-tahun selanjutnya

98

BAGIAN 2 Masalah & Kebijakan: Domestik

BAB 7

Urbanisasi dan Migrasi Desa-Kota: Teori dan Kebijakan

PENERBIT ERLANGGA

Bab 7 Urbanisasi dan Migrasi Desa-Kota: Teori dan Kebijakan

Urbanisasi dan Migrasi Desa-Kota DesaUrbanisasi dan migrasi desa-kota masih akan terus berlangsung dan tidak dapat dihindari, berdasarkan: tren jangka panjang perbandingan dengan negara maju rangsangan individu yang masih kuat

100

Bab 7 Urbanisasi dan Migrasi Desa-Kota: Teori dan Kebijakan

Urbanisasi dan Migrasi Desa-Kota DesaPedesaan dan Daerah Alternatif


Bias perkotaan memicu migrasi, namun investasi yang berfokus di bidang pertanian cukup meningkatkan produktivitas di daerah pedesaan sehingga memerlukan tenaga kerja yang lebih sedikit Kebanyakan daerah alternatif yang menjadi perluasan kesempatan kerja cenderung terkonsentrasi di daerah perkotaan akibat efek aglomerasi

101

Bab 7 Urbanisasi dan Migrasi Desa-Kota: Teori dan Kebijakan

Urbanisasi dan Migrasi Desa-Kota DesaPendidikan dan Keterampilan


Lagipula, seiring dengan peningkatan pendidikan di daerah pedesaan, para pekerja memperoleh keterampilan yang diperlukan sehingga keinginan semakin menggebu untuk mencari pekerjaan di kota Namun, migrasi desa-kota sering kali masih menjadi masalah pelik dari sudut pandang sosial, khususnya di kota-kota raksasa

102

Bab 7 Urbanisasi dan Migrasi Desa-Kota: Teori dan Kebijakan

Urbanisasi dan Migrasi Desa-Kota DesaKebijakan


Kebijakan mampu mengatasi masalah-masalah lonjakan migrasi dan masalah keterbatasan kesempatan kerja yang sedemikian serius di banyak negara berkembang Konsensus dari pendapat-pendapat sebagian besar ekonom mengenai bentuk strategi yang tepat untuk menanggulangi persoalan migrasi dan kesempatan kerja secara menyeluruh, setidaknya mengandung tujuh elemen utama

103

Bab 7 Urbanisasi dan Migrasi Desa-Kota: Teori dan Kebijakan

Kebijakan (1-5) (11. Penciptaan keseimbangan ekonomi yang memadai antara desa dan kota 2. Perluasan industri kecil padat karya 3. Penghapusan distorsi harga dari faktor produksi 4. Pemilihan teknologi padat karya yang tepat 5. Pengubahan keterkaitan langsung antara pendidikan dan kesempatan kerja
104

Bab 7 Urbanisasi dan Migrasi Desa-Kota: Teori dan Kebijakan

Kebijakan (6-7) (66. 7. Pengurangan laju pertumbuhan penduduk Desentralisasi kewenangan dari kota dan daerah sekitarnya

105

BAGIAN 2 Masalah & Kebijakan: Domestik

BAB 8

Modal Manusia: Pendidikan dan Kesehatan dalam Pembangunan Ekonomi

PENERBIT ERLANGGA

Bab 8 Modal Manusia

Kesehatan dan Pendidikan


Dalam beberapa tahun mendatang, akan terdapat bukti yang jelas bahwa kesehatan dan pendidikan merupakan investasi gabungan yang dapat menawarkan lingkup pendekatan kebijakan yang lebih terpadu Hal itu dapat menjadi salah satu investasi yang paling efektif yang dapat kita lakukan dalam kualitas pendidikan untuk meningkatkan kesehatan anak-anak

107

Bab 8 Modal Manusia

Pengentasan Kemiskinan
Demikian juga, salah satu investasi paling efektif yang dapat kita lakukan dalam bidang kesehatan untuk meningkatkan mutu pendidikan Dalam kenyataannya, program pengentasan kemiskinan yang terkenal di banyak negara berkembang sekarang secara eksplisit mengintegrasikan insentif untuk pengembangan modal manusia berupa kesehatan dan pendidikan di antara keluarga-keluarga berpendapatan rendah

108

BAGIAN 2 Masalah & Kebijakan: Domestik

BAB 9

Transformasi Pertanian dan Pembangunan Daerah Pedesaan

PENERBIT ERLANGGA

Bab 9 Transformasi Pertanian dan Pembangunan Daerah Pedesaan

Pembangunan Pedesaan
Tujuan utama pembangunan pertanian dan daerah pedesaan di negara-negara berkembang adalah untuk memperbaiki taraf hidup masyarakat di pedesaan melalui peningkatan pendapatan, total produksi (output), dan produktivitas petani kecil

110

Bab 9 Transformasi Pertanian dan Pembangunan Daerah Pedesaan

Pembangunan Pedesaan Peran Pemerintah


Pertama-tama pemerintahan negara-negara berkembang tersebut harus mengidentifikasi surnbersumber pokok kemajuan pertanian dan kondisi-kondisi dasar yang sekiranya akan mempengaruhi keberhasilan pencapaian tujuan utama itu Semua unsur-unsur penting tersebut jelas berkaitan satu sama lain sehingga membentuk suatu jalinan hubungan yang amat kompleks

111

BAGIAN 2 Masalah & Kebijakan: Domestik

BAB 10

Lingkungan dan Pembangunan

PENERBIT ERLANGGA

Bab 10 Lingkungan dan Pembangunan

Pilihan Kebijaksanaan (1)


Ada sejumlah pilihan kebijakan yang tersedia bagi pemerintahan di negara-negara berkembang

113

Bab 10 Lingkungan dan Pembangunan

Pilihan Kebijaksanaan (2)


Dari sekian banyak pilihan itu ada enam di antaranya yang paling menonjol, yakni: penentuan harga sumber daya secara memadai partisipasi masyarakat pengaturan hak kepemilikan atas setiap sumber daya secara lebih jelas peningkatan alternatif-alternatif ekonomi bagi kalangan penduduk miskin; peningkatan status ekonomi kaum wanita; serta (6) pengendalian emisi industri
114

PENERBIT ERLANGGA