LaporanFinal

Detail engineering Desain (DED)
Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh
di Propinsi Kalimantan Tengah
DI REKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN DARAT
DIREKTORATLALULINTASDANANGKUTANSUNGAI, DANAUDANPENYEBERANGAN
D E P A R T E M E N P E R H U B U N G A N
LAPORAN FI NAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh ii
Daftar Isi
DETAIL ENGINEERING DESIGN
PELABUHAN SUNGAI PENDANG DAN MUARA TEWEH
Halaman
Bab 1 Pendahul u an
1. 1 Lat ar Belakang 1- 1
1. 2 Nama dan Lokasi Pekerj aan 1- 2
1. 3 Manfaat dan Tuj uan Pekerj aan 1- 2
1. 3. 1 Maksud Pekerj aan 1- 2
1. 3. 2 Tuj uan Pekerj aan 1- 2
1. 4 I ndikat or Keluaran dan Keluaran 1- 3
1. 4. 1 I ndikat or Keluaran 1- 3
1. 4. 2 Keluaran 1- 4
1. 5 Durasi Pelaksanaan Pekerj aan 1- 4
1. 6 Sist emat ika Pembahasan 1- 5
Bab 2 Gambar an Umum Wi l ay ah
2. 1 Gambaran Umum Kalimant an Tengah 2- 1
2. 1. 1 Kondisi Fisik Wilayah 2- 1
2. 1. 2 Let ak Geograf is 2- 4
2. 1. 3 Luas Wilayah, Bat as, Dan Jumlah Daerah
Administ rasi 2- 7
2. 1. 4 Topograf i Dan Fisiograf i 2- 9
2. 1. 5 I klim 2- 10
2. 1. 6 Hidr ologi 2- 11
2. 1. 7 Kependudukan 2- 13
2. 2 Gambaran Umum Kabupat en Bar it o Selat an 2- 16
2. 2. 1 Ket inggian at au Topogr afi 2- 18
2. 2. 2 I klim 2- 19
2. 2. 3 Kependudukan 2- 19
LAPORAN FI NAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh iii
2. 2. 4 St r ukt ur Pendudukan 2- 20
2. 2. 5 Per ekonomian 2- 21
2. 2. 6 Hasil Pr oduksi Sumber Daya Alam 2- 23
2. 2. 7 Jaringan Transport asi 2- 26
2. 3 Gambaran Umum Kabupat en Bar it o Ut ara 2- 32
2. 3. 1 Let ak Geograf is 2- 32
2. 3. 2 Kependudukan 2- 32
2. 3. 3 Produksi Sumber Daya Alam 2- 33
2. 3. 4 Per ekonomian 2- 36
2. 3. 5 Jaringan Transport asi 2- 37
Bab 3 Pengu mpul an dan Pengol ah an Dat a
3. 1 Sur vei Topograf i 3- 1
3. 2 Sur vei Bat imet r i 3- 7
3. 3 Pencat at an Elevasi Muka Air 3- 13
3. 4 Sur vei Mekanika Tanah 3- 16
3. 4. 1 Bor ing 3- 17
3. 4. 2 Test Laborat or ium 3- 19
3. 4. 3 Rangkuman 3- 19
3. 5 Kondisi Lokasi Dermaga Pendang 3- 26
3. 6 Kondisi Lokasi Dermaga Muarat eweh 3- 29
3. 7 Review Hasil St udi Sebelumnya 3- 32
3. 7. 1 Review Aspek Kelayakan Teknis 3- 32
3. 7. 2 Review Aspek Demand 3- 34
3. 7. 3 Review Aspek Lingkungan 3- 37
3. 8 Kebut uhan Prasarana 3- 43
3. 8. 1 Dermaga Pendang 3- 43
3. 8. 2 Dermaga Muarat eweh 3- 46
Bab 4 Anal i si s Hi dr ol ogi dan Sun gai
4. 1 Analisis Curah Huj an 4- 1
4. 1. 1 Dat a Huj an 4- 1
4. 1. 2 Analisis Curah Huj an Maksimum 4- 2
4. 2 Analisis Debit Banj ir 4- 10
4. 2. 1 Reduksi Luas DAS dan Durasi Huj an 4- 10
4. 2. 2 Dist r ibusi Curah Huj an 4- 11
4. 2. 3 Cur ah Huj an Eff ekt if 4- 11
4. 2. 4 Hidr ograf Sat uan Sint et ik Nakayasu 4- 13
LAPORAN FI NAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh iv
4. 2. 5 Koof isien Run- Of f 4- 15
4. 3 Pemodelan Elevasi Muka Air 4- 18
4. 3. 1 Per hit ungan Hidr olika 4- 18
4. 3. 2 Klasif ikasi Aliran 4- 20
4. 3. 3 Pemodelan Mat emat ik dengan Perangkat
Lunak HEC- RAS 4- 24
4. 3. 4 Hasil Pemodelan Mat emat ik Unt uk Lokasi Pendang 4- 28
4. 3. 5 Hasil Pemodelan Mat emat ik Unt uk Lokasi
Muarat eweh 4- 34
4. 3. 6 Kesimpulan Hasil Pemodelan Elevasi Muka Air 4- 40
4. 4 Analisis Hidr odinamika dan Sediment asi Sungai 4- 41
4. 4. 1 Umum 4- 41
4. 4. 2 Hasil Pemodelan Dermaga Muarat eweh 4- 43
Bab 5 Per encanaan St r u k t u r
5. 1 Pelabuhan Sungai Pendang 5- 1
5. 1. 1 Dat a Kapal Bis Air 5- 1
5. 1. 2 Beban Vert ikal 5- 2
5. 1. 3 Beban Horisont al 5- 2
5. 1. 4 Kombinasi Pembebanan 5- 6
5. 1. 5 Mut u Bahan 5- 6
5. 1. 6 Per at uran dan St andard 5- 6
5. 1. 7 Langkah- langkah dalam desain st r ukt ur 5- 7
5. 1. 8 Pembebanan dan Desain St r ukt ur Bet on 5- 9
5. 1. 9 Desain St rukt ur Tr est le Fasilit as Darat 5- 12
5. 1. 10 Desain Movable Br idge 5- 27
5. 1. 11 Desain Pont oon Plat f or m 5- 28
5. 1. 12 Kapasit as Tiang Pancang 5- 29
5. 2 Pelabuhan Sungai Muar at eweh 5- 34
5. 2. 1 Dat a Kapal Bis Air 5- 34
5. 2. 2 Beban Vert ikal 5- 35
5. 2. 3 Beban Horisont al 5- 35
5. 2. 4 Kombinasi Pembebanan 5- 39
5. 2. 5 Mut u Bahan 5- 39
5. 2. 6 Per at uran dan St andard 5- 39
5. 2. 7 Langkah- langkah dalam desain st r ukt ur 5- 40
5. 2. 8 Pembebanan dan Desain St r ukt ur Bet on 5- 42
5. 2. 9 Desain St rukt ur Tr est le Fasilit as Darat 5- 45
LAPORAN FI NAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh v
5. 2. 10 Desain Movable Br idge 5- 60
5. 2. 11 Desain Pont oon Plat f or m 5- 61
5. 2. 12 Kapasit as Tiang Pancang 5- 63
Bab 6 RAB dan Tahapan Pengemban gan
LAPORAN FI NAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh vi
Daftar Gambar
DETAIL ENGINEERING DESIGN
PELABUHAN SUNGAI PENDANG DAN MUARA TEWEH
Gambar 2. 1 Pet a Kelerengan Wilayah Kalimant an Tengah 2- 2
Gambar 2. 2 Pet a Wilayah Administ rasi Pr ovinsi Kalt eng. 2- 5
Gambar 2. 3 Pet a Jaringan Sungai di wilayah Kalimant an Tengah 2- 13
Gambar 2. 4 Pet a Wilayah Administ rasi di Bar it o Selat an 2- 17
Gambar 2. 5 Pet a j alan nasional di Kabupat en Bar it o Selat an 2- 27
Gambar 2. 6 Pet a Jaringan Jalan di Kabupat en Bar it o Selat an 2- 28
Gambar 2. 7 Pet a Jaringan Jalan Di Kot a Muara Teweh,
Kab. Bar it o Ut ara 2- 39
Gambar 2. 8 Grafik Flukt uat ivit as Jumlah Penumpang
Di Simpul Muara Teweh 2- 42
Gambar 3. 1 Pengamat an azimut h ast ronomis. 3- 2
Gambar 3. 2 Bench mark yang dibuat unt uk t it ik r ef erensi. 3- 3
Gambar 3. 3 Pengukuran j arak pada permukaan mir ing. 3- 4
Gambar 3. 4 Pengukuran sudut ant ar dua pat ok. 3- 5
Gambar 3. 5 Pengukuran wat erpass. 3- 6
Gambar 3. 6 Pergerakan perahu dalam menyusuri j alur sounding. 3- 8
Gambar 3. 7 Reader alat GPSMap yang digunakan dalam
survei bat imet r i. 3- 9
Gambar 3. 8 Penempat an GPSMap ( t randuser, ant ena, reader)
di perahu. 3- 10
Gambar 3. 9 Pet a t opograf i bat imet r i Dermaga Pendang. 3- 11
Gambar 3. 10 Pet a t opograf i bat imet r i Dermaga Muarat eweh. 3- 12
Gambar 3. 11 Grafik Rat a- Rat a Flukt uasi Muka Air Bulanan
muka air di Bunt ok. 3- 14
Gambar 3. 12 Grafik Rat a- Rat a Flukt uasi Muka Air Bulanan
muka air di Muarat eweh. 3- 15
LAPORAN FI NAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh vii
Gambar 3. 13 Bagan ( plat f or m) t empat penyelidikan t anah di sungai. 3- 17
Gambar 3. 14 Hasil bor log lokasi pendang unt uk BH- 1. 3- 20
Gambar 3. 15 Hasil bor log lokasi pendang unt uk BH- 2. 3- 21
Gambar 3. 16 Hasil bor log lokasi pendang unt uk BH- 3. 3- 22
Gambar 3. 17 Hasil bor log lokasi Muarat eweh unt uk BH- 1. 3- 23
Gambar 3. 18 Hasil bor log lokasi Muarat eweh unt uk BH- 2. 3- 24
Gambar 3. 19 Hasil bor log lokasi Muarat eweh unt uk BH- 3. 3- 25
Gambar 3. 20 Dokument asi Dermaga Pendang 3- 28
Gambar 3. 21 Dokument asi Dermaga Muarat eweh. 3- 31
Gambar 3. 22 Grafik Jumlah Kedat angan dan Keberangkat an di
Dermaga Pendang 3- 36
Gambar 3. 23 Grafik Jumlah Kedat angan dan Keberangkat an di
Dermaga Muarat eweh. 3- 36
Gambar 3. 24 Grafik curah huj an maksimum t ahunan. 3- 38
Gambar 4. 1 Grafik curah huj an maksimum t ahunan. 4- 2
Gambar 4. 2 Grafik hasil analisis curah huj an maksimum. 4- 10
Gambar 4. 3 Sket sa perhit ungan Met oda Hort on. 4- 12
Gambar 4. 4 Sket sa perhit ungan Sint et ik Nakayasu. 4- 15
Gambar 4. 5 Hidr ograp banj ir Met oda Nakayasu unt uk berbagai
per ioda ulang Unt uk Lokasi Pendang. 4- 17
Gambar 4. 6 Hidr ograp banj ir Met oda Nakayasu unt uk berbagai
per ioda ulang Unt uk Lokasi Muarat eweh. 4- 17
Gambar 4. 7 Jenis Aliran Permukaan ( a) , bebas pada saluran
t erbuka ( b) . aliran permukaan bebas pada salur an
t ert ut up ( c) . dan aliran t ert ekan at au dalam pipa. 4- 19
Gambar 4. 8 Bent uk- bent uk pot ongan melint ang saluran t er buka 4- 20
Gambar 4. 9 Prof il Aliran Subkrit is 4- 21
Gambar 4. 10 Prof il Aliran Kr it is 4- 21
Gambar 4. 11 Prof il Aliran Kr it is 4- 22
Gambar 4. 12 Empat j enis keadaan aliran pada saluran t erbuka 4- 23
Gambar 4. 13 Persamaan moment um dan kont inuit as. 4- 25
Gambar 4. 14 Skema Sist em Jar ingan Sungai di lokasi Pendang 4- 26
Gambar 4. 15 Skema Sist em Jar ingan Sungai di lokasi Muarat eweh 4- 27
Gambar 4. 16 Penampang melint ang Sungai di Lokasi Pendang. 4- 27
Gambar 4. 17 Penampang melint ang Sungai di Lokasi Muarat eweh. 4- 28
Gambar 4. 18 Elevasi Muka Air rat a- r at a Sungai Barit o. 4- 28
Gambar 4. 19 Elevasi Muka Air rat a- r at a Sungai Barit o. 4- 29
LAPORAN FI NAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh viii
Gambar 4. 20 Elevasi Muka Air Sungai Bar it o pada saat banj ir . 4- 29
Gambar 4. 21 Elevasi Muka Air Sungai Bar it o pada saat banj ir . 4- 30
Gambar 4. 22 Elevasi Muka Air rat a- r at a pada penampang melint ang
Sungai Bar it o. 4- 30
Gambar 4. 23 Elevasi Muka Air penampang melint ang Sungai Bar it o
pada saat banj ir. 4- 31
Gambar 4. 24 Grafik kecepat an aliran rat a- rat a. 4- 31
Gambar 4. 25 Grafik kecepat an aliran pada saat banj ir. 4- 32
Gambar 4. 26 Grafik elevasi muka air di sebelah hulu lokasi Pendang. 4- 32
Gambar 4. 27 Grafik Rat ing Kurva Sungai Bar it o 4- 33
Gambar 4. 28 Grafik Bilangan Fr oude rat a- rat a Sungai Barit o. 4- 33
Gambar 4. 29 Grafik Bilangan Fr oude Sungai Bar it o pada saat banj ir. 4- 34
Gambar 4. 30 Elevasi Muka Air rat a- r at a Sungai Barit o. 4- 34
Gambar 4. 31 Elevasi Muka Air rat a- r at a Sungai Barit o. 4- 35
Gambar 4. 32 Elevasi Muka Air Sungai Bar it o pada saat banj ir . 4- 35
Gambar 4. 33 Elevasi Muka Air Sungai Bar it o pada saat banj ir . 4- 36
Gambar 4. 34 Elevasi Muka Air rat a- r at a pada penampang meli nt ang
Sungai Bar it o. 4- 36
Gambar 4. 35 Elevasi Muka Air penampang melint ang Sungai Bar it o
pada saat banj ir. 4- 37
Gambar 4. 36 Grafik kecepat an aliran rat a- rat a . 4- 37
Gambar 4. 37 Grafik kecepat an aliran pada saat banj ir. 4- 38
Gambar 4. 38 Grafik elevasi muka air Muarat eweh unt uk
banj ir t ahunan. 4- 38
Gambar 4. 39 Grafik Rat ing Kurva Sungai Bar it o 4- 39
Gambar 4. 40 Grafik Bilangan Fr oude rat a- rat a Sungai Barit o. 4- 39
Gambar 4. 41 Grafik Bilangan Fr oude Sungai Bar it o pada saat banj ir. 4- 40
Gambar 4. 42 Proses pembent ukan grid pemodelan Dermaga Muarat eweh. 4- 43
Gambar 4. 43 Hasil pemodelan arus di Dermaga Muarat eweh. 4- 44
Gambar 4. 44 Hasil pemodelan arus di Dermaga Muarat eweh. 4- 45
Gambar 4. 45 Hasil pemodelan sediment asi di Dermaga Muarat eweh. 4- 46
Gambar 4. 46 Hasil pemodelan sediment asi di Dermaga Muarat eweh. 4- 47
Gambar 4. 47 Per ubahan kedalaman sungai di Dermaga Muar at eweh. 4- 48
Gambar 4. 48 Per ubahan kedalaman sungai di Dermaga Muar at eweh. 4- 49
Gambar 4. 49 Hasil pemodelan arus di Dermaga Pendang. 4- 50
Gambar 4. 50 Hasil pemodelan arus di Dermaga Pendang. 4- 51
Gambar 4. 51 Hasil pemodelan sediment asi di Dermaga Pendang. 4- 52
Gambar 4. 52 Hasil pemodelan sediment asi di Dermaga Pendang. 4- 53
LAPORAN FI NAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh ix
Gambar 4. 53 Per ubahan kedalaman sungai di Dermaga Pendang. 4- 54
Gambar 5. 1 Sket sa def inisi dimensi kapal. 5- 1
Gambar 5. 2 Kondisi bert hing kapal pada der maga. 5- 3
Gambar 5. 3 Pet a Wilayah gempa di I ndonesia. 5- 4
Gambar 5. 4 Response spekt r um r encana. 5- 5
Gambar 5. 5 Simulasi beban gempa arah X. 5- 5
Gambar 5. 6 Bagan alir dalam mendesain dermaga. 5- 8
Gambar 5. 7 Beban sandar kapal pada model st rukt ur. 5- 10
Gambar 5. 8 Sist em Koordinat pada Pelat 5- 10
Gambar 5. 9 Dist r ibusi beban pada st rukt ur 5- 11
Gambar 5. 10 Pemodelan pembebanan akibat beban mat i dan beban hidup. 5- 14
Gambar 5. 11 Pemodelan Dermaga menggunakan SAP 2000. 5- 20
Gambar 5. 12 Denah dan t ampak depan rencana dermaga. 5- 20
Gambar 5. 13 Penampang balok st rukt ur unt uk dermaga dan t rest le 5- 24
Gambar 5. 14 Det ail Penulangan geser pada balok Dermaga dan Tr est le. 5- 26
Gambar 5. 15 Per hit ungan def leksi maksimum pada SAP 2000. 5- 26
Gambar 5. 16 Gaya yang bekerj a pada fr ont al fr ame. 5- 28
Gambar 5. 17 Pemodelan Plat f orm Sandar Kapal menggunakan SAP 2000. 5- 29
Gambar 5. 18 Denah dan t ampak depan rencana Plat f orm Sandar Kapal
bagian pinggir. 5- 29
Gambar 5. 19 Denah dan t ampak depan rencana Plat f orm Sandar Kapal
bagian t engah. 5- 30
Gambar 5. 20 Gaya Sandar Kapal yang bekerj a pada Plat f orm Sandar Kapal. 5- 33
Gambar 5. 21 Grafik Kapasit as daya dukung t iang diamet er 450 mm. 5- 38
Gambar 5. 22 Grafik Kapasit as daya dukung t iang diamet er 600 m. 5- 41
Gambar 5. 23 Sket sa def inisi dimensi kapal. 5- 42
Gambar 5. 24 Kondisi bert hing kapal pada der maga. 5- 44
Gambar 5. 25 Pet a Wilayah gempa di I ndonesia. 5- 45
Gambar 5. 26 Response spekt r um r encana. 5- 46
Gambar 5. 27 Simulasi beban gempa arah X. 5- 46
Gambar 5. 28 Bagan alir dalam mendesain dermaga. 5- 49
Gambar 5. 29 Beban sandar kapal pada model st rukt ur. 5- 51
Gambar 5. 30 Sist em Koordinat pada Pelat 5- 51
Gambar 5. 31 Dist r ibusi beban pada st rukt ur 5- 52
Gambar 5. 32 Pemodelan pembebanan akibat beban mat i dan beban hidup. 5- 55
Gambar 5. 33 Pemodelan Dermaga menggunakan SAP 2000. 5- 61
Gambar 5. 34 Denah dan t ampak depan rencana dermaga. 5- 61
Gambar 5. 35 Penampang balok st rukt ur unt uk dermaga dan t rest le 5- 65
LAPORAN FI NAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh x
Gambar 5. 36 Det ail Penulangan geser pada balok Dermaga dan Tr est le. 5- 67
Gambar 5. 37 Per hit ungan def leksi maksimum pada SAP 2000. 5- 67
Gambar 5. 38 Gaya yang bekerj a pada fr ont al fr ame. 5- 69
Gambar 5. 39 Pemodelan Plat f orm Sandar Kapal menggunakan SAP 2000. 5- 70
Gambar 5. 40 Denah dan t ampak depan rencana Plat f orm Sandar Kapal
bagian pinggir. 5- 70
Gambar 5. 41 Denah dan t ampak depan rencana Plat f orm Sandar Kapal
bagian t engah. 5- 71
Gambar 5. 42 Gaya Sandar Kapal yang bekerj a pada Plat f orm Sandar Kapal. 5- 74
Gambar 5. 43 Grafik Kapasit as daya dukung t iang diamet er 450 mm. 5- 79
LAPORAN FI NAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh xi
Daftar Tabel
DETAIL ENGINEERING DESIGN
PELABUHAN SUNGAI PENDANG DAN MUARA TEWEH
Tabel 2. 1 Luas Wilayah Fisiograf is di Pr ov. Kalt eng 2- 2
Tabel 2. 2 Penyebaran dan Luas Wilayah Darat an Prov. Kalt eng 2- 3
Tabel 2. 3 Luas Kelas Keler engan Wilayah Darat an Pr ov. Kalt eng 2- 3
Tabel 2. 4 Penggunaan Lahan di Kalimant an Tengah Tahun 2007 2- 4
Tabel 2. 5 Luas Wilayah Kalimant an Tengah menurut
Kabupat en/ Kot a 2- 6
Tabel 2. 6 Luas Wilayah Kalimant an Tengah Menurut Kabupat en/ Kot a
dan Prosent ase Ter hadap Luas Pr opinsi 2- 8
Tabel 2. 7 Pembagian Daerah Administ rasi Kalimant an Tegah 2- 8
Tabel 2. 8 Pembagian Daerah Aliran Sungai di Kalimant an Tengah 2- 12
Tabel 2. 9 Demograf i Wilayah Kalimant an Tengah 2- 15
Tabel 2. 10 Jumlah Penduduk, Luas Wilayah, sert a Kepadat an
Penduduk Pr opinsi Kalimant an Tengah Berdasarkan
Tiap Kabupat en/ Kot a Tahun 2006 2- 15
Tabel 2. 11 Luas Wilayah Berdasarkan Ket inggian Tempat dari
Per mukaan 2- 18
Tabel 2. 12 Klasif ikasi Lereng Kabupat en Bar it o Selat an 2- 19
Tabel 2. 13 Per kembangan/ Pert umbuhan Penduduk Kabupat en
Bar it o Selat an 2- 20
Tabel 2. 14 Per kembangan/ Pert umbuhan Penduduk Kabupat en
Bar it o Selat an 2- 21
Tabel 2. 15 PDRB Kabupat en Barit o Selat an Tahun
2001 – 2007 ( Dalam Jut aan Rupiah) 2- 22
Tabel 2. 16 Produk Domest ik Regional Brut o At as Dasar harga
ber laku menur ut lapangan usaha ( Milyar Rupiah) . 2- 22
Tabel 2. 17 Produk Domest ik Regional Brut o At as Dasar harga
Konst an menur ut lapangan usaha ( Milyar Rupiah) . 2- 23
LAPORAN FI NAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh xii
Tabel 2. 18 Per kembangan beberapa komodit i pert anian t anaman
pangan di Barit o Selat an 2- 23
Tabel 2. 19 Luas panen, pr oduksi t anaman pangan menur ut
kecamat an 2- 24
Tabel 2. 20 Luas panen, pr oduksi palawij a pangan menurut
kecamat an 2- 24
Tabel 2. 21 Luas panen, pr oduksi palawij a pangan menurut
kecamat an 2- 24
Tabel 2. 22 Luas lahan bahan t ambang/ galian golongan C
berdasarkan perusahaan 2- 25
Tabel 2. 23 Keadaan Jalan Menur ut Jenis Permukaan dan Keadaan,
dan Pemer int ahan Pengelola 2- 26
Tabel 2. 24 St at us Jalan di Kalimant an Tengah 2- 29
Tabel 2. 25 Trayek Ant ar Kecamat an Dalam Kabupat en Bar it o Selat an 2- 30
Tabel 2. 26 Jumlah Penumpang 5 Tahun Terakhir di Set iap Dermaga 2- 31
Tabel 2. 27 Jumlah Pergerakan Bar ang 5 Tahun Terakhir di Set iap
Dermaga 2- 31
Tabel 2. 28 Sarana Angkut an di Set iap Dermaga ( dalam 5 t ahun) 2- 31
Tabel 2. 29 Penduduk Bar it o Ut ara t ahun 2006 menurut elompok
Umur , Jenis kelamin, dan Sex Rat io 2- 33
Tabel 2. 30 Kepadat an, Rat a- Rat a per Rumah Tangga Penduduk
Bar it o Ut ara Menur ut Kecamat an 2- 33
Tabel 2. 31 Daft ar Per usahaan Pert ambangan dan Pelabuhan Khusus
di Kabupat en Bar it o Ut ara 2- 34
Tabel 2. 32 Per kembangan PDRB At as Dasar Harga Konst an t ahun
2000 Menur ut Lapangan Usaha ( j ut aan Rupiah) 2- 37
Tabel 2. 33 Pert umbuhan PDRB At as Dasar Harga Ber laku t ahun
2000 Menur ut Lapangan Usaha ( j ut aan Rupiah) 2- 37
Tabel 2. 34 Panj ang j alan Menur ut Jenis Per mukaan Jalan ( dalam Km) 2- 38
Tabel 2. 35 Panj ang Jalan Menurut Kondisi Jalan ( dalam Km) 2- 39
Tabel 2. 36 Per kembangan Angkut an Sungai di Kab.
Bar it o Ut ara Tahun 2003 – 2007. 2- 41
Tabel 2. 37 Jumlah Kapal, isi dan PK Kapal Pedalaman yang
Terdaft ar Dalam Wilayah Sat ker LLASDP 2- 43
LAPORAN FI NAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh xiii
Tabel 3. 1 Rat a- Rat a Flukt uasi Muka Air Bulanan di Sungai Bar it o
Lokasi Pengukuran di Bunt ok 3- 13
Tabel 3. 2 Rat a- Rat a Flukt uasi Muka Air Bulanan di Sungai Bar it o
Lokasi Pengukuran di Muarat ewe 3- 14
Tabel 3. 3 Dat a Fasilit as Der maga Pendang 3- 17
Tabel 3. 4 Dat a Angkut an di Dermaga Pendang 3- 25
Tabel 3. 5 Proyeksi Penumpang Pelabuhan Pasif ic – Muara Teweh 3- 27
Tabel 3. 6 Hasil Pr oyeksi Pert umbuhan Penumpang Dermaga Pendang 3- 27
Tabel 3. 7 Dat a Curah Huj an Maksimum Tahunan 3- 28
Tabel 3. 8 Resume Hasil Analisis Curah Huj an Maksimum 3- 29
Tabel 3. 9 Resume Penet apan Gar is Sempadan Sungai 3- 32
Tabel 3. 10 Resume Penet apan Gar is Sempadan Sungai 3- 32
Tabel 3. 11 Pent ahapan Pembangunan Dermaga Sungai Pendang 3- 35
Tabel 3. 12 Pent ahapan Pembangunan Dermaga Sungai Muarat eweh 3- 39
Tabel 4. 1 Dat a Curah Huj an Maksimum Tahunan 4- 1
Tabel 4. 2 Nilai Krit is ( Do) dar i Smir nov- Kolmogorov 4- 9
Tabel 4. 3 Resume Hasil Analisis Curah Huj an Maksimum 4- 9
Tabel 4. 4 Fakt or Reduksi Ar ea ( ARF) 4- 11
Tabel 4. 5 Fakt or Reduksi Huj an 4- 11
Tabel 4. 6 Koef isien Run- of f Unt uk Drainase Muka Tanah 4- 16
Tabel 4. 7 Harga koef isien kekasar an Manning, n 4- 18
Tabel 4. 8 Besar nya Tinggi Jagaan Berdasar kan Besarnya
Debit Aliran. 4- 20
Tabel 4. 9 Kecepat an aliran yang diizinkan berdasarkan j enis
bahan salur an. 4- 24
Tabel 4. 10 Rekapit ulasi Hasil Pemodelan Elevasi Muka Air 4- 40
Tabel 5. 1 Gaya Tar ik Bollard. 5- 3
Tabel 5. 2 Summar y Hasil Analisis Dermaga SAP 2000. 5- 21
Tabel 5. 3 Summar y Hasil Analisis Palt f or m Sandar Kapal dengan
SAP 2000. 5- 33
Tabel 5. 4 Tit ik j epit t iang ( Fixit y Point ) unt uk bebrapa j enis t iang
pancang. 5- 36
Tabel 5. 5 Daya dukung pondasi t iang pancang BH1 diamet er 450 mm. 5- 37
Tabel 5. 6 Daya dukung pondasi t iang pancang BH1 diamet er 600 mm. 5- 40
Tabel 5. 7 Gaya Tar ik Bollard. 5- 44
Tabel 5. 8 Summar y Hasil Analisis Dermaga SAP 2000. 5- 62
LAPORAN FI NAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh xiv
Tabel 5. 9 Summar y Hasil Analisis Palt f or m Sandar Kapal dengan
SAP 2000. 5- 74
Tabel 5. 10 Tit ik j epit t iang ( Fixit y Point ) unt uk bebrapa j enis t iang pancang. 5- 77
Tabel 5. 11 Daya dukung pondasi t iang pancang BH5 diamet er 450 mm. 5- 78
Tabel 5. 12 Daya dukung pondasi t iang pancang BH5 diamet er 600 mm. 5- 81
LAPORAN FI NAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh i
Kat a Pen gan t ar
DETAIL ENGINEERING DESIGN
PELABUHAN SUNGAI PENDANG DAN MUARA TEWEH
Sehubungan dengan adanya pekerj aan “ Det ai l En gi neer i ng
Desi gn ( DED) Pel abuhan Sungai Pendang dan Mu ar at ew eh
Kal i mant an Tengah ” , maka kami menyampaikan Laporan Final.
Laporan Final ini memuat semua hasil akhir sement ara dari semua
proses pekerj aan mulai dari pengolahan dat a- dat a primer maupun
sekunder sampai kepada hasil desain. Pada laporan ini j uga t erdapat
hasil kaj ian hidrologi dan rekomendasi beberapa alt ernat if layout
pelabuhan, berikut ini adalah beberapa hal yang akan diuraikan
dalam Laporan Final, yait u:
1. Pendahuluan
2. Gambaran Umum Wilayah
3. Pengumpulan dan Pengolahan Dat a
4. Analisis Hidrologi dan Sungai
5. Perencanaan Desain St rukt ur
6. Rencana Anggaran Biaya
Demikian Lapor an ini kami buat dan kami sampaikan unt uk diperiksa,
semoga dapat memenuhi t uj uan yang diharapkan.
LAPORAN FI NAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 1-1
Ba b
1
Pen dahul uan
DETAIL ENGINEERING DESIGN
PELABUHAN SUNGAI PENDANG DAN MUARA TEWEH
1.1 Lat ar Belakang
Pelabuhan mer upakan salah sat u bagian dar i sist em t ransport asi yang diper lukan
unt uk mencukupi kebut uhan bongkar muat ar us barang dan penumpang. Dengan
adanya pelabuhan ini diharapkan dapat dipenuhi kebut uhan bongkar muat ar us
barang dan penumpang yang menunj ang pembangunan/ perkembangan wilayah di
I ndonesia Bagian Barat . Dengan demikian, pembangunan pelabuhan bukanlah
mer upakan kegiat an yang berdir i sendir i, t api berkait an erat dengan aspek- aspek
ekonomi dan sosial yang berada dalam j angkauan pelayanan angkut an pelabuhan
t ersebut .
Pengembangan pelabuhan sungai secara pr insip dapat memperlancar mobilisasi
dan dist r ibusi kebut uhan pokok, kendaraan maupun orang sert a memper lancar
pelaksanaan pr ogram pemer int ah di kawasan wilayah yang bersangkut an. Dampak
peningkat an aksesibilit as t ransport asi adalah peningkat an kinerj a ekonomi di
kawasan yang t er hubungkan oleh t ranspor t asi t ersebut . Namun demikian,
peningkat an aksesibilit as t ransport asi memerlukan pengembangan sarana dan
prasarana pendukungnya.
Sehubungan dengan ur aian di at as, maka dalam rangka pengembangan sarana dan
prasarana angkut an Sungai unt uk menghubungkan wilayah- wilayah t ersebut di
at as, per lu dilakukan st udi yang mendalam, baik secara mikro maupun secara
makr o.
St udi yang dilakukan secara makr o, adalah menyangkut kondisi sosial ekonomi
pada masa kini sert a kecender ungannya dimasa dat ang yang meliput i pot ensi -
pot ensi dan permasalahan- permasalahan yang ada, yakni pengar uhnya t er hadap
daerah belakang ( hint er land) , sepert i perdagangan, kemungkinan- kemungkinan
B ab 1  Pendahuluan
LAPORAN FI NAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 1-2
sist em per hubungan darat yang berpengaruh t erhadap angkut an sungai,
kebij aksanaan ( policy) dan kebij akan ( wisdom) yang dit erapkan, baik yang berasal
dari Pemer int ah Pusat maupun Pemer int ah Daerah. St udi - st udi makr o dilaksanakan
dalam berbagai kegiat an sepert i st udi pendukung, st udi pra kelayakan, st udi
kelayakan, st udi mast er plan, st udi lingkungan, dll.
St udi mikro ( det il) yang dilakukan adalah dengan menent ukan lokasi pelabuhan
Sungai yang aman dari pengar uh dan sif at - sif at perairan ( angin, gelombang, ar us
pasang surut dan lain- lain) , kedalaman kolam pelabuhan, alur pelayar an, kr it eria-
kr it er ia navigasi sert a pemenuhan t er hadap st andar - st andar keselamat an yang
ber laku, t ermasuk didalamnya per umusan dokumen- dokumen pra konst r uksi,
penilaian konst ruksi dan kegiat an sipil pelabuhan lainnya. St udi mikr o diakomodir
dalam kegiat an penyusunan Det ail Engineer ing Design ( DED) dan kegiat an
pengawasan/ evaluasi konst r uksi.
1.2 Nama dan Lokasi Pekerjaan
Nama pekerj aan ini adalah “ Det ai l En gi neer i ng Desi gn ( DED) Pel abuh an
Sungai Pen dang dan Muar a Tew eh Pr ov i nsi Kal i mant an Ten gah ” . Lokasi
pekerj aan berada di wiilayah adminst rasi Pemerint ah Pr ovinsi Kalimant an Tengah.
Berdasar kan Kerangka Acuan Kerj a ( KAK) lokasi simpul yang akan dit inj au dalam
pekerj aan ini adalah Pendang dan Muara Teweh.
1.3 Manfaat dan Tujuan Pekerjaan
1.3.1 Mak sud Pek er j aan
Direkt orat LLASDP mendapat kan panduan dan acuan bagi kegiat an pembangunan
dan pasca konst ruksi pelabuhan yang cukup rinci, t erukur dan memiliki ket elit ian
det il yang t inggi di simpul pelabuhan sungai yang dimaksud.
1.3.2 Tuj uan Pek er j aan
Menyusun dokumen pelaksanaan konst r uksi f isik pelabuhan sungai secara rapi dan
rinci. Penyusunan dilakukan dengan mengkaj i dokumen perencanaan sebelumnya
yang dilanj ut kan dengan t anggung j awab t erhadap hasil konst r uksi dan bant uan
t eknis konsult ansi pada saat konst r uksi maupun pasca konst r uksi.
B ab 1  Pendahuluan
LAPORAN FI NAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 1-3
1.4 I ndikat or Keluaran dan Keluaran
1.4.1 I ndi k at or Kel uar an
Penyusunan Dokumen Sur vey Fisik Ter inci Pelabuhan Sungai, meliput i :
 Review t ingkat kelayakan t eknis, kelayakan ekonomi, kelayakan f inansial dan
kelayakan operasional di simpul sungai yang t erpilih berdasarkan sur vey
maupun st udi sebelumnya
 Review dan memper kirakan pot ensi demand, kebut uhan pengembangan,
indikasi lokasi pengembangan, indikasi biaya fisik dan pola implement asi
pengembangan t ransport asi di simpul sungai yang t erpilih berdasarkan survey
maupun st udi sebelumnya
 Penent uan karakt er ist ik kapal/ sarana yang cocok unt uk dit erapkan pada
lint asan yang melayani simpul sungai yang t erpilih
 Mengevaluasi dan mereview rencana induk, DLKR/ DLKP dan indikasi lingkungan
di lokasi t erpilih berdasarkan survey maupun st udi sebelumnya
 ident if ikasi dan pemet aan t eknis t er inci t opogr afi darat an dan bat imet ri perairan
 penelit ian t erhadap per masalahan st r ukt ur dan kondisi t anah
 penelit ian t er hadap fakt or oseanograf i, cuaca dan iklim t er hadap konst r uksi
pelabuhan
 survey t er hadap kemudahan mobilisasi bahan, personil dan peralat an
Penyusunan Rancangan Dasar, meliput i :
 Mer ancang det ail konst r uksi pelabuhan dan prasarana pendukungnya
 Penyusunan pet a dan layout Pelabuhan sungai
 Pembuat an pet a ut ilit as dan fungsional fasilit as pokok pelabuhan sungai
 Pembuat an t ipikal dan konsep bangunan darat sert a bangunan air
Penyusunan Rancangan Det il, meliput i :
 Per hit ungan st r ukt ur t anah dan bangunan
 Pembuat an gambar det il konst r uksi pada bangunan yang memiliki kompleksit as
dan ket elit ian pembangunan yang t inggi sert a t idak lazim.
 Est imasi volume pekerj aan dan biaya
 Est imasi pent ahapan pembangunan
B ab 1  Pendahuluan
LAPORAN FI NAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 1-4
 Pembuat an dokumen t ender konst ruksi
1.4.2 Kel uar an
Keluaran yang diharapkan dalam st udi ini yait u :
1. Rancangan Rinci yang t erdiri dar i:
 Per encanaan Fasilit as Ut ama Pelabuhan
 Per encanaan Fasilit as Penunj ang Pelabuhan
 Per encanaan Mat erial Konst r uksi
 Per hit ungan Konst r uksi
 Per encanaan Met odologi Konst r uksi
 Manaj emen dan Pent ahapan Konst r uksi
2. Dokumen Lelang yang t erdiri dar i:
 Pembuat an Gambar Desain Konst r uksi
 Pembuat an Rencana Kerj a dan Syarat - syarat ( RKS)
 Pembuat an Bill of Quant it y
 Pembuat an Rencana Anggaran Biaya ( Engineer ing Est imat e)
3. Laporan Desain yang t erdir i dar i:
 Laporan Pendahuluan
 Laporan Final
 Draft Laporan Akhir
 Laporan Akhir
 Album Gambar
 Not a Desain
 Execut ive Summar y
1.5 Durasi Pelaksanaan Pekerjaan
Selur uh pekerj aan diselesaikan dalam wakt u 7 ( Tuj uh) bulan dar i dikeluarkannya
Surat Per int ah Mulai Kerj a ( SPMK) .
B ab 1  Pendahuluan
LAPORAN FI NAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 1-5
1.6 Sist emat ika Pembahasan
Sist emat ika pembahasan dar i Laporan Final pekerj aan Det ail Engineer ing Design
( DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh Provinsi Kalimant an Tengah ini
t erdir i dar i:
Bab 1 Pendahuluan
Menyaj ikan lat ar belakang, lingkup pekerj aan, t uj uan pekerj aan, lokasi
pekerj aan, durasi pelaksanaan pekerj aan, pelaporan dan diskusi dan
sist emat ika pembahasan
Bab 2 Gambaran Umum Lokasi Pekerj aan
Menyaj ikan gambaran kondisi f isik lokasi pekerj aan dit inj au dar i ber bagai
aspek.
Bab 3 Pengumpulan dan Pengolahan Dat a
Menyaj ikan met odologi yang akan digunakan oleh Konsult an dalam rangka
pekerj aan ini.
Bab 4 Analisis Hidr ologi dan Sungai
Pada bab ini akan menj elaskan berbagai aspek t eknis yang ber kait an
analisis hidrologi sert a pemodelan elevasi muka air .
Bab 5 Per encanaan Desain St r ukt ur
Pada bab ini menj elaskan beberapa kaidah kr it er ia desain dalam penerapan
penyusunan alt er nat if layout .
Bab 6 Rencana Anggaran Biaya
LAPORAN FI NAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 2-1
Ba b
2
G A M B A R A N U M U M W I L A YA H
DETAIL ENGINEERING DESIGN
PELABUHAN SUNGAI PENDANG DAN MUARA TEWEH
2.1 Gambaran Umum Kalimant an Tengah
Daer ah Kalimant an Tengah merupakan wilayah darat an, sebagian besar t erdir i
dari hut an lebat . Pr opinsi Wilayah Pr opinsi Kalimant an Tengah mencakup areal
seluas 153. 564 km2, dengan t at a guna lahan yang meliput i hut an seluas 115. 941
km2 at au 75, 5%, semak belukar 5. 068 km2 at au 3, 3%, padang r umput 2. 764
km2 at au 1, 8%, ladang 25. 031 km2 at au 16, 3%, sawah 2. 303 km2 at au 1, 5%,
perkebunan 461 km2 at au 0, 3%, lahan budidaya yang lain 1. 996 km2 at au 1, 3%
dari luas selur uh Kalimant an Tengah.
2.1.1 Kondi si Fi si k Wi l ay ah
Sej arah pembagian zona administ rasi di Kalimant an Tengah t erkait dengan masa
pendudukan Belanda di pulau Kalimant an. Pemer int ah Hindia Belanda pada t ahun
1938 membagi Kalimant an menj adi suat u Gober nemen Borneo dengan ibukot a di
Banj armasin. Kondisi ini bar u ber ubah pada bulan Sept ember 1945, ket ika t erj adi
pemekaran wilayah administ rasi pemer int ahan di Kalimant an dalam t iga
Kar esidenan, yait u :
1. Ker esidenan Kalimant an Selat an
2. Ker esidenan Kalimant an Timur
3. Ker esidenan Kalimant an Barat
Namun demikian, pembagian at as t iga wilayah administ rasi di Kalimant an
t ersebut memunculkan aspirasi baru di kalangan masyarakat Kalimant an Tengah
unt uk membent uk pr opinsi t ersendiri yang t erpisah dengan Kalimant an Selat an.
B ab 2  G ambaran U mumWilayah
LAPORAN FI NAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 2-2
$T
$T
$T
$T
$T $T
$T
$T
$T
$T $T
$T $T $T
$T
$T
$T
$T
$T
$T
$T
$T
$T $T
$T
$T
$T
$T $T
$T
$T
$T
$T
$T
$T
$T
$T
$T
$T
$T
$T
$T $T
$T
$T
$T
$T
$T
$T
$T
$T
$T
$T
$T
$T
$T $T
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S #S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S #S
#S
#S #S
#S
#S
#S
#S
#S
#S #S
#S
#S
#S #S #S
#S
#S
#S #S
#S #S
#S
#S #S
#S
#S
#S
#S
#S #S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S #S
#S
#S
#S
#S
#S #S
#S #S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S #S
#S #S
#S
#S
#S #S
#S #S
#S #S
#S
#S#S
#S
#S
#S
#S
#S #S
#S
#S
#S
#S
#S
#S #S
#S
#S
#S
#S
#S #S
#S
#S
#S
#S #S
#S
#S
#S #S
#S
#S
#S
#S
#S
#S #S #S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S #S
#S
#S
#S #S #S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S #S #S
#S
#S
#S #S
#S
#S #S
#S
#S
#S
#S
#S #S
#S
#S #S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S #S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S #S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S #S
#S #S
#S
#S #S
#S #S #S #S
#S
#S #S
#S
#S
#S #S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S #S #S #S #S #S
#S
#S
#S
#S
#S
#S #S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S #S
#S
#S
#S
#S
#S
#S #S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S #S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S #S
#S
#S
#S
#S #S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S #S #S #S
#S #S
#S
#S
#S #S#S
#S
#S #S #S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S #S
#S #S
#S
#S
#S
#S
#S
#S #S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S #S
#S #S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S #S #S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S #S
#S
#S
#S
#S
#S
#S #S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S #S
#S #S
#S #S
#S #S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S #S
#S
#S #S
#S
#S#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S #S
#S
#S #S #S
#S
#S
#S #S #S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S#S
#S
#S #S
#S
#S
#S #S #S #S #S #S #S #S #S
#S #S
#S #S
#S
#S
#S
#S #S
#S
#S
#S #S #S #S #S
#S
#S
#S #S
#S
#S #S
#S
#S #S
#S #S #S
#S
#S #S #S
#S
#S
#S
#S #S
#S
#S#S
#S #S #S
#S
#S
#S #S
#S
#S
#S #S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S #S
#S
#S
#S
#S #S
#S
#S#S#S#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S #S
#S
#S
#S
#S
#S
#S #S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S #S
#S
#S
#S
#S #S #S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S #S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S #S
#S
#S
#S #S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S#S#S #S#S
#S
#S
#S #S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S #S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S #S #S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S #S
#S
#S #S
#S
#S #S
#S
#S
#S #S
#S
#S
#S
#S
#S
#S #S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S #S
#S
#S #S
#S #S #S
#S
#S #S
#S
#S
#S
#S
#S #S
#S
#S
#S
#S
#S
#S #S #S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S #S
#S
#S
#S #S #S
#S
#S
#S #S
#S
#S
#S#S #S
#S
#S#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S #S #S
#S
#S
#S #S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S #S #S #S #S #S #S
#S
#S
#S #S
#S
#S
#S
#S
#S#S
#S
#S #S
#S
#S
#S
#S
#S#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S #S #S
#S #S #S
#S #S
#S
#S #S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S #S
#S
#S
#S
#S #S
#S #S #S #S
#S #S #S #S#S
#S #S
#S #S
#S #S #S
#S #S
#S
#S
#S #S
#S
#S
#S
#S #S #S
#S
#S
#S #S
#S #S
#S
#S
#S
#S #S
#S
#S
#S
#S
#S
#S #S
#S
#S
#S #S #S
#S #S
#S #S
#S #S #S #S
#S
#S
#S
#S #S
#S
#S
#S
#S #S #S
#S #S #S
#S
#S #S #S #S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S #S #S #S
#S #S
#S #S
#S #S
#S
#S
#S #S
#S
#S
#S #S
#S
#S
#S #S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S#S
#S #S
#S
#S
#S #S
#S #S
#S #S
#S
#S
#S
#S#S #S
#S
#S
#S
#S #S
#S
#S
#S #S
#S
#S
#S
#S
#S
#S #S
#S
#S
#S
#S
#S
#S #S
#S
#S #S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S #S
#S
#S #S
#S
#S #S
#S #S #S #S
#S #S
#S #S
#S
#S
#S
#S
#S #S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S #S
#S
#S
#S
#S #S
#S
#S #S #S #S
#S
#S #S
#S
#S
#S
#S
#S #S
#S #S #S #S #S
#S
#S#S #S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S #S
#S
#S
#S #S
#S
#S #S #S #S
#S
#S
#S #S
#S
#S #S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S #S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S #S
#S
#S
#S
#S
#S
#S #S
#S#S
#S
#S
#S
#S #S
#S
#S
#S #S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S #S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S #S
#S
#S
#S #S
#S #S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S #S
#S #S #S
#S
#S #S #S #S #S #S #S #S
#S#S #S #S
#S #S
#S
#S
#S #S #S #S #S
#S
#S
#S
#S #S
#S
#S
#S
#S
#S #S #S
#S
#S #S #S
#S
#S
#S #S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S #S
#S#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S
#S #S
#S #S #S
#S
#S #S
#S
#S
#S #S #S
#S
#S
#S
#S #S
#S
#S
#S #S
#S
#S #S #S
#S
#S #S
#S
#S #S #S #S
#S #S
#S #S
#S
#S
#S
#S #S #S
#S
#Y
#Y
']
#Y
#Y
#Y
']
#Y
#Y
#Y
#Y
#Y
#Y
']
#Y
#Y
#Y
#Y
#Y
#Y
#Y
#Y
#Y
#Y
']
#Y
#Y
#Y
#Y
']
#Y
#Y
#Y
#Y
#Y
#Y
#Y
#Y
#Y
#Y
#Y
']
#Y
#Y
#Y
#Y
']
#Y
#Y
#Y
#Y
#Y
#Y
#Y
']
#Y
#Y
#Y
#Y
#Y
#Y
']
#Y
#Y
#Y
#Y ']
#Y ']
#Y
#Y
#Y
%[
#Y
#Y
#Y
']
']
#Y
#Y
#Y
#Y
#Y
#Y
#Y
Kumai
Pangkut
SUKAMARA
Samuda
BapinangHulu
Bagendang
SAMPIT
Baamang
Kotabesi
CempakaMulia
Parenggean
KualaKuayan
TumbangKalang
KUALAPEMBUANG
TelagaPulang
Pembuang Hulu
RantauPulut
TumbangManjul
TumbangSenaman
TumbangHiran
TumbangKaman
TumbangSamba
Buntut Bali
Pendahara
KASONGAN
PetakBahendang
Baun Bango
Pegatan
Mendawai KUALAKAPUAS
LupakDalam
Aj Serapat Brt
Basarang
SeiTatas
Palingkau
Mandomai
Mantangai
Timpah
Pujon
SeiHanyo
Pangkoh
PULANG PISAU
Bahaur Hilir
Bukit Rawi
Bawan
Maliku
KUALAKURUN
Tewah
TumbangJutuh
TumbangTalaken
TumbangMiri
Jenamas
Mengkatip
Bangkuang
BUNTOK
Pendang
TabakKanilan
Ampah
Bambulung
Hayaping
Bentot
TAMIANG LAYANG
TumpungLaung
Kandui
Lampeong
Benangin MUARA TEWEH
MuaraLaung
PURUK CAHU
TumbangLaung
Saripoi
TumbangKunyi
PALANGKA RAYA
Tangkiling
Sepang Simin
Barimba
PANGKLAN BUN
NANGA BULIK
BalaiRiam
Kotawaringin
Kudangan
TapinBini
KualaJelai
Lahei
PasarPanas
KOTAWARINGI N
BARAT
BARITOTI MUR
SUKAMARA
BARITOSELATAN
PALANGKARAYA
LAMANDAU
KATINGAN
GUNUNGMAS
KOTAWARINGI N
TIMUR
BARITOUTARA
SERUYAN
KAPUAS
PULANGPISAU
MURUNGRAYA
P
R
O
V
I
N
S
I
K
A
L
I
M
A
N
T
A
N B A R A
T
P
R
O
V
I
N
S
I
K
A
L
I
M
A
N
T
A
N
S
E
L
A
T
A
N
P
R
O
V
I
N
S
I
K
A
L
I
M
A
N
T
A
N
T
I
M
U
R
LAUTJAWA
MukaH aji Kayumban
Pamai t Sababilah
TelangA ndrau Lembeng Mabuan Mur ungPaken
Hil ir Sper
Baru TelukTal aga
Bint angKur ung Pinang Tunggal
Nagaleah Barar awa
Lebo
IpuMea RungguRaya
SimpangBi ngkuang
Netampin
Ampah Dua Putai
Batuah
Ramani a
Tangkan Wungkur Nanakan Janah Jari
Maganti s
Balawa
Maipe Tampulangi t
TelangB aru
Mahajandau
Barunang
Karukus
UPT Trans HTI Kar ukus
TumbangD ir ing
Sei Ringi n
Sumur Mas
Tangki D ahuyan
Jal emu Masulan
Luw ukAndan
Tuyun
SepangKot a
Tewai Baru
Tampelas
Pemat angLimau
Tangkahen
ManenK aleka
Lahei Mangkutup
Mantar enI
Mantar enI I
Mint in
Gandang TahaiJaya
TahaiB aru
Mali kuBar u
Wonoagung
Purw odadi Kanami t Barat
Ta ambu nR a ya Basungkai
Ba sa ran g Jay a
Bungai Jaya
Panarung
Tarung Manuah
TambakB ajai
Taajepan
Mampai
Belawang
Palingkau Lama Palingkaau Bar u
Handiwung Narahan Anjir Palambang BungaMawar TelukP alinget
Sakalagun
Anjir Mambul auBar at
Anjir Serapat Tengah
Ha mp at un g Da hir an g
Se iP as ah Se lat Da la m Se lat Hu lu
Terusan Raya
Sei Lunuk Pu lau Mambu la u
PangkohSar i
Gadabung
Belant iS iam
Panti k Ka nta n Mu ar a
Talio Muar a
Talio Hul u
SebangauPer mai
Paduran Sebangau
Tura TumbangT ungku
Tarusan Danum
Talian Ker eng
Pari gi
Mekar Tani
TelukS ebul u
TewangKampung
Subur Indah
Jaya Makmur
BangunJaya Seti aMul ya
Kampung Baru
Kota Besi Hil ir
UPT. PadasSebut D. I
UPT. PadasSebut D. II
Tinduk
Batuah
Rawa Sari
Makart i Jaya
BagendangHul u BagendangTengah
Kuala Pembuang Satu
Kuala Pembuang Dua
Kaart ika Bhakti BangunHar ja (F -2)
Hali maungJaya (F- 3) Mekar Indah
Tanggul H arapan (D -1)
Baung
Sembul uh II
Pembuang Hulu II
Pembuang Hulu I
Sahabu UPT. SukamandangB .4 UPT. SukamandangB .3
UPT. SukamdangD T.2
UPT. SukamandangD T.1
UPT. SukamandangB .2
UPT. SukamandangB .1
UPT. SukamandangG .1
UPT. SukamandangG .2
UPT. SukamandangC .3
UPT. SukamandangC .2
UPT. SukamandangG .2
Damar Makmur ( J-I I) Mekar Sar i (J- I)
Wono Sari ( UPT .I I- L)
Bukit Makmur (I - L)
Mekar Jaya
Sari Har apan
War ingi nAgung
Bhakti Kar ya
Mulya Agung
GunungMakmur Bukit Indah
Kotam
Tamiang Ampar i Bora
Kambi tin
Pulau Padang
Bangkir ayen
Biwan Ampar i
Ampar Bat u
Baruyan
Unsum
Lenggang
Puri
Rodok
Patung
Kalamus Tampa
Wur an
Dayu
Lampeong
Tuyau KupangBer sih
Ketap
Muar aPal antau
UPT. Mal ungai
Bint angAr a Patas II
Patas I Muar aSi ngan
Sir e Baruang/ Ekeng Sari mbuah
Gaguntur PMST Bipak Kali
UgangSayu/ UPT Palur ejo
Batapah
TumbangR andang
Law angKamah
Lungku Layang
Law angKaj ang
Aruk
Petak Puti
Parar apak PendaAsam
Kalahien
Muar aRi pung
Dangka Tetei Lanan
Pamangka
Mangari s
Sanggu Madar a
DanauG anting
Buntok Kota
Jel apat DanauSadar
Muar aTalang
Montal at I
Siwau
Siwau
Sangkurang Pelar i Jaman Pint unPayangA ra
Majangkan Balit i Wal ur
Ketapang Raraw a
Malungai
Montal at II
Sikan
Pepas
Rubei Ruji
Pari ngLahung
Kamawen
Malaw aken Sabuh Li angN aga Hajak
Jambu Pendreh
LemoI I LemoI
Bint angNi nggi II Bint angNi nggi I Butong
Buntok Baru Kaburan Jangkang
Balai Banjang
Dandang
Bajuh
TbgTukun
Manis
Mar apit
Tapen
PendaMuntei
Kota Baru
KayuBul an Masaran
Tambaba
Baok
Berong Muar aMea
Li nonB esi I I Lenon Besi I
TanjungH arapan
Muar aWakat
Panaen
Gandri ng Benangin2
Benangin1
Li ju
Sampi rang - I Sampi rang - II
Karamuan BenaoHul u BenaoHi li r TelukMalewai
Jangkang Lama Nihan Hil ir Nihan Hulu Jangkang Baru
Luw eHul u
Luw eHi li r Muar aBakah
Mukut
Haragandang
Karendan
Muar aPar i Rahaden
Bengahon
Muar aI nu
Juj uBar u
Ipu
TumbangT onduk TumbangB ondang
Batu BuaI Batu BuaI I PendaSi rr on
Muar aMar uwe I Muar aMar uwe II Lakut an
Li angN yal ing
TumbangB auh
TumbangMasalo
Hingan Tokong
Dir ungSar ar ung
Muar aTupuh
Dir ungPi nang
Dir ungPundu
TawaH aui
Pelaci
Biha
Muala LaungI I
Beras Belange
Muar aTuhup
Makunjung Bumban Tuhup
Muar aBumban
Muar aSumpoi Beri wit
DanauUsung
Bahit om
Muar aJaan Muar aUnt u
Panu'ut
Mangkahui
Batu Puti h
Masalan Beri wit
UPT Sei Bakanon
Muar aBakanon
Purnama
TumbangS aan
TumbangB anti an
Batu Mi rau
Sungai Gula
Muar aBabuat Juki ngSopan
Barat u
Pantai Laga
TumbangA pat TumbangK olon
Olong Or u
Manti at Par i
Kolam
Olong Soroi
tukung Olonng Balo
Nonokaliw on
Cangkang Tabulang Dir ungBakung
Mangkali soi
Kalang Kaluh
Belawang
Sungai Lunuk
Laas Bar u
TumbangT uan
Olong Liko TelokJol o
TumbangN aan
TumbangT uhan
Muar aiJol oi I Muar aJoloi I I
Parahu
TumbangJoj ang
TumbangO long
Kalasin
Timbang Tujang
Takaj ung
TumbangMulut
TumbangT upus
Batu Makap
TumbangMasao
TumbangN usa
Pilang
Jabi ren
SakaKaj ang Simpur Henda
Garung
Gohong
Buntoi
PalangkauB aru
PalangkaLama
Dadahup
Muar aDadahup
Sei Dusun TelukH ir i
PendaKet api
SakaTamiang
Pantai
Anjir Kalampan
SakaMangkahai
Sai Kayu Batu Nindan
Batuah
PangkalanR ekan
Sei Baru Tewu
Kanami t
Badir ih
Garant ung
Batu Agung
Beri ngin Agung TanjungH arapan
BuanaMust ika
TumbangMangkup
Samba Katung Batu Badindi ng Samba Bakumpai Samba Danum
Telok
Rantau Asem Dehes
TumbangH angei
TumbangK alamei TumbangMar ak
Rantau Bahai
Rantau Puka
SepunduHant u
TumbangG ugup
Jemuat
Penyombaan
Karang Taba
Sungai Tuat
TanjungB eri ngin
Sumber Cahaya
Sungai Mentaw a
Palih Bar u Batu Kotam
Sungai Cabang
Sungai Rangit Jaya
Bumi Har jo
Ca nd i Ku ma iH ul u
Ku ma iH ili r
Baru Ra ja Ma nd aw ai Raja Seberang Mendawai Seber ang
Sidor ejo Madur ej o
Pasir Panj ang
Kumpai Bat uAt as
Kumpai Bat uBaw ah
Kotawar ingi nH ul u Kotawar ingi nH ili r
Kinji l
Sungai Raja Sungai Damar Sungai Tabuk
Pulau Nibung
Sungai Pasir
Sungai CabangDar at
Sungai Bundung Kuala Jel ai
Lehai
Dampar an
TelukTi mbau
Bati lap
Batampang
Kalanis
Sungai Jaya
Rantau Bahuang
Tampulang
Rantau Kujang
RanggaI lung
Didi Jaw etan
Hari ngen Dorong
Matabu
Jaar Harar a
Mur utuwu
TelangS iong
Jur uB anu
TelukS ampudau
Tampij ak
Muar aAr ai
Talio Mali ti n
Babai
Janggi
TelukB etung
Selat Bar u
Kandri s
PangkohHi lir
Pa ng ko hH ul u
Talio
Dandang
Mur ungKer amat
Pulau Kupang
Handel Jangki t
TambanLuar
Terusan Makmur Terusan Karya
Terusan Mulya
War naS ar i
Bandar Raya
TambanB aru Tengah
Bahaur Hulu
Bahaur Tengah
Papuyu II / B arunai
Kiapak Papuyu I / Pasanan Papuyi I II S eiP udak
Cemat an
DanauRaw ah
TumbangMur ui
Sai Ahas
Katunj ung
Kalumpang
Mantangai H ulu
Mantangai Tengah
Mantangi H ili r
Pulau Kaladan
Lamunti
Ramang
Sei Kapar Manusup
Petuk Kati mpun
TumbangR ungan
Kalampangan
Bereng Bengkel
Kereng Bangkir ai
Mar ang
TumbangT ahai
Bantur ung
Sei Gohong
Kanarakan
Petuk Bukit
Panjehang
Petuk Barunai
MungkuBar u
Parahangan
Parahangan
Tahawa
Bukit Bamba Balukun Pamar unan
BahuPal awa
Bukit Lit i
Petuk Liti Sigi
Tuwung
PendaBar ania
TanjungS angal ang
Pangi Pandawei TumbangT arusan
Guha
Pahawan
Tambak Ramang
Hanua
Hurung
Law angUr u
ManenP aduran
TanjungK ari tak
SepangSi mi n
TumbangE mpas
Kampur i
TumbangD anau
Dahian Tambuk
Tehang
Luw ukTukau
TumbangO roi
TumbangS amui
TumbangJal emu
TumbangS epan
Nbereng Belaw an
Belaawan Mul ya
Bereng Jun
Takar as
Luw ukKant or TumbangB unut
Li nau
TumbangK uayan TumbangMalahoi TumbangB arengei
Jangki t
TumbangLapan
Batu Puter
NataampangMujai TumbangR ahuyan
Sei Antai
Talangkah
Luw ukLengkuas
TumbangK ajuei
Hujung Pata
Rabambang
PendaPi lang
TumbangManyangan TumbangT ambir ah
TumbangA njir
Petak Bahandang TanjungR iu TelukN yat u
TumbangLampahung TewangPaj angan
TumbangMiw an
TumbangT ari ak Hurung Bunut
TumbangH akau
Pilang Munduk
Sarer angan
TumbangP ajangei
Kasintu UpunBat u Batu Nyiwuh
TumbangH abaon
TanjungU ntung Sei Riang
Law angTamang Karet aauMantaa
TumbangB okoi
TumbangManyarung TumbangT ihis
Sei Pinang
Masaha
Baronang II Hurung Tampang
Katanj ung TumbangP uruh
TbgSi rat /Bul ai Nga
Tangir ang
Hurung Tabengan
Supang
Karet auRambangun
Karet auSar ian
Karet auSar ian
TumbangMahuroi
Law angKanj i
TumbangMar aya
TumbangP usu
TumbangMar ikoi
TumbangH amput ung
Batu TangkuiDandang TumbangP asangon
TumbangP onyoi
TumbangK uri k
TumbangT ajungan PendaRangas
TumbangS ian
TumbangLapan TumbangS ir uk
TumbangN apoi
Buntui /Kor oi
TumbangManyoi
TumbangMasukih
Harow u
RanganHi ran
Sungai Puri ng
TumbangN gahan
KulukT elawang
TumbangR amei TumbangH ejan Buntut Nusa
TumbangG agu
TumbangP uan Rantau Suang Rantau Sawang
TumbangK alang
Sungai Hanya
TumbangS epayang
TumbangB oloi
TumbangB ajanei
Luw ukKuw an
Rantau Tampang
Rantau Katang
TumbangS angaai
Tukung Langit
TumbangS aluang
TumbangS aluang
Lunuk Bagantung
TumbangT urung TumbangB atu
TumbangK ania
TumbangP ayang
Tewei Har a TembangG etas
TumbangS apia
TumbangP enyahuan
TanahHal uan
TumbangK ami nt ing
TumbangT ilap
TanjungJar iangau
Bawan
TumbangS apir i TanjungB atur
KawanB atu Pemant ang
Tangka Robah Santi lik
Sati ong Pahir angan
PendaDur ian
Baampah
Tangar
TanjungJor ong
Luw ukSampun
Mer ah
TumbangMujam
Sebungsu
Berunang Mi ri
Beri ngin Tunggal Jaya
Bandar Agung
Sumber Makmur
Karang Sari Karang Tunggal
Kabuau
Tehang
Kota Besi Hulu Kandan
Camba
Pamal ian
Simpur
Hanjal ipan
Palangan
TanahPut ih Sebabi
Pantai Har apan
Kerui ng
Pari t
RubungBuyung
Patai
Lubuk Ranggan
Jemaras
Cempaka Muli aTi mur
Cempaka Muli aBar at Sungai Pari ng
Luw ukBunt er
Terant ang
Baamang Hulu Baamang Tengah
Baamang Hil ir
Kampung Baru
Kampung Keramat
Pegatan Hulu
Pegatan Hil ir
Kampung Melayu
AsemKumbang
TumbangR unen
Jahanj ang
Karui ng
Parupuk
Tampelas
Telaga
Gali nggang
Luw ukKi ri
Luw ukKanan
TewangTampang
TumbangP anggo
Handiwung
Hiang Bana
Talingke
Telangkah Banut Kalanaman
Kasongan Bar u
TumbangLi ti ng
TewangKadamba
TewangManyangen TewangR angkang TumbangT erusan
Bangkuang
TewangR angas Hapalam
TewangBer ingi n
TewangKar angan
Dahian Tunggal TumbangLaw ang
TumbangB anjang Manduing Lama Manduing Taheta KulukB ali
TewangPapar i
Buntut Bal i
Geragu
TumbangT anjung
NapuSahur
Petak Puti
TewangPanj ang TumbangLahang
TumbangH abangei
NusaKut au Batu Badak
TumbangJal a
TumbangT angoi
Batu Tukan
TumbangB araoi
TumbangA tei
TumbangP angka
TumbangMangara
TumbangK awei
TumbangT aranei
TumbangK anei
KulukH abuhus
Kamant o
TumbangManggo
TumbangT abul us
Batu Panahan
TumbangT undu
RanganTangko TumbangLambi RanganBur ih
Sebaung
TumbangT aei
TumbangD akei
RanganSur ei
KulukLel eng
Buntut Leleng
TumbangP akuTumbangMandurei
TumbangK abayan
TelokTampang
TumbangS alaman
TumbangK uai
DehesAsem KulukS apangi
RanganKaw it
KihamBat ang
TumbangG aei
TumbangK aburai
TanjungB atik
TumbangK arue
TumbangK ajamei
RanganBahekang
RanganRondan
Rantau Pandan
TumbangD ahue
TumbangK ataei
TumbangMahop
TumbangS abetung
TumbangManangei
TumbangJi ga
TumbangMangketai TumbangLabani ng
TumbangK ubang
TumbangLaku
Buntut Sapau
TanjungP aku
TumbangT aber au
RiamBat ang
TumbangS epan
TumbangS etawai
TumbangK atai
TumbangD arap
TumbangB ahan
Tusuk Belaw an MongohJuoi
Rantau Panjang
TumbangS uei
TumbangS alau
RangkangMunduk TanjungTukal TumbangLangkai
TumbangH entas
TumbangS etol i
TumbangMagin
TelukB ayur
Gantung Pengayuh Deraw a
Batu Manangis Duri anKai t
Sandul
Sebabi
Ketapang
Mentaw aBar uH ulu Mentaya Seberang
Pelangsian
TanjungR angasII
TanjungP ari ng
TanjungH ara
AsamBaru
Derangga
Bahaur
Parang Batang
TaanjungH anau
Terawan
Bangkal
Sembul uh I BenuaUsang
Paren
Ulak Batu
Palingkau
Cempaka Baru
TelagaP ulang
BagendangHi li r
BagendangTengah
Natai Bar u PondokDamar
BapinangH il ir
BapinangH il ir Laut
Sati ruk
Samuda Besar
Samuda Kota
Basir ihH il ir
Jaya Ketapa Basir ihH ulu Jaya Karet
Samuda Kecil
Saramban
Perebok Basawang
Lampuyang
Ujung Pandaran
Jahi tan
Muar aDua
TanjungR angas
Pemat angPanj ang Pemat angLimau Sungai Bakau
Sungai Perl u
Sekombulan
Kubung Lopus
Nyalang Landau Kant u
RiamTi nggi Sepoyu
RiamPenahan
Kina
Karang Mas
Mengkalang
Li ku
Benakitan
Gini h
Kanipan
Batu Tambun
Panopa
Petar ikan Bint angMengal ih
NangaMatu
Kahingai
Benuatan
Karang Besi
Balibi Bayat
TanggaBat u
Sungai Buluh
Cuhai
Kawa
Suja
TapinB iniSekoban
Bakonsu
NangaBel anti kan
Lubuk Hi ju
NangaKemujan
Batu Tunggal Mer ambang
Toka
Pedongatan Batu Ampar
NangaKor ing Nuangan
Melat a Sungkup
NangaPel ikodan
ModangMas
Nanuah Topalan
Bunut Bukit Har um
Bukit Raya
Bukit Makmur
Bina Bhakti
Purw orejo NangaMua
Purbasar i
Sumber Agung
PangkalanB anteng Laada Mandal aJaya
PanduSanj aya PangkalanTi ga
Sido Mulyo
KebonAgung
Arga Mul ya
Mar gomulyo
Karangmulya Ami nJaya
Sungai Bedaun
Ku ma iH ili r
Sebuai
Keraya
TelukB ogam
Sungai Bakau
Kubu
Sungai Sekonyer
TelukP ulai
MedangS ari
Umpang
Runtu Sulung Kenambui
Rangda
TanjungP utr i
Kondang
Rungun
Kotawar ingi nH ul u Dawak RiamDur ian
Sakabulin
Tempayung
Babuai Baboti
Semant un
LamanB aruKebnawan
Ajang
Lupu Per uca
Air Dua
Ji hing
Petar ikan
PangkalanMuntai
Sukaraj a
Kart aMulia Pudu
Natai Sedaw ak
1728
1407
1730
153
784
715
440
883
860
840
303
1376
1652
1689
1229 1121
910
1688
1744
1580 1512
1294
1235
1002
865
1305
627
343
614
880
781
681
900
961
1200
712
1099
550
830
760
740
1099
1171
1113
1552 1259
1703 1151
1400
1613
2278
1266 1118
750
636
721
527
Bkt. Sapaathawung
G. Cintabirahi
G. UluGedangtahu
Bkt. Lesung
Bkt. Baat uayau
Bkt. Batuboso
G. Liangpahang
Bkt. Batikap
Bkt. Arai
Bkt. Keminting
Bkt. Kahukung
G. Kengkabang
Bkt. Ancah
Bkt. Dalung
Bkt. Gimang
Bkt. Buluhserambai
G. Samiajang
Bkt. Remang
Bkt. Sabayan Bungsu
Bkt. Raya I
Bkt. Baringkumbang
Bkt. Belah Hulu
Bkt. Durian
Bkt. I juk
Bkt. Lumut
Bkt. Nyat ung
Bkt. Asing
Bkt. Raya
Bkt. Kepenyahu Bkt. Suha
Bkt. LubangHarimau Bkt. Riah Janda
Bkt. Ketapang
Kumai
Pangkut
SUKAMARA
Samuda
Bapinang Hulu
Bagendang
SAMPIT
Baamang
Kotabesi
CempakaMulia
Parenggean
KualaKuayan
TumbangKalang
KUALAPEMBUANG
TelagaPulang
Pembuang Hulu
Rantau Pulut
TumbangManjul
TumbangSenaman
TumbangHiran
TumbangKaman
TumbangSamba
Buntut Bali
Pendahara
KASONGAN
Petak Bahendang
Baun Bango
Pegatan
Mendawai KUALAKAPUAS
LupakDalam
Aj Serapat Brt
Basarang
Sei Tatas
Palingkau
Mandomai
Mantangai
Timpah
Pujon
Sei Hanyo
Pangkoh
PULANG PISAU
Bahaur Hilir
Bukit Rawi
Bawan
Maliku
KUALAKURUN
Tewah
TumbangJutuh
TumbangTalaken
TumbangMiri
Jenamas
Mengkatip
Bangkuang
BUNTOK
Pendang
TabakKanilan
Ampah
Bambulung
Hayaping
Bentot
TAMIANG LAYANG
Tumpung Laung
Kandui
Lampeong
Benangin MUARATEWEH
MuaraLaung
PURUK CAHU
TumbangLaung
Saripoi
TumbangKunyi
PALANGKARAYA
Tangkiling
Sepang Simin
Barimba
PANGKLANBUN
NANGABULIK
Balai Riam
Kotawaringin
Kudangan
Tapin Bini
KualaJelai
Lahei
Pasar Panas
Klas Lereng :
< 2
2- 8
9- 15
16- 25
26- 40
41- 60
> 60
PROVINSIKALIMANTANTENGAH
N
Proses pembent ukan pr opinsi bar u t ersebut t idak berj alan mudah. Pembent ukan
propinsi Kalimant an Tengah akhirnya t erwuj ud dengan dit erbit kannya Lembar
Negara nomor 1284 pada t anggal 23 Mei 1957 yang menj adi acuan kelahiran
propinsi bar u ini. Pr opinsi Kalimant an Tengah dimaklumat kan meliput i Kabupat en
Bar it o, Kabupat en Kapuas dan Kabupat en Kot awar ingin.
Tabel 2. 1 Luas Wilayah Fisiograf is di Pr ov. Kalt eng
Wi l ay ah Lu as ( Km
2
)
Per sen t ase
( % )
Darat an r endah pesisir 36. 870 26, 28
Undak- undak pedalaman 37. 310 26, 59
Dat aran dan perbukiit an
pedalaman
57. 124 40, 71
Pegunungan Schwaner 9. 000 6, 41
Sumber : Bappeda Provinsi Kalt eng
Gambar 2. 1 Pet a Kelerengan Wilayah Kalimant an Tengah
B ab 2  G ambaran U mumWilayah
LAPORAN FI NAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 2-3
Sebagian besar wilayah Prov. Kalt eng mer upakan dat aran rendah, ket inggiannya
berkisar ant ara 0 s. d. 150 m DPL. Sebagian di wilayah Ut ara merupakan daerah
perbukit an yang membent ang pada pegunungan Muller - Schwanner dengan
puncak t ert ingginya bernama BUKI T RAYA mencapai + 2. 278 m DPL t ingkat
kemir ingan ant ara 0% - 8%.
Tabel 2. 2 Penyebaran dan Luas Wilayah Darat an Prov. Kalt eng
Kel as Ket i n ggi an ( DPL) Lu as ( Ha) Per sen t ase ( % )
0 – 7
7 – 25
25 – 100
100 – 500
> 500
2. 105. 510
2. 269. 717
6. 398. 923
3. 327. 459
1. 278. 391
13, 69
14, 76
41, 66
21, 63
8, 31
Sumber : Bappeda Pr ovinsi Kalt eng
Wilayah darat an dan perbukit an berada pada bagian t engah, sedangkan wilayah darat an
berada di bagian ut ara dan barat daya dengan ket inggian 50 – 100 dpl dan t ingkat
kemiringan rat a-rat a sebesar 25%.
Tabel 2. 3 Luas Kelas Keler engan Wilayah Darat an Pr ov. Kalt eng
Kel as Ler en g ( m) Lu as ( Ha)
Per sen t ase
( % )
0 – 2 4. 955. 715 32. 22
2 – 15 4. 449. 227 28. 93
15 – 40 4. 413. 385 28. 73
> 40 1. 556. 672 10. 12
Sumber : Bappeda Pr ovinsi Kalt eng
Sement ara it u unt uk pemanfaat an lahan di Kalimant an Tengah umumnya
didominasi oleh Hut an Produksi Tet ap dan Hut an Pr oduksi Terbat as yang masing-
masing seluas 4. 593. 000 Ha dan 4. 448. 000 Ha. Pemanfaat an lahan ( landuse) di
Kalimant an Tengah dapat dilihat pada Tabel 2. 4 ber ikut :
B ab 2  G ambaran U mumWilayah
LAPORAN FI NAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 2-4
Tabel 2. 4 Penggunaan Lahan di Kalimant an Tengah Tahun 2007
No. Pen ggun aan Lah an Lu as ( Ha)
Kawasan Non Hut an
1 Pekarangan/ lahan unt uk bangunan 194. 246
2 Tegal/ kebun ladang/ huma 399. 148
3 Padang r umput 128. 720
4 Tambak 3. 682
5 Kolam/ t ebat / empang 3. 560
6 Lahan sement ara t idak digunakan 1. 518. 680
7 Lahan t anaman kayu- kayuan 327. 231
8 Per kebunan 975. 934
9 Sawah/ sawah t adah huj an 174. 454
Kawasan Hut an :
10 Kawasan Lindung ( HL) 1. 014. 000
11 Hut an Suaka Alam/ wisat a ( PPA) 681. 000
12 Hut an Pr oduksi Terbat as ( HP) 4. 448. 000
13 Hut an Pr oduksi Tet ap ( HPT) 4. 593. 000
14 Hut an Pr od. Yang dpt dikonversi
( HPK)
894. 745
Ju ml ah 15. 356. 400
Sumber : Kalimant an Tengah Dalam Angka Tahun 2007
2.1.2 Let ak Geogr af i s
Prov. Kalt eng dengan ibukot a Palangka Raya berada di 0° 45’ LU; 3° 30’ LS dan
111° - 116°BT dengan luas wilayah 153. 564 km2 . Jumlah penduduk
berdasarkan dat a t ahun 2005 sebanyak 1. 935. 699 j iwa at au 553. 057 KK dengan
t ingkat kepadat an 12 j iwa/ km2.
Bat as wilayah administ r asi Kalt eng sebagai ber ikut :
 Sebelah Ut ara berbat asan dengan Provinsi Kalimant an Timur ( Kalt im) dan
Kalimant an Barat ( Kalbar )
 Sebelah Timur berbat asan dengan Pr ovinsi Kalt im dan Kalbar
 Sebelah Selat an berbat asan dengan Laut Jawa,
 Sebelah Barat berbat asan dengan Pr ovinsi Kalbar.
B ab 2  G ambaran U mumWilayah
LAPORAN FI NAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 2-5
Gambar 2. 2 Pet a Wilayah Administ rasi Provinsi Kalt eng.
Berdasar kan UU Nomor 5 Tahun 2002 t ent ang Pembent ukan Kabupat en Kat ingan,
Kabupat en Seruyan, Kabupat en Sukamara, Kabupat en Lamandau, Kabupat en
Gunung Mas, Kabupat en Pulang Pisau, Kabupat en Murung Raya, dan Kabupat en
Bar it o Timur di Pr ov. Kalt eng, wilayah administ rasi Pr ov. Kalt eng t erbagi menj adi
13 Kabupat en dan 1 Kot a, 105 kecamat an dan 1. 356 Desa.
B ab 2  G ambaran U mumWilayah
LAPORAN FI NAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 2-6
Tabel 2. 5 Luas Wilayah Kalimant an Tengah menurut Kabupat en/ Kot a
Kabu pat en / Kot a Lu as
( k m2)
Gambar 2. 3 Graf ik Perbandingan Luas
Wilayah Kabupat en/ Kot a
Kot a Palangka Raya 2. 400
Kab. Pulang Pisau 8. 997
Kab. Kapuas 14. 999
Kab. Bar it o Timur 3. 834
Kab. Bar it o Selat an 8. 830
Kab. Bar it o Ut ara 8. 300
Kab. Mur ung Raya 23. 700
Kab. Kat ingan 17. 800
Kab. Kot awar ingin
Timur
16. 496
Kab. Seruyan 16. 404
Kab. Kot awar ingin
Barat
10. 759
Kab. Lamandau 6. 414
Kab. Sukamara 3. 827
Kab. Gunung Mas 10. 804
Ju ml ah 153. 56 4
Sumber: Kalimant an Tengah Dalam Angka 2006/ 2007
Geograf is Kalimant an Tengah memperlihat kan bahwa kot a- kot a di bagian ut ara
yang berbat asan dengan kawasan pegunungan Schwar ner - Muller hingga ke bukit -
bukit di bagian barat Kalimant an Tengah pada umumnya mer upakan kot a- kot a
yang memilki t ingkat kemaj uan yang r endah. Hal ini t erj adi akibat minimnya
prasarana t ransport asi dan kegiat an ekonomi non ekst rakt if yang t erj adi di
kawasan ini. Meskipun aliran sungai di Kalimant an Tengah berasal dari daerah ini,
namun j angkauan kapal - kapal pedalaman pada umumnya mengalami hambat an di
kawasan sekit ar hulu sungai, t erut ama t erkait dengan minimnya kedalaman air,
j eram, pusaran air, dan bat u- bat u besar di alur sungai.
Kondisi di bagian t engah dan selat an Kalimant an Tengah pada umumnya
mer upakan t anah gambut yang memiliki kondisi drainase kurang baik, Kondisi ini
mengakibat kan pada musim penghuj an selalu t erj adi banj ir di kot a- kot a di
Kalimant an Tengah. Hingga saat ini belum ada suat u kebij akan makro yang mampu
menangani banj ir t ahunan di Kalimant an Tengah.
Upaya pembangunan t ransport asi j alan raya di kawasan Kalimant an Tengah
memer lukan biaya yang cukup besar dan wakt u pembangunan yang cukup lama
B ab 2  G ambaran U mumWilayah
LAPORAN FI NAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 2-7
mengingat kondisi t anah yang kurang baik, bent ang wilayah yang sangat luas dan
cukup banyak j ar ingan sungai yang cukup lebar sehingga diper lukan bent ang
j embat an yang sangat besar. Dengan kondisi ket erbat asan dana pembangunan
j alan maka pr ior it as ut ama pembangunan j alan di Kalimant an Tengah adalah
membuat t erlebih dahulu lint asan j alan raya baik berupa j alan aspal maupun j alan
kerikil at au t anah. Kegiat an penyeberangan sungai di dermaga sungai menj adi
solusi dar urat unt uk mengat asi ket iadaan fasilit as j embat an di sungai - sungai yang
dilalui oleh j ar ingan j alan t ersebut .
Per kembangan t ranspor t asi j alan raya yang cukup lambat ini memungkinkan moda
t ransport asi sungai menj adi moda ut ama unt uk menghubungkan kot a- kot a yang
berada di hint er land sungai. Pembangunan prasarana t ransport asi sungai t idak
membut uhkan biaya yang sangat mahal dan didukung oleh ket er sediaan alur
alamiah sungai sert a kemampuan budaya masyarakat yang pada umumnya
berakt ifit as di t epi sungai.
2.1.3 Luas Wi l ay ah, Bat as, Dan Juml ah Daer ah Admi ni st r asi
Luas wilayah Kalimant an Tengah kurang lebih sebesar 153. 564 km2 dengan 13
kabupat en dan 1 kot a yai t u Kabupat en Bar it o Selat an, Kabupat en Bar it o Timur,
Kabupat en Bar it o Ut ara, Kabupat en Gunung Mas, Kabupat en Kapuas, Kabupat en
Kat ingan, Kabupat en Kot awar ingin Barat , Kabupat en Kot awar ingin Timur,
Kabupat en Lamandau, Kabupat en Mur ung Raya, Kabupat en Pulang Pisau,
Kabupat en Sukamara, Kabupat en Ser uyan, dan Kot a Palangkaraya yang
mer upakan ibu kot a dari Pr opinsi Kalimant an Tengah. Selain it u, Kalimant an
Tengah memiliki 107 kecamat an dan 1351 kelurahan/ desa.
Kabupat en Mur ung Raya mer upakan kabupat en yang memiliki luas wilayah
t erbesar yait u 23. 700 km2 yang diikut i dengan Kabupat en Kat ingan, Kot awar ingin
Timur, dan Ser uyan sebesar 17. 800 km2, 16. 496 km2, dan 16. 404 km2. Kot a
Palangkaraya memiliki luas wilayah t er kecil dengan luas wilayah sebesar 2. 400
km2. Selain Kot a Palangkaraya, beberapa Kabupat en yang memiliki luas wilayah
yang cukup kecil adalah Kabupat en Sukamara dan Bar it o Timur dengan luas
wilayah masing- masing sebesar 3. 827 km2 dan 3. 834 km2. Bat as- bat as wilayah
Kalimant an Tengah adalah sebagai ber ikut :
B ab 2  G ambaran U mumWilayah
LAPORAN FI NAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 2-8
 Sebelah Timur : Pr opinsi Kalimant an Timur dan Propinsi Kalimant an Selat an
 Sebelah Barat : Pr opinsi Kalimant an Barat
 Sebelah Ut ara : Pr opinsi Kalimant an Barat dan Propinsi Kalimant an Timur
 Sebelah Selat an : Laut Jawa
Tabel 2. 6 Luas Wilayah Kalimant an Tengah Menurut Kabupat en/ Kot a dan
Prosent ase Ter hadap Luas Propinsi
No Kabupat en/ Kot a
Luas
( Km
2
)
Per sent ase
Ter hadap Luas
Pr opi nsi ( % )
1 Kot awaringin Barat 10.759 7.01
2 Kot awaringin Timur 16.496 10.74
3 Kapuas 14.999 9.77
4 Barit o Selat an 8.830 5.75
5 Barit o Ut ara 8.300 5.40
6 Sukamara 3.827 2.49
7 Lamandau 6.414 4.18
8 Seruyan 16.404 10.68
9 Kat ingan 17.800 11.59
10 Pulang Pisau 8.997 5.86
11 Gunung Mas 10.804 7.04
12 Barit o Timur 3.834 2.50
13 Murung Raya 23.700 15.43
14 Palangkaraya 2.400 1.56
Kal i mant an Tengah 153.564,00 100
Sumber: Kalimant an Tengah Dalam Angka 2006/ 2007
Tabel 2. 7 Pembagian Daerah Administ rasi Kalimant an Tegah
No Kabupat en/ Kot a I bukot a Kecamat an
1 Kot awaringin Barat Pangkalan Bun 6
2 Kot awaringin Timur Sampit 13
3 Kapuas Kuala Kapuas 12
4 Barit o Selat an Bunt ok 6
5 Barit o Ut ara Muara Teweh 6
6 Sukamara Sukamara 3
7 Lamandau Nanga Bulik 3
8 Seruyan Kuala Pembuang 5
9 Kat ingan Kasongan 11
10 Pulang Pisau Pulang Pisau 8
11 Gunung Mas Kuala Kurun 11
12 Barit o Timur Tamiang Layang 6
13 Murung Raya Puruk Cahu 5
14 Palangkaraya Palangka Raya 5
Kal i mant an Tengah 107
Sumber: Kalimant an Tengah Dalam Angka 2006/ 2007
B ab 2  G ambaran U mumWilayah
LAPORAN FI NAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 2-9
2.1.4 Topogr af i Dan Fi si ogr af i
Keadaan t opograf i Kalimant an Tengah dapat dibagi at as bagian- bagian yang
membent ang dar i barat ke Timur sert a mer nbuj ur dar i Ut ara ke Selat an sebagai
ber ikut :
 Bagian sebelah Selat an, daer ah pant ai dan rawa- rawa mempunyai ket inggian
ant ara 0 - 50 met er dar i permukaan laut yang mempunyai elevasi 0 - 8% sert a
dipengaruhi oleh pasang sur ut dan mer upakan daerah yang mempunyai pot ensi
banj ir cukup besar .
 Bagian Tengah, mer upakan dat aran ( Plat eu) dan perbukit an dengan kemir ingan
8 - 15% dengan ket inggian ant ara 50 - 1. 00 met er dari permukaan laut .
 Bagian Ut ara dan Barat Daya merupakan per bukit an dan bergunung- gunung
dengan kemir ingan di at as 15 - 25% dan di at as 25 % .
Sebagian besar wilayah propinsi Kalimant an Tengah mer upakan dat aran r endah
dengan ket inggian berkisar ant ara 0. 00 – 150. 00 met er dar i permukaan air laut ,
kecuali sebagian kecil di wilayah ut ara merupakan daerah perbukit an dimana
t erbent ang pegunungan Muller - Schwanner dengan puncak t ert ingginya Bukit Raya
mencapai 2278 m dar i permukaan laut .
Propinsi Kalimant an Tengah t erdir i at as 6 ( enam) wilayah f isiograf i, yait u :
1. Dat aran r endah pesisir
2. Unduk- unduk di perbukit an di pedalaman
3. Dat aran dan perbukit an di pedalaman
4. Pegunungan Schwaner
5. Pegunungan Muller
6. Pegunungan Merat us
Propinsi Kalimant an Tengah yang dikelilingi oleh Pegunungan Schwaner
Pegunungan Muller dan Pegunungan Merat us, akan sangat berpengar uh t er hadap
t at anan sumber daya air areal ant ar pegunungan di bawahnya. Ar eal ant ara
pegunungan t ersebut di at as dialir i oleh sungai yang hulunya berasal dar i ket iga
rangkaian pegunungan di at as.
Sebagian kabupat en, sepert i Kabupat en Kot awar ingin Barat , Kabupat en
Kot awar ingin Timur dan Kabupat en Kapuas, yang berkarakt er pant ai berawa dan
darat an berbukit . Sement ara it u, Kot a Palangkaraya dan Kabupat en Barit o Selat an
B ab 2  G ambaran U mumWilayah
LAPORAN FI NAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 2-10
mer upakan darat an berawa dan bebukit , sedangkan Kabupat en Bar it o Ut ara
berbent uk darat an berbukit dan bergunung- gunung.
2.1.5 I k l i m
I klim di Kalimant an Tengah t er masuk iklim t r opis yang lembab dan panas dengan
suhu udara rat a- rat a 29°C yang menur ut klasif ikasi Koppen t ermasuk Afa. Suhu
maksimum rat a- rat a 33°C dan suhu absolut at au maksimum set empat adalah 36
°C. Dit inj au dar i let aknya t er hadap garis kat ulist iwa maka perbedaan suhu daerah
relat if kecil hanya dibedakan oleh perbedaan ket inggian ( alt it ude) . Daerah Ut ara
mempunyai alt it ude yang lebih t inggi sehi ngga mempunyai suhu yang lebih rendah.
Sedangkan daerah selat an yang beralt it ude r endah mempunyai suhu yang lebih
t inggi. Amplit udo suhu rat a- rat a siang dan malam har i cukup t inggi. Suhu r elat if
pada siang har i berkisar ant ara 26- 30°C dan pada malam har i ant ara 15 - 26 °C.
Kelembaban udara rat a- r at a berkisar ant ara 81% sampai dengan 88%. Dalam
hubungannya dengan sumber air yang cukup di Kalimant an Tengah, int ensit as
t ersebut menyebabkan t ingginya int ensit as penguapan sehingga selalu t erdapat
awan dan dar a yang penuh sert a selanj ut nya mengakibat kan ser ingnya t ur un
huj an. Curah huj an rat a- rat a perbulan adalah ber kisar ant ara 93, 3 mm sampai
dengan 29, 7 mm. Berdasarkan klasif ikasi curah huj an menur ut Schmit dan
Ferguson, sebagian besar Wilayah Kalimant an Tengah t ermasuk Tipe A, dan
sebagian kecil lainnya yait u di daerah pant ai t er masuk Tipe B.
Musim kemarau di Kalimant an Tengah adalah pada bulan Mei sampai dengan
Okt ober , sedangkan pada bulan Nopember sampai dengan bulan Mar et adalah
musim penghuj an dan pada bulan Apr il adalah peralihan dar i musim huj an ke
musim kemarau.
Kondisi musim di Kalimant an Tengah umumnya hampir sama sepert i daerah lain di
I ndonesia, yakni : musim huj an t erj adi ant ara bulan November –April, pada bulan
t ersebut angin barat yang bert iup dari Asia dan Samudera Fasif ik mengandung
banyak uap air . Musim kemarau t erj adi ant ara bulan Mei - Okt ober, pada musim ini
angin t imur yang bert iup dar i Aust ralia sifat nya ker ing dan kurang mengandung
uap air.
Cur ah huj an di wilayah Kalimant an Tengah rat a- rat a 1. 700 mm per t ahun, curah
huj an t ert inggi t erj adi pada bulan Januar i ( 400 mm) . Dengan kondisi daerah
t angkapan huj an yang baik, member ikan ket er sediaan air yang j auh di at as I ndeks
Nasional.
B ab 2  G ambaran U mumWilayah
LAPORAN FI NAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 2-11
Kondisi klimat ologi di wilayah Kalimant an Tengah sepert i ber ikut ini :
 Lama penyinaran mat ahari : 2, 80 – 7, 30 j am/ har i
 Suhu : 25, 90 – 28, 30 °C
 Kelembaban nisbi : 85, 40 – 89, 50 %
 Kecepat an angin : 42, 00–161, 00 km/ har i
 Cur ah huj an bulanan : 101, 00 – 460, 00 mm
 Type I klim ( klasif ikasi Oldeman) : C1, C2, B1, B2, A
Sedangkan karakt er ist ik iklim Pr ov. Kalt eng sebagai ber ikut :
 Type iklim adalah t r opis lembab dan panas dgn klasif ikasi Koppen Afa.
 Suhu udara rat a- rat a sebesar 29
o
C dengan suhu maksimum 33
o
C
 Cur ah huj an t ahunan r at a- rat a sebesar 2. 732 mm dengan har i huj an rat a-
rat a 120 har i.
 Klasif ikasi curah huj an Schmidt dan Far guson yait u Type–A ( Q = 14, 3%) dan
Type–B ( Q = 33, 3%) , makin ke ut ara semakin t inggi.
 Rat a- rat a penyinaran mat ahar i 60% per t ahun
Dengan 11 sungai besar dan 33 sungai keci l at au anak sungai menunj ukkan
ident it as at au ciri khas provinsi ini. Aliran Sungai Bar it o dengan panj ang mencapai
900 km dengan kedalaman rat a- rat a 8 m mer upakan sungai t erpanj ang dan dapat
dilayar i ke pedalaman hingga 700 km.
2.1.6 Hi dr ol ogi
Berdasar kan " wat ershed" yang membat asinya maka pr opinsi Kalimant an Tengah
t erdir i at as 11 ( sebelas) Daerah Aliran Sungai ( DAS) dar i barat ke t imur sepert i
yang t ersaj i pada t abel 2. 3 Kalimant an Tengah memiliki 10 sungai besar dan t idak
kurang dar i 33 anak sungai ut ama. Sungai Bar it o dengan panj ang yang mencapai
900 km dengan rat a- r at a kedalaman 8 met er merupakan sungai t erpanj ang dan
t er layar i di sepanj ang 700 km. Sebagai daerah yang ber iklim t r opis, wilayah
propinsi Kalimant an Tengah rat a- rat a mendapat penyinaran mat ahar i sekit ar 60%
per t ahun. Udaranya yang r elat if panas pada siang har i dapat mencapai sekit ar
33oC dan memiliki curah huj an rat a- rat a sekit ar 200 mm.
Keadaan perairan wilayah Kalimant an Tengah t erdir i at as perairan umum at au
darat seluas 2. 167. 800 hekt ar , mel iput i sungai 323. 500 hekt ar , danau 132. 800
hekt ar dan rawa 1. 711. 500 hekt ar sert a perair an laut sepanj ang lebih kurang 750
km. Wilayah perairan t ersebut mer upakan wilayah yang pot ensial unt uk
B ab 2  G ambaran U mumWilayah
LAPORAN FI NAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 2-12
dimanfaat kan sebagai sarana per hubungan, perikanan, ir igasi, sumber air minum
dan keper luan lainnya misalnya indust r i.
Sungai- sungai yang mengalir dar i hulu di ut ar a yang bermuara di laut di sebelah
Selat an mempunyai f lukt uasi debit yang sangat besar. Pada musim penghuj an
daerah di t epian sungai pada dat aran pesisir di Selat an akan t ergenang at au banj ir,
sebaliknya pada musim kemarau sungai secara drast is mer osot air nya sehingga
per hubungan t er hambat dan banyak lahan pert anian mengalami keker ingan.
Keadaan sungai yang mer upakan prasarana per hubungan ini hanya 72, 5% dari
sungai- sungai t ersebut yang dapat dilayar i sepanj ang t ahun. Keadaan ini
disebabkan pada daerah hulu at au bagian ut ar a ment punyai t opograf i yang curam.
Tabel 2. 8 Pembagian Daerah Aliran Sungai di Kalimant an Tengah
Nama
Sungai
Panj ang
( km)
Ter l ayar i
( m)
Kedal aman
Rat a- r at a
( m)
Lebar
Rat a-
r at a
( m)
Lokasi
Jelai 200 150 8 150 Sukamara
Arut 250 190 4 100 Kobar
Lamandau 300 250 6 150 Lamandau
Kumai 175 100 6 250 Kobar
Seruyan 350 300 5 250 Seruyan
Mentaya 400 270 6 350 Kotim
Katingan 620 520 6 250 Katingan
Kahayan 526 500 7 450 P. Raya,
Gn. Mas, P.
Pisau
Kapuas 600 420 3 450 Kapuas
Barito 900 720 8 500 Barut,Barse
l,Bartim,
Mura
Sebangau 180 150 5 100 P. Pisau
B ab 2  G ambaran U mumWilayah
LAPORAN FI NAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 2-13
Gambar 2. 3 Pet a Jaringan Sungai di wilayah Kalimant an Tengah
2.1.7 Kependuduk an
Kalimant an Tengah dengan j umlah penduduk yang masih sedikit dibandingkan luas
di wilayahnya memiliki penyebaran yang t idak merat a. Pola pemukiman penduduk
Kalimant an Tengah mempunyai cir i khas, yait u mengikut i pola aliran sungai.
Ada 4 ( empat ) t ipe per mukiman/ desa, yait u :
1. Tipe Hulu Sungai
2. Tipe Linier Pert engahan Sungai
3. Tipe Pedalaman
4. Tipe Pesisir Pant ai
Jumlah penduduk di Kalimant an Tengah pada t ahun 2006 sekit ar 2. 004. 110 j iwa
dengan sex rat io sebesar 106. Dalam hal ini berart i j umlah penduduk laki - laki lebih
banyak dar i j umlah penduduk perempuan dengan j umlah masing- masing sebesar
B ab 2  G ambaran U mumWilayah
LAPORAN FI NAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 2-14
1. 028. 890 j iwa at au mencapai 51, 3% unt uk j umlah penduduk laki - laki dan 975. 220
j iwa at au mencapai 48, 7% unt uk j umlah penduduk per empuan.
Kabupat en yang memiliki j umlah penduduk t erbanyak adalah Kabupat en Kapuas
dengan j umlah penduduk sebanyak 351. 579 j iwa at au 17. 54% dar i selur uh j umlah
penduduk Pr opinsi Kalimant an Tengah. Selain it u, kabupat en lain yang memiliki
j umlah penduduk banyak adalah Kabupat en Kot awar ingin Timur dan Kabupat en
Kot awar ingin Barat . Jumlah penduduk di Kabupat en Kot awar ingin Timur sebesar
315. 474 j iwa at au mencapai 15. 74% dar i selur uh j umlah penduduk. Sedangkan
Kabupat en Kot awar ingin Barat memiliki j umlah penduduk sebesar 206. 112 j iwa
at au mencapai 10, 28%.
Kabupat en Sukamara memiliki j umlah penduduk yang paling sedikit j ika
dibandingkan dengan kabupat en/ kot a lainnya. Jumlah penduduk Kabupat en
Sukamara mencapai 36. 180 j iwa at au hanya mencapai 1, 81% dari t ot al j umlah
penduduk pr opinsi Kalimant an Tengah pada t ahun 2006. Selain Kabupat en
Sukamara, kabupat en lainnya yang j umlah penduduknya masih t ergolong sedikit
adalah Kabupat en Lamandau dengan persent ase t er hadap selur uh penduduk
Propinsi Kalimant an Tengah sebesar 2. 79%.
Perbandingan j enis kelamin t erbesar t erdapat di Kabupat en Sukamara dan
Kabupat en Ser uyan dengan angka sex rat io sebesar 113. Angka perbandingan j enis
kelamin yang t er endah t erdapat di Kot a Palangka Raya yait u sebesar 98. Unt uk
Kabupat en Kapuas, j umlah penduduk laki - laki sama dengan j umlah penduduk
per empuan.
Secara kesel ur uhan, perbandingan j enis kelamin penduduk Propinsi Kalimant an
Tengah t idak t er lalu mencolok. Angka perbandingan t ersebut hanya berkisar ant ara
98- 113. Dalam hal ini berart i komposisi penduduk yang t erdapat di Pr opinsi
Kalimant an t engah sudah cukup seimbang.
Jumlah penduduk unt uk t iap kabupat en/ kot a di Propinsi Kalimant an Tengah besert a
luas wilayah dan kepadat an penduduknya dapat dilihat pada t abel berikut .
B ab 2  G ambaran U mumWilayah
LAPORAN FI NAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 2-15
Tabel 2. 9 Demograf i Wilayah Kalimant an Tengah
No Kabupaten Kota
Jumlah Penduduk (jiwa)
Sex Ratio
Laki-laki Perempuan Jumlah
1
Kotawaringin
Barat
106,830 99,282 206,112 108
2
Kotawaringin
Timur
165,597 149,877 315,474 110
3 Kapuas 176,124 175,455 351,579 100
4 Barito Selatan 62,578 60,351 122,929 104
5 Barito Utara 58,394 55,612 114,006 105
6 Sukamara 19,219 16,961 36,180 113
7 Lamandau 28,523 27,388 55,911 104
8 Seruyan 57,172 50,489 107,661 113
9 Katingan 69,480 63,569 133,049 109
10 Pulang Pisau 59,977 58,231 118,208 103
11 Gunung Mas 45,003 41,025 86,028 110
12 Barito Timur 43,089 42,066 85,155 102
13 Murung Raya 45,832 42,185 88,017 109
14 Palangka Raya 91,072 92,729 183,801 98
Jumlah 2006 1,028,890 975,220 2,004,110 106
2005 1,005,986 952,442 1,958,428 106
2004 982,507 931,281 1,913,788 106
2003 964,855 905,852 1,870,707 107
2002 939,365 895,000 1,834,365 105
Sumber: Kalimant an Tengah Dalam Angka 2006/ 2007
Tabel 2. 10 Jumlah Penduduk, Luas Wilayah, sert a Kepadat an Penduduk
Propinsi Kalimant an Tengah Berdasar kan Tiap Kabupat en/ Kot a Tahun 2006
No Kabupaten Kota
Jumlah
Penduduk
(jiwa)
Luas
Wilayah
(km
2
)
Kepadatan
Penduduk
(jiwa/km
2
)
1 Kotawaringin Barat 206,112 10,759 19
2 Kotawaringin Timur 315,474 16,496 19
3 Kapuas 351,579 14,999 23
4 Barito Selatan 122,929 8,830 14
5 Barito Utara 114,006 8,300 14
6 Sukamara 36,180 3,827 9
7 Lamandau 55,911 6,414 9
8 Seruyan 107,661 16,404 7
9 Katingan 133,049 17,800 7
10 Pulang Pisau 118,208 8,997 13
11 Gunung Mas 86,028 10,804 8
12 Barito Timur 85,155 3,834 22
13 Murung Raya 88,017 23,700 4
14 Palangka Raya 183,801 2,400 77
Jumlah 2006 2,004,110 153,564 13
2005 1,005,986 952,442 1,958,428
2004 982,507 931,281 1,913,788
2003 964,855 905,852 1,870,707
2002 939,365 895,000 1,834,365
B ab 2  G ambaran U mumWilayah
LAPORAN FI NAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 2-16
Kepadat an penduduk Propinsi Kalimant an Tengah adalah sekit ar 13 j iwa/ km2.
Angka kepadat an t ersebut t ergolong masih cukup r endah. Kot a Palangka Raya
yang merupakan ibu kot a dar i Pr opinsi Kalimant an Tengah memiliki kepadat an
penduduk yang paling t inggi. Jumlah kepadat an penduduk di Kot a ini mencapai 77
j iwa/ km2. Sedangkan kabupat en yang memiliki t ingkat kepadat an penduduk yang
paling rendah adalah Kabupat en Mur ung Raya dengan angka kepadat an penduduk
sebesar 4 j iwa/ km2.
Laj u pert umbuhan penduduk Propinsi Kalimant an Tengah selama t ahun 2000
hingga t ahun 2006 secara keseluruhan cender ung meningkat walaupun sempat
mengalami penur unan dalam kur un wakt u 2000- 2001. Pada kur un wakt u t ersebut
t erj adi penur unan j umlah penduduk sebesar 22. 608 j iwa. Adapun angka
pert umbuhan laj u penduduk pada kur un wakt u 2000- 2001 adalah sebesar - 1. 24.
Namun sej ak t ahun 2001, j umlah penduduk Pr opinsi Kalimant an t engah selalu
mengalami peningkat an hingga t ahun 2006.
Laj u pert umbuhan penduduk Pr opinsi Kalimant an Tengah pada t ahun 2006
mengalami peningkat an yang sangat besar dari t ahun sebelumnya yait u sebesar
99, 22%. Angka laj u pert umbuhan penduduk pada t ahun 2004 dan 2005 secara
ber ur ut an ialah 1, 8, dan 2, 4.
2.2 Gambaran Umum Kabupat en Barit o Selat an
Kabupat en Bar it o Selat an yang ber ibukot a di Bunt ok t er let ak ant ara 1
0
20’ Lint ang
Ut ara, 2
0
35’ Lint ang Selat an, 114
0
dan 115
0
Buj ur Timur . Diapit oleh t iga
Kabupat en t et angga yait u di sebelah Ut ara dengan sebagian wilayah Kabupat en
Bar it o Ut ara, di sebelah Timur dengan sebagain Kabupat en Bar it o Timur, di sebelah
selat an dengan Kabupat en Kapuas.
Luas wilayah Kabupat en Bar it o Selat an t ercat at 8. 830 km2 meliput i 6 kecamat an.
Kecamat an Dusun Hilir dan Kecamat an Gunung Bint ang Awai merupakan
Kecamat an t er luas, masing- masing 2. 065 km2 dan 1. 933 km2 at au luas kedua
kecamat an t ersebut mencapai 45, 28 % dar i selur uh wilayah Bar it o Selat an.
Sebagian besar wilayah Kabupat en Bar it o Selat an merupakan dat aran r endah,
ket inggiannya ber kisar ant ara 0 – 40 met er dar i permukaan air laut . Kecuali
sebagian wilayah kecamat an Gunung Bint ang Awai yang mer upakan daerah
perbukit an.
Dengan sat u sungai besar ( sungai bar it o) dan banyak sungai kecil/ anak sungai,
keberadaanya menj adi salah sat u cir i khas Kabupat en Bar it o Selat an. Sungai Bar it o
B ab 2  G ambaran U mumWilayah
LAPORAN FI NAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 2-17
dengan panj ang mencapai 900 km dengan rat a- r at a kedalaman 8 m merupakan
sungai t erpanj ang dan dapat dilayar i hingga 700 km.
Gambar 2. 4 Pet a Wilayah Administ rasi di Bar it o Selat an
Sungai
Barit o
KEC. GUNUNG
BINTANG AWAI
Rikut Jawu
KEC. DS. SELATAN
Baru
KEC. DUSUN HILIR
BU N T O K
PENDANG
TB.KANILAN
KM .2
4
MANGKATIP
KAB. KAPUAS
KAB. BARITO TIMUR
PROP. KALIMANTAN
SELATAN
KEC. KARAU KUALA
KEC. DS. UTARA
Talio
JENAMAS
KE AMPAH
KAB. BARITO UTARA
KE MUARA TEWEH
KE P. RAYA
KE AMPAH
Sungai
Barit o
Sungai
Barit o
KM .17
M uara Talang
Keladan
M urung
Rant au bahuang
Tampulang
Sungai Tunggal
Bakut a
Sungai Jaya
Sungai Lunuk
M ahajandau
Ranggailung
Kalanis M urung Kalanis
Damparan
M engkat ip
Lenai
Teluk Timbau
Selat Baru Bat ilap
Teluk Bet ung
Bat apang
Simpang Telo
Janggi
Babai
Kulor
M uara M urai
Tampuyak
Teluk Sampudau
Bint ang Kurung
Hilir Sper
M angari
s
Sababilah
Sanggu
Pamangka
Tet ei Lanan
Telang andrau
Ugang Sayu
Gagut ur Baru
Gagut ur
Penda Asam
Kalahien
M abuan
Lembeng
M uara Ripung
Pararapak
Jut uh Tanjung Jawa
Heneng
Tlk. Bundung
Bet ang Nangka
M ant arem
M arawan Baru
M arawan Lama
Gunung Rant au Reong
Terusan Panarukan
Hulu Tampang
M ajundre
Baruang
Kayumban
M uka Haji
Dangka
Sarimbuah
Sire
M uara Singai
Pat as II
Tampar ak
M arug
a
Hingan
Danau
BAmbur e
Pat as I
M uara Pakem
Tamparak
Layung
Bint ang Ara Bat u malam
M uara M alungai
Liangkawa
Barapas
BANGKUANG
Fi l e by: www. bi namar ga@eddy. go. i d
KEC. RANTAU KUJANG
B ab 2  G ambaran U mumWilayah
LAPORAN FI NAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 2-18
2.2.1 Ket i nggi an at au Topogr af i
Ket inggian at au Topogr afi merupakan fakt or yang pent ing di dalam penyebaran
kegiat an budidaya t er ut ama pert anian, sehingga ket inggian mer upakan fakt or yang
per lu diper hat ikan di dalam pembanguna pert anian dalam art i luas. Ket inggian
t empat dar i permukaan air laut berpengar uh t erhadap suhu udara, yait u set iap 100
m suhu akan t urun r at a- rat a 0. 6, sehingga makin t inggi suat u t empat akan
menyebabkan daerah t ersbut mempunyai suhu lebih r endah. Luas wilayah
berdasarkan ket inggian t empat dar i permukaan laut dapat dilihat pada t abel 2. 11.
Tabel 2. 11 Luas Wilayah Berdasarkan Ket inggian Tempat dari Permukaan
Wilayah Kabupat en Barit o Selat an di sekit ar alir an sungai Bar it o mudah t ergenang,
berawa- rawa dan mer upakan daerah endapan sert a bersif at organik dan asam.
Wilayah dar at an dengan ket inggian 0 – 25 m dari permukaan laut mempunyai ar eal
yang cukup luas dan lokasinya menyebar, meliput i seluas 364. 988 ha at au 57. 56%
dari luas wilayah. Wilayah i ni mempunyai sifat dat ar sampai bergelombang,
t erkadang t ergenang. Wilayah dengan ket inggian 100 – 500 m dar i permukaan laut
j uga cukup luas yait u 27. 063 ha at au 4. 27% dan lokasinya j uga menyebar ,
sedangkan wilayah dengan ket inggian di at as dari 500 m dar i per mukaan laut
seluas 4184 ha at au 0. 66%. sif at wilayah ini adalah bergelombang sampai berbukit ,
air t anahya dalam dan memiliki pot ensi er osi. Wilayah dat aran r endah berada
dibagian t engah kearah ut ara. Wilayah dengan ket inggian diat as 500 m di at as
permukaan laut , yang mempunyai sifat berbukit sampai bergunung dengan
keler engan lebih dar i 40% dan sangat pot ensi er osi, mer upakan wilayah dengan
luasan yang paling sedikit yang meliput i luas 132. 750 Ha at au 3. 84% dar i luas
wilayah Kabupat en Barit o Selat an. Sebagian besar wilayah Kabupat en Bar it o
Selat an mempunyai keler eng 0 – 2%, meliput i 52. 15% dar i t ot al wilayah. Wilayah
dengan keler engan di at as 40% mempunyai ar eal yang paling sedikit , khususnya
penyebarannya t er konsent rasi dibagian ut ar a, dimana wilayahnya mempunyai
ket inggian diat as 500 met er diat as permukaan laut . Kondisi kelerengan Kabupat en
Bar it o Selat an secara lebih j elas dapat dilihat pada Tabel 2. 12
No Ketinggian (meter dpl) Luas (ha) Proporsi (%)
1 0 - 7 148.524 23.42
2 7 - 25. 216.464 34.14
3 25 - 100 237.865 37.51
4 100 - 500 27.063 4.27
5 > 500 4.184 0.66
634.100 100.00
Sumber : BPN Buntok
Jumlah
B ab 2  G ambaran U mumWilayah
LAPORAN FI NAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 2-19
Tabel 2. 12 Klasif ikasi Lereng Kabupat en Bar it o Selat an
Dar i segi f isiograf is, Kabupat en Barit o Selat an didominasi oleh daerah dat aran yang
t ersebar hampir diselur uh kecamat an bagian barat ke selat an dan daerah
pegunungan di bagian ut ara kabupat en yang berbat asan dengan propinsi dan
kabupat en lain.
Kabupat en Bar it o Selat an secara garis besar dikelompokan dalam delapan sat uan
fisiograf i, yait u:
1. Daer ah dat aran aluvial
2. Daer ah j alur kelokan sungai
3. Daer ah rawa
4. Daer ah lembah
5. Daer ah t eras- t eras
6. Daer ah dat aran
7. Daer ah perbukit an
2.2.2 I k l i m
Kabupat en Bar it o Selat an t er let ak pada daerah beriklim panas dan lembab, karena
secara geograf is, masih t er let ak di sekit ar khat ulist iwa dan bercurah huj an t inggi.
Suhu rat a- rat a berkisar 21o C – 23o C dan maksimal mencapai 35 o C. Curah
huj an di Kabupat en Bar it o Selat an mulai dar i wilayah selat an hingga ke pedalaman
yang menj adi semakin meningkat . Jumlah curah huj an r at a- rat a diwilayah
kabupat en ini ber kisar ant ara 3000- 3500 mm/ t ahun, dengan j umlah har i huj an
rat a- rat a adalah 114 hari/ t ahun.
2.2.3 Kependuduk an
Jumlah penduduk Bar it o Selat an Tahun 2007 sekit ar 124. 250 orang, 63. 263 ( 51%)
laki- laki dan 60. 987 ( 49%) per empuan. Berdasar kan luas wilayah dibanding
No Klassifikasi Lereng (%) Luas (ha) Proporsi (%)
1 0 - 2 450.424 71.03
2 2 - 15. 109.944 17.34
3 15 - 40 54.575 8.61
4 > 40 19.157 3.02
Sumber : BPN Barsel 2000 (analisis konsultan)
B ab 2  G ambaran U mumWilayah
LAPORAN FI NAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 2-20
dengan j umlah penduduk yang ada, kepadat an penduduk Bar it o Selat an t ergolong
j arang, dimana hanya sekit ar 14 orang per km perseginya.
Pert ambahan penduduk dan perkembangan penduduk Kabupat en Barit o Selat an
dalam dekade t erakhir ini dapat dilihat pada Tabel 2. 20. Dalam t abel t ersebut
t er lihat bahwa pert ambahan penduduk, secara umum penduduk Kabupat en Bar it o
Selat an t erkonsent rasi pada wilayah bagian hilir dar ipada wilayah hulu kar ena
sebagian besar kegiat an perekonomian dan akt ivit as penduduk t er konsent rasi di
daerah hilir .
Tabel 2. 13 Per kembangan/ Pert umbuhan Penduduk Kabupat en Bar it o Selat an
Sumber : Kabupat en Bar it o Selat an Dalam Angka, Hasil Olahan
2.2.4 St r uk t ur Penduduk an
Berdasar kan dat a j umlah penduduk Kabupat en Bar it o Selat an pada t ahun 2007
sebesar 124. 25 j iwa t erdiri dar i 63. 226 adalah laki - laki dan sebesar 60. 984 j iwa
per empuan. Dar i 124. 25 j iwa penduduk Kabupat en Bar it o Selat an 42. 81%
mer upakan penduduk non produkt if dan j umlah penduduk unt uk usia pr odukt if
mencapai 57. 19%. Gambaran st rukt ur penduduk menur ut kelompok umur di
Kabupat en Bar it o Selat an disaj ikan pada t abel 2. 14
2004 2005 2006 2007
Jenamas 11.099 10.957 11.109 10.958
Dusun Hilir 16.417 16.503 16.610 16.925
Karau Kuala 16.133 16.366 16.585 16.746
Dusun Selatan 45.730 46.040 46.630 46.847
Dusun Utara 16.470 16.332 16.732 17.073
G.B.Awai 15.461 14.811 15.263 15.701
Kecamatan
TAHUN
B ab 2  G ambaran U mumWilayah
LAPORAN FI NAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 2-21
Tabel 2. 14 Per kembangan/ Pert umbuhan Penduduk Kabupat en Bar it o Selat an
2.2.5 Per ek onomi an
Produk Domest ik Regional Br ut o ( PDRB) mer upakan j umlah pr oduk nilai barang
dan j asa yang dihasilkan oleh berbagai unit pr oduksi at au j umlah balas j asa yang
dit er ima oleh fakt or produksi yang ikut sert a dalam proses pr oduksi, j umlah
pengeluaran yang dilakukan unt uk konsumsi r umah t angga, lembaga swast a,
konsumsi pemer int ah, dan perubahan ekspor net o dar i sat u daerah. Dengan
demikian dengan angka PDRB dapat t erlihat seberapa besar kegiat an
per ekonomian yang dihasilkan dalam kur un wakt u t ert ent u ( sat u t ahun) di
Kabupat en Bar it o Selat an dan pert umbuhan dar i kegiat an perekonomian Kabupat en
Bar it o Selat an j ika dibandingkan dengan t ahun sebelumnya. Pert umbuhan ekonomi
kabupat en Bar it o Selat an dar i berbagai kegiat an ekonomi yang t erj adi di wilayah
kabupat en pada t ahun 2007 adalah sebesar 5. 89% at au naik dari t ahun 2001
dimana pada t ahun 2001 adalah sebesar 1. 52%
Kelompok Umur Laki-Laki Perempuan Jumlah
0 - 4 7.844 7.512 15.356
5 - 9. 6.826 6.557 13.383
10 - 14. 7.089 6.207 13.296
15 - 19 5.438 5.744 11.183
20 - 24 6.507 5.894 12.401
25 - 29 5.270 4.976 10.246
30 - 34 4.227 4.426 8.654
35 - 39 4.129 4.259 8.388
40 - 44 4.245 4.697 8.942
45 - 49 3.699 3.205 6.904
50 - 54 2.817 2.487 5.304
55 - 59 1.755 1.579 3.334
60 - 64 1.356 1.342 2.698
65 - 69 1.051 1.033 2.084
70 - 74 513 483 996
75 + 500 583 1.083
Jumlah/Total 63.266 60.984 124.25
Sumber: Barito Selatan Dalam Angka 2007
B ab 2  G ambaran U mumWilayah
LAPORAN FI NAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 2-22
Tabel 2. 15 PDRB Kabupat en Barit o Selat an Tahun 2001 – 2007
( Dalam Jut aan Rupiah)
Dar i Tabel 2. 16, kont r ibusi sekt or pert anian, kehut anan, pet er nakan/ per ikanan,
mer upakan sekt or yang mempunyai peranan t erbesar t er hadap pembent ukan PDRB
Kabupat en Bar it o Selat an Tahun 2007.
Tabel 2. 16 Produk Domest ik Regional Brut o At as Dasar harga ber laku
menurut lapangan usaha ( Milyar Rupiah) .
Pert umbuhan PDRB Kabupat en Bar it o Selat an t ert inggi t ahun 2007 adalah sekt or
Pert anian, Pet er nakan, Kehut anan dan Per ikanan dan pert umbuhan paling kecil
adalah dar i sekt or Pengangkut an dan komunikasi. Pert umbuhan PDRB Bar it o
Selat an at as harga konst an dapat dilihat pada t abel 2. 17.
Berlaku Konstan 2000
2001 4.952.250 4.665.700 1.52
2002 5.632.710 4.915.690 2.29
2003 6.514.460 5.076.770 3.10
2004 7.359.010 5.257.960 3.47
2005 8.517.730 5.494.630 4.35
2006 10.402.750 5.772.670 5.06
2007 10.434.620 6.975.910 5.89
Sumber : Barito Selatan Dalam Angka 2007
Atas Dasar Harga
Tahun Persentase Kenaikan
No Lapangan Usaha 2005 2006 2007
Pertanian,Tanaman Pangan,Perkebunan
Peternakan, Kehutanan, Prikanan
2
Pertambangan dan Penggalian
5.4
6.2
7.3
3
Industri Pengolahan
70.3
81.8
95.0
4
Listrik dan Air Bersih
6.3
7.4
8.1
5
Bangunan/Kontruksi
106.7
137.1
152.0
6
Perdagangan, Hotel dan Restoran
179.6
203.6
234.3
7
Pengangkutan dan Telekomunikasi
166.9
183.7
216.8
8 Keuangan, Persewaan dan Jasa Perusahaan 42.7
51.4
62.6
9 Jasa-jasa 148.3
163.9
186.5
Jumlah / Total 1.140.3
1.306.2
1.499.6
413.8 471.0 537.1 1
B ab 2  G ambaran U mumWilayah
LAPORAN FI NAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 2-23
Tabel 2. 17 Produk Domest ik Regional Brut o At as Dasar harga Konst an
menurut lapangan usaha ( Milyar Rupiah) .
2.2.6 Hasi l Pr oduk si Sumber Day a Al am
A. Per t an i an
Usaha Tanaman pangan dan hort ikult ura di Kabupat en Bar it o Selat an umunya
sudah beror ient asi pasar, selain unt uk memenuhi kebut uhan keluar ga. Komodit i
yang diusahakan adalah padi sawah, padi ladang, j agung, ubi kayu, ubi j alar,
kacang kedelai, kacang t anah dan dan kacang hij au. Per kembangan j enis t anaman
pangan dalam 3 t ahun t erakhir di Kabupat en Barit o Selat an dapat dilihat pada t abel
2. 18.
Tabel 2. 18 Per kembangan beberapa komodit i pert anian t anaman pangan di
Bar it o Selat an
Luas dan Pr oduksi t anaman pangan di Kabupat r en Bar it o Selat an manur ut
kecamat an dapat dilihat pada t abel 2. 19
No Lapangan Usaha 2005 2006 2007
1
Pertanian 303.6 315.4
330.9
2
Pertambangan dan Penggalian 3.30 3.60
4.0
3
Industri Pengolahan 44.7 48.2
49.9
4
Listrik dan Air Bersih 2.9 3.0
3.2
5
Bangunan/Kontruksi 60.2 66.7
73.4
6
Perdagangan, Hotel dan Restoran 105.6 113.7
122.5
7
Pengangkutan dan Telekomunikasi 93.7 97.3
103.3
8 Keuangan, Persewaan dan Jasa Perusahaan 27
29.7
30.7
9 Jasa-jasa 95.9
100.0
105.4
Jumlah / Total 736.9
777.6
823.4
Luas (ha) Produksi (ton) Luas (ha) Produksi (ton) Luas (ha) Produksi (ton)
1 Padi Sawah 5.21 17.036.7 5.682 14.673.3 5.682 16.069.1
2 Padi Ladang 2.242 6.396.3 3.150 6.775.0 3.280 4.375.0
3 Jagung 330 708.6 171 198.6 313 381.9
4 Ubi Kayu 207 2.319 140 1.458 257 2.702.0
5 Ubi Jalar 118 1.166.0 61 143.7 62 153.0
6 Kacang Tanah 38 46.1 36 34.2 37 33.8
7 Kacang Kedelai 124 72.5 64 48.0 64 48.6
8 Kacang Hijau 75 693.2 16 112.0 64 48.6
Sumber : Barito Selatan dalamangka 2007
2005 2006 2007
Jenis Tanaman No
B ab 2  G ambaran U mumWilayah
LAPORAN FI NAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 2-24
Tabel 2. 19 Luas panen, pr oduksi t anaman pangan menur ut kecamat an
Tabel 2. 20 Luas panen, pr oduksi palawij a pangan menurut kecamat an
Tabel 2. 21 Luas panen, pr oduksi palawij a pangan menurut kecamat an
Dar i Tabel diat as dapat diket ahui bahwa produksi padi dar i t ahun ke t ahun
berf lukt uasi, hal ini disebabkan kar ena luas panen yang j uga ber ubah, t et api dalam
t iga t ahun t erakhir t erj adi peningkat an luas panen maupun pr oduksi. Peningkat an
produksi padi yang t ert inggi t erj adi pada t ahun 2005 sebesar 17. 036. 7 Ton. Pada
t ahun 2006 pr oduksi t anaman padi menurun. Menurunnya pr odukt if it as lahan ini
oleh kar ena pet ani kurang memperhat ikan pemelihar aan t anaman. Pendapat an
alt er nat if pet ani yang lebih cepat mendat angkan keunt ungan sepert i mencar i kayu.
Begit u pula dengan perkembangan pr oduksi t anaman palawij a, yang t r us
mengalami peningkat an pr oduksi dalam t iga t ahun t erakhir , ini disebabkan kar ena
Luas (ha) Produksi (ton) Luas (ha) Produksi (ton)
1 Jenamas 811 3.244.0 - -
2 Dusun Hilir 1.415 5.688.0 - -
3 Karau Kuala 426 1.536.0 15 28.5
4 Dusun Selatan 1.629 2.508.1 451 2.2
5 Dusun Utara 409 1.185.6 712 1.432.6
6 G.B.Awai 992 1.907.4 2.102 2.911.7
5.682 16.069.1 3.280 4.375.0
Sumber : Barito Selatan Dalam Angka 2007
Jumlah
Nama Kecamatan No
Padi Sawah Padi Ladang
Luas (Ha) Produksi (Ton) Luas (Ha) Produksi (Ton) Luas (Ha) Produksi (Ton)
1 Jenamas 78 95.0 92 966.0 5 14.2
2 Dusun Hilir 24 30.0 4 45 - -
3 Karau Kuala 23 11.3 3 31.5 3 7.2
4 Dusun Selatan 38 77.5 24 252.5 5 14.0
5 Dusun Utara 26 30.1 5 52.5 - -
6 G.B.Awai 124 138.0 129 1.354.5 49 117.6
313.00 381.90 257.00 2.702.0 62.00 153.00
Sumber : Barito Selatan DalamAngka 2007
Ubi Jalar
Jumlah
Jagung Ubi Kyu
Nama Kecamatan No
Luas (Ha) Produksi (Ton) Luas (Ha) Produksi (Ton) Luas (Ha) Produksi (Ton)
1 Jenamas - - - - - -
2 Dusun Hilir 2 2.5 - - 2 2.8
3 Karau Kuala 1 1.3 - - - -
4 Dusun Selatan - - - - 2 2.8
5 Dusun Utara - - - - 4 4.6
6 G.B.Awai 34 30.0 64 48.6 73 83.0
Jumlah 37 33.8 64 48.6 81 93.2
Sumber : Barito Selatan DalamAngka 2007
No Nama Kecamatan
Kacang Tanah Kacang Kedelai Kacang Hijau
B ab 2  G ambaran U mumWilayah
LAPORAN FI NAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 2-25
makin bert ambahnya luas ar eal t anam secar a keseluruhan diKabupat en Bar it o
Selat an. Tet api secara keselur uhan komodit i t anaman pangan di Kabupat en Bar it o
Selat an masih didominasi oleh usaha t ani t anaman.
B. Per t amban gan
Bahan t ambang dan galian di Kabupat en Daer ah Tingkat I I Barit o Selat an
mer upakan sumber daya alam yang sangat pot ensial unt uk sebagai bahan baku
dan energi, bahan baku indust ri dan bangunan.
Dalam pemanfaat an pot ensi bahan t ambang/ galian di Kabupat en Barit o Selat an
klsif ikasi pert ambangan golongan C, t elah diber ikan kepada beberapa pengusaha
berbadan hukum yait u.
Tabel 2. 22 Luas lahan bahan t ambang/ galian golongan C berdasarkan
per usahaan
C. Sek t or Per dagan gan
Berdasar kan dat a dinas penindust rian dan per dagangan Kabupat en Barit o Selat an,
Jumlah perdagangan dengan klasif ikasi pedagang besar, Menengah dan kecil pada
t ahun 2007 yang t erdaf t ar mengalami masa pert umbuhan pesat hingga mencapai
181 buah, dengan r incian 2 pedagang besar, 115 pedagang menengah, 64
pedagang kecil dan 544 pedagang mikro/ pengecer.
Nama Bahan Luas
Perusuhaan Tambang/Galian (Ha)
Muara singa Kecamatan Gunung
Bintang Awai
PT.Kencana Raya Makmur Lokasi Muara Singa Kecamatan
Indah Gunung Bintang Awai
PT. Bumi Ayu Karabung Lokasi Desa patas I Kecamatan
Permai Gunung Bintang Awai
Lokasi di Muara Sungai Kecamatan
Gunung Bintang Awai
Sumber : Barito Dalam Angka 2002
1 PT.Sumber Mitra Jaya Batu Kapur 50
54
2 Batu Kapur 20
Lokasi No
4 KUD Karya Bersama 5 Batu Belah
3 Batu Kapur
B ab 2  G ambaran U mumWilayah
LAPORAN FI NAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 2-26
2.2.7 Jar i ngan Tr anspor t asi
A. Tr an spor t asi Dar at
Panj ang j alan di bar it o selat an sampai akhir t ahun 2004 mencapai 1. 011 km.
Berdasar kan klasifikasi j alan, 122 km mer upakan j alan Negara, 183 km j alan
Propinsi, dan 707 km j alan kabupat en. Kondisi permukaan j alan selama 3 t ahun
t erakhir t idak banyak ber ubah. Pada t ahun 2004, sepanj ang 414 km diaspal, 275
kerikil, 157 t anah dan 165 t idak dir inci.
Jumlah kendaraan ber mot or t ahun 2004 sebanyak 2. 034 buah, mobil penumpang
56 buah, t r uk 16 buah, dan bus/ mini bus 18 buah. Sedangkan j umlah kendar aan
t idak bermot or adalah 9. 261 buah, yang t erdir i dari sepeda 8. 291 buah, becak 675
buah dan gerobak 295 buah.
Penj ualan Mat erai/ prangko di t ahun 2004 adalah senilai Rp. 417. 025. 000. Dari
banyaknya surat pos yang t erkir im, secara umum mengalami kenaikan. Jumlah
pelanggan t elepon di t ahun 2004 adalah 1. 918 Sat uan Sambungan Telepon. Jumlah
hot el dan akomodasi lainnya di bar it o selat an t ahun 2004 adalah 20 unit dengan
kamar 320 unit dan t empat t idur 482 unit .
Tabel 2. 23 Keadaan Jalan Menur ut Jenis Permukaan dan Keadaan, dan
Pemer int ahan Pengelola
Keadaan Negara Propinsi Kabupat en Jumlah
Per mukaan Jalan
- Diaspal 121, 6 86, 7 205, 6 413, 9
- Ker ikil - 50, 5 224, 5 275, 0
- Tanah - 44, 3 112, 9 157, 2
- Tidak Dir inci - 1, 4 164, 0 165, 4
Kondisi Jalan
- Baik 110, 6 79, 5 188, 1 378, 2
- Sedang 8, 5 50, 5 198, 6 257, 6
- Rusak 2, 5 51, 5 141, 5 195, 5
- Rusak Berat - 1, 4 178, 8 180, 2
121, 6 182, 9 707, 0 1. 011, 5
Sumber : Dinas Pekerj aan Umum Kabupat en Barit o Selat an
B ab 2  G ambaran U mumWilayah
LAPORAN FI NAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 2-27
NO
STATUS
JALAN
PANJAN
G JALAN
(KM)
JALAN
POROS
PANJAN
G JALAN
(KM)
1
JALAN
NASI ONAL
1,714.9
5
POROS
SELATAN
820.20
POROS
TENGAH
894.75
TOTAL
1,714.9
5
Gambar 2.5 Pet a j alan nasional di Kabupat en Barit o Selat an
Peta Konfigurasi Jalan
B ab 2  G ambaran U mumWilayah
LAPORAN FI NAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 2-28
Gambar 2.6 Pet a Jaringan Jalan di Kabupat en Barit o Selat an
Panjang
Jalan
(Km)
1 JALANNASIONAL 1,714.95
2 JALANPROVINSI 1,708.95
3,423.90 PANJANGJALANDI PROVINSI KALTENG
No JALAN
• PANJANG JALAN NASIONAL MENURUT SK MENTERI PEKERJAAN
UMUM NO. 369/KPTS/M/2005 SEPANJANG 1.714,95 KM
• PANJANG JALAN PROVINSI MENURUT SK MENDAGRI NO. 55
TAHUN 2000 SEPANJANG 1.707,95 KM
RUAS JALAN NASIONAL
RUAS JALAN PROVINSI
NON STATUS
JICA
B ab 2  G ambaran U mumWilayah
LAPORAN FI NAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 2-29
Tabel 2. 24 St at us Jalan di Kalimant an Tengah
B. Tr an spor t asi Su ngai
Repr esent asi j aringan angkut an sungai di Kalimant an Tengah dir epresent asikan
dengan j umlah r ut e dan kot a yang dilalui ser t a j umlah pelabuhan at au dermaga
sungai. Perkembangan angkut an sungai t erut ama angkut an penumpang di
Kalimant an Tengah masih cukup signif ikan. Pola pengembangan wilayah dan
t ipologi wilayah mendukung angkut an sungai unt uk berkembang. Ket erbat asan
angkut an j alan mer upakan alasan lain mengapa angkut an sungai cukup
berkembang.
Moda t ransport asi sungai mer upakan moda ut ama di Kalimant an Tengah yang
banyak digunakan unt uk angkut an penumpang dan barang. Transport asi barang
menggunakan sungai pada umumnya adalah unt uk mendist r ibusikan kebut uhan
masyarakat umum, per pindahan hasil hut an ke arah hilir dan indust ri perkayuan.
Ket erbat asan eksplorasi sumber daya alam di wilayah pedalaman Kalimant an
mengakibat kan angkut an sungai unt uk angkut an barang belum ber kembang cukup
signif ikan.
Pengembangan sumber daya alam di wilayah pedalaman Kalimant an sesuai dengan
arahan st rat egis t at a r uang akan lebih mengedepankan angkut an sungai sebagai
angkut an di j alur pr imer / art er i. Pola pengembangan wilayah dan t ipologi sangat
mendukung angkut an ini unt uk berkembang.
Di luar neger i, sepert i Amer ika Ser ikat , Sudan, Jerman, I nggr is dan sebagainya,
angkut an sungai lebih banyak digunakan unt uk melayani angkut an barang.
Rendahnya invest asi prasarana l int as, keunggulan sungai dengan t raksi yang
Aspal/
Bet on
Aggregat Tanah Baik Sedang
Rusak
Ringan
Rusak
Berat
1. Jalan Nasional 1,714.95 991.15 228.11 495.69 15.03 12.15 21.5 51.32
2. Jalan Provinsi 1,707.95 656.71 266.71 784.53 10.21 10.03 22.14 58.62
3.
Jalan
Kabupat en
8,710.57 1,707.67 1,031.98 5,970.92 8.32 13.69 27.72 50.27
JUMLAH 12,133.47 3,356.76 1.526.8 1.286.19 33.56 35.87 71.36 160.21
Kondisi (%)
Panj ang
Km
No. St at us Jalan
Type Permukaan (Km)
B ab 2  G ambaran U mumWilayah
LAPORAN FI NAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 2-30
rendah mengakibat kan dist ribusi barang lewat angkut an sungai lebih murah
dibandingkan moda j alan. Disamping it u sungai t idak t er lalu memper hat ikan
loading f act or angkut an t er ut ama unt uk sungai - sungai dalam sepert i di Kalimant an.
Angkut an penumpang agak sulit berkembang di luar neger i karena pelayanan moda
di sungai sulit melayani pergerakan dengan kecepat an t inggi. Unt uk pergerakan
dengan kecepat an yang t erbat as dan kelas t ert ent u sungai masih menj adi andalan.
Pengembangan angkut an sungai unt uk pelayanan penumpang masih t et ap dapat
menj adi pr ior it as pengembangan.
Adapun kondisi t ranspor t asi sungai dij elaskan dalam t abel - t abel ber ikut ini.
Nama Sungai = Sungai Barito
Panjang Sungai = 900 km
Panjang yang dapat dilayari = 757 km
Lebar rata-rata = 241,48 m
Kedalaman rata-rata = 14 m
Kecamatan Dusun Utara Dermaga Pendang
Kecamatan Dusun Selatan Dermaga Buntok
Kecamatan Dusun Selatan Dermaga Jelapat
Kecamatan Karau Kuala Dermaga Bangkuang
Kecamatan Dusun Hilir Dermaga Mengkatip
Kecamatan Jenamas Dermaga Jenamas
Nama Dermaga Lokasi Dermaga
Tabel 2. 25 Trayek Ant ar Kecamat an Dalam Kabupat en Bar it o Selat an
Jumlah
(unit)
1 Buntok - Jenamas 5
2 Buntok - Mengkatip 2
3 Buntok - Bangkuang 4
4 Buntok - Pendang 1
5 Buntok - Reong 2
6 Buntok - Tarusan 2
1
7 Buntok - Babai 2
2
8 Buntok - Talio 2
9 Buntok - Batempang 1
1
1
Speedboat
Speedboat
Trayek Jenis Kapal
Speedboat
Speedboat
Speedboat
Tangkalasa
Motor Getak
No.
Longboat
Speedboat
Tangkalasa
Motor Getak
Tangkalasa
Speedboat
B ab 2  G ambaran U mumWilayah
LAPORAN FI NAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 2-31
KM MG MT TG KM MG MT TG KM MG MT TG KM MG MT TG KM MG MT TG
44 140 22 43 47 157 27 44 50 161 30 47 49 162 31 50 47 144 25 46
27 111 19 35 28 120 13 39 30 127 17 41 33 121 19 44 26 116 17 38
23 216 6 11 31 219 11 21 34 228 9 24 32 224 7 22 25 221 5 12
33 201 35 24 46 201 41 30 46 201 40 34 41 211 42 31 31 208 38 28
17 178 18 - 27 194 14 4 27 193 17 4 27 196 19 2 13 184 14 -
- 48 - - - 56 - - - 60 - - - 62 - - - 50 - -
144 894 100 113 179 947 106 138 187 970 113 150 182 976 118 149 142 923 99 124
2004
Jenamas
Dusun Hilir
Karau Kuala
Kecamatan
2000 2001 2002
JUMLAH (unit)
Dusun Utara
Gunung Bintang Awai
2003
Dusun Selatan
Tabel 2. 26 Jumlah Penumpang 5 Tahun Terakhir di Set iap Dermaga
2000 2001 2002 2003 2004
(orang) (orang) (orang) (orang) (orang)
Buntok - Jenamas 11.300 11.110 11.219 11.201 11.166
Buntok - Mengkatip 12.770 12.892 11.700 11.726 12.601
Buntok - Reong 8.911 8.377 8.406 8.311 8.284
Buntok - Tarusan 11.554 11.610 12.769 12.760 12.602
Buntok - Babai 12.617 9.377 11.510 12.447 13.451
Buntok - Bangkuang 8.226 7.338 8.211 8.326 8.328
Buntok - Talio 7.688 7.901 7.401 7.661 4.110
Buntok - Batempang 8.510 7.449 8.666 7.116 6.167
Jurusan
Tabel 2. 27 Jumlah Pergerakan Bar ang 5 Tahun Terakhir di Set iap Dermaga
2000 2001 2002 2003 2004
(ton/bc) (ton/bc) (ton/bc) (ton/bc) (ton/bc)
Buntok - Jenamas 5.810 5.706 5.776 6.109 6.711
Buntok - Mengkatip 5.862 5.832 6.112 6.010 6.003
Buntok - Bangkuang 4.417 4.355 4.724 6.100 6.121
Buntok - Pendang 4.183 4.211 4.626 4.126 4.250
Buntok - Babai * * * * *
Buntok - Talio * * * * *
Buntok - Tarusan * * * * *
Buntok - Reong * * * * *
Buntok - Batempang * * * * *
Jurusan / Trayek
Ket : - t on/ bc = t on / bar ang campur an
- ( * ) = hanya unt uk angkut an penumpang
Tabel 2. 28 Sarana Angkut an di Set iap Dermaga ( dalam 5 t ahun)
Ket er angan :
 Kapal Mot or = KM
 Mot or Get ek = MG
 Mot or Tempel = MT
 Tiung/ Tongkang = TG
B ab 2  G ambaran U mumWilayah
LAPORAN FI NAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 2-32
2.3 Gambaran Umum Kabupat en Barit o Ut ara
2.3.1 Let ak Geogr af i s
Muara t eweh mer upakan ibukot a Kabupat en Barit o ut ara yang berada di pr opinsi
Kalimant an Tengah dan t erlet ak di daerah khat ulist iwa diant ara 0o49’ sampai
dengan 1027’ Lint ang Selat an 113020’ sampai dengan 115055’ Buj ur Timur.
Bat as Wilayah Kabupat en Bar it o Ut ara sebagai ber ikut :
 Sebelah Timur berbat asan dengan Pr op. Kalimant an Timur ,
 Sebelah Barat berbat asan dengan Kab. Lamandau & Kab. Mur ung raya,
 Sebelah Ut ara berbat asan dengan Kab. Mur ung Raya & Porp. Kalt im,
 Sebelah Selat an berbat asan dengan Kab. Bar it o Selat an & Pr op. Kalt im.
Sebagian besar wilayah Kabupat en Barit o ut ar a mer upakan daer ah dat aran t inggi
khususnya kec. Lampoeng dan Kec. Lahei, ket inggiannya berkisar ant ara 200 m -
500 m dari permukaan air laut . Kecuali sebagian wilayah Kec. Tumpung laung dan
Kec. Ket apang yang mer upakan daerah perbukit an. Kemir ingan ler eng ber var iasi
ant ara 0% - 25%. Sebagian besar akt ivit as kawasan Bar it o ut ara masih sangt
bergant ung kepada keberadaan Sungai Barit o sebagai prasarana t ransport asi yang
membent ang dar i arah ut ara ke selat an wilayah ini.
2.3.2 Kependuduk an
Jumlah penduduk Kab. Bar it o Ut ara t ahun 2006 ada 112. 091 orang, 48, 75%
Per empuan dan 51, 25% Laki - laki. Berdasarkan luas wilayah dibanding dengan
j umlah penduduk yang ada, kepadat an penduduk Bar it o Ut ara t ergolong j arang,
dimana ada hanya sekit ar 14, 00 orang per km perseginya ( Bar it o Ut ara Dalam
Angka 2006) .
Dar i keselur uhan penduduk Barit o Ut ara, kecamat an yang mempunyai pr osent ase
penduduk t ert inggi sebanyak 54, 88% berada di kecamat an Teweh Tengah, dengan
t ingkat kepadat an 36 j iwa/ km2, sedangkan kecamat an dengan t ingkat prosent ase
penduduk t erendah adalah kecamat an Gunung Purei berkisar 2, 56% dengan
t ingkat kepadat an penduduk ber kisar 2, 31 j iwa/ km2. Hal ini mengindikasikan
bahwa t ingkat penyebaran penduduk di Kab. Barit o ut ara belum merat a kondisi ini
disebabkan kont r ibusi aksesibilit as dari pusat kabupat en dengan kecamat an hil ir
masih bur uk, sedemikian sehingga berpengaruh t erhadap t ingkat penyebaran
penduduk di kawasan Barit o ut ara.
B ab 2  G ambaran U mumWilayah
LAPORAN FI NAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 2-33
Sedangkan bila dilihat dar i pot ensi pr odukt ivit as penduduk, Kab. Bar it o ut ara
memiliki pot ensi yang cukup t inggi, hal ini diindikasikan dengan t ingkat prosent ase
usia produt if ant ara usia 10 – 65 t ahun berada pada kisaran 76, 50% dar i
keselur uhan j umlah penduduk Kab. Bar it o Ut ara.
Tabel 2. 29 Penduduk Bar it o Ut ara t ahun 2006 menurut elompok Umur, Jenis
kelamin, dan Sex Rat io
Tabel 2. 30 Kepadat an, Rat a- Rat a per Rumah Tangga Penduduk Bar it o Ut ara
Menur ut Kecamat an
2.3.3 Pr oduk si Sumber Day a Al am
Kabupat en Bar it o Ut ara merupakan salah sat u kabupat en yang mempunyai pot ensi
sumberdaya alam yang cukup besar . Sumberdaya alam yang t erdapat di
Kabupat en Bar it o Ut ara, sebagian besar adalah hut an dan hasil ikut annya,
perkebunan, & pert ambangan. Di samping it u j uga mempunyai pot ensi sumberdaya
lain yang sampai saat ini masih dieksplor asi, sert a sumberdaya lahan yang sesuai
unt uk budidaya pert anian dan per kebunan sert a pet er nakan.
B ab 2  G ambaran U mumWilayah
LAPORAN FI NAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 2-34
Sumber daya mineral di Kabupat en Bar it o Ut ara berdasar kan hasil penyelidikan
yang dilakukan baik oleh pemer int ah maupun oleh per usahaan- per usahaan
pert ambangan t elah diper oleh dat a adanya beberapa bahan galian di daerah ini.
Pot ensi t ambang dan bahan galian sepert i Emas, Bat u bara, I nt an dan sebagainya.
Jenis bahan galian ini t er let ak menyebar di beberapa kecamat an di Kabupat en
Bar it o Ut ara.
Pot ensi perkebunan di daerah ini khususnya karet cukup t inggi, kondisi ini t idak
hanya member ikan kont r ibusi t erhadap t ingkat pendapat an daerah set empat ,
namun sekt or per kebunan member ikan lapangan kerj a bagi masyarakat sekit ar.
Eksploit asi barang t ambang khususnya bat u bara pada daerah ini sudah lama
ber langsung, dan sampai saat ini merupakan daerah di propinsi Kalimant an t engah
yang mempunyai t ingkat produksi bat u bara paling t inggi. Perhit ungan sumberdaya
hipot et ik bat ubara daerah Lahai dan sekit arnya berdasar kan hasil invent ar isasi
dipermukaan berj umlah 32, 725 j ut a t on Pada umumnya per usahaan yang bergerak
pada bidang per t ambangan bat u bara di kawasan ini mer upakan j oint vent ur e
ant ara invest or lokal dengan asing.
Tabel 2. 31 Daft ar Per usahaan Pert ambangan dan Pelabuhan Khusus di
Kabupat en Bar it o Ut ara
NO NAMA PERUSAHAAN LOKASI PELSUS KOORDINAT
1
2
3
4
PT. CAKRA ANDATU
SUKSES
( SUDAH PRODUKSI )
PT. TELEN ORBIT PRIMA
( TAHAP KONSTRUKSI )
PT. PADA IDI
( TAHAP KONSTRUKSI )
PT. ALAM BAHTERA
BARITO RAYA
( TAHAP KONSTRUKSI )
DESA LEMO KE.
T. TENGAH
DESA PARING
LAHUNG
KEC, MONTTALAT
DESA LUWE HULU
KEC. LAHEI
DESA TELUK
MALEWAI
KEC. LAHEI
LS. 01
0
– 01” – 50,8”
S/D
01
0
– 01” – 52,4”
BT. 114
0
– 49” – 45”
S/D
114
0
– 49” – 47”
LS. 01
0
– 13” – 00,0”
S/D
01
0
– 13” – 12,0”
BT. 114
0
– 48” – 24,7
S/D
114
0
– 48” – 22,7”
LS. 00
0
– 47” – 23,4”
S/D
00
0
– 47” – 21,4”
BT. 114
0
– 56” – 23,4
S/D
114
0
– 56” – 08,5”
LS. 00
0
– 44” – 37,2”
S/D
00
0
– 44” – 37,4”
BT. 114
0
– 53” – 52,8”
S/D
114
0
– 54” – 01,9”
B ab 2  G ambaran U mumWilayah
LAPORAN FI NAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 2-35
5
6
7
8
PT. HARFA TARUNA
MANDIRI
( TAHAP KONSTRUKSI )
PT. ANTANG GANDA
UTAMA
( SUDAH PRODUKSI )
PT. PERMATA MULYA
AGUNG
( SUDAH PRODUKSI )
PT. ASMIN BARA JAAN
( TAHAP KONSTRUKSI )
DESA PARARAWEN
KEC. TEWEH
TENGAH
DESA BUTONG
KEC. TEWEH
TENGAH
DESA PENDREH
KEC. TEWEH
TENGAH
DESA BUNTOK
KECIL
KEC. TEWEH
TENGAH
LS. 00
0
– 59” – 16,1”
S/D
00
0
– 59” – 23,2”
BT. 114
0
– 48” – 36,1”
S/D
114
0
– 48” – 28,9”
LS. 01
0
– 06” – 57,6”
S/D
01
0
– 06” – 56,5”
BT. 114
0
– 53” – 57,6”
S/D
114
0
– 53” – 12,4”
LS. 00
0
–56,1 – 16,5”
S/D
00
0
– 56” – 22,4”
BT. 114
0
– 51” – 16,5”
S/D
114
0
– 51 – 41,6”
LS. 01
0
–08 – 07,5”
S/D
01
0
– 08– 10,1”
BT. 114
0
– 52” – 19,6”
S/D
114
0
– 52 – 03,7”
9
10
11
12
PT. SUPRABARI
MAPANINDO MINERAL
( TAHAP KONSTRUKSI )
PT. VICTOR DUA TIGA
MEGA
( SUDAH PRODUKSI )
PT. SINOMAST MINING
( TAHAP KONSTRUKSI )
PT. DUTA NUR CAHYA
( SUDAH PRODUKSI )
DESA BT. NINGGI
KEC. TEWEH TENGAH
DESA LUWE HULU
KEC. LAHEI
DESA IPU
KEC. LAHEI
MUARA BAKAH
KEC. LAHEI
LS. 01
0
– 04” – 27,5”
S/D
00
0
– 04” – 36,9”
BT. 114
0
– 51” – 53,6”
S/D
114
0
– 51” – 05,2”
LS. 01
0
– 46” – 59,1”
BT. 114
0
– 56” – 01,0”
LS. 01
0
– 54” – 53,1”
S/D
00
0
– 54” – 28,3”
BT. 114
0
– 54” – 53,1”
S/D
114
0
– 52” – 57,2”
LS. 00
0
– 49” – 20,2”
BT. 114
0
– 56” – 33,8”
B ab 2  G ambaran U mumWilayah
LAPORAN FI NAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 2-36
2.3.4 Per ek onomi an
Produk Domest ik Regional Br ut o ( PDRB) mer upakan j umlah pr oduk nilai barang
dan j asa yang dihasilkan oleh berbagai unit pr oduksi at au j umlah balas j asa yang
dit er ima oleh fakt or produksi yang ikut sert a dalam proses pr oduksi, j umlah
pengeluaran yang dilakukan unt uk konsumsi r umah t angga, Lembaga swast a,
konsumsi pemer int ah, dan perubahan ekspor net o dar i sat u daerah. Dengan
demikian dengan angka PDRB dapat t erlihat seberapa besar kegiat an
per ekonomian yang dihasilkan dalam kur un wakt u t ert ent u ( sat u t ahun) di
Kabupat en Bar it o Ut ara dan pert umbuhan dari kegiat an per ekonomian Kabupat en
Bar it o Ut ara j ika dibandingkan dengan t ahun sebelumnya.
Per kembangan absolud PDRB cender ung meningkat selama t iga t ahun t erakhir
( 2004 – 2006) , hal ini member ikan indikasi posit if t ent ang kemaj uan daerah.
Dilihat dar i sisi pert umbuhan dalam persent ase ( lihat t abel di bawah) , bahwa
masing- masing lapangan usaha menunj ukkan bahwa [ i] sekt or Pert anian,
Pet er nakan, Kehut anan dan Per ikanan pada t ahun 2004 sampai dengan t ahun 2006
mengalami pert umbuhan rat a- rat a sebesar 6, 04%; [ ii] sekt or Pert ambangan dan
Penggalian pada t ahun 2004 sampai dengan t ahun 2006 mengalami pert umbuhan
rat a- rat a sebesar 13, 40%; [ iii] sekt or I ndust r i Pengolahan pada t ahun 2004 sampai
dengan t ahun 2006 mengalami pert umbuhan r at a- rat a sebesar 7, 14%; [ iv] sekt or
List r ik, Gas dan Air Ber sih pada t ahun 2004 sampai dengan t ahun 2006 mengalami
pert umbuhan rat a- rat a sebesar 6, 63%; [ v] sekt or Bangunan pada t ahun 2004
sampai dengan t ahun 2006 mengalami pert umbuhan rat a- rat a sebesar 4, 81%; [ vi]
sekt or Perdagangan, hot el dan r est oran pada t ahun 2004 sampai dengan t ahun
2006 mengalami pert umbuhan rat a- rat a sebesar 4, 18%; [ vii] sekt or Pengangkut an
dan Telekomunkasi pada t ahun 2004 sampai dengan t ahun 2006 mengalami
pert umbuhan rat a- rat a sebesar 7, 82%; [ viii] sekt or Keuangan pada t ahun 2004
sampai dengan t ahun 2006 mengalami pert umbuhan rat a- rat a sebesar 4, 81%; [ ix]
sekt or Jasa pada t ahun 2004 sampai dengan t ahun 2006 mengalami pert umbuhan
rat a- rat a sebesar 14, 47%.
B ab 2  G ambaran U mumWilayah
LAPORAN FI NAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 2-37
Tabel 2. 32 Per kembangan PDRB At as Dasar Harga Konst an t ahun 2000
Menur ut Lapangan Usaha ( j ut aan Rupiah)
Tabel 2. 33 Pert umbuhan PDRB At as Dasar Harga Ber laku t ahun 2000
Menur ut Lapangan Usaha ( j ut aan Rupiah)
2.3.5 Jar i ngan Tr anspor t asi
A. Tr an spor t asi Dar at
Prasarana t ransport asi darat di Kabupat en Bar it o ut ara dibagi dalam j alan negara,
j alan pr opinsi, j alan kabupat en selebihnya mer upakan j alan desa, perkebunan,
j alan HPH dan j alan kawasan indust ri. Sebagian besar kondisi j alan dalam kot a
relat if sudah baik karena t elah dilakukan perbaikan dan peningkat an pada sebagian
ruas j alan, namun pada sebagian besar r uas j alan luar kot a masih sangat minim
baik secara kuant it as dan kualit as. Akses ant ar pusat kegiat an pada dasarnya
sudah dir int is secara j aringan, namun kondisi f isik dari r uas j alan masih per lu
banyak perbaikan. Hal ini disebabkan kondisi t anah dasar sebagian ruas yang
dilalui r elat if labil, dit ambah lagi muat an angkut an barang yang ser ing kali melebihi
t onase j alan yang diij inkan. Unt uk kondisi aksesibilit as j alan ini j uga sangat
t ergant ung dar i musim, kar ena apabila musim huj an ada r uas- r uas j alan yang
mengalami banj ir sehingga t idak bisa dilalui.
Aksesibilit as t erhadap Pusat Kegiat an Nasional mengalami kendala secara j arak
maupun t ingkat aksesibilit asnya it u sendir i, dimana kendala yang dihadapi ber upa
B ab 2  G ambaran U mumWilayah
LAPORAN FI NAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 2-38
banyak t ingkat kelandaian j alan yang relat if t inggi sepanj ang r ut e t ersebut
disebabkan sebagian besar wilayah Bar it o ut ara mer upakan dat aran t inggi.
Dit ambah lagi dengan dimensi j alan yang masih minim, dimana rat a- r at a lebar
j alan akses ke Pusat Kegiat an t ersebut berkisar 4 – 6 met er . Demikian j uga banyak
sungai yang memot ong j alur j alan t ersebut sehingga har us membuat banyak
j embat an t erminal merupakan salah sat u f asilit as pent ing unt uk mendukung
pengembangan t ransport asi darat yang digunakan sebagai t empat naik - t ur unnya
penumpang dan barang ant ar kot a at au di dalam wilayah.
Di Kabupat en Bar it o ut ara t erminal yang ada hanya ber upa pangkalan- pangkalan
angkut an umum saj a t anpa didukung oleh bangunannya kecuali di Muara t eweh,
yang merupakan t erminal angkut an luar kot a ( ant ar kabupat en dan ant ar pr opinsi) .
Tet api sej auh ini sedikit bis yang bersedia menaikkan penumpang dari t erminal
kar ena belum ada ket erkait an yang j elas ant ara angkut an luar kot a dan angkut an
dalam Kot a Muara t eweh.
Tabel 2. 34 Panj ang j alan Menur ut Jenis Per mukaan Jalan ( dalam Km)
Usaha pemer int ah daer ah dalam meningkat kan aksesibilit as daerah t er lihat dalam
t abel di bawah ini, dimana baik secara kuant it as maupun kualit as t erj adi
peningkat an dalam prasarana j alan darat , kalaupun peningkat an t er sebut belum
begit u t inggi nilai peningkat annya, hal ini didasarkan pada kemampuan daerah
dalam mendanai usaha perbaikan t ersebut . Pada t ahun 2006 t ingkat prosnt ase
kondisi j alan yang baik hanya ber kisar 11. 00 %, sedangkan pada t ahun 2007
meningkat menj adi 26. 31 %, sedangkan sebaliknya dimana kondisi j alan yang
sudah r usak berat menj adi ber kurang sebesar 6. 30 %, hal ini mengindikasikan
usaha pemer int ah dalam meningkat kan aksesibilit as guna menunj ang
perkembangan daerah.
B ab 2  G ambaran U mumWilayah
LAPORAN FI NAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 2-39
Tabel 2. 35 Panj ang Jalan Menurut Kondisi Jalan ( dalam Km)
Gambar 2. 7 Pet a Jaringan Jalan Di Kot a Muara Teweh, Kab. Bar it o Ut ara
B ab 2  G ambaran U mumWilayah
LAPORAN FI NAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 2-40
B. Tr an spor t asi Su ngai
Akt ivit as penduduk kawasan Muara t eweh yang masih banyak menggunakan sungai
sebagai prasarana t ransport asi mengindikasikan bahwa masih t ingginya apresiasi
masyarakt akan prasar ana angkut an ini. Hal ini dit unj ang dengan kondisi dimana
sebagian pusat kegiat an penduduk kawasan Barit o ut ara umumnya masih berada
t idak j auh dar i j alur pelayaran sungai. Paralel dengan kebut uhan t ransport asi darat
yang t idak semuanya dapat dipenuhi oleh prasarana j alan, maka t ransport asi air
yang sudah berabad- abad ada di Kabupat en Barit o ut ara t et ap dilanj ut kan. Kondisi
sungai dengan kelebar an yang memadai dan j uga dapat menj angkau sampai
wilayah pedalaman menyebabkan sungai j uga berf ungsi sebagai prasarana
t ransport asi pergerakan penduduknya. Akan t et api t ransport asi sungai ini
mempunyai kelemahan baik pada musim kemar au maupun musim huj an. Pada saat
musim kemar au biasanya t erj adi sur ut nya air sungai yang dapat menghambat
kapal- kapal besar masuk ke daerah pedalaman, hal ini dikarenakan :
 Rendahnya debit air
 Turunnya permukaan air
 Munculnya bat u - bat u di dasar sungai ( gosong) at aupun kayu- kayu yang
t enggelam di dasar sungai sehingga mempert inggi resiko perj alanan kapal.
Sebaliknya pada musim huj an, sat u- sat unya gangguan yang dihadapi adalah
derasnya arus sungai yang akan menghambat laj u kapal menuj u hulu sungai sert a
bat asan ket inggian ambang t inggi j embat an yang t er lewat i oleh j alur sungai
dimana kondisi ini menyebabkan kapal - kapal besar t idak dapat melewat i j alur
sungai t ersebut . Selain it u kar ena umumnya kot a- kot a di pedalaman berkembang
di pinggir sungai, banyak pula penyebrangan sungai unt uk menuj u bagian kot a
lainnya sehingga memer lukan kehat i - hat ian dar i pengemudi kapal dalam
menyebrang arus yang deras t ersebut
Sungai Bar it o mer upakan prasarana t ransport asi sungai ut ama di Kab. Bar it o ut ara.
Keberadaan sungai ini member ikan kont r ibusi yang sangat berart i bagi
perkembangan wilayah ini, dimana pemanfaat an sungai t idak hanya dilayar i oleh
pelayaran penduduk sekit ar unt uk kepent ingan mobilit asnya, namun sudah
dimanfaat kan unt uk angkut an barang t ambang dan hasil per kebunan di kawasan
ini sampai ke kawasan hulu sungai Bar it o.
Terdapat beberapa dermaga sungai di Kabupat en Bar it o Ut ara, ant ara lain ;
dermaga Muara t eweh, dermaga Lahei, & der maga Mont alat dimana pemanfaat an
dermaga ini diper unt ukan unt uk dapat mengakomodir mobilit as per ekonomian
B ab 2  G ambaran U mumWilayah
LAPORAN FI NAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 2-41
ant ar kecamat an dan kabupat en pada umumnya. Pada perkembangannya saat ini
masih diper lukan beber apa dermaga di beberapa lokasi unt uk dapat mengakomodir
angkut an barang dan penumpang kawasan ini, baik yang sifat nya ber upa
pergerakan int ra zona at au ant ar zona di kawasan ini. Hal ini j uga mer upakan
indikasi per kembangan kawasan dalam pemanfaat an sungai sebagai pr asarana
t ransport asi kawasan ini, selain dit unj ang oleh kebij akan pemerint ah daerah
set empat yang akan meningkat kan pemanfaat an ssungai unt uk prasarana
angkut an barang hasil t ambang dan per kebunan di kawasan ini unt uk
didist ribusikan ke daerah hlir.
Pada sisi lain, misi dari pemer int ah t ersebut t er halang oleh kondisi ut ilit as dari
masing- masing dermaga yang sudah beroperasi, dimana sebagian besar t ersebut
per lu perbaikan yang disebabkan umur operasi dermaga yang sudah lama.
Sebagian besar konst r uksi dermaga t erbuat dari kayu ulin dan besi. Keberadaan
dermaga- dermaga sungai milik pemerint ah/ dishub lebih bert uj uan unt uk
memper lancar lalu lint as alir an penumpang, dan aliran barang hanya sebat as
barang kebut uhan pokok sandang, pangan dan papan, dengan barang hasil
t ambang dan per kebunan belum banyak t erakomodir. Tapi disisi lain unt uk
pengangkut an barang akan masih t et ap t et ap dipr ior it askan unt uk mengandalkan
angkut an sungai.
Tabel 2. 36 Per kembangan Angkut an Sungai di Kab. Bar it o Ut ara
Tahun 2003 – 2007.
NO TAHUN
KAPAL
PENUMPANG
(Orang )
BARANG
(Ton) KET
Dtg Brkt Turun Naik Bkr Muat
1 2 3 4 5 6 7 8 10
1
2
3
4
5
2003
2004
2005
2006
2007
1,067
1,017
1,186
1,075
1,172
1.102
1.004
1.342
1.081
1.279
.
18.012
18.044
61.036
61.267
66.445
44.789
45.174
78.107
79.131
85.804
815,72
5,481
16.137
12.431
19.187
191,42
397,0
910,0
1.804
11.090
JUMLAH 4.349 5.808 224.804 333.005 44.095 14.392
B ab 2  G ambaran U mumWilayah
LAPORAN FI NAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 2-42
Dar i sumber dat a diat as dan beberapa sumber dat a lain yang kami invent ar isir
dapa t er lihat angka peningkat an, khususnya angka penumpang baik yang dat ang
maupun yang berangkat dari simpul muara t eweh. Ber ikut akan dit ampilkan graf ik
mengenai pert umbuhan j umlah penumpang di simpul muara Teweh ini :
Gambar 2. 8 Grafik Flukt uat ivit as Jumlah Penumpang Di Simpul
Muara Teweh
Pada graf ik t er lihat j umlah penumpang berangkat t ert inggi t erj adi pada t ahun 2002
sekit ar 104. 907 orang, namun t erj adi penur unan yang sangat drast is pada t ahun
ber ikut nya, unt uk kemudian mengalami kenaikan kembali pada t ahun ber ikut nya
dengan t ingkat pert umbuhan mencapai 3, 5% pert ahun. Sepert i pada angka j umlah
penumpang berangkat , pada t ahun 2003 j umlah penumpang yang yang dat ng
mengalami penur unan yang cukup t aj am mencapai 50%, namun pada t ahun
ber ikunya kembali mengalami kenaikan dengan t ingkat pert umbuhan berkisar
2, 5% pert ahun.
Data Penumpang Muara Teweh
36,323
18,012 18,044
61,036 61,267
66,445
104,907
44,789 45,174
78,107
79,131
85,804
-
20,000
40,000
60,000
80,000
100,000
120,000
2002 2003 2004 2005 2006 2007
Tahun
J
u
m
l
a
h
Penumpang - Datang
Penumpang - Berangkat
B ab 2  G ambaran U mumWilayah
LAPORAN FI NAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 2-43
Tabel 2. 37 Jumlah Kapal, isi dan PK Kapal Pedalaman yang Terdaft ar Dalam
Wilayah Sat ker LLASDP
LAPORAN FI NAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 3-1
Ba b
3
Pen gumpul an dan Pen gol ah an Dat a
DETAIL ENGINEERING DESIGN
PELABUHAN SUNGAI PENDANG DAN MUARA TEWEH
3.1 Survei Topografi
Sur vei ini bert uj uan unt uk mendapat kan gambaran bent uk permukaan t anah yang
ber upa sit uasi dan ket inggian sert a posisi kenampakan yang ada di areal lokasi
pekerj aan besert a ar eal sekit arnya. Hasilnya kemudian akan dipet akan dengan
skala dan int erval kont ur t ert ent u.
1. Per alat an Survei
Per alat an yang dipergunakan dalam sur vei t opograf i ant ara lain meliput i:
 Wild T- 0 Theodolit ( 2 buah)
 Wild Nak. 1 Wat erpass ( 1 buah)
 Rambu ukur ( 4 set )
 Pit a ukur 50 m ( 2 buah)
 Rol met er 3 m ( 3 buah)
 Calculat or ( 3 unit )
2. Pengamat an Azimut h Ast ronomis
Pengamat an mat ahar i dilakukan unt uk menget ahui arah/ azimut h awal yait u:
a. Sebagai koreksi azimut h guna menghilangkan kesalahan akumulat if pada
sudut - sudut t erukur dalam j ar ingan polygon.
b. Unt uk menent ukan azimut h/ arah t it ik- t it ik kont r ol/ polygon yang t idak t erlihat
sat u dengan yang lainnya.
c. Penent uan sumbu X dan Y unt uk koordinat bidang dat ar pada pekerj aan
pengukuran yang bersif at lokal/ koordinat lokal.
B ab 3  Pengumpulan dan Pengolahan D at a
LAPORAN FI NAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 3-2
Gambar 3. 1 Pengamat an azimut h ast ronomis.
Dengan memper hat ikan met oda pengamat an azimut h ast r onomis pada Gambar
3. 1, Azimut h Target ( o
T
) adalah :
o
T
= o
M
+ | at au o
T
= o
M
+ ( i
T
- i
M
)
dimana:
o
T
= azimut h ke t arget
o
M
= azimut h pusat mat ahari
( i
T
) = bacaan j ur usan mendat ar ke t arget
( i
M
) = bacaan j ur usan mendat ar ke mat ahar i
Pengukuran azimut h mat ahar i dilakukan pada j alur polygon ut ama t er hadap pat ok
t erdekat dengan t it ik pengamat an pada salah sat u pat ok yang lain.
3. Pembuat an Tit ik Tet ap ( Bench Mark)
Sebagai t it ik pengikat an dalam pengukuran t opograf i per lu dibuat bench mark ( BM)
dibant u dengan cont r ol point ( CP) yang dipasang secara t erat ur dan mewakili
kawasan secara merat a. Kedua j enis t it ik ikat ini mempunyai fungsi yang sama,
yait u unt uk menyimpan dat a koordinat , baik koordinat ( X, Y) maupun elevasi ( Z) .
Mengingat f ungsinya t ersebut maka pat ok- pat ok bet on ini diusahakan dit anam
pada kondisi t anah yang st abil dan aman. Kedua j enis t it ik ikat ini diber i
nomenklat ur at au kode, unt uk memudahkan pembacaan pet a yang dihasilkan.
Disamping it u per lu pula dibuat deskr ipsi dar i kedua j enis t it ik ikat yang memuat
Matahari
Utara (Geografi)
P2
(target)
P1
o
M
o
T
|
i
M
i
T
B ab 3  Pengumpulan dan Pengolahan D at a
LAPORAN FI NAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 3-3
sket sa lokasi dimana t it ik ikat t ersebut dipasang dan nilai koordinat maupun
elevasinya.
Bent uk bench mark yang dimaksud dapat dilihat pada Gambar 3. 2.
Gambar 3. 2 Bench mark yang dibuat unt uk t it ik r ef erensi.
4. Penent uan Kerangka Dasar Hor izont al
Pengukuran t it ik kont r ol hor izont al ( t it ik polygon) dilaksanakan dengan cara
mengukur j arak dan sudut menur ut li nt asan t ert ut up. Pada pengukuran polygon ini,
t it ik akhir pengukur an berada pada t it ik awal pengukuran.
Pengukuran sudut dilakukan dengan pembacaan double ser i, dimana besar sudut
yang akan dipakai adalah harga rat a- rat a dar i pembacaan t ersebut . Azimut awal
akan dit et apkan dari pengamat an mat ahar i dan dikoreksikan t er hadap azimut
magnet is.
 Pengukuran Jarak
B ab 3  Pengumpulan dan Pengolahan D at a
LAPORAN FI NAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 3-4
Pengukuran j arak dilakukan dengan menggunakan pit a ukur 50 met er. Tingkat
ket elit ian hasil pengukuran j arak dengan menggunakan pit a ukur , sangat
t ergant ung pada cara pengukuran it u sendir i dan keadaan permukaan t anah.
Khusus unt uk pengukuran j arak pada daerah yang mir ing dilakukan dengan
cara sepert i yang diilust rasikan pada Gambar 3. 3.
Gambar 3. 3 Pengukuran j arak pada permukaan mir ing.
Jarak AB = d1 + d2 + d3
Unt uk menj amin ket elit ian pengukuran j arak maka sebagai koreksi dilakukan
j uga pengukuran j arak opt is pada saat pembacaan rambu ukur dengan
t heodolit .
 Pengukuran Sudut Jurusan
Sudut j ur usan sisi - sisi polygon adalah besar nya bacaan lingkaran hor isont al al at
ukur sudut pada wakt u pembacaan ke suat u t it ik. Besar nya sudut j urusan
dihit ung berdasarkan hasil pengukuran sudut mendat ar di masing- masing t it ik
polygon. Penj elasan pengukuran sudut j ur usan diilust rasikan pada Gambar
3. 4.
| = Sudut mendat ar
o
AB
= Bacaan skala hor isont al ke t arget pat ok B
o
AC
= Bacaan skala hor isont al ke t arget pat ok C
Pembacaan sudut j ur usan polygon dilakukan dalam posisi t er opong biasa
( B) dan luar biasa ( LB) dengan spesif ikasi t eknis sebagai ber ikut :
 Jarak ant ara t it ik- t it ik polygon adalah s 100 m.
 Alat ukur sudut yang digunakan Theodolit e T2.
 Alat ukur j arak yang digunakan pit a ukur 50 met er.
d1
d2
d3
A
B
2
1
B ab 3  Pengumpulan dan Pengolahan D at a
LAPORAN FI NAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 3-5
 Jumlah ser i pengukuran sudut 4 ser i ( B1, B2, LB1, LB2) .
 Selisih sudut ant ara dua pembacaan s 5” ( lima det ik) .
 Ket elit ian j arak linier ( Kl ) dit ent ukan dengan r umus ber ikut .
000 . 5 : 1
d
f f
KI
2
y
2
x
s
+
=
_
dimana: f x = j umlah AX dan f y = j umlah AY
 Bent uk geomet r is polygon adalah loop.
Per hit ungan t er hadap dat a pengukuran kerangka dasar hor isont al dilakukan dalam
bent uk spr eadsheet sehingga kor eksi per hit ungan dapat dilakukan dengan t epat
dan merat a. Hasil per hit ungan t ersebut diplot dalam bent uk gambar graf ik polygon
pengukuran.
Gambar 3. 4 Pengukuran sudut ant ar dua pat ok.
5. Penent uan Kerangka Dasar Vert ikal
Kerangka dasar vert ikal diperoleh dengan melakukan pengukuran sipat dat ar pada
t it ik- t it ik j alur polygon. Jalur pengukuran dilakukan t ert ut up ( loop) , yait u
pengukuran dimulai dan diakhir i pada t it ik yang sama. Pengukuran beda t inggi
dilakukan double st and dan pergi pulang. Selur uh ket inggian di t raverse net ( t it ik -
t it ik kerangka pengukur an) t elah diikat kan t erhadap BM.
Penent uan posisi vert ikal t it ik- t it ik kerangka dasar dilakukan dengan melakukan
pengukuran beda t inggi ant ara dua t it ik t er hadap bidang ref er ensi sepert i
diilust rasikan pada Gambar 3. 5.
A
B
C
o
AB
o
AC
|
B ab 3  Pengumpulan dan Pengolahan D at a
LAPORAN FI NAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 3-6
Gambar 3. 5 Pengukuran wat erpass.
Spesif ikasi Teknis pengukuran wat erpass adalah sebagai ber ikut :
 Jalur pengukuran dibagi menj adi beberapa seksi.
 Tiap seksi dibagi menj adi slag yang genap.
 Set iap pindah slag rambu muka menj adi r ambu belakang dan r ambu
belakang menj adi rambu muka.
 Pengukuran dilakukan double st and pergi pulang pembacaan rambu lengkap
Benang At as, Benang Tengah, dan Benang Bawah.
 Selisih pembacaan st and 1 dengan st and 2 lebih kecil at au sama dengan 2
mm.
 Jarak rambu ke alat maksimum 75 m.
 Set iap awal dan akhir pengukuran dilakukan pengecekan gar is bidik.
 Toleransi salah penut up beda t inggi ( T) dit ent ukan dengan r umus ber ikut :
, ,mm D T 8 =
dimana D = Jarak ant ar a 2 t it ik kerangka dasar vert ikal dalam sat uan km
Hasil pengukuran lapangan t er hadap kerangka dasar vert ikal diolah dengan
menggunakan spreadsheet sebagaimana ker angka hor isont alnya. Dar i hasil
pengolahan t ersebut didapat kan dat a ket inggian r elat if pada t it ik- t it ik pat ok
t er hadap Benchmark acuan. Ket inggian relat if t ersebut pada proses selanj ut nya
akan dikor eksi dengan pengikat an t er hadap elevasi muka air laut paling sur ut
( Lowest Low Wat er Level - LLWL) yang dihit ung sebagai t it ik ket inggian nol
( + 0. 00) .
Bidang Referensi
Slag 1
Slag 2
b1
b2
m1
m21
D
D
B ab 3  Pengumpulan dan Pengolahan D at a
LAPORAN FI NAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 3-7
6. Pengukuran Sit uasi Rinci
Penent uan sit uasi dilakukan unt uk mengambil dat a rinci lapangan, baik obyek alam
maupun bangunan- bangunan, j embat an, j alan dan sebagainya. Obyek- obyek yang
diukur kemudian dihit ung harga koordinat nya ( x, y, z) . Unt uk selanj ut nya gar is
kont ur unt uk masing- masing ket inggian dapat dit ent ukan dengan cara int erpolasi.
Pengukuran r inci/ sit uasi dilaksanakan memakai met oda t achymet r i dengan cara
mengukur besar sudut dari polygon ( t it ik pengamat an sit uasi) kear ah t it ik r inci
yang diperlukan t er hadap arah t it ik polygon t erdekat lainnya, dan j uga mengukur
j arak opt is dar i t it ik pengamat an sit uasi. Pada met oda t achymet r i ini didapat kan
hasil ukuran j arak dan beda t inggi ant ara st asiun alat dan t arget yang diamat i.
Dengan cara ini diperoleh dat a- dat a sebagai ber ikut :
 Azimut h magnet is
 Pembacaan benang diaf ragma ( at as, t engah, bawah)
 Sudut zenit h at au sudut mir ing
 Tinggi alat ukur
 Spesif ikasi pengukuran sit uasi adalah sebagai ber ikut :
 Met ode yang digunakan adalah met hode t achymet r i dengan membuat j alur ray,
dimana set iap ray t er ikat pada t it ik- t it ik polygon sehingga membent uk j alur
polygon dan wat erpass t er ikat sempur na.
Pembacaan det ail dilakukan menyebar ke selur uh ar eal yang dipet akan dengan
kerapat an disesuaikan dengan skala pet a yang akan dibuat . Gundukan t anah,
bat u- bat u besar yang mencolok sert a gar is pant ai akan diukur dengan baik. Juga
bangunan- bangunan yang pent ing dan berkait an dengan pekerj aan desain akan
diambil posisinya.
3.2 Survei Bat imet ri
Sur vei bat imet r i at au ser ingkali disebut dengan pemer uman ( sounding)
dimaksudkan unt uk menget ahui keadaan t opograf i perairan. Cara yang dipakai
dalam pengukuran ini adalah dengan menent ukan posisi- posisi kedalaman sungai
pada j alur memanj ang dan j alur melint ang unt uk cross check. Penent uan posisi-
posisi kedalaman dilakukan menggunakan GPS MAP.
Met odologi pelaksanaan survei bat imet r i ini adalah sebagai ber ikut :
B ab 3  Pengumpulan dan Pengolahan D at a
LAPORAN FI NAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 3-8
 Penent uan Jalur Sounding
Jalur sounding adalah j alur perj alanan kapal yang melakukan sounding dar i t it ik
awal sampai ke t it ik akhir dar i kawasan survei. Jarak ant ar j alur sounding yang
digunakan adalah 100 m, sepanj ang 1, 0 km ( Gambar 3. 6) . Pada bagian yang
lokasi det ail , j alur sounding dibuat dengan j arak 50m. Unt uk t iap j alur sounding
dilakukan pengambilan dat a kedalaman perairan set iap j arak 25 m. Tit ik awal dan
akhir unt uk t iap j alur sounding dicat at dan kemudian di - input ke dalam alat
pengukur yang dilengkapi dengan fasilit as GPS, unt uk dij adikan acuan lint asan
perahu sepanj ang j alur sounding. Cont oh j alur sounding pada kawasan pengukuran
dapat dilihat pada Gambar 3. 6.
R a m b u
P a s u t
J
a
l u
r P
e
n
g
u
k
u
r a
n
S
o
u
n
d
i n
g
2 5 m
5 0 m
7 5 m
1 0 0 m
G P S ( B a s e )
G P S ( R o v e r )
S o u n d i n g
P o s i s i F i x
B M
D G P S ( D i f f e r e n t i a l G P S )
R a m b u
W a t e r p a s
P e n g u k u r a n
P e n g i k a t a n K e B M
Gambar 3. 6 Pergerakan perahu dalam menyusuri j alur sounding.
 Per alat an Survei
Per alat an survei yang diper lukan pada pengukuran bat imet r i adalah:
 Echo Sounder GPSMap dan perlengkapannya. Alat ini mempunyai fasilit as GPS
( Global Posit ioning Syst em) yang akan memberikan posisi alat pada kerangka
hor isont al dengan bant uan sat elit . Dengan fasilit as ini, kont r ol posisi dalam
kerangka hor isont al dar i suat u t it ik t et ap di darat t idak lagi diper lukan. Selain
fasilit as GPS, alat ini mempunyai kemampuan unt uk mengukur kedalaman
perairan dengan menggunakan gelombang suara yang dipant ulkan ke dasar
perairan. Gambar alat ini disaj ikan pada Gambar 3. 7, sedangkan penempat an
alat ini dan per lengkapannya pada perahu dapat dilihat di Gambar 3. 8 .
B ab 3  Pengumpulan dan Pengolahan D at a
LAPORAN FI NAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 3-9
 Not ebook. Sat u unit por t able comput er diper lukan unt uk menyimpan dat a yang
di- download dar i alat GPSMap set iap 300 kali pencat at an dat a.
 Per ahu. Per ahu digunakan unt uk membawa sur veyor dan alat - alat pengukuran
menyusur i j alur - j alur sounding yang t elah dit ent ukan. Dalam operasinya,
perahu t ersebut har us memiliki beberapa kr it eria, ant ara lain:
 Per ahu har us cukup luas dan nyaman unt uk para surveyor dalam melakukan
kegiat an pengukur an dan downloading dat a dari alat ke komput er, dan lebih
baik t ert ut up dan bebas dar i get aran mesin.
 Per ahu harus st abil dan mudah bermanuver pada kecepat an r endah.
 Kapasit as bahan bakar har us sesuai dengan panj ang j alur sounding.
 Papan duga. Papanduga digunakan pada kegiat an pengamat an f lukt uasi muka
air di laut .
 Per alat an keselamat an. Per alat an keselamat an yang diper lukan selama kegiat an
survei dilakukan ant ara lain lif e j acket .
Gambar 3. 7 Reader alat GPSMap yang digunakan dalam sur vei bat imet r i.
B ab 3  Pengumpulan dan Pengolahan D at a
LAPORAN FI NAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 3-10
ANTENA
SATELIT
READER
DASAR LAUT
TRANDUSER TRANDUSER
ANTENA
TAMPAK BELAKANG TAMPAK SAMPING
Permukaan Air Laut
Gambar 3. 8 Penempat an GPSMap ( t randuser, ant ena, reader) di perahu.
B ab 3  Pengumpulan dan Pengolahan D at a
LAPORAN FI NAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 3-11
Gambar 3. 9 Pet a t opograf i bat imet r i Dermaga Pendang.
B ab 3  Pengumpulan dan Pengolahan D at a
LAPORAN FI NAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 3-12
Gambar 3. 10 Pet a t opograf i bat imet r i Dermaga Muarat eweh.
B ab 3  Pengumpulan dan Pengolahan D at a
LAPORAN FI NAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 3-13
3.3 Pencat at an Elevasi Muka Air
Baik di Pendang maupun di Muarat eweh masing- masing sudah t idak t erpengaruh
lagi oleh pasang surut . Dinamika perairan yang t ampak di kedua lokasi t ersebut
hanya dipengar uhi oleh musim basah dan musim kering. Unt uk menghit ung elevasi
dermaga maka digunakan cat at an hasil pengukuran elevasi muka air yang
dilakukan di kedua t empat t ersebut . Baik di Pendang maupun Muarat eweh
t erdapat dat a sekunder pencat at an elevasi muka air.
Alat pencat at muka air yang ada di Pendang menggunakan rekaman muka air yang
ada di Bunt ok. Namun kar ena j arak dar i Pendang dan Bunt ok relat if dekat yait u
berj arak sekit ar 47 km maka diasumsikan elevasi muka air yang t erj adi di Bunt ok
sama dengan elevasi muka air yang t erj adi di Pendang. Alat papan duga muka air
yang ada di Bunt ok dilet akkan pada kedalaman - 7 sehingga j ika dat a muka air
yang dicat at adalah 10 m berart i t inggi muka air sebenar nya adalah 3 m.
Sedangkan di Muarat eweh Alat papan duga muka air yang ada dilet akkan pada
kedalaman - 5 sehingga j ika dat a muka air yang dicat at adalah 10 m berart i t inggi
muka air sebenar nya adalah 5 m.
Tabel 3. 1 Rat a- Rat a Flukt uasi Muka Air Bulanan di Sungai Bar it o Lokasi
Pengukuran di Bunt ok
NO BULAN 2002 2003 2004 2005 2006 2007
1 JANUARI 16.34 9.06 9.82 11.82 10.51 9.95
2 PEBRUARI 16.03 8.62 10.00 10.23 11.37 9.73
3 MARET 16.43 11.53 9.69 10.60 8.92 9.57
4 APRIL 16.55 12.64 8.57 12.44 12.43 12.72
5 MEI 15.70 10.01 10.00 10.99 11.04 13.08
6 JUNI 13.83 5.46 7.54 7.02 11.57 11.57
7 JULI 8.55 8.58 7.20 7.12 7.00 9.17
8 AGUSTUS 8.56 3.70 6.14 7.19 6.14 6.33
9 SEPTEMBER 8.79 5.75 6.38 6.91 6.50 6.00
10 OKTOBER 8.72 8.78 6.37 7.26 5.35 7.07
11 NOPEMBER 8.68 7.32 7.74 10.68 7.56 7.82
12 DESEMBER 8.67 10.08 10.60 9.00 10.30 8.91
E
0
1000
2000
3000
BULAN JANUARI PEBRUARI MARET APRIL MEI JUNI JULI AGUSTUS SEPTEMBER OKTOBER NOPEMBER DESEMBER
E
E
Series1
Series2
Series3
Series4
Series5
Series6
B ab 3  Pengumpulan dan Pengolahan D at a
LAPORAN FI NAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 3-14
2
4
6
8
10
12
14
16
18
0 2 4 6 8 10 12
B U L A N
2002
2003
2004
2005
2006
2007
Tabel 3. 2 Rat a- Rat a Flukt uasi Muka Air Bulanan di Sungai Bar it o Lokasi
Pengukuran di Muarat eweh
NO BULAN 2002 2003 2004 2005 2006 2007
1 JANUARI 5.32 5.39 8.09 8.78 8.14 7.96
2 PEBRUARI 4.38 5.35 6.84 7.60 9.61 8.62
3 MARET 8.11 4.96 7.04 9.19 6.37 8.11
4 APRIL 7.70 5.74 6.92 10.19 10.61 9.28
5 MEI 6.11 4.43 7.61 7.95 9.57 10.28
6 JUNI 3.91 0.75 3.53 5.57 10.09 6.89
7 JULI 0.52 5.08 5.38 6.26 3.24 4.70
8 AGUSTUS 1.61 2.35 2.32 4.93 2.05 6.23
9 SEPTEMBER 1.12 3.57 3.50 4.42 1.97 6.15
10 OKTOBER 0.76 6.03 1.93 7.10 0.70 5.19
11 NOPEMBER 2.80 4.54 6.94 9.78 3.60 6.49
12 DESEMBER 4.22 7.40 8.80 6.65 8.40 8.24
Gambar 3. 11 Grafik Rat a- Rat a Flukt uasi Muka Air Bulanan muka air di Bunt ok.
B ab 3  Pengumpulan dan Pengolahan D at a
LAPORAN FI NAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 3-15
0
2
4
6
8
10
12
14
16
18
0 2 4 6 8 10 12
B U L A N
2002
2003
2004
2005
2006
2007
`
Gambar 3. 12 Grafik Rat a- Rat a Flukt uasi Muka Air Bulanan muka air di
Muarat eweh.
B ab 3  Pengumpulan dan Pengolahan D at a
LAPORAN FI NAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 3-16
3.4 Survei Mekanika Tanah
Pekerj aan penyelidikan t anah dilakukan guna mendapat kan dat a- dat a sert a
gambaran mengenai keadaan, j enis dan sifat - sif at mekanis t anah di lokasi
dermaga. Dat a- dat a t ersebut unt uk selanj ut nya digunakan sebagai kr it er ia unt uk
menent ukan daya dukung t anah, sist em pondasi, kedalaman t iang dan unt uk
memperkirakan besarnya set t lement .
Pada pekerj aan penyelidikan t anah ini, lingkup pekerj aan yang akan dilaksanakan
t erdir i dar i:
- Penyelidikan t anah di lapangan yang meliput i pekerj aan bor ing.
- Pekerj aan t est laborat or ium dari cont oh t anah yang diambil.
Pekerj aan bor ing yang dilaksanakan t erdir i dari 3 ( t iga) t it ik dengan dist ribusi
penyebaran sebagai ber ikut :
- dua t it ik di sungai, dan
- sat u t it ik di darat .
B ab 3  Pengumpulan dan Pengolahan D at a
LAPORAN FI NAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 3-17
Gambar 3. 13 Bagan ( plat f or m) t empat penyelidikan t anah di sungai.
3.4.1 Bor i ng
Pengeboran dilakukan dengan menggunakan sist em mekanik yait u dengan alat bor
mesin mer k “ YBM 1” hingga kedalaman maksimum 30 m dar i permukaan t anah.
At au dihent ikan apabila St andard Penet rat ion Test ( SPT) t elah mencapai nilai > 60
dengan lapisan keras set ebal 3 met er. Hasil dari pekerj aan bor ing berupa bor ing
log yang menyaj ikan gambaran j enis- j enis t anah dan besarnya SPT pada set iap
kedalaman penguj ian.
Sama halnya dengan sondir, penyelidikan t anah melalui bor ing j uga member ikan
beberapa hal pent ing ant ara lain :
- Let ak lapisan t anah ker as.
- Per kiraan j enis lapisan t anah.
- Per kiraan ket ebalan t iap j enis lapisan t anah.
- Pengambilan cont oh t anah unt uk di uj i laborat orium yang selanj ut nya dapat
diper oleh paramet er - paramet er t anah yang diper lukan sehubungan dengan
per encanaan.
dasar laut
tripod
mesin bor
bagan
stang bor
muka air laut
B ab 3  Pengumpulan dan Pengolahan D at a
LAPORAN FI NAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 3-18
Pekerj aan- pekerj aan yang akan dilaksanakan selama pekerj aan boring ber langsung
adalah:
- Penguj ian SPT ( St andard Penet rat ion Test ) , yang dilakukan pada set iap
int erval kedalaman 3 met er.
- Pengambilan cont oh t anah t ak t erganggu ( undist urbed sample) pada set iap
int erval kedalaman 3 met er.
- Pengambilan cont oh t anah t erganggu ( dist urbed sample) pada set iap met er
kedalaman.
Pengambilan cont oh t anah t erganggu ( dist urbed sample) dilakukan pada saat
pengeboran yait u dar i t abung SPT dan t abung core bar r el. Cont oh t anah t ersebut
kemudian dimasukkan kedalam plast ik dan diberi t anda ber upa nomor t it ik,
kedalaman dan t anggal pengambilan. Unt uk selanj ut nya cot oh- cont oh t anah dalam
plast ik t ersebut disusun dalam kot ak pengemasan yang dinamakan cor e box.
Sedangkan pengambilan cont oh t anah t ak t erganggu ( undist ur bed sample)
dilakukan dengan menggunakan t abung cont oh t anah yang berdiamet er 76 mm
dengan panj ang 60 cm, sert a memiliki ar ea r at io < 10 %. Pengambilan cont oh
t anah ini dilakukan t iap- t iap 3 m dan dilakukan sebelum penguj ian SPT. Tabung
yang ber isi cont oh t anah t ersebut kemudian dit ut up dengan lilin agar kondisi t anah
t et ap t erj aga dar i penguapan. Selanj ut nya t abung t ersebut diber i t anda berupa
nomor t it ik, kedalaman dan t anggal pengambilan.
Penguj ian SPT dilakukan melalui pemukul an t abung belah “ AWX- 24” dengan
st andar hammer seberat 63. 5 kg yang dij at uhkan set inggi 76 cm. Jumlah pukulan
yang diper lukan unt uk 3x15 cm penet rasi ke dalam t anah t ercat at . Jumlah dari
pemukulan 30 cm t er akhir merupakan nilai SPT- N ( banyaknya pukulan per 30 cm) .
Disamping unt uk mendapat kan cont oh t anah t erganggu, SPT j uga menggambar kan
kekuat an t anah yang dij umpai.
St andar yang digunakan dalam pr osedur pengerj aan bor ing besert a peralat annya
meliput i:
- ASTM D- 420- 87; ” St andard Guide for I nvest igat ing and Sampling Soil and
Rock” .
- ASTM D- 1452- 80; ” St andard Pract ice f or Soil I nvest igat ion and Sampling by
Auger Bor ings” .
- ASTM D- 2488- 84; ” St andard Pract ice f or Descript ion and I dent if icat ion of Soil” .
B ab 3  Pengumpulan dan Pengolahan D at a
LAPORAN FI NAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 3-19
- ASTM D- 1586- 84; ” St andard Met hod f or Penet rat ion Test and Spli t Bar rel
Sampling of Soil” .
- ASTM D- 1587- 83; ” St andard Pract ice f or Thin Walled Tube Sampling of Soil” .
3.4.2 Test Labor at or i um
Tes laborat orium yang dilakukan t er hadap cont oh t anah t idak t erganggu
( undist urbed sample) yang diambil melalui pengeboran dimaksudkan unt uk
mendapat kan dat a- dat a besaran index t anah sert a sifat mekanisnya. Sedangkan
t est unt uk cont oh t anah t erganggu ( dist ur bed sample) dimaksudkan unt uk
mendapat kan dat a mengenai j enis t anah, bent uk t anah, war na sert a sifat but iran
t anah, kandungan mineral dalam t anah sert a sifat mekanis secara deskript if .
3.4.3 Rangk uman
Rangkuman dat a hasil sur vei mekanika t anah dapat dilihat pada t abel ber ikut :
B ab 3  Pengumpulan dan Pengolahan D at a
LAPORAN FI NAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 3-20
Gambar 3. 14 Hasil bor log lokasi pendang unt uk BH- 1.
B ab 3  Pengumpulan dan Pengolahan D at a
LAPORAN FI NAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 3-21
Gambar 3. 15 Hasil bor log lokasi pendang unt uk BH- 2.
B ab 3  Pengumpulan dan Pengolahan D at a
LAPORAN FI NAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 3-22
Gambar 3. 16 Hasil bor log lokasi pendang unt uk BH- 3.
B ab 3  Pengumpulan dan Pengolahan D at a
LAPORAN FI NAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 3-23
Gambar 3. 17 Hasil bor log lokasi Muarat eweh unt uk BH- 1.
B ab 3  Pengumpulan dan Pengolahan D at a
LAPORAN FI NAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 3-24
Gambar 3. 18 Hasil bor log lokasi Muarat eweh unt uk BH- 2.
B ab 3  Pengumpulan dan Pengolahan D at a
LAPORAN FI NAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 3-25
Gambar 3. 19 Hasil bor log lokasi Muarat eweh unt uk BH- 3.
B ab 3  Pengumpulan dan Pengolahan D at a
LAPORAN FI NAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 3-26
3.5 Kondisi Lokasi Dermaga Pendang
Dermaga di Pendang dipergunakan sebagai t empat t ambat dan naik/ t ur un
penumpang bagi speed boat maupun klot ok yang melayani angkut an lint as dalam
kabupat en dan ant ar kabupat en. Selain it u j uga digunakan sebagai t empat t ambat
at au labuh dan bongkar muat bagi kapal barang.
Kont r uksi dermaga di Pendang adalah dermaga t erapung dan t erbuat dari kayu ulin
dan sebagai pusat keramaian kar ena t erdapat pasar. Di pendang t idak mengalami
pasang surut t et api mengalami pergant ian musim yait u musim kemarau dan musim
huj an.
Flukt uasi muka air pada saat musim huj an dan musim kemarau sangat j auh
perbedaannya, berdasarkan pengamat an di lapangan perbedaan f lukt uasi t ersebut
bisa mencapai kurang lebih 5 m, sehingga konst r uksi dermaga eksist ing har us
menggunakan sist em pont on.
Pont on yang digunakan pada dermaga eksist ing masih seder hana yait u berupa
konst ruksi kayu berbent uk persegi yang set iap t epinya dipasang dr um- dr um besar
unt uk mengapungkan konst r uksi kayu t ersebut . Sehingga pada saat musim huj an
maupun kemarau konst ruksi dermaga dar i kayu t ersebut bisa elevasinya
menyesuaikan dengan muka air sungai yang ada.
Unt uk mencapai lokasi dermaga dar i t epi, saat ini fasilit as yang t er sedia hanya
ber upa pot ongan kayu yang dif ungsikan sebagai alat pij akan sement ara. Namun
saat musim huj an sering t erj adi kecelakaan kar ena t it ian kayu t ersebut sangat licin
dan sangat sempit unt uk dilewat i oleh 2 orang sekaligus.
Saat ini unt uk menunj ang operasioanal dermaga, di lokasi sudah t erdapat UPTD
Dermaga Pendang yang bert ugas unt uk mengoperasikan dermaga t ersebut unt uk
melayani masyarakat . Meskipun hanya ber upa kecamat an namun di Pendang ini
j uga ser ing disinggahi oleh bus- bus air dari j enamas at au Bunt ok menuj u
Muarat eweh. Selain it u j uga masyarakat di sekit ar Kecamat an Pendang j ika hendak
bepergian hanya bisa menggunakan sarana t ransport asi sungai kar ena j ar ingan
j alan belum sampai ke kecamat an ini.
B ab 3  Pengumpulan dan Pengolahan D at a
LAPORAN FI NAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 3-27
Tabel 3. 3 Dat a Fasilit as Der maga Pendang
UKURAN
(m
2)
1 Ponton Dermaga 228 Baik
2 Gedung Operasional - -
3 Gedung Penumpukan Barang - -
4 Terminal Ruang Tunggu 60 Baik
5 Areal Parkir Kendaraan Bermotor - -
6 Fasilitas Pemadam Kebakaran - -
7 Instalasi Listrik - -
8 Air Bersih - -
9
SBNP (Sarana Bantuan Navigasi Pelayaran)
1 Cukup
FASI LI TAS PENUNJANG
1 Gedung Perkantoran - -
2 Fasilitas Pos dan Telekomunikasi - -
3 Toko atau warung 345 Baik
4 Mushola - -
5 WC umum 4 Baik
6
Sound System / Mega Phone
- -
7 SSB/VHF/Telepon
FASI LI TAS PENDUKUNG OPERASI ONAL
1 Speed Boat 1 Baik
2 Sepeda Motor - -
3 Kapal Klotok - -
NO FASI LI TAS POKOK KONDI SI
B ab 3  Pengumpulan dan Pengolahan D at a
LAPORAN FI NAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 3-28
Gambar 3. 20 Dokument asi Dermaga Pendang
B ab 3  Pengumpulan dan Pengolahan D at a
LAPORAN FI NAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 3-29
3.6 Kondisi Lokasi Dermaga Muarat eweh
Muara t eweh mer upakan ibukot a Kabupat en Barit o ut ara yang berada di propinsi
Kalimant an Tengah dan t erlet ak di daerah khat ulist iwa diant ara 0
o
49’ sampai
dengan 1
0
27’ Lint ang Selat an 113
0
20’ sampai dengan 115
0
55’ Buj ur Timur .
Bat as Wilayah Kabupat en Bar it o Ut ara sebagai ber ikut :
 Sebelah Timur berbat asan dengan Pr op. Kalimant an Timur ,
 Sebelah Barat berbat asan dengan Kab. Lamandau & Kab. Mur ung raya,
 Sebelah Ut ara berbat asan dengan Kab. Mur ung Raya & Porp. Kalt im,
 Sebelah Selat an berbat asan dengan Kab. Bar it o Selat an & Pr op. Kalt im.
Sebagian besar wilayah Kabupat en Bar it o ut ar a mer upakan daerah dat aran t inggi
khususnya kec. Lampoeng dan Kec. Lahei, ket inggiannya berkisar ant ara 200 m -
500 m dar i permukaan air laut . Kecuali sebagian wilayah Kec. Tumpung laung dan
Kec. Ket apang yang mer upakan daerah perbukit an. Kemiringan lereng bervariasi
ant ara 0% - 25%. Sebagian besar akt ivit as kawasan Bar it o ut ara masih sangt
bergant ung kepada keberadaan Sungai Bar it o sebagai prasarana t ransport asi yang
membent ang dar i arah ut ara ke selat an wilayah ini.
Akt ivit as penduduk kawasan Muara t eweh yang masih banyak menggunakan sungai
sebagai prasarana t ransport asi mengindikasikan bahwa masih t ingginya apresiasi
masyarakt akan prasar ana angkut an ini. Hal ini dit unj ang dengan kondisi dimana
sebagian pusat kegiat an penduduk kawasan Barit o ut ara umumnya masih berada
t idak j auh dar i j alur pelayaran sungai. Paralel dengan kebut uhan t r ansport asi darat
yang t idak semuanya dapat dipenuhi oleh prasarana j alan, maka t ransport asi air
yang sudah berabad- abad ada di Kabupat en Barit o ut ara t et ap dilanj ut kan. Kondisi
sungai dengan kelebar an yang memadai dan j uga dapat menj angkau sampai
wilayah pedalaman menyebabkan sungai j uga berf ungsi sebagai pr asarana
t ransport asi pergerakan penduduknya. Akan t et api t ransport asi sungai ini
mempunyai kelemahan baik pada musim kemar au maupun musim huj an. Pada saat
musim kemarau biasanya t erj adi sur ut nya air sungai yang dapat menghambat
kapal- kapal besar masuk ke daerah pedalaman, hal ini dikarenakan :
 Rendahnya debit air
 Turunnya permukaan air
 Munculnya bat u - bat u di dasar sungai ( gosong) at aupun kayu- kayu yang
t enggelam di dasar sungai sehingga mempert inggi resiko perj alanan kapal.
B ab 3  Pengumpulan dan Pengolahan D at a
LAPORAN FI NAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 3-30
Sebaliknya pada musim huj an, sat u- sat unya gangguan yang dihadapi adalah
derasnya ar us sungai yang akan menghambat laj u kapal menuj u hulu sungai sert a
bat asan ket inggian ambang t inggi j embat an yang t er lewat i oleh j alur sungai
dimana kondisi ini menyebabkan kapal - kapal besar t idak dapat melewat i j alur
sungai t ersebut . Selain it u kar ena umumnya kot a- kot a di pedalaman berkembang
di pinggir sungai, banyak pula penyebrangan sungai unt uk menuj u bagian kot a
lainnya sehingga memer lukan kehat i - hat ian dar i pengemudi kapal dalam
menyebrang arus yang deras t ersebut
Saat ini penduduk Muarat eweh dalam menggunakan t ransport asi sungai t erpusat
pada Dermaga Pasif ik karena let aknya di depan Hot el Pasif ik. Dermaga ini t er let ak
di Sungai Bar it o dibangun pada t ahun 1994 dengan konst r uksi t erbuat dari kayu.
Pelabuhan ini merupakan t empat t ambat speedboat dan klot ok sert a sarana
t ransport asi sungai lainnya yang melayani angkut an penumpang menuj u ke Puruk
cahu, Bunt ok, dan Banj armasin.
Dermaga di Pelabuhan Pasif ic ini t erbuat dar i konst ruksi kayu ulin dengan sist em
dermaga menggunakan sist em dermaga moveable/ pont oon.
Lokasi dermaga pasifik ini t er let ak di t engah- t engah pusat kegiat an masyarakat
yang ber upa pasar dan pusat perdagangan sehingga lokasi di sekit arnya sangat
ramai. Namun sepert i halnya dermaga Pendang, dermaga di Muarat eweh ini j uga
masih t radisional dalam pelayanannya kar ena st r ukt ur dermaganya kurang
menunj ang. Pada saat musim huj an ser ing penumpang mengalami kesulit an unt uk
mencapai dermaga at aupun sebaliknya dikarenakan t it ian j alan menuj u dermaga
hanya menggunakan bat angan kayu yang dilet akkan di sepanj ang t ebing sungai.
B ab 3  Pengumpulan dan Pengolahan D at a
LAPORAN FI NAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 3-31
Gambar 3. 21 Dokument asi Dermaga Muarat eweh.
B ab 3  Pengumpulan dan Pengolahan D at a
LAPORAN FI NAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 3-32
3.7 Review Hasil St udi Sebelumnya
3.7.1 Rev i ew Aspek Kel ay ak an Tek n i s
A. Pan j ang dan El ev asi Der maga
Dermaga mer upakan f asilit as dasar di dalam t ransport asi sungai yang berf ungsi
unt uk menampung kegiat an bongkar muat penumpang dan barang sert a
pelayanan/ muat perbekalan operasi kapal dan t empat ber labuh.
Dasar pert imbangan dalam perencanaan dermaga adalah sebagai berikut :
 Posisi dermaga dit ent ukan oleh ket ersediaan lahan dan kest abilan t anah
disekit ar sungai.
 Panj ang dermaga dihit ung berdasarkan kebut uhan kapal yang akan berlabuh.
 Lebar dermaga disesuaikan dengan kemudahan akt ivit as bongkar muat kapal
dan pergerakan kendar aan pengangkut di darat .
 Let ak dermaga dekat dengan fasilit as penunj ang yang ada di darat an.
 Elevasi dermaga dit ent ukan dengan memper hat ikan kondisi elevasi muka air
sungai/ pasang surut .
Unt uk dermaga di lokasi Pendang dan Muarat eweh, berdasarkan pengamat an
Konsult an lebih cocok dengan menggunakan sist em pont on kar ena hal - hal sebagai
ber ikut :
 Flukt uasi muka air pada saat musim huj an dan musim kemarau sangat j auh
yait u mencapai kira- kira 3, 5 m.
 Lokasi dermaga pendang sudah t idak t erpengaruh oleh pasang sur ut air laut
kar ena lokasinya sudah sangat j auh dar i laut , sehingga sat u- sat unya fakt or
B ab 4  K ajian L ayout
LAPORAN FI NAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 3-33
 yang mempengar uhi elevasi dermaga di lokasi ini adalah debit air pada saat
banj ir maupun saat kemarau.
 Oleh karena adanya perbedaan elevasi yang cukup j auh maka konst r uksi
dermaga diusulkan dengan menggunakan sist em pont on yang elevasinya dapat
diat ur sesuai dengan muka air pada saat it u.
Berdasar kan dat a- dat a yang t elah diper oleh oleh Konsult an Panj ang kapal yang
paling besar yang melewat i dermaga pendang adalah bus air yang mempunyai LOA
23 m, sehingga panj ang dermaga minimal yang dibut uhkan adalah:
L = 1.07 Loa sampai 1.18 Loa
(PerBruun, Por t Engi neer i ng, Vol ume 2, Four t h Edi t i on).
Dimana L = Panj ang Dermaga ( unt uk 1 kapal)
Loa = Panj ang kapal
Sehingga panj ang minimum dermaga unt uk sat u kapal sandar adalah :
L = 1. 07 x 23 m
= 24. 61 m ~ 25 m
Unt uk elevasi dermaga akan dilakukan pemodelan melalui pemodelan mat eat ik
elevasi muka air sehingga set iap per ioda banj ir akan diket ahui elevasinya.
Pemodelan ini akan dilakukan pada Bab 4 Analisis Hidr ologi dan Sungai.
B. Lebar Der maga
Lebar apr on dermaga dit ent ukan dar i volume kegiat an bongkar muat penumpang
dan barang, semakin padat dan besar akt ivit as kegiat an maka lebar apron semakin
besar pula. Unt uk kegiat an angkut an sungai ini di t ent ukan lebar apron minimum
adalah 5 m, ini didasari bahwa kegiat an bongkar muat barang at aupun oarang
banyak dilakukan secar a manual dan t idak membut uhkan peralat an t ambahan.
C. Kedal aman Per ai r an Depan Der maga ( Kol am Pel abuh an )
Kolam pelabuhan adalah areal pelabuhan yang memiliki kedalaman t ert ent u
sehingga memungkinkan kapal melakukan ger ak baik pada saat mer apat maupun
pada saat akan berlayar maupun akan bersandar.
Kedalaman kolam perairan yang dibut uhkan, dit ent ukan dengan r umus :
H = LLWL - Draft kapal – Keep clearance
B ab 3  Pengumpulan dan Pengolahan D at a
LAPORAN FI NAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 3-34
H = LLWL – 1. 5 – 1, 0 ( met er)
= LLWL – 2, 5 ( met er )
Sehingga kedalaman kolam perairan yang disyarat kan adalah 2, 5 met er dar i muka
air sungai t er endah
D. Lebar Al ur
Alur pelayaran adalah suat u kawasan perairan di luar kolam pelabuhan ber ikut alur
pelayarannya yang dapat dipergunakan unt uk lego j angkar kapal - kapal selama
menunggu ant r ian unt uk sandar at au saat sedang docking ringan ( t idak ber operasi
at au ist irahat ) .
Lebar alur pelayaran yang dibut uhkan,
Lebar alur pelayaran diper hit ungkan berdasarkan r umus ber ikut :
 Unt uk 1 ( sat u) kapal ( one lane) .
Lebar alur pelayaran = 1, 75 B + 1, 8 B + 1, 75 B
= 5, 3 B ( met er)
= 5, 3 x 5 ( met er )
= 26, 5 met er ~ 30 met er
 Unt uk 2 ( dua) kapal ber papasan ( t wo lane)
Lebar alur pelayaran = 1, 5 B+ l, 8 B + c + 1, 8 B + 1, 5 B
= 6, 6 B + c ( met er )
= 7. 6 B ( met er)
= 7, 6 x 5 ( met er )
= 38 met er ~ 40 met er
3.7.2 Rev i ew Aspek Demand
Simpul st rat egis angkut an sungai t er lihat dar i t it ik- t it ik yang disambungkan oleh
lint as st rat egis angkut an sungai. Di beberapa t it ik t ersebut harus didukung oleh
j aringan- j ar ingan pendukung sepert i j ar ingan j alan dan j ar ingan mult imoda
bersambung dengan moda lain sepert i angkut an umum moda j alan dan angkut an
sungai. Sebagian simpul- simpul st rat egis moda sungai ini j uga berf ungsi sebagai
pelabuhan laut .
Pada simpul- simpul st rat egis ini selain prasarana pendukung j uga per lu dilengkapi
dengan sarana pendukung sepert i fasilit as bongkar muat unt uk barang yang baik,
B ab 3  Pengumpulan dan Pengolahan D at a
LAPORAN FI NAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 3-35
t erminal angkut an penumpang, t erminal angkut an barang, int er - mult imoda yang
baik dengan moda angkut an umum j alan at au moda laut at au dengan moda
angkut an sungai lainnya.
Variable- var iabel yang diaj ukan dan diasumsikan mempunyai kor elasi besar dengan
j umlah pergerakan zona bangkit an adalah sebagai ber ikut :
 Kepadat an penduduk
 Jumlah Penduduk
 Jumlah Tenaga Kerj a
 Jumlah Usia Pr odukt if
 Jumlah Fasilit as Kesehat an
 Jumlah Fasilit as Pendidikan
 Panj ang Jalan
 Jumlah Kendaraan
 PDRB At as Dasar Harga Ber laku
 PDRB At as Dasar Harga Konst an 2000
Pada dasarnya makin banyak var iabel bebas yang dimasukkan ke dalam
persamaan regr esi akan menghasilkan persamaan yang lebih andal. Akan t et api
pada sej umlah kasus, bisa j adi ant ara dua variabel bebas memiliki kor elasi yang
cukup besar yang j ika dimasukkan bersamaan dalam sat u persamaan – meskipun
keduanya ber korelasi dengan var iabel t er ikat nya - akan menghasilkan model yang
t idak masuk akal ( bahkan lebih bur uk dibandingkan j ika hanya dipakai var iabel
t unggal) . Dengan kat a lain, har us disediakan sej umlah alt er nat if persamaan yang
mengkombinasikan var iabel - var iabel bebas yang t ersedia unt uk mendapat kan
alt er nat if persamaan yang t erbaik
Tabel 3. 4 Dat a Angkut an di Dermaga Pendang
2005 2006 2007
KAPAL 2,587 2,253 1,346
PENUMPANG 23,426 16,295 14,086
BARANG (TON) 33,098 29,928 5,451
KAPAL 2,669 2,404 1,438
PENUMPANG 24,254 18,951 15,390
BARANG (TON) 7,889 24,124 7,890
KAPAL 4,023 9,587 4,502
PENUMPANG 33,567 61,611 66,100
BARANG (TON) 24,481 28,263 17,032
KAPAL 4,074 5,383 4,540
PENUMPANG 39,853 66,566 60,820
BARANG (TON) 25,841 23,309 13,082
KAPAL 3,023 2,335 1,712
PENUMPANG 35,644 36,747 34,158
BARANG (TON) 13,854 12,746 3,718
KAPAL 2,342 2,186 1,762
PENUMPANG 21,208 35,194 36,886
BARANG (TON) 436 314 6,546
KAPAL 3,616 3,544 1,932
PENUMPANG 30,865 28,498 24,073
BARANG (TON) 30,264 32,744 9,472
KAPAL 4,447 3,621 1,980
PENUMPANG 56,732 28,847 31,007
BARANG (TON) 12,042 34,199 14,594
Dishubtel Kab Barsel
JENAMAS
KEDATANGAN
KEBERANGKATAN
MENGKATIP
KEDATANGAN
KEBERANGKATAN
BUNTOK
KEDATANGAN
KEBERANGKATAN
TAHUN
DERM AGA KEGIATAN
PENDANG
KEDATANGAN
KEBERANGKATAN
B ab 3  Pengumpulan dan Pengolahan D at a
LAPORAN FI NAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 3-36
Gambar 3. 22 Grafik Jumlah Kedat angan dan Keberangkat an di Dermaga
Pendang
Gambar 3. 23 Grafik Jumlah Kedat angan dan Keberangkat an di Dermaga
Muarat eweh.
JUMLAHKEDATANGANDI UPTD PENDANG
0
5,000
10,000
15,000
20,000
25,000
30,000
35,000
2005 2006 2007
TAHUN
J
U
M
L
A
H
KAPAL
PENUMPANG
BARANG(TON)
JUMLAHKEBERANGKATANDI UPTD PENDANG
0
5,000
10,000
15,000
20,000
25,000
30,000
2005 2006 2007
TAHUN
J
U
M
L
A
H
KAPAL
PENUMPANG
BARANG(TON)
Da t a Pe num pa ng M ua r a Te we h
36,323
18,012 18,044
61,036 61,267
66,445
104,907
44,789 45,174
78,107
79,131
85,804
-
20,000
40,000
60,000
80,000
100,000
120,000
2002 2003 2004 2005 2006 2007
Ta hu n
J
u
m
l
a
h
Penumpang - Datang
Penumpang - Berangkat
B ab 3  Pengumpulan dan Pengolahan D at a
LAPORAN FI NAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 3-37
27,783 35,459 45,256 57,759 70,050
2030 2010 2015 2020 2025
Tabel 3. 5 Proyeksi Penumpang Pelabuhan Pasif ic – Muara Teweh
Id Zone Nama Zona Kabupat en/ Kot a
2008 2009 2013 2023 2033
Si mpul Muara Teweh 95032 101684 133287 262196 515780
MRT-01 Teweh Tengah Bari t o Ut ara 31610 33823 44335 87213 171561
MRT-02 Lahei 18640 19945 26144 51428 101167
MRT-03 Teweh Timur 6244 6681 8758 17227 33889
MRT-04 Gunung Purei 5448 5829 7641 15031 29569
MRT-05 Gunung Timang 8696 9305 12197 23993 47197
MRT-06 Mont al l at 24394 26102 34214 67304 132397
Tabel 3. 6 Hasil Pr oyeksi Pert umbuhan Penumpang Dermaga Pendang
3.7.3 Rev i ew Aspek Li ngk ungan
A. Anal i si s Cu r ah Hu j an Mak si mum
Cur ah huj an r encana yang dalam hal ini adalah curah huj an har ian diper oleh dar i
dat a curah huj an har ian maksimum t ahunan dengan met ode analisis frekuensi.
Analisis fr ekuensi dat a curah huj an r encana dapat dilakukan dengan menggunakan
beberapa dist r ibusi probabilit as yang banyak digunakan dalam Hidr ologi, yait u :
Dist ibusi Normal, Dist r ibusi Log Normal 2 Paramet er , Dist r ibusi Log Normal 3
Paramet er, Dist r ibusi Gumbel Tipe I , Dist ribusi Pearson I I I dan Dist r ibusi Log
Pearson I I I . Unt uk pekerj aan ini, dat a curah huj an har ian maksimum t ahunan
diper oleh dari st asiun huj an t erdekat .
B ab 3  Pengumpulan dan Pengolahan D at a
LAPORAN FI NAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 3-38
Tabel 3. 7 Dat a Curah Huj an Maksimum Tahunan
TAHUN
STASIUN : TJILIK RIWUT
P ALANG K AR AYA
1988 70
1989 83
1990 66
1991 113
1992 84
1993 64
1994 49
1995 73
1996 68
1997 64
1998 102
1999 115
2000 100
2001 80
2002 74
2003 102
2004 131
2005 80
2006 96
2007 122
Maximum 131.20
Cu rah Hu jan Harian Maksimu m
0
20
40
60
80
100
120
140
1988 1989 1990 1991 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006
Ta hu n Pe n g a ma t a n
C
u
r
a
h

H
u
j
a
n

(
m
m
)
Gambar 3. 24 Grafik curah huj an maksimum t ahunan.
B ab 3  Pengumpulan dan Pengolahan D at a
LAPORAN FI NAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 3-39
Tabel 3. 8 Resume Hasil Analisis Curah Huj an Maksimum
PERIODE
ULANG
STASIUN TJILIK RIWUT PALANG K AR AYA
FREKUENSI CUR AH HUJ AN ( mm)
NORMAL LOGNORMAL PEARSON LOGPEARSON GUMBEL
Tr 200 144.11 161.02 156.29 165.78 180.78
Tr 100 138.56 151.20 147.91 155.62 167.08
Tr 50 132.49 141.16 139.13 145.15 153.33
Tr 25 125.75 130.77 129.82 134.26 139.48
Tr 10 115.31 116.17 116.30 118.82 120.80
Tr 5 105.52 103.96 104.58 105.81 106.03
Tr 3 96.39 93.74 94.48 94.85 94.29
Tr 2 86.80 84.08 84.66 84.43 83.71
Maximum 144.11 161.02 156.29 165.78 180.78
Rerata 118.12 122.76 121.65 125.59 130.69
Minimum 86.80 84.08 84.66 84.43 83.71
Standar Deviasi 20.63 27.80 25.88 29.40 35.18
B. Lok asi Pendan gk al an
Berdasar kan pengamat an di lapangan unt uk lokasi pendangkalan pada umumnya
t er let ak di daerah hulu.
Unt uk lokasi Pendang kar ena let aknya masih agak di sebelah hulu maka lokasi
pendangkalan j uga t erj adi di beberapa t empat . Pada beber apa lokasi alur lebar
sungai ada yang hanya mencapai 50 m sedangkan sisanya t idak bisa dilewat i
kar ena t erj adi pendangkalan. Sehingga unt uk mencapai lokasi Pendang but uh
beberapa rambu kar ena kapal - kapal bisa karam sewakt u- wakt u t er ut ama di musim
kemarau. Sedangkan unt uk lokasi Muar at eweh pendangkalan j uga banyak t erj adi
t er ut ama di daerah 500 m set elah dermaga Muarat eweh.
C. Pembagi an Ti pol ogi Sungai
Tipologi sungai dit ent ukan berdasarkan beberapa paramet er : lokasi geograf is,
ukuran daerah t angkapan air, dan mat er ial t anah sungai/ geologi.
Secara t abular is, t ipologi sungai disusun sebagai ber ikut :
1. Berdasar kan ket inggian dari muka air laut , yait u:
 Tinggi > 800 m
 Sedang 200 – 800 m
 Rendah < 200 m
2. Luas Daerah Tangkapan Air – Cat chment Area ( km2) , yait u:
B ab 3  Pengumpulan dan Pengolahan D at a
LAPORAN FI NAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 3-40
 Kecil 0 – 100 km2
 Menengah 100 – 1000 km2
 Besar 1000 – 10. 000 km2
 Sangat Besar > 10. 000 km2
Umumnya klasif ikasi sungai dit ent ukan oleh dua poin t erat as, posisi t opograf is dan
luas daerah t angkapan air. Sebabnya adalah kedua dat a sungai t ersebut mudah
didapat dan dapat langsung dilakukan pr oses klasif ikasi.
Sungai Bar it o t ergolong sungai dengan kat egor i r endah berdasar kan ket inggian
t er hadap muka air laut kar ena ket inggiannya kurang dar i 200 m, sedangkan j ika
dilihat berdasarkan luas t angkapan air, maka Sungai Bar it o t ergolong sungai sangat
besar karena luas t angkapan airnya mencapai 23. 100 km2.
D. Penent u an Sempadan Sun gai
Penet apan gar is sempadan sungai yang dilakukan dengan ket ent uan sebagai
ber ikut :
a. Unt uk sungai- sungai yang menj adi kewenangan Ment eri, bat as gar is sempadan
sungai dit et apkan dengan Perat uran Ment er i berdasar kan usulan dar i Dir ekt ur
Jenderal.
b. Unt uk sungai- sungai yang dilimpahkan kewenangannya kepada Pemer int ah
Daer ah, bat as garis sempadan sungai dit et apkan dengan Perat uran Daerah
berdasarkan usulan dar i Dinas.
c. Unt uk sungai- sungai yang dilimpahkan kewenangan pengelolaannya kepada
Badan Hukum t ert ent u, bat as garis sempadan sungai dit et apkan dengan
Per at uran Ment er i ber dasarkan usulan dar i Badan Hukum t ert ent u yang
bersangkut an
Kr it er ia penet apan gar is sempadan sungai t erdir i dar i :
1. Sungai bert anggul di luar kawasan per kot aan.
2. Sungai bert anggul di dalam kawasan perkot aan.
3. Sungai t idak bert anggul di luar kawasan per kot aan.
4. Sungai t idak bert anggul di dalam kawasan perkot aan
Gar is sempadan sungai bert anggul dit ept apkan sebagai ber ikut :
1. Gar is sempadan sungai bert anggul di luar kawasan perkot aan dit et apkan
sekurang- kurangnya 5 ( lima met er di sebelah luar sepanj ang kaki t anggul.
B ab 3  Pengumpulan dan Pengolahan D at a
LAPORAN FI NAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 3-41
2. Gar is sempadan sungai bert anggul di dalam kawasan perkot aan dit et apkan
sekurang- kurangnya 3 ( t iga) met er di sebelah luar sepanj ang kaki t anggul.
Dengan pert imbangan unt uk peningkat an fungsinya, t anggul sebagaimana
dimaksud dalam diat as dapat diperkuat , diperlebar dan dit inggikan, yang dapat
berakibat bergeser nya let ak gar is sempadan sungai.
Kecuali lahan yang ber st at us t anah negara, maka lahan yang diperlukan unt uk
t apak t anggul bar u sebagai akibat dilaksanakannya ket ent uan sebagaimana
dimaksud dalam uraian diat as har us dibebaskan.
Penet apan gar is sempadan sungai t ak bert anggul di luar kawasan per kot aan
1. Sungai besar yait u sungai yang mempunyai daerah pengaliran sungai seluas
500 ( lima rat us) Km2 at au lebih.
2. Sungai kecil yait u sungai yang mempunyai daerah pengaliran sungai seluas
kurang dar i 500 ( lima r at us) Km2.
Penat apan gar is sempadan sungai t idak bert anggul di luar kawasan perkot aan pada
sungai besar dilakukan ruas per r uas dengan mempert imbangkan luas daerah
pengaliran sungai pada ruas yang bersangkut an.
Gar is sempadan sungai t idak bert anggul di luar kawasan perkot aan pada sungai
besar dit et apkan sedangkan pada sungai kecil sekurang- kurangnya 100 ( serat us)
m, sedangkan pada sungai sekurang- kurangnya 50 lima puluh m dihit ung dar i t epi
sungai pada wakt u dit et apkan
Penet apan gar is sempadan sungai t ak bert anggul di dalam kawasan per kot aan
didasarkan pada kr it er ia :
a. Sungai yang mempunyai kedalaman t idak lebih dar i 3 ( t iga) met er, gar is
sempadan dit et apkan sekurang- kurangnya 10 ( sepuluh) met er dihit ung dar i
t epi sungai pada wakt u dit et apkan.
b. Sungai yang mempunyai kedalaman t idak lebih dar i 3 ( t iga) met er sampai
dengan 20 ( dua puluh) met er , gar is sempadan dan dit et apkan sekurang-
kurangnya 15 ( limabelas) met er dar i t epi sungai pada wakt u dit et apkan.
c. Sungai yang mempunyai kedalaman maksimum lebih dari 20 ( dua puluh)
met er, garis sempadan dit et apkan sekurang- kurangnya 30 ( t iga puluh) met er
dihit ung dar i t epi sungai pada wakt u yang dit et apkan
B ab 3  Pengumpulan dan Pengolahan D at a
LAPORAN FI NAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 3-42
Tabel 3. 9 Resume Penet apan Gar is Sempadan Sungai
Tabel 3. 10 Resume Penet apan Gar is Sempadan Sungai
No. Jenis Sungai Garis Sempadan
1 Sungai Bertanggul di Luar Perkotaan
5 m Dari Kaki Tanggul
Terluar
2 Sungai Bertanggul di Dalam Perkotaan
3 m Dari Kaki Tanggul
Terluar
3 Sungai Tidak Bertanggul di Luar Perkotaan
- Sungai Dengan DAS Lebih Dari 500 Km
2
100 m Dari Tepi Sungai
- Sungai Dengan DAS Kurang Dari 500 Km
2
50 m Dari Tepi Sungai
4 Sungai Tidak Bertanggul di Dalam Perkotaan
- Sungai Dengan Kedalaman Kurang Dari 3 m 10 m Dari Tepi Sungai
- Sungai Dengan Kedalaman 3 - 20 m 15 m Dari Tepi Sungai
- Sungai Dengan Kedalaman Lebih Dari 20 m 30 m Dari Tepi Sungai
B ab 3  Pengumpulan dan Pengolahan D at a
LAPORAN FI NAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 3-43
3.8 Kebut uhan Prasarana
3.8.1 Der maga Pendang
Sesuai dengan Rencana I nduk Pelabuhan Sungai, maka pelaksanaan konst ruksi
pembangunan fasilit as pelabuhan yang dir encanakan ini akan dibagi dalam 3 ( t iga)
t ahapan pembangunan ( j angka wakt u pembangunan) , yait u:
1. Pembangunan Jangka Pendek ( Tahun 2010 - 2015)
2. Pembangunan Jangka Menengah ( Tahun 2015 - 2020)
3. Pembangunan Jangka Panj ang ( Tahun 2020 - 2025)
Mengingat banyaknya f asilit as yang har us dibangun dan besarnya biaya yang harus
disediakan, maka pelaksanaan pembangunan unt uk masing- masing t ahap,
dilakukan dalam beberapa anggaran.
A. Pembangun an Jangk a Pendek ( Tahu n 2010 - 2015)
Pembangunan fasilit as pelabuhan pada Jangka Pendek ini dir encanakan dengan
kegiat an pembangunan sebagai ber ikut :
Pembangunan f asilit as dasar, yang t erdir i dar i:
 Reklamasi lahan dan Pembangunan revet ment .
 Pembangunan dermaga pelabuhan sungai.
 Pembangunan Revet ment .
Pembangunan f asilit as fungsional, yang t erdir i dari:
 Pembangunan gedung t erminal penumpang.
 Pembangunan gedung kant or administ rasi pelabuhan.
 Pembangunan depot unt uk BBM.
 Pembangunan pos j aga.
 Pembangunan t oilet umum/ lavat ory.
 Gardu PLN dan j ar ingan list r ik / Ruang Genset .
Pembangunan f asilit as pendukung, yang t erdir i dar i:
 Jaringan list r ik, air bersih, dan t elepon.
 Pagar pengaman lokasi.
 Tempat pembuangan sampah.
B ab 3  Pengumpulan dan Pengolahan D at a
LAPORAN FI NAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 3-44
 Area penghij auan.
B. Pembangun an Jangk a Menengah ( Tahun 2015 - 2020)
Pembangunan fasilit as pelabuhan pada Jangka Menengah ini dir encanakan dengan
kegiat an pembangunan sebagai ber ikut :
Pembangunan f asilit as dasar, yang t erdir i dar i:
 Reklamasi lahan unt uk menyediakan lahan bagi pengembangan pembangunan
fasilit as pelabuhan.
 Pembangunan j alan di lingkungan pelabuhan unt uk mendukung akt ivit as
kegiat an.
 Pengadaan rambu navigasi.
Pembangunan f asilit as fungsional, yang t erdir i dari:
 Per luasan gedung t erminal
 Per luasan kant or administ rasi
 Areal keperluan keadaan darurat
 Per luasan bangunan t er minal penumpang dan kant or administ rasi.
 Pembangunan Masj id/ Musholla.
C. Pembangun an Jangk a Pan j ang ( Tahu n 20 20 - 2025)
Pembangunan fasilit as pelabuhan pada Jangka Panj ang ini dir encanakan dengan
kegiat an pembangunan sebagai ber ikut :
Pembangunan f asilit as dasar, yang t erdir i dar i:
 Pembangunan dermaga pengembangan.
 Pembangunan j alan di lokasi pelabuhan.
 Peningkat an j ar ingan j alan akses dan j alan di lokasi pelabuhan.
 Peningkat an j ar ingan dr ainase.
 Per awat an dan peningkat an revet ment .
Pembangunan f asilit as fungsional, yang t erdir i dari:
 Peningkat an fasilit as t oilet , kant in, dan poli klinik.
 Peningkat an fasilit as r umah pompa dan menar a air, inst alasi list r ik, depot BBM,
Wart el, dan ATM.
 Peningkat an fasilit as pos j aga.
B ab 3  Pengumpulan dan Pengolahan D ata
LAPORAN FI NAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 3-45
Tabel 3. 11 Pent ahapan Pembangunan Dermaga Sungai Pendang
Jangka Pendek Jangka Panjang
2010 - 2015 2020 - 2025
A Persiapan LS 1 - -
B Pembangunan Fasilit as Dasar
1 Reklamasi Lahan M
3
4,200 - -
2 Pembangunan Dermaga Ponton (25 X 7 M) M
2
175 - -
3 Pembangunan Revetment M
'
194 - -
4 Pengadaan Rambu-Rambu Navigasi LS - 1 -
C Pembangunan Fasilit as Fungsional
1 Pembangunan Gedung Terminal (150 m2) M
2
- 75 75
2 Pembangunan Kantor Administrasi (100 m2) M
2
- 50 50
3 Pembangunan Depot BBM LS - 1 -
4 Pembangunan Pos Jaga M
2
- 25 -
5 Pembangunan Fasilitas Umum
M
2
- 20 -
D Pembangunan Fasilit as Pendukung
1 Jaringan Listrik, Air Bersih dan Telepon LS - 1 -
2 Pagar Pengaman M
'
- 700 -
3 Area Penghijauan LS - 1 -
Jangka Menengah
2010 - 2015
Volume Volume
Sat uan No. It em Kegiat an
Volume
B ab 3  Pengumpulan dan Pengolahan D at a
LAPORAN FI NAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 3-46
3.8.2 Der maga Muar at ew eh
Rencana pengembangan pelabuhan sungai dibuat berdasarkan kebut uhan
pengembangan dalam j angka pendek, j angka menengah dan j angka panj ang.
Rencana dibuat sudah dalam bent uk f isik/ t eknis dari fasilit as yang diper lukan, yait u
ber upa gambar, desain, pent ahapan pembangunan dan analisis biaya. St rat egi
disusun ber upa upaya yang akan dit empuh unt uk mencapai sasaran yang
diinginkan. Dar i st rat egi yang yang disusun dapat dit ent ukan kebut uhan fasilit as
dari pengembangan Pelabuhan yang har us ada.
Dalam penyusunan r encana induk pelabuhan sungai har us didasari :
1. Set iap pelabuhan har us memiliki r encana induk yang t erdir i dar i :
a. Jangka panj ang yait u di at as 15 ( lima belas) t ahun sampai dengan 25 ( dua
puluh lima) t ahun;
b. Jangka menengah yait u di at as 10 ( sepuluh) t ahun sampai dengan 15 ( lima
belas) t ahun :
c. Jangka pendek yait u 5 ( lima) t ahun sampai dengan 10 ( sepuluh) t ahun.
2. Rencana induk pelabuhan SDP sebagaimana di maksud dalam poin ( 1) , meliput i :
a. Rencana per unt ukan lahan darat an; dan
b. Rencana per unt ukan perairan.
3. Rencana per unt ukan lahan darat an dan perair an sebagai mana dimaksud dalam
poin 2 digunakan unt uk menent ukan kebut uhan penempat an fasilit as dan
kegiat an oper asional pelabuhan sungai yang meliput i :
a. Kegiat an j asa kepelabuhanan;
b. Kegiat an pemer int ahan;
c. Kegiat an penunj ang kepelabuhanan.
4. Rencana per unt ukan lahan dar at an sebagaimana dimaksud dalam poin 2 hur uf
a, disusun unt uk penyediaan kegiat an :
a. Fasilit as pokok, ant ara lain :
 Terminal penumpang;
 Penimbangan kendaraan bermuat an;
 Jalan penumpang keluar/ masuk kapal ( gang way) ;
B ab 3  Pengumpulan dan Pengolahan D at a
LAPORAN FI NAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 3-47
 Per kant oran unt uk kegiat an pemer int ahan dan pelayanan j asa;
 Fasilit as penyimpanan bahan bakar ( bunker ) ;
 I nst alasi air, list r ik dan t elekomunikasi;
 Akses j alan dan/ at au j alur ker et a api;
 Fasilit as pemadam kebakaran;
 Tempat t unggu kendaraan bermot or sebelum naik ke kapal.
b. Fasilit as penunj ang, ant ara lain:
 Kawasan perkant oran unt uk menunj ang kelancaran pelayanan j asa
kepelabuhanan;
 Tempat penampungan limbah;
 Fasilit as usaha yang menunj ang kegiat an pelabuhan sungai;
 Areal pengembangan pelabuhan;
 Fasilit as umum lainnya ( per ibadat an, t aman, j alur hij au dan kesehat an) .
5. Rencana per unt ukan perairan sebagaimana dimaksud dalam poin 2 huruf b,
disusun unt uk penyediaan kegiat an :
a. Fasilit as pokok, ant ara lain :
 Alur pelayaran;
 Fasilit as sandar kapal;
 Per airan t empat labuh;
 Kolam pelabuhan unt uk kebut uhan sandar dan olah gerak kapal.
 Fasilit as penunj ang, ant ara lain :
 Per airan unt uk pengembangan pelabuhan j angka panj ang;
 Per airan unt uk fasilit as pembangunan dan pemeliharaan kapal;
 Per airan t empat uj i coba kapal ( percobaan ber layar ) ;
 Per airan unt uk keper luan darurat ;
 Per airan unt uk kapal pemer int ah.
6. Usulan penet apan r encana induk pelabuhan yang disampaikan oleh
penyelenggara pelabuhan sungai t er hadap aspek:
a. Tat anan kepelabuhan nasional;
B ab 3  Pengumpulan dan Pengolahan D at a
LAPORAN FI NAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 3-48
b. Keamanan dan keselamat an pelayaran;
c. Prakiraan permint aan j asa angkut an sungai;
d. Prakiraan kebut uhan f asilit as pelabuhan sungai yang berpedoman pada
st andar at au kr it er ia perencanaan yang ber laku;
e. Rencana t at a guna lahan dan t at a let ak fasilit as pelabuhan sungai baik
unt uk pelayanan kegiat an pemer int ahan maupun pelayanan j asa
kepelabuhanan sert a kebut uhan t anah dan/ at au perairan unt uk
pengembangan pelabuhan sungai.
f. Pent ahapan wakt u pelaksanaan pembangunan yang disesuaikan dengan
kemampuan pendanaan, rencana t at a guna lahan dan t at a let ak fasilit as
pelabuhan sungai.
7. Rencana induk pelabuhan sungai menj adi dasar yang mengikat dalam
menet apkan kebij akan unt uk melaksanakan kegiat an pembangunan,
operasional dan pengembangan pelabuhan sungai sesuai dengan peran dan
fungsinya.
8. Penyelenggara pelabuhan sungai waj ib melakukan evaluasi t erhadap rencana
induk sekurang- kurangnya sekali dalam 5 ( lima) t ahun.
B ab 3  Pengumpulan dan Pengolahan D at a
LAPORAN FI NAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 3-49
Tabel 3. 12 Pent ahapan Pembangunan Dermaga Sungai Muarat eweh
LAPORAN FI NAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 4-1
Ba b
4
An al i si s Hidr ol ogi dan Sun gai
DETAIL ENGINEERING DESIGN
PELABUHAN SUNGAI PENDANG DAN MUARA TEWEH
4.1 Analisis Curah Hujan
4.1.1 Dat a Huj an
Dat a curah huj an unt uk kegiat an kali ini diperoleh dar i st asiun pegamat an Tj ilik
Riwut yang berada di dekat bandara Tj ilik Riwut Palangkaraya.
Tabel 4. 1 Dat a Curah Huj an Maksimum Tahunan
TAHUN
STASIUN : TJILIK RIWUT
PALANGKARAYA
1988 70
1989 83
1990 66
1991 113
1992 84
1993 64
1994 49
1995 73
1996 68
1997 64
1998 102
1999 115
2000 100
2001 80
2002 74
2003 102
2004 131
2005 80
2006 96
2007 122
Maximum 131.20
B ab 4  A nalisis H idrologi dan S ungai
LAPORAN FI NAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 4-2
Curah Hujan Harian Maksimum
0
20
40
60
80
100
120
140
1988 1989 1990 1991 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006
Tahun Pengamatan
C
u
r
a
h

H
u
j
a
n

(
m
m
)
Gambar 4. 1 Grafik curah huj an maksimum t ahunan.
4.1.2 Anal i si s Cur ah Huj an Mak si mum
Cur ah huj an rencana yang dalam hal ini adalah curah huj an har ian diper oleh dar i
dat a curah huj an harian maksimum t ahunan dengan met ode analisis frekuensi.
Analisis frekuensi dat a curah huj an r encana dapat dilakukan dengan menggunakan
beberapa dist ribusi probabilit as yang banyak digunakan dalam Hidr ologi, yait u :
Dist ibusi Normal, Dist r ibusi Log Normal 2 Paramet er , Dist r ibusi Log Normal 3
Paramet er, Dist ribusi Gumbel Tipe I , Dist r ibusi Pearson I I I dan Dist r ibusi Log
Pearson I I I . Unt uk pekerj aan ini, dat a curah huj an har ian maksimum t ahunan
diper oleh dari st asiun huj an t erdekat .
A. Di st r i busi Nor mal
Persamaan Fungsi Kerapat an Probabilit as ( Probabilit y Densit y Funct ion, PDF)
Nor mal adalah:
,
2
2
2
- x
-
e
2
1
p(x)
o
µ
t o
=
Dimana µ dan o adalah paramet er dar i Dist ribusi Normal. Secara umum, paramet er
dist ribusi dapat dit ent ukan dengan 4 met ode, yait u:
( a) Met oda Momen ( met hod of moment s)
( b) Met oda Maximum Likelihood
( c) Met oda Kuadrat Ter kecil ( least squar es)
B ab 4  A nalisis H idrologi dan S ungai
LAPORAN FI NAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 4-3
( d) Met oda Graf is
Yang banyak digunakan adalah met oda momen dan maximum likelihood. Dar i
analisis penent uan paramat er Dist ribusi Nor mal, diperoleh nilai µ adalah nilai rat a-
rat a dan o adalah nilai simpangan baku dar i populasi, yang masing- masing dapat
didekat i dengan nilai - nilai dar i sample dat a. Dengan subt it usi
o
µ - x
t = , akan
diper oleh Dist r ibusi Nor mal St andar dengan µ = 0 dan o = 1. Persamaan Fungsi
Kerapat an Probabilit as Nor mal St andar adalah :
2
2
t
-
e
2
1
P(t)
t
=
Ordinat Dist ribusi Nor mal St andar dapat dihit ung dengan persamaan di at as.
Persamaan Fungsi Dist ribusi Komulat if ( Cumulat ive Dist r ibut ion Funct ion, CDF)
Nor mal St andar adalah:
dt e
2
1
P(t)
2
t 1
-
2
÷
·
}
=
t
dimana :
t =
o
µ - x
, st andard nor mal deviat e
x = Variabel acak kont inyu
µ = Nilai rat a- rat a dar i x
o = Nilai simpangan baku ( st andar deviasi) dar i x.
Persamaan ini dapat diselesaikan dengan bant uan t abel luas di bawah kurva
dist ribusi normal yang banyak t erdapat di buku- buku mat emat ika. Unt uk
menghit ung var iabel acak x dengan per iode ulang t ert ent u, digunakan rumus
umum yang dikemukakan oleh Ven Te Chow ( 1951) sebagai ber ikut :
o K X X
T
+ =
dimana:
X
T
= Variabel acak dengan per iode ulang T t ahun
X = Nilai rat a- rat a dar i sampel var iabel acak X
o = Nilai simpangan baku dari sampel var iabel acak X
K = Fakt or fr ekuensi, t ergant ung dar i j enis dist ribusi dan per iode ulang T
B ab 4  A nalisis H idrologi dan S ungai
LAPORAN FI NAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 4-4
Unt uk dist ribusi normal, nilai K sama dengan t ( st andard normal deviat e) .
B. Di st r i busi Log Nor mal 2 Par amet er
Bila logarit ma dari var iabel acak x, Ln ( x) , t erdist r ibusi normal, maka dikat akan
bahwa var iabel acak x t ersebut mengikut i dist ribusi log normal 2 paramet er .
Persamaan PDF dar i dist ribusi Log Normal 2 Par amet er adalah :
y
2
y
2
) x (ln
y
e
2 x
1
) x ( P
o
µ
t o
÷
÷
=
dimana:
µ
y
= Nilai rat a- rat a dar i logar it ma sampel dat a variabel x ( ln x)
µ
y
= Nilai simpangan baku dari logar it ma sampel dat a var iabel x ( ln x)
Fakt or fr ekuensi K unt uk Dist ribusi Log Normal 2 Paramet er dapat dihit ung dengan
2 cara sebagai ber ikut :
i) Sama sepert i Dist ribusi Normal di at as, hanya saj a sebelumnya semua dat a di
logar it ma lebih dahulu ( ln x) .
ii) Menggunakan dat a asli ( t anpa di logar it makan) , fakt or f rekuensi dihit ung
dengan r umus ber ikut ( Kit e, 1988) :
z
1 e
K
) z ln(1 ) z ln(1 t
2 2
÷
=
+ ÷ + 2 / 1
dimana:
z = Koef isien var iasi =
x
o
t = St andard normal deviat e
C. Di st r i busi Log Nor mal 3 Par amet er
Dist r ibusi Log Normal 2 Paramet er di at as mempunyai bat as bawah = 0, akan
t et api ser ing t erj adi bat as bawah dat a pengamat an t idak sama dengan 0. Oleh
kar ena it u per lu dilakukan modif ikasi dengan member ikan bat as bawah a. Dengan
demikian var iabel x dit r ansformasi menj adi ( x- a) dan dist r ibusi dar i ln ( x- a) disebut
dist ribusi Log Normal 3 Paramet er. Persamaan PDF Log Normal 3 Paramet er
adalah:
2
y
y
2
] ) a x ( [ln
y
2
e
2 ) a x (
1
) p(x
o
µ
t o
÷ ÷
÷
÷
=
B ab 4  A nalisis H idrologi dan S ungai
LAPORAN FI NAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 4-5
dimana:
µ
y
= Nilai rat a- rat a dar i ln ( x- a) , paramet er bent uk
µ
y
= Simpangan baku dari ln ( x- a) , paramet er skala
a = Paramet er bat as bawah
Fakt or fr ekuensi K unt uk Dist ribusi Log Normal 3 Paramet er dapat dihit ung dengan
2 cara sebagai ber ikut :
i) Menggunakan st andard normal deviat e t sebagai ber ikut :
)
y
tσ +
y
(
e + a = X
T
ii) Menggunakan persamaan fakt or f r ekuensi K sebagai berikut :
2
2 / )] z 1 ( ln
2
1
) z 1 ( ln t
z
1 e
K
2
2
2
2
÷
=
+ ÷ +
3 / 1
3 / 2
2
1
z
e
e ÷
=
2
4 g g
2
+ + ÷
= e
dimana g adalah koef isien skew dar i sampel variabel acak x, sebagai ber ikut :
3
n
1 i
3
i
s ) 2 n )( 1 n (
) x x ( n
g
÷ ÷
÷
=
_
=
dimana:
n = Jumlah sampel dat a var iabel acak x
x = Nilai rat a- rat a dar i sampel var iabel acak x
s = Simpangan baku dar i sampel vari abel acak x
D. Di st r i busi Gumbel Ti pe I
Persamaan PDF dar i Dist ribusi Gumbel Tipe I adalah:
)
e ) x (
x (
e ) x ( p
| o
| o
o
÷ ÷
÷ ÷ ÷
=
sedangkan persamaan CDF adalah :
B ab 4  A nalisis H idrologi dan S ungai
LAPORAN FI NAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 4-6
) x (
e
e ) x ( p
| o ÷ ÷
÷
=
Dist r ibusi ini mempunyai 2 paramet er, yait u
o : Paramet er konsent rasi
| : Ukuran gej ala pusat
Karakt er ist ik dar i dist r ibusi ini adalah:
Koef isien skew ( g) : 1, 139
Koef isien Kurt osis : 5, 4
Paramet er dist r ibusi diper oleh dengan menggunakan met oda momen, hasilnya
adalah:
o
o
2825 , 1
=
o µ | 45 , 0 ÷ =
Fakt or fr ekuensi K unt uk dist r ibusi Gumbel Tipe I adalah :
n
n T
S
) Y Y (
K
÷
=
|
.
|

\
| ÷
÷ ÷ =
T
1 T
ln ( ln Y
T
dimana: Y
T
= Reduced var iabel Y
T = Per iode ulang ( t ahun)
Y
n
= Nilai rat a- rat a dar i r educed var iabel Y, mer upakan f ungsi
dari j umlah dat a n
S
n
= Simpangan baku dar i reduced var iabel Y, mer upakan
fungsi dar i j umlah dat a n
E. Di st r i busi Pear son I I I
Persamaan PDF dar i Dist ribusi Pearson I I I adalah:
|
.
|

\
| ÷
÷
÷
|
.
|

\
| ÷
=
o
¸
|
o
¸
| I o
x
1
e
x
) (
1
) x ( p
Dist r ibusi ini mempunyai t iga paramat er, yait u skala, bent uk dan let ak, sedangkan
) ( | I adalah f ungsi gamma. Penent uan paramet er dist r ibusi dengan met oda
momen menghasilkan:
B ab 4  A nalisis H idrologi dan S ungai
LAPORAN FI NAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 4-7
|
o
o =
2
g
2
|
|
.
|

\
|
= |
| o µ ¸ ÷ =
Fakt or fr ekuensi K dist r ibusi Pearson I I I adalah:
5 4 3
2
2
3 2
6
g
3
1
6
g
t
6
g
) 1 t (
6
g
) t 6 t (
3
1
6
g
) 1 t ( t K |
.
|

\
|
+ |
.
|

\
|
+ |
.
|

\
|
÷ ÷ |
.
|

\
|
÷ + ÷ + ~
dimana: t : St andard normal devi at e, t ergant ung oleh periode ulang T
g : Koef isien skew
F. Di st r i busi Log Pear son I I I
Persamaan PDF dar i Dist ribusi Log Pearson I I I adalah:

]

¸

÷
÷ ÷

]

¸
÷
=
o
¸ |
o
¸
| I o
x ln
e
x ln
) ( x
1
) x ( p
1
Dist r ibusi ini mempunyai 3 paramet er, yait u:
o = Paramet er skala
| = Paramet er bent uk
¸ = Paramet er lokasi
Unt uk menghit ung var iabel acak x dengan per iode ulang t ert ent u, digunakan rumus
ber ikut :
y
K
y
e X
T
o µ +
=
dimana :
µ
y
= Nilai rat a- rat a dar i logar it ma sampel dat a var iabel x ( ln x)
o
y
= Nilai simpangan baku dari logar it ma sampel dat a var iabel x ( ln x)
K = Fakt or fr ekuensi Dist r ibusi Pearson I I I
G. Uj i Di st r i busi
Penguj ian kecocokan sebaran adalah unt uk menguj i apakah sebaran yang dipilih
dalam pembuat an dur at ion curve cocok dengan sebaran empir isnya. Penguj ian
paramet er dilakukan dengan met ode Smir nov- Kolmogorof.
B ab 4  A nalisis H idrologi dan S ungai
LAPORAN FI NAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 4-8
Prosedur dasar nya mencakup perbandingan ant ara pr obabilit as kumulat if lapangan
dan dist r ibusi kumulat if fungsi yang dit inj au. Sampel yang ber ukur an N, diat ur
dengan ur ut an yang meningkat . Dar i dat a yang diat ur akan membent uk suat u
fungsi fr ekuensi kumulat if t angga.
Prosedur penguj ian ini adalah sebagai ber ikut :
 Urut kan dat a ( dar i besar ke kecil at au sebaliknya) dan t ent ukan besar nya
peluang dar i masing- masing dat a t ersebut :
X1 P( X1)
X2 P( X2)
XN P( XN)
 Tent ukan nilai masing- masing peluang t eor it is dari hasil penggambaran dat a.
X1 P’( X1)
X2 P’( X2)
XN P’( XN)
Dar i kedua nilai peluang t ersebut t ent ukan selisih t erbesar ant ara peluang
pengamat an dengan peluang t eor it is.
D = Maksimum [ P ( Xm) – P’( Xm) ]
Berdasar kan t abel nilai kr it is ( Smir nov- Kolmogor ov t est ) t ent ukan nilai Do ( lihat
Tabel 4. 2)
Apabila D lebih kecil dar i Do maka dist r ibusi t eor it is yang digunakan unt uk
menent ukan persamaan dist r ibusi dapat dit erima, t et api apabila D lebih besar dar i
Do maka dist r ibusi t eor it is yang digunakan unt uk menent ukan dist r ibusi t idak dapat
dit er ima
B ab 4  A nalisis H idrologi dan S ungai
LAPORAN FI NAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 4-9
Tabel 4. 2 Nilai Krit is ( Do) dar i Smir nov- Kolmogorov
n
Ni l ai k r i t i s Smi r nov - Kol mogor ov
( a)
0. 2 0. 1 0. 05 0. 01
5 0. 45 0. 51 0. 56 0. 67
10 0. 32 0. 37 0. 41 0. 49
15 0. 27 0. 30 0. 34 0. 40
20 0. 23 0. 26 0. 29 0. 36
25 0. 21 0. 24 0. 27 0. 32
30 0. 19 0. 22 0. 24 0. 29
35 0. 18 0. 20 0. 23 0. 27
40 0. 17 0. 19 0. 21 0. 25
45 0. 16 0. 18 0. 20 0. 24
50 0. 15 0. 17 0. 19 0. 23
n> 50
1. 07 1. 22 1. 36 1. 63
n
0. 5
n
0. 5
n
0. 5
n
0. 5
Tabel 4. 3 Resume Hasil Analisis Curah Huj an Maksimum
PERIODE
ULANG
STASIUN TJILIK RIWUT PALANGKARAYA
FREKUENSI CURAH HUJAN (mm)
NORMAL LOGNORMAL PEARSON LOGPEARSON GUMBEL
Tr 200 144.11 161.02 156.29 165.78 180.78
Tr 100 138.56 151.20 147.91 155.62 167.08
Tr 50 132.49 141.16 139.13 145.15 153.33
Tr 25 125.75 130.77 129.82 134.26 139.48
Tr 10 115.31 116.17 116.30 118.82 120.80
Tr 5 105.52 103.96 104.58 105.81 106.03
Tr 3 96.39 93.74 94.48 94.85 94.29
Tr 2 86.80 84.08 84.66 84.43 83.71
Maximum 144.11 161.02 156.29 165.78 180.78
Rerata 118.12 122.76 121.65 125.59 130.69
Minimum 86.80 84.08 84.66 84.43 83.71
Standar Deviasi 20.63 27.80 25.88 29.40 35.18
B ab 4  A nalisis H idrologi dan S ungai
LAPORAN FI NAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 4-10
Grafik Batang Tinggi Curah Hujan Vs Metode Distribusi
0
40
80
120
160
200
NORMAL LOG NORMAL PEARSON LOG PEARSON GUMBEL
Metode Distribusi
T
i
n
g
g
i

C
u
r
a
h

H
u
j
a
n

(
m
m
)
Tr 200
Tr 100
Tr 50
Tr 25
Tr 10
Tr 5
Tr 2
Gambar 4. 2 Grafik hasil analisis curah huj an maksimum.
4.2 Analisis Debit Banjir
Sebelum dat a diolah dengan menggunakan met ode hidrograf ada beberapa
paramet er yang per lu diket ahui t er lebih dahulu. Par amet er - paramet er ini akan
digunakan dalam proses per hit ungan semua met ode hidrograf. Paramet er -
paramet er t ersebut di ant aranya adalah sebagai ber ikut :
4.2.1 Reduk si Luas DAS dan Dur asi Huj an
Set elah huj an maksimum diper oleh, kemudian dihit ung besar nya huj an rancangan
yang dipengar uhi oleh fakt or reduksi luas DAS dan durasi huj an dengan r umus
sebagai ber ikut :
R
rancangan
= R
max
* ARF * Fakt or r eduksi huj an
dimana:
R
rancangan
= huj an yang digunakan dalam perhit ungan banj ir rancangan.
R
max
= huj an maksimum.
ARF = fakt or r eduksi ar ea t ergant ung dar i luas DAS ( Tabel 4. 4) .
Fat or reduksi huj an = t ergant ung dar i durasi huj an ( Tabel 4. 5) .
B ab 4  A nalisis H idrologi dan S ungai
LAPORAN FI NAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 4-11
Tabel 4. 4 Fakt or Reduksi Ar ea ( ARF)
Luas DAS ( km2) 10 30 100 200 300 400 500 600
Fakt or Reduksi Ar ea 1.000 0.980 0.935 0.890 0.858 0.832 0.819 0.789
Luas DAS ( km2) 700 800 900 1000 2000 3000 4000 5000
Fakt or Reduksi Ar ea 0.770 0.752 0.735 0.720 0.610 0.515 0.435 0.370
Tabel 4. 5 Fakt or Reduksi Huj an
Dur asi Huj an ( j am) 6 9 12 16 24 48 72
Reduksi Huj an ( %) 64 76 88 97 100 150 175
4.2.2 Di st r i busi Cur ah Huj an
Unt uk ment ransformasikan curah huj an rancangan menj adi debit banj ir rancangan
diper lukan besaran dist ribusi huj an set iap j amnya. Dist r ibusi huj an yang digunakan
berdasarkan dat a huj an j am- j aman yang t er sedia pada lokasi, sedangkan unt uk
lokasi yang t idak mempunyai dat a huj an j am- j aman, digunakan dist ribusi huj an
dengan opt imasi durasi huj an 6 j am, 12 j am at au 16 j am. Dist ribusi huj an r encana
unt uk durasi 6 j am yang dipilih unt uk pekerj aan ini disaj ikan pada Tabel 4. 5.
4.2.3 Cur ah Huj an Ef f ek t i f
Cur ah huj an eff ekt if adalah bagian dar i cur ah huj an t ot al yang menghasilkan
limpasan langsung dengan kat a lain huj an t ot al dikurangi kehilangan pada awal
huj an akibat adanya infilt rasi. Pada saat huj an t urun sebagian akan mer esap ke
dalam t anah dan sebagian lagi akan menj adi limpasan permukaan. Besarnya huj an
yang mer esap ke dalam t anah yang sesuai dengan dist r ibusinya sukar unt uk
diperkirakan dengan t elit i, sebagai pendekat an digunakan met oda Hort on.
Met oda Hort on adalah met oda unt uk menganalisis besar nya huj an efekt if . Met oda
Hort on mengasumsikan bahwa kehilangan debit aliran akan ber upa lengkungan
eksponensial, art inya makin besar j umlah huj an yang meresap akan
mengakibat kan t anah cepat menj adi j enuh sepert i yang diilust rasikan pada Gambar
4. 3. Hal ini mengakibat kan besar resapan akan berkurang dan mengikut i r umus
Hort on sebagai berikut :
f
p
=f
c
+ (f
0
– f
c
).e
-kt
B ab 4  A nalisis H idrologi dan S ungai
LAPORAN FI NAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 4-12
dimana:
f
p
= Kapasit as infilt rasi pada wakt u t ( mm)
f
c
= Harga akhir dar i inf ilt rasi
f
0
= Kapasit as infilt rasi per mulaan yang bergant ung pada huj an sebelumnya,
dapat diperkirakan 50- 80 % dar i curah huj an t ot al.
k = Konst ant a
t = Wakt u sej ak huj an mulai
Nilai dar i f
c
dan k dapat dihit ung dar i dua persamaan simult an unt uk dua nilai
var iabel.
Unt uk mendapat kan curah huj an eff ekt if, dat a curah huj an rancangan yang t elah
dit ent ukan dikurangi dengan fakt or kehilangan Hort on unt uk set iap j am pada
dist ribusi huj an.
Hidr ograf sat uan adalah hidr ograf limpahan langsung yang dihasilkan oleh huj an
lebih ( excess rainfall) yang t erj adi merat a di selur uh DAS dengan int ensit as t et ap
dalam sat uan wakt u. Set iap DAS at au daer ah t angkapan huj an memiliki hidrograf
sat uan yang khas sesuai dengan karakt er ist iknya.
Gambar 4. 3 Sket sa perhit ungan Met oda Hort on.
HUJAN EFEKTI F
KEHI LANGAN
WAKTU
T
I
N
G
G
I

C
U
R
A
H

H
U
J
A
N
(
m
m
)
HI DROGRAF
SATUAN
WAKTU ( Jam)
0 1 2 3 4 5 6
B ab 4  A nalisis H idrologi dan S ungai
LAPORAN FI NAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 4-13
Unt uk pener apan met oda hidrograf sat uan ada beberapa ket erbat asan yang per l u
diper hat ikan:
 Presipit asi hanya berasal dar i air huj an, bukan dari melelehnya salj u.
 Pada daerah t angkapan huj an t idak t erdapat t ampungan- t ampungan besar yang
dapat berakibat mengganggu hubungan linier ant ara t ampungan dengan debit .
 Bila curah huj annya t idak seragam ( non unif or m) , hidr ograf sat uan t idak akan
member ikan hasil yang baik.
4.2.4 Hi dr ogr af Sat uan Si nt et i k Nak ay asu
Hidr ograf sat uan sint et ik Nakayasu memiliki beberapa karakt er ist ik pada daerah
alirannya yait u:
a) Perbedaan wakt u dar i permulaan huj an sampai puncak huj an hidrograf .
b) Perbedaan wakt u dar i t it ik ber at huj an sampai t it ik berat hidrograf.
c) Perbedaan wakt u hidrograf ( t ime base hydrograph) .
d) Luas daerah aliran sungai.
e) Panj ang alur sungai ut ama t erpanj ang ( lengt h of t he longest channel ) .
f) Koof isien pengaliran.
Rumus dar i hidr ograf sat uan sint et ik Nakayasu adalah sebagai ber ikut :
) . 3 , 0 ( 6 , 3
. .
3 , 0
0
T T
R A C
Q
p
p
+
=
dimana :
Q
p
= Debit puncak banj ir ( m
3
/ det )
Ro = Huj an sat uan ( mm)
T
p
= Tenggang wakt u dar i permulaan huj an sampai puncak banj ir ( j am)
T
0, 3
= Wakt u yang diper lukan oleh penur unan debit , dar i puncak sampai 30%
dari debit puncak
A = Luas daerah pengalir an sampai out let
C = Koof isien pengaliran
Unt uk menent ukan T
p
dan T
0, 3
digunakan pendekat an r umus sebagai
ber ikut :
T
p
= t g + 0, 8 t
r
B ab 4  A nalisis H idrologi dan S ungai
LAPORAN FI NAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 4-14
T
0, 3
= o t g
t r = 0, 5 t g sampai t g
t g adalah t ime lag yait u wakt u ant ara huj an sampai debit puncak banj ir ( j am)
dimana t g dihit ung dengan ket ent uan sebagai ber ikut :
1. Sungai dengan panj ang alur L > 15 km : t g = 0, 4 + 0, 058 L
2. Sungai dengan panj ang alur L < 15 km : t g = 0, 21 L
0, 7
Dimana:
t r = Sat uan wakt u huj an ( j am)
o = Paramet er hidr ograf, unt uk
o = 2 ÷ Pada daerah pengalir an biasa
o = 1, 5 ÷ Pada bagian naik hidrograf lambat dan t ur un cepat
o = 3 ÷ Pada bagian naik hidrograf cepat , dan t ur un lambat
Pada wakt u kurva naik : 0 < t < T
p
p
p
t
Q
T
t
Q
4 , 2
) ( =
dimana:
Q
( t )
= Limpasan sebelum mencar i debit puncak ( m
3
)
t = Wakt u ( j am)
Pada wakt u kurva t ur un
a) Selang nilai: ) (
3 , 0
T T t
p
+ s
3 , 0
) (
) (
3 , 0 .
T
T t
p t
p
Q Q
÷
=
b) Selang nilai: ) 5 , 1 ( ) (
3 , 0 3 , 0 3 , 0
T T T t T T
p p
+ + s s +
3 . 0
3 , 0
5 , 1
) 5 , 0 (
) (
3 , 0 .
T
T T t
p t
p
Q Q
+ ÷
=
B ab 4  A nalisis H idrologi dan S ungai
LAPORAN FI NAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 4-15
Gambar 4. 4 Sket sa perhit ungan Sint et ik Nakayasu.
Rumus t ersebut di at as mer upakan r umus empir is, maka penerapannya t erhadap
suat u daerah aliran har us didahului dengan suat u pemilihan paramet er- paramet er
yang sesuai yait u Tp dan o, dan pola dist r ibusi huj an agar didapat kan suat u pola
hidr ograf yang sesuai dengan hidr ograf banj ir yang diamat i.
4.2.5 Koof i si en Run- Of f
Koef isien r un- off adalah nilai banding ant ara bagian huj an yang r un- off di muka
bumi dengan huj an t ot al yang t erj adi.
Ber ikut ini disampaikan berbegai nilai koef isien r un off dari permukaan bumi.
Koef isien r un- off t ersebut sebagai besar mempunyai nilai ant ara, t et api sebaiknya
unt uk analisis, digunakan yang t erbesar at au nilai maksimum. At au nilai pada sisi
kanan dar i t abel yang digunakan.
TP TO. 3 1,5 TO. 3
QP
0,3 QP 0, 3
2
QP
0,8 t r t g
lengkung naik lengkung t ur un
t r
i
t
Q
B ab 4  A nalisis H idrologi dan S ungai
LAPORAN FI NAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 4-16
Tabel 4. 6 Koef isien Run- of f Unt uk Drainase Muka Tanah
Ti pe Ar ea
Koef i si en
Run - of f
Pegunungan yang curam 0, 75 – 0, 90
Tanah yang bergelombang & hut an 0, 50 – 0, 75
Dat aran yang dit anami 0, 45 – 0, 60
At ap yang t idak t embus air 0, 75 – 0, 90
Per kerasan aspal, bet on 0, 80 – 0, 90
Tanah agak padat sulit dir esapi 0, 40 – 0, 55
Taman/ lapang t erbuka 0, 05 – 0, 25
Kebun > 0, 2
Per umahan t idak begit u rapat
( 20 rumah/ ha)
0, 25 – 0, 40
Per umahan rapat sedang
( 21- 60 r umah/ ha)
0, 40 – 0, 70
Per umahan rapat
( 61- 160 r umah/ ha)
0, 70 – 0, 80
Daer ah r ekreasi 0, 20 – 0, 30
Daer ah indust r i 0, 80 – 0, 90
Daer ah perniagaan 0, 90 – 0, 95
B ab 4  A nalisis H idrologi dan S ungai
LAPORAN FI NAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 4-17
Gambar 4. 5 Hidr ograp banj ir Met oda Nakayasu unt uk berbagai per ioda ulang
Unt uk Lokasi Pendang.
Gambar 4. 6 Hidr ograp banj ir Met oda Nakayasu unt uk berbagai per ioda ulang
Unt uk Lokasi Muar at eweh.
2400 1200 2400 1200 2400 1200 2400 1200 2400 1200 2400 1200 2400
01Jan2009 02Jan2009 03Jan2009 04Jan2009 05Jan2009 06Jan2009
1000
2000
3000
4000
5000
6000
7000
River: Sungai Barito Reach: Pendang RS: 10
Time
F
l
o
w

(
m
3
/
s
)
Legend
Flow- Q25th
Flow- Q2th
Flow- Q5th
Flow- Q10th
2400 1200 2400 1200 2400 1200 2400 1200 2400 1200 2400 1200 2400
01Jan2009 02Jan2009 03Jan2009 04Jan2009 05Jan2009 06Jan2009
1000
2000
3000
4000
5000
6000
7000
River: Sungai Barito Reach: Pendang RS: 10
Time
F
l
o
w

(
m
3
/
s
)
Legend
Flow- Q25th
Flow- Q2th
Flow- Q5th
Flow- Q10th
2400 1200 2400 1200 2400 1200 2400 1200 2400 1200 2400
01Jan2009 02Jan2009 03Jan2009 04Jan2009 05Jan2009
1000
1500
2000
2500
3000
3500
4000
4500
River: SungaiBarito Reach: Muarateweh RS: 20
Time
F
l
o
w

(
m
3
/
s
)
Legend
Flow- Q25th
Flow- Q2th
Flow- Q5th
Flow- Q10th
B ab 4  A nalisis H idrologi dan S ungai
LAPORAN FI NAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 4-18
4.3 Pemodelan Elevasi Muka Air
4.3.1 Per hi t ungan Hi dr ol i k a
Per hit ungan hidrolika menggunakan Formula Manning ( 1889) sebagai ber ikut :
2
1
3
2
1
S R
n
V =
Dimana:
V = Kecepat an rat a- rat a aliran ( m/ det ik)
R = Radius Hidrolik ( m)
S = Kemir ingan Saluran.
n = Koef isien Manning
Tabel 4. 7 Harga koef isien kekasar an Manning, n
No. Tipe Saluran dan Jenis Bahan
Harga n
Minimum Normal Maximum
1 Beton
÷ Gorong-gorong Iurus dan bebas dari kotoran
÷ Gorong-gorong dengan lengkungan dan sedikit
kotoran/gangguan
÷ Beton dipoles
÷ Saluran pembuang dengan bak kontrol
0,010
0,011
0,011
0,013
0,011
0,013
0,012
0,015
0,013
0,014
0,014
0,017
2 Tanah, lurus dan seragam
÷ Bersih baru
÷ Bersih telah melapuk
÷ Berkerikil
÷ Berumput pendek, sedikit tanaman pengganggu
0,016
0,018
0,022
0,022
0,018
0,022
0,025
0,027
0,020
0,025
0,030
0,033
3 Saluran alam
÷ Bersih Iurus
÷ Bersih, berkelok-kelok
÷ Banyak tanaman pengganggu
÷ Dataran banjir berumput pendek - tinggi
÷ Saluran di belukar
0,025
0,033
0,050
0,025
0,035
0,030
0,040
0,070
0,030
0,050
0,033
0,045
0,080
0,035
0,070
B ab 4  A nalisis H idrologi dan S ungai
LAPORAN FI NAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 4-19
Gambar 4. 7 Jenis Aliran Permukaan ( a) , bebas pada saluran t erbuka ( b) . aliran
permukaan bebas pada saluran t ert ut up ( c) . dan aliran t ert ekan at au
dalam pipa.
Unt uk sungai pada lokasi pekerj aan ini dipilih saluran t erbuka dengan bent uk
penampang t rapesium dan persegi.
Zat cair yang mengalir pada saluran t erbuka mempunyai bidang kont ak hanya pada
dinding dan dasar saluran. Saluran t erbuka dapat berupa Saluran alamiah at au
buat an, yang t erdir i dar i:
 Galian t anah dengan at au t anpa lapisan penahan
 Terbuat dar i pipa, bet on, bat u, bat a, at au mat er ial lain,
 Dapat berbent uk persegi, segit iga, t rapesium, lingkaran, t apal kuda, at au t idak
berat uran.
Bent uk- bent uk saluran t erbuka, baik saluran buat an maupun alamiah, yang dapat
kit a j umpai diper lihat kan pada Gambar 4. 8 berikut .
B ab 4  A nalisis H idrologi dan S ungai
LAPORAN FI NAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 4-20
Gambar 4. 8 Bent uk- bent uk pot ongan melint ang saluran t er buka
Unt uk mencar i besar nya t inggi j agaan pada saluran at au sungai diambil acuan pada
besarnya debit yang t erj adi di saluran at au sungai t ersebut . Harga- harga t inggi
j agaan berdasarkan debit saluran at au sungai bisa dilihat pada Tabel dibawah ini.
Tabel 4. 8 Besar nya Tinggi Jagaan Berdasar kan Besarnya Debit Aliran.
Q ( m3/ det ) Ti nggi Jagaan ( m)
< 0, 5 0, 40
0, 5 – 1, 5 0, 50
1, 5 – 5, 0 0, 60
5, 0 – 10, 0 0, 75
10, 0 – 15, 0 0, 85
> 15, 0 1, 00
4.3.2 Kl asi f i k asi Al i r an
Aliran permukaan bebas dapat diklasif ikasikan menj adi berbagai t ipe t ergant ung
kr it er ia yang digunakan. Berdasarkan per ubahan kedalaman dan kecepat an
mengikut i f ungsi wakt u, maka aliran dibedakan menj adi aliran permanen ( st eady)
dan t idak permanen ( unst eady) , sedangkan berdasarkan f ungsi ruang, maka aliran
dibedakan menj adi aliran seragam ( uniform) dan t idak seragam ( non- uniform) .
A. Bi l angan Fr oude
Keadaan aliran pada saluran t erbuka bisa dipengar uhi kecepat an aliran dan gaya
gravit asi. Gravit asi dapat dibangkit kan dengan mer ubah kedalaman. Jika kecepat an
aliran lebih kecil daripada kecepat an kr it is, maka alirannya disebut subkr it is,
sedangkan j ika kecepat an alirannya lebih besar dar ipada kecepat an kr it is, maka
alirannya disebut super kr it is.
B ab 4  A nalisis H idrologi dan S ungai
LAPORAN FI NAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 4-21
Paramet er yang menent ukan ket iga j enis aliran t ersebut adalah perbandingan
ant ara kecepat an dan gaya gravit asi, yang dinyat akan dengan bilangan Fr oude
( Fr ) . Bilangan Froude unt uk saluran berbent uk persegi didef inisikan sebagai :
y g
V
Fr
.
=
Dimana:
V = Kecepat an Aliran
g = Percepat an Graf it asi
y = Kedalaman aliran
Berdasar kan bilangan Fr oude, aliran dapat dibagi kedalam 3 j enis aliran, yait u:
 Aliran subkr it is ÷ Bilangan Froude < 1.
 Aliran Kr it is ÷ Bilangan Froude = 1.
 Superkr it is ÷ Bilangan Froude > 1.
Dan ber ikut ini adalah prof il aliran subkr it is dan j uga aliran kr it is pada saluran.
Gambar 4. 9 Prof il Aliran Subkrit is
Gambar 4. 10 Prof il Aliran Kr it is
B ab 4  A nalisis H idrologi dan S ungai
LAPORAN FI NAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 4-22
Gambar 4. 11 Prof il Aliran Kr it is
B. Bi l angan Rey n ol d
Keadaan suat u aliran bisa j uga dipengaruhi kekent alan. Jenis aliran yang
dipengaruhi keadaan ini dapat dibagi menj adi 2 t ipe, yait u:
 Aliran Laminar, t erj adi apabila gaya kekent alan lebih besar dar ipada gaya
gravit asinya. Aliran lami nar biasanya hanya t erj adi pada saluran- saluran di
laborat or ium.
 Aliran Turbulen, t erj adi apabila gaya gr avit asi sangat dominant bila
dibandingkan dengan gaya kekent alannya.
Angka yang menent ukan j enis aliran ini dikenal dengan Bilangan Reynold.
v
VL
= Re
Re = Bilangan Reynold
V = Kecepat an aliran ( met er / det ik)
L = Panj ang karakt erist ik ( m)
v = Kekent alan kinemat ik ( m2/ det )
Jenis aliran menur ut Angka Reynold :
 Aliran laminar memiliki angka Reynold ant ara 0 sampai dengan 500.
 Aliran peralihan memiliki ant ara 500 dengan 2000.
 Aliran t urbulen memiliki angka Reynold lebih besar dar i 2000.
Jika dipadukan dengan keadaan j enis aliran berdasarkan pengar uh kecepat an dan
gravit asinya, maka akan dikenal 4 j enis keadaan aliran:
1. Aliran Laminar - Subkr it is
B ab 4  A nalisis H idrologi dan S ungai
LAPORAN FI NAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 4-23
2. Aliran Laminar - Superkr it is
3. Aliran Turbulen- Subkr it is
4. Aliran Turbulen - Superkrit is
Gambar 4. 12 Empat j enis keadaan aliran pada saluran t erbuka
Unt uk saluran t erbuka j enis aliran yang biasa t erj adi adalah aliran t ur bulen. Aliran
laminer sangat j arang t erj adi di saluran t erbuka, walaupun ada hanya t erj adi pada
saluran yang sangat dangkal dengan kecepat an yang sangat r endah.
C. Kecepat an Al i r an
Kecepat an aliran pada suat u saluran harus dibat asi dan it u t ergant ung kepada
st rukt ur bangunan saluran it u sendir i. Pada Tabel di bawah ini dikemukakan
besarnya kecepat an yang diizinkan unt uk beber apa j enis saluran.
B ab 4  A nalisis H idrologi dan S ungai
LAPORAN FI NAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 4-24
Tabel 4. 9 Kecepat an aliran yang diizinkan berdasarkan j enis bahan saluran.
Jeni s Bah an Kecepat an ( m/ dt k )
Pasir Halus 0, 45
Lempung Kepasiran 0, 50
Lanau Alluvial 0, 60
Ker ikil Halus 0, 75
Lempung Keras 0, 75
Lempung Padat 1, 10
Ker ikil Kasar 1, 20
Bat u- bat u Besar 1, 50
Bet on- bet on Bert ulang 1, 50
4.3.3 Pemodel an Mat emat i k dengan Per angk at Lunak HEC- RAS
Unt uk mendapat kan penyelesaian yang baik dari suat u masalah r ekayasa air, baik
ber upa masalah mekanika f luida, hidrolika at aupun hidr ologi diperlukan suat u
model pendekat an yang dapat mewakili permasalahan yang sedang dihadapi
semirip mungkin. Model pendekat an ini dapat ber upa model numer ik/ mat emat ik
at au model f isik.
Pada pekerj aan ini digunakan model numer ik unt uk menyelesaikan permasalahan
hidr olik. Model mat emat ik yang digunakan adalah model yang dikenal dengan HEC-
RAS. Meski hasil out put nya t idak seakurat j ika dibandingkan dengan menggunakan
model f isik t et api model mat emat ik memiliki keunggulan dalam hal penghemat an
wakt u, biaya dan t enaga.
A. Teor i Dasar
Program HEC- RAS mer upakan solusi numer ik dari persamaan alir an t ak- langgeng
sat u dimensi unt uk saluran t erbuka baik alami at aupun buat an. Yang dit ur unkan
dari pr insip kekekalan energi dan kekekalan massa. Secara singkat ber ikut ini akan
diuraikan mengenai dasar t eori yang digunakan dalam pr ogram HEC- RAS.
Persamaan moment um unt uk aliran t ak- langgeng:
,
,
c
c
c
c
c o
c
¸ |
Q
t
gA
H
x
Qv
x
g QQ
C AR
b w + + + = ÷
2
2
cos u
Persamaan kont inuit as unt uk aliran t ak- langgeng:
B ab 4  A nalisis H idrologi dan S ungai
LAPORAN FI NAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 4-25
c
c
c
c
Q
x
B
H
t
+ = 0
Hubungan Q, v, dan A adalah sebagai ber ikut :
Q v A = ×
Gambar 4. 13 Persamaan moment um dan kont inuit as.
dimana :
t = wakt u
x = j arak yang diukur pada as saluran
H( x, t ) = elevasi permukaan air
v( x, t ) = kecepat an rat a- rat a aliran air
Q( x, t ) = debit
R( x, H) = j ar i- j ar i hidraulik
A( x, H) = luas aliran
b( x, H) = lebar aliran
B( x, H) = lebar t ampungan alir an
g = percepat an graf it asi
C( x, H) = koef isien De Chezy
w( t ) = kecepat an angin
u( t ) = sudut arah angin t er hadap ut ar a
|( t ) = sudut arah aliran t erhadap ut ar a
¸( x) = koef isien konf ersi angin
o = fakt or kor eksi kecepat an unt uk aliran t idak seragam
, o =
}
A
Q
v y z dydz
2
2
,
1 2
H
Ax
B
÷ dat um ÷
B ab 4  A nalisis H idrologi dan S ungai
LAPORAN FI NAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 4-26
B. Dat a Masu k an Pr ogr am
Program HEC- RAS digunakan unt uk mendapat kan per ilaku hidrolis aliran t ak
langgeng. Dat a- dat a yang dibut uhkan unt uk melakukan simulasi dengan pr ogr am
HEC- RAS akan diuraikan ber ikut ini.
1. Skema Jar ingan Saluran
Pada HEC- RAS, dat a unt uk skema j aringan sungai at au saluran dimasukan
melalui modul Geomet r ic Dat a. Pada modul ini kit a memasukan sist em j aringan
dari saluran dimana kit a bisa memasukan anak sungai at au saluran lain yang
masuk. Skema Jar ingan dapat dilihat pada Gambar 4. 14 di bawah ini.
Gambar 4. 14 Skema Sist em Jar ingan Sungai di lokasi Pendang
Pendang
10
9
8
7
6
5
4
3
2
1
S
u
n
g
a
i
B
a
r
i
t
o
None of the XS's are Geo-Referenced ( Geo-Ref user entered XS Geo-Ref interpol ated XS Non Geo-Ref user entered XS Non Geo-Ref i nterpol ated XS)
B ab 4  A nalisis H idrologi dan S ungai
LAPORAN FI NAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 4-27
Gambar 4. 15 Skema Sist em Jar ingan Sungai di lokasi Muarat eweh
2. Penampang Melint ang Saluran
Set elah Geomet ri Dat a dimasukan kemudian kit a memasukan dat a penampang-
penampang melint ang dari saluran yang sedang dit inj au melalui Modul Cross
Sect ion Dat a. Gambar 4. 16 dan Gambar 4. 17 menunj ukan suat u skema j aringan
sungai/ saluran yang didalamnya t ercakup semua penampang melint ang yang
dat anya sudah dimasukan.
Gambar 4. 16 Penampang melint ang Sungai di Lokasi Pendang.
Muarateweh
20
19
18
17
16
15
14
13
12
11
10
9
8
7
6
5
4
3
2
1
S
u n
g a
i
B a
r i
t o
None of the XS's are Geo-Referenced ( Geo-Ref user entered XS Geo-Ref interpol ated XS Non Geo-Ref user entered XS Non Geo-Ref i nterpol ated XS)
0 100 200 300 400 500
-10
-5
0
5
10
SIDPendang Plan: Plan 02
River = Sungai Bari to Reach = Pendang RS = 5 Cross Secti on 5
Stati on (m)
E
l
e
v
a
t
i
o
n

(
m
)
Legend
Ground
Bank Sta
.02 .05
B ab 4  A nalisis H idrologi dan S ungai
LAPORAN FI NAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 4-28
Gambar 4. 17 Penampang melint ang Sungai di Lokasi Muarat eweh.
4.3.4 Hasi l Pemodel an Mat emat i k Unt uk Lok asi Pendang
A. El ev asi Muk a Ai r
Elevasi muka air rat a- r at a dan pada saat banj ir dapat dilihat pada gambar - gambar
dibawah ini.
Gambar 4. 18 Elevasi Muka Air rat a- r at a Sungai Barit o.
0 100 200 300 400 500
-10
-5
0
5
SIDPendang Plan: Plan 02
Mai n Channel Di stance (m)
E
le
v
a
t
io
n

(
m
)
Legend
WS 01JAN2008 1000
Ground
LOB
ROB
Sungai Bari to Pendang
Bant aran Sungai
0 50 100 150 200 250 300
-15
-10
-5
0
5
10
DED Muarateweh Plan: Plan 03
River = Sungai Bari to Reach = Muarateweh RS = 5 Cross Secti on 5
Stati on (m)
E
l
e
v
a
t
i
o
n

(
m
)
Legend
Ground
Bank Sta
.05 .02 .05
B ab 4  A nalisis H idrologi dan S ungai
LAPORAN FI NAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 4-29
Gambar 4. 19 Elevasi Muka Air rat a- r at a Sungai Barit o.
Gambar 4. 20 Elevasi Muka Air Sungai Bar it o pada saat banj ir .
SIDPendang Plan: Plan 02
Legend
WS 01JAN2008 1000
Ground
Bank Sta
0 100 200 300 400 500
-12
-10
-8
-6
-4
-2
0
2
4
6
SIDPendang Plan: Plan 02
Mai n Channel Di stance (m)
E
le
v
a
t
io
n

(
m
)
Legend
WS MaxWS
Ground
LOB
ROB
Sungai Bari to Pendang
Bant aran Sungai
B ab 4  A nalisis H idrologi dan S ungai
LAPORAN FI NAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 4-30
Gambar 4. 21 Elevasi Muka Air Sungai Bar it o pada saat banj ir .
B. Penampang mel i nt an g
Gambar 4. 22 Elevasi Muka Air rat a- r at a pada penampang melint ang Sungai
Bar it o.
SIDPendang Plan: Plan 02
Legend
WS 02JAN2008 0700
Ground
Bank Sta
0 100 200 300 400 500
-10
-5
0
5
10
SIDPendang Plan: Plan02
River =Sungai Barito Reach=Pendang RS=5 CrossSection5
Station(m)
E
le
v
a
t
io
n

(
m
)
Legend
WS01JAN20081000
Ground
BankSta
.02 .05
B ab 4  A nalisis H idrologi dan S ungai
LAPORAN FI NAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 4-31
Gambar 4. 23 Elevasi Muka Air penampang melint ang Sungai Bar it o pada saat
banj ir.
C. Kecepat an Al i r an
Bilangan Fr oude yang t erj adi pada aliran di saat debit rat a- rat a maupun banj ir bisa
dilihat pada gambar dibawah ini.
Gambar 4. 24 Grafik kecepat an aliran rat a- rat a.
0 100 200 300 400 500
-10
-5
0
5
10
SIDPendang Plan: Plan02
River =Sungai Barito Reach=Pendang RS=5 CrossSection5
Station(m)
E
le
v
a
t
io
n

(
m
)
Legend
WS01JAN20081900
Ground
BankSta
.02 .05
Bant aran Sungai
0 100 200 300 400 500
0.0
0.5
1.0
1.5
SIDPendang Plan: Plan 02
Mai n Channel Di stance (m)
V
e
l

L
e
f
t

(
m
/
s
)
,

V
e
l
C
h
n
l
(
m
/
s
)
,

V
e
l
R
i
g
h
t

(
m
/
s
)
Legend
Vel Chnl 31DEC2007 2400
Sungai Bari to Pendang
B ab 4  A nalisis H idrologi dan S ungai
LAPORAN FI NAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 4-32
Gambar 4. 25 Grafik kecepat an aliran pada saat banj ir.
D. Gr af i k El ev asi Muk a Ai r
Gambar 4. 26 Grafik elevasi muka air di sebelah hulu lokasi Pendang.
0 100 200 300 400 500
0.0
0.5
1.0
1.5
SIDPendang Plan: Plan 02
Mai n Channel Di stance (m)
V
e
l

L
e
f
t

(
m
/
s
)
,

V
e
l
C
h
n
l
(
m
/
s
)
,

V
e
l
R
i
g
h
t

(
m
/
s
)
Legend
Vel Chnl 01JAN2008 1900
Vel Ri ght 01JAN2008 1900
Sungai Bari to Pendang
2400 1200 2400 1200 2400 1200 2400 1200 2400 1200 2400 1200 2400
01Jan2009 02Jan2009 03Jan2009 04Jan2009 05Jan2009 06Jan2009
10
12
14
16
18
20
River: Sungai Barito Reach: Pendang RS: 10
Time
S
t
a
g
e

(
m
)
Legend
Stage - Q25th
Stage - Q10th
Stage - Q5th
Stage - Q2th
2400 1200 2400 1200 2400 1200 2400 1200 2400 1200 2400 1200 2400
01Jan2009 02Jan2009 03Jan2009 04Jan2009 05Jan2009 06Jan2009
10
12
14
16
18
20
River: Sungai Barito Reach: Pendang RS: 10
Time
S
t
a
g
e

(
m
)
Legend
Stage- Q25th
Stage- Q10th
Stage- Q5th
Stage- Q2th
B ab 4  A nalisis H idrologi dan S ungai
LAPORAN FI NAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 4-33
Gambar 4. 27 Grafik Rat ing Kurva Sungai Bar it o
E. Bi l angan Fr oude
Bilangan Fr oude yang t erj adi pada aliran di saat debit rat a- rat a maupun banj ir bisa
dilihat pada gambar dibawah ini.
Gambar 4. 28 Grafik Bilangan Fr oude rat a- rat a Sungai Barit o.
0 1000 2000 3000 4000 5000 6000 7000
-12
-10
-8
-6
-4
-2
0
2
4
6
SIDPendang Plan: Plan 02
River = Sungai Bari to Reach = Pendang RS = 1 Cross Secti on 1
Q Total (m3/s)
W
.
S
.

E
l
e
v


(
m
)
Legend
W.S. El ev
0 1 00 2 00 3 00 4 00 5 00
0 . 06
0 . 08
0 . 10
0 . 12
0 . 14
0 . 16
0 . 18
0 . 20
SID Pendang Plan: Plan 02
M ai n Ch an n el Di st a n ce (m)
F
r
o
u
d
e

#

C
h
l
Legend
Froude # Chl 31DEC2007 2400
S un g ai B ari t o P e nd a ng
B ab 4  A nalisis H idrologi dan S ungai
LAPORAN FI NAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 4-34
Gambar 4. 29 Grafik Bilangan Fr oude Sungai Bar it o pada saat banj ir.
4.3.5 Hasi l Pemodel an Mat emat i k Unt uk Lok asi Muar at ew eh
A. El ev asi Muk a Ai r
Gambar 4. 30 Elevasi Muka Air rat a- r at a Sungai Barit o.
0 100 200 300 400 500
0.00
0.05
0.10
0.15
0.20
SIDPendang Plan: Plan 02
Mai n Channel Di stance (m)
F
r
o
u
d
e

#

C
h
l
Legend
Froude # Chl 01JAN2008 1900
Sungai Bari to Pendang
0 200 400 600 800 1000
-15
-10
-5
0
5
10
DED Muarateweh Plan: Plan 03
Mai n Channel Di stance (m)
E
le
v
a
t
io
n

(
m
)
Legend
WS 05JAN2009 2400
Ground
LOB
ROB
Sungai Bari to Muarateweh
Bant aran Sungai
B ab 4  A nalisis H idrologi dan S ungai
LAPORAN FI NAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 4-35
Gambar 4. 31 Elevasi Muka Air rat a- r at a Sungai Barit o.
Gambar 4. 32 Elevasi Muka Air Sungai Bar it o pada saat banj ir .
DED Muarateweh Plan: Plan 03
Legend
WS 01JAN2009 1200
Ground
Bank Sta
0 200 400 600 800 1000
-15
-10
-5
0
5
10
DED Muarateweh Plan: Plan 03
Mai n Channel Di stance (m)
E
le
v
a
t
io
n

(
m
)
Legend
WS 01JAN2009 1900
Ground
LOB
ROB
Sungai Bari to Muarateweh
Bant aran Sungai
B ab 4  A nalisis H idrologi dan S ungai
LAPORAN FI NAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 4-36
Gambar 4. 33 Elevasi Muka Air Sungai Bar it o pada saat banj ir .
B. Penampang mel i nt an g
Gambar 4. 34 Elevasi Muka Air rat a- r at a pada penampang melint ang Sungai
Bar it o.
DED Muarateweh Plan: Plan 03
Legend
WS 02JAN2009 0700
Ground
Bank Sta
0 50 100 150 200 250 300
-15
-10
-5
0
5
10
DED Muarateweh Plan: Plan 03
River = Sungai Bari to Reach = Muarateweh RS = 5 Cross Secti on 5
Stati on (m)
E
l
e
v
a
t
i
o
n

(
m
)
Legend
WS 01JAN2009 0800
Ground
Bank Sta
.05 .02 .05
Bant aran Sungai
B ab 4  A nalisis H idrologi dan S ungai
LAPORAN FI NAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 4-37
Gambar 4. 35 Elevasi Muka Air penampang melint ang Sungai Bar it o pada saat
banj ir.
C. Kecepat an Al i r an
Gambar 4. 36 Grafik kecepat an aliran rat a- rat a .
0 50 100 150 200 250 300
-15
-10
-5
0
5
10
DED Muarateweh Plan: Plan 03
River = Sungai Bari to Reach = Muarateweh RS = 5 Cross Secti on 5
Stati on (m)
E
l
e
v
a
t
i
o
n

(
m
)
Legend
WS01JAN2009 1900
Ground
Bank Sta
.05 .02 .05
Bant aran Sungai
0 200 400 600 800 1000
0.65
0.70
0.75
0.80
0.85
0.90
0.95
DED Muarateweh Plan: Plan 05
Mai n Channel Di stance (m)
V
e
l

C
h
n
l

(
m
/
s
)
Legend
Vel Chnl 31DEC2008 2400
Sungai Bari to Muarateweh
B ab 4  A nalisis H idrologi dan S ungai
LAPORAN FI NAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 4-38
Gambar 4. 37 Grafik kecepat an aliran pada saat banj ir.
Gambar 4. 38 Grafik elevasi muka air Muarat eweh unt uk banj ir t ahunan.
0 200 400 600 800 1000
0.95
1.00
1.05
1.10
1.15
1.20
1.25
DED Muarateweh Plan: Plan 05
Mai n Channel Di stance (m)
V
e
l

C
h
n
l

(
m
/
s
)
Legend
Vel Chnl Max WS
Sungai Bari to Muarateweh
10
15
20
25
30
0 20 40 60 80 100 120
Waktu (jam)
E
l
e
v
a
s
i

M
u
k
a

A
i
r

(
m
)
Elevasi Banjir 2 th
Elevasi Banjir 5 th
Elevasi Banjir 10 th
Elevasi Banjir 25 th
B ab 4  A nalisis H idrologi dan S ungai
LAPORAN FI NAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 4-39
Gambar 4. 39 Grafik Rat ing Kurva Sungai Bar it o
E. Bi l angan Fr oude
Bilangan Fr oude baik pada saat normal maupun banj ir masih lebih kecil dar ipada 1.
Maka dari it u j enis aliran pada saluran adalah aliran subkr it is.
Gambar 4. 40 Grafik Bilangan Fr oude rat a- rat a Sungai Barit o.
0 1000 2000 3000 4000 5000
-15
-10
-5
0
5
10
DED Muarateweh Plan: Plan 05
River = Sungai Bari to Reach = Muarateweh RS = 20 Cross Secti on 20
Q Total (m3/s)
W
.
S
.

E
l
e
v


(
m
)
Legend
W.S. El ev
0 200 400 600 800 1000
0.0
0.2
0.4
0.6
0.8
1.0
DED Muarateweh Plan: Plan 03
Mai n Channel Di stance (m)
F
r
o
u
d
e

#

C
h
l

,

F
r
o
u
d
e

#

X
S
Legend
Froude # Chl 31DEC2008 2400
Froude # XS 31DEC2008 2400
Sungai Bari to Muarateweh
B ab 4  A nalisis H idrologi dan S ungai
LAPORAN FI NAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 4-40
Gambar 4. 41 Grafik Bilangan Fr oude Sungai Bar it o pada saat banj ir.
4.3.6 Kesi mpul an Hasi l Pemodel an El ev asi Muk a Ai r
Kesimpulan hasil pemodelan baik unt uk lokasi Pendang maupun Muar at eweh akan
dit ampilkan pada Tabel ber ikut ini.
Tabel 4. 10 Rekapit ulasi Hasil Pemodelan Elevasi Muka Air
No. Kesimpulan Lokasi Pendang
Lokasi
Muarateweh
1 Elevasi Muka Air Rata-Rata + 14.26 m + 18.00 m
2 Elevasi Muka Air Saat Banjir 2 Tahunan + 15.00 m + 20.00 m
3 Elevasi Muka Air Saat Banjir 5 Tahunan + 17.00 m + 23.86 m
4 Elevasi Muka Air Saat Banjir 10 Tahunan + 20.00 m + 27.07 m
5 Kecepatan Aliran Rata-Rata 0.10 - 0.70 m/s 0.67 - 0.95 m/s
6 Kecepatan Aliran Saat Banjir 1.50 - 1.80 m/s 0.96 - 1.25 m/s
7 Bilangan Froude < 1 < 1
0 200 400 600 800 1000
0.0
0.2
0.4
0.6
0.8
1.0
DED Muarateweh Plan: Plan 03
Mai n Channel Di stance (m)
F
r
o
u
d
e

#

C
h
l
Legend
Froude # Chl 01JAN2009 1900
Sungai Bari to Muarateweh
B ab 4  A nalisis H idrologi dan S ungai
LAPORAN FI NAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 4-41
4.4 Analisis Hidrodinamika dan Sediment asi Sungai
4.4.1 Umum
Fenomena hidr odinamika sungai mencakup pola aliran pada selur uh elevasi pasang
surut sert a unt uk debit aliran yang dapat t erj adi di perairan t ersebut . Analisis t ahap
ini menggunakan dat a aliran sungai hasil analisis pada hidrologi DPS sebagai
kondisi bat as sat u, sert a unt uk kondisi bat as lainnya menggunakan hasil simulasi
pasang sur ut yang akan dibahas pada bagian lain. Hasil dar i si mulasi hidrodinamika
sungai adalah kecepat an ar us yang t erj adi pada badan sungai yang kemudian akan
dibandingkan kebenarannya dengan hasil sur vei ar us.
Set elah kondisi hidrodinamika berdasarkan kedua kondisi bat as di at as t elah
didapat , maka dengan ‘menyunt ikkan’ muat an sedimen kedalam persamaan
numer ik, simulasi angkut an sedimen di sungai yang dit inj au dapat dilaksanakan.
Konsent rasi angkut an sedimen yang t erdispersi di selur uh badan sungai secara
hor izont al dapat dit ampilkan secara graf is .
Dalam melaksanakan analisis ini, Konsult an akan menggunakan program yang
mempunyai beberapa modul simulasi numer ik yang mencakup simulasi
hidr odinamis dan angkut an sedimen suspensi. Yait u Surface- Wat er Modelling
Syst em Ver 7. 0 ( SMS 7. 0) dar i Boss I nt er nat ional Co. Ber ikut ini Konsult an akan
membahas program simulasi yang dimaksud.
Simulasi hidr odinamis sebuah muara sungai di dalam st udi perairan pant ai sangat
erat ber kait an dengan proses pant ai. Aspek- aspek dominan yang akan dit inj au
berkait an dengan hal t ersebut di at as, di ant aranya adalah ar us pada perair an
t ersebut dan pergerakan sedimen suspensi. Kedua aspek t ersebut disimulasikan
dengan bant uan pr ogram Sur face- Wat er Modelling Syst em 7. 0 ( SMS 7. 0) dar i Boss
I nt er nat ional Co. yang mempunyai beberapa modul simulasi numer ik. Ber ikut ini
Konsult an akan membahas simulasi hidr odinamis perairan dan angkut an sedimen
suspensi yang dimaksud.
Dalam program SMS t erdapat beberapa modul pr ogram pent ing unt uk membuat
simulasi. Ter kait dengan pekerj aan ini modul yang akan digunakan adalah:
1. GFGEN ( Geomet r i File Generat ion) adalah file unt uk membuat geomet r i dan f ile
mesh elemen hingga unt uk menj adi masukan sist em pemodelan SMS. Program
ini melakukan pemer iksaan rut in mesh dan menyusun kembali mesh. Program
GFGEN ini hanya membut uhkan f ile geomet r i ASCI I sebagai input .
B ab 4  A nalisis H idrologi dan S ungai
LAPORAN FI NAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 4-42
2. RMA2 ( Resources Management Associat es- 2) adalah program int i dari SMS.
RMA2 adalah pr ogram elemen hingga dua dimensi unt uk menyelesaikan
masalah hidrodinamika. RMA2 dapat digunakan unt uk menghit ung elevasi muka
air dan kecepat an aliran pada t it ik- t it ik node dalam suat u mesh elemen hingga
yang mewakili badan air di daerah st udi, sepert i sungai, kolam, muara, at au
pelabuhan.
3. SED- 2D adalah program pemodelan numer ik 2- dimensi, yang dirat a- r at akan
dalam arah vert ikal ( kedalaman) , unt uk mensimulasi proses t ransport asi
sedimen dalam saluran t erbuka, sepert i sungai, est uari dan perair an t eluk.
SED- 2D dapat memprediksi dengan cukup akurat unt uk pergerakan sedimen
yang ber upa pasir maupun lempung pada kondisi aliran langgeng maupun t ak
langgeng, dengan asumsi kecepat an dan arah aliran dapat dianggap seragam
pada selur uh kedalaman.
Dalam simulasi hidr odinamika dan sediment asi ada beberapa t ahapan pekerj aan
yang per lu dilakukan dengan ur ut an t ert ent u. Dimulai dengan pembuat an mesh
( gr id per hit ungan numer ik) , kemudian masukan dat a elevasi muka air, sert a
paramet er viskosit as Eddy dan nilai Manning unt uk menj alankan RMA2. Solusi
hidr odinamika yang didapat kan dar i RMA- 2 besert a dat a sedimen digunakan
sebagai dat a masukan unt uk menj alankan SED- 2D. Dengan menj alankan SED- 2D
didapat kan bat imet r i baru akibat pergerakan sedimen.
B ab 4  A nalisis H idrologi dan S ungai
LAPORAN FI NAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 4-43
4.4.2 Hasi l Pemodel an Der maga Muar at ew eh
Gambar 4. 42 Proses pembent ukan grid pemodelan Dermaga Muarat eweh.
B ab 4  A nalisis H idrologi dan S ungai
LAPORAN FI NAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 4-44
Gambar 4. 43 Hasil pemodelan arus di Dermaga Muarat eweh.
B ab 4  A nalisis H idrologi dan S ungai
LAPORAN FI NAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 4-45
Gambar 4. 44 Hasil pemodelan arus di Dermaga Muarat eweh.
B ab 4  A nalisis H idrologi dan S ungai
LAPORAN FI NAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 4-46
Gambar 4. 45 Hasil pemodelan sediment asi di Dermaga Muarat eweh.
B ab 4  A nalisis H idrologi dan S ungai
LAPORAN FI NAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 4-47
Gambar 4. 46 Hasil pemodelan sediment asi di Dermaga Muarat eweh.
B ab 4  A nalisis H idrologi dan S ungai
LAPORAN FI NAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 4-48
Gambar 4. 47 Perubahan kedalaman sungai di Dermaga Muarat eweh.
B ab 4  A nalisis H idrologi dan S ungai
LAPORAN FI NAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 4-49
Gambar 4. 48 Perubahan kedalaman sungai di Dermaga Muarat eweh.
B ab 4  A nalisis H idrologi dan S ungai
LAPORAN FI NAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 4-50
Gambar 4. 49 Hasil pemodelan arus di Dermaga Pendang.
B ab 4  A nalisis H idrologi dan S ungai
LAPORAN FI NAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 4-51
Gambar 4. 50 Hasil pemodelan arus di Dermaga Pendang.
B ab 4  A nalisis H idrologi dan S ungai
LAPORAN FI NAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 4-52
Gambar 4. 51 Hasil pemodelan sediment asi di Dermaga Pendang.
B ab 4  A nalisis H idrologi dan S ungai
LAPORAN FI NAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 4-53
Gambar 4. 52 Hasil pemodelan sediment asi di Dermaga Pendang.
B ab 4  A nalisis H idrologi dan S ungai
LAPORAN FI NAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 4-54
Gambar 4. 53 Perubahan kedalaman sungai di Dermaga Pendang.
B ab 4  A nalisis H idrologi dan S ungai
LAPORAN FI NAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 4-55
Gambar 4. 54 Perubahan kedalaman sungai di Dermaga Pendang.
LAPORAN FI NAL  Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 5- 1
Ba b
5
Perhit ungan St rukt ur
DETAIL ENGINEERING DESIGN
PELABUHAN SUNGAI PENDANG DAN MUARA TEWEH
5.1 Pelabuhan Sungai Pendang
Fasilit as dermaga yang akan didesain direncanakan unt uk mener ima beban dengan
kr it er ia per encanaan sebagai ber ikut .
5.1.1 Dat a Kapal Bis Air
1. Draft penuh : 1, 5 m
2. Panj ang ( LOA) : 23 m
3. Breadt h : 5 m
4. Bert hing velocit y : 0, 15 m/ det
5. Sudut bert hing maksimum : 25°
Gambar 5. 1 Sket sa def inisi dimensi kapal.
LengthOverall (LOA)
LengthBetween Perpendiculars(LBP)
Molded breadth
Freeboard
Light load draught
Full loaddraught
B ab 5  Perhit ungan S t rukt ur
LAPORAN FI NAL  Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 5- 2
5.1.2 Beban Vert ikal
1. Beban mat i : Berat sendir i konst ruksi
Berat j enis mat er ial yang akan dipakai dalam menent ukan beban mat i adalah
sebagai ber ikut
- Bet on bert ulang : 2. 4 t on/ m3
- Bet on rabat : 2. 2 t on/ m3
- Bat u kosong : 2. 2 t on/ m3
- Baj a : 7. 85 t on/ m3
2. Beban hidup merat a : 1, 5 t on / m2 ( dermaga & t rest le)
5.1.3 Beban Horisont al
A. En er gi Ben t u r an Kapal ( Ber t h i ng For ce)
Energi bent uran kapal dihit ung dngan r umus berikut :
E = 0, 5* C
M
* M
D
* ( V
B
)
2
* C
E
* C
S
* C
D
Dimana :
C
M
= Koef isien massa hidr odinamik
M
D
= Displacement dar i kapal ( t on)
V
B
= Kecepat an t ambat kapal ( m/ det ik)
C
E
= Koef isieneksent r isit as
C
S
= Koef isien soft ness
C
D
= Koef isien konfigurasi penambat an
Gaya yang t erj adi pada st rukt ur t ergant ung dari k u r v a en er gy - gay a dar i fender
yang dipilih.
B ab 5  Perhit ungan S t rukt ur
LAPORAN FI NAL  Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 5- 3
Gambar 5. 2 Kondisi bert hing kapal pada der maga.
Koef isien Soft ness Cs mer upakan koef isien yang mempengar uhi energi bent ur yang
diserap oleh lambung kapal. Sesuai r ekomendasi BSI diambil Cs = I
Koef isien Bert hing Cc mer upakan koef isien yang diambil dari efek massa air yang
berperangkap ant ara lambung kapal dan sisi dermaga. Nilai Cc bergant ung pada
j enis konst ruksi der maga sepert i yang dir ekomendasikan BSI ialah sebagai
ber ikut :
Cc = 1, 0 unt uk j enis st rukt ur der maga dengan pondasi t iang
0, 8 < Cc < 1, 0 unt uk j enis st rukt ur der maga dengan dinding penahan
B. Gay a Tar i k Kapal ( moor i n g f or ce)
Gaya t ar ik Bollard diambil dar i ' St andard Design Cr it er ia f or Port in I ndonesia
1984' , yait u sesuai t able di bawah ini:
Tabel 5. 1 Gaya Tar ik Bollard.
Gross Tonage Max. Spacing
(GRT) (m)
200 - 500 10
501 - 1000 10
1001 - 2000 15
2001 - 3000 20
3001 - 4000 20
4001 - 5000 20
5001 - 10000 25 70
20
25
30
35
Practive Force on Bollard
(ton)
10
15
Jenis kapal : Bus Air
B ab 5  Perhit ungan S t rukt ur
LAPORAN FI NAL  Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 5- 4
Maka unt uk kapal bus air diambil sebesar 10 t on.
Gay a Gempa
3. Beban gempa st at ik,
V = C. I . K. Wt
dimana
V = gaya gempa st at ik dasar
C = koef isien yang t ergant ung dar i lokasi, menur ut PPTGI UG83,
unt uk lokasi rencana diper hit ungkan t erhadap daerah gempa I I ,
C = 0. 07.
I = Fakt or keut amaan st r ukt ur
K= Fakt or j enis st r ukt ur = 1, 0
Wt = Berat st rukt ur
4. Beban gempa unt uk analisis r esponse spekt rum
Spekt r um yang diperhit ungkan adalah Kurva C yang sesuai.
Gambar 5. 3 Pet a Wilayah gempa di I ndonesia.
Beban gempa dir encanakan dengan pendekat an menggunakan response
spekt rum. Daerah Pendang dan Muarat eweh t ermasuk wilayah gempa no. 1
dengan kondisi t anah lunak ( St andar Per encanaan Ket ahanan Gempa unt uk
B ab 5  Perhit ungan S t rukt ur
LAPORAN FI NAL  Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 5- 5
St r ukt ur Bangunan Gedung, 2003) . Percepat an gempa yang dimodelkan unt uk
mensimulasikan gempa t ersebut dilakukan dengan kr it er ia sebagai ber ikut :
1. 100% arah sumbu- x dan 30% sumbu- y.
2. 100% arah sumbu- y dan 30% sumbu- x.
Di bawah ini digambarkan r esponse spekt rum r encana unt uk daerah
Palangkaraya.
Gambar 5. 4 Response spekt r um r encana.
Gambar 5. 5 Simulasi beban gempa arah X.
B ab 5  Perhit ungan S t rukt ur
LAPORAN FI NAL  Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 5- 6
5.1.4 Kombinasi Pembebanan
Kombinasi pembebanan yang dir encanakan adalah sebagai ber ikut :
1. 1. 2 DL + 1. 6 LL
2. 1 DL + 1 BERTHI NG
3. 1 DL + 1 MOORI NG
4. 1 DL + 1 WAVE
5. 1 DL + 1LL + 1 GEMPA X - 0. 3 GEMPA Y
6. DL + 1LL + 1 GEMPA Y - 0. 3 GEMPA X
5.1.5 Mut u Bahan
1. Bet on bert ulang
- mut u bet on Tat a Cara Per hit ungan St rukt ur Bet on unt uk Bangunan Gedung
t ahun 2002 ( TCPSBBG- 02) unt uk st rukt ural K- 350
- besi bet on ulir , sesuai TCPSBBG- 02 : U39 unt uk D > 12 mm
- besi bet on polos, sesuai TCPSBBG- 02 : U24 unt uk D < 12 mm
- selimut bet on sesuai syarat minimum = 80 mm
2. Tiang pancang pipa baj a Diamet er = 457. 2 mm, t ebal = 12 mm : JI S G3444 –
STK 41 at au ASTM A252, SAW/ ERW.
5.1.6 Perat uran dan St andard
1. St andard Design Cr it eria for Port s I n I ndonesia 1984, Dir ect orat e General Of
Sea Communicat ion.
2. Kr it er ia Desain unt uk Pelabuhan di I ndonesia, Direkt orat Jender al Per hubungan
Sungai, 1984.
3. Spesif ikasi dan St andard Dermaga Bet on, Direkt orat Jenderal Per hubungan
Sungai, 1999.
4. Technical St andards for Port and Harbor Facilit ies in Japan, issued on July 1991
by The Overseas Coast al Area Development I nst it ut e of Japan.
5. Tat a Cara Per hit ungan St r ukt ur Bet on unt uk Bangunan Gedung, 2002.
6. Building Code Requir ement s for St ruct ural Concret e & Comment ary, ACI 318 –
99.
B ab 5  Perhit ungan S t rukt ur
LAPORAN FI NAL  Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 5- 7
7. St andar Perencanaan Ket ahanan Gempa unt uk St r ukt ur Bangunan Gedung,
2002.
8. Per at uran Pembebanan I ndonesia unt uk Gedung, Depart emen Pekerj aan
Umum, 1983.
9. Port s and Terminals, Facult y of Civil Engineer ing TU Delft , 1993.
5.1.7 Langkah-langkah dalam desain st rukt ur
Langkah- langkah dalam mendesain pada laporan ini dimulai dar i Penent uan Elevasi
Dermaga, Penent uan Tinggi & Per iode Gelombang, Penent uan Zona Wilayah
Gempa, Pr er hit ungan Energi Bert hing, r eaksi Fender & Gaya Bollard, Pemodelan
St r ukt ur dengan SAP 2000, I nput Beban Mat i, Hidup, & Kombinasi Bebam lainnya,
Desain Tulangan, Balok, & Plat , Desain St r ukt ur, Hit ung Tit ik Jepit Tiang, dan yang
t erakhir Hit ung Kapasit as Tiang Pancang. Unt uk lebih j elasnya langkah pengerj aan
dij elaskan dalam bagan alir di bawah.
B ab 5  Perhit ungan S t rukt ur
LAPORAN FI NAL  Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 5- 8
Gambar 5. 6 Bagan alir dalam mendesain dermaga.
B ab 5  Perhit ungan S t rukt ur
LAPORAN FI NAL  Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 5- 9
5.1.8 Pembebanan dan Desain St rukt ur Bet on
A. Per h i t un gan En er gi San dar
Besar energi yang diserap oleh sist em f ender dihit ung menggunakan persamaan-
persamaan yang dit et apkan oleh Br it ish St andards fnsli/ Ht ion ( BS 6349 : Part 4 :
1985) . Energi kinet ik ef ekt ifpada saat bert hing dihit ung dengan menggunakan
persamaan :
Jenis : Bus Air
Spesif ikasi : LOA = 23 m ; ρ Air Sungai = 1025
kg/ m3
Draft ( D) = 1. 50 m ; g = 9. 81 m/ det 2
Lebar ( B) = 5. 00 m
Bert hing Velocit y = 0. 15 m/ det
W1 ( akibat kapal) = diper oleh dari persamaan ;
→ Log DT = 0. 404 + 0. 932Log ( 20 )
Log DT = 1. 6
DT = 41. 35 t on
W2 ( akibat bant al air ) = 14. 92 t on
maka, W = W1+ W2 = 56. 28 t on
Per hit ungan Gaya Tekan Kapal ( Fender Energy Bert hing) Ef
C
H
= Koef . Massa Hidr olis = = 1. 6
C
E
= Koef Eccent r icit y = 0. 85
C
c
= Koef Konf igurasi = 1
Cs = Koef akibat bant alan air = 1
0. 09 t on- m = 0. 88 kN- m
LogDW LogDT 932 . 0 404 . 0 + =
B
D -
+
2
1
=

=
S C E H
S
f
C C C C
g
V W
E
2
2
B ab 5  Perhit ungan S t rukt ur
LAPORAN FI NAL  Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 5- 10
Gambar 5. 7 Beban sandar kapal pada model st rukt ur .
B. Kon sep Per en can aan Pl at Lan t ai Bet on
Beban hidup merat a pada lant ai dermaga didef inisikan sebesar 1, 5 t / m
2
akibat
kegiat an bongkar muat , sedangkan beban mat i merat a mer upakan berat sendir i
dari pelat dengan ket ebalan t ert ent u. Per hit ungan unt uk pelat dilakukan secara
t erpisah, t idak menggunakan SAP 2000 v. 9. Met ode yang digunakan unt uk
mendapat kan besaran deformasi pada pelat menggunakan t eori elast isit as. Unt uk
pelat dengan panj ang dan lebar yang sama maka lendut an pada t engah- t engah
pelat dapat dit ent ukan dengan menggunakan persamaan di bawah ini .
Gambar 5. 8 Sist em Koordinat pada Pelat
b
a
x
y
b/ a = 1
buj ur sangkar
B ab 5  Perhit ungan S t rukt ur
LAPORAN FI NAL  Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 5- 11
Def ormasi pelat buj ur sangkar
( w)
x= 0, y= 0
 0, 00126qa
4
/ D
( M
x
)
x= a/ 2, y= 0
 - 0, 0513qa
2
( M
y
)
x= 0, y= b/ 2
 - 0, 0513qa
2
( M
x
)
x= 0, y= 0
 0, 0231qa
2
( M
y
)
x= 0, y= 0
 0, 0231qa
2
dimana
q = beban merat a pada pelat
a = panj ang sisi- sisi pelat
h = t ebal pelat
v = poisson rat io, unt uk bet on nilai ini dapat diambil sama dengan 0, 2
Dist r ibusi beban pelat pada balok menggunakan pendekat an sebagi berikut :
( a) Dist r ibusi beban merat a unt uk balok
( b) Dist r ibusi beban merat a pada balok akibat beban merat a pada pelat
Gambar 5. 9 Dist r ibusi beban pada st rukt ur
Beban merat a pada balok t ersebut akan berbent uk segit iga simet r i dengan
ket inggian di t engah- t engah bent ang balok sebesar 0, 5 ql.
Beban t erpusat kendar aan mer upakan r epr esent asi dar i beban rencana kendaraan
t erbesar yang akan lewat . Beban ini selanj ut nya dikalikan dengan koef isien kej ut
yang besar nya dapat dinyat akan dalam persamaan ber ikut :
) 1 ( 12
2
3
v
Eh
D
÷
=
l
l
q
0, 5ql
B ab 5  Perhit ungan S t rukt ur
LAPORAN FI NAL  Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 5- 12
l
i
+
+ =
50
20
1
dimana :
i = koef isien kej ut
l = bent ang t erkecil
Def ormasi pelat karena beban t erpusat dapat dinyat akan pada persamaan ber ikut :
( w)
x= y= 0
= 0, 0056Pa2/ D
( M
y
)
x= 0, y= b/ 2
= - 0, 1257P
( M
x
)
y= 0, x= b/ 2
= - 0, 1257P
( m
x
)
y= 0, x= 0
= - 0, 0536P  momen koreksi
( m
y
)
y= 0, x= 0
= - 0, 0536P  momen koreksi
5.1.9 Desain St rukt ur Trest le Fasilit as Darat
Kont r uksi dermaga dan t resle t erdir i dar i pelat , balok dan pilecap bet on, sedangkan
pondasinya t erdir i dar i t iang pancang bet on diamet er 450 mm sedangkan unt uk
plat f orm sandar kapal memakai t iang pancang bet on 600 mm
Selain Kr it er ia yang t elah disebut kan dalam bagian t erdahulu, dalam perencanaan
Tr esle ini dit erapkan kr it er ia sebagai berikut :
- El emen- el emen st r ukt ur diusahakan t idak mengalami ret ak akibat
pembebanan.
- Apabila r et ak t idak dapat dihindarkan, maka lebar ret ak yang t erj adi dibat asi
sedemikian kecilnya sehingga keawet an bet on dapat t erj aga.
m / MN 23 A d f Z
c s
s = mer encanaan t ebal pelat bet on didasarkan pada persyarat an
t ebal pelat minimum dimana kedua uj ung mener us, dir umuskan sebagai ber ikut :
5 . 190
21
4000
21
min
= = =
l
h mm ÷ dipakai h = 300 mm.
Beban- beban yang bekej a pada plat
1. Beban Mat i ( Dead Load)
Berat sendir i plat = 0, 3 x 1 x 2, 4 = 0, 72 t / m
Berat akibat air Sungai/ huj an 2 cm = 0, 02 x 1 x 1, 025 = 0, 021 t / m
= 0. 741 t on/ m
B ab 5  Perhit ungan S t rukt ur
LAPORAN FI NAL  Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 5- 13
2. Beban Hidup ( Live Load) ( lalu- lint as)
Beban t erbagi r at a = 1. 50 t / m
Beban Forklift 7 t on = 7 t on / ( 3x4) m2 x 4 m = 2. 33 t on/ m
Unt uk mendapat kan kondisi ekst r im dipakai beban merat a unt uk for klift sebesar
2. 33 t on/ m.
Gaya- gaya dalam plat mengacu pada t abel gaya- gaya ( Tables or Analysis of Plat es,
Slabs and Diaphragms) dalam plat .
Unt uk beban merat a, model yang diambil adalah sebagai ber ikut :
Gambar 5. 10 Pemodelan pembebanan akibat beban mat i dan beban hidup.
a. Tulangan rencana unt uk pelat
Spesif ikasi Balok : Baj a Tulangan U - 3900 kg/ cm2→ f y = 382. 47Mpa
Mut u Bet on K - 300 kg/ cm2→ f ' c = 24. 90 Mpa
bw = 400 mm ; h = 700 mm ;
d' ( cover ) = 80 mm ; d = 620 mm
B ab 5  Perhit ungan S t rukt ur
LAPORAN FI NAL  Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 5- 14
Lebar efekt if Arah X Lx = 4600 mm
Lebar efekt if Arah Y Ly = 1600 mm
Cek Syarat Pelat 2 arah : → 0. 348 ≤ 2 OK !
Dat a Pelat : Baj a Tulangan U - 3900 kg/ cm2 → fy = 382. 47 Mpa
Mut u Bet on K - 300 kg/ cm2 → f' c = 24. 90 Mpa
bw = 5000 mm ; h ( t ebal) = 300 mm ;
d' ( cover ) = 40 mm ; d = 260 mm ;
β 1 = 0. 850 → unt uk f' c = Mpa ≤ 30 Mpa
→ unt uk f' c = Mpa > 30 Mpa
0. 03351 → ρ min = 0. 5* ρ b = 0. 01675698
→ ρ max = 0. 75* ρ b = 0. 02513547
Dat a : DL = 0. 789 t on/ m
LL = 3. 83 t on/ m
Wu = 1. 2 DL + 1. 6 LL = 1. 2( 0. 789x4) + 1. 6( 3. 83x4)
= 28. 29 t on/ m2
= 11340 kg/ m2
= 111. 8 kN/ m2
Clx = 43
Cly = 18
Ct x = 73
Ct x = 55
= 64. 37 kN- m
= 64372190 N- mm, unt uk lapangan arah - X
= 71. 86 kN- m
= 71857329 N- mm, unt uk lapangan arah - Y
= - 73. 35 kN- m
2 s
X
Y
L
L
=
|
|
|
.
|

\

+
=
y
f
y
f
c f
b
600
600
' .
1
. 85 , 0 

X L x x
C L qu Ml - - - =
2
001 . 0
Y L x Y
C L qu Ml - - - =
2
001 . 0
X x x
Ct L qu Mt - - - ÷ =
2
001 . 0
B ab 5  Perhit ungan S t rukt ur
LAPORAN FI NAL  Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 5- 15
= - 73354356. 32 N- mm , unt uk t umpuan arah - X
= - 85. 33 kN- m
= - 85330578 N- mm , unt uk t umpuan arah - Y
Tu l an gan Tu mpu an Ar ah X
Tulangan pelat r encana : D 19 → 283. 38mm2
dx = t ebal pelat - selimut bet on - 1/ 2 Ø = 250. 5 mm
dy = t ebal pelat - selimut bet on - Ø - 1/ 2 Ø' = 231. 5 mm
Momen desain arah y ( Mnt y) = 91692945 N- mm
= 4. 048 N/ mm2
= 18. 071
0. 0037
0. 034
0. 0251
0. 0119
Luas Tulangan Desain : 1784 mm2
Jarak Penulangan ( s) : 158. 84 mm ≈ 100 mm
Maka dipakai D19 spasi 150 mm
1889 mm2 → OK !
y x y
Ct L qu Mt - - - ÷ =
2
001 . 0
= =

y U
y n
t M
t M
2
x
n
n
d b
M
R

=
c f
f
m
y
' 85 , 0
=
= =
y
f
4 , 1
min

=
+

=
fy
x
f
c f
y
b
600
600 ' 85 , 0
1


= - =
b
  75 , 0
max
=
1
1
]
1

¸

÷ ÷ =
y
n
perlu
f
R m
m
2
1 1
1

= = d b A
perlu s min

=

=
2
. 4 / 1
1000
d
A
s
p s

= =
2
4 / 1
1000
d
s
A
desain s

perlu s desain s
A A >
B ab 5  Perhit ungan S t rukt ur
LAPORAN FI NAL  Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 5- 16
Tu l an gan Tu mpu an Ar ah Y
Tulangan pelat r encana : D 19 → 283. 38mm2
dx = t ebal pelat - selimut bet on - 1/ 2 Ø = 250. 5 mm
dy = t ebal pelat - selimut bet on - Ø - 1/ 2 Ø' = 231. 5 mm
Momen desain arah y ( Mnt y) = 106663222 N- mm
= 4. 709 N/ mm2
= 18. 071
0. 0037
0. 034
0. 0251
0. 0141
Luas Tulangan Desain : 1856 mm2
Jarak Penulangan ( s) : 152. 71 mm ≈ 150 mm
Maka dipakai D19 spasi 150 mm
1889 mm2 → OK !
Tu l an gan Lapangan Ar ah X
Tulangan pelat r encana : D 19 → 283. 38mm2
dx = t ebal pelat - selimut bet on - 1/ 2 Ø = 250. 5 mm
dy = t ebal pelat - selimut bet on - Ø - 1/ 2 Ø' = 231. 5 mm
= =

y U
y n
t M
t M
2
x
n
n
d b
M
R

=
c f
f
m
y
' 85 , 0
=
= =
y
f
4 , 1
min

=
+

=
fy
x
f
c f
y
b
600
600 ' 85 , 0
1


= - =
b
  75 , 0
max
=
1
1
]
1

¸

÷ ÷ =
y
n
perlu
f
R m
m
2
1 1
1

=

=
2
. 4 / 1
1000
d
A
s
p s

= =
2
4 / 1
1000
d
s
A
desain s

perlu s desain s
A A >
= = d b A
perlu s min

B ab 5  Perhit ungan S t rukt ur
LAPORAN FI NAL  Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 5- 17
Momen desain arah y ( Mnt y) = 80465238 N- mm
= 3. 553 N/ mm2
= 18. 071
0. 0037
0. 034
0. 0251
0. 0102
Luas Tulangan Desain : 1540 mm2
Jarak Penulangan ( s) : 183. 97 mm ≈ 180 mm
Maka dipakai D19 spasi 150 mm
1889 mm2 → OK !
Tu l an gan Lapangan Ar ah Y
Tulangan pelat r encana : D 19 → 283. 38mm2
dx = t ebal pelat - selimut bet on - 1/ 2 Ø = 250. 5 mm
dy = t ebal pelat - selimut bet on - Ø - 1/ 2 Ø' = 231. 5 mm
Momen desain arah y ( Mnt y) = 89821661 N- mm
= 3. 966 N/ mm2
= =

y U
y n
t M
t M
2
x
n
n
d b
M
R

=
c f
f
m
y
' 85 , 0
=
= =
y
f
4 , 1
min

=
+

=
fy
x
f
c f
y
b
600
600 ' 85 , 0
1


= - =
b
  75 , 0
max
=
1
1
]
1

¸

÷ ÷ =
y
n
perlu
f
R m
m
2
1 1
1

= = d b A
perlu s min

=

=
2
. 4 / 1
1000
d
A
s
p s

= =
2
4 / 1
1000
d
s
A
desain s

perlu s desain s
A A >
= =

y U
y n
t M
t M
2
x
n
n
d b
M
R

=
B ab 5  Perhit ungan S t rukt ur
LAPORAN FI NAL  Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 5- 18
= 18. 071
0. 0037
0. 034
0. 0251
0. 0116
Luas Tulangan Desain : 1523 mm2
Jarak Penulangan ( s) : 186. 10 mm ≈ 180 mm
Maka dipakai D19 spasi 150 mm
1889 mm2 → OK !
c f
f
m
y
' 85 , 0
=
= =
y
f
4 , 1
min

=
+

=
fy
x
f
c f
y
b
600
600 ' 85 , 0
1


= - =
b
  75 , 0
max
=
1
1
]
1

¸

÷ ÷ =
y
n
perlu
f
R m
m
2
1 1
1

=

=
2
. 4 / 1
1000
d
A
s
p s

= =
2
4 / 1
1000
d
s
A
desain s

perlu s desain s
A A >
= = d b A
perlu s min

B ab 5  Perhit ungan S t rukt ur
LAPORAN FI NAL  Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 5- 19
b. Perencanaan Tulangan Lent ur Balok
.
Gambar 5. 11 Denah dan t ampak depan rencana Trest le.
Tabel 5. 2 Summar y Hasil Analisis Dermaga SAP 2000.
TABLE: Element Forces - Frames
Frame Station OutputCase P V2 V3 T M2 M3
84 0 COMB1 -3.19E-02 -3.79091 -2.15E-04 2.30E-04 -5.08E-04 -3.36419
84 5 COMB1 -3.19E-02 3.552874 -2.15E-04 2.30E-04 5.67E-04 -2.7691
84 0.5 COMB1 -3.19E-02 -3.31859 -2.15E-04 2.30E-04 -4.01E-04 -1.57689
84 4.5 COMB1 -3.19E-02 3.080551 -2.15E-04 2.30E-04 4.60E-04 -1.10081
84 1 COMB1 -3.19E-02 -2.60803 -2.15E-04 2.30E-04 -2.93E-04 -8.53E-02
84 4 COMB1 -3.19E-02 2.369995 -2.15E-04 2.30E-04 3.52E-04 0.271749
84 1.5 COMB1 -3.19E-02 -1.77836 -2.15E-04 2.30E-04 -1.86E-04 1.011293
84 3.5 COMB1 -3.19E-02 1.540324 -2.15E-04 2.30E-04 2.45E-04 1.249329
84 2 COMB1 -3.19E-02 -0.94869 -2.15E-04 2.30E-04 -7.80E-05 1.693055
84 3 COMB1 -3.19E-02 0.710653 -2.15E-04 2.30E-04 1.37E-04 1.812073
84 2.5 COMB1 -3.19E-02 -0.11902 -2.15E-04 2.30E-04 2.96E-05 1.959982
84 0 COMB2 -4.64E-02 -3.23413 -3.03E-03 1.03E-04 -7.71E-03 -3.00502
84 0 COMB2 -6.76E-03 -3.07877 2.68E-03 2.79E-04 6.86E-03 -2.59698
84 5 COMB2 -4.64E-02 2.880583 -3.03E-03 1.03E-04 -6.52E-03 -2.4899
84 5 COMB2 -6.76E-03 3.035941 2.68E-03 2.79E-04 7.46E-03 -2.12116
84 0.5 COMB2 -4.64E-02 -2.84069 -3.03E-03 1.03E-04 -6.19E-03 -1.47806
84 0.5 COMB2 -6.76E-03 -2.68533 2.68E-03 2.79E-04 5.53E-03 -1.14769
B ab 5  Perhit ungan S t rukt ur
LAPORAN FI NAL  Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 5- 20
TABLE: Element Forces - Frames
Frame Station OutputCase P V2 V3 T M2 M3
84 4.5 COMB2 -4.64E-02 2.48714 -3.03E-03 1.03E-04 -5.18E-03 -1.06203
84 4.5 COMB2 -6.76E-03 2.642498 2.68E-03 2.79E-04 5.94E-03 -0.77097
84 1 COMB2 -4.64E-02 -2.24904 -3.03E-03 1.03E-04 -4.68E-03 -0.19737
84 1 COMB2 -6.76E-03 -2.09368 2.68E-03 2.79E-04 4.19E-03 5.53E-02
84 4 COMB2 -4.64E-02 1.89549 -3.03E-03 1.03E-04 -3.84E-03 0.119563
84 4 COMB2 -6.76E-03 2.050847 2.68E-03 2.79E-04 4.43E-03 0.332947
84 1.5 COMB2 -4.64E-02 -1.55828 -3.03E-03 1.03E-04 -3.16E-03 0.754457
84 1.5 COMB2 -6.76E-03 -1.40292 2.68E-03 2.79E-04 2.85E-03 0.929467
84 3.5 COMB2 -4.64E-02 1.204735 -3.03E-03 1.03E-04 -2.50E-03 0.972298
84 3.5 COMB2 -6.76E-03 1.360093 2.68E-03 2.79E-04 2.91E-03 1.108004
84 2 COMB2 -4.64E-02 -0.86753 -3.03E-03 1.03E-04 -1.64E-03 1.360909
84 2 COMB2 -6.76E-03 -0.71217 2.68E-03 2.79E-04 1.51E-03 1.458241
84 3 COMB2 -4.64E-02 0.513981 -3.03E-03 1.03E-04 -1.17E-03 1.479656
84 3 COMB2 -6.76E-03 0.669339 2.68E-03 2.79E-04 1.39E-03 1.537683
84 2.5 COMB2 -4.64E-02 -0.17677 -3.03E-03 1.03E-04 -1.47E-04 1.621982
84 2.5 COMB2 -6.76E-03 -0.02142 2.68E-03 2.79E-04 1.96E-04 1.641639
84 0 COMB3 -6.91E-02 -3.17986 -8.18E-03 -1.02E-04 -2.08E-02 -2.86248
84 0 COMB3 1.59E-02 -3.13304 7.82E-03 4.84E-04 2.00E-02 -2.73953
84 5 COMB3 -6.91E-02 2.934853 -8.18E-03 -1.02E-04 -1.91E-02 -2.3611
84 5 COMB3 1.59E-02 2.981671 7.82E-03 4.84E-04 2.01E-02 -2.24996
84 0.5 COMB3 -6.91E-02 -2.78642 -8.18E-03 -1.02E-04 -1.67E-02 -1.36265
84 0.5 COMB3 1.59E-02 -2.7396 7.82E-03 4.84E-04 1.61E-02 -1.26311
84 4.5 COMB3 -6.91E-02 2.54141 -8.18E-03 -1.02E-04 -1.52E-02 -0.96037
84 4.5 COMB3 1.59E-02 2.588228 7.82E-03 4.84E-04 1.60E-02 -0.87263
84 1 COMB3 -6.91E-02 -2.19477 -8.18E-03 -1.02E-04 -0.01265 -0.10909
84 1 COMB3 1.59E-02 -2.14795 7.82E-03 4.84E-04 1.22E-02 -3.30E-02
84 4 COMB3 -6.91E-02 1.949759 -8.18E-03 -1.02E-04 -1.13E-02 0.194093
84 4 COMB3 1.59E-02 1.996578 7.82E-03 4.84E-04 1.19E-02 0.258418
84 1.5 COMB3 -6.91E-02 -1.50401 -8.18E-03 -1.02E-04 -8.57E-03 0.8156
84 1.5 COMB3 1.59E-02 -1.45719 7.82E-03 4.84E-04 8.26E-03 0.868324
84 3.5 COMB3 -6.91E-02 1.259005 -8.18E-03 -1.02E-04 -7.39E-03 1.019693
84 3.5 COMB3 1.59E-02 1.305823 7.82E-03 4.84E-04 7.80E-03 1.060609
84 2 COMB3 -6.91E-02 -0.81326 -8.18E-03 -1.02E-04 -4.48E-03 1.394918
84 2 COMB3 1.59E-02 -0.76644 7.82E-03 4.84E-04 4.35E-03 1.424232
84 3 COMB3 -6.91E-02 0.568251 -8.18E-03 -1.02E-04 -3.48E-03 1.499916
84 3 COMB3 1.59E-02 0.615069 7.82E-03 4.84E-04 3.71E-03 1.517423
84 2.5 COMB3 -6.91E-02 -0.1225 -8.18E-03 -1.02E-04 -4.59E-04 1.628852
84 2.5 COMB3 1.59E-02 -7.57E-02 7.82E-03 4.84E-04 5.08E-04 1.63477
158 0 COMB1 -9.16362 -1.05E-04 1.54E-03 -3.20E-05 1.63E-02 -1.11E-03
158 7.765 COMB1 -10.3911 -1.05E-04 1.54E-03 -3.20E-05 4.38E-03 -2.92E-04
158 15.53 COMB1 -11.6186 -1.05E-04 1.54E-03 -3.20E-05 -7.59E-03 5.26E-04
158 0 COMB2 -7.6302 5.26E-02 1.74E-02 7.69E-05 0.13699 0.40447
158 15.53 COMB2 -9.67606 5.26E-02 1.74E-02 7.69E-05 0.119834 0.413567
158 7.765 COMB2 -8.65313 5.26E-02 1.74E-02 7.69E-05 5.02E-03 3.62E-03
158 7.765 COMB2 -8.65393 -5.28E-02 -1.48E-02 -1.30E-04 2.26E-03 -4.11E-03
158 0 COMB2 -7.631 -5.28E-02 -1.48E-02 -1.30E-04 -0.10979 -0.40632
158 15.53 COMB2 -9.67685 -5.28E-02 -1.48E-02 -1.30E-04 -0.13247 -0.41269
158 0 COMB3 -7.63048 1.57E-02 5.48E-02 3.19E-04 0.424894 0.120694
158 15.53 COMB3 -9.67633 1.57E-02 5.48E-02 3.19E-04 0.414187 0.124377
158 7.765 COMB3 -8.65341 1.57E-02 5.48E-02 3.19E-04 8.25E-03 9.17E-04
B ab 5  Perhit ungan S t rukt ur
LAPORAN FI NAL  Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 5- 21
TABLE: Element Forces - Frames
Frame Station OutputCase P V2 V3 T M2 M3
158 7.765 COMB3 -8.65365 -1.59E-02 -0.05228 -3.72E-04 -9.63E-04 -1.40E-03
158 0 COMB3 -7.63072 -1.59E-02 -0.05228 -3.72E-04 -0.39769 -0.12254
158 15.53 COMB3 -9.67657 -1.59E-02 -0.05228 -3.72E-04 -0.42682 -0.1235
153 15.53 COMB1 -12.1731 -1.35E-03 -5.91E-05 -4.48E-05 4.68E-04 7.01E-03
153 7.765 COMB1 -10.9456 -1.35E-03 -5.91E-05 -4.48E-05 9.13E-06 -3.49E-03
153 0 COMB1 -9.71812 -1.35E-03 -5.91E-05 -4.48E-05 -4.50E-04 -1.40E-02
153 15.53 COMB2 -10.141 -5.38E-02 -1.60E-02 -2.29E-04 -0.12471 -0.40736
153 15.53 COMB2 -10.1347 0.051593 0.015886 1.54E-04 0.125493 0.419025
153 7.765 COMB2 -9.1181 -5.38E-02 -1.60E-02 -2.29E-04 -1.36E-03 -6.74E-03
153 7.765 COMB2 -9.11182 0.051593 0.015886 1.54E-04 1.38E-03 9.28E-04
153 0 COMB2 -8.09517 -5.38E-02 -1.60E-02 -2.29E-04 -0.12274 -0.41717
153 15.53 COMB3 -10.1388 -1.69E-02 -5.32E-02 -6.75E-04 -0.41662 -0.11812
153 15.53 COMB3 -10.1369 1.47E-02 5.31E-02 6.01E-04 0.417401 0.129791
153 7.765 COMB3 -9.1159 -1.69E-02 -5.32E-02 -6.75E-04 -4.56E-03 -4.05E-03
153 7.765 COMB3 -9.11401 1.47E-02 5.31E-02 6.01E-04 4.58E-03 -1.75E-03
153 0 COMB3 -8.09297 -1.69E-02 -5.32E-02 -6.75E-04 -0.40825 -0.1333
Dar i t abel diat as didapat unt uk t iang pancang ( Fr ame 1 53 ) , gaya t ekan aksial
maksimumnya sebesar 18. 17 t on dan unt uk balok st r ukt ur ( Fr ame 84) momen
maksimum posit if nya sebesar 1. 96 t on - m dan momen maksimum negat if nya
sebesar - 3. 3 6 t on - m. Paramet er inilah yang dipakai sebagai acuan unt uk
mendesain balok st r ukt ur .
c. Perencanaan dan Penulangan Tarik Balok
Dat a Balok : Baj a Tulangan U - 3900 kg/ cm2 → fy = 382. 47 Mpa
Mut u Bet on K - 300 kg/ cm2 → f’c = 24. 90 Mpa
bw = 400 mm ; h = 700 mm ;
d' ( cover ) = 80 mm ; d = 620 mm ;
β 1 = 0. 850 → unt uk f' c = Mpa ≤ 30 Mpa
→ unt uk f' c = Mpa > 30 Mpa
Per hit ungan Tulangan Memanj ang Balok
Asumsikan baj a sudah leleh fs = fy
T = Cc
As per lu . f y = 0, 85 . f' c . b . a
B ab 5  Perhit ungan S t rukt ur
LAPORAN FI NAL  Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 5- 22
Dat a dar i SAP Jumlah Tul
As per lu Lap- at as = 113. 14 mm2, coba, 2D19 = 566. 77mm2
As per lu Lap- bawah = 767. 17 mm2, coba, 3D19 = 850. 16mm2
As per lu Tum- at as = 767. 17 mm2, coba, 3D19 = 850. 16mm2
As per lu Tum- bawah= 113. 14mm2, coba, 2D19 = 566. 77mm2
* ) Cek Tulangan → 2D19
= 21. 95 mm → = 25. 82 mm
Cek Kelehan Baj a → ε s > ε y
dat a : E = 2. 00E+ 05
ε y = = 0. 00191 → ε s = = 0. 0690
Baj a Sudah Leleh
Z = = 609. 03 mm
Cek Kapasit as Momen → ØMn ≥ Mu
Mu = M Max = 3. 36 t on- m → ( dat a dar i analisis SAP 2000)
Ø = 0. 8
Ø Mn = Ø [ As. f y. Z ] = 105614911 N- mm = 8. 62t on- m OK !
* ) Cek Tulangan → 3D19
= 32. 92 mm → = 38. 73 mm
Cek Kelehan Baj a → ε s > ε y
dat a : E = 2. 00E+ 05
ε y = = 0. 00191 → ε s = = 0. 0450
b f
f A
a
c
y s
. ' . 85 , 0
.
=

a
C =
E
f
y
, )
C
C d ÷
. 003 , 0
2
a
d ÷
E
f
y
, )
C
C d ÷
. 003 , 0
b f
f A
a
c
y s
. ' . 85 , 0
.
=

a
C =
B ab 5  Perhit ungan S t rukt ur
LAPORAN FI NAL  Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 5- 23
Baj a Sudah Leleh
Z = = 603. 54 mm
Cek Kapasit as Momen → ØMn ≥ Mu
Mu = M Max = 1. 96 t on- m→ ( dat a dar i analisis SAP 2000)
Ø = 0. 8
Ø Mn = Ø [ As. f y. Z ] = 156995136. 5 N- mm = 12. 56t on- m OK !
3 D 19 2 D 19
700 700
2 D 19 3 D 19
80 #REF! 80 #REF!
400 400
Penulangan Tumpuan Penulangan Lapangan
Gambar 5. 12 Penampang balok st rukt ur unt uk dermaga dan t rest le
d. Perencanaan Tulangan Geser Pada Balok St rukt ur
Per hit ungan Tulangan Geser Balok
Per hit ungan t ulangan geser balok 300 x 700
Baj a Tulangan U - 2400 kg/ cm2 → fy = 235. 36 Mpa
Desain Tulangan Geser U- 24 / D16
Cek Kebut uhan Tulangan Geser → Vn ≥ Vc/ 2
Vc = 9. 52 t on Vc/ 2 = 4. 76 t on
Vn = 9. 04 t on → ( dar i SAP 2000)
Maka Sengkang Dibut uhkan
Menghit ung Spasi Maksimum →
Maka dipakai spasi maksimum = d/ 2 = 310 mm ≈ 300 mm
2
a
d ÷
n
n V V >
B ab 5  Perhit ungan S t rukt ur
LAPORAN FI NAL  Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 5- 24
= 445567. 7471 N = 45. 43 t on
Maka Spasi Maksimum dipakai d/ 2
Menghit ung Luas Sengkang Minimum ( Av min)
= 190. 81 mm2 ≈ 190 m2
dipakai spasi sengkang S max = 300 mm → = 0. 37 mm2/ mm
dicoba Av desain = Ø12 → Av desain = 113. 04mm2
S desain = 300 mm
maka : = 0. 377 mm2/ mm syarat
Maka Av / S desain Ok !
Ø 12 Ø 12 Ø 12
Spasi - 150 Spasi - 300 Spasi - 150
1/4 L 1/2 L 1/4 L
L
Gambar 5. 13 Det ail Penulangan geser pada balok Dermaga dan Tr est le.
Def leksi maksimum yang t erj adi pada st rukt ur dibat asi sebesar L/ 480, berdasarkan
Tat a Cara Per hit ungan St r ukt ur Bet on unt uk Bangunan Gedung t ahun 2002
( TCPSBBG- 02) dimana L adalah bent ang t erpanj ang ant ar pert emuan t iang
pancang yait u 4 m. Sehingga didapat 5/ 480 = 0. 00104 m sedangkan pada frame
361 yang ber laku momen maksimum didapat def leksi maksimum sebesar
0. 000131 m. Maka dapat diambil kesimpulan syarat bat as maksimum pada model
st rukt ur t erpenuhi.
d b c f V V
w c
n . . '
3
1
+ =
y
f
S b
Av
w
. . 35 , 0
min
=
p e r l u
S
A
v
desain
S
A
perlu
S
A
v v
s
d e s a i n
S
A
v
B ab 5  Perhit ungan S t rukt ur
LAPORAN FI NAL  Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 5- 25
Gambar 5. 14 Per hit ungan def leksi maksimum pada SAP 2000.
e. Perencanaan & Penulangan Poer, Front al Frame Dermaga
Momen ult imat e arah- X ( Mx) = 0. 42 t on- m ( dar i SAP 2000)
Gaya Reaksi Akibat Fender = 0. 05 t on ( dar i SAP 2000)
Lebar Poer arah- X ( bx) = 1000 mm = 1 m
Lebar Poer arah- Y ( by) = 1000 mm = 1 m
Tinggi Poer, h = 800 mm = 0. 8 m
Tebal Selimut poer, d = 80 mm = 0. 08 m
Tulangan memanj ang D16 As = 200. 96 mm2
Baj a Tulangan U - 3900 kg/ cm2 → fy = 382. 47Mpa
Mut u Bet on K - 300 kg/ cm2 → f' c = 24. 90 Mpa
β 1 = 0. 850 → unt uk f' c = Mpa ≤ 30 Mpa
→ unt uk f' c = Mpa > 30 Mpa
Momen Tot al yang bekerj a :
B ab 5  Perhit ungan S t rukt ur
LAPORAN FI NAL  Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 5- 26
Mux = Mx + Gaya Akibat Fender * e = 0. 47 t on- m
e = Eksent r isit as gaya = 0. 8
dx = Tinggi Poer - Tebal Selimut - 1/ 2 D t ulangan = 860 mm = 0. 86 m
ØMn ≥ Mu → Mn = 0. 58 t on- m = 5728652 N- mm
Ø = 0. 8
= 0. 01 N/ mm2
= 18. 07
0. 0037
0. 0335
0. 251
Luas Tulangan Desain : 5491 mm2
Jarak Penulangan ( s) : 36. 60 mm ≈ 36 mm
Maka dipakai D16 spasi 35 mm
5742 mm2 → OK !
1500
1600
1000
Gaya Akibat Fender
Y
X
My
Mx
Gambar 5. 15 Gaya yang bekerj a pada fr ont al fr ame.
2
x
n
n
d b
M
R

=
c f
f
m
y
' 85 , 0
=
= =
y
f
4 , 1
min

=
+

=
fy
x
f
c f
y
b
600
600 ' 85 , 0
1


= - =
b
  75 , 0
max
= = d b A
perlu s min

=

=
2
. 4 / 1
1000
d
A
s
p s

= =
2
4 / 1
1000
d
s
A
desain s
 perlu s desain s
A A >
B ab 5  Perhit ungan S t rukt ur
LAPORAN FI NAL  Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 5- 27
5.1.10 Desain Movable Bridge
Prof ile WF digunakan sebagai balok ut ama movable br idge. Model yang digunakan
dalam per hit ungan mengenai kapasit as penampang dapat dilihat pada gambar di
bawah ini.
Gambar 5. 16 Model st r ukt ur movable br idge dengan SAP 2000.
Dimensi WF unt uk movable br idge adalah sebagai ber ikut :
Balok ut ama ekst er ior ( 2 buah) : WF 900. 300. 16. 28
Balok ut ama int er ior ( 3 buah) : WF 400. 200. 8. 13
Balok melint ang ( 23 buah) : WF 500. 300. 9. 12
Reaksi per let akan yang t imbul dari movable bridge t er sebut dianggap sebagai
beban pada plat form j et t y dan pont on.
Gambar 5. 17 Denah dan Tampak Depan Movable Br idge
B ab 5  Perhit ungan S t rukt ur
LAPORAN FI NAL  Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 5- 28
5.1.11 Desain Pont oon Plat form
Plat f or m t erapung sepert i halnya pont oon har us didisain hingga t araf kest abilan
dan keamanan yang diinginkan. Pont oon t ersebut har uslah memiliki ar ea
permukaan dan t inggi f reeboard yang mencukupi sehingga dapat berf ungsi dengan
baik. Dimensi pont oon yang didisain akan t ergant ung dar i t ipe pembebanan yang
digunakan.
Beban- beban yang harus dipert imbangkan yang dapat bekerj a pada sebuah
pont oon.
a. Beban st at ik dan beban hidup.
b. Reaksi dar i j alan akses ( j embat an at au gangway) .
c. Tekanan hidr ost at is.
d. Beban mat i.
e. Gaya angkat .
Beban hidup yang umum digunakan adalah beban hidup merat a sebesar 5. 0
kN/ m2.
Dalam menent ukan st abilit as dari pont oon, beberapa kondisi yang harus dipenuhi
adalah sebagai ber ikut :
 Pont oon harus memenuhi kondisi st abilit as benda apung dan memiliki
ket inggian f r eeboard yang memadai, ber laku j uga unt uk kondisi ekst rim,
j uga memper hit ungkan adanya r eaksi yang dit imbulkan oleh access bridge
at au gangway.
 Pada saat pont oon dibebani pada salah sat u sisi, t oleransi unt uk kemir ingan
maksimum deck t ersebut adalah sebesar 1 : 10.
Tinggi j agaan ( f r ee board) yang diper lukan memiliki kisaran nilai sebesar 0. 5 m.
Kondisi st abilit as yang harus dipenuhi adalah sebagai ber ikut :
Dimana :
¸w = berat j enis air laut ( kN/ m
3
)
I = momen inersia penampang pada level muka air t er hadap sumbu
memanj ang
W = berat pont oon dan beban hidup merat a ( kN)
CG = j arak ant ara pusat apung dan pusat massa pont oon
B ab 5  Perhit ungan S t rukt ur
LAPORAN FI NAL  Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 5- 29
Selain it u kr it er ia st abilit as yang dapat digunakan dalam per hit ungan palt form
unt uk pont oon t ersebut adalah bahwa nilai dari persamaan di bawah ini har us
selalu dipenuhi.
Dimana o mer upakan r ot asi pont oon akibat momen put ar.
Gambar 5. 18 Denah dan Tampak Depan St r ukt ur Pont on
5.1.12 Kapasit as Tiang Pancang
Melihat kondisi t anah yang ada dar i hasil Borlog, t anah didominasi oleh lapisan
lempung pasiran hingga menemui lapisan pasar padat pada kedalaman dibawah 20
m, maka konsult an mer ekomendasikan penggunaan t iang pancang baj a. Hal ini
dikarenakan t idak ada kesulit an dalam penet rasi t iang ke dalam t anah.
Analisa daya dukung t anah ult imat e unt uk dat a bor log BH1, BH2, BH3 dilakukan
dengan menggunakan formula sebagaimana dij elaskan dibawah. Unt uk
mendapat kan kondisi yang ekst rim maka dipakai dat a bor yang mencapai N-
SPT= 60 yang paling dalam yait u BH1 sedalam 23 m.
Per hit ungan analisis t iang dilakukan unt uk beberapa j enis t iang pancang yait u
diamet er 457. 2 mm, 508 mm, dan 610 mm dengan ket ebalan masing- masing 12
mm.
Ber ikut adalah per hit ungan penent uan t it ik j epit ( f ixit y point ) unt uk masing- masing
t iang pancang yang dipakai.
B ab 5  Perhit ungan S t rukt ur
LAPORAN FI NAL  Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 5- 30
Kedalaman Tit ik Jepit Tiang ( 1/ β ) dan Panj ang Tiang Pada Model Dermaga
Tebal lapisan lumpur , N< 2 ( TL) = 0 cm
N = nilai N- SPT dibawah permukaan dasar Sungai virt ual = 4
Kh = modulus subgrade react ion 0. 15N = 1. 5 kg/ cm3
E = modukus elast isit as t iang = 2100000kg/ cm2
D = Diamet er t iang ( cm)
I = Momen inersia t iang ( cm4)
t = Tebal cincin t iang ( cm)
Elevasi Lant ai Dermaga = 892 cm LWS
Kedalaman dasar Sungai rat a- rat a = 400 cm LWS
Hv = panj ang t iang vert ikal pada model st rukt ur dihit ung
dari f ixit y ( 1/ β ) sampai elevasi dermaga
= 1/ β + Elev. Lant ai dermaga+ Kedalaman dasar Sungai rat a2
1/ β = fixit y point dari seabed
Tabel 5. 3 Tit ik j epit t iang ( Fixit y Point ) unt uk bebrapa j enis t iang pancang.
D(cm)
t
(cm)
I
(cm4) β (cm-1) 1/β (cm) Hv (cm)
457.2
1 31400 0.0031808 314 1606
1.1 34700 0.0031023 322 1614
1.2 37900 0.0030347 330 1622
610
1.3 76400 0.0027367 365 365
1.4 82500 0.0026847 372 372
1.5 88600 0.0026372 379 379
Persamaan dasar Daya Dukung Fondasi Tiang :
Qu = Qp + Qs - Wp
dimana :
Qu = daya dukung ult imat e
Qp = daya dukung uj ung ( ult imat e)
4
4EI
KhxD
= 
B ab 5  Perhit ungan S t rukt ur
LAPORAN FI NAL  Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 5- 31
Qs = daya dukung selimut / geser ( ult imat e)
Wp = berat fondasi
Ber dasar k an Dat a Lapan gan
Daya Dukung Fondasi Tiang
Qall = Q/ SF Dimana SF = 3
Q = 40. Nb. Ap + 0, 2. N. As
Dimana :
Qu = daya dukung ult imat e pondasi t iang
Nb = harga N- SPT pada dasar t iang
N = harga N- SPT rat a- rat a
Ap = luas penampang t iang
= 1/ 4 * π * D
2
Keliling = π . D
= π * 0. 4572
= 1. 596 m
Wp = Berat Tiang
B ab 5  Perhitungan S truktur
LAPORAN FI NAL  Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 5- 32
Tabel 5.4 Daya dukung pondasi t iang pancang BH1 diamet er 457.2 mm.
No
dept h
( m) N- SPT
N Dasar
Tiang
N ( Rat a-
Rat a)
Wp
( t on) Q( t on)
Q
all
( t on) Qu( t on) Q( t on)
Q
all
( t on) Qu( t on) Qu
end bearing frict ion
end bearing +
frict ion
0 0 0 0 0.00 0.00 0.000 0.000 0.000 0.000 0.000 0.000 0.000
1 1 3 3 3.00 0.44 19.076 6.359 5.918 0.848 0.283 0.157 6.076
2 3 4 7 3.50 1.32 22.255 7.418 6.098 2.969 0.990 - 0.331 5.767
3 5 7 14 4.67 2.20 29.673 9.891 7. 690 6.597 2.199 - 0.002 7.689
4 7 12 26 6.50 3.08 41.330 13.777 10.696 12.865 4.288 1.207 11.903
5 9 13 39 7.80 3.96 49.596 16.532 12.571 19.849 6.616 2.655 15.226
6 11 16 55 9.17 4.84 58.286 19.429 14.587 28.510 9.503 4.662 19.249
7 13 17 72 10.29 5.72 65.402 21.801 16.079 37.807 12.602 6.880 22.959
8 15 20 92 11.50 6.60 73.123 24.374 17.772 48.773 16.258 9.656 27.428
9 17 24 116 12.89 7.48 81.954 27.318 19.836 61.952 20.651 13.168 33.004
10 19 39 155 15.50 8.36 98.557 32.852 24.490 83.268 27.756 19. 393 43.883
11 21 41 196 17.82 9.24 113.297 37.766 28.523 105.797 35.266 26.023 54.545
12 23 60 256 21.33 10.12 135.648 45.216 35.093 138.733 46.244 36.121 71.214
B ab 5  Perhitungan S truktur
LAPORAN FI NAL  Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 5- 33
Gambar 5.19 Grafik Kapasit as daya dukung t iang diamet er 457.2 mm.
0
5
10
15
20
25
0 10 20 30 40 50 60 70 80
Daya Dukung Tiang (ton)
K
e
d
a
l
a
m
a
n

(
m
)
End Bearing
Friction
Total
B ab 5  Perhit ungan S t rukt ur
LAPORAN FI NAL  Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 5- 34
Tiang pancang 457. 2 mm akan dipakai pada j enis st rukt ur Loading Plat f orm.
Penggunaan j enis t iang pancang ini disebabkan karena beban aksial yang bekerj a
pada 3 j enis st rukt ur ini t idak t er lalu besar yait u sekit ar 18. 17 t on. Sehingga j ika
dipakai j enis t iang pancang ini maka kedalaman pancang yang didesain adalah 15
met er dengan asumsi daya dukung yang dipakai adalah end bear ing dan f r ict ion.
5.2 Pelabuhan Sungai Muarat eweh
Fasilit as dermaga yang akan didesain direncanakan unt uk mener ima beban dengan
kr it er ia per encanaan sebagai ber ikut .
5.2.1 Dat a Kapal Bis Air
1. Draft penuh : 1, 5 m
2. Panj ang ( LOA) : 23 m
3. Breadt h : 5 m
4. Bert hing velocit y : 0, 15 m/ det
5. Sudut bert hing maksimum : 25°
Gambar 5. 20 Sket sa def inisi dimensi kapal.
LengthOverall (LOA)
LengthBetween Perpendiculars(LBP)
Molded breadth
Freeboard
Light load draught
Full loaddraught
B ab 5  Perhit ungan S t rukt ur
LAPORAN FI NAL  Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 5- 35
5.2.2 Beban Vert ikal
1. Beban mat i : Berat sendir i konst ruksi
Berat j enis mat er ial yang akan dipakai dalam menent ukan beban mat i adalah
sebagai ber ikut
- Bet on bert ulang : 2. 4 t on/ m3
- Bet on rabat : 2. 2 t on/ m3
- Bat u kosong : 2. 2 t on/ m3
- Baj a : 7. 85 t on/ m3
2. Beban hidup merat a : 1, 5 t on / m2 ( dermaga & t rest le)
5.2.3 Beban Horisont al
A. En er gi Ben t u r an Kapal ( Ber t h i ng For ce)
Energi bent uran kapal dihit ung dngan r umus berikut :
E = 0, 5* C
M
* M
D
* ( V
B
)
2
* C
E
* C
S
* C
D
Dimana :
C
M
= Koef isien massa hidr odinamik
M
D
= Displacement dar i kapal ( t on)
V
B
= Kecepat an t ambat kapal ( m/ det ik)
C
E
= Koef isieneksent r isit as
C
S
= Koef isien soft ness
C
D
= Koef isien konfigurasi penambat an
Gaya yang t erj adi pada st rukt ur t ergant ung dari k u r v a en er gy - gay a dar i fender
yang dipilih.
B ab 5  Perhit ungan S t rukt ur
LAPORAN FI NAL  Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 5- 36
Gambar 5. 21 Kondisi bert hing kapal pada der maga.
Koef isien Soft ness Cs mer upakan koef isien yang mempengar uhi energi bent ur yang
diserap oleh lambung kapal. Sesuai r ekomendasi BSI diambil Cs = I
Koef isien Bert hing Cc mer upakan koef isien yang diambil dari efek massa air yang
berperangkap ant ara lambung kapal dan sisi dermaga. Nilai Cc bergant ung pada
j enis konst ruksi der maga sepert i yang dir ekomendasikan BSI ialah sebagai
ber ikut :
Cc = 1, 0 unt uk j enis st rukt ur der maga dengan pondasi t iang
0, 8 < Cc < 1, 0 unt uk j enis st rukt ur der maga dengan dinding penahan
B. Gay a Tar i k Kapal ( moor i n g f or ce)
Gaya t ar ik Bollard diambil dar i ' St andard Design Cr it er ia f or Port in I ndonesia
1984' , yait u sesuai t able di bawah ini:
Tabel 5. 5 Gaya Tar ik Bollard.
Gross Tonage Max. Spacing
(GRT) (m)
200 - 500 10
501 - 1000 10
1001 - 2000 15
2001 - 3000 20
3001 - 4000 20
4001 - 5000 20
5001 - 10000 25 70
20
25
30
35
Practive Force on Bollard
(ton)
10
15
Jenis kapal : Bus Air
B ab 5  Perhit ungan S t rukt ur
LAPORAN FI NAL  Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 5- 37
Maka unt uk kapal bus air diambil sebesar 10 t on.
Gay a Gempa
1. Beban gempa st at ik,
V = C. I . K. Wt
dimana
V = gaya gempa st at ik dasar
C = koef isien yang t ergant ung dar i lokasi, menur ut PPTGI UG83,
unt uk lokasi rencana diper hit ungkan t erhadap daerah gempa I I ,
C = 0. 07.
I = Fakt or keut amaan st r ukt ur
K= Fakt or j enis st r ukt ur = 1, 0
Wt = Berat st rukt ur
2. Beban gempa unt uk analisis r esponse spekt rum
Spekt r um yang diperhit ungkan adalah Kurva C yang sesuai.
Gambar 5. 22 Pet a Wilayah gempa di I ndonesia.
Beban gempa dir encanakan dengan pendekat an menggunakan response
spekt rum. Daerah Muarat eweh t ermasuk wilayah gempa no. 1 dengan kondisi
t anah lunak ( St andar Per encanaan Ket ahanan Gempa unt uk St r ukt ur Bangunan
B ab 5  Perhit ungan S t rukt ur
LAPORAN FI NAL  Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 5- 38
Gedung, 2003) . Percepat an gempa yang dimodelkan unt uk mensimulasikan
gempa t ersebut dilakukan dengan kr it er ia sebagai ber ikut :
3. 100% arah sumbu- x dan 30% sumbu- y.
4. 100% arah sumbu- y dan 30% sumbu- x.
Di bawah ini digambarkan r esponse spekt rum r encana unt uk daerah
Palangkaraya.
Gambar 5. 23 Response spekt r um r encana.
Gambar 5. 24 Simulasi beban gempa arah X.
B ab 5  Perhit ungan S t rukt ur
LAPORAN FI NAL  Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 5- 39
5.2.4 Kombinasi Pembebanan
Kombinasi pembebanan yang dir encanakan adalah sebagai ber ikut :
1. 1. 2 DL + 1. 6 LL
2. 1 DL + 1 BERTHI NG
3. 1 DL + 1 MOORI NG
4. 1 DL + 1 WAVE
5. 1 DL + 1LL + 1 GEMPA X - 0. 3 GEMPA Y
6. DL + 1LL + 1 GEMPA Y - 0. 3 GEMPA X
5.2.5 Mut u Bahan
1. Bet on bert ulang
- mut u bet on Tat a Cara Per hit ungan St rukt ur Bet on unt uk Bangunan Gedung
t ahun 2002 ( TCPSBBG- 02) unt uk st rukt ural K- 350
- besi bet on ulir , sesuai TCPSBBG- 02 : U39 unt uk D > 12 mm
- besi bet on polos, sesuai TCPSBBG- 02 : U24 unt uk D < 12 mm
- selimut bet on sesuai syarat minimum = 80 mm
2. Tiang pancang pipa baj a Diamet er = 457. 2 mm, t ebal = 12 mm : JI S G3444 –
STK 41 at au ASTM A252, SAW/ ERW.
5.2.6 Perat uran dan St andard
1. St andard Design Cr it eria for Port s I n I ndonesia 1984, Dir ect orat e General Of
Sea Communicat ion.
2. Kr it er ia Desain unt uk Pelabuhan di I ndonesia, Direkt orat Jender al Per hubungan
Sungai, 1984.
3. Spesif ikasi dan St andard Dermaga Bet on, Direkt orat Jenderal Per hubungan
Sungai, 1999.
4. Technical St andards for Port and Harbor Facilit ies in Japan, issued on July 1991
by The Overseas Coast al Area Development I nst it ut e of Japan.
5. Tat a Cara Per hit ungan St r ukt ur Bet on unt uk Bangunan Gedung, 2002.
6. Building Code Requir ement s for St ruct ural Concret e & Comment ary, ACI 318 –
99.
B ab 5  Perhit ungan S t rukt ur
LAPORAN FI NAL  Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 5- 40
7. St andar Perencanaan Ket ahanan Gempa unt uk St r ukt ur Bangunan Gedung,
2002.
8. Per at uran Pembebanan I ndonesia unt uk Gedung, Depart emen Pekerj aan
Umum, 1983.
9. Port s and Terminals, Facult y of Civil Engineer ing TU Delft , 1993.
5.2.7 Langkah-langkah dalam desain st rukt ur
Langkah- langkah dalam mendesain pada laporan ini dimulai dar i Penent uan Elevasi
Dermaga, Penent uan Tinggi & Per iode Gelombang, Penent uan Zona Wilayah
Gempa, Pr er hit ungan Energi Bert hing, r eaksi Fender & Gaya Bollard, Pemodelan
St r ukt ur dengan SAP 2000, I nput Beban Mat i, Hidup, & Kombinasi Bebam lainnya,
Desain Tulangan, Balok, & Plat , Desain St r ukt ur, Hit ung Tit ik Jepit Tiang, dan yang
t erakhir Hit ung Kapasit as Tiang Pancang. Unt uk lebih j elasnya langkah pengerj aan
dij elaskan dalam bagan alir di bawah.
B ab 5  Perhit ungan S t rukt ur
LAPORAN FI NAL  Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 5- 41
Gambar 5. 25 Bagan alir dalam mendesain dermaga.
B ab 5  Perhit ungan S t rukt ur
LAPORAN FI NAL  Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 5- 42
5.2.8 Pembebanan dan Desain St rukt ur Bet on
A. Per h i t un gan En er gi San dar
Besar energi yang diserap oleh sist em f ender dihit ung menggunakan persamaan-
persamaan yang dit et apkan oleh Br it ish St andards fnsli/ Ht ion ( BS 6349 : Part 4 :
1985) . Energi kinet ik ef ekt ifpada saat bert hing dihit ung dengan menggunakan
persamaan :
Jenis : Bus Air
Spesif ikasi : LOA = 23 m ; ρ Air Sungai = 1025 kg/ m3
Draft ( D) = 1. 50 m ; g = 9. 81 m/ det 2
Lebar ( B) = 5. 00 m
Bert hing Velocit y = 0. 15 m/ det
W1 ( akibat kapal) = diper oleh dari persamaan ;
→ Log DT = 0. 404 + 0. 932Log ( 500 )
Log DT = 2. 9
DT = 830. 7 t on
W2 ( akibat bant al air ) = 56955. 15 kg = 56. 96 t on
maka, W = W1+ W2 = 887. 65 t on
Per hit ungan Gaya Tekan Kapal ( Fender Energy Bert hing) Ef
C
H
= Koef . Massa Hidr olis = = 1. 808
C
E
= Koef Eccent r icit y = 0. 85
C
c
= Koef Konf igurasi = 1
Cs = Koef akibat bant alan air = 1
0. 09 t on- m = 0. 88 kN- m
LogDW LogDT 932 . 0 404 . 0 + =
B
D -
+
2
1
=

=
S C E H
S
f
C C C C
g
V W
E
2
2
B ab 5  Perhit ungan S t rukt ur
LAPORAN FI NAL  Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 5- 43
Gambar 5. 26 Beban sandar kapal pada model st rukt ur.
B. Kon sep Per en can aan Pl at Lan t ai Bet on
Beban hidup merat a pada lant ai dermaga didef inisikan sebesar 1, 5 t / m
2
akibat
kegiat an bongkar muat , sedangkan beban mat i merat a mer upakan berat sendir i
dari pelat dengan ket ebalan t ert ent u. Per hit ungan unt uk pelat dilakukan secara
t erpisah, t idak menggunakan SAP 2000 v. 9. Met ode yang digunakan unt uk
mendapat kan besaran deformasi pada pelat menggunakan t eori elast isit as. Unt uk
pelat dengan panj ang dan lebar yang sama maka lendut an pada t engah- t engah
pelat dapat dit ent ukan dengan menggunakan persamaan di bawah ini .
Gambar 5. 27 Sist em Koordinat pada Pelat
b
a
x
y
b/ a = 1
buj ur sangkar
B ab 5  Perhit ungan S t rukt ur
LAPORAN FI NAL  Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 5- 44
Def ormasi pelat buj ur sangkar
( w)
x= 0, y= 0
 0, 00126qa
4
/ D
( M
x
)
x= a/ 2, y= 0
 - 0, 0513qa
2
( M
y
)
x= 0, y= b/ 2
 - 0, 0513qa
2
( M
x
)
x= 0, y= 0
 0, 0231qa
2
( M
y
)
x= 0, y= 0
 0, 0231qa
2
dimana
q = beban merat a pada pelat
a = panj ang sisi- sisi pelat
h = t ebal pelat
v = poisson rat io, unt uk bet on nilai ini dapat diambil sama dengan 0, 2
Dist r ibusi beban pelat pada balok menggunakan pendekat an sebagi berikut :
( c) Dist r ibusi beban merat a unt uk balok
( d) Dist r ibusi beban merat a pada balok akibat beban merat a pada pelat
Gambar 5. 28 Dist r ibusi beban pada st rukt ur
Beban merat a pada balok t ersebut akan berbent uk segit iga simet r i dengan
ket inggian di t engah- t engah bent ang balok sebesar 0, 5ql.
) 1 ( 12
2
3
v
Eh
D
÷
=
l
l
q
0, 5ql
B ab 5  Perhit ungan S t rukt ur
LAPORAN FI NAL  Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 5- 45
Beban t erpusat kendar aan mer upakan r epr esent asi dar i beban rencana kendaraan
t erbesar yang akan lewat . Beban ini selanj ut nya dikalikan dengan koef isi en kej ut
yang besar nya dapat dinyat akan dalam persamaan ber ikut :
l
i
+
+ =
50
20
1
dimana :
i = koef isien kej ut
l = bent ang t erkecil
Def ormasi pelat kar ena beban t erpusat dapat dinyat akan dalam persamaan ber ikut
:
( w)
x= y= 0
= 0, 0056Pa2/ D
( M
y
)
x= 0, y= b/ 2
= - 0, 1257P
( M
x
)
y= 0, x= b/ 2
= - 0, 1257P
( m
x
)
y= 0, x= 0
= - 0, 0536P  momen koreksi
( m
y
)
y= 0, x= 0
= - 0, 0536P  momen koreksi
5.2.9 Desain St rukt ur Trest le Fasilit as Darat
Kont r uksi dermaga dan t resle t erdir i dar i pelat , balok dan pilecap bet on, sedangkan
pondasinya t erdir i dar i t iang pancang bet on diamet er 450 mm sedangkan unt uk
plat f orm sandar kapal memakai t iang pancang bet on 600 mm
Selain Kr it er ia yang t elah disebut kan dalam bagian t erdahulu, dalam perencanaan
Tr esle ini dit erapkan kr it er ia sebagai berikut :
- El emen- el emen st r ukt ur diusahakan t idak mengalami ret ak akibat
pembebanan.
- Apabila r et ak t idak dapat dihindarkan, maka lebar ret ak yang t erj adi dibat asi
sedemikian kecilnya sehingga keawet an bet on dapat t erj aga. Dalam hal ini
digunakan krit er ia dist r ibusi t egangan lent ur sebagai ber ikut :
m / MN 23 A d f Z
c s
s = mer encanaan t ebal pelat bet on didasar kan pada persyarat an
t ebal pelat minimum dimana kedua uj ung mener us, dir umuskan sebagai ber ikut :
5 . 190
21
4000
21
min
= = =
l
h mm ÷ dipakai h = 300 mm.
Beban- beban yang bekej a pada plat
B ab 5  Perhit ungan S t rukt ur
LAPORAN FI NAL  Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 5- 46
1. Beban Mat i ( Dead Load)
Berat sendir i plat = 0, 3 x 1 x 2, 4 = 0, 72 t / m
Berat akibat air Sungai/ huj an 2 cm = 0, 02 x 1 x 1, 025 = 0, 021 t / m
= 0. 741 t on/ m
2. Beban Hidup ( Live Load) ( lalu- lint as)
Beban t erbagi r at a = 1. 50 t / m
Beban Forklift 7 t on = 7 t on / ( 3x4) m2 x 4 m = 2. 33 t on/ m
Unt uk mendapat kan kondisi ekst r im dipakai beban merat a unt uk for klift sebesar
2. 33 t on/ m.
Gaya- gaya dalam plat mengacu pada t abel gaya- gaya ( Tables or Analysis of Plat es,
Slabs and Diaphragms) dalam plat .
Unt uk beban merat a, model yang diambil adalah sebagai ber ikut :
Gambar 5. 29 Pemodelan pembebanan akibat beban mat i dan beban hidup.
B ab 5  Perhit ungan S t rukt ur
LAPORAN FI NAL  Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 5- 47
f. Tulangan rencana unt uk pelat
Spesif ikasi Balok : Baj a Tulangan U - 3900 kg/ cm2→ f y = 382. 47Mpa
Mut u Bet on K - 300 kg/ cm2→ f ' c = 24. 90 Mpa
bw = 400 mm ; h = 700 mm ;
d' ( cover ) = 80 mm ; d = 620 mm
Lebar efekt if Arah X Lx = 4600 mm
Lebar efekt if Arah Y Ly = 1600 mm
Cek Syarat Pelat 2 arah : → 0. 348 ≤ 2 OK !
Dat a Pelat : Baj a Tulangan U - 3900 kg/ cm2 → fy = 382. 47 Mpa
Mut u Bet on K - 300 kg/ cm2 → f' c = 24. 90 Mpa
bw = 5000 mm ; h ( t ebal) = 300 mm ;
d' ( cover ) = 40 mm ; d = 260 mm ;
β 1 = 0. 850 → unt uk f' c = Mpa ≤ 30 Mpa
→ unt uk f' c = Mpa > 30 Mpa
0. 03351 → ρ min = 0. 5* ρ b = 0. 01675698
→ ρ max = 0. 75* ρ b = 0. 02513547
Dat a : DL = 0. 789 t on/ m
LL = 3. 83 t on/ m
Wu = 1. 2 DL + 1. 6 LL = 1. 2( 0. 789x4) + 1. 6( 3. 83x4)
= 28. 29 t on/ m2
= 11340 kg/ m2
= 111. 8 kN/ m2
Clx = 43
Cly = 18
Ct x = 73
Ct x = 55
2 s
X
Y
L
L
=
|
|
|
.
|

\

+
=
y
f
y
f
c f
b
600
600
' .
1
. 85 , 0 

B ab 5  Perhit ungan S t rukt ur
LAPORAN FI NAL  Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 5- 48
= 64. 37 kN- m
= 64372190 N- mm, unt uk lapangan arah - X
= 71. 86 kN- m
= 71857329 N- mm, unt uk lapangan arah - Y
= - 73. 35 kN- m
= - 73354356. 32 N- mm , unt uk t umpuan arah - X
= - 85. 33 kN- m
= - 85330578 N- mm , unt uk t umpuan arah - Y
Tu l an gan Tu mpu an Ar ah X
Tulangan pelat r encana : D 19 → 283. 38mm2
dx = t ebal pelat - selimut bet on - 1/ 2 Ø = 250. 5 mm
dy = t ebal pelat - selimut bet on - Ø - 1/ 2 Ø' = 231. 5 mm
Momen desain arah y ( Mnt y) = 91692945 N- mm
= 4. 048 N/ mm2
= 18. 071
0. 0037
0. 034
0. 0251
0. 0119
Luas Tulangan Desain : 1784 mm2
Jarak Penulangan ( s) : 158. 84 mm ≈ 100 mm
X L x x
C L qu Ml - - - =
2
001 . 0
Y L x Y
C L qu Ml - - - =
2
001 . 0
X x x
Ct L qu Mt - - - ÷ =
2
001 . 0
y x y
Ct L qu Mt - - - ÷ =
2
001 . 0
= =

y U
y n
t M
t M
2
x
n
n
d b
M
R

=
c f
f
m
y
' 85 , 0
=
= =
y
f
4 , 1
min

=
+

=
fy
x
f
c f
y
b
600
600 ' 85 , 0
1


= - =
b
  75 , 0
max
=
1
1
]
1

¸

÷ ÷ =
y
n
perlu
f
R m
m
2
1 1
1

= = d b A
perlu s min

=

=
2
. 4 / 1
1000
d
A
s
p s

B ab 5  Perhit ungan S t rukt ur
LAPORAN FI NAL  Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 5- 49
Maka dipakai D19 spasi 150 mm
1889 mm2 → OK !
Tu l an gan Tu mpu an Ar ah Y
Tulangan pelat r encana : D 19 → 283. 38mm2
dx = t ebal pelat - selimut bet on - 1/ 2 Ø = 250. 5 mm
dy = t ebal pelat - selimut bet on - Ø - 1/ 2 Ø' = 231. 5 mm
Momen desain arah y ( Mnt y) = 106663222 N- mm
= 4. 709 N/ mm2
= 18. 071
0. 0037
0. 034
0. 0251
0. 0141
Luas Tulangan Desain : 1856 mm2
Jarak Penulangan ( s) : 152. 71 mm ≈ 150 mm
Maka dipakai D19 spasi 150 mm
1889 mm2 → OK !
= =
2
4 / 1
1000
d
s
A
desain s

perlu s desain s
A A >
= =

y U
y n
t M
t M
2
x
n
n
d b
M
R

=
c f
f
m
y
' 85 , 0
=
= =
y
f
4 , 1
min

=
+

=
fy
x
f
c f
y
b
600
600 ' 85 , 0
1


= - =
b
  75 , 0
max
=
1
1
]
1

¸

÷ ÷ =
y
n
perlu
f
R m
m
2
1 1
1

=

=
2
. 4 / 1
1000
d
A
s
p s

= =
2
4 / 1
1000
d
s
A
desain s

perlu s desain s
A A >
= = d b A
perlu s min

B ab 5  Perhit ungan S t rukt ur
LAPORAN FI NAL  Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 5- 50
Tu l an gan Lapangan Ar ah X
Tulangan pelat r encana : D 19 → 283. 38mm2
dx = t ebal pelat - selimut bet on - 1/ 2 Ø = 250. 5 mm
dy = t ebal pelat - selimut bet on - Ø - 1/ 2 Ø' = 231. 5 mm
Momen desain arah y ( Mnt y) = 80465238 N- mm
= 3. 553 N/ mm2
= 18. 071
0. 0037
0. 034
0. 0251
0. 0102
Luas Tulangan Desain : 1540 mm2
Jarak Penulangan ( s) : 183. 97 mm ≈ 180 mm
Maka dipakai D19 spasi 150 mm
1889 mm2 → OK !
= =

y U
y n
t M
t M
2
x
n
n
d b
M
R

=
c f
f
m
y
' 85 , 0
=
= =
y
f
4 , 1
min

=
+

=
fy
x
f
c f
y
b
600
600 ' 85 , 0
1


= - =
b
  75 , 0
max
=
1
1
]
1

¸

÷ ÷ =
y
n
perlu
f
R m
m
2
1 1
1

= = d b A
perlu s min

=

=
2
. 4 / 1
1000
d
A
s
p s

= =
2
4 / 1
1000
d
s
A
desain s

perlu s desain s
A A >
B ab 5  Perhit ungan S t rukt ur
LAPORAN FI NAL  Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 5- 51
Tu l an gan Lapangan Ar ah Y
Tulangan pelat r encana : D 19 → 283. 38mm2
dx = t ebal pelat - selimut bet on - 1/ 2 Ø = 250. 5 mm
dy = t ebal pelat - selimut bet on - Ø - 1/ 2 Ø' = 231. 5 mm
Momen desain arah y ( Mnt y) = 89821661 N- mm
= 3. 966 N/ mm2
= 18. 071
0. 0037
0. 034
0. 0251
0. 0116
Luas Tulangan Desain : 1523 mm2
Jarak Penulangan ( s) : 186. 10 mm ≈ 180 mm
Maka dipakai D19 spasi 150 mm
1889 mm2 → OK !
= =

y U
y n
t M
t M
2
x
n
n
d b
M
R

=
c f
f
m
y
' 85 , 0
=
= =
y
f
4 , 1
min

=
+

=
fy
x
f
c f
y
b
600
600 ' 85 , 0
1


= - =
b
  75 , 0
max
=
1
1
]
1

¸

÷ ÷ =
y
n
perlu
f
R m
m
2
1 1
1

=

=
2
. 4 / 1
1000
d
A
s
p s

= =
2
4 / 1
1000
d
s
A
desain s

perlu s desain s
A A >
= = d b A
perlu s min

B ab 5  Perhit ungan S t rukt ur
LAPORAN FI NAL  Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 5- 52
g. Perencanaan Tulangan Lent ur Balok
.
Gambar 5. 30 Denah dan t ampak depan rencana dermaga.
Tabel 5. 6 Summar y Hasil Analisis Dermaga SAP 2000.
TABLE: Element Forces - Frames
Frame Station OutputCase P V2 V3 T M2 M3
84 0 COMB1 -3.19E-02 -3.79091 -2.15E-04 2.30E-04 -5.08E-04 -3.36419
84 5 COMB1 -3.19E-02 3.552874 -2.15E-04 2.30E-04 5.67E-04 -2.7691
84 0.5 COMB1 -3.19E-02 -3.31859 -2.15E-04 2.30E-04 -4.01E-04 -1.57689
84 4.5 COMB1 -3.19E-02 3.080551 -2.15E-04 2.30E-04 4.60E-04 -1.10081
84 1 COMB1 -3.19E-02 -2.60803 -2.15E-04 2.30E-04 -2.93E-04 -8.53E-02
84 4 COMB1 -3.19E-02 2.369995 -2.15E-04 2.30E-04 3.52E-04 0.271749
84 1.5 COMB1 -3.19E-02 -1.77836 -2.15E-04 2.30E-04 -1.86E-04 1.011293
84 3.5 COMB1 -3.19E-02 1.540324 -2.15E-04 2.30E-04 2.45E-04 1.249329
84 2 COMB1 -3.19E-02 -0.94869 -2.15E-04 2.30E-04 -7.80E-05 1.693055
84 3 COMB1 -3.19E-02 0.710653 -2.15E-04 2.30E-04 1.37E-04 1.812073
84 2.5 COMB1 -3.19E-02 -0.11902 -2.15E-04 2.30E-04 2.96E-05 1.959982
84 0 COMB2 -4.64E-02 -3.23413 -3.03E-03 1.03E-04 -7.71E-03 -3.00502
84 0 COMB2 -6.76E-03 -3.07877 2.68E-03 2.79E-04 6.86E-03 -2.59698
84 5 COMB2 -4.64E-02 2.880583 -3.03E-03 1.03E-04 -6.52E-03 -2.4899
84 5 COMB2 -6.76E-03 3.035941 2.68E-03 2.79E-04 7.46E-03 -2.12116
84 0.5 COMB2 -4.64E-02 -2.84069 -3.03E-03 1.03E-04 -6.19E-03 -1.47806
84 0.5 COMB2 -6.76E-03 -2.68533 2.68E-03 2.79E-04 5.53E-03 -1.14769
84 4.5 COMB2 -4.64E-02 2.48714 -3.03E-03 1.03E-04 -5.18E-03 -1.06203
B ab 5  Perhit ungan S t rukt ur
LAPORAN FI NAL  Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 5- 53
TABLE: Element Forces - Frames
Frame Station OutputCase P V2 V3 T M2 M3
84 4.5 COMB2 -6.76E-03 2.642498 2.68E-03 2.79E-04 5.94E-03 -0.77097
84 1 COMB2 -4.64E-02 -2.24904 -3.03E-03 1.03E-04 -4.68E-03 -0.19737
84 1 COMB2 -6.76E-03 -2.09368 2.68E-03 2.79E-04 4.19E-03 5.53E-02
84 4 COMB2 -4.64E-02 1.89549 -3.03E-03 1.03E-04 -3.84E-03 0.119563
84 4 COMB2 -6.76E-03 2.050847 2.68E-03 2.79E-04 4.43E-03 0.332947
84 1.5 COMB2 -4.64E-02 -1.55828 -3.03E-03 1.03E-04 -3.16E-03 0.754457
84 1.5 COMB2 -6.76E-03 -1.40292 2.68E-03 2.79E-04 2.85E-03 0.929467
84 3.5 COMB2 -4.64E-02 1.204735 -3.03E-03 1.03E-04 -2.50E-03 0.972298
84 3.5 COMB2 -6.76E-03 1.360093 2.68E-03 2.79E-04 2.91E-03 1.108004
84 2 COMB2 -4.64E-02 -0.86753 -3.03E-03 1.03E-04 -1.64E-03 1.360909
84 2 COMB2 -6.76E-03 -0.71217 2.68E-03 2.79E-04 1.51E-03 1.458241
84 3 COMB2 -4.64E-02 0.513981 -3.03E-03 1.03E-04 -1.17E-03 1.479656
84 3 COMB2 -6.76E-03 0.669339 2.68E-03 2.79E-04 1.39E-03 1.537683
84 2.5 COMB2 -4.64E-02 -0.17677 -3.03E-03 1.03E-04 -1.47E-04 1.621982
84 2.5 COMB2 -6.76E-03 -0.02142 2.68E-03 2.79E-04 1.96E-04 1.641639
84 0 COMB3 -6.91E-02 -3.17986 -8.18E-03 -1.02E-04 -2.08E-02 -2.86248
84 0 COMB3 1.59E-02 -3.13304 7.82E-03 4.84E-04 2.00E-02 -2.73953
84 5 COMB3 -6.91E-02 2.934853 -8.18E-03 -1.02E-04 -1.91E-02 -2.3611
84 5 COMB3 1.59E-02 2.981671 7.82E-03 4.84E-04 2.01E-02 -2.24996
84 0.5 COMB3 -6.91E-02 -2.78642 -8.18E-03 -1.02E-04 -1.67E-02 -1.36265
84 0.5 COMB3 1.59E-02 -2.7396 7.82E-03 4.84E-04 1.61E-02 -1.26311
84 4.5 COMB3 -6.91E-02 2.54141 -8.18E-03 -1.02E-04 -1.52E-02 -0.96037
84 4.5 COMB3 1.59E-02 2.588228 7.82E-03 4.84E-04 1.60E-02 -0.87263
84 1 COMB3 -6.91E-02 -2.19477 -8.18E-03 -1.02E-04 -0.01265 -0.10909
84 1 COMB3 1.59E-02 -2.14795 7.82E-03 4.84E-04 1.22E-02 -3.30E-02
84 4 COMB3 -6.91E-02 1.949759 -8.18E-03 -1.02E-04 -1.13E-02 0.194093
84 4 COMB3 1.59E-02 1.996578 7.82E-03 4.84E-04 1.19E-02 0.258418
84 1.5 COMB3 -6.91E-02 -1.50401 -8.18E-03 -1.02E-04 -8.57E-03 0.8156
84 1.5 COMB3 1.59E-02 -1.45719 7.82E-03 4.84E-04 8.26E-03 0.868324
84 3.5 COMB3 -6.91E-02 1.259005 -8.18E-03 -1.02E-04 -7.39E-03 1.019693
84 3.5 COMB3 1.59E-02 1.305823 7.82E-03 4.84E-04 7.80E-03 1.060609
84 2 COMB3 -6.91E-02 -0.81326 -8.18E-03 -1.02E-04 -4.48E-03 1.394918
84 2 COMB3 1.59E-02 -0.76644 7.82E-03 4.84E-04 4.35E-03 1.424232
84 3 COMB3 -6.91E-02 0.568251 -8.18E-03 -1.02E-04 -3.48E-03 1.499916
84 3 COMB3 1.59E-02 0.615069 7.82E-03 4.84E-04 3.71E-03 1.517423
84 2.5 COMB3 -6.91E-02 -0.1225 -8.18E-03 -1.02E-04 -4.59E-04 1.628852
84 2.5 COMB3 1.59E-02 -7.57E-02 7.82E-03 4.84E-04 5.08E-04 1.63477
158 0 COMB1 -9.16362 -1.05E-04 1.54E-03 -3.20E-05 1.63E-02 -1.11E-03
158 7.765 COMB1 -10.3911 -1.05E-04 1.54E-03 -3.20E-05 4.38E-03 -2.92E-04
158 15.53 COMB1 -11.6186 -1.05E-04 1.54E-03 -3.20E-05 -7.59E-03 5.26E-04
158 0 COMB2 -7.6302 5.26E-02 1.74E-02 7.69E-05 0.13699 0.40447
158 15.53 COMB2 -9.67606 5.26E-02 1.74E-02 7.69E-05 0.119834 0.413567
158 7.765 COMB2 -8.65313 5.26E-02 1.74E-02 7.69E-05 5.02E-03 3.62E-03
158 7.765 COMB2 -8.65393 -5.28E-02 -1.48E-02 -1.30E-04 2.26E-03 -4.11E-03
158 0 COMB2 -7.631 -5.28E-02 -1.48E-02 -1.30E-04 -0.10979 -0.40632
158 15.53 COMB2 -9.67685 -5.28E-02 -1.48E-02 -1.30E-04 -0.13247 -0.41269
158 0 COMB3 -7.63048 1.57E-02 5.48E-02 3.19E-04 0.424894 0.120694
158 15.53 COMB3 -9.67633 1.57E-02 5.48E-02 3.19E-04 0.414187 0.124377
158 7.765 COMB3 -8.65341 1.57E-02 5.48E-02 3.19E-04 8.25E-03 9.17E-04
158 7.765 COMB3 -8.65365 -1.59E-02 -0.05228 -3.72E-04 -9.63E-04 -1.40E-03
B ab 5  Perhit ungan S t rukt ur
LAPORAN FI NAL  Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 5- 54
TABLE: Element Forces - Frames
Frame Station OutputCase P V2 V3 T M2 M3
158 0 COMB3 -7.63072 -1.59E-02 -0.05228 -3.72E-04 -0.39769 -0.12254
158 15.53 COMB3 -9.67657 -1.59E-02 -0.05228 -3.72E-04 -0.42682 -0.1235
153 15.53 COMB1 -12.1731 -1.35E-03 -5.91E-05 -4.48E-05 4.68E-04 7.01E-03
153 7.765 COMB1 -10.9456 -1.35E-03 -5.91E-05 -4.48E-05 9.13E-06 -3.49E-03
153 0 COMB1 -9.71812 -1.35E-03 -5.91E-05 -4.48E-05 -4.50E-04 -1.40E-02
153 15.53 COMB2 -10.141 -5.38E-02 -1.60E-02 -2.29E-04 -0.12471 -0.40736
153 15.53 COMB2 -10.1347 0.051593 0.015886 1.54E-04 0.125493 0.419025
153 7.765 COMB2 -9.1181 -5.38E-02 -1.60E-02 -2.29E-04 -1.36E-03 -6.74E-03
153 7.765 COMB2 -9.11182 0.051593 0.015886 1.54E-04 1.38E-03 9.28E-04
153 0 COMB2 -8.09517 -5.38E-02 -1.60E-02 -2.29E-04 -0.12274 -0.41717
153 15.53 COMB3 -10.1388 -1.69E-02 -5.32E-02 -6.75E-04 -0.41662 -0.11812
153 15.53 COMB3 -10.1369 1.47E-02 5.31E-02 6.01E-04 0.417401 0.129791
153 7.765 COMB3 -9.1159 -1.69E-02 -5.32E-02 -6.75E-04 -4.56E-03 -4.05E-03
153 7.765 COMB3 -9.11401 1.47E-02 5.31E-02 6.01E-04 4.58E-03 -1.75E-03
153 0 COMB3 -8.09297 -1.69E-02 -5.32E-02 -6.75E-04 -0.40825 -0.1333
Dar i t abel diat as didapat unt uk t iang pancang ( Fr ame 1 53 ) , gaya t ekan aksial
maksimumnya sebesar 18. 17 t on dan unt uk balok st r ukt ur ( Fr ame 84) momen
maksimum posit if nya sebesar 1. 96 t on - m dan momen maksimum negat if nya
sebesar - 3. 3 6 t on - m. Paramet er inilah yang dipakai sebagai acuan unt uk
mendesain balok st r ukt ur .
h. Perencanaan dan Penulangan Tarik Balok
Dat a Balok : Baj a Tulangan U - 3900 kg/ cm2 → fy = 382. 47 Mpa
Mut u Bet on K - 300 kg/ cm2 → f’c = 24. 90 Mpa
bw = 400 mm ; h = 700 mm ;
d' ( cover ) = 80 mm ; d = 620 mm ;
β 1 = 0. 850 → unt uk f' c = Mpa ≤ 30 Mpa
→ unt uk f' c = Mpa > 30 Mpa
Per hit ungan Tulangan Memanj ang Balok
Asumsikan baj a sudah leleh fs = fy
T = Cc
As per lu . f y = 0, 85 . f' c . b . a
B ab 5  Perhit ungan S t rukt ur
LAPORAN FI NAL  Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 5- 55
Dat a dar i SAP Jumlah Tul
As per lu Lap- at as = 113. 14 mm2, coba, 2D19 = 566. 77mm2
As per lu Lap- bawah = 767. 17 mm2, coba, 3D19 = 850. 16mm2
As per lu Tum- at as = 767. 17 mm2, coba, 3D19 = 850. 16mm2
As per lu Tum- bawah= 113. 14mm2, coba, 2D19 = 566. 77mm2
* ) Cek Tulangan → 2D19
= 21. 95 mm → = 25. 82 mm
Cek Kelehan Baj a → ε s > ε y
dat a : E = 2. 00E+ 05
ε y = = 0. 00191 → ε s = = 0. 0690
Baj a Sudah Leleh
Z = = 609. 03 mm
Cek Kapasit as Momen → ØMn ≥ Mu
Mu = M Max = 3. 36 t on- m → ( dat a dar i analisis SAP 2000)
Ø = 0. 8
Ø Mn = Ø [ As. f y. Z ] = 105614911 N- mm = 8. 62t on- m OK !
* ) Cek Tulangan → 3D19
= 32. 92 mm → = 38. 73 mm
Cek Kelehan Baj a → ε s > ε y
dat a : E = 2. 00E+ 05
ε y = = 0. 00191 → ε s = = 0. 0450
b f
f A
a
c
y s
. ' . 85 , 0
.
=

a
C =
E
f
y
, )
C
C d ÷
. 003 , 0
2
a
d ÷
E
f
y
, )
C
C d ÷
. 003 , 0
b f
f A
a
c
y s
. ' . 85 , 0
.
=

a
C =
B ab 5  Perhit ungan S t rukt ur
LAPORAN FI NAL  Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 5- 56
Baj a Sudah Leleh
Z = = 603. 54 mm
Cek Kapasit as Momen → ØMn ≥ Mu
Mu = M Max = 1. 96 t on- m→ ( dat a dar i analisis SAP 2000)
Ø = 0. 8
Ø Mn = Ø [ As. f y. Z ] = 156995136. 5 N- mm = 12. 56t on- m OK !
3 D 19 2 D 19
700 700
2 D 19 3 D 19
80 #REF! 80 #REF!
400 400
Penulangan Tumpuan Penulangan Lapangan
Gambar 5. 31 Penampang balok st rukt ur unt uk dermaga dan t rest le
i. Perencanaan Tulangan Geser Pada Balok St rukt ur
Per hit ungan Tulangan Geser Balok
Per hit ungan t ulangan geser balok 300 x 700
Baj a Tulangan U - 2400 kg/ cm2 → fy = 235. 36 Mpa
Desain Tulangan Geser U- 24 / D16
Cek Kebut uhan Tulangan Geser → Vn ≥ Vc/ 2
Vc = 9. 52 t on Vc/ 2 = 4. 76 t on
Vn = 9. 04 t on → ( dar i SAP 2000)
Maka Sengkang Dibut uhkan
Menghit ung Spasi Maksimum →
Maka dipakai spasi maksimum = d/ 2 = 310 mm ≈ 300 mm
2
a
d ÷
n
n V V >
B ab 5  Perhit ungan S t rukt ur
LAPORAN FI NAL  Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 5- 57
= 445567. 7471 N = 45. 43 t on
Maka Spasi Maksimum dipakai d/ 2
Menghit ung Luas Sengkang Minimum ( Av min)
= 190. 81 mm2 ≈ 190 m2
dipakai spasi sengkang S max = 300 mm → = 0. 37 mm2/ mm
dicoba Av desain = Ø12 → Av desain = 113. 04mm2
S desain = 300 mm
maka : = 0. 377 mm2/ mm syarat
Maka Av / S desain Ok !
Ø 12 Ø 12 Ø 12
Spasi - 150 Spasi - 300 Spasi - 150
1/4 L 1/2 L 1/4 L
L
Gambar 5. 32 Det ail Penulangan geser pada balok Dermaga dan Tr est le.
Def leksi maksimum yang t erj adi pada st rukt ur dibat asi sebesar L/ 480, berdasarkan
Tat a Cara Per hit ungan St r ukt ur Bet on unt uk Bangunan Gedung t ahun 2002
( TCPSBBG- 02) dimana L adalah bent ang t erpanj ang ant ar pert emuan t iang
pancang yait u 4 m. Sehingga didapat 5/ 480 = 0. 00104 m sedangkan pada frame
361 yang ber laku momen maksimum didapat def leksi maksimum sebesar
0. 000131 m. Maka dapat diambil kesimpulan syarat bat as maksimum pada model
st rukt ur t erpenuhi.
d b c f V V
w c
n . . '
3
1
+ =
y
f
S b
Av
w
. . 35 , 0
min
=
p e r l u
S
A
v
desain
S
A
perlu
S
A
v v
s
d e s a i n
S
A
v
B ab 5  Perhit ungan S t rukt ur
LAPORAN FI NAL  Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 5- 58
Gambar 5. 33 Per hit ungan def leksi maksimum pada SAP 2000.
j. Perencanaan & Penulangan Poer, Front al Frame Dermaga
Momen ult imat e arah- X ( Mx) = 0. 42 t on- m ( dar i SAP 2000)
Gaya Reaksi Akibat Fender = 0. 05 t on ( dar i SAP 2000)
Lebar Poer arah- X ( bx) = 1000 mm = 1 m
Lebar Poer arah- Y ( by) = 1000 mm = 1 m
Tinggi Poer, h = 800 mm = 0. 8 m
Tebal Selimut poer, d = 80 mm = 0. 08 m
Tulangan memanj ang D16 As = 200. 96 mm2
Baj a Tulangan U - 3900 kg/ cm2 → fy = 382. 47Mpa
Mut u Bet on K - 300 kg/ cm2 → f' c = 29. 05 Mpa
β 1 = 0. 850 → unt uk f' c = Mpa ≤ 30 Mpa
→ unt uk f' c = Mpa > 30 Mpa
Momen Tot al yang bekerj a :
B ab 5  Perhit ungan S t rukt ur
LAPORAN FI NAL  Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 5- 59
Mux = Mx + Gaya Akibat Fender * e = 0. 47 t on- m
e = Eksent r isit as gaya = 0. 8
dx = Tinggi Poer - Tebal Selimut - 1/ 2 D t ulangan = 860 mm = 0. 86 m
ØMn ≥ Mu → Mn = 0. 58 t on- m = 5728652 N- mm
Ø = 0. 8
= 0. 01 N/ mm2
= 13. 11
0. 0037
0. 0335
0. 251
Luas Tulangan Desain : 5491 mm2
Jarak Penulangan ( s) : 36. 60 mm ≈ 40 mm
Maka dipakai D16 spasi 40 mm
5742 mm2 → OK !
2
x
n
n
d b
M
R

=
c f
f
m
y
' 85 , 0
=
= =
y
f
4 , 1
min

=
+

=
fy
x
f
c f
y
b
600
600 ' 85 , 0
1


= - =
b
  75 , 0
max
= = d b A
perlu s min

=

=
2
. 4 / 1
1000
d
A
s
p s

= =
2
4 / 1
1000
d
s
A
desain s
 perlu s desain s
A A >
B ab 5  Perhit ungan S t rukt ur
LAPORAN FI NAL  Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 5- 60
1500
1600
1000
Gaya Akibat Fender
Y
X
My
Mx
Gambar 5. 34 Gaya yang bekerj a pada fr ont al fr ame.
5.2.10 Desain Movable Bridge
Prof ile WF digunakan sebagai balok ut ama movable br idge. Model yang digunakan
dalam per hit ungan mengenai kapasit as penampang dapat dilihat pada gambar di
bawah ini.
Gambar 5. 35 Model st r ukt ur movable br idge dengan SAP 2000.
Dimensi WF unt uk movable br idge adalah sebagai ber ikut :
Balok ut ama ekst er ior ( 2 buah) : WF 900. 300. 16. 28
Balok ut ama int er ior ( 3 buah) : WF 400. 200. 8. 13
Balok melint ang ( 23 buah) : WF 500. 300. 9. 12
Reaksi per let akan yang t imbul dari movable bridge t ersebut dianggap sebagai
beban pada plat form j et t y dan pont on.
B ab 5  Perhit ungan S t rukt ur
LAPORAN FI NAL  Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 5- 61
Gambar 5. 36 Denah dan Tampak Depan Movable Br idge
5.2.11 Desain Pont oon Plat form
Plat f or m t erapung sepert i halnya pont oon har us didisain hingga t araf kest abilan
dan keamanan yang diinginkan. Pont oon t ersebut har uslah memiliki ar ea
permukaan dan t inggi f reeboard yang mencukupi sehingga dapat berf ungsi dengan
baik. Dimensi pont oon yang didisain akan t ergant ung dar i t ipe pembebanan yang
digunakan.
Beban- beban yang harus dipert imbangkan yang dapat bekerj a pada sebuah
pont oon.
f. Beban st at ik dan beban hidup.
g. Reaksi dar i j alan akses ( j embat an at au gangway) .
h. Tekanan hidr ost at is.
i. Beban mat i.
j . Gaya angkat .
Beban hidup yang umum digunakan adalah beban hidup merat a sebesar 5. 0
kN/ m2.
Dalam menent ukan st abilit as dari pont oon, beberapa kondisi yang harus dipenuhi
adalah sebagai ber ikut :
 Pont oon harus memenuhi kondisi st abilit as benda apung dan memiliki
ket inggian f r eeboard yang memadai, ber laku j uga unt uk kondisi ekst rim,
B ab 5  Perhit ungan S t rukt ur
LAPORAN FI NAL  Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 5- 62
j uga memper hit ungkan adanya r eaksi yang dit imbulkan oleh access bridge
at au gangway.
 Pada saat pont oon dibebani pada salah sat u sisi, t oleransi unt uk kemir ingan
maksimum deck t ersebut adalah sebesar 1 : 10.
Tinggi j agaan ( f r ee board) yang diper lukan memil iki kisaran nilai sebesar 0. 5 m.
Kondisi st abilit as yang harus dipenuhi adalah sebagai ber ikut :
Dimana :
¸w = berat j enis air laut ( kN/ m
3
)
I = momen inersia penampang pada level muka air t er hadap sumbu
memanj ang
W = berat pont oon dan beban hidup merat a ( kN)
CG = j arak ant ara pusat apung dan pusat massa pont oon
Selain it u kr it er ia st abilit as yang dapat digunakan dalam per hit ungan palt form
unt uk pont oon t ersebut adalah bahwa nilai dari persamaan di bawah ini har us
selalu dipenuhi.
Dimana o mer upakan r ot asi pont oon akibat momen put ar.
Gambar 5. 37 Denah dan Tampak Depan St r ukt ur Pont on.
B ab 5  Perhit ungan S t rukt ur
LAPORAN FI NAL  Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 5- 63
5.2.12 Kapasit as Tiang Pancang
Melihat kondisi t anah yang ada dar i hasil Borlog, t anah didominasi oleh lapisan
lempung pasiran hingga menemui lapisan pasar padat pada kedalaman dibawah 20
m, maka konsult an merekomendasikan penggunaan t iang pancang bet on. Hal ini
dikarenakan t idak ada kesulit an dalam penet rasi t iang ke dalam t anah.
Analisa daya dukung t anah ult imat e unt uk dat a bor log BH1, BH2, BH3 dilakukan
dengan menggunakan formula sebagaimana dij elaskan dibawah. Unt uk
mendapat kan kondisi yang ekst rim maka dipakai dat a bor yang mencapai N-
SPT= 60 yang paling dalam yait u BH5 sedalam 25 m.
Per hit ungan analisis t iang dilakukan unt uk beberapa j enis t iang pancang yait u
diamet er 457. 2 mm dan 610 mm dengan ket ebalan masing- masing 12 mm.
Ber ikut adalah per hit ungan penent uan t it ik j epit ( f ixit y point ) unt uk masing- masing
t iang pancang yang dipakai.
Kedalaman Tit ik Jepit Tiang ( 1/ β ) dan Panj ang Tiang Pada Model Dermaga
Tebal lapisan lumpur , N< 2 ( TL) = 0 cm
N = nilai N- SPT dibawah permukaan dasar Sungai virt ual = 4
Kh = modulus subgrade react ion 0. 15N = 1. 5 kg/ cm3
E = modukus elast isit as t iang = 2100000kg/ cm2
D = Diamet er t iang ( cm)
I = Momen inersia t iang ( cm4)
t = Tebal cincin t iang ( cm)
Elevasi Lant ai Dermaga = 892 cm LWS
Kedalaman dasar Sungai rat a- rat a = 400 cm LWS
Hv = panj ang t iang vert ikal pada model st rukt ur dihit ung
dari f ixit y ( 1/ β ) sampai elevasi dermaga
= 1/ β + Elev. Lant ai dermaga+ Kedalaman dasar Sungai rat a2
1/ β = fixit y point dari seabed
4
4EI
KhxD
= 
B ab 5  Perhit ungan S t rukt ur
LAPORAN FI NAL  Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 5- 64
Tabel 5. 7 Tit ik j epit t iang ( Fixit y Point ) unt uk bebrapa j enis t iang pancang.
D(cm)
t
(cm)
I
(cm4) β (cm-1) 1/β (cm) Hv (cm)
457.2
1 31400 0.0031808 314 1606
1.1 34700 0.0031023 322 1614
1.2 37900 0.0030347 330 1622
610
1.3 76400 0.0027367 365 365
1.4 82500 0.0026847 372 372
1.5 88600 0.0026372 379 379
Persamaan dasar Daya Dukung Fondasi Tiang :
Qu = Qp + Qs - Wp
dimana :
Qu = daya dukung ult imat e
Qp = daya dukung uj ung ( ult imat e)
Qs = daya dukung selimut / geser ( ult imat e)
Wp = berat fondasi
Ber dasar k an Dat a Lapan gan
Daya Dukung Fondasi Tiang
Qall = Q/ SF Dimana SF = 3
Q = 40. Nb. Ap + 0, 2. N. As
Dimana :
Qu = daya dukung ult imat e pondasi t iang
Nb = harga N- SPT pada dasar t iang
N = harga N- SPT rat a- rat a
Ap = luas penampang t iang
= 1/ 4 * π * D
2
Keliling = π . D
= π * 0. 4572
= 1. 596 m
Wp = Berat Tiang
B ab 5  Perhitungan S truktur
LAPORAN FI NAL  Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 5- 65
Tabel 5.8 Daya dukung pondasi t iang pancang BH1 diamet er 457.2 mm.
No
dept h
( m) N- SPT
N
Dasar
Tiang
N
( Rat a-
Rat a)
Wp
( t on) Q( t on)
Q
all
( t on) Qu( t on) Q( t on)
Q
all
( t on) Qu( t on) Qu
end bearing frict ion
end bearing +
frict ion
0 0 0 0 0.00 0.00 0.000 0.000 0.000 0.000 0.000 0.000 0.000
1 1 4 4 4.00 0.44 25.434 8.478 8.038 1.131 0.377 0.063 8.101
2 3 3 7 3.50 1.32 22.255 7.418 6.098 2.969 0.990 - 0.331 5.767
3 5 6 13 4.33 2.20 27.554 9.185 6.984 6.126 2.042 - 0.159 6.825
4 7 8 21 5.25 3.08 33.382 11.127 8.046 10.391 3.464 0.383 8.429
5 9 9 30 6.00 3.96 38.151 12.717 8.756 15.268 5.089 1.128 9.884
6 11 11 41 6.83 4.84 43.450 14.483 9.642 21.253 7.084 2.243 11.884
7 13 20 61 8.71 5.72 55.410 18.470 12.748 32.031 10.677 4.955 17.703
8 15 28 89 11.13 6.60 70.738 23.579 16.977 47.183 15.728 9.125 26.103
9 17 32 121 13.44 7.48 85.487 28.496 21.013 64.623 21.541 14.058 35.071
10 19 34 155 15.50 8.36 98.557 32.852 24.490 83.268 27.756 19.393 43.883
11 21 42 197 17.91 9.24 113.875 37.958 28.715 106.337 35.446 26.203 54.918
12 23 48 245 20.42 10.12 129.819 43.273 33.150 132.772 44.257 34.134 67.284
13 25 50 295 22.69 11.00 144.289 48.096 37.093 160.402 53.467 42.464 79.557
14 27 56 351 25.07 11.88 159.417 53.139 41.255 191.397 63.799 51.915 93.170
15 29 60 411 27.40 12.76 174.223 58.074 45.310 224.668 74.889 62.125 107.435
B ab 5  Perhitungan S truktur
LAPORAN FI NAL  Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 5- 66
Gambar 5.38 Grafik Kapasit as daya dukung t iang diamet er 457.2 mm.
0
5
10
15
20
25
30
35
0 10 20 30 40 50 60 70 80
Daya Dukung Tiang (ton)
K
e
d
a
l
a
m
a
n

(
m
)
End Bearing
Friction
Total
B ab 5  Perhit ungan S t rukt ur
LAPORAN FI NAL  Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 5- 67
Tiang pancang 457. 2 mm akan dipakai pada j enis st rukt ur Loading Plat form.
Penggunaan j enis t iang pancang ini disebabkan karena beban aksial yang bekerj a
pada st rukt ur ini t idak t er lalu besar yait u sekit ar 18. 17 t on. Sehingga j ika dipakai
j enis t iang pancang ini maka kedalaman pancang yang didesain adalah 15 met er
dengan asumsi daya dukung yang dipakai adalah end bear ing dan f rict ion.
LAPORAN FI NAL  Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 6- 1
Ba b
6
Ren c an a An ggar an Bi aya
DETAIL ENGINEERING DESIGN
PELABUHAN SUNGAI PENDANG DAN MUARA TEWEH
No URAIAN PEKERJAAN BIAYA BIAYA + PPN
+ SUPERVISI
I. PERSIAPAN 296,325,450 334,106,945
II. PEMBUATAN LOADING PLATFORM 8 X 30 M 1,714,504,420 1,933,103,734
III. PEMBUATAN MOVABLE BRIDGE 50 X 2 M 1,975,007,782 2,226,821,275
IV. PEMBUATAN PONTON 27 X 4.5 M 1,393,109,475 1,570,730,933
SUB TOTAL 1 5,378,947,128
PPN 10 % 537,894,713
SUB TOTAL 2 5,916,841,841
SUPERVISI 2,5% 147,921,046
TOTAL 6,064,762,887 6,064,762,887
No URAIAN PEKERJAAN BIAYA BIAYA + PPN
+ SUPERVISI
I. PERSIAPAN 296,325,450 334,106,945
II. PEMBUATAN LOADING PLATFORM 8 X 30 M 2,005,621,016 2,261,337,695
III. PEMBUATAN MOVABLE BRIDGE 35 X 2 M 1,675,693,610 1,889,344,545
IV. PEMBUATAN PONTON 27 X 4.5 M 1,472,183,841 1,659,887,281
SUB TOTAL 1 5,449,823,916
PPN 10 % 544,982,392
SUB TOTAL 2 5,994,806,308
SUPERVISI 2,5% 149,870,158
TOTAL 6,144,676,466 6,144,676,466
PEKERJAAN PEMBUATAN DERMAGA SUNGAI MUARATEWEH
R E K A P I T U L A S I
PROPINSI KALIMANTAN TENGAH
PEKERJAAN PEMBANGUNAN DERMAGA SUNGAI PENDANG DAN MUARATEWEH
PEKERJAAN PEMBUATAN DERMAGA SUNGAI PENDANG
B ab 6 Rencana A nggaran B iaya
LAPORAN FI NAL  Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 6- 2
URAIAN PEKERJAAN SATUAN VOLUME HARGA SATUAN JUMLAH BIAYA
(Rp.) (Rp.)
2 3 4 5 6
I. PERSIAPAN
1.1. Mobilisasi dan Demobilisasi ls 1 174,400,000 174,400,000
1.2. Pengukuran dan Positioning ls 1 13,140,000 13,140,000
1.3. Direksi Keet m2 100 350,000 35,000,000
1.4. Gudang Bahan m2 100 175,000 17,500,000
1.5. Penerangan dan Keselamatan Kerja ls 1 42,150,450 42,150,450
1.6. Dokumentasi/Administrasi/As Built Drawing ls 1 14,135,000 14,135,000
Sub Jumlah I. 296,325,450
II. PEMBUATAN LOADING PLATFORM 8 X 30 M
2.1. Beton
- Beton bertulang K.300 untuk plat lantai m3 48.00 4,677,526 224,521,248
- Beton bertulang K.300 untuk balok m3 43.12 5,339,026 230,218,801
- Beton bertulang K.300 untuk pile cap Tiang Tegak m3 36.00 4,738,526 170,586,936
2.2. Tiang Pancang Tegak Beton Ø 450 mm
- Tiang pancang Ø=450 mm (312 M) m3 198.39 4,125,226 818,383,785
- Pemancangan tiang pancang m' 312.00 599,483 187,038,800
- Penyambungan tiang setiap 6 m Titik 52 618,663 32,170,450
- Pemotongan tiang Titik 116 305,900 35,484,400
2.3. Handrailing Pipa Baja Diameter 5 cm m 46 350,000 16,100,000
Sub Jumlah II. 1,714,504,420
III. PEMBUATAN MOVABLE BRIDGE 50 X 2 M
3.1. Pekerjaan Baja / Besi
- Pekerjaan Main Beam WF 900.300.16.28 kg 23,550.00 26,335.00 620,189,250
- Pekerjaan Main Beam WF 400.200.8.13 kg 7,143.50 26,335.00 188,124,073
- Pekerjaan Cross Beam WF 500.300.9.14 kg 8,216.33 26,335.00 216,377,138
- Pekerjaan Plat Baja Injak kg 3,925.00 18,108.00 71,073,900
- Pekerjaan Pemasangan Handrailing m 260.00 350,000.00 91,000,000
3.2. Pekerjaan Abutment
- Pekerjaan beton Abutment Sendi Perletakan MB m3 53.52 5,339,026.00 285,744,672
- Tiang pancang baja Ø=457 mm Kg 25,120.00 15,000.00 376,800,000
- Pemancangan tiang pancang m' 160.00 599,483.33 95,917,333
- Penyambungan tiang setiap 6 m Titik 26.67 618,662.50 16,497,667
- Pemotongan tiang Titik 8.00 350,000.00 2,800,000
3.3. Pekerjaan Pengecatan
- Pekerjaan Cat Meni m2 200.00 16,006.25 3,201,250
- Pekerjaan Cat Anti Karat (Marine Coat) m2 200.00 36,412.50 7,282,500
Sub Jumlah III. 1,975,007,782
IV. PEMBUATAN PONTON 27 X 4.5 M
4.1. Pekerjaan Baja / Besi
- Pekerjaan Plat Tebal 6 mm kg 15,260.40 18,108.00 276,335,323
- Pekerjaan Baja Siku untuk Rangka Ponton L 70.70.7 kg 16,249.50 26,335.00 427,930,583
- Pekerjaan Tutup Manhole bh 8.00 2,500,000.00 20,000,000
- Pekerjaan Perletakan Sendi-Rol Pemandu unit 2.00 5,500,000.00 11,000,000
- Pekerjaan Bolder untuk Tambat Kapal unit 9.00 800,000.00 7,200,000
- Pekerjaan Pemasangan Fender V250 unit 13.00 3,000,000.00 39,000,000
- Tiang pancang baja stabilizer Ø=457 mm Kg 18,840.00 15,000.00 282,600,000
- Pemancangan tiang pancang m' 120.00 599,483.33 71,938,000
- Penyambungan tiang setiap 6 m Titik 20.00 618,662.50 12,373,250
- Pemotongan tiang Titik 4.00 350,000.00 1,400,000
- Baja Pengaku HWF 300 Kg 5,143.32 15,000.00 77,149,800
- Baja Stabilizer HWF 300 Kg 979.68 15,000.00 14,695,200
4.2. Pekerjaan Beton
- Dudukan Stabilizer m3 25.06 5,339,026.00 133,795,992
4.3. Pekerjaan Pengecatan
- Pekerjaan Cat Meni m2 337.50 16,006.25 5,402,109
- Pekerjaan Cat Anti Karat (Marine Coat) m2 337.50 36,412.50 12,289,219
Sub Jumlah IV. 1,393,109,475
1
NOMOR
PEKERJAAN PEMBUATAN DERMAGA SUNGAI PENDANG
KABUPATEN BARITO SELATAN
KALIMANTAN TENGAH
B ab 6 Rencana A nggaran B iaya
LAPORAN FI NAL  Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 6- 3
URAIAN PEKERJAAN SATUAN VOLUME HARGA SATUAN JUMLAH BIAYA
(Rp.) (Rp.)
2 3 4 5 6
I. PERSIAPAN
1.1. Mobilisasi dan Demobilisasi ls 1 174,400,000 174,400,000
1.2. Pengukuran dan Positioning ls 1 13,140,000 13,140,000
1.3. Direksi Keet m2 100 350,000 35,000,000
1.4. Gudang Bahan m2 100 175,000 17,500,000
1.5. Penerangan dan Keselamatan Kerja ls 1 42,150,450 42,150,450
1.6. Dokumentasi/Administrasi/As Built Drawing ls 1 14,135,000 14,135,000
Sub Jumlah I. 296,325,450
II. PEMBUATAN LOADING PLATFORM 8 X 30 M
2.1. Beton
- Beton bertulang K.300 untuk plat lantai m3 48.00 4,677,526 224,521,248
- Beton bertulang K.300 untuk balok m3 43.12 5,339,026 230,218,801
- Beton bertulang K.300 untuk pile cap Tiang Tegak m3 36.00 4,738,526 170,586,936
2.2. Tiang Pancang Tegak Beton Ø 450 mm
- Tiang pancang Ø=450 mm m3 259.43 4,125,226 1,070,194,180
- Pemancangan tiang pancang m' 408.00 599,483 244,589,200
- Penyambungan tiang setiap 6 m Titik 68 618,663 42,069,050
- Pemotongan tiang Titik 24 305,900 7,341,600
2.3. Handrailing Pipa Baja Diameter 5 cm m 46 350,000 16,100,000
Sub Jumlah II. 2,005,621,016
III. PEMBUATAN MOVABLE BRIDGE 35 X 2 M
3.1. Pekerjaan Baja / Besi
- Pekerjaan Main Beam WF 900.300.16.28 kg 16,485.00 25,000.00 412,125,000
- Pekerjaan Main Beam WF 400.200.8.13 kg 5,000.45 25,000.00 125,011,250
- Pekerjaan Cross Beam WF 500.300.9.14 kg 5,751.43 25,000.00 143,785,833
- Pekerjaan Plat Baja Injak kg 2,747.50 18,108.00 49,751,730
- Pekerjaan Pemasangan As Perletakan Sendi MB bh 2.00 10,000,000.00 20,000,000
- Pekerjaan Pemasangan Handrailing m 260.00 350,000.00 91,000,000
3.2. Pekerjaan Abutment
- Pekerjaan beton Abutment Sendi Perletakan MB m3 53.52 5,339,026.00 285,744,672
- Tiang pancang baja Ø=457 mm Kg 27,632.00 15,000.00 414,480,000
- Pemancangan tiang pancang m' 176.00 599,483.33 105,509,067
- Penyambungan tiang setiap 6 m Titik 29.33 618,662.50 18,147,433
- Pemotongan tiang Titik 8.00 350,000.00 2,800,000
3.3. Pekerjaan Pengecatan
- Pekerjaan Cat Meni m2 140.00 16,006.25 2,240,875
- Pekerjaan Cat Anti Karat (Marine Coat) m2 140.00 36,412.50 5,097,750
Sub Jumlah III. 1,675,693,610
IV. PEMBUATAN PONTON 27 X 4.5 M
4.1. Pekerjaan Baja / Besi
- Pekerjaan Plat Tebal 6 mm kg 15,260.40 18,108.00 276,335,323
- Pekerjaan Baja Siku untuk Rangka Ponton L 70.70.7 kg 16,249.50 25,000.00 406,237,500
- Pekerjaan Tutup Manhole bh 8.00 2,500,000.00 20,000,000
- Pekerjaan Perletakan Sendi-Rol Pemandu unit 2.00 5,500,000.00 11,000,000
- Pekerjaan Bolder untuk Tambat Kapal unit 9.00 800,000.00 7,200,000
- Pekerjaan Pemasangan Fender V250 unit 13.00 3,000,000.00 39,000,000
- Tiang pancang baja stabilizer Ø=457 mm Kg 21,980.00 15,000.00 329,700,000
- Pemancangan tiang pancang m' 140.00 599,483.33 83,927,667
- Penyambungan tiang setiap 6 m Titik 23.33 618,662.50 14,435,458
- Pemotongan tiang Titik 4.00 350,000.00 1,400,000
- Baja Pengaku HWF 300 Kg 5,143.32 15,000.00 77,149,800
- Baja Stabilizer HWF 300 Kg 979.68 15,000.00 14,695,200
4.2. Pekerjaan Beton
- Dudukan Stabilizer m3 32.48 5,339,026.00 173,411,564
4.3. Pekerjaan Pengecatan
- Pekerjaan Cat Meni m2 337.50 16,006.25 5,402,109
- Pekerjaan Cat Anti Karat (Marine Coat) m2 337.50 36,412.50 12,289,219
Sub Jumlah IV. 1,472,183,841
NOMOR
1
PEKERJAAN PEMBUATAN DERMAGA SUNGAI MUARATEWEH
KABUPATEN BARITO UTARA
KALIMANTAN TENGAH

Halaman
Bab 1 Pendahuluan 1.1 1.2 1.3 Latar Belakang Nama dan Lokasi Pekerjaan Manfaat dan Tujuan Pekerjaan 1.3.1 Maksud Pekerjaan 1.3.2 Tujuan Pekerjaan 1.4 Indikator Keluaran dan Keluaran 1.4.1 Indikator Keluaran 1.4.2 Keluaran 1.5 1.6 Durasi Pelaksanaan Pekerjaan Sistematika Pembahasan 1-1 1-2 1-2 1-2 1-2 1-3 1-3 1-4 1-4 1-5

Bab 2 Gambaran Umum Wilayah 2.1 Gambaran Umum Kalimantan Tengah 2.1.1 Kondisi Fisik Wilayah 2.1.2 Letak Geografis 2.1.3 Luas Wilayah, Batas, Dan Jumlah Daerah Administrasi 2.1.4 Topografi Dan Fisiografi 2.1.5 Iklim 2.1.6 Hidrologi 2.1.7 Kependudukan 2.2 Gambaran Umum Kabupaten Barito Selatan 2.2.1 Ketinggian atau Topografi 2.2.2 Iklim 2.2.3 Kependudukan 2-7 2-9 2-10 2-11 2-13 2-16 2-18 2-19 2-19 2-1 2-1 2-4

LAPORAN FINAL

Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh

ii

2.2.4 Struktur Pendudukan 2.2.5 Perekonomian 2.2.6 Hasil Produksi Sumber Daya Alam 2.2.7 Jaringan Transportasi 2.3 Gambaran Umum Kabupaten Barito Utara 2.3.1 Letak Geografis 2.3.2 Kependudukan 2.3.3 Produksi Sumber Daya Alam 2.3.4 Perekonomian 2.3.5 Jaringan Transportasi Bab 3 Pengumpulan dan Pengolahan Data 3.1 3.2 3.3 3.4 Survei Topografi Survei Batimetri Pencatatan Elevasi Muka Air Survei Mekanika Tanah 3.4.1 Boring 3.4.2 Test Laboratorium 3.4.3 Rangkuman 3.5 3.6 3.7 Kondisi Lokasi Dermaga Pendang Kondisi Lokasi Dermaga Muarateweh Review Hasil Studi Sebelumnya 3.7.1 Review Aspek Kelayakan Teknis 3.7.2 Review Aspek Demand 3.7.3 Review Aspek Lingkungan 3.8 Kebutuhan Prasarana 3.8.1 Dermaga Pendang 3.8.2 Dermaga Muarateweh Bab 4 Analisis Hidrologi dan Sungai 4.1 Analisis Curah Hujan 4.1.1 Data Hujan 4.1.2 Analisis Curah Hujan Maksimum 4.2 Analisis Debit Banjir 4.2.1 Reduksi Luas DAS dan Durasi Hujan 4.2.2 Distribusi Curah Hujan 4.2.3 Curah Hujan Effektif 4.2.4 Hidrograf Satuan Sintetik Nakayasu

2-20 2-21 2-23 2-26 2-32 2-32 2-32 2-33 2-36 2-37

3-1 3-7 3-13 3-16 3-17 3-19 3-19 3-26 3-29 3-32 3-32 3-34 3-37 3-43 3-43 3-46

4-1 4-1 4-2 4-10 4-10 4-11 4-11 4-13

LAPORAN FINAL

Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh

iii

4.2.5 Koofisien Run-Off 4.3 Pemodelan Elevasi Muka Air 4.3.1 Perhitungan Hidrolika 4.3.2 Klasifikasi Aliran 4.3.3 Pemodelan Matematik dengan Perangkat Lunak HEC-RAS 4.3.4 Hasil Pemodelan Matematik Untuk Lokasi Pendang 4.3.5 Hasil Pemodelan Matematik Untuk Lokasi Muarateweh 4.3.6 Kesimpulan Hasil Pemodelan Elevasi Muka Air 4.4 Analisis Hidrodinamika dan Sedimentasi Sungai 4.4.1 Umum 4.4.2 Hasil Pemodelan Dermaga Muarateweh Bab 5 Perencanaan Struktur 5.1 Pelabuhan Sungai Pendang 5.1.1 Data Kapal Bis Air 5.1.2 Beban Vertikal 5.1.3 Beban Horisontal 5.1.4 Kombinasi Pembebanan 5.1.5 Mutu Bahan 5.1.6 Peraturan dan Standard 5.1.7 Langkah-langkah dalam desain struktur 5.1.8 Pembebanan dan Desain Struktur Beton 5.1.9 Desain Struktur Trestle Fasilitas Darat 5.1.10 Desain Movable Bridge 5.1.11 Desain Pontoon Platform 5.1.12 Kapasitas Tiang Pancang 5.2 Pelabuhan Sungai Muarateweh 5.2.1 Data Kapal Bis Air 5.2.2 Beban Vertikal 5.2.3 Beban Horisontal 5.2.4 Kombinasi Pembebanan 5.2.5 Mutu Bahan 5.2.6 Peraturan dan Standard 5.2.7 Langkah-langkah dalam desain struktur 5.2.8 Pembebanan dan Desain Struktur Beton 5.2.9 Desain Struktur Trestle Fasilitas Darat
LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh

4-15 4-18 4-18 4-20 4-24 4-28 4-34 4-40 4-41 4-41 4-43

5-1 5-1 5-2 5-2 5-6 5-6 5-6 5-7 5-9 5-12 5-27 5-28 5-29 5-34 5-34 5-35 5-35 5-39 5-39 5-39 5-40 5-42 5-45

iv

11 Desain Pontoon Platform 5.2.12 Kapasitas Tiang Pancang Bab 6 RAB dan Tahapan Pengembangan 5-60 5-61 5-63 LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh v .10 Desain Movable Bridge 5.2.2.5.

2 Gambar 2. Pengukuran jarak pada permukaan miring.8 Peta Kelerengan Wilayah Kalimantan Tengah Peta Wilayah Administrasi Provinsi Kalteng.6 Gambar 3. Penempatan GPSMap (tranduser. Pergerakan perahu dalam menyusuri jalur sounding.3 Gambar 3.1 Gambar 3. Bench mark yang dibuat untuk titik referensi.12 Pengamatan azimuth astronomis.3 Gambar 2. Barito Utara Grafik Fluktuativitas Jumlah Penumpang Di Simpul Muara Teweh 2-2 2-5 2-13 2-17 2-27 2-28 2-39 2-42 3-2 3-3 3-4 3-5 3-6 3-8 3-9 3-10 3-11 3-12 3-14 3-15 Gambar 3.4 Gambar 3. antena.11 Gambar 3. Grafik Rata-Rata Fluktuasi Muka Air Bulanan muka air di Buntok. Reader alat GPSMap yang digunakan dalam survei batimetri.8 Gambar 3. Peta topografi batimetri Dermaga Pendang. Peta Jaringan Sungai di wilayah Kalimantan Tengah Peta Wilayah Administrasi di Barito Selatan Peta jalan nasional di Kabupaten Barito Selatan Peta Jaringan Jalan di Kabupaten Barito Selatan Peta Jaringan Jalan Di Kota Muara Teweh. reader) di perahu.5 Gambar 2.7 Gambar 3. Grafik Rata-Rata Fluktuasi Muka Air Bulanan muka air di Muarateweh.6 Gambar 2.4 Gambar 2. LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh vi .Gambar 2.7 Gambar 2.1 Gambar 2. Peta topografi batimetri Dermaga Muarateweh. Pengukuran sudut antar dua patok.10 Gambar 3. Pengukuran waterpass.5 Gambar 3. Kab.9 Gambar 3.2 Gambar 3.

9 Gambar 4.4 Gambar 4.3 Gambar 4.18 Gambar 4.14 Gambar 3. Hasil bor log lokasi pendang untuk BH-3.19 LAPORAN FINAL Bentuk-bentuk potongan melintang saluran terbuka Profil Aliran Subkritis Profil Aliran Kritis Profil Aliran Kritis Empat jenis keadaan aliran pada saluran terbuka Persamaan momentum dan kontinuitas.10 Gambar 4.11 Gambar 4.24 Gambar 4. Sketsa perhitungan Sintetik Nakayasu. Grafik hasil analisis curah hujan maksimum.14 Gambar 4. Grafik Jumlah Kedatangan dan Keberangkatan di Dermaga Pendang Grafik Jumlah Kedatangan dan Keberangkatan di Dermaga Muarateweh. 3-17 3-20 3-21 3-22 3-23 3-24 3-25 3-28 3-31 3-36 3-36 3-38 4-2 4-10 4-12 4-15 4-17 4-17 4-19 4-20 4-21 4-21 4-22 4-23 4-25 4-26 4-27 4-27 4-28 4-28 4-29 Gambar 4. Hasil bor log lokasi Muarateweh untuk BH-2.7 Bagan (plat form) tempat penyelidikan tanah di sungai. Penampang melintang Sungai di Lokasi Muarateweh. Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh vii .18 Gambar 3.Gambar 3.21 Gambar 3.2 Gambar 4. Hasil bor log lokasi Muarateweh untuk BH-3. Hidrograp banjir Metoda Nakayasu untuk berbagai perioda ulang Untuk Lokasi Pendang. Grafik curah hujan maksimum tahunan.5 Gambar 4.17 Gambar 4.22 Gambar 3.17 Gambar 3. Hasil bor log lokasi Muarateweh untuk BH-1. Elevasi Muka Air rata-rata Sungai Barito.1 Gambar 4.16 Gambar 4.16 Gambar 3. Skema Sistem Jaringan Sungai di lokasi Pendang Skema Sistem Jaringan Sungai di lokasi Muarateweh Penampang melintang Sungai di Lokasi Pendang.15 Gambar 3. dan aliran tertekan atau dalam pipa. Dokumentasi Dermaga Pendang Dokumentasi Dermaga Muarateweh.19 Gambar 3.6 Gambar 4.12 Gambar 4. Hasil bor log lokasi pendang untuk BH-2.13 Gambar 4.23 Gambar 3. Sketsa perhitungan Metoda Horton. Hasil bor log lokasi pendang untuk BH-1. Elevasi Muka Air rata-rata Sungai Barito. bebas pada saluran terbuka (b).13 Gambar 3.20 Gambar 3.15 Gambar 4. Jenis Aliran Permukaan (a). Grafik curah hujan maksimum tahunan. aliran permukaan bebas pada saluran tertutup (c).8 Gambar 4. Hidrograp banjir Metoda Nakayasu untuk berbagai perioda ulang Untuk Lokasi Muarateweh.

Gambar 4.20 Gambar 4.21 Gambar 4.22 Gambar 4.23 Gambar 4.24 Gambar 4.25 Gambar 4.26 Gambar 4.27 Gambar 4.28 Gambar 4.29 Gambar 4.30 Gambar 4.31 Gambar 4.32 Gambar 4.33 Gambar 4.34 Gambar 4.35 Gambar 4.36 Gambar 4.37 Gambar 4.38 Gambar 4.39 Gambar 4.40 Gambar 4.41 Gambar 4.42 Gambar 4.43 Gambar 4.44 Gambar 4.45 Gambar 4.46 Gambar 4.47 Gambar 4.48 Gambar 4.49 Gambar 4.50 Gambar 4.51 Gambar 4.52
LAPORAN FINAL

Elevasi Muka Air Sungai Barito pada saat banjir. Elevasi Muka Air Sungai Barito pada saat banjir. Elevasi Muka Air rata-rata pada penampang melintang Sungai Barito. Elevasi Muka Air penampang melintang Sungai Barito pada saat banjir. Grafik kecepatan aliran rata-rata. Grafik kecepatan aliran pada saat banjir. Grafik elevasi muka air di sebelah hulu lokasi Pendang. Grafik Rating Kurva Sungai Barito Grafik Bilangan Froude rata-rata Sungai Barito. Grafik Bilangan Froude Sungai Barito pada saat banjir. Elevasi Muka Air rata-rata Sungai Barito. Elevasi Muka Air rata-rata Sungai Barito. Elevasi Muka Air Sungai Barito pada saat banjir. Elevasi Muka Air Sungai Barito pada saat banjir. Elevasi Muka Air rata-rata pada penampang melintang Sungai Barito. Elevasi Muka Air penampang melintang Sungai Barito pada saat banjir. Grafik kecepatan aliran rata-rata . Grafik kecepatan aliran pada saat banjir. Grafik elevasi muka air Muarateweh untuk banjir tahunan. Grafik Rating Kurva Sungai Barito Grafik Bilangan Froude rata-rata Sungai Barito. Grafik Bilangan Froude Sungai Barito pada saat banjir. Proses pembentukan grid pemodelan Dermaga Muarateweh. Hasil pemodelan arus di Dermaga Muarateweh. Hasil pemodelan arus di Dermaga Muarateweh. Hasil pemodelan sedimentasi di Dermaga Muarateweh. Hasil pemodelan sedimentasi di Dermaga Muarateweh. Perubahan kedalaman sungai di Dermaga Muarateweh. Perubahan kedalaman sungai di Dermaga Muarateweh. Hasil pemodelan arus di Dermaga Pendang. Hasil pemodelan arus di Dermaga Pendang. Hasil pemodelan sedimentasi di Dermaga Pendang. Hasil pemodelan sedimentasi di Dermaga Pendang.
Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh

4-29 4-30 4-30 4-31 4-31 4-32 4-32 4-33 4-33 4-34 4-34 4-35 4-35 4-36 4-36 4-37 4-37 4-38 4-38 4-39 4-39 4-40 4-43 4-44 4-45 4-46 4-47 4-48 4-49 4-50 4-51 4-52 4-53

viii

Gambar 4.53 Gambar 5.1 Gambar 5.2 Gambar 5.3 Gambar 5.4 Gambar 5.5 Gambar 5.6 Gambar 5.7 Gambar 5.8 Gambar 5.9 Gambar 5.10 Gambar 5.11 Gambar 5.12 Gambar 5.13 Gambar 5.14 Gambar 5.15 Gambar 5.16 Gambar 5.17 Gambar 5.18 Gambar 5.19 Gambar 5.20 Gambar 5.21 Gambar 5.22 Gambar 5.23 Gambar 5.24 Gambar 5.25 Gambar 5.26 Gambar 5.27 Gambar 5.28 Gambar 5.29 Gambar 5.30 Gambar 5.31 Gambar 5.32 Gambar 5.33 Gambar 5.34 Gambar 5.35
LAPORAN FINAL

Perubahan kedalaman sungai di Dermaga Pendang. Sketsa definisi dimensi kapal. Kondisi berthing kapal pada dermaga. Peta Wilayah gempa di Indonesia. Response spektrum rencana. Simulasi beban gempa arah X. Bagan alir dalam mendesain dermaga. Beban sandar kapal pada model struktur. Sistem Koordinat pada Pelat Distribusi beban pada struktur Pemodelan Dermaga menggunakan SAP 2000. Denah dan tampak depan rencana dermaga. Penampang balok struktur untuk dermaga dan trestle Detail Penulangan geser pada balok Dermaga dan Trestle. Perhitungan defleksi maksimum pada SAP 2000. Gaya yang bekerja pada frontal frame. Pemodelan Platform Sandar Kapal menggunakan SAP 2000. Denah dan tampak depan rencana Platform Sandar Kapal bagian pinggir. Denah dan tampak depan rencana Platform Sandar Kapal bagian tengah. Grafik Kapasitas daya dukung tiang diameter 450 mm. Grafik Kapasitas daya dukung tiang diameter 600 m. Sketsa definisi dimensi kapal. Kondisi berthing kapal pada dermaga. Peta Wilayah gempa di Indonesia. Response spektrum rencana. Simulasi beban gempa arah X. Bagan alir dalam mendesain dermaga. Beban sandar kapal pada model struktur. Sistem Koordinat pada Pelat Distribusi beban pada struktur Pemodelan Dermaga menggunakan SAP 2000. Denah dan tampak depan rencana dermaga. Penampang balok struktur untuk dermaga dan trestle
Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh

4-54 5-1 5-3 5-4 5-5 5-5 5-8 5-10 5-10 5-11 5-20 5-20 5-24 5-26 5-26 5-28 5-29 5-29 5-30 5-38 5-41 5-42 5-44 5-45 5-46 5-46 5-49 5-51 5-51 5-52 5-61 5-61 5-65

Pemodelan pembebanan akibat beban mati dan beban hidup. 5-14

Gaya Sandar Kapal yang bekerja pada Platform Sandar Kapal. 5-33

Pemodelan pembebanan akibat beban mati dan beban hidup. 5-55

ix

Gambar 5.36 Gambar 5.37 Gambar 5.38 Gambar 5.39 Gambar 5.40 Gambar 5.41 Gambar 5.42 Gambar 5.43

Detail Penulangan geser pada balok Dermaga dan Trestle. Perhitungan defleksi maksimum pada SAP 2000. Gaya yang bekerja pada frontal frame. Pemodelan Platform Sandar Kapal menggunakan SAP 2000. Denah dan tampak depan rencana Platform Sandar Kapal bagian pinggir. Denah dan tampak depan rencana Platform Sandar Kapal bagian tengah. Grafik Kapasitas daya dukung tiang diameter 450 mm.

5-67 5-67 5-69 5-70 5-70 5-71 5-79

Gaya Sandar Kapal yang bekerja pada Platform Sandar Kapal. 5-74

LAPORAN FINAL

Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh

x

Tabel 2.1 Tabel 2.2 Tabel 2.3 Tabel 2.4 Tabel 2.5 Tabel 2.6 Tabel 2.7 Tabel 2.8 Tabel 2.9 Tabel 2.10

Luas Wilayah Fisiografis di Prov. Kalteng Penyebaran dan Luas Wilayah Daratan Prov. Kalteng Luas Kelas Kelerengan Wilayah Daratan Prov. Kalteng Penggunaan Lahan di Kalimantan Tengah Tahun 2007 Luas Wilayah Kalimantan Tengah menurut Kabupaten/Kota Luas Wilayah Kalimantan Tengah Menurut Kabupaten/Kota dan Prosentase Terhadap Luas Propinsi Pembagian Daerah Administrasi Kalimantan Tegah Pembagian Daerah Aliran Sungai di Kalimantan Tengah Demografi Wilayah Kalimantan Tengah Jumlah Penduduk, Luas Wilayah, serta Kepadatan Penduduk Propinsi Kalimantan Tengah Berdasarkan Tiap Kabupaten/Kota Tahun 2006

2-2 2-3 2-3 2-4 2-6 2-8 2-8 2-12 2-15

2-15 2-18 2-19 2-20 2-21 2-22 2-22 2-23

Tabel 2.11 Tabel 2.12 Tabel 2.13 Tabel 2.14 Tabel 2.15 Tabel 2.16 Tabel 2.17

Luas Wilayah Berdasarkan Ketinggian Tempat dari Permukaan Klasifikasi Lereng Kabupaten Barito Selatan Perkembangan/Pertumbuhan Penduduk Kabupaten Barito Selatan Perkembangan/Pertumbuhan Penduduk Kabupaten Barito Selatan PDRB Kabupaten Barito Selatan Tahun 2001 – 2007 (Dalam Jutaan Rupiah) Produk Domestik Regional Bruto Atas Dasar harga berlaku menurut lapangan usaha (Milyar Rupiah). Produk Domestik Regional Bruto Atas Dasar harga Konstan menurut lapangan usaha (Milyar Rupiah).

LAPORAN FINAL

Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh

xi

28 Tabel 2.34 Tabel 2. Jenis kelamin.36 Tabel 2.29 Tabel 2.18 Tabel 2.22 Tabel 2.25 Tabel 2.Tabel 2.30 Tabel 2.35 Tabel 2. dan Pemerintahan Pengelola Status Jalan di Kalimantan Tengah Trayek Antar Kecamatan Dalam Kabupaten Barito Selatan Jumlah Penumpang 5 Tahun Terakhir di Setiap Dermaga Jumlah Pergerakan Barang 5 Tahun Terakhir di Setiap Dermaga Sarana Angkutan di Setiap Dermaga (dalam 5 tahun) Penduduk Barito Utara tahun 2006 menurut elompok Umur. produksi tanaman pangan menurut kecamatan Luas panen. produksi palawija pangan menurut kecamatan Luas panen.23 Tabel 2. produksi palawija pangan menurut kecamatan Luas lahan bahan tambang/galian golongan C berdasarkan perusahaan Keadaan Jalan Menurut Jenis Permukaan dan Keadaan. Barito Utara Tahun 2003 – 2007. isi dan PK Kapal Pedalaman yang Terdaftar Dalam Wilayah Satker LLASDP 2-43 2-41 2-37 2-38 2-39 2-37 2-34 2-33 2-33 2-31 2-31 2-26 2-29 2-30 2-31 2-25 2-24 2-24 2-24 2-23 LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh xii . Jumlah Kapal.31 Tabel 2.33 Tabel 2.20 Tabel 2.27 Tabel 2.24 Tabel 2.26 Tabel 2.32 Tabel 2. dan Sex Ratio Kepadatan.21 Tabel 2. Rata-Rata per Rumah Tangga Penduduk Barito Utara Menurut Kecamatan Daftar Perusahaan Pertambangan dan Pelabuhan Khusus di Kabupaten Barito Utara Perkembangan PDRB Atas Dasar Harga Konstan tahun 2000 Menurut Lapangan Usaha (jutaan Rupiah) Pertumbuhan PDRB Atas Dasar Harga Berlaku tahun 2000 Menurut Lapangan Usaha (jutaan Rupiah) Panjang jalan Menurut Jenis Permukaan Jalan (dalam Km) Panjang Jalan Menurut Kondisi Jalan (dalam Km) Perkembangan Angkutan Sungai di Kab.19 Tabel 2.37 Perkembangan beberapa komoditi pertanian tanaman pangan di Barito Selatan Luas panen.

12 Tabel 4. Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 3-13 3-14 3-17 3-25 3-27 3-27 3-28 3-29 3-32 3-32 3-35 3-39 4-1 4-9 4-9 4-11 4-11 4-16 4-18 4-20 4-24 4-40 5-3 5-21 5-33 5-36 5-37 5-40 5-44 5-62 xiii .3 Tabel 3.8 LAPORAN FINAL Rata-Rata Fluktuasi Muka Air Bulanan di Sungai Barito Lokasi Pengukuran di Buntok Rata-Rata Fluktuasi Muka Air Bulanan di Sungai Barito Lokasi Pengukuran di Muaratewe Data Fasilitas Dermaga Pendang Data Angkutan di Dermaga Pendang Proyeksi Penumpang Pelabuhan Pasific – Muara Teweh Hasil Proyeksi Pertumbuhan Penumpang Dermaga Pendang Data Curah Hujan Maksimum Tahunan Resume Hasil Analisis Curah Hujan Maksimum Resume Penetapan Garis Sempadan Sungai Resume Penetapan Garis Sempadan Sungai Pentahapan Pembangunan Dermaga Sungai Pendang Pentahapan Pembangunan Dermaga Sungai Muarateweh Data Curah Hujan Maksimum Tahunan Nilai Kritis (Do) dari Smirnov-Kolmogorov Resume Hasil Analisis Curah Hujan Maksimum Faktor Reduksi Area (ARF) Faktor Reduksi Hujan Koefisien Run-off Untuk Drainase Muka Tanah Harga koefisien kekasaran Manning.1 Tabel 4. Summary Hasil Analisis Paltform Sandar Kapal dengan SAP 2000.8 Tabel 4.7 Tabel 3.5 Tabel 4.1 Tabel 5. Summary Hasil Analisis Dermaga SAP 2000.2 Tabel 5. Summary Hasil Analisis Dermaga SAP 2000.10 Tabel 5.2 Tabel 3.7 Tabel 4.5 Tabel 5. Gaya Tarik Bollard.Tabel 3. Rekapitulasi Hasil Pemodelan Elevasi Muka Air Gaya Tarik Bollard.4 Tabel 5.8 Tabel 3.6 Tabel 4.3 Tabel 4.9 Tabel 3.6 Tabel 3. Daya dukung pondasi tiang pancang BH1 diameter 450 mm.3 Tabel 5.4 Tabel 4. n Besarnya Tinggi Jagaan Berdasarkan Besarnya Debit Aliran.9 Tabel 4.6 Tabel 5.7 Tabel 5.1 Tabel 3.10 Tabel 3.5 Tabel 3. Daya dukung pondasi tiang pancang BH1 diameter 600 mm. Kecepatan aliran yang diizinkan berdasarkan jenis bahan saluran.2 Tabel 4.4 Tabel 3. Titik jepit tiang (Fixity Point) untuk bebrapa jenis tiang pancang.11 Tabel 3.

10 Tabel 5. Daya dukung pondasi tiang pancang BH5 diameter 450 mm.9 Tabel 5. 5-74 5-78 5-81 Titik jepit tiang (Fixity Point) untuk bebrapa jenis tiang pancang.5-77 LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh xiv .11 Tabel 5. Daya dukung pondasi tiang pancang BH5 diameter 600 mm.12 Summary Hasil Analisis Paltform Sandar Kapal dengan SAP 2000.Tabel 5.

yaitu: 1. Analisis Hidrologi dan Sungai 5. semoga dapat memenuhi tujuan yang diharapkan. berikut ini adalah beberapa hal yang akan diuraikan dalam Laporan Final. Pendahuluan 2. maka kami menyampaikan Laporan Final.Kata Pengantar Sehubungan dengan adanya pekerjaan “ Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muarateweh Kalimantan Tengah”. Laporan Final ini memuat semua hasil akhir sementara dari semua proses pekerjaan mulai dari pengolahan data-data primer maupun sekunder sampai kepada hasil desain. Pada laporan ini juga terdapat hasil kajian hidrologi dan rekomendasi beberapa alternatif layout pelabuhan. Gambaran Umum Wilayah 3. Pengumpulan dan Pengolahan Data 4. LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh i . Perencanaan Desain Struktur 6. Rencana Anggaran Biaya Demikian Laporan ini kami buat dan kami sampaikan untuk diperiksa.

Dengan demikian. adalah menyangkut kondisi sosial ekonomi pada masa kini serta kecenderungannya dimasa datang yang meliputi potensipotensi dan permasalahan-permasalahan yang ada. maka dalam rangka pengembangan sarana dan prasarana angkutan Sungai untuk menghubungkan wilayah-wilayah tersebut di atas. Namun demikian. pembangunan pelabuhan bukanlah merupakan kegiatan yang berdiri sendiri. Studi yang dilakukan secara makro. kendaraan maupun orang serta memperlancar pelaksanaan program pemerintah di kawasan wilayah yang bersangkutan. kemungkinan-kemungkinan LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 1-1 . Dengan adanya pelabuhan ini diharapkan dapat dipenuhi kebutuhan bongkar muat arus barang dan penumpang yang menunjang pembangunan/perkembangan wilayah di Indonesia Bagian Barat. tapi berkaitan erat dengan aspek-aspek ekonomi dan sosial yang berada dalam jangkauan pelayanan angkutan pelabuhan tersebut.1 Latar Belakang Pelabuhan merupakan salah satu bagian dari sistem transportasi yang diperlukan untuk mencukupi kebutuhan bongkar muat arus barang dan penumpang. Pengembangan pelabuhan sungai secara prinsip dapat memperlancar mobilisasi dan distribusi kebutuhan pokok. perlu dilakukan studi yang mendalam. Sehubungan dengan uraian di atas. baik secara mikro maupun secara makro. Dampak peningkatan aksesibilitas transportasi adalah peningkatan kinerja ekonomi di kawasan yang terhubungkan oleh transportasi tersebut.Bab 1 Pendahuluan 1. yakni pengaruhnya terhadap daerah belakang (hinterland). seperti perdagangan. peningkatan aksesibilitas transportasi memerlukan pengembangan sarana dan prasarana pendukungnya.

terukur dan memiliki ketelitian detil yang tinggi di simpul pelabuhan sungai yang dimaksud. baik yang berasal dari Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah.1 Manfaat dan Tujuan Pekerjaan Maksud Pekerjaan Direktorat LLASDP mendapatkan panduan dan acuan bagi kegiatan pembangunan dan pasca konstruksi pelabuhan yang cukup rinci. gelombang. Studi-studi makro dilaksanakan dalam berbagai kegiatan seperti studi pendukung. Penyusunan dilakukan dengan mengkaji dokumen perencanaan sebelumnya yang dilanjutkan dengan tanggung jawab terhadap hasil konstruksi dan bantuan teknis konsultansi pada saat konstruksi maupun pasca konstruksi. 1. kebijaksanaan (policy) dan kebijakan (wisdom) yang diterapkan. termasuk didalamnya perumusan dokumen-dokumen pra konstruksi. studi lingkungan. 1. arus pasang surut dan lain-lain). kedalaman kolam pelabuhan. Studi mikro (detil) yang dilakukan adalah dengan menentukan lokasi pelabuhan Sungai yang aman dari pengaruh dan sifat-sifat perairan (angin. 1.3 1. penilaian konstruksi dan kegiatan sipil pelabuhan lainnya. Berdasarkan Kerangka Acuan Kerja (KAK) lokasi simpul yang akan ditinjau dalam pekerjaan ini adalah Pendang dan Muara Teweh. dll. alur pelayaran. Studi mikro diakomodir dalam kegiatan penyusunan Detail Engineering Design (DED) dan kegiatan pengawasan/evaluasi konstruksi.3. studi kelayakan.Bab 1 Pendahuluan sistem perhubungan darat yang berpengaruh terhadap angkutan sungai.2 Tujuan Pekerjaan Menyusun dokumen pelaksanaan konstruksi fisik pelabuhan sungai secara rapi dan rinci.2 Nama dan Lokasi Pekerjaan Nama pekerjaan ini adalah “ Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh Provinsi Kalimantan Tengah”. Lokasi pekerjaan berada di wiilayah adminstrasi Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah. studi masterplan. kriteriakriteria navigasi serta pemenuhan terhadap standar-standar keselamatan yang berlaku. LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 1-2 .3. studi pra kelayakan.

cuaca dan iklim terhadap konstruksi pelabuhan survey terhadap kemudahan mobilisasi bahan. Estimasi volume pekerjaan dan biaya Estimasi pentahapan pembangunan LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 1-3 . personil dan peralatan Penyusunan Rancangan Dasar. kelayakan finansial dan kelayakan operasional di simpul sungai yang terpilih berdasarkan survey maupun studi sebelumnya Review dan memperkirakan potensi demand. kebutuhan pengembangan. DLKR/DLKP dan indikasi lingkungan di lokasi terpilih berdasarkan survey maupun studi sebelumnya identifikasi dan pemetaan teknis terinci topografi daratan dan batimetri perairan penelitian terhadap permasalahan struktur dan kondisi tanah penelitian terhadap faktor oseanografi. indikasi biaya fisik dan pola implementasi pengembangan transportasi di simpul sungai yang terpilih berdasarkan survey maupun studi sebelumnya Penentuan karakteristik kapal/sarana yang cocok untuk diterapkan pada lintasan yang melayani simpul sungai yang terpilih Mengevaluasi dan mereview rencana induk.4. indikasi lokasi pengembangan.Bab 1 Pendahuluan 1. kelayakan ekonomi.4 1.1 Indikator Keluaran dan Keluaran Indikator Keluaran Penyusunan Dokumen Survey Fisik Terinci Pelabuhan Sungai. meliputi : Merancang detail konstruksi pelabuhan dan prasarana pendukungnya Penyusunan peta dan layout Pelabuhan sungai Pembuatan peta utilitas dan fungsional fasilitas pokok pelabuhan sungai Pembuatan tipikal dan konsep bangunan darat serta bangunan air Penyusunan Rancangan Detil. meliputi : Perhitungan struktur tanah dan bangunan Pembuatan gambar detil konstruksi pada bangunan yang memiliki kompleksitas dan ketelitian pembangunan yang tinggi serta tidak lazim. meliputi : Review tingkat kelayakan teknis.

2 Keluaran Keluaran yang diharapkan dalam studi ini yaitu : 1.5 Durasi Pelaksanaan Pekerjaan Seluruh pekerjaan diselesaikan dalam waktu 7 (Tujuh) bulan dari dikeluarkannya Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK). LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 1-4 .Bab 1 Pendahuluan Pembuatan dokumen tender konstruksi 1.4. Laporan Desain yang terdiri dari: Laporan Pendahuluan Laporan Final Draft Laporan Akhir Laporan Akhir Album Gambar Nota Desain Executive Summary 1. Dokumen Lelang yang terdiri dari: Pembuatan Gambar Desain Konstruksi Pembuatan Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS) Pembuatan Bill of Quantity Pembuatan Rencana Anggaran Biaya (Engineering Estimate) 3. Rancangan Rinci yang terdiri dari: Perencanaan Fasilitas Utama Pelabuhan Perencanaan Fasilitas Penunjang Pelabuhan Perencanaan Material Konstruksi Perhitungan Konstruksi Perencanaan Metodologi Konstruksi Manajemen dan Pentahapan Konstruksi 2.

6 Sistematika Pembahasan Sistematika pembahasan dari Laporan Final pekerjaan Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh Provinsi Kalimantan Tengah ini terdiri dari: Bab 1 Pendahuluan Menyajikan latar belakang. Bab 3 Pengumpulan dan Pengolahan Data Menyajikan metodologi yang akan digunakan oleh Konsultan dalam rangka pekerjaan ini. tujuan pekerjaan.Bab 1 Pendahuluan 1. lokasi pekerjaan. Bab 6 Rencana Anggaran Biaya LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 1-5 . Bab 4 Analisis Hidrologi dan Sungai Pada bab ini akan menjelaskan berbagai aspek teknis yang berkaitan analisis hidrologi serta pemodelan elevasi muka air. Bab 5 Perencanaan Desain Struktur Pada bab ini menjelaskan beberapa kaidah kriteria desain dalam penerapan penyusunan alternatif layout. lingkup pekerjaan. pelaporan dan diskusi dan sistematika pembahasan Bab 2 Gambaran Umum Lokasi Pekerjaan Menyajikan gambaran kondisi fisik lokasi pekerjaan ditinjau dari berbagai aspek. durasi pelaksanaan pekerjaan.

padang rumput 2. Keresidenan Kalimantan Selatan Keresidenan Kalimantan Timur Keresidenan Kalimantan Barat Namun demikian. Kondisi ini baru berubah pada bulan September 1945.031 km2 atau 16. 2. Propinsi Wilayah Propinsi Kalimantan Tengah mencakup areal seluas 153.564 km2.5%.1 Kondisi Fisik Wilayah Sejarah pembagian zona administrasi di Kalimantan Tengah terkait dengan masa pendudukan Belanda di pulau Kalimantan.3%. lahan budidaya yang lain 1. sebagian besar terdiri dari hutan lebat.996 km2 atau 1. yaitu : 1.5%. LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 2-1 . ketika terjadi pemekaran wilayah administrasi pemerintahan di Kalimantan dalam tiga Karesidenan. ladang 25.1.8%. perkebunan 461 km2 atau 0.Bab 2 GAMBARAN UMUM WILAYAH 2.3%. Pemerintah Hindia Belanda pada tahun 1938 membagi Kalimantan menjadi suatu Gobernemen Borneo dengan ibukota di Banjarmasin.1 Gambaran Umum Kalimantan Tengah Daerah Kalimantan Tengah merupakan wilayah daratan. pembagian atas tiga wilayah administrasi di Kalimantan tersebut memunculkan aspirasi baru di kalangan masyarakat Kalimantan Tengah untuk membentuk propinsi tersendiri yang terpisah dengan Kalimantan Selatan. dengan tata guna lahan yang meliputi hutan seluas 115. 3. 2.3% dari luas seluruh Kalimantan Tengah. semak belukar 5.764 km2 atau 1.941 km2 atau 75.303 km2 atau 1.3%.068 km2 atau 3. sawah 2.

S # u Lw ukBunt er S # Sul ng Kenam u bui S # S # S # R u unt M gom # o ar ul y S S # S # KebonAgung S # Tanj ngP ar ng u i S # Kot Besi H i a l ir S # S # a Jhanj ang Kar i ng u Tum bangN usa S # R anggaI l ng u Ar a M y g ul a S # Si o M yo d ul Tanj ngH ar u a S # Asam Bar u U S # PT. Liangpahang T $ T $ 1121 B t. Kalteng Luas (Km2) 36.) a F 2 S # Kaar i a Bhakt tk i S # Pem angPanj ang at Pem angLi au at m S # K K UALA PEMBUA UALAPEMBUA NG NG S # PapuyI I S ei udak i P Papuy I / Pasanan# apak u Ki S S # Tam S # banB ar Tengah u Sungai Bakau Bandar R aya S # W naS ai ar r '] S # S # Kual Pem a buang D ua S # Kual Pem a buang Sat u S # Sungai Per u l LAUT JAWA S # C at an em Gambar 2. Tabel 2.41 Daratan rendah pesisir Undak.71 6.I pi a S # Sam r ng . Propinsi Kalimantan Tengah dimaklumatkan meliputi Kabupaten Barito. Pembentukan propinsi Kalimantan Tengah akhirnya terwujud dengan diterbitkannya Lembar Negara nomor 1284 pada tanggal 23 Mei 1957 yang menjadi acuan kelahiran propinsi baru ini.I pi a Klas Lereng : S # U punBat u# S Kasi t S # nu S # Bat Tukan u S # e Lm oI I S # e Lm oI H ak aj S # 760 Tum bangLaku S # Tum bangK ubang R au Pandan Tum ant bangS al m a an S # Tel kTam pang o S # Tum bangD ahueR au Puka S # ant S # S # R au Bahai ant Tum bangK at ei Tum a # S bangK abayn a S # Tum bangT und u N # au usaKut S Bat Badak u S # Tum bangJal a S # S # Tum bangD ar p a Tum bangT aei S # Tum bangB ar oi a GUNUNGMAS S # S # Tum bangM angar a S # S # Sum M as ur T $ 550 S # S # T $ 830 S # SepunduH u ant S # S # Tum bangG ugup S # Tum bangM ahop S # Tum bangB ahan S # Tum na a T ba ba m n um ngSe ngSenam an S # S S # # Tum bangJi ga S # Tum bangM angket i a M ongohJuoi S # Tusk Bel w an u a Tum bangS abet ng u S # Tum bangM anangei Y # S # S # Tum bangLam bi R anganTangko S anganBur i # # R hS R anganSur ei S # Tum bangLabani ng S # S # S # Y # Tewah T wa e h K K UALA KU UALAKURUN '] RUN S # Tum # aj # # Tum bangP aS S ngei bangT am r ah bi S Tum bangM anyangan S # Sar PendaPi l ng e S # r angan a S # S # S # S # Tum bangD i i g rn S # S # TbgTukun S # Sei R gi n n S i # Bi t angN nggi I n i S n # Bi t angN nggi I i S # But ng o B ARITO UTARA Pel S S ri a Jm an# a# # Sangkur ng S a Pi t unPayangA r # n aS S # Si au w S # K n #S a dui Si au w S # S # S # Tanj ngH ar pan u a S # Tam baba U Tr ns H Kar ukus PT a TI Bunt k Bar o u Sei Ant i a S # S at # N aam pangM uj i a Tum bangR ahuyan S # Tum bangD akei S # Tum bangH ent s a S # S # Tum bangLangkai S # Tum S # bangS al u a T ba um ngMa n l ju S angkangM unuk # R d Tanj ngTukal u S # S # Tum bangS uei Tum ngManjul ba YTumbangHiran #TumbangHiran S # Tum bangA nj r i S # S # Pet k Bahandang a Tanj ngR i # u u S Tel kN yt u u a S # S # Kabur n# a S S # S # Kar kus u S # Lam L m e o peong a p ng e Lnon Besi I S # i LnonB e# I I sS i S # M aM uar ea <2 2. Kabupaten Kapuas dan Kabupaten Kotawaringin. andangC . andangB . Kepenyahu B t. U Sukam PT. Ketapang k 527 T $ TT $$ Tanj ngB er ngi u i n S # S # TanggaBat u S # S # S # C uhai Pedongat n a S # S # Kar ng Taba a Kaw a Tapin Bini T p a inBin Y #i S # S # S # Bat Am u par S # Rta lut Pulut R n uPu a antau TanahH uan al S # bangM angkup R a Tum S # ant u Kat ng a S # S # W ono Sar ( U . S # S Kandan# Pet r i an a k D # aw ak S R mD i n a ur a i S # S # S # Kot w i gi nH uu a ar n l Sebabi S # TanahPut i h Y K#s i K otabesi ota be S # S # S # S # S # S # Kot Besi H u a ul Sungai Jya a Kat nj un u g Ti duknt ang nTer S # a S # Bat ah u Tel ga a S # S # S # Par puk u Pi Sa # l ng S # R a# Kuj ng ant S u a S # Ki j l ni K wa ringin K otawaringin ota R angda S # S # Kar ngm # ya a ul S PanduSanj ay a S # S # Am nJaya i S # D angga er Sukar j a# a S S # S # Kot w i gi nH i # a ar n lS r Sakabul n i Y # S # S # S # Kot w i gi nH uu a ar n l S # M edangS ar i S # S # S # Pangkal nTi ga a S # Pangkal nB ant ng a e S # a Lada M andal aJaya Y Pembuang # Pe mbua ng Hulu Hulu S # S Bahaur # S # S # Pem buang H u I ul S S # # Pem buang H u I ul B#ng Ba a a aamang m Y SAMPIT S AMPIT Kal m pag u n S # S # S # S # Baam ang Tengah S # Baam ang H u ul Baam ang H i l ir Tam as pel Tam ang # pul S R au Bahuang ant S # YJenamas #Jenam as S # Ter an S # aw S # Tem payung S # S # S # S # '] S # S # M aya Seber ng ent a S # M aw aBar uH ul ent u S # KA TINGA N S # S # a e Jbi r n Mantangai Ma ng i nta a Y # S # M angai H ul ant u S # S # M angai Tengah ant S # M angi H i r ant l S # N S # S # Sum Agung ber S # S # S # Ket pang a Par ng Bat ng a a S # S # S # G # nggang al i S SakaKaj ang S # Pul u Kal dan a a S # Tam bakB aj i a Babuai Babot i S # S Pur asar i # Sungai R t Jaya b angi SUKA S UKAMARA MARA S # S # S # S # S # Pasi Panj angC n i r a d S # N ai Sedaw ak at S # Kum Bat uBaw ah pai K ai # K umai um Y S # SSa Hl # # mi u u u K S # Su a Hl # K mi i r u a Hl K mi i r Par n e ul BagendangTengahBagendangH u S # S # S # S # U k Bat a l u S # Pal gkau n i S # Sungai Bedaun S # B g n ng a e da BagendangH l # iiS r S # a Jya Kar t # e S S # Basi i H ul # r h uS M t i Jaya akar S # a Jya Ket pa a S # B p ngHul a ina u S # S # S # S # S # Pul u N ung a i b S # S # S # Tanj ngP ut i u r Sungai Pasi r S # Tew angKam pung S # Sebuai Sungai Bakau S # S # S # Tel kP ul i u a Kam pung M ayu el S # S # S # M ekar Tani Kla J elai K uala Jelai ua S # S # S # S # S # Sungai R a aj S # Sungai D ar S # am S # Sungai Tabuk S # S # M aD uar ua S # a Lm puyang S # S # U ng Pandar n u j a S # Subur I dah n S # S # S # S # Tam banLuar S # K a J S # ya M akm ur S # A Tel S # ukS ebl u u S # Kam pung Bar u S # Set aM uya i l S # BangunJaya S # a t K n n Ma a a u r S # S # Pant k i S S # # S # PangkohH l ii r S # S # PangkohSar i S # Tal H # o i ul S u S # S # Bel nt i i m a Sa S # Tal o # i S S # S o i uar S D andang# Tal M a# G adabung Bahaur H u # ul S S # Y # S # a g o Hl Pn k h u u S # S # Pul u Kupang# a S S # H andel Jagki t n Anj Ser pat Tengah r i a S # S # Anj M bul auBar at r i am L Ter san R u aya I Y # S # Sungai C abangD at ar S # S # S # Kual Jl ai a e Sungai Bundung S # Ker ya a S # Tel kB ogm u a S # YMendawai #Menda wai a a Jhi t n S # 153 S # SebangauPer m ai S # G ant ung ar Maliku Ma u lik S # Kanam t i Y # S # S # S # S # G andang M i kuBar u al S # S Sa a a a # # Bs r g J a n y S # Panar ng u S # S # S # a mu R a T a b n a y Tahai ar B u Basungki a S # S # Badi i rh K UALAKAPUla m #S S # AS S # e a a Sl D t Tahai aya J Bat ah # u S e a u u Sl Hl t S # S # S # S # Pangkal nR ekan a S # M ungKer am ur at Sei Lunu k S # S # S # S e Ps h # Si a a S # SS # # a i n Dh a g r a p t n H ma u g B Y asarang #Ba sa rang u Pu S a mu a # l Ma b l u S # S # S # S # S # Sai Kayu S # Sat r k iu S # Padur n Sebangau a S # Pangkoh P n oh a gk S # K UALA KA AS PU '] # Ba rimba ba Y Barim YAj Serapat #Aj Se rapat Brt Brt M A T Kubu Baung S ERUYA N T $ W # onoagung S S # S # S # S # Pur oddi w a N A S UKAMA RA S # Kum Bat uAt as pai Telaga T l g Pul n Pulang ea a a g Y # S # Tel gaP ul ng a a S # Basi i H i # rh l S r i R a Sar aw i S # Sam uda Kot a Sam uda Keci # lS S # S # Sam uda Besar S # Sar m ban a S # Bapi angH i i n lr S # Per bok e Basaw # angS S # Bapi angH i i Laut n lr S # S # SakaM agkahai n Par gi i G. Batubos o k 910 G. Arai k 1512 T $ 1235 T $ 1580 S # Tum bangJoj ang S # Ti bang Tuj ng m a B t.L) I n u S # M ah er S # BuanaM usi a tk S # S # Pendahara P n ha e da ra Y # Tar san D u anum Bangkuag n S # H a S # apal m S # Tew angR angs a S # Tew angBer i gi n n S # S # S # S # S # S # S # D ar M akm ( J. Gimang 614 k 880 T $ Tum bangH angei Tum bangM ar a k S # Tum # bangJal em u S S # Kul kT el w u a ang Tum bangN gahan S # S # TT T $$ $ T $ TT T $$ $ S # S # T $ S # S # S # S # S # S # S # S # R au Saw ant u Suang bangP uan ant ang R a S # Tum S # S # Sungai Pur ng i e Jm uat Ki a n Tum la T ba bang um ngKa ngKalang Y # Y Tum m # T ba baba um ngSa ngSam ba S # Tum m n T ba ba a um ngKa ngKama n S # S # S # Tum bangM anggo Tum utu Y T ba bah # um ngJ ngJutuh YTumbangTalaken #TumbangTa lake n S # H ung Pat uj a S # S # Tum bangK uayn a a u asul Jl em M an S # S # Tum bangLapan S # a Jngki t Tum bangM al hoi a S # S # Tum bangB ar ngei e S # i Lnau S # S # Tum bangB unut S # u Lw ukKant or Tum bangM i an w S # H ung Bunut ur S # Tum bangT ar ak i S # Tum bangH akau S # D an Tam ahi buk Pi Sa # l ng M unduk S # S # S # Baj h u S # S # S # Par ngLahung i S # Ri uj S # R ubei # Si an S k S # S # Tum bangD anau S # Kam i pur S # Tum S # bangK aj ei u Tum bangK al m a ei S # N apuSahur S # S # R au Asem ant S Sam Badi ung# # Bat ba Kat ngS u ndi S # D ehes Sam Bakum ba pai S # Sam D ba anum S # Tum bangS epan S # N eng Bel w an ber a S # S # u Lw ukLengkuas S # Tum bangE m pas Tuyn # u S S u Lw ukAndan# # SepangSi m n S i Pujon P n ujo Y # S # S # S # S # S # S # M api ar t Y # Tum ung T pu pung Laung um ngLa S # Pepas S # Bal i t i S M ungai # W ur al al S # S R aw a# Ket pang ar a K andui Y # S # S # S # M angkan aj M al at I ont S # M al at I ont S # S # S # S # S # S # S # S # S # S # S # S # S # S # S # S # Tapen S # T $ T T $ $ 883 840 U M aungai PT. 2 S # D aw a er S U Sukam PT. andangB # 4 . andangC . Riah Janda k S # a Las Bar u S # Y Tum ngKunyi T ba # ny um ngKu i ba S # S Tel kJol # o o S # O ng Li o o l k M i at Par i ant O So # l ng O u r Tum bangA pat Tum bangK ol n# o S S # N onokal on w i Taw aui S # aH S # H gan Tokong n i S # S # Bat M u akap S # YSaripoi #Sa ripoi S # 750 C angkang S # Tabul ng a S # D ungBakung r i M aTupuh # Pel ci uar S a D Sr # i ungPi nang S # D ungPundu r i S # S # S # H agandang ar TA D ungSar ar ung r i Tum bangM asao S # Pant i Laga a S # Bar t u a Kal S # ang Kal h u S # Bel w a ang P URUK C AHU S # S # Tum bangS aan# S # S # S u M aBum ban uar M angkal si Sungai Lnuk io Tum bangB ant a in Ber i # S # i w t S S # M aSum poi uar Bi a h S # R anganH r n ia Bat # M r u uS i a u Jki ngSopan S # S # S # S # H ow u ar PURU C K AHU '] Y Muara Mu ra L un Laung a # g a S # S # M a LaungI I ual S # Ber s Bel nge a a S # M aTuhup uar S # Kar ndan e N S # S # Tum bangM asuki h S # Tum bangM anyoi Bunt i / or oi S # u K S # S # Tum a un Y T ba ba g # um ngL ngLaung S # S # Pur am a n M aBabuat uar D anauU sung S # Ber w i i t S # Sungai G a ul S # Tum bangM anyar ng u S # 1703 1151 Tum bangN apoi Tum bangB okoi a Lw angTam ang S # Kar t aauM ant # e aS a Tum bangT i # hS s i S # Bahi om t S # M an# asal S M angkahui M # aU u uar nt S # S # S S # S uar aJaan # M S # u i M aBakanonBat Put h Panu'ut uar S # M akunj ng u S # Bum ban Tuhup S # R ahaden# S S # S # S # M aPar i uar G. Belah Hulu k B t. .25 26 . 3 S # H al i an anj p S # u Lbuk R anggan e a Jm ar s C paka M i aTi m em ul ur S # S # S # Sungai Par ng i C paka M i aBar at em ul S # S # Asem Kum bang [ % SS # # S # S # Mengkatip Me k a ng tip Pasar Pa P s rPa s a a na nas Kandr s i S # Y # S # S # S # e Lhai Y # S # S # S # S # S # Aj ng a S # S # B iRiai B la m Ria a ala m Y # S # Pal Bar u h i Bat Kot m u a S # u Lpu Per uca S # Ai D r ua S # i n Jhi g Pangkal nM unt i S # a a S # S # S # Kondang S # R ungun KOTA WARINGI N B ARA T S # U Sukam PT. Nyat ung k B t. 1 Pa ut ngk S # Pangkut Y # S # S # Tel kB ayr u u S # Bunut Buki H um t ar N BULIK ULIK N ANGA B ANGA S # S # Sem un ant S # Kebnaw an a Lm anB ar u S # S # '] S # S # S # Bi a Bhakt n i S # S # S # S # G ung Pengayuh ant U Sukam PT. Kengkabang 627 B t.8 9 . andangG . 1 S # S # U Sukam PT. Buluhserambai k 781 B t.15 16 . I juk k B t. Sapaathawung k T $ T $ 1744 T $ 1229 TT $$ 1728 T T $ $ 1689 T $ T $ 1652 1376 1730 1407 S # Tum bangT upu s 1688 S # Tum bangM ul t u B t. 2 S # Y Parenggean # Pa renggea n S # S # Ker i ng u Par t i S # S # S # u# Lw ukKi r i S Tew angTam pang H w S # andi ung Tangkiling T n ili g # a gk n Y S # S # S # S # Sei G ohong S # Pam unan ar BahuPal aw S # a S # S # Pet k Put a i S # a Lhei M angkut p u S # D anauR ah aw a Jnggi S # Bant r ung u Si i g Tum bangT aha i S # S # S # Buki Li i t t S # Pet k Li u t i B ARITO ayaping TI MUR H M aPal ant u uar a Bi an w S # S # S # Am S # par Bat u S # Kot m a D ayu S # Hy p a a ing S # Tum bangM ur u i S # S # Bat m pang a a Jnah Jar i S # S # S # S # Sungai M aw a ent S # Buki R t aya Buki M t akm ur S # S # S # S # U Sukam PT. Keminting k 1294 T $ T $ T $ T $ 865 S # Par hu a S # Tak S # aj ung P RO Kal n S # asi V IN S # Tum bangO l ng o S # 1002 S # MURUNG RA YA I S # S Tum bangT uha n B t.870 37.28 26. LubangHarim k au 1113 S I S # B t. dangD T. Les ung k B t. S Sahabu Bat M u anangi # # sS S S # S # D i anKai t ur U Sukam PT.I am ur I ) S # PA NGKARA LA YA S # Timpah T pa im h Y # S # S # S # S # u Lngku Layang a H i Sper Kot l Bunt i r ok S # e Jl apat S # D anauSadar S anauG ant g # D n i Tel kTal # # # Bar u aga S u S S M aTal ng uar a S # S # S # M aAr ai uar B ' B UNTOK UNTOK ] S # S # S # S # Tel ngA ndr u # a a S D angka S # Tet i Lanan e M ungPaken ur S # Sanggu S # S # M aR pung Sababi h uar i a l S # S # Pam t ai Pam angka Par S # ar apak S # PendaAsam S # Kal hi # a eS n e Lm beng M abuan S # S # U gangSayu/ U Pal r ej PT u o S # Bar yan# uah u S Bat S # M angar s i S # M anenK al ka e S # S # M anenP adur n a S # S # a Lw angKaj ang M ekar Sar i ( . Raya k 1266 1118 T $ T $ 636 Tum S # bangT uan S # Kol m a S # Tum bangB auh Tum bangM asal o S # i LangN yl i g a n S # AN T $ 721 B t. l S # 860 S # PendaM unt i S # e S # Bel aw M y a an ul a Tal ngkah a Bat pah a S # Tel k o S # Sepang S p n S in Sim e a g im in Tanj ngK ar t k S # u ia S # Tew Bar ai u SepangKot a Kot Bar a u S # S # S # KayuBul an M an asar S # S # Bi S # nt angM engal i h Pet k S # ar i an S # S # Y # S # Tum bangK al ng a S # W i gi nAgung ar n S # Pet k Put a i S # Tew angPanj ang Y # SS # # Pendang P n ng e da Tum bangLahang S # S # Tum bangT anj ng u S # S # S # S # Tam as pel S # Ber ng Jun e Tangkhen# a S Kar ng M a as S # Y # S # Bi t angAr a n Pat S # as I N S # angaM at u S # Pem angLi au at m G agu er S # Tum bangT ungu k S # S # Tew angKar angan S ahi n Tunggal # D a Tum S # bangLaw ang Tum bangB anj ng a S # M S # andui g Lam n a S andui g Tahet # M n a Kul kB al # u iS Tur a S # S # S # Takr as a S # Pangi Pandaw ei S # Tum bangT ar san u S # S # Tum bangR andang S # a Lw angKam ah S # S # Kahi gai n Tum S # bangS al ang u S # Tum bangS al ang u S # Sekom an bul S # Penyo baan m Buki I dah tn S # Kubung S # o Lpus S # M engkal ng a S # S # Bhakt Kar ya i S # Sungai # anya H S M ya Agung ul S # Tum bangS epayng a S # G unungM akm ur S # Tum bangB ol i o S # S # YBawan #Ba wan S # S # S # Benuat n a S # S # S # S # M ungkuBar u S # u Lnuk Bagant ng u S # S # Tum bangB at u S # S # Tanj ngJor ong u Tum bangB aj nei a N ang yal a L S # ndau Kant u S # S # Sepoy u S # R m Ti nggi a i R m Penahan a i LA MANDAU S # Si # Lku Benaki n a t S # S # Gih n i N angaKem uj n a S # Tum bangT ur ng u Bat Agung u S # Y B u t Bali # li B untut Ba unt Bunt t Bal i u S # S # S # G uha S # Pahaw an Tam S # bak S # R ang am S # H anua S # H ung ur S # a Lw angU u r S # B ARITO SELA N TA S # S # S # M aSi ngan uar T b k Ka l a a a ni n S S # # Pat s I a S # Kayum # banS S ukaH aj # M i S # S # r Bar ang/ Ekeng # Si e u S S # Sar m i buah G # ur # agunt S S PM Bi ak Kal ST p i Tabak Kanila n Y # S # u Lw ukKuw an S # Kar ng Besi a Kani an p u Lbuk H j iu S # S # S # S # M am er bang S # Bat Tunggal u S # Tok a S # R au Tam ant pang S # Tem bangG et s a S # Tum bangK ani Tew H a # bangS api a ei ar S S # Tum a S # S # S # SS # # Tew angPapar i Tew angM anyang# eS n S # Tew angR angang k S # Tum bangT er san u M adar a S # S # Pet k Bar nai u u S # Panj hang e S # Bat Tam u bun S # Sungai Tuat S # Bayat S # Bal i b i Tum bangP ayng a S # Tum bangP enyhuan a S # S # B t. Raya I k G.310 57. I L) i PT I Tum S # bangS angaai Su # Lw ukSam pun S # S # Tukng Langi # Ber ngi Agungar pan Buki M u t S i Tanj ngH a t akm ur ( .1 Peta Kelerengan Wilayah Kalimantan Tengah PR O V INS S # Ter san M ya u ul S # Ter san M ur u akm Ter san Kar a u y I Tanj ngR angas u Bahaur Tengah# S PRO SIKA AN NTEN AH VIN LIM TA G Kam pung Bar u S # Kam pung Ker m at a Y ahaur #Ba ha ur Hilir Hilir B LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 2-2 .undak pedalaman Dataran dan pedalaman perbukiitan Pegunungan Schwaner Sumber : Bappeda Provinsi Kalteng B t.3) F Y # S # S # S # Pegatan P g ta e a n Pegat n H u a ul S # S # S # S # Papuy I / B ar nai u u Pegat n H i a ir l S # Y #la Lupak L a k Da m Dalam up S # S # S # S # Sungai C abang S # S # S # BangunH ar j ( . UluGedangtahu TI S # Tum bangM ahur i o S # Kar t auSar i n e a S # Tum bangP onyi o S # Tum bangK ur k i S # S # Tum bangS i uk r S # Tum bangLapan Sei Pi ang S # n U Sei Bakanon PT Tum bangS i n a S # S # Bengahon BenaoH l r ii BenaoH # # Tel kM al w ul S S u u e ai S Kar m uan# a S # S # a # Lw eH Jngkang ul ua Lam M aI n uar u Su N an H i # # # i an H u h i l i rS SSh N ul u a Jngkang Bar S # Su # Lw eH l r ii S # M aBakah uar S # u Jj uBar u S # T $ 303 S # S # M U R V I T $ 1099 S # Tum bangT abeau r S # R m Bat ang a i Tanj ngB at u k i S # Sebaung S # Ki am Bat ang h S # Tum S # bangK ar e u S # Tum bangK aj m a ei S anganBahekang # R S # Tum bangT abuus l S # PendaR angas Kar t auSar i n e # a S S # Kar t auR bangun e am Tum bangH am ung put S # T um ngMiri ba a Lw angKanj i bangP usu # Tum S S # S # S # S S # # S # S # Tum bangP asanon g Tum bangM ar aa # Bat Tangkui y S u Tum bangM ar i oi D k andang Tum bangT# aj ngan u S M asaha M ukut Y #TumbangMiri S # Sei R ng a i S # Tanj ngU nt ng u u S # Tum bangH abaon S # Bat N w u yi uh S # TbgSi r t / ul ai N a B ga S # Tum S # bangP ur h u Kat nj un # a g S S # H ung Tam ur pang S iHa o e ny S # Bar nang I o S # S # Y #Sei Hanyo S # S # H ung Tabengan ur S # Supang S # Bar nang u S # p Iu Y Lahei # La he i S # S # S # MUA H TEWEH MUA T RA EWE RA S # S # Tangi an r g Pendr h e P R O B t. Dalung k B t. Ancah k 343 G.1 Wilayah Luas Wilayah Fisiografis di Prov. Baat uay au k B t. Cintabirahi Mti n i n S # Sei Bar Tew S # u u Kanam t Bar t # i a S Tar ng M u anuah Bungai Jya a Bat N dan u i # n S S # S # Pal gkau Lam n i a S # Pal gkaau Bar u n i S andi ung # H w S # S # N ahan ar S # Anj Pal m bang r i a S # BungaM aw ar S # Tel kP al get u n i Sakal gun a N Sungai Sekonyr e S # C paka Bar em u Y # Bagendang Y # Bapinang Hulu Sam # S m a uda a ud Y S # PULANG PISAU Bunt i # o S M # r enI ant a S M ar enI # ant I S '] S # S # S # Sei D usun Tel kH i i u r S # PendaKet api S # S # Bel w a ang S # Pant i S # a S # Anj Kal m pan r i a S # YMandomai #Mandoma i Palingkau P l ng a # ai k u Y SeitaTatas S iTa s e Y # S # S # SakaTam i ng M pai M # aD a am uar adahup S Taaj pan e SE '] S # S # S # Pudu Kar aM ul t a i Bar u R a Seber ng # R ja aj a Sa SS # # M endaw Seber ang# # M n a a ai S Sa d wi Si or ej # # d o S S S # M adur eo j S # S # G ung ar S # Taanj ngH anau u S # S # S # M anusup Sei Kapar S # Pal ngkauB ar a u S # S # BenuaU sang Sem u I bul h S # Sem u I bul h S # S # S # S # PULA AU PISAU P NG PIS ULA NG G ohong Pal ngkaLam a# a S LA PAN BUN BUN P ANGKL GKLAN AN S # S # S # '] S # Bum H j i ar o BagendangTengah Pel ngsi n a a R ang S # am S # D adahup T Bangkal PondokD ar am S # N ai Bar u at Si pur m S # H enda S # S # a Lm unt i A N S # S # S # S # S # S # S # S # S # S # TangguH ar pan ( . andangD T. andangB # 3 . Kahukung k S # Tum bangN aan T $ M # aJol i I I uar o S M ai ol oi I uar J S # K A LI M 1305 S # O nng Bal o l o S # u t kung S # S # Tum bangT # uk ond S Tum # bangB ondang S S # S # Bat BuaI PendaSi r on u u BuaI I S # Bat S # O ng Sor i o l o S # S # M aM uw I uar ar e M aM uw I uar ar e S # a Lkut an S # S # K N A L I M A N N T A B A R A T S # B t. Durian k T $ 740 S # R anganR ondan S # Bunt t Sapau u Tum bangS epan Tum bangS et w a ai Tum bangK at i a S # Tum bangG aei R anganKaw i t S # D ehesAsem S # Kul kS apangi u S # Tum bangK uai S # Bat Panahan u S # '] S # S # S # a Jm bu S # S # Tum bangH abangei S # S # S # Tum bangT angi o i LangN aga S # Sabuh Panaen G i S # andr ng S # M aw akn al e S # S # Ba gin Bn n e enangin M aWakat uar Y # S # Benangi 2 n Benangi 1 S # n iu Lj S # Sam r ng .I J ) Tel ngkah a S # Banut Kal nam an a S # Tal n Ker eng a i Kasonga Bar u n S # S # S # S # Pet k Buki u t S # Kanar kan a S # Sum C ber ahaya S # S # Tapi B # i n S n i Sekoban S # Y # S # S # Tum bangK am ni g itn S # Tanj ngJar i ngau u a S # Tum bangM uj m a S # Ber ngi TunggaJaya i n l S # Panopa S # Suj a Bakons u S # S # S # S # angaKor i g n N uanganN Sungai Bul h u Tum bangT i p # Baw a l S an S # N angaBel ant kan# i S S # Sungkup # S M at a el N angaPel i odan k S # S # S # Kla Kuay n Y K ualaa # ua Kuayan S # S # S # S # Sebungs u S # Bandar Agung S # Sum M akm ber ur Tum bangLi t ng i # S Pant i H apan a ar '] KASONGAN K ASONGAN S # S # S # Par hangan a S # Par hangan a S # Tahaw a S # Buki Bam ba t Bal kun u S # S # Tel kS am u pudau S # S # Ar k u S # Bi t angKur ung n S # S # S # Tal o i Tam j ak pi S # B bu g # B m lun a ambulung Y Tuyu a S # e Lbo S # a Lm peong A p h m a N am pi et n S # Bar r aw a a S # S # S # Put i # a S S odok # R S # N e S # agal ah Am pah D ua S # S # Pi ang Tungga n l S # S # KupangBer si h A mpah U nsum S # e Lnggang S # Pur i S # T $ T $ T $ 784 S # S # 440 715 Y # S # M S i i # al t n Ket p a S # Pat ng u S # Si pangBi ngkang m u p I uM ea R ungguR # Kal m us aya a S S # Tam pa S # S # S # Babai S # S # W an ur Ber nang M r # u iiS S # u Lw ukKanan N anuah # S Topal n a S # M odangM as S # S # S # Tanj ngB at r u u Tum bangS api i r S # Kaw Pem anB at S # ant ang u S # S # M ekar Jaya Kar ng Sar a i S # Kar S # Sar H apan ang Tunggal i ar S # S # S # Tew angKadam ba S # U Sukam PT. Remang k 961 B t. 1 S # KOTA WARINGI N TIMUR S # Tangk R S # a obah Sant l ii k S # Sat ong i S # Pahi angan r PendaD i n ur a S # Peta da hendang P ta Ba n ng e k he Ba k Tum bangP anggo Bgk ng ng B n ua ua a angk S # S # Y # S # S # Am i par Tam ng a i Am i Bor par a Tel kB et ng u u S # W ungkur N anakan Tangkn S # a Bangki ayn r e D Sd # i i > 60 Y # S # M ang ar S # Tuw ung S # S # S # H ng Bana a i S # Y Bukit # Bukit Rawi Rawi PendaBar ani a Tanj ngS angaang u l Tum bangR ungan S # Bat l p ia S # S # S # Y # S # Bal w a a a a Jw et n S # S # Tam angi t pul S # Sel t Bar u a M pe ai S # H i ngen ar S # D ong or Bn e tot B entot R ani a# am S S # S # Tel kTi m u bau D par an am Baam pah S # Kabuau Pet k Kat m u i pun S # S # S # R ubungBuyung Tal gke n i S # Tangar S # S # Tehang S # Pat i a PALA YA RA P NGKA RA ALA NGKA YA S # KA PUA S S # S # Tel ngS i ng a o S # T AMIAN G M ut w ur u u H ar a ar S # TA LAYANG LAYAN MIAN G G S # Kam t bi i n S # Pul u Padang a Y # S # S # '] S # S # S at # M abu M # is agant S a Jar S # S # S # S # S # S # S # Pur or j w eo S # S # S # U pang m S # N angaM ua S # U Sukam PT.Bab 2 Gambaran Umum Wilayah Proses pembentukan propinsi baru tersebut tidak berjalan mudah. Sabayan Bungs u k 712 B t.000 Persentase (%) 26. 2 S # U Sukam PT.59 40. Samiajang 900 1200 YKudangan #Kudanga n 681 B t. andangG . As ing k 2278 1613 1400 1259 Tum bangK abur i a S # k B t.) l a D1 S # M ekar I dah n S # Him al aungJaya ( . PadasSebut D I . Baringk umbang 1099 k B t. andangB .40 41 . Suha k B t. 2 U Sukam PT. Batikap k B t.124 9. Lumut k Tanj ngP ak u u T $ S # S # S # T T $ $ T $ 1171 1552 S # S # T T $ $ T $ T T $ $ T TT $ $$ B t. 2 S # Sandul Sebabi S # Tanj ngR angasI u I S # S # S # S # S # S # Pal ngan a Pam i n al a S # Si pur C m k a Mul a m e pa i S # C empaka# Mulia Y C ba am S # Bn ng Bango B u Ba o a aun S # Tum bangR unen Y # S # Ber ng Bengkel e Kal m pagan a n S # S # S # Tel ngB ar a u u J S # r uB anu S # Kal ni a s Ker ng Bangki ai e r S # S # S # M andau ahaj Sai Ahas S # S # U PadasSebut D I PT. andangG .60 a Jngkang S # Bal i Banj ng a a S # D andang Y # S # Baok S # Tehang Tum bangA t i e S # S # Tum bangK aw ei S # Tum bangT ar nei a Tum bangLam pahung Tew angPaj angan M s ani S # Ber ng o Kam en aw Tum bangG agu Kul kLel eng u Tum bangP angk S # a S # S # Tum bangR am ei Tum bangH ej n a S # Bunt t N u usa S # S # u Lw ukTukau S # S # Bat Put r u e S # Y # R au Panj ng ant a R abam bang S # Bunt t Lel ng u e S # S # Tum bangK anei Tum bangS et l i o Kul kH abuhus u Tum bangP aku S # S # Tum bangM andur i e S # S # S # Tum bangO r i o Tum S # bangS am ui S # Tum bangM agi n Kam o ant S # TangkD ahuyn i a S # B t.

Kalteng Luas (Ha) 4.3 Luas Kelas Kelerengan Wilayah Daratan Prov. ketinggiannya berkisar antara 0 s.510 2.717 6.000 Ha. Pemanfaatan lahan (landuse) di Kalimantan Tengah dapat dilihat pada Tabel 2.22 28. Tabel 2. Penyebaran dan Luas Wilayah Daratan Prov.715 4.413. Sebagian di wilayah Utara merupakan daerah perbukitan yang membentang pada pegunungan Muller-Schwanner dengan puncak tertingginya bernama BUKIT RAYA kemiringan antara Tabel 2.76 41.449.327.459 1. Kalteng Luas (Ha) 2.672 Sumber : Bappeda Provinsi Kalteng Sementara itu untuk pemanfaatan lahan di Kalimantan Tengah umumnya didominasi oleh Hutan Produksi Tetap dan Hutan Produksi Terbatas yang masingmasing seluas 4.d.Bab 2 Gambaran Umum Wilayah Sebagian besar wilayah Prov.63 8.66 21.000 Ha dan 4. sedangkan wilayah daratan berada di bagian utara dan barat daya dengan ketinggian 50 – 100 dpl dan tingkat kemiringan rata-rata sebesar 25%.105.278 m DPL tingkat Kelas Ketinggian (DPL) 0–7 7 – 25 25 – 100 100 – 500 > 500 Kelas Lereng (m) 0–2 2 – 15 15 – 40 > 40 LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 2-3 .8%.398.391 Sumber : Bappeda Provinsi Kalteng Wilayah daratan dan perbukitan berada pada bagian tengah.4 berikut: Persentase (%) 32.385 1.278.593.93 28.923 3.269.12 Persentase (%) 13. Kalteng merupakan dataran rendah.448.227 4.31 mencapai +2. 150 m DPL.69 14.955.2 0% .556.73 10.

400 Kawasan Hutan : Hutan Suaka Alam/wisata (PPA) Hutan Produksi Terbatas Hutan Produksi Tetap (HPT) Hutan Prod.2 Letak Geografis Prov.593.720 3.000 894.1.4 No. tingkat kepadatan 12 jiwa/km2.454 1.935.014.000 4.745 15. Penggunaan Lahan di Kalimantan Tengah Tahun 2007 Luas (Ha) Penggunaan Lahan Kawasan Non Hutan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 Jumlah Sumber : Kalimantan Tengah Dalam Angka Tahun 2007 Pekarangan/lahan untuk bangunan Tegal/kebun ladang/huma Padang rumput Tambak Kolam/tebat/empang Lahan sementara tidak digunakan Lahan tanaman kayu-kayuan Perkebunan Sawah/sawah tadah hujan Kawasan Lindung (HL) (HP) 194.682 3.448.356.Bab 2 Gambaran Umum Wilayah Tabel 2. Yang dpt dikonversi (HPK) 2.518.560 1.000 681.057 KK dengan Batas wilayah administrasi Kalteng sebagai berikut : Sebelah Utara berbatasan dengan Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) dan Kalimantan Barat (Kalbar ) Sebelah Timur berbatasan dengan Provinsi Kaltim dan Kalbar Sebelah Selatan berbatasan dengan Laut Jawa.680 327.934 174.000 4. Sebelah Barat berbatasan dengan Provinsi Kalbar. Kalteng dengan ibukota Palangka Raya berada di 0° 45’ LU. LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 2-4 .231 975.564 km2 . Jumlah penduduk berdasarkan data tahun 2005 sebanyak 1.246 399. 3° 30’ LS dan 111° .116°BT dengan luas wilayah 153.699 jiwa atau 553.148 128.

Kalteng terbagi menjadi 13 Kabupaten dan 1 Kota. Kalteng. Kabupaten Gunung Mas.356 Desa.Bab 2 Gambaran Umum Wilayah Gambar 2. Berdasarkan UU Nomor 5 Tahun 2002 tentang Pembentukan Kabupaten Katingan. Kabupaten Sukamara.2 Peta Wilayah Administrasi Provinsi Kalteng. Kabupaten Lamandau. wilayah administrasi Prov. 105 kecamatan dan 1. Kabupaten Murung Raya. Kabupaten Pulang Pisau. LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 2-5 . dan Kabupaten Barito Timur di Prov. Kabupaten Seruyan.

5 Luas Wilayah Kalimantan Tengah menurut Kabupaten/Kota Luas (km2) 2. terutama terkait dengan minimnya kedalaman air.400 8. Kapuas Kab. Barito Timur Kab.564 Sumber: Kalimantan Tengah Dalam Angka 2006/2007 Kabupaten/Kota Kota Palangka Raya Kab. Barat Kotawaringin Gambar 2.800 16.496 16. Seruyan Kab. Lamandau Kab.759 6.830 8. Meskipun aliran sungai di Kalimantan Tengah berasal dari daerah ini. Kondisi ini mengakibatkan pada musim penghujan selalu terjadi banjir di kota-kota di Kalimantan Tengah. Hingga saat ini belum ada suatu kebijakan makro yang mampu menangani banjir tahunan di Kalimantan Tengah. Barito Selatan Kab. Barito Utara Kab. dan batu-batu besar di alur sungai. Gunung Mas Jumlah Geografis Kalimantan Tengah memperlihatkan bahwa kota-kota di bagian utara yang berbatasan dengan kawasan pegunungan Schwarner .Bab 2 Gambaran Umum Wilayah Tabel 2.300 23. Sukamara Kab. Upaya pembangunan transportasi jalan raya di kawasan Kalimantan Tengah memerlukan biaya yang cukup besar dan waktu pembangunan yang cukup lama LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 2-6 . Murung Raya Kab. Pulang Pisau Kab.Muller hingga ke bukitbukit di bagian barat Kalimantan Tengah pada umumnya merupakan kota-kota yang memilki tingkat kemajuan yang rendah.404 10. Katingan Kab.834 8. Kondisi di bagian tengah dan selatan Kalimantan Tengah pada umumnya merupakan tanah gambut yang memiliki kondisi drainase kurang baik.827 10. jeram.997 14.414 3.3 Grafik Perbandingan Luas Wilayah Kabupaten/Kota Kab.700 17.999 3.Kotawaringin Timur Kab.804 153. namun jangkauan kapal-kapal pedalaman pada umumnya mengalami hambatan di kawasan sekitar hulu sungai. pusaran air. Hal ini terjadi akibat minimnya prasarana transportasi dan kegiatan ekonomi non ekstraktif yang terjadi di kawasan ini.

Kabupaten Barito Timur.700 km2 yang diikuti dengan Kabupaten Katingan. Batas. dan Kota Kotawaringin Pulang Palangkaraya Timur.Bab 2 Gambaran Umum Wilayah mengingat kondisi tanah yang kurang baik.404 km2. Kalimantan Tengah adalah sebagai berikut: Batas-batas wilayah LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 2-7 . Pisau. 2. Kota Palangkaraya memiliki luas wilayah terkecil dengan luas wilayah sebesar 2. Kotawaringin Timur. Perkembangan transportasi jalan raya yang cukup lambat ini memungkinkan moda transportasi sungai menjadi moda utama untuk menghubungkan kota-kota yang berada di hinterland sungai.3 Luas Wilayah. Dan Jumlah Daerah Administrasi Luas wilayah Kalimantan Tengah kurang lebih sebesar 153. Kalimantan Tengah memiliki 107 kecamatan dan 1351 kelurahan/desa. Selain itu. Kegiatan penyeberangan sungai di dermaga sungai menjadi solusi darurat untuk mengatasi ketiadaan fasilitas jembatan di sungai-sungai yang dilalui oleh jaringan jalan tersebut. Kabupaten Barito Utara. Sukamara. dan 16. yang Kabupaten merupakan ibu kota dari Propinsi Kalimantan Tengah. beberapa Kabupaten yang memiliki luas wilayah yang cukup kecil adalah Kabupaten Sukamara dan Barito Timur dengan luas wilayah masing-masing sebesar 3. 16. Kabupaten Kabupaten Kabupaten Lamandau.564 km2 dengan 13 kabupaten dan 1 kota yaitu Kabupaten Barito Selatan.800 km2.1. Kotawaringin Kabupaten Kabupaten Barat. Dengan kondisi keterbatasan dana pembangunan jalan maka prioritas utama pembangunan jalan di Kalimantan Tengah adalah membuat terlebih dahulu lintasan jalan raya baik berupa jalan aspal maupun jalan kerikil atau tanah. Kabupaten Gunung Mas. Kabupaten Kapuas. Kabupaten Raya.834 km2. Pembangunan prasarana transportasi sungai tidak membutuhkan biaya yang sangat mahal dan didukung oleh ketersediaan alur alamiah sungai serta kemampuan budaya masyarakat yang pada umumnya beraktifitas di tepi sungai. Kabupaten Murung Raya merupakan kabupaten yang memiliki luas wilayah terbesar yaitu 23. Murung Seruyan. dan Seruyan sebesar 17.496 km2.827 km2 dan 3.400 km2. Selain Kota Palangkaraya. bentang wilayah yang sangat luas dan cukup banyak jaringan sungai yang cukup lebar sehingga diperlukan bentang jembatan yang sangat besar. Kabupaten Katingan.

Bab 2 Gambaran Umum Wilayah Sebelah Timur Sebelah Barat Sebelah Utara : Propinsi Kalimantan Timur dan Propinsi Kalimantan Selatan : Propinsi Kalimantan Barat : Propinsi Kalimantan Barat dan Propinsi Kalimantan Timur Sebelah Selatan : Laut Jawa Tabel 2.86 7.75 5.6 Luas Wilayah Kalimantan Tengah Menurut Kabupaten/Kota dan Prosentase Terhadap Luas Propinsi No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 Kabupaten/Kota Kotawaringin Barat Kotawaringin Timur Kapuas Barito Selatan Barito Utara Sukamara Lamandau Seruyan Katingan Pulang Pisau Gunung Mas Barito Timur Murung Raya Palangkaraya Kalimantan Tengah Luas (Km2) 10.68 11.400 153.834 23.56 100 Sumber: Kalimantan Tengah Dalam Angka 2006/2007 Tabel 2.300 3.496 14.827 6.59 5.800 8.830 8.43 1.77 5.7 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 Pembagian Daerah Administrasi Kalimantan Tegah Kabupaten/Kota Ibukota Kecamatan 6 13 12 6 6 3 3 5 11 8 11 6 5 5 107 Kotawaringin Barat Pangkalan Bun Kotawaringin Timur Sampit Kapuas Kuala Kapuas Barito Selatan Buntok Barito Utara Muara Teweh Sukamara Sukamara Lamandau Nanga Bulik Seruyan Kuala Pembuang Katingan Kasongan Pulang Pisau Pulang Pisau Gunung Mas Kuala Kurun Barito Timur Tamiang Layang Murung Raya Puruk Cahu Palangkaraya Palangka Raya Kalimantan Tengah Sumber: Kalimantan Tengah Dalam Angka 2006/2007 LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 2-8 .997 10.00 Persentase Terhadap Luas Propinsi (%) 7.564.50 15.18 10.04 2.804 3.700 2.999 8.49 4.404 17.74 9.40 2.759 16.01 10.414 16.

00 – 150. Kabupaten Kotawaringin Timur dan Kabupaten Kapuas.1. akan sangat berpengaruh terhadap tatanan sumber daya air areal antar pegunungan di bawahnya. yaitu : 1. Pegunungan Schwaner 5. Sebagian besar wilayah propinsi Kalimantan Tengah merupakan dataran rendah dengan ketinggian berkisar antara 0. Bagian Tengah.4 Topografi Dan Fisiografi Keadaan topografi Kalimantan Tengah dapat dibagi atas bagian-bagian yang membentang dari barat ke Timur serta mernbujur dari Utara ke Selatan sebagai berikut : Bagian sebelah Selatan. Dataran dan perbukitan di pedalaman 4. Unduk-unduk di perbukitan di pedalaman 3. Propinsi Kalimantan Tengah terdiri atas 6 (enam) wilayah fisiografi. Bagian Utara dan Barat Daya merupakan perbukitan dan bergunung-gunung dengan kemiringan di atas 15 . seperti Kabupaten Kotawaringin Barat. Pegunungan Muller 6.50 meter dari permukaan laut yang mempunyai elevasi 0 .25% dan di atas 25 % . Areal antara pegunungan tersebut di atas dialiri oleh sungai yang hulunya berasal dari ketiga rangkaian pegunungan di atas.8% serta dipengaruhi oleh pasang surut dan merupakan daerah yang mempunyai potensi banjir cukup besar. daerah pantai dan rawa-rawa mempunyai ketinggian antara 0 . yang berkarakter pantai berawa dan daratan berbukit.15% dengan ketinggian antara 50 .1.Bab 2 Gambaran Umum Wilayah 2.00 meter dari permukaan air laut. Sebagian kabupaten. merupakan dataran (Plateu) dan perbukitan dengan kemiringan 8 . Kota Palangkaraya dan Kabupaten Barito Selatan LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 2-9 . Dataran rendah pesisir 2.00 meter dari permukaan laut. kecuali sebagian kecil di wilayah utara merupakan daerah perbukitan dimana terbentang pegunungan Muller-Schwanner dengan puncak tertingginya Bukit Raya mencapai 2278 m dari permukaan laut. Sementara itu. Pegunungan Meratus Propinsi Kalimantan Tengah yang dikelilingi oleh Pegunungan Schwaner Pegunungan Muller dan Pegunungan Meratus.

Amplitudo suhu rata-rata siang dan malam hari cukup tinggi. Curah hujan rata-rata perbulan adalah berkisar antara 93. Kondisi musim di Kalimantan Tengah umumnya hampir sama seperti daerah lain di Indonesia. yakni : musim hujan terjadi antara bulan November–April.Bab 2 Gambaran Umum Wilayah merupakan daratan berawa dan bebukit. Daerah Utara mempunyai altitude yang lebih tinggi sehingga mempunyai suhu yang lebih rendah.3 mm sampai dengan 29. sedangkan Kabupaten Barito Utara berbentuk daratan berbukit dan bergunung-gunung. Curah hujan di wilayah Kalimantan Tengah rata-rata 1. Musim kemarau di Kalimantan Tengah adalah pada bulan Mei sampai dengan Oktober. Suhu relatif pada siang hari berkisar antara 26-30°C dan pada malam hari antara 15 . Musim kemarau terjadi antara bulan Mei .700 mm per tahun.Oktober. LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 2-10 . 2. Suhu maksimum rata-rata 33°C dan suhu absolut atau maksimum setempat adalah 36 °C. Sedangkan daerah selatan yang beraltitude rendah mempunyai suhu yang lebih tinggi. dan sebagian kecil lainnya yaitu di daerah pantai termasuk Tipe B. sedangkan pada bulan Nopember sampai dengan bulan Maret adalah musim penghujan dan pada bulan April adalah peralihan dari musim hujan ke musim kemarau.7 mm. memberikan ketersediaan air yang jauh di atas Indeks Nasional. Dalam hubungannya dengan sumber air yang cukup di Kalimantan Tengah. curah hujan tertinggi terjadi pada bulan Januari (400 mm). Dengan kondisi daerah tangkapan hujan yang baik.1. pada bulan tersebut angin barat yang bertiup dari Asia dan Samudera Fasifik mengandung banyak uap air. Ditinjau dari letaknya terhadap garis katulistiwa maka perbedaan suhu daerah relatif kecil hanya dibedakan oleh perbedaan ketinggian (altitude). intensitas tersebut menyebabkan tingginya intensitas penguapan sehingga selalu terdapat awan dan dara yang penuh serta selanjutnya mengakibatkan seringnya turun hujan. Berdasarkan klasifikasi curah hujan menurut Schmit dan Ferguson.5 Iklim Iklim di Kalimantan Tengah termasuk iklim tropis yang lembab dan panas dengan suhu udara rata-rata 29°C yang menurut klasifikasi Koppen termasuk Afa. Kelembaban udara rata-rata berkisar antara 81% sampai dengan 88%. pada musim ini angin timur yang bertiup dari Australia sifatnya kering dan kurang mengandung uap air.26 °C. sebagian besar Wilayah Kalimantan Tengah termasuk Tipe A.

800 hektar.40 – 89. Rata-rata penyinaran matahari 60% per tahun Dengan 11 sungai besar dan 33 sungai kecil atau anak sungai menunjukkan identitas atau ciri khas provinsi ini. makin ke utara semakin tinggi.80 – 7.30 25.00–161. B2. meliputi sungai 323. Klasifikasi curah hujan Schmidt dan Farguson yaitu Type–A (Q = 14. 2.Bab 2 Gambaran Umum Wilayah Kondisi klimatologi di wilayah Kalimantan Tengah seperti berikut ini : Lama penyinaran matahari Suhu Kelembaban nisbi Kecepatan angin Curah hujan bulanan Type Iklim (klasifikasi Oldeman) : : : : : : 2. Keadaan perairan wilayah Kalimantan Tengah terdiri atas perairan umum atau darat seluas 2.30 85.500 hektar serta perairan laut sepanjang lebih kurang 750 km.1.3%).00 C1. Sungai Barito dengan panjang yang mencapai 900 km dengan rata-rata kedalaman 8 meter merupakan sungai terpanjang dan terlayari di sepanjang 700 km.00 – 460. Udaranya yang relatif panas pada siang hari dapat mencapai sekitar 33oC dan memiliki curah hujan rata-rata sekitar 200 mm. Kalteng sebagai berikut : Type iklim adalah tropis lembab dan panas dgn klasifikasi Koppen Afa.800 hektar dan rawa 1. C2.00 km/hari Sedangkan karakteristik iklim Prov. A jam/hari °C % mm 42.50 101.167. danau 132. Aliran Sungai Barito dengan panjang mencapai 900 km dengan kedalaman rata-rata 8 m merupakan sungai terpanjang dan dapat dilayari ke pedalaman hingga 700 km. wilayah propinsi Kalimantan Tengah rata-rata mendapat penyinaran matahari sekitar 60% per tahun.90 – 28. Sebagai daerah yang beriklim tropis.732 mm dengan hari hujan ratarata 120 hari. Suhu udara rata-rata sebesar 29 oC dengan suhu maksimum 33 oC Curah hujan tahunan rata-rata sebesar 2.711.6 Hidrologi Berdasarkan "watershed" yang membatasinya maka propinsi Kalimantan Tengah terdiri atas 11 (sebelas) Daerah Aliran Sungai (DAS) dari barat ke timur seperti yang tersaji pada tabel 2. Wilayah perairan tersebut merupakan wilayah yang potensial untuk 2-11 LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh .3%) dan Type–B (Q = 33.3 Kalimantan Tengah memiliki 10 sungai besar dan tidak kurang dari 33 anak sungai utama. B1.500 hektar.

Barse l.Bartim. Keadaan ini disebabkan pada daerah hulu atau bagian utara mentpunyai topografi yang curam. Sungai-sungai yang mengalir dari hulu di utara yang bermuara di laut di sebelah Selatan mempunyai fluktuasi debit yang sangat besar. Lokasi Gn. Pisau LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 2-12 .8 Nama Sungai Panjang (km) Pembagian Daerah Aliran Sungai di Kalimantan Tengah Terlayari (m) Kedalaman Rata-rata (m) Lebar Ratarata (m) Jelai Arut Lamandau Kumai Seruyan Mentaya Katingan Kahayan 200 250 300 175 350 400 620 526 150 190 250 100 300 270 520 500 8 4 6 6 5 6 6 7 150 100 150 250 250 350 250 450 Sukamara Kobar Lamandau Kobar Seruyan Kotim Katingan P. Pada musim penghujan daerah di tepian sungai pada dataran pesisir di Selatan akan tergenang atau banjir. Pisau Kapuas Barito 600 900 420 720 3 8 450 500 Kapuas Barut. irigasi. Tabel 2. Mura Sebangau 180 150 5 100 P. Keadaan sungai yang merupakan prasarana perhubungan ini hanya 72. sebaliknya pada musim kemarau sungai secara drastis merosot airnya sehingga perhubungan terhambat dan banyak lahan pertanian mengalami kekeringan. sumber air minum dan keperluan lainnya misalnya industri.5% dari sungai-sungai tersebut yang dapat dilayari sepanjang tahun. Raya. P. Mas. perikanan.Bab 2 Gambaran Umum Wilayah dimanfaatkan sebagai sarana perhubungan.

Pola pemukiman penduduk Kalimantan Tengah mempunyai ciri khas. yaitu mengikuti pola aliran sungai. Ada 4 (empat) tipe permukiman/desa. Tipe Hulu Sungai 2. Tipe Linier Pertengahan Sungai 3.110 jiwa dengan sex ratio sebesar 106.7 Kependudukan Kalimantan Tengah dengan jumlah penduduk yang masih sedikit dibandingkan luas di wilayahnya memiliki penyebaran yang tidak merata. Tipe Pedalaman 4. Tipe Pesisir Pantai Jumlah penduduk di Kalimantan Tengah pada tahun 2006 sekitar 2. yaitu : 1.Bab 2 Gambaran Umum Wilayah Gambar 2. Dalam hal ini berarti jumlah penduduk laki-laki lebih banyak dari jumlah penduduk perempuan dengan jumlah masing-masing sebesar LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 2-13 .1.3 Peta Jaringan Sungai di wilayah Kalimantan Tengah 2.004.

kabupaten lainnya yang jumlah penduduknya masih tergolong sedikit adalah Kabupaten Lamandau dengan persentase terhadap seluruh penduduk Propinsi Kalimantan Tengah sebesar 2. Angka perbandingan tersebut hanya berkisar antara 98-113.28%.3% untuk jumlah penduduk laki-laki dan 975. LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 2-14 .74% dari seluruh jumlah penduduk.028. Untuk Kabupaten Kapuas. Sedangkan Kabupaten Kotawaringin Barat memiliki jumlah penduduk sebesar 206.180 jiwa atau hanya mencapai 1. perbandingan jenis kelamin penduduk Propinsi Kalimantan Tengah tidak terlalu mencolok. jumlah penduduk laki-laki sama dengan jumlah penduduk perempuan. Angka perbandingan jenis kelamin yang terendah terdapat di Kota Palangka Raya yaitu sebesar 98.81% dari total jumlah penduduk propinsi Kalimantan Tengah pada tahun 2006. Kabupaten Sukamara dengan memiliki jumlah penduduk yang paling penduduk sedikit jika dibandingkan kabupaten/kota lainnya. Jumlah penduduk di Kabupaten Kotawaringin Timur sebesar 315.579 jiwa atau 17.79%. Selain itu.112 jiwa atau mencapai 10. Selain Kabupaten Sukamara.890 jiwa atau mencapai 51.474 jiwa atau mencapai 15. Jumlah Kabupaten Sukamara mencapai 36. Dalam hal ini berarti komposisi penduduk yang terdapat di Propinsi Kalimantan tengah sudah cukup seimbang.220 jiwa atau mencapai 48. Secara keseluruhan.Bab 2 Gambaran Umum Wilayah 1. Jumlah penduduk untuk tiap kabupaten/kota di Propinsi Kalimantan Tengah beserta luas wilayah dan kepadatan penduduknya dapat dilihat pada tabel berikut.7% untuk jumlah penduduk perempuan. kabupaten lain yang memiliki jumlah penduduk banyak adalah Kabupaten Kotawaringin Timur dan Kabupaten Kotawaringin Barat. Kabupaten yang memiliki jumlah penduduk terbanyak adalah Kabupaten Kapuas dengan jumlah penduduk sebanyak 351.54% dari seluruh jumlah penduduk Propinsi Kalimantan Tengah. Perbandingan jenis kelamin terbesar terdapat di Kabupaten Sukamara dan Kabupaten Seruyan dengan angka sex ratio sebesar 113.

028 85.801 2.958.049 118.365 LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 2-15 .155 88.220 952.219 28.474 351.282 149.834.404 17.455 60.832 91.661 133.281 905.005.986 982.911 107.9 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 Kabupaten Kota Kotawaringin Barat Kotawaringin Timur Kapuas Barito Selatan Barito Utara Sukamara Lamandau Seruyan Katingan Pulang Pisau Gunung Mas Barito Timur Murung Raya Palangka Raya Jumlah 2006 2005 2004 2003 2002 Demografi Wilayah Kalimantan Tengah Laki-laki 106.442 931.208 86.365 Jumlah Penduduk (jiwa) Perempuan 99.830 8.180 55.155 88.028.496 14.707 1. Luas Wilayah.017 183.110 1.507 964.578 58.834 23.913.025 42.852 895.000 Kepadatan Penduduk 2 (jiwa/km ) 19 19 23 14 14 9 9 7 7 13 8 22 4 77 13 1.788 1.564 952.300 3.834.Bab 2 Gambaran Umum Wilayah Tabel 2.185 92.006 36.394 19.997 10.110 1.112 315.072 1.569 58.729 975.428 1.870.489 63.003 43.579 122.414 16.830 165.480 59.759 16.172 69.877 175.800 8.597 176.804 3.351 55.017 183.365 Luas Wilayah 2 (km ) 10.855 939.870.049 118.124 62.707 1.661 133.507 964.929 114.913.827 6.428 1.977 45.523 57.852 895.911 107.801 2.180 55.400 153.929 114.028 85.442 931.006 36.961 27.10 Jumlah Penduduk.788 1.388 50.066 42.004.958.281 905.000 Jumlah 206.474 351.208 86.986 982.890 1.700 2.579 122. serta Kepadatan Penduduk Propinsi Kalimantan Tengah Berdasarkan Tiap Kabupaten/Kota Tahun 2006 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 Kabupaten Kota Kotawaringin Barat Kotawaringin Timur Kapuas Barito Selatan Barito Utara Sukamara Lamandau Seruyan Katingan Pulang Pisau Gunung Mas Barito Timur Murung Raya Palangka Raya Jumlah 2006 2005 2004 2003 2002 Jumlah Penduduk (jiwa) 206.231 41.612 16.004.365 Sex Ratio 108 110 100 104 105 113 104 113 109 103 110 102 109 98 106 106 106 107 105 Sumber: Kalimantan Tengah Dalam Angka 2006/2007 Tabel 2.855 939.005.112 315.089 45.999 8.

dan 2.Bab 2 Gambaran Umum Wilayah Kepadatan penduduk Propinsi Kalimantan Tengah adalah sekitar 13 jiwa/km2. Laju pertumbuhan penduduk Propinsi Kalimantan Tengah selama tahun 2000 hingga tahun 2006 secara keseluruhan cenderung meningkat walaupun sempat mengalami penurunan dalam kurun waktu 2000-2001. Kecamatan Dusun Hilir dan Kecamatan Gunung Bintang Awai merupakan Kecamatan terluas.8. Adapun angka pertumbuhan laju penduduk pada kurun waktu 2000-2001 adalah sebesar -1. Sedangkan kabupaten yang memiliki tingkat kepadatan penduduk yang paling rendah adalah Kabupaten Murung Raya dengan angka kepadatan penduduk sebesar 4 jiwa/km2. 2.933 km2 atau luas kedua kecamatan tersebut mencapai 45. masing-masing 2. 1140 dan 1150 Bujur Timur. keberadaanya menjadi salah satu ciri khas Kabupaten Barito Selatan. 20 35’ Lintang Selatan. jumlah penduduk Propinsi Kalimantan tengah selalu mengalami peningkatan hingga tahun 2006.22%. Angka laju pertumbuhan penduduk pada tahun 2004 dan 2005 secara berurutan ialah 1. Diapit oleh tiga Kabupaten tetangga yaitu di sebelah Utara dengan sebagian wilayah Kabupaten Barito Utara. Kecuali sebagian wilayah kecamatan Gunung Bintang Awai yang merupakan daerah perbukitan. di sebelah Timur dengan sebagain Kabupaten Barito Timur. Namun sejak tahun 2001.608 jiwa. Jumlah kepadatan penduduk di Kota ini mencapai 77 jiwa/km2. Dengan satu sungai besar (sungai barito) dan banyak sungai kecil/anak sungai. Luas wilayah Kabupaten Barito Selatan tercatat 8.2 Gambaran Umum Kabupaten Barito Selatan Kabupaten Barito Selatan yang beribukota di Buntok terletak antara 1 0 20’ Lintang Utara.28 % dari seluruh wilayah Barito Selatan. Laju pertumbuhan penduduk Propinsi Kalimantan Tengah pada tahun 2006 mengalami peningkatan yang sangat besar dari tahun sebelumnya yaitu sebesar 99. ketinggiannya berkisar antara 0 – 40 meter dari permukaan air laut.4. Angka kepadatan tersebut tergolong masih cukup rendah.065 km2 dan 1. Sungai Barito LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 2-16 .830 km2 meliputi 6 kecamatan. Kota Palangka Raya yang merupakan ibu kota dari Propinsi Kalimantan Tengah memiliki kepadatan penduduk yang paling tinggi.24. Sebagian besar wilayah Kabupaten Barito Selatan merupakan dataran rendah. Pada kurun waktu tersebut terjadi penurunan jumlah penduduk sebesar 22. di sebelah selatan dengan Kabupaten Kapuas.

DS . bi nam ar ga@ eddy .KA NIL A N M ajund re Kayumb an M uka Haji M uara Sing ai M uara M alung ai B int ang A ra Pat as I B at u malam Jut uh Pararap ak M ab uan Tanjung Jaw a B aruang Sire Sarimb uah Pend a A sam Kalahien Telang and rau Pamang ka R ikut Jaw u Sab ab ilah D ang ka Gag ut ur Tet ei Lanan KEC. K AP U AS Sung ai B arit o Simp ang Telo Teluk B et ung B at ap ang BA NGKUA NG B at ilap Selat B aru KEC. B AR ITO U TAR A K E M UA RA TE W E H Hulu Tamp ang Sung ai B arit o Terusan Panarukan Gunung R ant au M araw an Lama Heneng Tlk. DS . KARAU KUALA Teluk Samp ud au B int ang Kurung Tamp uyak B ab ai Kulo r Talio M uara M urai KE A MPA H K AB .17 M ang ari s KM . UTARA R eo ng M araw an B aru M arug m bur e BA a Pat as II PENDA NG T B. GUNUNG BINTANG AW AI KEC. S ELATAN M uara R ip ung Lemb eng Sang g u Gag ut ur B aru U g ang Sayu KE P.Bab 2 Gambaran Umum Wilayah dengan panjang mencapai 900 km dengan rata-rata kedalaman 8 m merupakan sungai terpanjang dan dapat dilayari hingga 700 km. K AL IM ANT AN S E L AT AN Fi l e by : www. RANTAU KUJANG B akut a JENA M A S Tamp ulang R ant au b ahuang Sung ai B arit o M urung Sung ai Tung g al P RO P . B AR ITO TIMU R Jang g i K AB . K AB .4 Peta Wilayah Administrasi di Barito Selatan LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 2-17 . DUS UN HILIR Teluk Timb au D amp aran Lenai M A NGKA T IP M eng kat ip Kalanis M urung M ahajand au Sung ai Lunuk Kalanis R ang g ailung Sung ai Jaya KEC. RA Y A BU N TO K Hilir Sp er B aru M uara Talang KM . go. i d Gambar 2. B und ung B et ang N ang ka M ant arem Hing an Tamp arak Layung Danau Tam par ak B arap as M uara Pakem Liang kaw a KEC.2 4 KE A MPA H Kelad an KEC.

184 634.100 Proporsi (%) 23.2.500 > 500 Jumlah Luas (ha) 148. Wilayah dataran rendah berada dibagian tengah kearah utara. Wilayah dengan ketinggian 100 – 500 m dari permukaan laut juga cukup luas yaitu 27. sifat wilayah ini adalah bergelombang sampai berbukit.51 4.56% dari luas wilayah.Bab 2 Gambaran Umum Wilayah 2.11. sehingga makin tinggi suatu tempat akan menyebabkan daerah tersbut mempunyai suhu lebih rendah. Wilayah dengan kelerengan di atas 40% mempunyai areal yang paling sedikit. Tabel 2. dimana wilayahnya mempunyai ketinggian diatas 500 meter diatas permukaan laut. Wilayah ini mempunyai sifat datar sampai bergelombang. sehingga ketinggian merupakan faktor yang perlu diperhatikan di dalam pembanguna pertanian dalam arti luas.063 ha atau 4.11 Luas Wilayah Berdasarkan Ketinggian Tempat dari Permukaan No 1 2 3 4 5 Ketinggian (meter dpl) 0-7 7 . Ketinggian tempat dari permukaan air laut berpengaruh terhadap suhu udara.865 27. terkadang tergenang.84% dari luas wilayah Kabupaten Barito Selatan. Wilayah daratan dengan ketinggian 0 – 25 m dari permukaan laut mempunyai areal yang cukup luas dan lokasinya menyebar.25.00 Sumber : BPN Buntok Wilayah Kabupaten Barito Selatan di sekitar aliran sungai Barito mudah tergenang.14 37. berawa-rawa dan merupakan daerah endapan serta bersifat organik dan asam. meliputi 52. yaitu setiap 100 m suhu akan turun rata-rata 0.6. khususnya penyebarannya terkonsentrasi dibagian utara. 25 .15% dari total wilayah. yang mempunyai sifat berbukit sampai bergunung dengan kelerengan lebih dari 40% dan sangat potensi erosi. meliputi seluas 364. air tanahya dalam dan memiliki potensi erosi.12 LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 2-18 .988 ha atau 57. Sebagian besar wilayah Kabupaten Barito Selatan mempunyai kelereng 0 – 2%. Kondisi kelerengan Kabupaten Barito Selatan secara lebih jelas dapat dilihat pada Tabel 2.1 Ketinggian atau Topografi Ketinggian atau Topografi merupakan faktor yang penting di dalam penyebaran kegiatan budidaya terutama pertanian.66 100. sedangkan wilayah dengan ketinggian di atas dari 500 m dari permukaan laut seluas 4184 ha atau 0. Luas wilayah berdasarkan ketinggian tempat dari permukaan laut dapat dilihat pada tabel 2.66%.100 100 .27% dan lokasinya juga menyebar. Wilayah dengan ketinggian diatas 500 m di atas permukaan laut.750 Ha atau 3.27 0.063 4.42 34.464 237.524 216. merupakan wilayah dengan luasan yang paling sedikit yang meliputi luas 132.

2 Iklim Kabupaten Barito Selatan terletak pada daerah beriklim panas dan lembab. Daerah perbukitan 2. Jumlah curah hujan rata-rata diwilayah kabupaten ini berkisar antara 3000-3500 mm/tahun. Daerah dataran aluvial 2.15. Daerah lembah 5. Curah hujan di Kabupaten Barito Selatan mulai dari wilayah selatan hingga ke pedalaman yang menjadi semakin meningkat.575 19. Daerah rawa 4. Kabupaten Barito Selatan didominasi oleh daerah dataran yang tersebar hampir diseluruh kecamatan bagian barat ke selatan dan daerah pegunungan di bagian utara kabupaten yang berbatasan dengan propinsi dan kabupaten lain.40 > 40 Luas (ha) 450.424 109. karena secara geografis. Daerah jalur kelokan sungai 3. Suhu rata-rata berkisar 21o C – 23o C dan maksimal mencapai 35 o C. Berdasarkan luas wilayah dibanding LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 2-19 . 63.2.157 Proporsi (%) 71.12 Klasifikasi Lereng Kabupaten Barito Selatan No 1 2 3 4 Klassifikasi Lereng (%) 0-2 2 .944 54. dengan jumlah hari hujan rata-rata adalah 114 hari/tahun.3 Kependudukan Jumlah penduduk Barito Selatan Tahun 2007 sekitar 124.Bab 2 Gambaran Umum Wilayah Tabel 2. 2. masih terletak di sekitar khatulistiwa dan bercurah hujan tinggi. Daerah dataran 7.03 17.34 8. yaitu: 1.2.263 (51%) laki-laki dan 60. Kabupaten Barito Selatan secara garis besar dikelompokan dalam delapan satuan fisiografi.250 orang. 15 .987 (49%) perempuan.02 Sumber : BPN Barsel 2000 (analisis konsultan) Dari segi fisiografis.61 3. Daerah teras-teras 6.

746 46.2.81% merupakan penduduk non produktif dan jumlah penduduk untuk usia produktif mencapai 57.20.732 15.461 2005 TAHUN 2006 11.811 Sumber : Kabupaten Barito Selatan Dalam Angka. Pertambahan penduduk dan perkembangan penduduk Kabupaten Barito Selatan dalam dekade terakhir ini dapat dilihat pada Tabel 2. Dari 124. Gambaran struktur penduduk menurut kelompok umur di Kabupaten Barito Selatan disajikan pada tabel 2.13 Perkembangan/Pertumbuhan Penduduk Kabupaten Barito Selatan Kecamatan 2004 Jenam as Dusun Hilir Karau Kuala Dusun Selatan Dusun Utara G.730 16.585 46.925 16.503 16.25 jiwa terdiri dari 63.109 16.263 2007 10.25 jiwa penduduk Kabupaten Barito Selatan 42.040 16.332 14.133 45.847 17.099 16.Awai 11.470 15. secara umum penduduk Kabupaten Barito Selatan terkonsentrasi pada wilayah bagian hilir daripada wilayah hulu karena sebagian besar kegiatan perekonomian dan aktivitas penduduk terkonsentrasi di daerah hilir.610 16.B.417 16.226 adalah laki-laki dan sebesar 60.19%. dimana hanya sekitar 14 orang per km perseginya. kepadatan penduduk Barito Selatan tergolong jarang.366 46.957 16.14 LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 2-20 . Dalam tabel tersebut terlihat bahwa pertambahan penduduk.4 Struktur Pendudukan Berdasarkan data jumlah penduduk Kabupaten Barito Selatan pada tahun 2007 sebesar 124. Hasil Olahan 2.701 10.630 16.984 jiwa perempuan.Bab 2 Gambaran Umum Wilayah dengan jumlah penduduk yang ada. Tabel 2.958 16.073 15.

697 3.507 25 .44 4.59 1. Pertumbuhan ekonomi kabupaten Barito Selatan dari berbagai kegiatan ekonomi yang terjadi di wilayah kabupaten pada tahun 2007 adalah sebesar 5.654 8.227 35 .334 2.69 1.14 Perkembangan/Pertumbuhan Penduduk Kabupaten Barito Selatan Lak i-Lak i P erem puan 7.270 30 .9.205 2.296 11.245 45 .259 4.34 4.29 5.744 5.19 5. dan perubahan ekspor neto dari satu daerah.14.033 483 583 60.2.984 Jum lah 15.Bab 2 Gambaran Umum Wilayah Tabel 2.129 40 .755 60 .89% atau naik dari tahun 2001 dimana pada tahun 2001 adalah sebesar 1.487 1. Dengan demikian dengan angka PDRB dapat terlihat seberapa besar kegiatan perekonomian yang dihasilkan dalam kurun waktu tertentu (satu tahun) di Kabupaten Barito Selatan dan pertumbuhan dari kegiatan perekonomian Kabupaten Barito Selatan jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.25 K elom pok U m ur 0 -4 7.976 4.698 2.356 65 .512 6.438 20 . 7. jumlah pengeluaran yang dilakukan untuk konsumsi rumah tangga.426 4.342 1.904 5.64 1.183 12.383 13.084 996 1.051 70 .699 50 .942 6.304 3. 6.54 2.089 15 .817 55 .52% LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 2-21 .894 4.246 8.356 13.401 10.74 513 75 + 500 Ju m lah /T o tal 63.388 8.557 6.207 5.266 S um ber: B arito S elatan D alam A ngka 2007 2.39 4. lembaga swasta.579 1.24 6.49 3.826 10 .083 124.5 Perekonomian Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) merupakan jumlah produk nilai barang dan jasa yang dihasilkan oleh berbagai unit produksi atau jumlah balas jasa yang diterima oleh faktor produksi yang ikut serta dalam proses produksi.844 5 . konsumsi pemerintah.

010 8.710 6.499.2 2007 537.670 6.4 137.6 Lapangan Usaha Pertanian.10 3.7 148.Bab 2 Gambaran Umum Wilayah Tabel 2.620 Konstan 2000 4.630 5.16 No 1 Produk Domestik Regional Bruto Atas Dasar harga berlaku menurut lapangan usaha (Milyar Rupiah).1 7. Peternakan.4 163. Kehutanan dan Perikanan dan pertumbuhan paling kecil adalah dari sektor Pengangkutan dan komunikasi.6 186.910 Tahun 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 Persentase Kenaikan 1.29 3.9 42.517.1 203.1 152.2 81.9 1. Hotel dan Restoran 7 Pengangkutan dan Telekomunikasi 8 Keuangan. peternakan/perikanan. Pertumbuhan PDRB Barito Selatan atas harga konstan dapat dilihat pada tabel 2.5 1.15 PDRB Kabupaten Barito Selatan Tahun 2001 – 2007 (Dalam Jutaan Rupiah) Atas Dasar Harga Berlaku 4.8 62.402.076.8 7. kontribusi sektor pertanian.750 10.665.306.52 2. Prikanan 2 Pertambangan dan Penggalian 3 Industri Pengolahan 4 Listrik dan Air Bersih 5 Bangunan/Kontruksi 6 Perdagangan.47 4.250 5.0 8.6 166.Perkebunan Peternakan.434.514.960 5.632. Persewaan dan Jasa Perusahaan 9 Jasa-jasa Jumlah / Total Pertumbuhan PDRB Kabupaten Barito Selatan tertinggi tahun 2007 adalah sektor Pertanian. Kehutanan.3 1. kehutanan.257.975.4 70.6 183.359.460 7.Tanaman Pangan.7 51.3 2006 471.17.770 5. LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 2-22 .3 95.35 5.89 Sumber : Barito Selatan Dalam Angka 2007 Dari Tabel 2.06 5. 2005 413.494.3 6.772.140.700 4.3 106.915. merupakan sektor yang mempunyai peranan terbesar terhadap pembentukan PDRB Kabupaten Barito Selatan Tahun 2007.0 6.690 5.3 216.0 234.7 179.16.730 10.8 5. Tabel 2.952.

6 2. ubi kayu.17 Produk Domestik Regional Bruto Atas Dasar harga Konstan menurut lapangan usaha (Milyar Rupiah).0 153.4 1 Pertanian 2 Pertambangan dan Penggalian 3 Industri Pengolahan 4 Listrik dan Air Bersih 5 Bangunan/Kontruksi 6 Perdagangan. Komoditi yang diusahakan adalah padi sawah.0 49.9 736.6 93.036. Tabel 2.375.8 48. kacang tanah dan dan kacang hijau.7 2.21 2.0 33.6 1. kacang kedelai.682 3.1 4.673. ubi jalar.18 Perkembangan beberapa komoditi pertanian tanaman pangan di Barito Selatan Luas (ha) 5.4 3. Hasil Produksi Sumber Daya Alam Pertanian Usaha Tanaman pangan dan hortikultura di Kabupaten Barito Selatan umunya sudah berorientasi pasar.7 27 95. Hotel dan Restoran 7 Pengangkutan dan Telekomunikasi 8 Keuangan.702.2 48.2 105.0 198.6 No Jenis Tanaman 1 2 3 4 5 6 7 8 Padi Sawah Padi Ladang Jagung Ubi Kayu Ubi Jalar Kacang Tanah Kacang Kedelai Kacang Hijau Sumber : Barito Selatan dalam angka 2007 Luas dan Produksi tanaman pangan di Kabupatren Barito Selatan manurut kecamatan dapat dilihat pada tabel 2.1 72.7 6.0 777.60 48.6 3.30 44.Bab 2 Gambaran Umum Wilayah Tabel 2.2 3.0 66.458 143.280 313 257 62 37 64 64 2007 Produksi (ton) 16.9 4.0 112.9 60.0 Luas (ha) 5.069.7 113.7 100.6 2007 330.4 122.682 3.319 1.6 48. jagung.2 73.396.4 823.166.3 708.9 2.775.9 2006 315.18.7 97. Perkembangan jenis tanaman pangan dalam 3 tahun terakhir di Kabupaten Barito Selatan dapat dilihat pada tabel 2.3 30.9 3. No Lapangan Usaha 2005 303.150 171 140 61 36 64 16 2006 Produksi (ton) 14.5 103.7 105. Persewaan dan Jasa Perusahaan 9 Jasa-jasa Jumlah / Total 2. selain untuk memenuhi kebutuhan keluarga.5 693.0 381. padi ladang.2 Luas (ha) 5.0 46.242 330 207 118 38 124 75 2005 Produksi (ton) 17.3 29.2.7 34.3 6.19 LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 2-23 .6 A.

Awai Jumlah Luas panen.185.5 52.5 1 1.19 No 1 2 3 4 5 6 Luas panen.20 No 1 2 3 4 5 6 Nama Kecamatan Jenamas Dusun Hilir Karau Kuala Dusun Selatan Dusun Utara G. Pendapatan alternatif petani yang lebih cepat mendatangkan keuntungan seperti mencari kayu. produksi palawija pangan menurut kecamatan Jagung Luas (Ha) Produksi (Ton) 78 24 23 38 26 124 313.536.4 16.688.6 1.5 2. tetapi dalam tiga tahun terakhir terjadi peningkatan luas panen maupun produksi.6 73 83.2 1.069.6 2.8 Kacang Kedelai Luas (Ha) Produksi (Ton) 64 48.1 1.0 81 93.375. Begitu pula dengan perkembangan produksi tanaman palawija.90 Ubi Kyu Luas (Ha) Produksi (Ton) 92 4 3 24 5 129 257.0 381.3 77.907.0 49 117.508.911.5 1.8 2 2.B.6 62.102 3.0 11.0 30.8 4 4.00 966.Awai Jumlah Luas panen.B.432. ini disebabkan karena 2-24 LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh . Peningkatan produksi padi yang tertinggi terjadi pada tahun 2005 sebesar 17.2 5 14.415 426 1.0 1.0 Ubi Jalar Produksi (Ton) Luas (Ha) 5 14.7 4.036.Awai Jumlah Sumber : Barito Selatan Dalam Angka 2007 Tabel 2.0 5.0 2.244.5 252.00 153.1 Padi Ladang Luas (ha) Produksi (ton) 15 451 712 2. yang trus mengalami peningkatan produksi dalam tiga tahun terakhir.0 37 33.00 Sumber : Barito Selatan Dalam Angka 2007 Tabel 2.Bab 2 Gambaran Umum Wilayah Tabel 2.354. Menurunnya produktifitas lahan ini oleh karena petani kurang memperhatikan pemeliharaan tanaman.5 2.6 64 48. hal ini disebabkan karena luas panen yang juga berubah.5 30.6 Kacang Hijau Luas (Ha) Produksi (Ton) 2 2.629 409 992 5.00 95.0 45 31.3 34 30. produksi palawija pangan menurut kecamatan Kacang Tanah Luas (Ha) Produksi (Ton) 2 2.7 Ton. Pada tahun 2006 produksi tanaman padi menurun.2 Sumber : Barito Selatan Dalam Angka 2007 Dari Tabel diatas dapat diketahui bahwa produksi padi dari tahun ke tahun berfluktuasi.1 138.B.682 3.702.21 No 1 2 3 4 5 6 Nama Kecamatan Jenamas Dusun Hilir Karau Kuala Dusun Selatan Dusun Utara G.280 28.0 Nama Kecamatan Jenamas Dusun Hilir Karau Kuala Dusun Selatan Dusun Utara G.2 3 7. produksi tanaman pangan menurut kecamatan Padi Sawah Luas (ha) Produksi (ton) 811 1.

Bumi Ayu Karabung 3 Permai 4 KUD Karya Bersama Sumber : Barito Dalam Angka 2002 C. Dalam pemanfaatan potensi bahan tambang/galian di Kabupaten Barito Selatan klsifikasi pertambangan golongan C. Pertambangan Bahan tambang dan galian di Kabupaten Daerah Tingkat II Barito Selatan merupakan sumber daya alam yang sangat potensial untuk sebagai bahan baku dan energi. LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 2-25 .22 Luas lahan bahan tambang/galian golongan C berdasarkan perusahaan Bahan Tambang/Galian Batu Kapur Batu Kapur Batu Kapur Batu Belah Luas (Ha) 50 20 54 5 Lokasi Muara singa Kecamatan Gunung Bintang Awai Lokasi Muara Singa Kecamatan Gunung Bintang Awai Lokasi Desa patas I Kecamatan Gunung Bintang Awai Lokasi di Muara Sungai Kecamatan Gunung Bintang Awai No 1 2 Nama Perusuhaan PT. 64 pedagang kecil dan 544 pedagang mikro/pengecer. Sektor Perdagangan Berdasarkan data dinas penindustrian dan perdagangan Kabupaten Barito Selatan.Kencana Raya Makmur Indah PT. dengan rincian 2 pedagang besar. B.Bab 2 Gambaran Umum Wilayah makin bertambahnya luas areal tanam secara keseluruhan diKabupaten Barito Selatan. Tetapi secara keseluruhan komoditi tanaman pangan di Kabupaten Barito Selatan masih didominasi oleh usaha tani tanaman. bahan baku industri dan bangunan.Sumber Mitra Jaya PT. 115 pedagang menengah. telah diberikan kepada beberapa pengusaha berbadan hukum yaitu. Menengah dan kecil pada tahun 2007 yang terdaftar mengalami masa pertumbuhan pesat hingga mencapai 181 buah. Jumlah perdagangan dengan klasifikasi pedagang besar. Tabel 2.

sepanjang 414 km diaspal.5 178.6 86.5 2.4 378. dan bus/mini bus 18 buah.261 buah.034 buah.Diaspal .2 165. truk 16 buah.011 km.5 50.1 198. mobil penumpang 56 buah.Sedang . Jumlah pelanggan telepon di tahun 2004 adalah 1.5 1. Tabel 2.5 180.Rusak . Jumlah kendaraan bermotor tahun 2004 sebanyak 2.7 A.9 275.000.2.0 413.5 Sumber : Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Barito Selatan LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 2-26 . Dari banyaknya surat pos yang terkirim. 157 tanah dan 165 tidak dirinci. secara umum mengalami kenaikan. Pada tahun 2004.918 Satuan Sambungan Telepon.0 157.4 182.9 205.Tidak Dirinci Kondisi Jalan .Kerikil .6 8.23 Keadaan Jalan Menurut Jenis Permukaan dan Keadaan. 275 kerikil. Sedangkan jumlah kendaraan tidak bermotor adalah 9.6 195.6 224.2 257. dan Pemerintahan Pengelola Negara Propinsi Kabupaten Jumlah Keadaan Permukaan Jalan .5 44. yang terdiri dari sepeda 8.5 121.Bab 2 Gambaran Umum Wilayah 2.4 79.6 141. 417. Jumlah hotel dan akomodasi lainnya di barito selatan tahun 2004 adalah 20 unit dengan kamar 320 unit dan tempat tidur 482 unit.3 1.6 110.5 112.8 707. 183 km jalan Propinsi. Jaringan Transportasi Transportasi Darat Panjang jalan di barito selatan sampai akhir tahun 2004 mencapai 1.5 51.0 188.011. Kondisi permukaan jalan selama 3 tahun terakhir tidak banyak berubah.025.Tanah .7 50.291 buah. becak 675 buah dan gerobak 295 buah.Baik . Penjualan Materai/prangko di tahun 2004 adalah senilai Rp. dan 707 km jalan kabupaten.Rusak Berat 121.2 1. Berdasarkan klasifikasi jalan. 122 km merupakan jalan Negara.9 164.

714.9 5 POROS TENGAH TOTAL Gambar 2.Bab 2 Gambaran Umum Wilayah NO STATUS JALAN PANJAN G JALAN (KM) JALAN POROS POROS SELATAN PANJAN G JALAN (KM) 820.5 Peta jalan nasional di Kabupaten Barito Selatan LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 2-27 .20 894.714.75 1.9 5 1 JALAN NASIONAL 1.

423.6 Peta Jaringan Jalan di Kabupaten Barito Selatan LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 2-28 .95 3.95 KM PANJANG JALAN PROVINSI MENURUT SK MENDAGRI NO.714.Bab 2 Gambaran Umum Wilayah No JALAN • • PANJANG JALAN NASIONAL MENURUT SK MENTERI PEKERJAAN UMUM NO.95 KM 1 JALANNASIONAL 2 JALANPROVINSI PANJANGJALANDI PROVINSI KALTENG Panjang Jalan (Km ) 1.708.90 RUAS JALAN NASIONAL RUAS JALAN PROVINSI NON STATUS JICA Gambar 2. 55 TAHUN 2000 SEPANJANG 1.707.714.95 1. 369/KPTS/M/2005 SEPANJANG 1.

15 656.526.32 13.71 228. perpindahan hasil hutan ke arah hilir dan industri perkayuan. Inggris dan sebagainya.356.970. Keterbatasan eksplorasi sumber daya alam di wilayah pedalaman Kalimantan mengakibatkan angkutan sungai untuk angkutan barang belum berkembang cukup signifikan.03 10.47 3. seperti Amerika Serikat. Status Jalan 1.707.031. Jalan Provinsi 1. Sudan. Keterbatasan angkutan jalan merupakan alasan lain mengapa angkutan sungai cukup berkembang.32 58.21 B. Jerman. Jalan Kabupaten 8.Bab 2 Gambaran Umum Wilayah Tabel 2.710. Pengembangan sumber daya alam di wilayah pedalaman Kalimantan sesuai dengan arahan strategis tata ruang akan lebih mengedepankan angkutan sungai sebagai angkutan di jalur primer/arteri. Moda transportasi sungai merupakan moda utama di Kalimantan Tengah yang banyak digunakan untuk angkutan penumpang dan barang. Perkembangan angkutan sungai terutama angkutan penumpang di Kalimantan Tengah masih cukup signifikan. Jalan Nasional 2.57 1.87 71.8 1.36 160.24 Panjang Km Status Jalan di Kalimantan Tengah Type Permukaan (Km) Aspal/ Beton Aggregat Tanah Baik Kondisi (%) Sedang Rusak Ringan Rusak Berat No.286.14 51.76 1.72 50.62 3. angkutan sungai lebih banyak digunakan untuk melayani angkutan barang.67 1. Transportasi barang menggunakan sungai pada umumnya adalah untuk mendistribusikan kebutuhan masyarakat umum.5 22.11 266.95 991.92 8.53 15. Pola pengembangan wilayah dan tipologi sangat mendukung angkutan ini untuk berkembang.15 10.707. Di luar negeri.69 27.714.56 35.03 21.98 5. Transportasi Sungai Representasi jaringan angkutan sungai di Kalimantan Tengah direpresentasikan dengan jumlah rute dan kota yang dilalui serta jumlah pelabuhan atau dermaga sungai. Pola pengembangan wilayah dan tipologi wilayah mendukung angkutan sungai untuk berkembang.69 784.95 1.19 33.27 JUMLAH 12. keunggulan sungai dengan traksi yang LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 2-29 .133.21 12. Rendahnya investasi prasarana lintas.71 495.

Mengkatip . 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Buntok Buntok Buntok Buntok Buntok Buntok Buntok Buntok Buntok = = = = = Sungai Barito 900 km 757 km 241. Disamping itu sungai tidak terlalu memperhatikan loading factor angkutan terutama untuk sungai-sungai dalam seperti di Kalimantan.Bangkuang .25 No. Untuk pergerakan dengan kecepatan yang terbatas dan kelas tertentu sungai masih menjadi andalan. Angkutan penumpang agak sulit berkembang di luar negeri karena pelayanan moda di sungai sulit melayani pergerakan dengan kecepatan tinggi.Batempang Jumlah (unit) 5 2 4 1 2 2 1 2 2 2 1 1 1 Jenis Kapal Speedboat Speedboat Tangkalasa Speedboat Speedboat Speedboat Longboat Speedboat Tangkalasa Motor Getak Speedboat Tangkalasa Motor Getak LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 2-30 .Talio . Nama Sungai Panjang Sungai Panjang yang dapat dilayari Lebar rata-rata Kedalaman rata-rata Lokasi Dermaga Kecamatan Dusun Utara Kecamatan Dusun Selatan Kecamatan Dusun Selatan Kecamatan Karau Kuala Kecamatan Dusun Hilir Kecamatan Jenamas Tabel 2.Pendang .Tarusan .Bab 2 Gambaran Umum Wilayah rendah mengakibatkan distribusi barang lewat angkutan sungai lebih murah dibandingkan moda jalan. Adapun kondisi transportasi sungai dijelaskan dalam tabel-tabel berikut ini.Jenamas . Pengembangan angkutan sungai untuk pelayanan penumpang masih tetap dapat menjadi prioritas pengembangan.48 m 14 m Nama Dermaga Dermaga Pendang Dermaga Buntok Dermaga Jelapat Dermaga Bangkuang Dermaga Mengkatip Dermaga Jenamas Trayek Antar Kecamatan Dalam Kabupaten Barito Selatan Trayek .Babai .Reong .

201 11.661 7.892 8.666 2003 (orang) 11.377 11.219 11.328 4.911 11.211 * * * * * 2002 (ton/bc) 5.338 7.901 7.554 12.112 4.626 * * * * * 2003 (ton/bc) 6.116 2004 (orang) 11.167 Jenamas Mengkatip Reong Tarusan Babai Bangkuang Talio Batempang Tabel 2.688 8.810 5.26 Jurusan Buntok Buntok Buntok Buntok Buntok Buntok Buntok Buntok - Jumlah Penumpang 5 Tahun Terakhir di Setiap Dermaga 2000 (orang) 11.700 8.300 12.183 * * * * * 2001 (ton/bc) 5.451 8.28 Kecamatan Jenamas Dusun Hilir Karau Kuala Dusun Selatan Dusun Utara Gunung Bintang Awai JUMLAH (unit) KM 44 27 23 33 17 144 2000 MG MT 140 22 111 19 216 6 201 35 178 18 48 894 100 Sarana Angkutan di Setiap Dermaga (dalam 5 tahun) TG 43 35 11 24 113 KM 47 28 31 46 27 179 2001 MG MT 157 27 120 13 219 11 201 41 194 14 56 947 106 TG 44 39 21 30 4 138 KM 50 30 34 46 27 187 2002 MG MT 161 30 127 17 228 9 201 40 193 17 60 970 113 TG 47 41 24 34 4 150 KM 49 33 32 41 27 182 2003 MG MT 162 31 121 19 224 7 211 42 196 19 62 976 118 TG 50 44 22 31 2 149 KM 47 26 25 31 13 142 2004 MG MT TG 144 25 46 116 17 38 221 5 12 208 38 28 184 14 50 923 99 124 Keterangan : Kapal Motor Motor Getek Motor Tempel Tiung/Tongkang = TG = KM = MG = MT LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 2-31 .417 4.226 7.250 * * * * * Jurusan / Trayek Buntok Buntok Buntok Buntok Buntok Buntok Buntok Buntok Buntok Ket : - Jenamas Mengkatip Bangkuang Pendang Babai Talio Tarusan Reong Batempang ton/bc (*) = ton / barang campuran = hanya untuk angkutan penumpang Tabel 2.311 12.284 12.Bab 2 Gambaran Umum Wilayah Tabel 2.27 Jumlah Pergerakan Barang 5 Tahun Terakhir di Setiap Dermaga 2000 (ton/bc) 5.724 4.110 12.617 8.769 11.003 6.211 7.510 2001 (orang) 11.355 4.401 8.121 4.109 6.449 2002 (orang) 11.711 6.601 8.610 9.447 8.166 12.326 7.770 8.726 8.010 6.110 6.100 4.126 * * * * * 2004 (ton/bc) 6.377 7.760 12.602 13.706 5.776 6.406 12.832 4.862 4.510 8.

kepadatan penduduk Barito Utara tergolong jarang.3.31 jiwa/km2. kecamatan yang mempunyai prosentase penduduk tertinggi sebanyak 54.3.091 orang. Tumpung laung dan Kec. Sebelah Barat berbatasan dengan Kab. 48. Hal ini mengindikasikan bahwa tingkat penyebaran penduduk di Kab.2 Kependudukan Jumlah penduduk Kab. Murung Raya & Porp. 2. Barito Selatan & Prop. Sebagian besar wilayah Kabupaten Barito utara merupakan daerah dataran tinggi khususnya kec. Ketapang yang merupakan daerah perbukitan. dimana ada hanya sekitar 14. Kaltim. Kaltim. Sebagian besar aktivitas kawasan Barito utara masih sangt bergantung kepada keberadaan Sungai Barito sebagai prasarana transportasi yang membentang dari arah utara ke selatan wilayah ini. sedemikian sehingga berpengaruh terhadap tingkat penyebaran penduduk di kawasan Barito utara.75% Perempuan dan 51. Barito Utara tahun 2006 ada 112.25%.3 2. dengan tingkat kepadatan 36 jiwa/km2. sedangkan kecamatan dengan tingkat prosentase penduduk terendah adalah kecamatan Gunung Purei berkisar 2. Sebelah Selatan berbatasan dengan Kab. Barito utara belum merata kondisi ini disebabkan kontribusi aksesibilitas dari pusat kabupaten dengan kecamatan hilir masih buruk.1 Gambaran Umum Kabupaten Barito Utara Letak Geografis Muara teweh merupakan ibukota Kabupaten Barito utara yang berada di propinsi Kalimantan Tengah dan terletak di daerah khatulistiwa diantara 0o49’ sampai dengan 1027’ Lintang Selatan 113020’ sampai dengan 115055’ Bujur Timur. Kecuali sebagian wilayah Kec.00 orang per km perseginya (Barito Utara Dalam Angka 2006). Lahei. Berdasarkan luas wilayah dibanding dengan jumlah penduduk yang ada. Lampoeng dan Kec. ketinggiannya berkisar antara 200 m 500 m dari permukaan air laut. Sebelah Utara berbatasan dengan Kab. Batas Wilayah Kabupaten Barito Utara sebagai berikut : Sebelah Timur berbatasan dengan Prop.56% dengan tingkat kepadatan penduduk berkisar 2.25% Laki-laki. Kalimantan Timur. Murung raya. Dari keseluruhan penduduk Barito Utara. LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 2-32 . Kemiringan lereng bervariasi antara 0% .Bab 2 Gambaran Umum Wilayah 2. Lamandau & Kab.88% berada di kecamatan Teweh Tengah.

Jenis kelamin. sebagian besar adalah hutan dan hasil ikutannya. Sumberdaya alam yang terdapat di Kabupaten Barito Utara. Rata-Rata per Rumah Tangga Penduduk Barito Utara Menurut Kecamatan 2. Tabel 2.50% dari keseluruhan jumlah penduduk Kab.29 Penduduk Barito Utara tahun 2006 menurut elompok Umur. Barito utara memiliki potensi yang cukup tinggi. Barito Utara. Di samping itu juga mempunyai potensi sumberdaya lain yang sampai saat ini masih dieksplorasi. perkebunan. hal ini diindikasikan dengan tingkat prosentase usia produtif antara usia 10 – 65 tahun berada pada kisaran 76.30 Kepadatan.3.Bab 2 Gambaran Umum Wilayah Sedangkan bila dilihat dari potensi produktivitas penduduk.3 Produksi Sumber Daya Alam Kabupaten Barito Utara merupakan salah satu kabupaten yang mempunyai potensi sumberdaya alam yang cukup besar. & pertambangan. serta sumberdaya lahan yang sesuai untuk budidaya pertanian dan perkebunan serta peternakan. LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 2-33 . dan Sex Ratio Tabel 2. Kab.

CAKRA ANDATU SUKSES ( SUDAH PRODUKSI ) DESA LEMO KE. dan sampai saat ini merupakan daerah di propinsi Kalimantan tengah yang mempunyai tingkat produksi batu bara paling tinggi. Batu bara.9” LS. MONTTALAT LS. TENGAH LS.0” S/D 0 01 – 13” – 12.4” S/D 0 00 – 47” – 21.7” LS.0” 0 BT. Eksploitasi barang tambang khususnya batu bara pada daerah ini sudah lama berlangsung.4 S/D 0 114 – 56” – 08. 114 – 48” – 24. Potensi perkebunan di daerah ini khususnya karet cukup tinggi. Potensi tambang dan bahan galian seperti Emas. 00 – 47” – 23. kondisi ini tidak hanya memberikan kontribusi terhadap tingkat pendapatan daerah setempat. T.5” 00 – 44” – 37.8” S/D 0 114 – 54” – 01. LAHEI LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 2-34 . Intan dan sebagainya. TELEN ORBIT PRIMA ( TAHAP KONSTRUKSI ) DESA PARING LAHUNG KEC.2” S/D 0 00 – 44” – 37. LAHEI 4 PT. namun sektor perkebunan memberikan lapangan kerja bagi masyarakat sekitar. 01 – 01” – 50.8” S/D 0 01 – 01” – 52.7 S/D 0 114 – 48” – 22. PADA IDI ( TAHAP KONSTRUKSI ) DESA LUWE HULU KEC.31 NO Daftar Perusahaan Pertambangan dan Pelabuhan Khusus di Kabupaten Barito Utara LOKASI PELSUS KOORDINAT NAMA PERUSAHAAN 1 PT.725 juta ton Pada umumnya perusahaan yang bergerak pada bidang pertambangan batu bara di kawasan ini merupakan joint venture antara investor lokal dengan asing.4” 0 BT.4” 0 BT. 01 – 13” – 00.Bab 2 Gambaran Umum Wilayah Sumber daya mineral di Kabupaten Barito Utara berdasarkan hasil penyelidikan yang dilakukan baik oleh pemerintah maupun oleh perusahaan-perusahaan pertambangan telah diperoleh data adanya beberapa bahan galian di daerah ini. 0 0 3 PT. Jenis bahan galian ini terletak menyebar di beberapa kecamatan di Kabupaten Barito Utara. Tabel 2. 114 – 49” – 45” S/D 0 114 – 49” – 47” 0 0 2 PT. 114 – 56” – 23. 114 – 53” – 52. Perhitungan sumberdaya hipotetik batubara daerah Lahai dan sekitarnya berdasarkan hasil inventarisasi dipermukaan berjumlah 32. ALAM BAHTERA BARITO RAYA ( TAHAP KONSTRUKSI ) DESA TELUK MALEWAI KEC.4” 0 BT.

6” S/D 0 114 – 52 – 03. ANTANG GANDA UTAMA ( SUDAH PRODUKSI ) DESA BUTONG KEC. LAHEI 11 DESA IPU KEC.6” 0 LS.5” 0 BT. 114 – 51” – 16.1” S/D 0 00 – 54” – 28. 9 PT. ASMIN BARA JAAN ( TAHAP KONSTRUKSI ) DESA BUNTOK KECIL KEC. LAHEI LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 2-35 .9” 0 LS. VICTOR DUA TIGA MEGA ( SUDAH PRODUKSI ) PT. TEWEH TENGAH 00 –56.1” S/D 0 00 – 59” – 23.1 – 16.3” 0 BT.6” S/D 0 01 – 06” – 56. SUPRABARI MAPANINDO MINERAL ( TAHAP KONSTRUKSI ) DESA BT. TEWEH TENGAH 01 – 06” – 57. 114 – 48” – 36. TEWEH TENGAH 01 –08 – 07.7” 0 LS.5” S/D 0 00 – 56” – 22. DUTA NUR CAHYA ( SUDAH PRODUKSI ) MUARA BAKAH KEC. 114 – 54” – 53. PERMATA MULYA AGUNG ( SUDAH PRODUKSI ) DESA PENDREH KEC. 114 – 56” – 01. TEWEH TENGAH 01 – 04” – 27.5” S/D 0 00 – 04” – 36.4” 0 LS. SINOMAST MINING ( TAHAP KONSTRUKSI ) DESA LUWE HULU KEC. TEWEH TENGAH 00 – 59” – 16. 0 6 PT.5” S/D 0 114 – 51 – 41.1” 0 BT. 00 – 49” – 20.2” LS. 7 PT.5” S/D 0 01 – 08– 10. HARFA TARUNA MANDIRI ( TAHAP KONSTRUKSI ) DESA PARARAWEN KEC.6” S/D 0 114 – 51” – 05. 114 – 52” – 19. LAHEI 01 – 54” – 53.2” 0 BT.9” 0 BT.2” 0 BT. 114 – 56” – 33. 114 – 53” – 57.0” 0 0 LS. 8 PT.1” S/D 0 114 – 52” – 57.6” S/D 0 114 – 53” – 12. 01 – 46” – 59. 12 PT. 114 – 51” – 53. NINGGI KEC.1” S/D 0 114 – 48” – 28.4” 0 BT.2” LS. 10 PT.1” 0 BT.8” 0 LS.Bab 2 Gambaran Umum Wilayah 5 PT.

konsumsi pemerintah.18%. Dengan demikian dengan angka PDRB dapat terlihat seberapa besar kegiatan perekonomian yang dihasilkan dalam kurun waktu tertentu (satu tahun) di Kabupaten Barito Utara dan pertumbuhan dari kegiatan perekonomian Kabupaten Barito Utara jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. hal ini memberikan indikasi positif tentang kemajuan daerah. Dilihat dari sisi pertumbuhan dalam persentase (lihat tabel di bawah).40%.81%. Peternakan. [viii] sektor Keuangan pada tahun 2004 sampai dengan tahun 2006 mengalami pertumbuhan rata-rata sebesar 4.47%.04%. jumlah pengeluaran yang dilakukan untuk konsumsi rumah tangga. [ii] sektor Pertambangan dan Penggalian pada tahun 2004 sampai dengan tahun 2006 mengalami pertumbuhan rata-rata sebesar 13.14%. [vii] sektor Pengangkutan dan Telekomunkasi pada tahun 2004 sampai dengan tahun 2006 mengalami pertumbuhan rata-rata sebesar 7.81%. dan perubahan ekspor neto dari satu daerah.3. Gas dan Air Bersih pada tahun 2004 sampai dengan tahun 2006 mengalami pertumbuhan rata-rata sebesar 6.82%. Lembaga swasta. hotel dan restoran pada tahun 2004 sampai dengan tahun 2006 mengalami pertumbuhan rata-rata sebesar 4. [ix] sektor Jasa pada tahun 2004 sampai dengan tahun 2006 mengalami pertumbuhan rata-rata sebesar 14. [iv] sektor Listrik. Perkembangan absolud PDRB cenderung meningkat selama tiga tahun terakhir (2004 – 2006). bahwa masing-masing lapangan usaha menunjukkan bahwa [i] sektor Pertanian.Bab 2 Gambaran Umum Wilayah 2.4 Perekonomian Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) merupakan jumlah produk nilai barang dan jasa yang dihasilkan oleh berbagai unit produksi atau jumlah balas jasa yang diterima oleh faktor produksi yang ikut serta dalam proses produksi.63%. [v] sektor Bangunan pada tahun 2004 sampai dengan tahun 2006 mengalami pertumbuhan rata-rata sebesar 4. Kehutanan dan Perikanan pada tahun 2004 sampai dengan tahun 2006 mengalami pertumbuhan rata-rata sebesar 6. [vi] sektor Perdagangan. LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 2-36 . [iii] sektor Industri Pengolahan pada tahun 2004 sampai dengan tahun 2006 mengalami pertumbuhan rata-rata sebesar 7.

namun kondisi fisik dari ruas jalan masih perlu banyak perbaikan. karena apabila musim hujan ada ruas-ruas jalan yang mengalami banjir sehingga tidak bisa dilalui. jalan kabupaten selebihnya merupakan jalan desa. Jaringan Transportasi Transportasi Darat Prasarana transportasi darat di Kabupaten Barito utara dibagi dalam jalan negara.3. perkebunan.Bab 2 Gambaran Umum Wilayah Tabel 2. Untuk kondisi aksesibilitas jalan ini juga sangat tergantung dari musim. Hal ini disebabkan kondisi tanah dasar sebagian ruas yang dilalui relatif labil. Aksesibilitas terhadap Pusat Kegiatan Nasional mengalami kendala secara jarak maupun tingkat aksesibilitasnya itu sendiri. namun pada sebagian besar ruas jalan luar kota masih sangat minim baik secara kuantitas dan kualitas. jalan propinsi. Akses antar pusat kegiatan pada dasarnya sudah dirintis secara jaringan. jalan HPH dan jalan kawasan industri. dimana kendala yang dihadapi berupa LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 2-37 . Sebagian besar kondisi jalan dalam kota relatif sudah baik karena telah dilakukan perbaikan dan peningkatan pada sebagian ruas jalan.33 Pertumbuhan PDRB Atas Dasar Harga Berlaku tahun 2000 Menurut Lapangan Usaha (jutaan Rupiah) 2.5 A.32 Perkembangan PDRB Atas Dasar Harga Konstan tahun 2000 Menurut Lapangan Usaha (jutaan Rupiah) Tabel 2. ditambah lagi muatan angkutan barang yang sering kali melebihi tonase jalan yang diijinkan.

30 %. Pada tahun 2006 tingkat prosntase kondisi jalan yang baik hanya berkisar 11. sedangkan sebaliknya dimana kondisi jalan yang sudah rusak berat menjadi berkurang sebesar 6.31 %. Demikian juga banyak sungai yang memotong jalur jalan tersebut sehingga harus membuat banyak jembatan terminal merupakan salah satu fasilitas penting untuk mendukung pengembangan transportasi darat yang digunakan sebagai tempat naik-turunnya penumpang dan barang antar kota atau di dalam wilayah. kalaupun peningkatan tersebut belum begitu tinggi nilai peningkatannya.00 %. sedangkan pada tahun 2007 meningkat menjadi 26. Di Kabupaten Barito utara terminal yang ada hanya berupa pangkalan-pangkalan angkutan umum saja tanpa didukung oleh bangunannya kecuali di Muara teweh. hal ini mengindikasikan usaha pemerintah dalam meningkatkan aksesibilitas guna menunjang perkembangan daerah.34 Panjang jalan Menurut Jenis Permukaan Jalan (dalam Km) Usaha pemerintah daerah dalam meningkatkan aksesibilitas daerah terlihat dalam tabel di bawah ini. LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 2-38 .Bab 2 Gambaran Umum Wilayah banyak tingkat kelandaian jalan yang relatif tinggi sepanjang rute tersebut disebabkan sebagian besar wilayah Barito utara merupakan dataran tinggi. dimana baik secara kuantitas maupun kualitas terjadi peningkatan dalam prasarana jalan darat. Tetapi sejauh ini sedikit bis yang bersedia menaikkan penumpang dari terminal karena belum ada keterkaitan yang jelas antara angkutan luar kota dan angkutan dalam Kota Muara teweh. Tabel 2. yang merupakan terminal angkutan luar kota (antar kabupaten dan antar propinsi). hal ini didasarkan pada kemampuan daerah dalam mendanai usaha perbaikan tersebut. dimana rata-rata lebar jalan akses ke Pusat Kegiatan tersebut berkisar 4 – 6 meter. Ditambah lagi dengan dimensi jalan yang masih minim.

Kab. Barito Utara LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 2-39 .Bab 2 Gambaran Umum Wilayah Tabel 2.7 Peta Jaringan Jalan Di Kota Muara Teweh.35 Panjang Jalan Menurut Kondisi Jalan (dalam Km) Gambar 2.

Bab 2 Gambaran Umum Wilayah B. Kondisi sungai dengan kelebaran yang memadai dan juga dapat menjangkau sampai wilayah pedalaman menyebabkan sungai juga berfungsi sebagai prasarana sungai ini transportasi pergerakan penduduknya. satu-satunya gangguan yang dihadapi adalah derasnya arus sungai yang akan menghambat laju kapal menuju hulu sungai serta batasan ketinggian ambang tinggi jembatan yang terlewati oleh jalur sungai dimana kondisi ini menyebabkan kapal-kapal besar tidak dapat melewati jalur sungai tersebut. dermaga Muara teweh. Keberadaan sungai ini memberikan kontribusi yang sangat berarti bagi perkembangan wilayah ini. Hal ini ditunjang dengan kondisi dimana sebagian pusat kegiatan penduduk kawasan Barito utara umumnya masih berada tidak jauh dari jalur pelayaran sungai. maka transportasi air yang sudah berabad-abad ada di Kabupaten Barito utara tetap dilanjutkan. Barito utara. antara lain . Transportasi Sungai Aktivitas penduduk kawasan Muara teweh yang masih banyak menggunakan sungai sebagai prasarana transportasi mengindikasikan bahwa masih tingginya apresiasi masyarakt akan prasarana angkutan ini. Terdapat beberapa dermaga sungai di Kabupaten Barito Utara. Sebaliknya pada musim hujan.batu di dasar sungai (gosong) ataupun kayu-kayu yang tenggelam di dasar sungai sehingga mempertinggi resiko perjalanan kapal. Pada saat musim kemarau biasanya terjadi surutnya air sungai yang dapat menghambat kapal-kapal besar masuk ke daerah pedalaman. dermaga Lahei. hal ini dikarenakan : Rendahnya debit air Turunnya permukaan air Munculnya batu . & dermaga Montalat dimana pemanfaatan dermaga ini diperuntukan untuk dapat mengakomodir mobilitas perekonomian 2-40 LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh . namun sudah dimanfaatkan untuk angkutan barang tambang dan hasil perkebunan di kawasan ini sampai ke kawasan hulu sungai Barito. Akan tetapi transportasi mempunyai kelemahan baik pada musim kemarau maupun musim hujan. dimana pemanfaatan sungai tidak hanya dilayari oleh pelayaran penduduk sekitar untuk kepentingan mobilitasnya. Selain itu karena umumnya kota-kota di pedalaman berkembang di pinggir sungai. banyak pula penyebrangan sungai untuk menuju bagian kota lainnya sehingga memerlukan kehati-hatian dari pengemudi kapal dalam menyebrang arus yang deras tersebut Sungai Barito merupakan prasarana transportasi sungai utama di Kab. Paralel dengan kebutuhan transportasi darat yang tidak semuanya dapat dipenuhi oleh prasarana jalan.

KAPAL Dtg 1 2 3 Brkt 4 PENUMPANG (Orang ) Turun 5 . Keberadaan dermaga-dermaga sungai milik pemerintah/dishub lebih bertujuan untuk memperlancar lalu lintas aliran penumpang. Sebagian besar konstruksi dermaga terbuat dari kayu ulin dan besi.172 4.481 397.808 66.102 18.004 18.044 45.095 11.107 16.005 19.036 78.017 1.392 LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 2-41 .804 333.804 85. Pada perkembangannya saat ini masih diperlukan beberapa dermaga di beberapa lokasi untuk dapat mengakomodir angkutan barang dan penumpang kawasan ini. dengan barang hasil tambang dan perkebunan belum banyak terakomodir.075 1.72 191. selain ditunjang oleh kebijakan pemerintah daerah setempat angkutan yang akan meningkatkan tambang pemanfaatan perkebunan ssungai di untuk prasarana ini untuk barang hasil dan kawasan didistribusikan ke daerah hlir. dimana sebagian besar tersebut perlu perbaikan yang disebabkan umur operasi dermaga yang sudah lama.349 1.0 3 2005 1.081 61. 1 2003 1.279 5. baik yang sifatnya berupa pergerakan intra zona atau antar zona di kawasan ini.186 1.012 44.789 815. Hal ini juga merupakan indikasi perkembangan kawasan dalam pemanfaatan sungai sebagai prasarana transportasi kawasan ini. Pada sisi lain.137 910.36 Perkembangan Angkutan Sungai di Kab. Tapi disisi lain untuk pengangkutan barang akan masih tetap tetap diprioritaskan untuk mengandalkan angkutan sungai.067 1.804 5 2007 JUMLAH 1.Bab 2 Gambaran Umum Wilayah antar kecamatan dan kabupaten pada umumnya.445 224.131 12.090 14.0 4 2006 1.267 79.342 61. pangan dan papan.187 44.42 Naik 6 Bkr 7 BARANG (Ton) Muat 8 10 KET NO TAHUN 2 2004 1. Tabel 2. misi dari pemerintah tersebut terhalang oleh kondisi utilitas dari masing-masing dermaga yang sudah beroperasi. Barito Utara Tahun 2003 – 2007. dan aliran barang hanya sebatas barang kebutuhan pokok sandang.431 1.174 5.

267 66.000 104.044 45. khususnya angka penumpang baik yang datang maupun yang berangkat dari simpul muara teweh.000 44. LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 2-42 .5% pertahun.036 60.Berangkat 120.323 18.000 36.8 Grafik Fluktuativitas Jumlah Penumpang Di Simpul Muara Teweh Pada grafik terlihat jumlah penumpang berangkat tertinggi terjadi pada tahun 2002 sekitar 104. namun pada tahun berikunya kembali mengalami kenaikan dengan tingkat pertumbuhan berkisar 2.Bab 2 Gambaran Umum Wilayah Dari sumber data diatas dan beberapa sumber data lain yang kami inventarisir dapa terlihat angka peningkatan.107 61.012 18.5% pertahun. untuk kemudian mengalami kenaikan kembali pada tahun berikutnya dengan tingkat pertumbuhan mencapai 3.804 80.445 Jumlah 20. Berikut akan ditampilkan grafik mengenai pertumbuhan jumlah penumpang di simpul muara Teweh ini : Data Penumpang Muara Teweh Penumpang . pada tahun 2003 jumlah penumpang yang yang datng mengalami penurunan yang cukup tajam mencapai 50%.907 100.907 orang.000 85.174 79. namun terjadi penurunan yang sangat drastis pada tahun berikutnya.000 78.789 40. Seperti pada angka jumlah penumpang berangkat.000 2002 2003 2004 2005 2006 2007 Tahun Gambar 2.131 61.Datang Penumpang .

37 Jumlah Kapal. isi dan PK Kapal Pedalaman yang Terdaftar Dalam Wilayah Satker LLASDP LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 2-43 .Bab 2 Gambaran Umum Wilayah Tabel 2.

Bab 3 Pengumpulan dan Pengolahan Data 3. c. Untuk menentukan azimuth/arah titik-titik kontrol/polygon yang tidak terlihat satu dengan yang lainnya. Pengamatan Azimuth Astronomis Pengamatan matahari dilakukan untuk mengetahui arah/azimuth awal yaitu: a. Peralatan Survei Peralatan yang dipergunakan dalam survei topografi antara lain meliputi: Wild T-0 Theodolit (2 buah) Wild Nak. 1. b. Penentuan sumbu X dan Y untuk koordinat bidang datar pada pekerjaan pengukuran yang bersifat lokal/koordinat lokal. Sebagai koreksi azimuth guna menghilangkan kesalahan akumulatif pada sudut-sudut terukur dalam jaringan polygon.1 Survei Topografi Survei ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran bentuk permukaan tanah yang berupa situasi dan ketinggian serta posisi kenampakan yang ada di areal lokasi pekerjaan beserta areal sekitarnya.1 Waterpass (1 buah) Rambu ukur (4 set) Pita ukur 50 m (2 buah) Rol meter 3 m (3 buah) Calculator (3 unit) 2. Hasilnya kemudian akan dipetakan dengan skala dan interval kontur tertentu. LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 3-1 .

Y) maupun elevasi (Z). Dengan memperhatikan metoda pengamatan azimuth astronomis pada Gambar adalah : atau T = M + = M +( T - M ) dimana: T M = azimuth ke target = azimuth pusat matahari = bacaan jurusan mendatar ke target = bacaan jurusan mendatar ke matahari ( T) ( M) Pengukuran azimuth matahari dilakukan pada jalur polygon utama terhadap patok terdekat dengan titik pengamatan pada salah satu patok yang lain.1. Mengingat fungsinya tersebut maka patok-patok beton ini diusahakan ditanam pada kondisi tanah yang stabil dan aman.1 3. yaitu untuk menyimpan data koordinat. Kedua jenis titik ikat ini diberi nomenklatur atau kode. Disamping itu perlu pula dibuat deskripsi dari kedua jenis titik ikat yang memuat LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 3-2 . untuk memudahkan pembacaan peta yang dihasilkan. baik koordinat (X. Kedua jenis titik ikat ini mempunyai fungsi yang sama. Azimuth Target ( T T) Pengamatan azimuth astronomis. Pembuatan Titik Tetap (Bench Mark) Sebagai titik pengikatan dalam pengukuran topografi perlu dibuat bench mark (BM) dibantu dengan control point (CP) yang dipasang secara teratur dan mewakili kawasan secara merata.Bab 3 Pengumpulan dan Pengolahan Data Utara (Geografi) Matahari M M T T P2 P1 (target) Gambar 3. 3.

titik akhir pengukuran berada pada titik awal pengukuran. Pada pengukuran polygon ini. Bentuk bench mark yang dimaksud dapat dilihat pada Gambar 3. Pengukuran Jarak LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 3-3 . Azimut awal akan ditetapkan dari pengamatan matahari dan dikoreksikan terhadap azimut magnetis. Penentuan Kerangka Dasar Horizontal Pengukuran titik kontrol horizontal (titik polygon) dilaksanakan dengan cara mengukur jarak dan sudut menurut lintasan tertutup.Bab 3 Pengumpulan dan Pengolahan Data sketsa lokasi dimana titik ikat tersebut dipasang dan nilai koordinat maupun elevasinya. 4. dimana besar sudut yang akan dipakai adalah harga rata-rata dari pembacaan tersebut. Pengukuran sudut dilakukan dengan pembacaan double seri.2.2 Bench mark yang dibuat untuk titik referensi. Gambar 3.

4. Jarak AB = d1 + d2 + d3 Untuk menjamin ketelitian pengukuran jarak maka sebagai koreksi dilakukan juga pengukuran jarak optis pada saat pembacaan rambu ukur dengan theodolit.3 Pengukuran jarak pada permukaan miring. Tingkat ketelitian hasil pengukuran jarak dengan menggunakan pita ukur. Alat ukur sudut yang digunakan Theodolite T2. Alat ukur jarak yang digunakan pita ukur 50 meter.Bab 3 Pengumpulan dan Pengolahan Data Pengukuran jarak dilakukan dengan menggunakan pita ukur 50 meter. = Sudut mendatar AB AC = Bacaan skala horisontal ke target patok B = Bacaan skala horisontal ke target patok C Pembacaan sudut jurusan polygon dilakukan dalam posisi teropong biasa (B) dan luar biasa (LB) dengan spesifikasi teknis sebagai berikut : Jarak antara titik-titik polygon adalah 100 m. d1 A d2 1 d3 2 B Gambar 3. sangat tergantung pada cara pengukuran itu sendiri dan keadaan permukaan tanah. Pengukuran Sudut Jurusan Sudut jurusan sisi-sisi polygon adalah besarnya bacaan lingkaran horisontal alat ukur sudut pada waktu pembacaan ke suatu titik. Penjelasan pengukuran sudut jurusan diilustrasikan pada Gambar 3.3. 3-4 LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh . Khusus untuk pengukuran jarak pada daerah yang miring dilakukan dengan cara seperti yang diilustrasikan pada Gambar 3. Besarnya sudut jurusan dihitung berdasarkan hasil pengukuran sudut mendatar di masing-masing titik polygon.

Bab 3

Pengumpulan dan Pengolahan Data

Jumlah seri pengukuran sudut 4 seri (B1, B2, LB1, LB2). Selisih sudut antara dua pembacaan 5” (lima detik).

Ketelitian jarak linier (Kl) ditentukan dengan rumus berikut.

KI

fx

2

fy d

2

1 : 5.000

dimana: fx = jumlah X dan fy = jumlah Y Bentuk geometris polygon adalah loop. Perhitungan terhadap data pengukuran kerangka dasar horisontal dilakukan dalam bentuk spreadsheet sehingga koreksi perhitungan dapat dilakukan dengan tepat dan merata. Hasil perhitungan tersebut diplot dalam bentuk gambar grafik polygon pengukuran.

AB

B
AC

A

C

Gambar 3.4

Pengukuran sudut antar dua patok.

5. Penentuan Kerangka Dasar Vertikal Kerangka dasar vertikal diperoleh dengan melakukan pengukuran sipat datar pada titik-titik jalur polygon. Jalur pengukuran dilakukan tertutup (loop), yaitu pengukuran dimulai dan diakhiri pada titik yang sama. Pengukuran beda tinggi dilakukan double stand dan pergi pulang. Seluruh ketinggian di traverse net (titiktitik kerangka pengukuran) telah diikatkan terhadap BM. Penentuan posisi vertikal titik-titik kerangka dasar dilakukan dengan melakukan pengukuran beda tinggi antara dua titik terhadap bidang referensi seperti diilustrasikan pada Gambar 3.5.

LAPORAN FINAL

Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh

3-5

Bab 3

Pengumpulan dan Pengolahan Data

Slag 2 Slag 1 b1 m1 b2 m21

Bidang Referensi D D

Gambar 3.5

Pengukuran waterpass.

Spesifikasi Teknis pengukuran waterpass adalah sebagai berikut : Jalur pengukuran dibagi menjadi beberapa seksi. Tiap seksi dibagi menjadi slag yang genap. Setiap pindah slag rambu muka menjadi rambu belakang dan rambu belakang menjadi rambu muka. Pengukuran dilakukan double stand pergi pulang pembacaan rambu lengkap Benang Atas, Benang Tengah, dan Benang Bawah. Selisih pembacaan stand 1 dengan stand 2 lebih kecil atau sama dengan 2 mm. Jarak rambu ke alat maksimum 75 m. Setiap awal dan akhir pengukuran dilakukan pengecekan garis bidik. Toleransi salah penutup beda tinggi (T) ditentukan dengan rumus berikut:

T

8 D mm

dimana D = Jarak antara 2 titik kerangka dasar vertikal dalam satuan km Hasil pengukuran lapangan terhadap kerangka dasar vertikal diolah dengan menggunakan spreadsheet sebagaimana kerangka horisontalnya. Dari hasil pengolahan tersebut didapatkan data ketinggian relatif pada titik-titik patok terhadap Benchmark acuan. Ketinggian relatif tersebut pada proses selanjutnya akan dikoreksi dengan pengikatan terhadap elevasi muka air laut paling surut (Lowest Low Water Level - LLWL) yang dihitung sebagai titik ketinggian nol (+0.00).

LAPORAN FINAL

Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh

3-6

Bab 3

Pengumpulan dan Pengolahan Data

6. Pengukuran Situasi Rinci Penentuan situasi dilakukan untuk mengambil data rinci lapangan, baik obyek alam maupun bangunan-bangunan, jembatan, jalan dan sebagainya. Obyek-obyek yang diukur kemudian dihitung harga koordinatnya (x,y,z). Untuk selanjutnya garis kontur untuk masing-masing ketinggian dapat ditentukan dengan cara interpolasi. Pengukuran rinci/situasi dilaksanakan memakai metoda tachymetri dengan cara mengukur besar sudut dari polygon (titik pengamatan situasi) kearah titik rinci yang diperlukan terhadap arah titik polygon terdekat lainnya, dan juga mengukur jarak optis dari titik pengamatan situasi. Pada metoda tachymetri ini didapatkan hasil ukuran jarak dan beda tinggi antara stasiun alat dan target yang diamati. Dengan cara ini diperoleh data-data sebagai berikut : Azimuth magnetis Pembacaan benang diafragma (atas, tengah, bawah) Sudut zenith atau sudut miring Tinggi alat ukur Spesifikasi pengukuran situasi adalah sebagai berikut : Metode yang digunakan adalah methode tachymetri dengan membuat jalur ray, dimana setiap ray terikat pada titik-titik polygon sehingga membentuk jalur polygon dan waterpass terikat sempurna. Pembacaan detail dilakukan menyebar ke seluruh areal yang dipetakan dengan kerapatan disesuaikan dengan skala peta yang akan dibuat. Gundukan tanah, batu-batu besar yang mencolok serta garis pantai akan diukur dengan baik. Juga bangunan-bangunan yang penting dan berkaitan dengan pekerjaan desain akan diambil posisinya.

3.2
Survei

Survei Batimetri
batimetri atau seringkali disebut dengan pemeruman (sounding)

dimaksudkan untuk mengetahui keadaan topografi perairan. Cara yang dipakai dalam pengukuran ini adalah dengan menentukan posisi-posisi kedalaman sungai pada jalur memanjang dan jalur melintang untuk cross check. Penentuan posisiposisi kedalaman dilakukan menggunakan GPS MAP. Metodologi pelaksanaan survei batimetri ini adalah sebagai berikut:

LAPORAN FINAL

Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh

3-7

Bab 3

Pengumpulan dan Pengolahan Data

Penentuan Jalur Sounding Jalur sounding adalah jalur perjalanan kapal yang melakukan sounding dari titik awal sampai ke titik akhir dari kawasan survei. Jarak antar jalur sounding yang digunakan adalah 100 m, sepanjang 1,0 km (Gambar 3.6). Pada bagian yang lokasi detail, jalur sounding dibuat dengan jarak 50m. Untuk tiap jalur sounding dilakukan pengambilan data kedalaman perairan setiap jarak 25 m. Titik awal dan akhir untuk tiap jalur sounding dicatat dan kemudian di-input ke dalam alat pengukur yang dilengkapi dengan fasilitas GPS, untuk dijadikan acuan lintasan perahu sepanjang jalur sounding. Contoh jalur sounding pada kawasan pengukuran dapat dilihat pada Gambar 3.6.

R am bu W a te rp a s

P e n g u k u ra n P e n g ik a ta n K e B M G P S (B a s e ) R am bu P asut

B M

25 m

Ja lu

r P en gu ku 50 m ra n

D G P S (D iffe r e n tia l G P S )

So un di 7 5 mn

P o s is i F ix

g

100 m

G P S (R o v e r)

S o u n d in g

Gambar 3.6 Peralatan Survei

Pergerakan perahu dalam menyusuri jalur sounding.

Peralatan survei yang diperlukan pada pengukuran batimetri adalah: Echo Sounder GPSMap dan perlengkapannya. Alat ini mempunyai fasilitas GPS (Global Positioning System) yang akan memberikan posisi alat pada kerangka horisontal dengan bantuan satelit. Dengan fasilitas ini, kontrol posisi dalam kerangka horisontal dari suatu titik tetap di darat tidak lagi diperlukan. Selain fasilitas GPS, alat ini mempunyai kemampuan untuk mengukur kedalaman perairan dengan menggunakan gelombang suara yang dipantulkan ke dasar perairan. Gambar alat ini disajikan pada Gambar 3.7, sedangkan penempatan alat ini dan perlengkapannya pada perahu dapat dilihat di Gambar 3.8.

LAPORAN FINAL

Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh

3-8

Bab 3

Pengumpulan dan Pengolahan Data

Notebook. Satu unit portable computer diperlukan untuk menyimpan data yang di-download dari alat GPSMap setiap 300 kali pencatatan data. Perahu. Perahu digunakan untuk membawa surveyor dan alat-alat pengukuran menyusuri jalur-jalur sounding yang telah ditentukan. Dalam operasinya, perahu tersebut harus memiliki beberapa kriteria, antara lain: Perahu harus cukup luas dan nyaman untuk para surveyor dalam melakukan kegiatan pengukuran dan downloading data dari alat ke komputer, dan lebih baik tertutup dan bebas dari getaran mesin. Perahu harus stabil dan mudah bermanuver pada kecepatan rendah. Kapasitas bahan bakar harus sesuai dengan panjang jalur sounding. Papan duga. Papanduga digunakan pada kegiatan pengamatan fluktuasi muka air di laut. Peralatan keselamatan. Peralatan keselamatan yang diperlukan selama kegiatan survei dilakukan antara lain life jacket.

Gambar 3.7

Reader alat GPSMap yang digunakan dalam survei batimetri.

LAPORAN FINAL

Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh

3-9

Bab 3

Pengumpulan dan Pengolahan Data

SATELIT

TAMPAK SAMPING
READER ANTENA

TAMPAK BELAKANG

ANTENA

Permukaan Air Laut

TRANDUSER

TRANDUSER

DASAR LAUT

Gambar 3.8

Penempatan GPSMap (tranduser, antena, reader) di perahu.

LAPORAN FINAL

Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh

3-10

Bab 3

Pengumpulan dan Pengolahan Data

Gambar 3.9

Peta topografi batimetri Dermaga Pendang.

LAPORAN FINAL

Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh

3-11

Bab 3 Pengumpulan dan Pengolahan Data Gambar 3.10 Peta topografi batimetri Dermaga Muarateweh. LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 3-12 .

19 6.43 16.08 11.82 10.26 10.72 8.62 11.12 7.55 15.14 6.92 12. Alat pencatat muka air yang ada di Pendang menggunakan rekaman muka air yang ada di Buntok.00 6.56 8.06 8.03 16.35 7.57 12.73 9.79 8.72 13.68 9. Untuk menghitung elevasi dermaga maka digunakan catatan hasil pengukuran elevasi muka air yang dilakukan di kedua tempat tersebut.99 7.02 7.91 7.70 5.95 9.3 Pencatatan Elevasi Muka Air Baik di Pendang maupun di Muarateweh masing-masing sudah tidak terpengaruh lagi oleh pasang surut. Namun karena jarak dari Pendang dan Buntok relatif dekat yaitu berjarak sekitar 47 km maka diasumsikan elevasi muka air yang terjadi di Buntok sama dengan elevasi muka air yang terjadi di Pendang.69 8.82 8.1 Rata-Rata Fluktuasi Muka Air Bulanan di Sungai Barito Lokasi Pengukuran di Buntok NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 BULAN JANUARI PEBRUARI MARET APRIL MEI JUNI JULI AGUSTUS SEPTEMBER OKTOBER NOPEMBER DESEMBER 2002 16.54 7.00 7.00 9.17 6.37 7.44 10.51 11.60 12.23 10.30 2007 9.91 E 1000 0 LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 3-13 .56 10.37 8.33 6.46 8. Baik di Pendang maupun terdapat data sekunder pencatatan elevasi muka air. Alat papan duga muka air yang ada di Buntok diletakkan pada kedalaman -7 sehingga jika data muka air yang dicatat adalah 10 m berarti tinggi muka air sebenarnya adalah 3 m. Dinamika perairan yang tampak di kedua lokasi tersebut hanya dipengaruhi oleh musim basah dan musim kering.53 12.04 11.00 2006 10.32 10. Tabel 3.08 2004 9.60 2005 11.83 8.43 11.55 8. Sedangkan di Muarateweh Alat papan duga muka air yang ada diletakkan pada kedalaman -5 sehingga jika data muka air yang dicatat adalah 10 m berarti tinggi muka air sebenarnya adalah 5 m.70 13.64 10.57 9.58 3.57 10.34 16.74 10.68 8.00 7.07 7.75 8.01 5.14 6.67 E Series1 3000 2000 Series2 Series3 Series4 BULAN JANUARI PEBRUARI MARET APRIL MEI JUNI E JULI AGUSTUS SEPTEMBER OKTOBER NOPEMBER DESEMBER Series5 Series6 Muarateweh 2003 9.50 5.20 6.57 7.82 10.Bab 3 Pengumpulan dan Pengolahan Data 3.38 6.78 7.

28 6.78 7.60 9.42 7.35 3.43 0.93 6.19 7.14 9.38 8.96 5.35 4.03 4.75 5.91 0.12 0.08 2.37 10.57 10.78 6.61 6.2 Rata-Rata Fluktuasi Muka Air Bulanan di Sungai Barito Lokasi Pengukuran di Muarateweh NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 BULAN JANUARI PEBRUARI MARET APRIL MEI JUNI JULI AGUSTUS SEPTEMBER OKTOBER NOPEMBER DESEMBER 2002 5.94 8.32 4.54 7.70 6.61 3.11 9.84 7.05 1.70 3.61 9.53 5.50 1.22 2003 5.26 4.65 2006 8.95 5.19 6.39 5.49 8.76 2.70 6.09 6.62 8.Bab 3 Pengumpulan dan Pengolahan Data Tabel 3.92 7.60 8.15 5.40 2004 8.24 18 2002 2003 2004 2005 16 14 2006 2007 12 10 8 6 4 2 0 2 4 6 B U L A N 8 10 12 Gambar 3. LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 3-14 .23 6.89 4.11 7.10 9.32 3.28 10.11 3.80 4.97 0.52 1.09 3.80 2005 8.11 Grafik Rata-Rata Fluktuasi Muka Air Bulanan muka air di Buntok.24 2.04 6.40 2007 7.57 6.93 4.61 1.96 8.57 6.38 2.19 10.74 4.

Bab 3 Pengumpulan dan Pengolahan Data 18 2002 16 2003 2004 2005 14 2006 2007 12 10 8 6 ` 4 2 0 0 2 4 6 B U L A N 8 10 12 Gambar 3.12 Grafik Rata-Rata Fluktuasi Muka Air Bulanan muka air di Muarateweh. LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 3-15 .

4 Survei Mekanika Tanah Pekerjaan penyelidikan tanah dilakukan guna mendapatkan data-data serta gambaran mengenai keadaan. LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 3-16 . kedalaman tiang dan untuk memperkirakan besarnya settlement. Pekerjaan boring yang dilaksanakan terdiri dari 3 (tiga) titik dengan distribusi penyebaran sebagai berikut: dua titik di sungai. Data-data tersebut untuk selanjutnya digunakan sebagai kriteria untuk menentukan daya dukung tanah. lingkup pekerjaan yang akan dilaksanakan terdiri dari: Penyelidikan tanah di lapangan yang meliputi pekerjaan boring. Pekerjaan test laboratorium dari contoh tanah yang diambil.Bab 3 Pengumpulan dan Pengolahan Data 3. sistem pondasi. dan satu titik di darat. jenis dan sifat-sifat mekanis tanah di lokasi dermaga. Pada pekerjaan penyelidikan tanah ini.

Perkiraan ketebalan tiap jenis lapisan tanah.13 Bagan (plat form) tempat penyelidikan tanah di sungai. Sama halnya dengan sondir.4. 3. Atau dihentikan apabila Standard Penetration Test (SPT) telah mencapai nilai > 60 dengan lapisan keras setebal 3 meter. penyelidikan tanah melalui boring juga memberikan beberapa hal penting antara lain : Letak lapisan tanah keras. Perkiraan jenis lapisan tanah.Bab 3 Pengumpulan dan Pengolahan Data tripod mesin bor bagan stang bor muka air laut dasar laut Gambar 3. LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 3-17 . Pengambilan contoh tanah untuk di uji laboratorium yang selanjutnya dapat diperoleh parameter-parameter tanah yang diperlukan sehubungan dengan perencanaan. Hasil dari pekerjaan boring berupa boring log yang menyajikan gambaran jenis-jenis tanah dan besarnya SPT pada setiap kedalaman pengujian.1 Boring Pengeboran dilakukan dengan menggunakan sistem mekanik yaitu dengan alat bor mesin merk “YBM 1” hingga kedalaman maksimum 30 m dari permukaan tanah.

Bab 3 Pengumpulan dan Pengolahan Data Pekerjaan-pekerjaan yang akan dilaksanakan selama pekerjaan boring berlangsung adalah: Pengujian SPT (Standard Penetration Test). Pengambilan contoh tanah terganggu (disturbed sample) dilakukan pada saat pengeboran yaitu dari tabung SPT dan tabung core barrel. Selanjutnya tabung tersebut diberi tanda berupa nomor titik. ”Standard Practice for Soil Investigation and Sampling by Auger Borings”. kedalaman dan tanggal pengambilan. ASTM D-1452-80. LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 3-18 . Jumlah pukulan yang diperlukan untuk 3x15 cm penetrasi ke dalam tanah tercatat. kedalaman dan tanggal pengambilan. ASTM D-2488-84. serta memiliki area ratio < 10 %. Pengujian SPT dilakukan melalui pemukulan tabung belah “AWX-24” dengan standar hammer seberat 63. ”Standard Practice for Description and Identification of Soil”. Untuk selanjutnya cotoh-contoh tanah dalam plastik tersebut disusun dalam kotak pengemasan yang dinamakan core box. Standar yang digunakan dalam prosedur pengerjaan boring beserta peralatannya meliputi: ASTM D-420-87. ”Standard Guide for Investigating and Sampling Soil and Rock”. SPT juga menggambarkan kekuatan tanah yang dijumpai. Jumlah dari pemukulan 30 cm terakhir merupakan nilai SPT-N (banyaknya pukulan per 30 cm). Disamping untuk mendapatkan contoh tanah terganggu.5 kg yang dijatuhkan setinggi 76 cm. Pengambilan contoh tanah tak terganggu (undisturbed sample) pada setiap interval kedalaman 3 meter. Tabung yang berisi contoh tanah tersebut kemudian ditutup dengan lilin agar kondisi tanah tetap terjaga dari penguapan. Contoh tanah tersebut kemudian dimasukkan kedalam plastik dan diberi tanda berupa nomor titik. Sedangkan pengambilan contoh tanah tak terganggu (undisturbed sample) dilakukan dengan menggunakan tabung contoh tanah yang berdiameter 76 mm dengan panjang 60 cm. Pengambilan contoh tanah ini dilakukan tiap-tiap 3 m dan dilakukan sebelum pengujian SPT. yang dilakukan pada setiap interval kedalaman 3 meter. Pengambilan contoh tanah terganggu (disturbed sample) pada setiap meter kedalaman.

”Standard Method for Penetration Test and Split Barrel Sampling of Soil”. ”Standard Practice for Thin Walled Tube Sampling of Soil”.4. kandungan mineral dalam tanah serta sifat mekanis secara deskriptif.2 Tes Test Laboratorium yang dilakukan terhadap contoh tanah tidak terganggu untuk laboratorium (undisturbed sample) yang diambil melalui pengeboran dimaksudkan mendapatkan data-data besaran index tanah serta sifat mekanisnya. ASTM D-1587-83. bentuk tanah. 3.4.Bab 3 Pengumpulan dan Pengolahan Data ASTM D-1586-84. Sedangkan test untuk contoh tanah terganggu (disturbed sample) dimaksudkan untuk mendapatkan data mengenai jenis tanah.3 Rangkuman Rangkuman data hasil survei mekanika tanah dapat dilihat pada tabel berikut: LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 3-19 . warna serta sifat butiran tanah. 3.

Bab 3 Pengumpulan dan Pengolahan Data Gambar 3.14 Hasil bor log lokasi pendang untuk BH-1. LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 3-20 .

LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 3-21 .Bab 3 Pengumpulan dan Pengolahan Data Gambar 3.15 Hasil bor log lokasi pendang untuk BH-2.

LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 3-22 .16 Hasil bor log lokasi pendang untuk BH-3.Bab 3 Pengumpulan dan Pengolahan Data Gambar 3.

Bab 3 Pengumpulan dan Pengolahan Data Gambar 3.17 Hasil bor log lokasi Muarateweh untuk BH-1. LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 3-23 .

Bab 3 Pengumpulan dan Pengolahan Data Gambar 3.18 Hasil bor log lokasi Muarateweh untuk BH-2. LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 3-24 .

LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 3-25 .19 Hasil bor log lokasi Muarateweh untuk BH-3.Bab 3 Pengumpulan dan Pengolahan Data Gambar 3.

sehingga konstruksi dermaga eksisting harus menggunakan sistem ponton. Di pendang tidak mengalami pasang surut tetapi mengalami pergantian musim yaitu musim kemarau dan musim hujan. Sehingga pada saat musim hujan maupun kemarau konstruksi dermaga dari kayu tersebut bisa elevasinya menyesuaikan dengan muka air sungai yang ada. saat ini fasilitas yang tersedia hanya berupa potongan kayu yang difungsikan sebagai alat pijakan sementara.5 Kondisi Lokasi Dermaga Pendang Dermaga di Pendang dipergunakan sebagai tempat tambat dan naik/turun penumpang bagi speed boat maupun klotok yang melayani angkutan lintas dalam kabupaten dan antar kabupaten. Fluktuasi muka air pada saat musim hujan dan musim kemarau sangat jauh perbedaannya. Ponton yang digunakan pada dermaga eksisting masih sederhana yaitu berupa konstruksi kayu berbentuk persegi yang setiap tepinya dipasang drum-drum besar untuk mengapungkan konstruksi kayu tersebut. Untuk mencapai lokasi dermaga dari tepi. Meskipun hanya berupa kecamatan namun di Pendang ini juga sering disinggahi oleh bus-bus air dari jenamas atau Buntok menuju Muarateweh. Selain itu juga digunakan sebagai tempat tambat atau labuh dan bongkar muat bagi kapal barang. berdasarkan pengamatan di lapangan perbedaan fluktuasi tersebut bisa mencapai kurang lebih 5 m. Kontruksi dermaga di Pendang adalah dermaga terapung dan terbuat dari kayu ulin dan sebagai pusat keramaian karena terdapat pasar. di lokasi sudah terdapat UPTD Dermaga Pendang yang bertugas untuk mengoperasikan dermaga tersebut untuk melayani masyarakat. LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 3-26 . Selain itu juga masyarakat di sekitar Kecamatan Pendang jika hendak bepergian hanya bisa menggunakan sarana transportasi sungai karena jaringan jalan belum sampai ke kecamatan ini.Bab 3 Pengumpulan dan Pengolahan Data 3. Saat ini untuk menunjang operasioanal dermaga. Namun saat musim hujan sering terjadi kecelakaan karena titian kayu tersebut sangat licin dan sangat sempit untuk dilewati oleh 2 orang sekaligus.

Bab 3 Pengumpulan dan Pengolahan Data Tabel 3.3 Data Fasilitas Dermaga Pendang NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 2 3 4 5 6 7 FASILITAS POKOK Ponton Dermaga Gedung Operasional Gedung Penumpukan Barang Terminal Ruang Tunggu Areal Parkir Kendaraan Bermotor Fasilitas Pemadam Kebakaran Instalasi Listrik Air Bersih SBNP (Sarana Bantuan Navigasi Pelayaran) FASILITAS PENUNJANG UKURAN (m2) 228 60 1 345 4 - KONDISI Baik Baik Cukup Baik Baik - Gedung Perkantoran Fasilitas Pos dan Telekomunikasi Toko atau warung Mushola WC umum Sound System / Mega Phone SSB/VHF/Telepon FASILITAS PENDUKUNG OPERASIONAL 1 Speed Boat 2 Sepeda Motor 3 Kapal Klotok 1 - Baik - LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 3-27 .

20 Dokumentasi Dermaga Pendang LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 3-28 .Bab 3 Pengumpulan dan Pengolahan Data Gambar 3.

Sebagian besar aktivitas kawasan Barito utara masih sangt bergantung kepada keberadaan Sungai Barito sebagai prasarana transportasi yang membentang dari arah utara ke selatan wilayah ini. Batas Wilayah Kabupaten Barito Utara sebagai berikut : Sebelah Timur berbatasan dengan Prop. Akan tetapi transportasi mempunyai kelemahan baik pada musim kemarau maupun musim hujan. Lamandau & Kab.Bab 3 Pengumpulan dan Pengolahan Data 3. Kaltim. Ketapang yang merupakan daerah perbukitan. LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 3-29 .batu di dasar sungai (gosong) ataupun kayu-kayu yang tenggelam di dasar sungai sehingga mempertinggi resiko perjalanan kapal. Murung raya. Pada saat musim kemarau biasanya terjadi surutnya air sungai yang dapat menghambat kapal-kapal besar masuk ke daerah pedalaman. Hal ini ditunjang dengan kondisi dimana sebagian pusat kegiatan penduduk kawasan Barito utara umumnya masih berada tidak jauh dari jalur pelayaran sungai. Kalimantan Timur. hal ini dikarenakan : Rendahnya debit air Turunnya permukaan air Munculnya batu . Sebelah Selatan berbatasan dengan Kab. Tumpung laung dan Kec. Kemiringan lereng bervariasi antara 0% . Paralel dengan kebutuhan transportasi darat yang tidak semuanya dapat dipenuhi oleh prasarana jalan. Lahei. maka transportasi air yang sudah berabad-abad ada di Kabupaten Barito utara tetap dilanjutkan.6 Kondisi Lokasi Dermaga Muarateweh Muara teweh merupakan ibukota Kabupaten Barito utara yang berada di propinsi Kalimantan Tengah dan terletak di daerah khatulistiwa diantara 0 o49’ sampai dengan 1027’ Lintang Selatan 113 020’ sampai dengan 115 055’ Bujur Timur. Kondisi sungai dengan kelebaran yang memadai dan juga dapat menjangkau sampai wilayah pedalaman menyebabkan sungai juga berfungsi sebagai prasarana sungai ini transportasi pergerakan penduduknya. ketinggiannya berkisar antara 200 m 500 m dari permukaan air laut. Sebagian besar wilayah Kabupaten Barito utara merupakan daerah dataran tinggi khususnya kec. Kecuali sebagian wilayah Kec. Murung Raya & Porp. Kaltim. Aktivitas penduduk kawasan Muara teweh yang masih banyak menggunakan sungai sebagai prasarana transportasi mengindikasikan bahwa masih tingginya apresiasi masyarakt akan prasarana angkutan ini. Sebelah Utara berbatasan dengan Kab. Lampoeng dan Kec.25%. Barito Selatan & Prop. Sebelah Barat berbatasan dengan Kab.

Namun seperti halnya dermaga Pendang. satu-satunya gangguan yang dihadapi adalah derasnya arus sungai yang akan menghambat laju kapal menuju hulu sungai serta batasan ketinggian ambang tinggi jembatan yang terlewati oleh jalur sungai dimana kondisi ini menyebabkan kapal-kapal besar tidak dapat melewati jalur sungai tersebut. Buntok. Pelabuhan ini merupakan tempat tambat speedboat dan klotok serta sarana transportasi sungai lainnya yang melayani angkutan penumpang menuju ke Puruk cahu. Dermaga ini terletak di Sungai Barito dibangun pada tahun 1994 dengan konstruksi terbuat dari kayu. dan Banjarmasin. Dermaga di Pelabuhan Pasific ini terbuat dari konstruksi kayu ulin dengan sistem dermaga menggunakan sistem dermaga moveable/pontoon. Lokasi dermaga pasifik ini terletak di tengah-tengah pusat kegiatan masyarakat yang berupa pasar dan pusat perdagangan sehingga lokasi di sekitarnya sangat ramai. dermaga di Muarateweh ini juga masih tradisional dalam pelayanannya karena struktur dermaganya kurang menunjang. Pada saat musim hujan sering penumpang mengalami kesulitan untuk mencapai dermaga ataupun sebaliknya dikarenakan titian jalan menuju dermaga hanya menggunakan batangan kayu yang diletakkan di sepanjang tebing sungai. banyak pula penyebrangan sungai untuk menuju bagian kota lainnya sehingga memerlukan kehati-hatian dari pengemudi kapal dalam menyebrang arus yang deras tersebut Saat ini penduduk Muarateweh dalam menggunakan transportasi sungai terpusat pada Dermaga Pasifik karena letaknya di depan Hotel Pasifik. LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 3-30 . Selain itu karena umumnya kota-kota di pedalaman berkembang di pinggir sungai.Bab 3 Pengumpulan dan Pengolahan Data Sebaliknya pada musim hujan.

Bab 3 Pengumpulan dan Pengolahan Data Gambar 3.21 Dokumentasi Dermaga Muarateweh. LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 3-31 .

Panjang dermaga dihitung berdasarkan kebutuhan kapal yang akan berlabuh. Review Hasil Studi Sebelumnya Review Aspek Kelayakan Teknis Panjang dan Elevasi Dermaga Dermaga merupakan fasilitas dasar di dalam transportasi sungai yang berfungsi untuk menampung kegiatan bongkar muat penumpang dan barang serta pelayanan/muat perbekalan operasi kapal dan tempat berlabuh. Letak dermaga dekat dengan fasilitas penunjang yang ada di daratan.7.1 A. Elevasi dermaga ditentukan dengan memperhatikan kondisi elevasi muka air sungai/pasang surut. sehingga satu-satunya faktor LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 3-32 . Lebar dermaga disesuaikan dengan kemudahan aktivitas bongkar muat kapal dan pergerakan kendaraan pengangkut di darat.7 3. berdasarkan pengamatan Konsultan lebih cocok dengan menggunakan sistem ponton karena hal-hal sebagai berikut: Fluktuasi muka air pada saat musim hujan dan musim kemarau sangat jauh yaitu mencapai kira-kira 3. Dasar pertimbangan dalam perencanaan dermaga adalah sebagai berikut: Posisi dermaga ditentukan oleh ketersediaan lahan dan kestabilan tanah disekitar sungai. Untuk dermaga di lokasi Pendang dan Muarateweh. Lokasi dermaga pendang sudah tidak terpengaruh oleh pasang surut air laut karena lokasinya sudah sangat jauh dari laut.Bab 3 Pengumpulan dan Pengolahan Data 3.5 m.

Untuk kegiatan angkutan sungai ini di tentukan lebar apron minimum adalah 5 m. B. Lebar Dermaga Lebar apron dermaga ditentukan dari volume kegiatan bongkar muat penumpang dan barang. Kedalaman kolam perairan yang dibutuhkan. C. sehingga panjang dermaga minimal yang dibutuhkan adalah: L = 1. Berdasarkan data-data yang telah diperoleh oleh Konsultan Panjang kapal yang paling besar yang melewati dermaga pendang adalah bus air yang mempunyai LOA 23 m. semakin padat dan besar aktivitas kegiatan maka lebar apron semakin besar pula. Dimana L Loa = Panjang Dermaga (untuk 1 kapal) = Panjang kapal Sehingga panjang minimum dermaga untuk satu kapal sandar adalah : L = 1. Port Engineering. Pemodelan ini akan dilakukan pada Bab 4 Analisis Hidrologi dan Sungai. Kedalaman Perairan Depan Dermaga (Kolam Pelabuhan) Kolam pelabuhan adalah areal pelabuhan yang memiliki kedalaman tertentu sehingga memungkinkan kapal melakukan gerak baik pada saat merapat maupun pada saat akan berlayar maupun akan bersandar.07 Loa sampai 1. Oleh karena adanya perbedaan elevasi yang cukup jauh maka konstruksi dermaga diusulkan dengan menggunakan sistem ponton yang elevasinya dapat diatur sesuai dengan muka air pada saat itu.61 m ~ 25 m Untuk elevasi dermaga akan dilakukan pemodelan melalui pemodelan mateatik elevasi muka air sehingga setiap perioda banjir akan diketahui elevasinya.18 Loa (PerBruun. Volume 2. ini didasari bahwa kegiatan bongkar muat barang ataupun oarang banyak dilakukan secara manual dan tidak membutuhkan peralatan tambahan. ditentukan dengan rumus : H = LLWL .Bab 4 Kajian Layout yang mempengaruhi elevasi dermaga di lokasi ini adalah debit air pada saat banjir maupun saat kemarau.Draft kapal – Keep clearance LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 3-33 .07 x 23 m = 24. Fourth Edition).

0 (meter) LLWL – 2. Lebar alur pelayaran diperhitungkan berdasarkan rumus berikut : Untuk 1 (satu) kapal (one lane). Sebagian simpul-simpul strategis moda sungai ini juga berfungsi sebagai pelabuhan laut. Lebar Alur Alur pelayaran adalah suatu kawasan perairan di luar kolam pelabuhan berikut alur pelayarannya yang dapat dipergunakan untuk lego jangkar kapal-kapal selama menunggu antrian untuk sandar atau saat sedang docking ringan (tidak beroperasi atau istirahat).Bab 3 Pengumpulan dan Pengolahan Data H = = LLWL – 1.5 B+ l.3 x 5 (meter) 26.6 x 5 (meter) 38 meter ~ 40 meter 3.75 B + 1.8 B + 1.5 meter dari muka air sungai terendah D.6 B + c (meter) 7.5 (meter) Sehingga kedalaman kolam perairan yang disyaratkan adalah 2. Lebar alur pelayaran = = = 5.5 B 6.3 B (meter) 5.7.5 meter ~ 30 meter = 1.2 Review Aspek Demand Simpul strategis angkutan sungai terlihat dari titik-titik yang disambungkan oleh lintas strategis angkutan sungai.5 – 1. Lebar alur pelayaran yang dibutuhkan. Pada simpul-simpul strategis ini selain prasarana pendukung juga perlu dilengkapi dengan sarana pendukung seperti fasilitas bongkar muat untuk barang yang baik.6 B (meter) 7.75 B Untuk 2 (dua) kapal berpapasan (two lane) Lebar alur pelayaran = = = = = 1. LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 3-34 .8 B + 1.8 B + c + 1. Di beberapa titik tersebut harus didukung oleh jaringan-jaringan pendukung seperti jaringan jalan dan jaringan multimoda bersambung dengan moda lain seperti angkutan umum moda jalan dan angkutan sungai.

Variable-variabel yang diajukan dan diasumsikan mempunyai korelasi besar dengan jumlah pergerakan zona bangkitan adalah sebagai berikut : Kepadatan penduduk Jumlah Penduduk Jumlah Tenaga Kerja Jumlah Usia Produktif Jumlah Fasilitas Kesehatan Jumlah Fasilitas Pendidikan Panjang Jalan Jumlah Kendaraan PDRB Atas Dasar Harga Berlaku PDRB Atas Dasar Harga Konstan 2000 Pada dasarnya makin banyak variabel bebas yang dimasukkan ke dalam persamaan regresi akan menghasilkan persamaan yang lebih andal.746 2. bisa jadi antara dua variabel bebas memiliki korelasi yang cukup besar yang jika dimasukkan bersamaan dalam satu persamaan – meskipun keduanya berkorelasi dengan variabel terikatnya .540 60.820 13.404 18.951 24. Akan tetapi pada sejumlah kasus. Dengan kata lain.587 61. harus disediakan sejumlah alternatif persamaan yang mengkombinasikan variabel-variabel bebas yang tersedia untuk mendapatkan alternatif persamaan yang terbaik Tabel 3. terminal angkutan barang.762 36.335 36.023 KEDATANGAN PENUMPANG 33.akan menghasilkan model yang tidak masuk akal (bahkan lebih buruk dibandingkan jika hanya dipakai variabel tunggal).567 BARANG (TON) 24.451 1. inter-multimoda yang baik dengan moda angkutan umum jalan atau moda laut atau dengan moda angkutan sungai lainnya.426 33.566 23.669 KEBERANGKATAN PENUMPANG 24.309 2.854 MENGKATIP KAPAL 2.254 BARANG (TON) 7.295 29.158 35 33.098 BARANG (TON) PENDANG KAPAL 2.841 KAPAL 3.853 BARANG (TON) 25.587 KEDATANGAN PENUMPANG 23.438 15.346 14.712 34.082 1.718 1.928 2.086 5.886 6.208 BARANG (TON) 436 KEGIATAN .194 314 2007 1.502 66.747 12.023 KEDATANGAN PENUMPANG LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan35.644 Muara Teweh BARANG (TON) 13.253 16.546 2005 KAPAL 2.4 DERMAGA Data Angkutan di Dermaga Pendang TAHUN 2006 2.124 9.889 KAPAL 4.100 17.186 35.074 KEBERANGKATAN PENUMPANG 39.032 4.342 KEBERANGKATAN PENUMPANG 21.263 5.611 28.890 4.481 BUNTOK KAPAL 4.383 66.Bab 3 Pengumpulan dan Pengolahan Data terminal angkutan penumpang.390 7.

000 KA L PA PENUM NG PA BA NG(TO RA N) 35.907 100.131 61.174 79. LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 3-36 .000 104.267 66.000 36.000 20.107 61.000 85.000 0 JUMLAH KAPAL PENUMPANG BARANG (T ON) 15.000 0 2005 2006 2007 2005 2006 2007 TAHUN TA HUN Gambar 3.000 78.23 Grafik Jumlah Kedatangan dan Keberangkatan di Dermaga Muarateweh.Berangkat Data Penumpang Muara Teweh 120.Bab 3 Pengumpulan dan Pengolahan Data JUM H KEDA NG N DI UPTD PENDANG LA TA A JUM LAH KEBERANG KATAN DI UPTD PENDANG 30.000 25.000 44.000 30.789 40.000 10.000 15.445 Jumlah 20.Datang Penumpang .000 JUMLAH 20.000 25.804 80.323 18.000 5.22 Grafik Jumlah Kedatangan dan Keberangkatan di Dermaga Pendang Penumpang .000 5.000 10.000 2002 2003 2004 2005 2006 2007 Tahun Gambar 3.036 60.044 45.012 18.

0 5 0 Review Aspek Lingkungan Analisis Curah Hujan Maksimum Curah hujan rencana yang dalam hal ini adalah curah hujan harian diperoleh dari data curah hujan harian maksimum tahunan dengan metode analisis frekuensi.2 5 6 2025 5 7 . Distribusi Gumbel Tipe I.7 8 3 3.3 A.7. data curah hujan harian maksimum tahunan diperoleh dari stasiun hujan terdekat.7 5 9 2030 7 0 .4 5 9 2020 4 5 . Distribusi Pearson III dan Distribusi Log Pearson III. 2015 3 5 .Bab 3 Pengumpulan dan Pengolahan Data Tabel 3. yaitu : Distibusi Normal.5 Id Zone Nama Zona Proyeksi Penumpang Pelabuhan Pasific – Muara Teweh Kabupaten/Kota 2008 2009 101684 33823 19945 6681 5829 9305 26102 2013 133287 44335 26144 8758 7641 12197 34214 2023 262196 87213 51428 17227 15031 23993 67304 2033 515780 171561 101167 33889 29569 47197 132397 95032 Barito Utara 31610 18640 6244 5448 8696 24394 Simpul Muara Teweh MRT-01 MRT-02 MRT-03 MRT-04 MRT-05 MRT-06 Teweh Tengah Lahei Teweh Timur Gunung Purei Gunung Timang Montallat Tabel 3. Distribusi Log Normal 2 Parameter.6 Hasil Proyeksi Pertumbuhan Penumpang Dermaga Pendang 2010 2 7 . Distribusi Log Normal 3 Parameter. Untuk pekerjaan ini. LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 3-37 . Analisis frekuensi data curah hujan rencana dapat dilakukan dengan menggunakan beberapa distribusi probabilitas yang banyak digunakan dalam Hidrologi.

24 Grafik curah hujan maksimum tahunan.20 TAHUN 1988 1989 1990 1991 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 Maximum Curah Hujan Harian Maksimum 140 120 Curah Hujan (mm) 100 80 60 40 20 0 1988 1989 1990 1991 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 Tahun Pengamatan Gambar 3.7 Data Curah Hujan Maksimum Tahunan STASIUN : TJILIK RIWUT PALANGKARAYA 70 83 66 113 84 64 49 73 68 64 102 115 100 80 74 102 131 80 96 122 131.Bab 3 Pengumpulan dan Pengolahan Data Tabel 3. LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 3-38 .

52 96.88 165.29 83.8 PERIODE ULANG NORMAL Resume Hasil Analisis Curah Hujan Maksimum STASIUN TJILIK RIWUT PALANGKARAYA FREKUENSI CURAH HUJAN (mm) LOG NORMAL PEARSON LOG PEARSON GUMBEL Tr 200 Tr 100 Tr 50 Tr 25 Tr 10 Tr 5 Tr 3 Tr 2 Maximum Rerata Minimum Standar Deviasi 144.17 103. tipologi sungai disusun sebagai berikut: 1. Berdasarkan ketinggian dari muka air laut.82 105. Sedangkan untuk lokasi Muarateweh pendangkalan juga banyak terjadi terutama di daerah 500 m setelah dermaga Muarateweh. yaitu: Tinggi > 800 m Sedang 200 – 800 m Rendah < 200 m 2.69 83. C.80 20.43 165.29 147.08 153.48 120. Pembagian Tipologi Sungai Tipologi sungai ditentukan berdasarkan beberapa parameter: lokasi geografis.96 93.48 84.33 139.71 180.78 125.13 129. Luas Daerah Tangkapan Air – Catchment Area (km2).11 138.81 94.12 86.71 35.62 145.66 25.78 130.82 116.91 139.30 104.11 118.Bab 3 Pengumpulan dan Pengolahan Data Tabel 3.66 156.43 29.02 151.63 161.78 155.56 132. dan material tanah sungai/geologi.16 130. Untuk lokasi Pendang karena letaknya masih agak di sebelah hulu maka lokasi pendangkalan juga terjadi di beberapa tempat.08 27.02 122.80 156.26 118.80 106.80 144.75 115.08 161.29 121.78 167.40 180. Secara tabularis. Lokasi Pendangkalan Berdasarkan pengamatan di lapangan untuk lokasi pendangkalan pada umumnya terletak di daerah hulu. Pada beberapa lokasi alur lebar sungai ada yang hanya mencapai 50 m sedangkan sisanya tidak bisa dilewati karena terjadi pendangkalan.39 86.74 84.15 134.85 84.49 125.65 84.77 116.31 105.59 84. yaitu: LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 3-39 .76 84.20 141. Sehingga untuk mencapai lokasi Pendang butuh beberapa rambu karena kapal-kapal bisa karam sewaktu-waktu terutama di musim kemarau. ukuran daerah tangkapan air.03 94.18 B.58 94.

LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 3-40 . Sebabnya adalah kedua data sungai tersebut mudah didapat dan dapat langsung dilakukan proses klasifikasi. Sungai tidak bertanggul di luar kawasan perkotaan. maka Sungai Barito tergolong sungai sangat besar karena luas tangkapan airnya mencapai 23. c.000 km2 Umumnya klasifikasi sungai ditentukan oleh dua poin teratas. Sungai Barito tergolong sungai dengan kategori rendah berdasarkan ketinggian terhadap muka air laut karena ketinggiannya kurang dari 200 m. Sungai bertanggul di dalam kawasan perkotaan. Sungai tidak bertanggul di dalam kawasan perkotaan Garis sempadan sungai bertanggul diteptapkan sebagai berikut: 1. batas garis sempadan sungai ditetapkan dengan Peraturan Menteri berdasarkan usulan dari Direktur Jenderal. Untuk sungai-sungai yang dilimpahkan kewenangannya kepada Pemerintah Daerah. Untuk sungai-sungai yang menjadi kewenangan Menteri. posisi topografis dan luas daerah tangkapan air.Bab 3 Pengumpulan dan Pengolahan Data Kecil 0 – 100 km2 Menengah 100 – 1000 km2 Besar 1000 – 10.000 km2 Sangat Besar > 10. b. batas garis sempadan sungai ditetapkan dengan Peraturan Daerah berdasarkan usulan dari Dinas.100 km2. Penentuan Sempadan Sungai Penetapan garis sempadan sungai yang dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut : a. D. batas garis sempadan sungai ditetapkan dengan Peraturan Menteri berdasarkan usulan dari Badan Hukum tertentu yang bersangkutan Kriteria penetapan garis sempadan sungai terdiri dari : 1. 4. Sungai bertanggul di luar kawasan perkotaan. 3. Garis sempadan sungai bertanggul di luar kawasan perkotaan ditetapkan sekurang-kurangnya 5 (lima meter di sebelah luar sepanjang kaki tanggul. sedangkan jika dilihat berdasarkan luas tangkapan air. Untuk sungai-sungai yang dilimpahkan kewenangan pengelolaannya kepada Badan Hukum tertentu. 2.

Sungai yang mempunyai kedalaman maksimum lebih dari 20 (dua puluh) meter. Garis sempadan sungai tidak bertanggul di luar kawasan perkotaan pada sungai besar ditetapkan sedangkan pada sungai kecil sekurang-kurangnya 100 (seratus) m. sedangkan pada sungai sekurang-kurangnya 50 lima puluh m dihitung dari tepi sungai pada waktu ditetapkan Penetapan garis sempadan sungai tak bertanggul di dalam kawasan perkotaan didasarkan pada kriteria : a. garis sempadan ditetapkan sekurang-kurangnya 30 (tiga puluh) meter dihitung dari tepi sungai pada waktu yang ditetapkan LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 3-41 . 2. maka lahan yang diperlukan untuk tapak tanggul baru sebagai akibat dilaksanakannya ketentuan sebagaimana dimaksud dalam uraian diatas harus dibebaskan.Bab 3 Pengumpulan dan Pengolahan Data 2. c. diperlebar dan ditinggikan. Sungai besar yaitu sungai yang mempunyai daerah pengaliran sungai seluas 500 (lima ratus) Km2 atau lebih. Penetapan garis sempadan sungai tak bertanggul di luar kawasan perkotaan 1. Kecuali lahan yang berstatus tanah negara. Sungai kecil yaitu sungai yang mempunyai daerah pengaliran sungai seluas kurang dari 500 (lima ratus) Km2. Penatapan garis sempadan sungai tidak bertanggul di luar kawasan perkotaan pada sungai besar dilakukan ruas per ruas dengan mempertimbangkan luas daerah pengaliran sungai pada ruas yang bersangkutan. garis sempadan ditetapkan sekurang-kurangnya 10 (sepuluh) meter dihitung dari tepi sungai pada waktu ditetapkan. Sungai yang mempunyai kedalaman tidak lebih dari 3 (tiga) meter sampai dengan 20 (dua puluh) meter. tanggul sebagaimana dimaksud dalam diatas dapat diperkuat. Garis sempadan sungai bertanggul di dalam kawasan perkotaan ditetapkan sekurang-kurangnya 3 (tiga) meter di sebelah luar sepanjang kaki tanggul. Dengan pertimbangan untuk peningkatan fungsinya. garis sempadan dan ditetapkan sekurangkurangnya 15 (limabelas) meter dari tepi sungai pada waktu ditetapkan. Sungai yang mempunyai kedalaman tidak lebih dari 3 (tiga) meter. yang dapat berakibat bergesernya letak garis sempadan sungai. b.

Sungai Dengan DAS Lebih Dari 500 Km 2 2 100 m Dari Tepi Sungai 50 m Dari Tepi Sungai .10 Resume Penetapan Garis Sempadan Sungai No.Sungai Dengan Kedalaman 3 .9 Resume Penetapan Garis Sempadan Sungai Tabel 3.Sungai Dengan Kedalaman Kurang Dari 3 m .Sungai Dengan Kedalaman Lebih Dari 20 m 10 m Dari Tepi Sungai 15 m Dari Tepi Sungai 30 m Dari Tepi Sungai LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 3-42 .Sungai Dengan DAS Kurang Dari 500 Km 4 Sungai Tidak Bertanggul di Dalam Perkotaan .Bab 3 Pengumpulan dan Pengolahan Data Tabel 3.20 m . Jenis Sungai Garis Sempadan 5 m Dari Kaki Tanggul Terluar 1 Sungai Bertanggul di Luar Perkotaan 2 Sungai Bertanggul di Dalam Perkotaan 3 m Dari Kaki Tanggul Terluar 3 Sungai Tidak Bertanggul di Luar Perkotaan .

Pembangunan Jangka Menengah (Tahun 2015 .2025) Mengingat banyaknya fasilitas yang harus dibangun dan besarnya biaya yang harus disediakan. maka pelaksanaan konstruksi pembangunan fasilitas pelabuhan yang direncanakan ini akan dibagi dalam 3 (tiga) tahapan pembangunan (jangka waktu pembangunan). Pembangunan pos jaga. Tempat pembuangan sampah. air bersih. dan telepon. maka pelaksanaan pembangunan untuk masing-masing tahap. yaitu: 1.1 Kebutuhan Prasarana Dermaga Pendang Sesuai dengan Rencana Induk Pelabuhan Sungai. Pembangunan Jangka Pendek (Tahun 2010 . Pembangunan Revetment. Pembangunan Jangka Pendek (Tahun 2010 . Pembangunan fasilitas fungsional. LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 3-43 . Pembangunan fasilitas pendukung.Bab 3 Pengumpulan dan Pengolahan Data 3. A. Pembangunan gedung kantor administrasi pelabuhan. Pagar pengaman lokasi. Pembangunan depot untuk BBM.8.8 3. yang terdiri dari: Reklamasi lahan dan Pembangunan revetment.2015) Pembangunan fasilitas pelabuhan pada Jangka Pendek ini direncanakan dengan kegiatan pembangunan sebagai berikut: Pembangunan fasilitas dasar. Pembangunan toilet umum/lavatory.2020) 3. Pembangunan dermaga pelabuhan sungai. Pembangunan Jangka Panjang (Tahun 2020 . dilakukan dalam beberapa anggaran.2015) 2. Gardu PLN dan jaringan listrik / Ruang Genset. yang terdiri dari: Pembangunan gedung terminal penumpang. yang terdiri dari: Jaringan listrik.

yang terdiri dari: Perluasan gedung terminal Perluasan kantor administrasi Areal keperluan keadaan darurat Perluasan bangunan terminal penumpang dan kantor administrasi. Pembangunan Jangka Panjang (Tahun 2020 . yang terdiri dari: Reklamasi lahan untuk menyediakan lahan bagi pengembangan pembangunan fasilitas pelabuhan. Pembangunan fasilitas fungsional. LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 3-44 . Peningkatan jaringan jalan akses dan jalan di lokasi pelabuhan. Wartel. Peningkatan fasilitas rumah pompa dan menara air.Bab 3 Pengumpulan dan Pengolahan Data Area penghijauan. yang terdiri dari: Peningkatan fasilitas toilet. depot BBM. Pembangunan Jangka Menengah (Tahun 2015 . Pembangunan jalan di lokasi pelabuhan. kantin. Pembangunan Masjid/Musholla. Pembangunan jalan di lingkungan pelabuhan untuk mendukung aktivitas kegiatan. Pembangunan fasilitas fungsional. C. B.2020) Pembangunan fasilitas pelabuhan pada Jangka Menengah ini direncanakan dengan kegiatan pembangunan sebagai berikut: Pembangunan fasilitas dasar. Perawatan dan peningkatan revetment. dan ATM. yang terdiri dari: Pembangunan dermaga pengembangan. Peningkatan jaringan drainase.2025) Pembangunan fasilitas pelabuhan pada Jangka Panjang ini direncanakan dengan kegiatan pembangunan sebagai berikut: Pembangunan fasilitas dasar. Peningkatan fasilitas pos jaga. dan poliklinik. Pengadaan rambu navigasi. instalasi listrik.

200 175 194 - LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 3-45 .2015 Volume 1 75 50 1 25 20 1 700 1 2020 .Bab 3 Pengumpulan dan Pengolahan Data Tabel 3.2025 Volume 75 50 - A B 1 2 3 4 C 1 2 3 4 5 D 1 2 3 Persiapan Pembangunan Fasilitas Dasar Reklamasi Lahan Pembangunan Dermaga Ponton (25 X 7 M) Pembangunan Revetment Pengadaan Rambu-Rambu Navigasi Pembangunan Fasilitas Fungsional Pembangunan Gedung Terminal (150 m2) Pembangunan Kantor Administrasi (100 m2) Pembangunan Depot BBM Pembangunan Pos Jaga Pembangunan Fasilitas Umum Pembangunan Fasilitas Pendukung Jaringan Listrik. Item Kegiatan Satuan Jangka Menengah Jangka Panjang 2010 .2015 Volume 2010 . Air Bersih dan Telepon Pagar Pengaman Area Penghijauan LS M3 M2 M' LS M2 M2 LS M2 M2 LS M' LS 1 4.11 Pentahapan Pembangunan Dermaga Sungai Pendang Jangka Pendek No.

4. Jangka pendek yaitu 5 (lima) tahun sampai dengan 10 (sepuluh) tahun. Strategi disusun berupa upaya yang akan ditempuh untuk mencapai sasaran yang diinginkan. Kegiatan jasa kepelabuhanan. Penimbangan kendaraan bermuatan.2 Dermaga Muarateweh pengembangan pelabuhan sungai dibuat berdasarkan kebutuhan Rencana pengembangan dalam jangka pendek. b. Setiap pelabuhan harus memiliki rencana induk yang terdiri dari : a. Jalan penumpang keluar/masuk kapal (gang way). Kegiatan pemerintahan. 2. LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 3-46 . Rencana induk pelabuhan SDP sebagaimana dimaksud dalam poin (1). Rencana peruntukan lahan daratan dan perairan sebagaimana dimaksud dalam poin 2 digunakan untuk menentukan kebutuhan penempatan fasilitas dan kegiatan operasional pelabuhan sungai yang meliputi : a. Dalam penyusunan rencana induk pelabuhan sungai harus didasari : 1. Rencana peruntukan lahan daratan. Rencana peruntukan lahan daratan sebagaimana dimaksud dalam poin 2 huruf a. 3. b. pentahapan pembangunan dan analisis biaya. Fasilitas pokok. disusun untuk penyediaan kegiatan : a. Kegiatan penunjang kepelabuhanan.8. Jangka panjang yaitu di atas 15 (lima belas) tahun sampai dengan 25 (dua puluh lima) tahun. desain. meliputi: a. Rencana dibuat sudah dalam bentuk fisik/teknis dari fasilitas yang diperlukan. jangka menengah dan jangka panjang. yaitu berupa gambar. c. Rencana peruntukan perairan.Bab 3 Pengumpulan dan Pengolahan Data 3. Dari strategi yang yang disusun dapat ditentukan kebutuhan fasilitas dari pengembangan Pelabuhan yang harus ada. dan b. antara lain : Terminal penumpang. Jangka menengah yaitu di atas 10 (sepuluh) tahun sampai dengan 15 (lima belas) tahun : c.

disusun untuk penyediaan kegiatan : a. Akses jalan dan/atau jalur kereta api. taman. Fasilitas penunjang. Tempat tunggu kendaraan bermotor sebelum naik ke kapal. antara lain : Perairan untuk pengembangan pelabuhan jangka panjang. 5. b. Perairan tempat uji coba kapal (percobaan berlayar). Fasilitas penunjang. Fasilitas usaha yang menunjang kegiatan pelabuhan sungai. Instalasi air. Areal pengembangan pelabuhan. Rencana peruntukan perairan sebagaimana dimaksud dalam poin 2 huruf b. Kolam pelabuhan untuk kebutuhan sandar dan olah gerak kapal. Fasilitas sandar kapal. Perairan tempat labuh. Perairan untuk keperluan darurat. jalur hijau dan kesehatan). Perairan untuk kapal pemerintah. Fasilitas umum lainnya (peribadatan. LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 3-47 . Tempat penampungan limbah. 6. antara lain: Kawasan perkantoran untuk menunjang kelancaran pelayanan jasa kepelabuhanan. Perairan untuk fasilitas pembangunan dan pemeliharaan kapal.Bab 3 Pengumpulan dan Pengolahan Data Perkantoran untuk kegiatan pemerintahan dan pelayanan jasa. listrik dan telekomunikasi. Fasilitas pemadam kebakaran. Tatanan kepelabuhan nasional. Usulan penetapan rencana induk pelabuhan yang disampaikan oleh penyelenggara pelabuhan sungai terhadap aspek: a. antara lain : Alur pelayaran. Fasilitas pokok. Fasilitas penyimpanan bahan bakar (bunker).

kebijakan untuk melaksanakan kegiatan pembangunan. Prakiraan permintaan jasa angkutan sungai. Rencana tata guna lahan dan tata letak fasilitas pelabuhan sungai baik untuk pelayanan kegiatan pemerintahan tanah maupun dan/atau pelayanan perairan jasa untuk kepelabuhanan serta kebutuhan pengembangan pelabuhan sungai. d. 7. Keamanan dan keselamatan pelayaran. Pentahapan waktu pelaksanaan pembangunan yang disesuaikan dengan kemampuan pendanaan. LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 3-48 . Penyelenggara pelabuhan sungai wajib melakukan evaluasi terhadap rencana induk sekurang-kurangnya sekali dalam 5 (lima) tahun. f. c. Rencana induk pelabuhan sungai menjadi dasar yang mengikat dalam menetapkan fungsinya. rencana tata guna lahan dan tata letak fasilitas pelabuhan sungai. operasional dan pengembangan pelabuhan sungai sesuai dengan peran dan 8.Bab 3 Pengumpulan dan Pengolahan Data b. Prakiraan kebutuhan fasilitas pelabuhan sungai yang berpedoman pada standar atau kriteria perencanaan yang berlaku. e.

12 Pentahapan Pembangunan Dermaga Sungai Muarateweh LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 3-49 .Bab 3 Pengumpulan dan Pengolahan Data Tabel 3.

Bab 4 Analisis Hidrologi dan Sungai 4.1 Analisis Curah Hujan Data Hujan Data curah hujan untuk kegiatan kali ini diperoleh dari stasiun pegamatan Tjilik Riwut yang berada di dekat bandara Tjilik Riwut Palangkaraya.1 4.1 Data Curah Hujan Maksimum Tahunan STASIUN : TJILIK RIWUT PALANGKARAYA 70 83 66 113 84 64 49 73 68 64 102 115 100 80 74 102 131 80 96 122 131. Tabel 4.20 TAHUN 1988 1989 1990 1991 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 Maximum LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 4-1 .1.

1. PDF) Normal adalah: x2 2 2 p(x) Dimana dan 1 2 - e adalah parameter dari Distribusi Normal. Analisis frekuensi data curah hujan rencana dapat dilakukan dengan menggunakan beberapa distribusi probabilitas yang banyak digunakan dalam Hidrologi. 4. Distribusi Gumbel Tipe I. parameter distribusi dapat ditentukan dengan 4 metode.Bab 4 Analisis Hidrologi dan Sungai Curah Hujan Harian Maksimum 140 120 Curah Hujan (mm) 100 80 60 40 20 0 1988 1989 1990 1991 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 Tahun Pengamatan Gambar 4. A.1 Grafik curah hujan maksimum tahunan.2 Analisis Curah Hujan Maksimum Curah hujan rencana yang dalam hal ini adalah curah hujan harian diperoleh dari data curah hujan harian maksimum tahunan dengan metode analisis frekuensi. yaitu : Distibusi Normal. Distribusi Log Normal 3 Parameter. Distribusi Normal Persamaan Fungsi Kerapatan Probabilitas (Probability Density Function. Secara umum. yaitu: (a) Metoda Momen (method of moments) (b) Metoda Maximum Likelihood (c) Metoda Kuadrat Terkecil (least squares) LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 4-2 . Distribusi Pearson III dan Distribusi Log Pearson III. Distribusi Log Normal 2 Parameter. data curah hujan harian maksimum tahunan diperoleh dari stasiun hujan terdekat. Untuk pekerjaan ini.

diperoleh nilai rata dan adalah nilai rataadalah nilai simpangan baku dari populasi. CDF) Normal Standar adalah: 1 P(t) - 1 2 e t2 2 dt dimana : t x = x- . Dengan subtitusi t diperoleh Distribusi Normal Standar dengan Kerapatan Probabilitas Normal Standar adalah : = 0 dan x- . tergantung dari jenis distribusi dan periode ulang T 4-3 LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh . digunakan rumus umum yang dikemukakan oleh Ven Te Chow (1951) sebagai berikut: XT dimana: XT X K = Variabel acak dengan periode ulang T tahun = Nilai rata-rata dari sampel variabel acak X = Nilai simpangan baku dari sampel variabel acak X X K = Faktor frekuensi. standard normal deviate = Variabel acak kontinyu = Nilai rata-rata dari x = Nilai simpangan baku (standar deviasi) dari x.Bab 4 Analisis Hidrologi dan Sungai (d) Metoda Grafis Yang banyak digunakan adalah metoda momen dan maximum likelihood. yang masing-masing dapat didekati dengan nilai-nilai dari sample data. Persamaan ini dapat diselesaikan dengan bantuan tabel luas di bawah kurva distribusi normal yang banyak terdapat di buku-buku matematika. Persamaan Fungsi P(t) 1 -2 e 2 t2 Ordinat Distribusi Normal Standar dapat dihitung dengan persamaan di atas. Untuk menghitung variabel acak x dengan periode ulang tertentu. Persamaan Fungsi Distribusi Komulatif (Cumulative Distribution Function. Dari analisis penentuan paramater Distribusi Normal. akan = 1.

maka dikatakan bahwa variabel acak x tersebut mengikuti distribusi log normal 2 parameter. Persamaan PDF Log Normal 3 Parameter adalah: [ln ( x a ) y] 2 p(x ) 1 (x a) y 2 e 2 2 y LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 4-4 . hanya saja sebelumnya semua data di logaritma lebih dahulu (ln x). Dengan demikian variabel x ditransformasi menjadi (x-a) dan distribusi dari ln (x-a) disebut distribusi Log Normal 3 Parameter. Oleh karena itu perlu dilakukan modifikasi dengan memberikan batas bawah a. Ln (x). B. ii) Menggunakan data asli (tanpa di logaritmakan). Persamaan PDF dari distribusi Log Normal 2 Parameter adalah : (ln x y y )2 P( x ) 1 x y 2 e 2 dimana: y y = Nilai rata-rata dari logaritma sampel data variabel x (ln x) = Nilai simpangan baku dari logaritma sampel data variabel x (ln x) Faktor frekuensi K untuk Distribusi Log Normal 2 Parameter dapat dihitung dengan 2 cara sebagai berikut: i) Sama seperti Distribusi Normal di atas. akan tetapi sering terjadi batas bawah data pengamatan tidak sama dengan 0. et ln(1 z 2 ) 1 / 2 ln(1 z 2 ) 1 z = Koefisien variasi = x = Standard normal deviate Distribusi Log Normal 3 Parameter Distribusi Log Normal 2 Parameter di atas mempunyai batas bawah = 0. terdistribusi normal. 1988): K dimana: z t C. nilai K sama dengan t (standard normal deviate). Distribusi Log Normal 2 Parameter Bila logaritma dari variabel acak x.Bab 4 Analisis Hidrologi dan Sungai Untuk distribusi normal. faktor frekuensi dihitung dengan rumus berikut (Kite.

parameter skala = Parameter batas bawah a Faktor frekuensi K untuk Distribusi Log Normal 3 Parameter dapat dihitung dengan 2 cara sebagai berikut : i) Menggunakan standard normal deviate t sebagai berikut: X T =a+e ( μ y+ tσ y ) ii) Menggunakan persamaan faktor frekuensi K sebagai berikut: K e 2 t ln ( 1 z 2 ) 1 2 ln ( 1 z 2 )] / 2 2 1 z2 1 2/3 1/ 3 z2 g g2 2 4 dimana g adalah koefisien skew dari sampel variabel acak x.Bab 4 Analisis Hidrologi dan Sungai dimana: y y = Nilai rata-rata dari ln (x-a). sebagai berikut : n n g i 1 ( xi x )3 ( n 1 )( n 2 )s 3 dimana: n = Jumlah sampel data variabel acak x = Nilai rata-rata dari sampel variabel acak x = Simpangan baku dari sampel variabel acak x x s D. Distribusi Gumbel Tipe I Persamaan PDF dari Distribusi Gumbel Tipe I adalah: p( x ) e (x ) e (x ) sedangkan persamaan CDF adalah : LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 4-5 . parameter bentuk = Simpangan baku dari ln (x-a).

bentuk dan letak.Bab 4 Analisis Hidrologi dan Sungai p( x ) e e (x ) Distribusi ini mempunyai 2 parameter. merupakan fungsi dari jumlah data n Sn = Simpangan baku dari reduced variabel Y. hasilnya adalah: 1. yaitu : : Parameter konsentrasi Ukuran gejala pusat Karakteristik dari distribusi ini adalah: Koefisien skew (g) : 1. Penentuan parameter distribusi dengan metoda momen menghasilkan: LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 4-6 . Distribusi Pearson III Persamaan PDF dari Distribusi Pearson III adalah: p( x ) 1 ( x ) 1 x e Distribusi ini mempunyai tiga paramater.4 Parameter distribusi diperoleh dengan menggunakan metoda momen. sedangkan ( ) adalah fungsi gamma. merupakan fungsi dari jumlah data n E. yaitu skala.2825 0 .45 Faktor frekuensi K untuk distribusi Gumbel Tipe I adalah : K ( YT Sn Yn ) YT dimana: ln ( ln YT T Yn T T = 1 Reduced variabel Y = Periode ulang (tahun) = Nilai rata-rata dari reduced variabel Y.139 Koefisien Kurtosis : 5.

LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 4-7 .Bab 4 Analisis Hidrologi dan Sungai 2 g 2 Faktor frekuensi K distribusi Pearson III adalah: K dimana: t (t2 1) t g g 6 1 3 g (t 6t ) 3 6 2 (t2 1) g 6 3 t g 6 4 1 g 3 6 5 : Standard normal deviate. tergantung oleh periode ulang T : Koefisien skew F. Uji Distribusi Pengujian kecocokan sebaran adalah untuk menguji apakah sebaran yang dipilih dalam pembuatan duration curve cocok dengan sebaran empirisnya. digunakan rumus berikut: XT dimana : y y e y K y = Nilai rata-rata dari logaritma sampel data variabel x (ln x) = Nilai simpangan baku dari logaritma sampel data variabel x (ln x) = Faktor frekuensi Distribusi Pearson III K G. Distribusi Log Pearson III Persamaan PDF dari Distribusi Log Pearson III adalah: p( x ) 1 x ( ln x ) 1 ln x e Distribusi ini mempunyai 3 parameter. yaitu: = = = Parameter skala Parameter bentuk Parameter lokasi Untuk menghitung variabel acak x dengan periode ulang tertentu. Pengujian parameter dilakukan dengan metode Smirnov-Kolmogorof.

tetapi apabila D lebih besar dari Do maka distribusi teoritis yang digunakan untuk menentukan distribusi tidak dapat diterima LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 4-8 . D = Maksimum [ P (Xm) – P’(Xm) ] Berdasarkan tabel nilai kritis (Smirnov-Kolmogorov test) tentukan nilai Do (lihat Tabel 4.Bab 4 Analisis Hidrologi dan Sungai Prosedur dasarnya mencakup perbandingan antara probabilitas kumulatif lapangan dan distribusi kumulatif fungsi yang ditinjau. Sampel yang berukuran N. X1 P’(X1) X2 P’(X2) XN P’(XN) Dari kedua nilai peluang tersebut tentukan selisih terbesar antara peluang pengamatan dengan peluang teoritis.2) Apabila D lebih kecil dari Do maka distribusi teoritis yang digunakan untuk menentukan persamaan distribusi dapat diterima. diatur dengan urutan yang meningkat. Dari data yang diatur akan membentuk suatu fungsi frekuensi kumulatif tangga. Prosedur pengujian ini adalah sebagai berikut: Urutkan data (dari besar ke kecil atau sebaliknya) dan tentukan besarnya peluang dari masing-masing data tersebut: X1 P(X1) X2 P(X2) XN P(XN) Tentukan nilai masing-masing peluang teoritis dari hasil penggambaran data.

18 0.18 0.08 161.19 0.15 134.91 139.25 0.29 0.80 106.78 125.30 104.02 122.45 0.49 0.5 Tabel 4.12 86.5 0.62 145.29 121.88 165.34 0.20 0.85 84.05 0.31 105.24 0.5 0.82 105.32 0.66 25.17 0.71 180.19 1.22 n0.32 0.22 0.23 0.36 0.15 1.77 116.2 5 10 15 20 25 30 35 40 45 50 n>50 0.17 1.3 PERIODE ULANG NORMAL Resume Hasil Analisis Curah Hujan Maksimum STASIUN TJILIK RIWUT PALANGKARAYA FREKUENSI CURAH HUJAN (mm) LOG NORMAL PEARSON LOG PEARSON GUMBEL Tr 200 Tr 100 Tr 50 Tr 25 Tr 10 Tr 5 Tr 3 Tr 2 Maximum Rerata Minimum Standar Deviasi 144.40 180.66 156.51 0.30 0.74 84.49 125.80 156.37 0.82 116.26 0.08 153.27 0.13 129.43 29.48 120.20 141.78 167.24 0.16 0.63 n0.39 86.75 115.29 0.29 83.11 118.08 27.1 0.20 0.59 84.43 165.19 0.5 (a) 0.65 84.41 0.24 0.58 94.71 35.02 151.23 1.56 132.21 0.81 94.67 0.56 0.63 161.36 n0.33 139.80 20.29 147.16 130.Bab 4 Analisis Hidrologi dan Sungai Tabel 4.80 144.69 83.18 LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 4-9 .07 n0.78 130.27 0.76 84.40 0.96 93.48 84.26 118.52 96.03 94.2 Nilai Kritis (Do) dari Smirnov-Kolmogorov Nilai kritis Smirnov-Kolmogorov n 0.01 0.78 155.23 0.17 103.27 0.11 138.21 0.

Fator reduksi hujan = tergantung dari durasi hujan (Tabel 4.4). Parameterparameter tersebut di antaranya adalah sebagai berikut: 4.Bab 4 Analisis Hidrologi dan Sungai Grafik Batang Tinggi Curah Hujan Vs Metode Distribusi 200 Tinggi Curah Hujan (mm) 160 Tr 200 Tr 100 Tr 50 Tr 25 Tr 10 Tr 5 Tr 2 120 80 40 0 NORMAL LOG NORMAL PEARSON LOG PEARSON GUMBEL Metode Distribusi Gambar 4.1 Reduksi Luas DAS dan Durasi Hujan Setelah hujan maksimum diperoleh. = faktor reduksi area tergantung dari luas DAS (Tabel 4. LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 4-10 .5). Parameter-parameter ini akan digunakan dalam proses perhitungan semua metode hidrograf.2.2 Grafik hasil analisis curah hujan maksimum. kemudian dihitung besarnya hujan rancangan yang dipengaruhi oleh faktor reduksi luas DAS dan durasi hujan dengan rumus sebagai berikut : Rrancangan = Rmax * ARF * Faktor reduksi hujan dimana: Rrancangan Rmax ARF = hujan yang digunakan dalam perhitungan banjir rancangan.2 Analisis Debit Banjir Sebelum data diolah dengan menggunakan metode hidrograf ada beberapa parameter yang perlu diketahui terlebih dahulu. 4. = hujan maksimum.

858 400 0.819 600 0. 4.770 800 0.735 1000 0. artinya makin besar jumlah hujan yang meresap akan mengakibatkan tanah cepat menjadi jenuh seperti yang diilustrasikan pada Gambar 4.980 Faktor Reduksi Area (ARF) 100 0.720 2000 0. sedangkan untuk lokasi yang tidak mempunyai data hujan jam-jaman.Bab 4 Analisis Hidrologi dan Sungai Tabel 4.2.5 Durasi Hujan (jam) Reduksi Hujan (%) 6 64 9 76 Faktor Reduksi Hujan 12 88 16 97 24 100 48 150 72 175 4.935 200 0. Distribusi hujan rencana untuk durasi 6 jam yang dipilih untuk pekerjaan ini disajikan pada Tabel 4. Metoda Horton mengasumsikan bahwa kehilangan debit aliran akan berupa lengkungan eksponensial.610 3000 0.000 30 0. Besarnya hujan yang meresap ke dalam tanah yang sesuai dengan distribusinya sukar untuk diperkirakan dengan teliti.2 Distribusi Curah Hujan Untuk mentransformasikan curah hujan rancangan menjadi debit banjir rancangan diperlukan besaran distribusi hujan setiap jamnya.435 5000 0.752 900 0.890 300 0. digunakan distribusi hujan dengan optimasi durasi hujan 6 jam.3 Curah Hujan Effektif Curah hujan effektif adalah bagian dari curah hujan total yang menghasilkan limpasan langsung dengan kata lain hujan total dikurangi kehilangan pada awal hujan akibat adanya infiltrasi.3. Distribusi hujan yang digunakan berdasarkan data hujan jam-jaman yang tersedia pada lokasi.370 Tabel 4. Hal ini mengakibatkan besar resapan akan berkurang dan mengikuti rumus Horton sebagai berikut: fp=fc + (f0 – fc). sebagai pendekatan digunakan metoda Horton. Metoda Horton adalah metoda untuk menganalisis besarnya hujan efektif. 12 jam atau 16 jam.e-kt LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 4-11 .4 Luas DAS (km2) Faktor Reduksi Area 10 1.2.789 Luas DAS (km2) Faktor Reduksi Area 700 0. Pada saat hujan turun sebagian akan meresap ke dalam tanah dan sebagian lagi akan menjadi limpasan permukaan.515 4000 0.5.832 500 0.

Hidrograf satuan adalah hidrograf limpahan langsung yang dihasilkan oleh hujan lebih (excess rainfall) yang terjadi merata di seluruh DAS dengan intensitas tetap dalam satuan waktu. data curah hujan rancangan yang telah ditentukan dikurangi dengan faktor kehilangan Horton untuk setiap jam pada distribusi hujan.Bab 4 Analisis Hidrologi dan Sungai dimana: fp = Kapasitas infiltrasi pada waktu t (mm) fc = Harga akhir dari infiltrasi f0 = Kapasitas infiltrasi permulaan yang bergantung pada hujan sebelumnya. k = Konstanta t = Waktu sejak hujan mulai Nilai dari fc dan k dapat dihitung dari dua persamaan simultan untuk dua nilai variabel. Setiap DAS atau daerah tangkapan hujan memiliki hidrograf satuan yang khas sesuai dengan karakteristiknya. dapat diperkirakan 50-80 % dari curah hujan total. LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 4-12 . Untuk mendapatkan curah hujan effektif.3 Sketsa perhitungan Metoda Horton. TINGGI CURAH HUJAN WAKTU (mm) KEHILANGAN HUJAN EFEKTIF HIDROGRAF SATUAN 0 1 2 3 4 5 6 WAKTU (Jam) Gambar 4.

3 digunakan berikut: Tp = tg + 0. bukan dari melelehnya salju.3. 4.T p T0.3 ) Qp = Debit puncak banjir (m3/det) Ro = Hujan satuan (mm) Tp = Tenggang waktu dari permulaan hujan sampai puncak banjir (jam) T0.6(0. f) Koofisien pengaliran. d) Luas daerah aliran sungai. hidrograf satuan tidak akan memberikan hasil yang baik.2. dari puncak sampai 30% dari debit puncak A C = Luas daerah pengaliran sampai outlet = Koofisien pengaliran Untuk menentukan Tp dan T0. c) Perbedaan waktu hidrograf (time base hydrograph). e) Panjang alur sungai utama terpanjang (length of the longest channel). Pada daerah tangkapan hujan tidak terdapat tampungan-tampungan besar yang dapat berakibat mengganggu hubungan linier antara tampungan dengan debit. Rumus dari hidrograf satuan sintetik Nakayasu adalah sebagai berikut: Qp dimana : C.8 tr Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh pendekatan rumus sebagai LAPORAN FINAL 4-13 . Bila curah hujannya tidak seragam (non uniform).Bab 4 Analisis Hidrologi dan Sungai Untuk penerapan metoda hidrograf satuan ada beberapa keterbatasan yang perlu diperhatikan: Presipitasi hanya berasal dari air hujan. b) Perbedaan waktu dari titik berat hujan sampai titik berat hidrograf. A.R0 3.4 Hidrograf Satuan Sintetik Nakayasu Hidrograf satuan sintetik Nakayasu memiliki beberapa karakteristik pada daerah alirannya yaitu: a) Perbedaan waktu dari permulaan hujan sampai puncak hujan hidrograf.3 = Waktu yang diperlukan oleh penurunan debit.

untuk =2 = 1.058 L Sungai dengan panjang alur L < 15 km : tg = 0.5 tg sampai tg tg adalah time lag yaitu waktu antara hujan sampai debit puncak banjir (jam) dimana tg dihitung dengan ketentuan sebagai berikut : 1.3 T0 . 2. 3 b) Selang nilai: (T p T0.5 =3 Pada daerah pengaliran biasa Pada bagian naik hidrograf lambat dan turun cepat Pada bagian naik hidrograf cepat.3 = tr tg = 0.7 Pada waktu kurva naik : 0 < t < Tp Qt dimana: Q(t) t ( t 2.0.3 LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 4-14 .0.Bab 4 Analisis Hidrologi dan Sungai T0.3 ) ( t T p 0 . 5T0. 3 ) Q( t ) Q p .3 ) t (T p T0.21 L0.3 ) (t Tp ) Q( t ) Q p . 5T0 .4 + 0.3 1.3 1. 4 ) Qp Tp = Limpasan sebelum mencari debit puncak (m 3) = Waktu (jam) Pada waktu kurva turun a) Selang nilai: t (T p T0.5T0. Dimana: tr = = Satuan waktu hujan (jam) Parameter hidrograf. dan turun lambat Sungai dengan panjang alur L > 15 km : tg = 0.

Bab 4 Analisis Hidrologi dan Sungai i tr t 0. digunakan yang terbesar atau nilai maksimum.2. Koefisien run-off tersebut sebagai besar mempunyai nilai antara.3 Gambar 4. LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 4-15 .3 QP 0.8 tr Q tg lengkung naik lengkung turun QP 0. Rumus tersebut di atas merupakan rumus empiris. maka penerapannya terhadap suatu daerah aliran harus didahului dengan suatu pemilihan parameter-parameter yang sesuai yaitu Tp dan . tetapi sebaiknya untuk analisis. Atau nilai pada sisi kanan dari tabel yang digunakan.5 Koofisien Run-Off Koefisien run-off adalah nilai banding antara bagian hujan yang run-off di muka bumi dengan hujan total yang terjadi.4 Sketsa perhitungan Sintetik Nakayasu.3 1. Berikut ini disampaikan berbegai nilai koefisien run off dari permukaan bumi. 4. dan pola distribusi hujan agar didapatkan suatu pola hidrograf yang sesuai dengan hidrograf banjir yang diamati.5 TO.32 QP TP TO.

75 0.75 – 0.90 0.80 0.70 – 0.2 0.90 0.90 – 0.30 0.40 – 0.70 0.55 0.05 – 0.Bab 4 Analisis Hidrologi dan Sungai Tabel 4. beton Tanah agak padat sulit diresapi Taman/lapang terbuka Kebun Perumahan tidak begitu rapat (20 rumah/ha) Perumahan rapat sedang (21-60 rumah/ha) Perumahan rapat (61-160 rumah/ha) Daerah rekreasi Daerah industri Daerah perniagaan LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 4-16 .80 – 0.95 Pegunungan yang curam Tanah yang bergelombang & hutan Dataran yang ditanami Atap yang tidak tembus air Perkerasan aspal.40 – 0.80 – 0.50 – 0.6 Koefisien Run-off Untuk Drainase Muka Tanah Tipe Area Koefisien Run-off 0.40 0.25 > 0.60 0.90 0.90 0.25 – 0.75 – 0.45 – 0.20 – 0.

Q 5th w 2 Flo .Q1 w 0th 6000 6000 Flo .Q5 w th Flo .5 Hidrograp banjir Metoda Nakayasu untuk berbagai perioda ulang Untuk Lokasi Pendang. R Sun Barito R ch: M aratewe R 20 iver: gai ea u h S: Leg end Flo .Q2 w th Leg end Flo .Q2 w 5th Flo .Q1 w 0th Flow (m3/s) Flow (m3/s) 5000 5000 4000 4000 3000 3000 2000 2000 1000 2400 1200 2400 01Jan2009 1000 2400 1200 2400 2400 1200 1200 2400 2400 1200 1200 2400 2400 1200 1200 2400 2400 1200 1200 2400 2400 1200 01Jan2009 02Jan2009 03Jan2009 04Jan2009 05Jan2009 02Jan2009 03Jan2009 04Jan2009 05Jan2009 06Jan2009 Time Time 1200 2400 06Jan2009 Gambar 4.6 Hidrograp banjir Metoda Nakayasu untuk berbagai perioda ulang Untuk Lokasi Muarateweh.Bab 4 Analisis Hidrologi dan Sungai R R 10 each: P endang R 10 S: R Sungai Barito R iver: each: P endangiver: Sungai Barito R S: 7000 7000 Leg end Flo .Q th w 2 4500 4000 Flo .Q 0th w 1 3500 Flow (m3/s) 3000 2500 2000 1500 1000 2400 1200 2400 01Jan2009 1200 2400 02Jan2009 1200 2400 03Jan2009 Time 1200 2400 04Jan2009 1200 2400 05Jan2009 Gambar 4.Q5 w th Flo . LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 4-17 .Q2 w 5th Flo .Q2 w th Flo .Q th w 5 Flo .

018 0.Bab 4 Analisis Hidrologi dan Sungai 4.012 0.035 0.3. = Koefisien Manning Tabel 4.070 LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 4-18 .030 0.014 0. sedikit tanaman pengganggu 0.033 3 Saluran alam Bersih Iurus Bersih.011 0.030 0.030 0.080 0.050 0.015 0.3 4.025 0.1 Pemodelan Elevasi Muka Air Perhitungan Hidrolika Perhitungan hidrolika menggunakan Formula Manning (1889) sebagai berikut: V Dimana: V R S n 1 2 3 12 R S n = Kecepatan rata-rata aliran (m/detik) = Radius Hidrolik (m) = Kemiringan Saluran.025 0. Tipe Saluran dan Jenis Bahan Minimum Normal Maximum 1 Beton Gorong-gorong Iurus dan bebas dari kotoran Gorong-gorong dengan lengkungan dan sedikit kotoran/gangguan Beton dipoles Saluran pembuang dengan bak kontrol 0.011 0.050 0.020 0.022 0.tinggi Saluran di belukar 0.7 Harga koefisien kekasaran Manning.027 0.011 0.035 0. lurus dan seragam Bersih baru Bersih telah melapuk Berkerikil Berumput pendek.013 0.016 0.017 2 Tanah.014 0. berkelok-kelok Banyak tanaman pengganggu Dataran banjir berumput pendek .022 0.025 0.010 0.033 0.070 0.045 0.018 0. n Harga n No.013 0.033 0.040 0.013 0.022 0.025 0.

beton. bebas pada saluran terbuka (b). bata. segitiga. Untuk sungai pada lokasi pekerjaan ini dipilih saluran terbuka dengan bentuk penampang trapesium dan persegi. aliran permukaan bebas pada saluran tertutup (c). atau material lain.8 berikut. baik saluran buatan maupun alamiah. yang terdiri dari: Galian tanah dengan atau tanpa lapisan penahan Terbuat dari pipa. tapal kuda. yang dapat kita jumpai diperlihatkan pada Gambar 4.Bab 4 Analisis Hidrologi dan Sungai Gambar 4. trapesium. LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 4-19 . dan aliran tertekan atau dalam pipa. lingkaran. atau tidak beraturan. Zat cair yang mengalir pada saluran terbuka mempunyai bidang kontak hanya pada dinding dan dasar saluran. Dapat berbentuk persegi.7 Jenis Aliran Permukaan (a). Bentuk-bentuk saluran terbuka. batu. Saluran terbuka dapat berupa Saluran alamiah atau buatan.

3. Jika kecepatan aliran lebih kecil daripada kecepatan kritis.8 Bentuk-bentuk potongan melintang saluran terbuka Untuk mencari besarnya tinggi jagaan pada saluran atau sungai diambil acuan pada besarnya debit yang terjadi di saluran atau sungai tersebut. sedangkan berdasarkan fungsi ruang. LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 4-20 . maka aliran dibedakan menjadi aliran seragam (uniform) dan tidak seragam (non-uniform). sedangkan jika kecepatan alirannya lebih besar daripada kecepatan kritis.0 – 10. Bilangan Froude Keadaan aliran pada saluran terbuka bisa dipengaruhi kecepatan aliran dan gaya gravitasi.0 10.0 > 15. Q (m3/det) < 0.Bab 4 Analisis Hidrologi dan Sungai Gambar 4. maka aliran dibedakan menjadi aliran permanen (steady) dan tidak permanen (unsteady).5 – 5.2 Klasifikasi Aliran Aliran permukaan bebas dapat diklasifikasikan menjadi berbagai tipe tergantung kriteria yang digunakan.00 4.0 5.85 1. A.0 – 15. maka alirannya disebut superkritis.5 0. Tabel 4.8 Besarnya Tinggi Jagaan Berdasarkan Besarnya Debit Aliran.5 – 1.0 Tinggi Jagaan (m) 0. maka alirannya disebut subkritis. Harga-harga tinggi jagaan berdasarkan debit saluran atau sungai bisa dilihat pada Tabel dibawah ini.5 1.60 0.75 0. Gravitasi dapat dibangkitkan dengan merubah kedalaman.40 0.50 0. Berdasarkan perubahan kedalaman dan kecepatan mengikuti fungsi waktu.

Bilangan Froude = 1. aliran dapat dibagi kedalam 3 jenis aliran.9 Profil Aliran Subkritis Gambar 4. y Dimana: V g y = Kecepatan Aliran = Percepatan Grafitasi = Kedalaman aliran Berdasarkan bilangan Froude. yaitu: Aliran subkritis Aliran Kritis Superkritis Bilangan Froude < 1. Bilangan Froude > 1.10 Profil Aliran Kritis LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 4-21 . yang dinyatakan dengan bilangan Froude (Fr). Bilangan Froude untuk saluran berbentuk persegi didefinisikan sebagai : Fr V g.Bab 4 Analisis Hidrologi dan Sungai Parameter yang menentukan ketiga jenis aliran tersebut adalah perbandingan antara kecepatan dan gaya gravitasi. Gambar 4. Dan berikut ini adalah profil aliran subkritis dan juga aliran kritis pada saluran.

maka akan dikenal 4 jenis keadaan aliran: 1. terjadi apabila gaya kekentalan lebih besar daripada gaya gravitasinya. Re VL Re = Bilangan Reynold V L = Kecepatan aliran (meter/detik) = Panjang karakteristik (m) = Kekentalan kinematik (m2/det) Jenis aliran menurut Angka Reynold : Aliran laminar memiliki angka Reynold antara 0 sampai dengan 500. dipengaruhi keadaan ini dapat dibagi menjadi 2 tipe.Bab 4 Analisis Hidrologi dan Sungai Gambar 4. Aliran peralihan memiliki antara 500 dengan 2000. Aliran Turbulen. yaitu: Aliran Laminar. Aliran laminar biasanya hanya terjadi pada saluran-saluran di laboratorium. Aliran Laminar -Subkritis 4-22 LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh . Angka yang menentukan jenis aliran ini dikenal dengan Bilangan Reynold. Jika dipadukan dengan keadaan jenis aliran berdasarkan pengaruh kecepatan dan gravitasinya. terjadi apabila gaya gravitasi sangat dominant bila dibandingkan dengan gaya kekentalannya.11 Profil Aliran Kritis B. Bilangan Reynold Jenis aliran yang Keadaan suatu aliran bisa juga dipengaruhi kekentalan. Aliran turbulen memiliki angka Reynold lebih besar dari 2000.

LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 4-23 . Pada Tabel di bawah ini dikemukakan besarnya kecepatan yang diizinkan untuk beberapa jenis saluran. Aliran laminer sangat jarang terjadi di saluran terbuka. Aliran Turbulen-Subkritis 4.Bab 4 Analisis Hidrologi dan Sungai 2. Aliran Turbulen -Superkritis Gambar 4. walaupun ada hanya terjadi pada saluran yang sangat dangkal dengan kecepatan yang sangat rendah. Aliran Laminar -Superkritis 3. Kecepatan Aliran Kecepatan aliran pada suatu saluran harus dibatasi dan itu tergantung kepada struktur bangunan saluran itu sendiri.12 Empat jenis keadaan aliran pada saluran terbuka Untuk saluran terbuka jenis aliran yang biasa terjadi adalah aliran turbulen. C.

Pada pekerjaan ini digunakan model numerik untuk menyelesaikan permasalahan hidrolik. Persamaan momentum untuk aliran tak-langgeng: Q t gA H x Qv x gQQ C 2 AR b w 2 cos Persamaan kontinuitas untuk aliran tak-langgeng: LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 4-24 . Model pendekatan ini dapat berupa model numerik/matematik atau model fisik.3 Pemodelan Matematik dengan Perangkat Lunak HEC-RAS Untuk mendapatkan penyelesaian yang baik dari suatu masalah rekayasa air.60 0. Secara singkat berikut ini akan diuraikan mengenai dasar teori yang digunakan dalam program HEC-RAS. biaya dan tenaga.50 Pasir Halus Lempung Kepasiran Lanau Alluvial Kerikil Halus Lempung Keras Lempung Padat Kerikil Kasar Batu-batu Besar Beton-beton Bertulang 4.10 1. A. Meski hasil outputnya tidak seakurat jika dibandingkan dengan menggunakan model fisik tetapi model matematik memiliki keunggulan dalam hal penghematan waktu.Bab 4 Analisis Hidrologi dan Sungai Tabel 4. Jenis Bahan Kecepatan (m/dtk) 0.20 1.45 0.75 0.75 1. Teori Dasar Program HEC-RAS merupakan solusi numerik dari persamaan aliran tak-langgeng satu dimensi untuk saluran terbuka baik alami ataupun buatan. hidrolika ataupun hidrologi diperlukan suatu model pendekatan yang dapat mewakili permasalahan yang sedang dihadapi semirip mungkin.3.50 0.9 Kecepatan aliran yang diizinkan berdasarkan jenis bahan saluran. Yang diturunkan dari prinsip kekekalan energi dan kekekalan massa. Model matematik yang digunakan adalah model yang dikenal dengan HECRAS. baik berupa masalah mekanika fluida.50 1.

H) w(t) (t) (t) (x) = waktu = jarak yang diukur pada as saluran = elevasi permukaan air = kecepatan rata-rata aliran air = debit = jari-jari hidraulik = luas aliran = lebar aliran = lebar tampungan aliran = percepatan grafitasi = koefisien De Chezy = kecepatan angin = sudut arah angin terhadap utara = sudut arah aliran terhadap utara = koefisien konfersi angin = faktor koreksi kecepatan untuk aliran tidak seragam A 2 v y .H) b(x.Bab 4 Analisis Hidrologi dan Sungai Q x B H t 0 Hubungan Q. v.13 Persamaan momentum dan kontinuitas. z dydz 2 Q LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 4-25 . dimana : t x H(x.t) R(x.H) B(x. dan A adalah sebagai berikut: Q 1 v A 2 B H x datum Gambar 4.H) A(x.t) v(x.H) g C(x.t) Q(x.

Data-data yang dibutuhkan untuk melakukan simulasi dengan program HEC-RAS akan diuraikan berikut ini. data untuk skema jaringan sungai atau saluran dimasukan melalui modul Geometric Data. 1. Skema Jaringan dapat dilihat pada Gambar 4. S un g ai B a ri to Pendang 10 9 8 7 6 5 4 3 2 1 erare Geo-Ref iXS s Geo-Refated nterpol ated XS) Non Geo-Referenced (XS f interpol user entered entered XS Gambar 4. Pada modul ini kita memasukan sistem jaringan dari saluran dimana kita bisa memasukan anak sungai atau saluran lain yang masuk.14 di bawah ini. Data Masukan Program Program HEC-RAS digunakan untuk mendapatkan perilaku hidrolis aliran tak langgeng.14 Skema Sistem Jaringan Sungai di lokasi Pendang LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 4-26 . Skema Jaringan Saluran Pada HEC-RAS.Bab 4 Analisis Hidrologi dan Sungai B.

05 5 E lev at ion (m ) 0 -5 -10 0 100 200 Stati on (m) 300 Gambar 4. Gambar 4.02 10 P lan: Plan 02 RS = 5 Cross Secti on 5 Legend Ground Bank Sta River = Sungai Bari to Reach = Pendang . SID Pendang .16 dan Gambar 4.17 menunjukan suatu skema jaringan sungai/saluran yang didalamnya tercakup semua penampang melintang yang datanya sudah dimasukan. LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh Sun gai M uarateweh 20 19 18 17 15 16 Bar i to 14 400 500 4-27 .16 Penampang melintang Sungai di Lokasi Pendang.15 Skema Sistem Jaringan Sungai di lokasi Muarateweh None of Geo-Ref Geo-Refated iXS Geo-RefXS's are Geo-Ref nterpol ated XS) the NonNon Geo-Referenced (XS userinterpol user entered entered XS 2. Penampang Melintang Saluran Setelah Geometri Data dimasukan kemudian kita memasukan data penampangpenampang melintang dari saluran yang sedang ditinjau melalui Modul Cross Section Data.Bab 4 Analisis Hidrologi dan Sungai 13 12 11 8 6 5 4 3 2 1 7 9 10 Gambar 4.

4.05 Legend Ground Bank Sta River = Sungai Bari to Reach = Muarateweh Cross Secti on 5 5 E lev at ion (m ) 0 -5 -10 -15 0 50 100 150 Stati on (m) 200 250 300 Gambar 4.17 Penampang melintang Sungai di Lokasi Muarateweh. Hasil Pemodelan Matematik Untuk Lokasi Pendang Elevasi Muka Air Elevasi muka air rata-rata dan pada saat banjir dapat dilihat pada gambar-gambar dibawah ini.Bab 4 Analisis Hidrologi dan Sungai DE Muaratew eh D .4 A.18 Elevasi Muka Air rata-rata Sungai Barito.05 10 . LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 4-28 .3.02 Plan: P 03 lan RS = 5 . SID Pendang Sungai Bari to Pendang Legend W S 01JAN2008 1000 P lan: Plan 02 5 Bantaran Sungai Ground LOB ROB 0 E lev at ion (m ) -5 -10 0 100 200 300 M ai n Channel Di stance (m) 400 500 Gambar 4.

20 Elevasi Muka Air Sungai Barito pada saat banjir.19 Elevasi Muka Air rata-rata Sungai Barito. SID Pendang Sungai Bari to Pendang 6 P lan: Plan 02 Legend W S Max W S 4 Bantaran Sungai Ground LOB ROB 2 0 E lev at ion (m ) -2 -4 -6 -8 -10 -12 0 100 200 300 M ai n Channel Di stance (m) 400 500 Gambar 4. LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 4-29 .Bab 4 Analisis Hidrologi dan Sungai SID Pendang Plan: Plan 02 Legend W S 01J AN2008 1000 Ground Bank Sta Gambar 4.

Penampang melintang S P nda ID e ng . B. LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 4-30 .05 Leg end WS01JA 8 100 N200 0 G und ro Ban Sta k River = Sungai Barito Reach = Pendang 5 Elevation (m) 0 -5 -10 0 100 200 Station (m ) 300 400 500 Gambar 4.21 Elevasi Muka Air Sungai Barito pada saat banjir.Bab 4 Analisis Hidrologi dan Sungai SID Pendang Plan: Plan 02 Legend W S 02J AN2008 0700 Ground Bank Sta Gambar 4.22 Elevasi Muka Air rata-rata pada penampang melintang Sungai Barito.02 10 P : P n0 lan la 2 RS = 5 CrossSection 5 .

24 Grafik kecepatan aliran rata-rata.Bab 4 Analisis Hidrologi dan Sungai SIDP nda e ng . SID Pendang Vel L e ft (m / s) .05 Leg end WS01JA N200 190 8 0 G und ro Ban Sta k River = Sungai Barito Reach = Pendang 5 Bantaran Sungai Elevation (m) 0 -5 -10 0 100 200 Station (m ) 300 400 500 Gambar 4. Ve l Ri gh t (m / s) Sun g ai Bari to Pe nd a ng Plan: Plan 02 Legend Vel Chnl 31DEC2007 2400 1 .5 1 . C.5 0 .0 0 1 00 2 00 3 00 M ai n Ch an n el Di sta n ce (m) 4 00 5 00 Gambar 4.23 Elevasi Muka Air penampang melintang Sungai Barito pada saat banjir. LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 4-31 .02 10 P : P n0 lan la 2 RS = 5 CrossSection 5 .0 0 . Ve l C hn l (m / s) . Kecepatan Aliran Bilangan Froude yang terjadi pada aliran di saat debit rata-rata maupun banjir bisa dilihat pada gambar dibawah ini.

5 0 .Q ge 10th Sta .26 Grafik elevasi muka air di sebelah hulu lokasi Pendang. D.Q ge 25th Sta .Q ge 2th Stage (m) 16 Stage (m) 16 14 14 12 12 10 2400 1200 2400 01Jan2009 1200 2400 02Jan2009 1200 2400 03Jan2009 Time 1200 2400 04Jan2009 1200 2400 05Jan2009 1200 2400 06Jan2009 10 2400 1200 2400 01Jan2009 1200 2400 02Jan2009 1200 2400 03Jan2009 Time 1200 2400 04Jan2009 1200 2400 05Jan2009 1200 2400 06Jan2009 Gambar 4. Vel Ri ght (m / s) Sun g ai Bari to Pe nd a ng Plan: Plan 02 Legend Vel Chnl 01J AN2008 1900 Vel Right 01J AN2008 1900 1 .0 0 .Q ge 2th 18 18 Sta .Bab 4 Analisis Hidrologi dan Sungai SID Pendang Vel Left (m / s) . Grafik Elevasi Muka Air R Sungai Barito R iver: each: P endang R 10 S: 20 20 R Sungai Barito R iver: each: P endang R 10 S: Leg end Leg end Sta . LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 4-32 .0 0 1 00 2 00 3 00 M ai n Ch an n el Di sta n ce (m) 4 00 5 00 Gambar 4.Q ge 5th Sta .Q ge 10th Sta .Q ge 5th Sta .Q ge 25th Sta .25 Grafik kecepatan aliran pada saat banjir.5 1 . Vel C hnl (m / s) .

S.S.08 0 .28 Grafik Bilangan Froude rata-rata Sungai Barito.20 Le ge nd Frou d e # C h l 31 D E C2 0 0 7 2 4 0 0 Plan: Plan 02 0 .16 F ro u de # C h l 0 .27 Grafik Rating Kurva Sungai Barito E.06 0 1 00 2 00 3 00 M ai n Ch an n el D i sta n ce (m ) 4 00 5 00 Gambar 4. Elev 2 W . SID Pendang S un g ai B ari to P e nd a ng 0 .12 0 .10 0 . Bilangan Froude Bilangan Froude yang terjadi pada aliran di saat debit rata-rata maupun banjir bisa dilihat pada gambar dibawah ini. Elev ( m ) 0 -2 -4 -6 -8 -10 -12 0 1000 2000 3000 4000 Q T otal (m3/s) 5000 6000 7000 Gambar 4.18 0 . 4-33 LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh .Bab 4 Analisis Hidrologi dan Sungai SID Pendang 6 4 P lan: Plan 02 RS = 1 Cross Secti on 1 River = Sungai Bari to Reach = Pendang Legend W .14 0 .

05 0 .Bab 4 SID Pendang Sun g ai Bari to Pe nd a ng 0 . 4.3.29 Grafik Bilangan Froude Sungai Barito pada saat banjir.15 F roude # C hl 0 . LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 4-34 .5 A. Hasil Pemodelan Matematik Untuk Lokasi Muarateweh Elevasi Muka Air DE Muaratew eh D Sungai Bari to M uarateweh 10 Legend W S 05JAN2009 2400 Ground LOB ROB Plan: P 03 lan 5 E lev at ion (m ) Bantaran Sungai 0 -5 -10 -15 0 200 400 600 M ai n Channel Di stance (m) 800 1000 Gambar 4.00 0 1 00 2 00 3 00 M ai n Ch an n el Di sta n ce (m) 4 00 500 Gambar 4.30 Elevasi Muka Air rata-rata Sungai Barito.10 0 .20 Analisis Hidrologi dan Sungai Plan: Plan 02 Legend Froude # Chl 01J AN2008 1900 0 .

Bab 4 DE Muaratew eh D Plan: P 03 lan Analisis Hidrologi dan Sungai Legend W S 01J AN2009 1200 Ground Bank Sta Gambar 4.31 Elevasi Muka Air rata-rata Sungai Barito. DE Muaratew eh D Sungai Bari to M uarateweh 10 Plan: P 03 lan Legend W S 01JAN2009 1900 Ground LOB ROB 5 Bantaran Sungai E lev at ion (m ) 0 -5 -10 -15 0 200 400 600 M ai n Channel Di stance (m) 800 1000 Gambar 4. LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 4-35 .32 Elevasi Muka Air Sungai Barito pada saat banjir.

34 Elevasi Muka Air rata-rata pada penampang melintang Sungai Barito. LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 4-36 .02 Plan: P 03 lan RS = 5 Cross Secti on 5 Legend W S 01J AN2009 0800 Ground Bank Sta River = Sungai Bari to Reach = Muarateweh .33 Elevasi Muka Air Sungai Barito pada saat banjir.05 5 E lev at ion (m ) Bantaran Sungai 0 -5 -10 -15 0 50 100 150 Stati on (m) 200 250 300 Gambar 4.Bab 4 Analisis Hidrologi dan Sungai DE Muaratew eh D Plan: P 03 lan Legend W S 02J AN2009 0700 Ground Bank Sta Gambar 4.05 10 . Penampang melintang DE Muaratew eh D . B.

05 5 E lev at ion (m) Bantaran Sungai 0 -5 -10 -15 0 50 100 150 Station (m) 200 250 300 Gambar 4.70 0 .35 Elevasi Muka Air penampang melintang Sungai Barito pada saat banjir.75 0 .80 0 .Bab 4 Analisis Hidrologi dan Sungai DE M D uarateweh . C.05 10 .95 0 .90 Vel C h nl ( m /s ) 0 . LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 4-37 . Kecepatan Aliran DE Muaratew eh D Sun g ai Bari to M ua ra te weh Plan: P 05 lan Legend Vel Chnl 31DEC2008 2400 0 .36 Grafik kecepatan aliran rata-rata .85 0 .02 Plan: P 03 lan RS = 5 Cross Section 5 Legend WS 01JAN2009 1900 Ground Bank Sta River = Sungai Barito Reach = Muarateweh .65 0 2 00 4 00 6 00 M ai n Ch an n el Di sta n ce (m) 8 00 1 00 0 Gambar 4.

20 Vel C h nl ( m /s ) 1 .Bab 4 Analisis Hidrologi dan Sungai DE Muaratew eh D Sun g ai Bari to M ua ra te weh Plan: P 05 lan Legend Vel Chnl Max WS 1 .10 1 .95 0 2 00 4 00 6 00 M ai n Ch an n el Di sta n ce (m) 8 00 1 00 0 Gambar 4. LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 4-38 .05 1 .00 0 .25 1 .38 Grafik elevasi muka air Muarateweh untuk banjir tahunan.37 Grafik kecepatan aliran pada saat banjir. 30 Elevasi Banjir 2 th Elevasi Banjir 5 th Elevasi Banjir 10 th Elevasi Banjir 25 th 25 Elevasi Muka Air (m) 20 15 10 0 20 40 60 80 100 120 Waktu (jam) Gambar 4.15 1 .

Bab 4 Analisis Hidrologi dan Sungai DE Muaratew eh D 10 Plan: Plan 05 RS = 20 Legend W . Maka dari itu jenis aliran pada saluran adalah aliran subkritis. LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 4-39 .40 Grafik Bilangan Froude rata-rata Sungai Barito. F ro ud e # XS 0 . DE Muaratew eh D Sun g ai Bari to M ua ra te weh 1 .39 Grafik Rating Kurva Sungai Barito E.S.4 0 .8 0 .6 0 .0 Legend Froude # Chl 31DEC2008 2400 Froude # XS 31DEC2008 2400 Plan: P 03 lan F ro u de # C h l .0 0 2 00 4 00 6 00 M ai n Ch an n el Di sta n ce (m) 8 00 1 00 0 Gambar 4. S. Elev ( m ) 5 0 -5 -10 -15 0 1000 2000 3000 Q T otal (m3/s) 4000 5000 Gambar 4. Elev River = Sungai Bari to Reach = Muarateweh Cross Secti on 20 W .2 0 . Bilangan Froude Bilangan Froude baik pada saat normal maupun banjir masih lebih kecil daripada 1.

0.Bab 4 Analisis Hidrologi dan Sungai DE Muaratew eh D Sungai Bari to M uarateweh 1 .0 Plan: P 03 lan Legend Froude # Chl 01J AN2009 1900 0 .25 m/s <1 LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 4-40 .95 m/s 0.00 m + 20.50 .10 Rekapitulasi Hasil Pemodelan Elevasi Muka Air No.0.1.3.00 m + 17. Tabel 4.4 0 .2 0 .41 Grafik Bilangan Froude Sungai Barito pada saat banjir.96 .00 m + 23.67 .10 .70 m/s 1.00 m + 20. 1 2 3 4 5 6 7 Kesimpulan Elevasi Muka Air Rata-Rata Elevasi Muka Air Saat Banjir 2 Tahunan Elevasi Muka Air Saat Banjir 5 Tahunan Elevasi Muka Air Saat Banjir 10 Tahunan Kecepatan Aliran Rata-Rata Kecepatan Aliran Saat Banjir Bilangan Froude Lokasi Pendang + 14.6 0 .80 m/s <1 Lokasi Muarateweh + 18. 4.26 m + 15.8 F roude # C hl 0 .86 m + 27.00 m 0.07 m 0.0 0 2 00 400 600 M ai n Channel Di stance (m) 800 1000 Gambar 4.6 Kesimpulan Hasil Pemodelan Elevasi Muka Air Kesimpulan hasil pemodelan baik untuk lokasi Pendang maupun Muarateweh akan ditampilkan pada Tabel berikut ini.1.

Dalam program SMS terdapat beberapa modul program penting untuk membuat simulasi.0 (SMS 7. GFGEN (Geometri File Generation) adalah file untuk membuat geometri dan file mesh elemen hingga untuk menjadi masukan sistem pemodelan SMS. Hasil dari simulasi hidrodinamika sungai adalah kecepatan arus yang terjadi pada badan sungai yang kemudian akan dibandingkan kebenarannya dengan hasil survei arus. Terkait dengan pekerjaan ini modul yang akan digunakan adalah: 1. Simulasi hidrodinamis sebuah muara sungai di dalam studi perairan pantai sangat erat berkaitan dengan proses pantai. Analisis tahap ini menggunakan data aliran sungai hasil analisis pada hidrologi DPS sebagai kondisi batas satu. Setelah kondisi hidrodinamika berdasarkan kedua kondisi batas di atas telah didapat. Yaitu Surface-Water Modelling System Ver 7. Konsentrasi angkutan sedimen yang terdispersi di seluruh badan sungai secara horizontal dapat ditampilkan secara grafis . simulasi angkutan sedimen di sungai yang ditinjau dapat dilaksanakan. Aspek-aspek dominan yang akan ditinjau berkaitan dengan hal tersebut di atas.4 4. LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 4-41 . Kedua aspek tersebut disimulasikan dengan bantuan program Surface-Water Modelling System 7. Berikut ini Konsultan akan membahas simulasi hidrodinamis perairan dan angkutan sedimen suspensi yang dimaksud. serta untuk kondisi batas lainnya menggunakan hasil simulasi pasang surut yang akan dibahas pada bagian lain.0) dari Boss International Co. Konsultan akan menggunakan program yang mempunyai beberapa modul simulasi numerik yang mencakup simulasi hidrodinamis dan angkutan sedimen suspensi.1 Analisis Hidrodinamika dan Sedimentasi Sungai Umum Fenomena hidrodinamika sungai mencakup pola aliran pada seluruh elevasi pasang surut serta untuk debit aliran yang dapat terjadi di perairan tersebut. maka dengan ‘menyuntikkan’ muatan sedimen kedalam persamaan numerik.0) dari Boss International Co. Berikut ini Konsultan akan membahas program simulasi yang dimaksud. Dalam melaksanakan analisis ini. di antaranya adalah arus pada perairan tersebut dan pergerakan sedimen suspensi. yang mempunyai beberapa modul simulasi numerik.0 (SMS 7. Program ini melakukan pemeriksaan rutin mesh dan menyusun kembali mesh.Bab 4 Analisis Hidrologi dan Sungai 4.4. Program GFGEN ini hanya membutuhkan file geometri ASCII sebagai input.

SED-2D adalah program pemodelan numerik 2-dimensi. untuk mensimulasi proses transportasi sedimen dalam saluran terbuka. RMA2 adalah program elemen hingga dua dimensi untuk menyelesaikan masalah hidrodinamika. kolam. yang dirata-ratakan dalam arah vertikal (kedalaman). serta parameter viskositas Eddy dan nilai Manning untuk menjalankan RMA2. dengan asumsi kecepatan dan arah aliran dapat dianggap seragam pada seluruh kedalaman. kemudian masukan data elevasi muka air. RMA2 dapat digunakan untuk menghitung elevasi muka air dan kecepatan aliran pada titik-titik node dalam suatu mesh elemen hingga yang mewakili badan air di daerah studi. LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 4-42 . muara. SED-2D dapat memprediksi dengan cukup akurat untuk pergerakan sedimen yang berupa pasir maupun lempung pada kondisi aliran langgeng maupun tak langgeng. 3.Bab 4 Analisis Hidrologi dan Sungai 2. Dengan menjalankan SED-2D didapatkan batimetri baru akibat pergerakan sedimen. Dimulai dengan pembuatan mesh (grid perhitungan numerik). estuari dan perairan teluk. RMA2 (Resources Management Associates-2) adalah program inti dari SMS. seperti sungai. Solusi hidrodinamika yang didapatkan dari RMA-2 beserta data sedimen digunakan sebagai data masukan untuk menjalankan SED-2D. seperti sungai. Dalam simulasi hidrodinamika dan sedimentasi ada beberapa tahapan pekerjaan yang perlu dilakukan dengan urutan tertentu. atau pelabuhan.

4. LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 4-43 .42 Proses pembentukan grid pemodelan Dermaga Muarateweh.Bab 4 Analisis Hidrologi dan Sungai 4.2 Hasil Pemodelan Dermaga Muarateweh Gambar 4.

Bab 4 Analisis Hidrologi dan Sungai Gambar 4.43 Hasil pemodelan arus di Dermaga Muarateweh. LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 4-44 .

LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 4-45 .44 Hasil pemodelan arus di Dermaga Muarateweh.Bab 4 Analisis Hidrologi dan Sungai Gambar 4.

LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 4-46 .Bab 4 Analisis Hidrologi dan Sungai Gambar 4.45 Hasil pemodelan sedimentasi di Dermaga Muarateweh.

LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 4-47 .Bab 4 Analisis Hidrologi dan Sungai Gambar 4.46 Hasil pemodelan sedimentasi di Dermaga Muarateweh.

LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 4-48 .47 Perubahan kedalaman sungai di Dermaga Muarateweh.Bab 4 Analisis Hidrologi dan Sungai Gambar 4.

48 Perubahan kedalaman sungai di Dermaga Muarateweh.Bab 4 Analisis Hidrologi dan Sungai Gambar 4. LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 4-49 .

LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 4-50 .Bab 4 Analisis Hidrologi dan Sungai Gambar 4.49 Hasil pemodelan arus di Dermaga Pendang.

Bab 4 Analisis Hidrologi dan Sungai Gambar 4.50 Hasil pemodelan arus di Dermaga Pendang. LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 4-51 .

LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 4-52 .51 Hasil pemodelan sedimentasi di Dermaga Pendang.Bab 4 Analisis Hidrologi dan Sungai Gambar 4.

52 Hasil pemodelan sedimentasi di Dermaga Pendang.Bab 4 Analisis Hidrologi dan Sungai Gambar 4. LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 4-53 .

LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 4-54 .Bab 4 Analisis Hidrologi dan Sungai Gambar 4.53 Perubahan kedalaman sungai di Dermaga Pendang.

Bab 4 Analisis Hidrologi dan Sungai Gambar 4.54 Perubahan kedalaman sungai di Dermaga Pendang. LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 4-55 .

1 Full load draught Sketsa definisi dimensi kapal. Draft penuh 2. Panjang (LOA) 3. 5.15 m/det 25° Length Overall (LOA) 1.5 m 23 m 5 m 0.Bab 5 Perhitungan Struktur 5. Breadth 4. Berthing velocity 5. Sudut berthing maksimum Length Between Perpendiculars (LBP) Molded breadth Freeboard Light load draught Gambar 5.1 Pelabuhan Sungai Pendang Fasilitas dermaga yang akan didesain direncanakan untuk menerima beban dengan kriteria perencanaan sebagai berikut.1 Data Kapal Bis Air : : : : : 1.1. LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 5-1 .

LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 5-2 .85 ton/m3 1.Bab 5 Perhitungan Struktur 5.1. Beban mati sebagai berikut Berat jenis material yang akan dipakai dalam menentukan beban mati adalah Beton bertulang Beton rabat Batu kosong Baja 2.2 ton/m3 2.5*CM*MD*(VB)2 *CE*CS*CD Dimana : CM MD VB CE CS CD = Koefisien massa hidrodinamik = Displacement dari kapal (ton) = Kecepatan tambat kapal (m/detik) = Koefisieneksentrisitas = Koefisien softness = Koefisien konfigurasi penambatan Gaya yang terjadi pada struktur tergantung dari kurva energy-gaya dari fender yang dipilih.5 ton /m2 (dermaga & trestle) 5.3 A.1. Beban hidup merata : : : : : 2.2 ton/m3 7. Beban Horisontal Energi Benturan Kapal (Berthing Force) Energi benturan kapal dihitung dngan rumus berikut: E = 0.2 Beban Vertikal : Berat sendiri konstruksi 1.4 ton/m3 2.

Spacing (m) 10 10 15 20 20 20 25 LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 5-3 .500 501 .0 0.3000 3001 .5000 5001 .0 untuk jenis struktur dermaga dengan pondasi tiang untuk jenis struktur dermaga dengan dinding penahan ialah sebagai B.2000 2001 . Nilai Cc bergantung pada jenis konstruksi dermaga seperti yang direkomendasikan BSI berikut: Cc = 1. yaitu sesuai table di bawah ini: Tabel 5. Koefisien Softness Cs merupakan koefisien yang mempengaruhi energi bentur yang diserap oleh lambung kapal.2 Kondisi berthing kapal pada dermaga.8 < Cc < 1.1 Gaya Tarik Bollard.4000 4001 . Sesuai rekomendasi BSI diambil Cs = I Koefisien Berthing Cc merupakan koefisien yang diambil dari efek massa air yang berperangkap antara lambung kapal dan sisi dermaga.1000 1001 .10000 Jenis kapal : Bus Air Practive Force on Bollard (ton) 10 15 20 25 30 35 70 Max. Gaya Tarik Kapal (mooring force) Gaya tarik Bollard diambil dari 'Standard Design Criteria for Port in Indonesia 1984'. Gross Tonage (GRT) 200 .Bab 5 Perhitungan Struktur Gambar 5.

menurut PPTGIUG83.I. Daerah Pendang dan Muarateweh termasuk wilayah gempa no. I = K= Wt Faktor keutamaan struktur Faktor jenis struktur = 1. Gaya Gempa 3.07. dengan pendekatan menggunakan response spektrum. Beban gempa statik.3 Beban gempa direncanakan Peta Wilayah gempa di Indonesia.0 =Berat struktur 4. V = C.Bab 5 Perhitungan Struktur Maka untuk kapal bus air diambil sebesar 10 ton. C = 0.Wt dimana V C = gaya gempa statik dasar = koefisien yang tergantung dari lokasi. Beban gempa untuk analisis response spektrum Spektrum yang diperhitungkan adalah Kurva C yang sesuai.K. untuk lokasi rencana diperhitungkan terhadap daerah gempa II.1 dengan kondisi tanah lunak (Standar Perencanaan Ketahanan Gempa untuk LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 5-4 . Gambar 5.

2003).Bab 5 Perhitungan Struktur Struktur Bangunan Gedung. Percepatan gempa yang dimodelkan untuk mensimulasikan gempa tersebut dilakukan dengan kriteria sebagai berikut : 1. Di bawah ini digambarkan response spektrum rencana untuk daerah Palangkaraya. 2.4 Response spektrum rencana. LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 5-5 .5 Simulasi beban gempa arah X. 100% arah sumbu-y dan 30% sumbu-x. Gambar 5. Gambar 5. 100% arah sumbu-x dan 30% sumbu-y.

Technical Standards for Port and Harbor Facilities in Japan. Direktorat Jenderal Perhubungan Sungai. Beton bertulang mutu beton Tata Cara Perhitungan Struktur Beton untuk Bangunan Gedung tahun 2002 (TCPSBBG-02) untuk struktural K-350 besi beton ulir. Kriteria Desain untuk Pelabuhan di Indonesia. DL + 1LL + 1 GEMPA Y .5 Mutu Bahan 1. Tiang pancang pipa baja Diameter = 457. 6.0.1. 1 DL + 1 WAVE 5.6 Peraturan dan Standard 1. 5. 2. 1 DL + 1 MOORING 4. 2002. sesuai TCPSBBG-02 : U39 untuk D > 12 mm besi beton polos.Bab 5 Perhitungan Struktur 5.2 mm. ACI 318 – 99.1. LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 5-6 . 1 DL + 1LL + 1 GEMPA X .3 GEMPA X 5. Spesifikasi dan Standard Dermaga Beton.3 GEMPA Y 6. 3. 1 DL + 1 BERTHING 3.2 DL + 1. Directorate General Of Sea Communication. tebal = 12 mm : JIS G3444 – STK 41 atau ASTM A252. SAW/ERW. 5. Building Code Requirements for Structural Concrete & Commentary. Direktorat Jenderal Perhubungan Sungai. 1. 4. 1999.6 LL 2. sesuai TCPSBBG-02 : U24 untuk D < 12 mm selimut beton sesuai syarat minimum = 80 mm 2. Standard Design Criteria for Ports In Indonesia 1984. 1984.1.0. issued on July 1991 by The Overseas Coastal Area Development Institute of Japan.4 Kombinasi Pembebanan Kombinasi pembebanan yang direncanakan adalah sebagai berikut : 1. Tata Cara Perhitungan Struktur Beton untuk Bangunan Gedung.

Bab 5

Perhitungan Struktur

7. Standar Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Struktur Bangunan Gedung, 2002. 8. Peraturan Pembebanan Indonesia untuk Gedung, Departemen Pekerjaan

Umum, 1983. 9. Ports and Terminals, Faculty of Civil Engineering TU Delft, 1993.

5.1.7

Langkah-langkah dalam desain struktur

Langkah-langkah dalam mendesain pada laporan ini dimulai dari Penentuan Elevasi Dermaga, Penentuan Tinggi & Periode Gelombang, Penentuan Zona Wilayah Gempa, Prerhitungan Energi Berthing, reaksi Fender & Gaya Bollard, Pemodelan Struktur dengan SAP 2000, Input Beban Mati, Hidup, & Kombinasi Bebam lainnya, Desain Tulangan, Balok, & Plat, Desain Struktur, Hitung Titik Jepit Tiang, dan yang terakhir Hitung Kapasitas Tiang Pancang. Untuk lebih jelasnya langkah pengerjaan dijelaskan dalam bagan alir di bawah.

LAPORAN FINAL

Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh

5-7

Bab 5

Perhitungan Struktur

Gambar 5.6

Bagan alir dalam mendesain dermaga.

LAPORAN FINAL

Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh

5-8

Bab 5

Perhitungan Struktur

5.1.8
A.

Pembebanan dan Desain Struktur Beton
Perhitungan Energi Sandar

Besar energi yang diserap oleh sistem fender dihitung menggunakan persamaanpersamaan yang ditetapkan oleh British Standards fnsli/Htion (BS 6349 : Part 4 : 1985). Energi kinetik efektifpada saat berthing dihitung dengan menggunakan persamaan : Jenis : Bus Air = = = = 23 1.50 5.00 0.15 m m m m/det ; ; ρ Air Sungai = g = 9.81 1025 m/det2

Spesifikasi : LOA kg/m3 Draft (D) Lebar (B)

Berthing Velocity W1 (akibat kapal) = → Log DT = Log DT = DT =

diperoleh dari persamaan ; LogDT 0.404 + 0.932Log ( 20 ) 1.6 41.35 ton

0.404 0.932LogDW

W2 (akibat bantal air) = 14.92 ton maka, W = W1+W2 = 56.28 ton

Perhitungan Gaya Tekan Kapal (Fender Energy Berthing) Ef CH CE Cc Cs = = = = Koef. Massa Hidrolis = Koef Eccentricity Koef Konfigurasi = =

1
0.85

2 D B

= 1.6

1 = 1

Koef akibat bantalan air

Ef

WS V 2 CH CE CC CS 2g

0.09

ton-m = 0.88 kN-m

LAPORAN FINAL

Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh

5-9

Bab 5

Perhitungan Struktur

Gambar 5.7 B.

Beban sandar kapal pada model struktur.

Konsep Perencanaan Plat Lantai Beton

Beban hidup merata pada lantai dermaga didefinisikan sebesar 1,5 t/m 2 akibat kegiatan bongkar muat, sedangkan beban mati merata merupakan berat sendiri dari pelat dengan ketebalan tertentu. Perhitungan untuk pelat dilakukan secara terpisah, tidak menggunakan SAP 2000 v.9. Metode yang digunakan untuk mendapatkan besaran deformasi pada pelat menggunakan teori elastisitas. Untuk pelat dengan panjang dan lebar yang sama maka lendutan pada tengah-tengah pelat dapat ditentukan dengan menggunakan persamaan di bawah ini. b b/a = 1 bujur sangkar a y x

Gambar 5.8

Sistem Koordinat pada Pelat

LAPORAN FINAL

Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh

5-10

0513qa2 0. untuk beton nilai ini dapat diambil sama dengan 0. Beban ini selanjutnya dikalikan dengan koefisien kejut yang besarnya dapat dinyatakan dalam persamaan berikut : LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 5-11 .0513qa2 -0.0231qa2 D Eh 3 12(1 v 2 ) Distribusi beban pelat pada balok menggunakan pendekatan sebagi berikut : l l q (a) Distribusi beban merata untuk balok 0.5ql (b) Distribusi beban merata pada balok akibat beban merata pada pelat Gambar 5.Bab 5 Perhitungan Struktur Deformasi pelat bujur sangkar (w)x=0.y=0 (My)x=0.y=0 dimana q a h v = beban merata pada pelat = panjang sisi-sisi pelat = tebal pelat = poisson ratio.00126qa4/D -0.2 0.y=b/2 (Mx)x=0.5 ql.y=0 (My)x=0.0231qa2 0.9 Distribusi beban pada struktur Beban merata pada balok tersebut akan berbentuk segitiga simetri dengan ketinggian di tengah-tengah bentang balok sebesar 0.y=0 (Mx)x=a/2. Beban terpusat kendaraan merupakan representasi dari beban rencana kendaraan terbesar yang akan lewat.

025 LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh .1.0536P momen koreksi momen koreksi 5. sedangkan pondasinya terdiri dari tiang pancang beton diameter 450 mm sedangkan untuk platform sandar kapal memakai tiang pancang beton 600 mm Selain Kriteria yang telah disebutkan dalam bagian terdahulu.3 x 1 x 2. balok dan pilecap beton.02 x 1 x 1.9 Desain Struktur Trestle Fasilitas Darat Kontruksi dermaga dan tresle terdiri dari pelat. Beban-beban yang bekeja pada plat 1.y=b/2 = -0.1257P (mx)y=0.741 ton/m 5-12 Berat akibat air Sungai/hujan 2 cm = 0.1257P (Mx)y=0. Beban Mati (Dead Load) Berat sendiri plat = 0.x=0 = -0. dalam perencanaan Tresle ini diterapkan kriteria sebagai berikut : Elemen-elemen pembebanan. struktur diusahakan tidak mengalami retak akibat Z fs dcA 23MN / m merencanaan tebal pelat beton didasarkan pada persyaratan tebal pelat minimum dimana kedua ujung menerus.4 = 0. dirumuskan sebagai berikut : hmin l 21 4000 21 190.72 t/m = 0.x=b/2 = -0. maka lebar retak yang terjadi dibatasi sedemikian kecilnya sehingga keawetan beton dapat terjaga.Bab 5 Perhitungan Struktur i 1 20 50 l dimana : i l = koefisien kejut = bentang terkecil Deformasi pelat karena beban terpusat dapat dinyatakan pada persamaan berikut : (w)x=y=0 = 0.x=0 = -0.021 t/m = 0. Apabila retak tidak dapat dihindarkan.5 mm dipakai h = 300 mm.0056Pa2/D (My)x=0.0536P (my)y=0.

model yang diambil adalah sebagai berikut : Gambar 5.33 ton/m Untuk mendapatkan kondisi ekstrim dipakai beban merata untuk forklift sebesar 2.33 ton/m.10 Pemodelan pembebanan akibat beban mati dan beban hidup. Slabs and Diaphragms) dalam plat. Beban Hidup (Live Load) (lalu-lintas) Beban terbagi rata Beban Forklift 7 ton = 1. Untuk beban merata. kg/cm2→ kg/cm2→ h d = = fy = f'c = 700 620 382. Tulangan rencana untuk pelat Spesifikasi Balok : Baja Tulangan Mutu Beton bw d' (cover) = 400 = 80 U -3900 K .300 mm mm . LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh . Gaya-gaya dalam plat mengacu pada tabel gaya-gaya (Tables or Analysis of Plates.Bab 5 Perhitungan Struktur 2. .47Mpa 24.90 Mpa mm mm 5-13 . a.50 t/m = 7 ton /(3x4)m2 x 4 m = 2.

348 ≤ 2 OK ! Data Pelat : Baja Tulangan Mutu Beton bw = U -3900 K .789 ton/m = 3.001 qu Lx 2 CL Y = = 71.Bab 5 Perhitungan Struktur Lebar efektif Arah Lebar efektif Arah X Y Lx = Ly = 4600 1600 mm mm Cek Syarat Pelat 2 arah : LY LX 2 → 0.5*ρb = 0.789x4) + 1.8 kN/m2 Clx Cly Ctx Ctx = = = = 43 18 73 55 Ml x 0.83x4) 28.02513547 =0.83 Wu = ton/m 1.001 qu Lx 2 Ct X = -73.47 f'c = Mpa 24. fy = 382. h (tebal) = d = d' (cover) = β1 = 0.850 → untuk → untuk f'c = Mpa ≤ 30 Mpa f'c = Mpa > 30 Mpa b Data 0.37 kN-m = 64372190 N-mm.f ' c 600 1 f 600 f y y : DL LL 0. .86 kN-m 71857329 N-mm. untuk lapangan arah .85.29 ton/m2 11340 kg/m2 111.75*ρb = 0.35 kN-m 5-14 LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh .2(0. .03351 → ρ min = 0.6(3.01675698 →ρ max = 0.001 qu Lx 2 CL X = 64. . untuk lapangan arah .6 LL = = = = 1.90 Mpa 300 260 mm mm .X MlY 0.Y Mt x 0.300 5000 40 mm mm kg/cm2 → kg/cm2 → .2 DL + 1.

0251 0.1/2 Ø' Momen desain arah y (Mnty) = Mnt y MU t y Rn Mn = 2 b dx fy 0.85 f ' c fy max 1 x 600 600 fy 0.034 0.38mm2 = 250.0037 1.1/2 Ø dy = tebal pelat .75 b 0.selimut beton .selimut beton .32 N-mm .4 fy b 0.Bab 5 Perhitungan Struktur = -73354356.X Mt y 0.untuk tumpuan arah .Y Tulangan Tumpuan Arah X Tulangan pelat rencana : D 19 → 283.048 N/mm2 dx = tebal pelat .071 0.85 f ' c min m = 18.5 mm 91692945 N-mm 4.5 mm = 231.84 mm ≈ 100 mm Maka dipakai D19 spasi 150 mm As desain 1000 1/ 4 s d2 1889 mm2 → As desain As perlu OK ! LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 5-15 . untuk tumpuan arah .Ø .33 kN-m = -85330578 N-mm .0119 perlu 1 1 m 1 2 m Rn fy Luas Tulangan Desain : Jarak Penulangan (s) : As perlu s 1000 As p 1/ 4 .001 qu Lx 2 Ct y = -85.d 2 min b d 1784 mm2 158.

selimut beton .85 f ' c fy max 1 x 600 600 fy b 0.1/2 Ø' Momen desain arah y (Mnty) = Mnt y Rn MU t y Mn = 2 b dx 4.1/2 Ø dy = tebal pelat .selimut beton .0141 0.selimut beton .Bab 5 Perhitungan Struktur Tulangan Tumpuan Arah Y Tulangan pelat rencana : D 19 → 283.034 0.0037 1.4 fy b 0.71 mm ≈ 150 mm .1/2 Ø dy = tebal pelat .5 mm = 231.0251 0.5 mm 106663222 N-mm dx = tebal pelat .38mm2 = 250.709 N/mm2 m fy 0.38mm2 = 250.85 f ' c min = 18.Ø .1/2 Ø' LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh .d 2 Maka dipakai D19 spasi 150 mm As desain 1000 1/ 4 s d2 1889 mm2 → As desain As perlu OK ! Tulangan Lapangan Arah X Tulangan pelat rencana : D 19 → 283.75 2 m Rn fy perlu 1 1 m 1 Luas Tulangan Desain : Jarak Penulangan (s) : As perlu s 1000 As p 1/ 4 min b d 1856 mm2 152.5 mm = 231.Ø .071 0.selimut beton .5 mm 5-16 dx = tebal pelat .

85 f ' c min m = 18.071 0.Bab 5 Perhitungan Struktur Momen desain arah y (Mnty) = Mnt y MU t y 80465238 N-mm 3.1/2 Ø dy = tebal pelat .1/2 Ø' Momen desain arah y (Mnty) = Mnt y MU t y Rn LAPORAN FINAL Mn 2 = b dx 3.selimut beton .5 mm 89821661 N-mm dx = tebal pelat .85 f ' c fy max 1 x 600 600 fy 0.0251 0.Ø .966 N/mm2 5-17 Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh .0102 1.5 mm = 231.75 2 m Rn fy b perlu 1 1 m 1 Luas Tulangan Desain : As perlu min b d 1540 mm2 Jarak Penulangan (s) : s 1000 As p 1/ 4 .0037 0.97 mm ≈ 180 mm Maka dipakai D19 spasi 150 mm As desain 1000 1/ 4 s d2 1889 mm2 → As desain As perlu OK ! Tulangan Lapangan Arah Y Tulangan pelat rencana : D 19 → 283.38mm2 = 250.553 N/mm2 Rn Mn = 2 b dx fy 0.4 fy b 0.d 2 183.selimut beton .034 0.

85 f ' c 1.4 min fy 1 = 18.071 0.034 0.75 2 m Rn fy perlu 1 1 m 1 Luas Tulangan Desain : Jarak Penulangan (s) : As perlu s As p min b d 1523 mm2 1000 1/ 4 .0116 0.0037 b 0.85 f ' c fy max x 600 600 fy b 0.Bab 5 Perhitungan Struktur m fy 0.0251 0.d 2 186.10 mm ≈ 180 mm Maka dipakai D19 spasi 150 mm As desain 1000 1/ 4 s d2 1889 mm2 → As desain As perlu OK ! LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 5-18 .

Perencanaan Tulangan Lentur Balok .30E-04 2.5 1 4 1.01E-04 4.86E-03 -6.19E-02 -3.00502 -2.19E-02 -3.60803 2.30E-04 2.19E-02 -3.5 2 3 2.15E-04 -2.15E-04 -2.5 0 0 5 5 0.30E-04 2. Station 0 5 0.57689 -1.86E-04 2.7691 -1.19E-02 -3.30E-04 2.03E-03 2.2 TABLE: Element Forces .30E-04 2.96E-05 -7.31859 3.15E-04 -2.19E-02 -4.45E-04 -7.93E-04 3.64E-02 -6.52E-04 -1.94869 0.77836 1.79091 3.79E-04 1.15E-04 -2. Tabel 5.30E-04 1.30E-04 2.84069 -2.19E-02 -3.959982 -3.15E-04 -2.03E-04 2.46E-03 -6.880583 3.76E-03 -4.76E-03 V2 -3.271749 1.5 3.369995 -1.5 4.15E-04 -2.30E-04 2.812073 1.19E-02 -3.36419 -2.53E-02 0.5 OutputCase COMB1 COMB1 COMB1 COMB1 COMB1 COMB1 COMB1 COMB1 COMB1 COMB1 COMB1 COMB2 COMB2 COMB2 COMB2 COMB2 COMB2 P -3.76E-03 -4.15E-04 -2.08E-04 5. Gambar 5.11902 -3.07877 2.14769 5-19 Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh .03E-03 2.68E-03 -3.03E-04 2.71E-03 6.12116 -1.23413 -3.10081 -8.64E-02 -6.30E-04 2.Frames Frame 84 84 84 84 84 84 84 84 84 84 84 84 84 84 84 84 84 LAPORAN FINAL Summary Hasil Analisis Dermaga SAP 2000.15E-04 -2.47806 -1.52E-03 7.67E-04 -4.19E-02 -3.15E-04 -3.540324 -0.19E-03 5.035941 -2.53E-03 M3 -3.79E-04 1.59698 -2.011293 1.15E-04 -2.4899 -2.19E-02 -3.5 0.15E-04 -2.68533 V3 -2.68E-03 -3.60E-04 -2.080551 -2.693055 1.Bab 5 Perhitungan Struktur b.37E-04 2.30E-04 2.19E-02 -3.68E-03 T 2.03E-04 2.552874 -3.30E-04 2.03E-03 2.710653 -0.19E-02 -3.80E-05 1.79E-04 M2 -5.11 Denah dan tampak depan rencana Trestle.249329 1.64E-02 -6.

79E-04 1.5 3.03E-03 2.76E-03 -4.84E-04 -1.65341 V2 2.03E-03 2.91E-02 1.03E-04 2.84E-04 -1.65313 -8.20E-05 -3.26E-02 5.67606 -8.63477 -1.47E-04 1.59E-02 -6.64E-02 -6.59E-02 -6.360909 1.76E-03 -6.86753 -0.26E-02 5.48E-02 T 1.26E-03 -0.050847 -1.20E-05 -3.02E-04 4.00E-02 -1.30E-04 3.18E-03 7.84E-04 -1.67685 -7.79E-04 1.50401 -1.204735 1.45719 1.615069 -0.82E-03 -8.02142 -3.76E-03 -4.424232 1.79E-04 1.54E-03 1.64E-02 -6.89549 2.05E-04 -1.81326 -0.05E-04 -1.11E-03 -2.18E-03 7.5 0.17E-04 5-20 LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh .79E-04 1.18E-03 7.259005 1.54E-03 1.642498 -2.39E-03 -1.972298 1.74E-02 -1.80E-03 -4.64E-02 -6.71E-03 -4.03E-04 2.120694 0.82E-03 -8.499916 1.18E-03 7.59E-02 -6.59E-02 -6.67633 -8.48E-02 -1.78642 -2.71217 0.424894 0.84E-03 4.1225 -7.79E-04 1.513981 0.765 OutputCase COMB2 COMB2 COMB2 COMB2 COMB2 COMB2 COMB2 COMB2 COMB2 COMB2 COMB2 COMB2 COMB2 COMB2 COMB2 COMB2 COMB3 COMB3 COMB3 COMB3 COMB3 COMB3 COMB3 COMB3 COMB3 COMB3 COMB3 COMB3 COMB3 COMB3 COMB3 COMB3 COMB3 COMB3 COMB3 COMB3 COMB3 COMB3 COMB1 COMB1 COMB1 COMB2 COMB2 COMB2 COMB2 COMB2 COMB2 COMB3 COMB3 COMB3 P -4.96E-04 -2.19737 5.11E-03 -0.55828 -1.060609 1.74E-02 1.82E-03 -8.79E-04 -1.17E-03 1.929467 0.92E-04 5.18E-03 7.05E-04 5.5 4.62E-03 -4.08E-02 2.394918 1.91E-02 1.86248 -2.73953 -2.79E-04 1.7396 2.43E-03 -3.01E-02 -1.60E-02 -0.69E-05 -1.14795 1.77097 -0.84E-04 -1.68E-03 -3.59E-02 -9.669339 -0.57E-03 8.38E-03 -7.54141 2.40447 0.59E-02 -6.5 1.3911 -11.5 1.84E-04 -1.79E-04 1.03E-03 2.64E-02 -6.52E-02 1.5 1 1 4 4 1.5 3.01265 1.19E-02 -8.5 2 2 3 3 2.18E-03 7.19E-04 3.63048 -9.64E-03 1.03E-03 2.3611 -2.84E-04 -1.194093 0.18E-03 7.82E-03 -8.20E-05 7.85E-03 -2.03E-03 2.84E-04 -1.413567 3.35E-03 -3.69E-05 7.82E-03 1.10909 -3.91E-02 1.64E-02 -6.621982 1.59E-02 -6.24904 -2.74E-02 1.36265 -1.51E-03 -1.5 4.03E-04 2.414187 8.59E-04 5.84E-04 -3.48E-02 5.94E-03 -4.02E-04 4.57E-02 -1.96037 -0.18E-03 7.18E-03 7.65393 -7.57E-02 V3 -3.76E-03 -4.03E-04 2.59E-02 -6.53 7.87263 -0.91E-02 2.91E-02 1.50E-03 2.03E-03 2.996578 -1.02E-04 4.765 15.588228 -2.02E-04 4.28E-02 1.18E-03 7.39E-03 7.19E-04 M2 -5.48E-03 4.91E-02 1.305823 -0.18E-03 7.03E-04 2.48714 2.02E-04 4.08E-04 1.6186 -7.03E-03 2.91E-02 1.64E-02 -6.5 2 2 3 3 2.03E-03 2.108004 1.68E-03 -8.68E-03 -3.628852 1.25E-03 M3 -1.76E-03 -4.02E-03 2.82E-03 -8.48E-03 3.517423 1.13304 2.41269 0.76644 0.641639 -2.61E-02 -1.02E-04 4.82E-03 -8.68E-03 -3.59E-02 -6.765 7.53E-02 0.Frames Frame 84 84 84 84 84 84 84 84 84 84 84 84 84 84 84 84 84 84 84 84 84 84 84 84 84 84 84 84 84 84 84 84 84 84 84 84 84 84 158 158 158 158 158 158 158 158 158 158 158 158 Station 4.24996 -1.13699 0.82E-03 -8.54E-03 1.82E-03 -8.76E-03 -4.568251 0.84E-04 -1.26E-04 0.82E-03 -8.6302 -9.48E-02 -1.02E-04 4.40632 -0.76E-03 -4.91E-02 1.76E-03 -4.26E-02 -5.30E-04 -1.03E-04 2.91E-02 1.02E-04 4.13E-02 1.10979 -0.631 -9.57E-02 1.949759 1.360093 -0.53 0 15.5 2.57E-02 1.68E-03 -3.09368 1.458241 1.82E-03 -8.91E-02 1.48E-02 5.30E-02 0.124377 9.765 0 15.68E-03 -3.258418 0.754457 0.67E-02 1.91E-02 1.84E-04 -1.5 2.02E-04 4.5 4.16E-03 2.19477 -2.59E-03 0.5 1 1 4 4 1.59E-02 -6.26311 -0.18E-03 5.68E-03 4.5 0 0 5 5 0.02E-04 4.02E-04 4.5 0 7.69E-05 7.119563 0.53 7.26E-03 -7.5 3.59E-02 -6.16362 -10.17986 -3.03E-04 2.84E-04 -1.63E-02 4.22E-02 -1.19E-04 3.06203 -0.332947 0.019693 1.868324 1.28E-02 -5.13247 0.8156 0.91E-03 -1.479656 1.91E-02 1.40292 1.68E-03 -3.19E-03 -3.537683 1.64E-02 -6.48E-02 5.Bab 5 Perhitungan Struktur TABLE: Element Forces .981671 -2.53 0 15.68E-03 -3.64E-02 -6.30E-04 -1.28E-02 -5.934853 2.119834 5.17677 -0.03E-04 2.5 3.

72E-04 -4.1731 -10.01E-04 -6.90 700 620 mm mm Mpa .38E-02 0.85 . gaya tekan aksial maksimumnya sebesar 18.3900 Mutu Beton K . Parameter inilah yang dipakai sebagai acuan untuk mendesain balok struktur.58E-03 -0.36 ton-m.47E-02 -1.1369 -9.56E-03 4.29E-04 1.015886 -1.417401 -4.72E-04 -3.40736 0.05228 -5.38E-02 -1.a LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 5-21 .Frames Frame 158 158 158 153 153 153 153 153 153 153 153 153 153 153 153 153 Station 7.765 7.60E-02 0.38E-03 -0.29E-04 -6.015886 -1.91E-05 -5.50E-04 -0.38E-02 0.65365 -7.419025 -6.11182 -8.32E-02 T -3.47E-02 -1.53 7.125493 -1.75E-03 -0.36E-03 1.1347 -9.48E-05 -2.09297 V2 -1.59E-02 -1.42682 4. Perencanaan dan Penulangan Tarik Balok : Baja Tulangan U .17 ton dan untuk balok struktur (Frame 84) momen maksimum positifnya sebesar 1. c.35E-03 -1.12254 -0.12274 -0.05E-03 -1.Bab 5 Perhitungan Struktur TABLE: Element Forces .48E-05 -4.31E-02 -5.47 Mpa f’c = 24.32E-02 5.09517 -10.051593 -5.300 bw = 400 80 mm mm kg/cm2 → kg/cm2 → .69E-02 1.63E-04 -0.01E-03 -3.765 0 15.68E-04 9.31E-02 -5.32E-02 5.29E-04 1.13E-06 -4.53 15.05228 -0.67657 -12. fy = 0.54E-04 -2.28E-04 -0.53 15.39769 -0.48E-05 -4.11812 0.69E-02 V3 -0.60E-02 0.40E-02 -0.765 0 15.1181 -9.53 7.765 7.91E-05 -1.75E-04 6. Data Balok d' (cover) = β1 = 0.60E-02 -5.41717 -0.54E-04 -2.75E-04 M2 -9.72E-04 -3.75E-04 6.40E-03 -0.40825 M3 -1.1159 -9.69E-02 1.71812 -10.59E-02 -1.53 15.91E-05 -5.35E-03 -5.850 → → untuk f'c = untuk f'c = Mpa ≤ 30 Mpa Mpa > 30 Mpa Perhitungan Tulangan Memanjang Balok Asumsikan baja sudah leleh fs = fy T = Cc As perlu .05228 -0.49E-03 -1. f'c .53 7. . h d = = fy = 382.35E-03 -1.141 -10. b .74E-03 9.129791 -4.63072 -9.051593 -5.1333 Dari tabel diatas didapat untuk tiang pancang (Frame 153).765 0 15.59E-02 -1.765 0 OutputCase COMB3 COMB3 COMB3 COMB1 COMB1 COMB1 COMB2 COMB2 COMB2 COMB2 COMB2 COMB3 COMB3 COMB3 COMB3 COMB3 P -8.11401 -8.9456 -9.12471 0.96 ton-m dan momen maksimum negatifnya sebesar -3.1235 7.1388 -10.01E-04 -6. .41662 0.

f 'c .82 mm Cek Kelehan Baja → data : E = 2. 3D19 = 113.16mm2 850.f 'c . fy.17 mm2.0690 Baja Sudah Leleh Z = d a = 609. 2D19 = Jumlah Tul 566.16mm2 566. 2D19 = 767. 3D19 = 767. coba.77mm2 850.8 3.62ton-m OK ! *) Cek Tulangan → 3D19 = 32. Z ] = 105614911 N-mm =8.92 mm → a As .b C a = 25.003 .85.b C a = 38.03 2 mm Cek Kapasitas Momen Mu = M Max = Ø= 0.00E+05 εs > εy εy = LAPORAN FINAL fy E = 0.Bab 5 Perhitungan Struktur Data dari SAP As perlu Lap-atas = 113.fy 0.00191 → εs = 0.17 mm2.003. coba.73 mm Cek Kelehan Baja → data : E = 2.77mm2 As perlu Lap-bawah = As perlu Tum-atas = As perlu Tum-bawah= *) Cek Tulangan → = 2D19 21. d C C = 0. d C C = 0.85.36 → ØMn ≥ Mu ton-m → (data dari analisis SAP 2000) Ø Mn = Ø [ As.fy 0.14mm2.00191 → εs = 0.00E+05 εs > εy εy = fy E = 0.95 mm → a As . coba.0450 5-22 Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh .14 mm2. coba.

52 9.54 mm 2 → ØMn ≥ Mu Cek Kapasitas Momen Mu = M Max = 1. fy.12 Penampang balok struktur untuk dermaga dan trestle d. Perencanaan Tulangan Geser Pada Balok Struktur Perhitungan Tulangan Geser Balok Perhitungan tulangan geser balok 300 x 700 Baja Tulangan U -2400 kg/cm2 → fy = 235.04 Vn ≥Vc/2 ton ton → Vc/2 = 4.Bab 5 Perhitungan Struktur Baja Sudah Leleh Z = d a = 603.8 = 156995136.5 N-mm = 12.76 ton (dari SAP 2000) Maka Sengkang Dibutuhkan Menghitung Spasi Maksimum Maka dipakai spasi maksimum = d/2 = → Vn 310 Vn mm ≈ 300 mm 5-23 LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh .96 ton-m→ (data dari analisis SAP 2000) Ø= 0. Z ] 3 D 19 700 2 D 19 700 2 D 19 3 D 19 80 #REF! 400 Penulangan Tumpuan 80 #REF! 400 Penulangan Lapangan Gambar 5.56ton-m OK ! Ø Mn = Ø [ As.36 Mpa Desain Tulangan Geser U-24 / D16 Cek Kebutuhan Tulangan Geser → Vc = Vn = 9.

Bab 5 Perhitungan Struktur Vn Vc 1 f ' c .150 Ø 12 Spasi .00104 m sedangkan pada frame 361 yang berlaku momen maksimum didapat defleksi maksimum sebesar 0. Defleksi maksimum yang terjadi pada struktur dibatasi sebesar L/480.bw .81 mm2 ≈ 190 m2 dipakai spasi sengkang S max = 300 mm dicoba Av desain = Ø12 → A v S p e r l u = 0.bw .7471 N = 45.04mm2 S desain = 300 mm syarat maka : A v d e s a i n = 0. Sehingga didapat 5/480 = 0.300 Ø 12 Spasi .000131 m.37 mm2/mm →Av desain = 113.13 Detail Penulangan geser pada balok Dermaga dan Trestle.d 3 = 445567. berdasarkan Tata Cara Perhitungan Struktur Beton untuk Bangunan Gedung tahun 2002 (TCPSBBG-02) dimana L adalah bentang terpanjang antar pertemuan tiang pancang yaitu 4 m. Maka dapat diambil kesimpulan syarat batas maksimum pada model struktur terpenuhi. LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 5-24 .150 1/4 L 1/2 L L 1/4 L Gambar 5.35.43 ton Maka Spasi Maksimum dipakai d/2 Menghitung Luas Sengkang Minimum (Av min) Av min 0.377 mm2/mm S Av perlu S Av desain S Maka Av / S desain Ok ! Ø 12 Spasi .S fy = 190.

Bab 5 Perhitungan Struktur Gambar 5.05 mm mm mm mm ton-m (dari SAP 2000) ton (dari SAP 2000) = = = = 1 1 0.96 → → fy = f'c = kg/cm2 kg/cm2 untuk f'c = untuk f'c = Mpa ≤ 30 Mpa Mpa > 30 Mpa Momen Total yang bekerja : 5-25 LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh .850 → → = = 0.14 Perhitungan defleksi maksimum pada SAP 2000. Tebal Selimut poer.42 0. Perencanaan & Penulangan Poer. Frontal Frame Dermaga Momen ultimate arah-X (Mx) Gaya Reaksi Akibat Fender Lebar Poer arah-X Lebar Poer arah-Y Tinggi Poer.8 0.47Mpa 24.08 m m m m mm2 382.90 Mpa (bx) = 1000 (by) = 1000 h = 800 d =80 D16 As = 200. Tulangan memanjang Baja Tulangan Mutu Beton β1 = U -3900 K . e.300 0.

01 N/mm2 18.75 b Luas Tulangan Desain : As perlu 1000 As p 1/ 4 .8 = 0.60 mm ≈ 36 mm Maka dipakai D16 spasi 35 mm As desain 1000 1/ 4 s d2 5742 mm2 → As desain As perlu OK ! My Mx 1500 1600 1000 Gaya Akibat Fender Y X Gambar 5.d 2 min b d 5491 mm2 Jarak Penulangan (s) : s 36.85 f ' c fy max x 600 600 fy 0.58 ton-m = 5728652 N-mm → Rn m Mn 2 b dx fy 0.8 Mn = 0.0335 0.Bab 5 Perhitungan Struktur Mux = Mx + Gaya Akibat Fender * e e = Eksentrisitas gaya = 0.07 0.4 min fy 1 = = 0.85 f ' c 1.251 b 0. LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 5-26 .15 Gaya yang bekerja pada frontal frame.47 ton-m dx = Tinggi Poer -Tebal Selimut .1/2 D tulangan = 860 mm = 0.0037 0.86 m ØMn ≥Mu Ø= 0.

12 Reaksi perletakan yang timbul dari movable bridge tersebut dianggap sebagai beban pada platform jetty dan ponton.Bab 5 Perhitungan Struktur 5. Gambar 5. Dimensi WF untuk movable bridge adalah sebagai berikut: Balok utama eksterior (2 buah) : WF 900.300.16 Model struktur movable bridge dengan SAP 2000.1.200.17 LAPORAN FINAL Denah dan Tampak Depan Movable Bridge 5-27 Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh . Model yang digunakan dalam perhitungan mengenai kapasitas penampang dapat dilihat pada gambar di bawah ini.10 Desain Movable Bridge Profile WF digunakan sebagai balok utama movable bridge.28 Balok utama interior (3 buah) : WF 400.9.16.13 Balok melintang (23 buah) : WF 500.300.8. Gambar 5.

d.1. b. berlaku juga untuk kondisi ekstrim. Tinggi jagaan (free board) yang diperlukan memiliki kisaran nilai sebesar 0. beberapa kondisi yang harus dipenuhi adalah sebagai berikut: Pontoon harus memenuhi kondisi stabilitas benda apung dan memiliki ketinggian freeboard yang memadai. Beban-beban yang harus dipertimbangkan yang dapat bekerja pada sebuah pontoon. Dimensi pontoon yang didisain akan tergantung dari tipe pembebanan yang digunakan. e. Beban mati.0 kN/m2.Bab 5 Perhitungan Struktur 5. Reaksi dari jalan akses (jembatan atau gangway). Dalam menentukan stabilitas dari pontoon. Kondisi stabilitas yang harus dipenuhi adalah sebagai berikut : Dimana : w I = berat jenis air laut (kN/m 3) = momen inersia penampang pada level muka air terhadap sumbu memanjang W CG = berat pontoon dan beban hidup merata (kN) = jarak antara pusat apung dan pusat massa pontoon LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 5-28 . juga memperhitungkan adanya reaksi yang ditimbulkan oleh access bridge atau gangway. a. Beban statik dan beban hidup. Pada saat pontoon dibebani pada salah satu sisi. c. Beban hidup yang umum digunakan adalah beban hidup merata sebesar 5. Tekanan hidrostatis. Gaya angkat. Pontoon tersebut haruslah memiliki area permukaan dan tinggi freeboard yang mencukupi sehingga dapat berfungsi dengan baik.11 Desain Pontoon Platform Platform terapung seperti halnya pontoon harus didisain hingga taraf kestabilan dan keamanan yang diinginkan. toleransi untuk kemiringan maksimum deck tersebut adalah sebesar 1 : 10.5 m.

LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 5-29 . Perhitungan analisis tiang dilakukan untuk beberapa jenis tiang pancang yaitu diameter 457. BH2. 508 mm.2 mm. tanah didominasi oleh lapisan lempung pasiran hingga menemui lapisan pasar padat pada kedalaman dibawah 20 m.Bab 5 Perhitungan Struktur Selain itu kriteria stabilitas yang dapat digunakan dalam perhitungan paltform untuk pontoon tersebut adalah bahwa nilai dari persamaan di bawah ini harus selalu dipenuhi. Untuk mendapatkan kondisi yang ekstrim maka dipakai data bor yang mencapai NSPT=60 yang paling dalam yaitu BH1 sedalam 23 m. Gambar 5. BH3 dilakukan dengan menggunakan formula sebagaimana dijelaskan dibawah.1.18 Denah dan Tampak Depan Struktur Ponton 5. dan 610 mm dengan ketebalan masing-masing 12 mm. Berikut adalah perhitungan penentuan titik jepit (fixity point) untuk masing-masing tiang pancang yang dipakai. Dimana merupakan rotasi pontoon akibat momen putar. Hal ini dikarenakan tidak ada kesulitan dalam penetrasi tiang ke dalam tanah.12 Kapasitas Tiang Pancang Melihat kondisi tanah yang ada dari hasil Borlog. maka konsultan merekomendasikan penggunaan tiang pancang baja. Analisa daya dukung tanah ultimate untuk data bor log BH1.

1 1.5 kg/cm3 2100000kg/cm2 Elevasi Lantai Dermaga Kedalaman dasar Sungai rata-rata Hv = = = 892 400 cm cm LWS LWS panjang tiang vertikal pada model struktur dihitung dari fixity (1/β) sampai elevasi dermaga = 1/β+ Elev.0031808 0.3 1. N<2 (TL) N = nilai N-SPT dibawah permukaan dasar Sungai virtual = = 0 4 cm Kh E D I t = modulus subgrade reaction 0.Lantai dermaga+Kedalaman dasar Sungai rata2 1/β = fixity point dari seabed 4 KhxD 4EI Tabel 5.0027367 0.Wp = = daya dukung ultimate daya dukung ujung (ultimate) 5-30 Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh . t (cm) 1 1.0026372 1/β (cm) 314 322 330 365 372 379 Hv (cm) 1606 1614 1622 365 372 379 Persamaan dasar Daya Dukung Fondasi Tiang : Qu dimana : Qu Qp LAPORAN FINAL = Qp + Qs .0031023 0.Bab 5 Perhitungan Struktur Kedalaman Titik Jepit Tiang (1/β) dan Panjang Tiang Pada Model Dermaga Tebal lapisan lumpur.4 1.2 610 β (cm-1) 0.15N = modukus elastisitas tiang = Diameter tiang (cm) = Momen inersia tiang (cm4) = Tebal cincin tiang (cm) = = 1.0026847 0.0030347 0.2 1.3 Titik jepit tiang (Fixity Point) untuk bebrapa jenis tiang pancang.5 I (cm4) 31400 34700 37900 76400 82500 88600 D(cm) 457.

4572 1.As π .D π * 0.Ap + 0.Bab 5 Perhitungan Struktur Qs Wp = = daya dukung selimut/geser (ultimate) berat fondasi Berdasarkan Data Lapangan Daya Dukung Fondasi Tiang Qall Q Dimana : Qu Nb N Ap Keliling = = = = = = = = Wp = daya dukung ultimate pondasi tiang harga N-SPT pada dasar tiang harga N-SPT rata-rata luas penampang tiang 1/4 * π * D2 = = Q/SF Dimana SF = 3 40.Nb.596 m Berat Tiang LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 5-31 .N.2.

331 -0.883 54.662 6.168 19.20 3.807 48.954 98.318 32.852 37.000 19.532 19.002 1.359 7.258 20.990 2.266 46.24 10.00 3.587 16.82 21.503 12.268 105.44 1.207 2.000 6.402 73.093 Q(ton) 0.689 11.50 7.50 17.959 27.797 138.651 27.00 0.801 24.571 14.004 43.123 81.098 7.969 6.36 9.50 4.12 Qall (ton) end bearing No 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 N-SPT 0 3 4 7 12 13 16 17 20 24 39 41 60 Q(ton) 0.157 -0.84 5.756 35.418 9.602 16.199 4.777 16.849 28.733 Qall (ton) friction Qu(ton) 0.67 6.000 0.286 65.429 21.656 13.918 6.216 0.Bab 5 Perhitungan Struktur Tabel 5.848 2.214 LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 5-32 .249 22.523 35.510 37.428 33.903 15.079 17.393 26.648 Qu(ton) 0.32 2.60 7.283 0.50 12.72 6.330 49.076 22.766 45.33 Daya dukung pondasi tiang pancang BH1 diameter 457.000 0.076 5.655 4.597 12.000 6.690 10.000 5.2 mm.000 0.557 113.29 11.374 27.17 10.596 58.772 19.255 29.673 41.891 13.288 6.96 4.121 Qu end bearing + friction 0.4 depth (m) 0 1 3 5 7 9 11 13 15 17 19 21 23 N Dasar Tiang 0 3 7 14 26 39 55 72 92 116 155 196 256 N (RataRata) 0.545 71.244 0.773 61.00 3.226 19.952 83.08 3.880 9.89 15.696 12.023 36. Wp (ton) 0.865 19.490 28.297 135.767 7.48 8.616 9.80 9.836 24.

LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 5-33 .19 Grafik Kapasitas daya dukung tiang diameter 457.2 mm.Bab 5 Perhitungan Struktur Daya Dukung Tiang (ton) 0 0 End Bearing Friction Total 5 10 20 30 40 50 60 70 80 Kedalaman (m) 10 15 20 25 Gambar 5.

LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 5-34 . Penggunaan jenis tiang pancang ini disebabkan karena beban aksial yang bekerja pada 3 jenis struktur ini tidak terlalu besar yaitu sekitar 18.5 m 23 m 5 m 0.15 m/det 25° Length Overall (LOA) 1. Berthing velocity 5. Panjang (LOA) 3. 5.Bab 5 Perhitungan Struktur Tiang pancang 457. 5.2 mm akan dipakai pada jenis struktur Loading Platform.17 ton. Draft penuh 2.2.1 Data Kapal Bis Air : : : : : 1. Sudut berthing maksimum Length Between Perpendiculars (LBP) Molded breadth Freeboard Light load draught Full load draught Gambar 5.2 Pelabuhan Sungai Muarateweh Fasilitas dermaga yang akan didesain direncanakan untuk menerima beban dengan kriteria perencanaan sebagai berikut. Sehingga jika dipakai jenis tiang pancang ini maka kedalaman pancang yang didesain adalah 15 meter dengan asumsi daya dukung yang dipakai adalah end bearing dan friction.20 Sketsa definisi dimensi kapal. Breadth 4.

2 ton/m3 7.85 ton/m3 1.2. Beban mati sebagai berikut Berat jenis material yang akan dipakai dalam menentukan beban mati adalah Beton bertulang Beton rabat Batu kosong Baja 2.5*CM*MD*(VB)2 *CE*CS*CD Dimana : CM MD VB CE CS CD = Koefisien massa hidrodinamik = Displacement dari kapal (ton) = Kecepatan tambat kapal (m/detik) = Koefisieneksentrisitas = Koefisien softness = Koefisien konfigurasi penambatan Gaya yang terjadi pada struktur tergantung dari kurva energy-gaya dari fender yang dipilih. Beban hidup merata : : : : : 2. LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 5-35 .Bab 5 Perhitungan Struktur 5.4 ton/m3 2. Beban Horisontal Energi Benturan Kapal (Berthing Force) Energi benturan kapal dihitung dngan rumus berikut: E = 0.5 ton /m2 (dermaga & trestle) 5.2 Beban Vertikal : Berat sendiri konstruksi 1.2 ton/m3 2.2.3 A.

1000 1001 . Koefisien Softness Cs merupakan koefisien yang mempengaruhi energi bentur yang diserap oleh lambung kapal.5000 5001 . Nilai Cc bergantung pada jenis konstruksi dermaga seperti yang direkomendasikan BSI berikut: Cc = 1.21 Kondisi berthing kapal pada dermaga.10000 Jenis kapal : Bus Air Practive Force on Bollard (ton) 10 15 20 25 30 35 70 Max. Gross Tonage (GRT) 200 .0 untuk jenis struktur dermaga dengan pondasi tiang untuk jenis struktur dermaga dengan dinding penahan ialah sebagai B.3000 3001 . Gaya Tarik Kapal (mooring force) Gaya tarik Bollard diambil dari 'Standard Design Criteria for Port in Indonesia 1984'.0 0. yaitu sesuai table di bawah ini: Tabel 5. Spacing (m) 10 10 15 20 20 20 25 LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 5-36 .5 Gaya Tarik Bollard.8 < Cc < 1.4000 4001 .Bab 5 Perhitungan Struktur Gambar 5.500 501 .2000 2001 . Sesuai rekomendasi BSI diambil Cs = I Koefisien Berthing Cc merupakan koefisien yang diambil dari efek massa air yang berperangkap antara lambung kapal dan sisi dermaga.

Daerah Muarateweh termasuk wilayah gempa no. Beban gempa statik.I. menurut PPTGIUG83.K. Beban gempa direncanakan dengan pendekatan menggunakan response spektrum. I = K= Wt Faktor keutamaan struktur Faktor jenis struktur = 1.22 Peta Wilayah gempa di Indonesia.Wt dimana V C = gaya gempa statik dasar = koefisien yang tergantung dari lokasi.07. C = 0.1 dengan kondisi tanah lunak (Standar Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Struktur Bangunan 5-37 LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh . Gambar 5. V = C. Gaya Gempa 1.Bab 5 Perhitungan Struktur Maka untuk kapal bus air diambil sebesar 10 ton.0 =Berat struktur 2. untuk lokasi rencana diperhitungkan terhadap daerah gempa II. Beban gempa untuk analisis response spektrum Spektrum yang diperhitungkan adalah Kurva C yang sesuai.

Percepatan gempa yang dimodelkan untuk mensimulasikan gempa tersebut dilakukan dengan kriteria sebagai berikut : 3. 100% arah sumbu-y dan 30% sumbu-x.23 Response spektrum rencana. Gambar 5. 4.24 Simulasi beban gempa arah X. Di bawah ini digambarkan response spektrum rencana untuk daerah Palangkaraya. 100% arah sumbu-x dan 30% sumbu-y. Gambar 5. 2003). LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 5-38 .Bab 5 Perhitungan Struktur Gedung.

Building Code Requirements for Structural Concrete & Commentary. 1984.Bab 5 Perhitungan Struktur 5. Kriteria Desain untuk Pelabuhan di Indonesia. Tiang pancang pipa baja Diameter = 457.5 Mutu Bahan 1.2. 1 DL + 1 WAVE 5. 5.2 DL + 1.2 mm.0. 5.3 GEMPA Y 6. Directorate General Of Sea Communication. 1999.6 Peraturan dan Standard 1. sesuai TCPSBBG-02 : U39 untuk D > 12 mm besi beton polos.0. 1 DL + 1 BERTHING 3. sesuai TCPSBBG-02 : U24 untuk D < 12 mm selimut beton sesuai syarat minimum = 80 mm 2. 1 DL + 1 MOORING 4. 1 DL + 1LL + 1 GEMPA X . Direktorat Jenderal Perhubungan Sungai. SAW/ERW. 2. DL + 1LL + 1 GEMPA Y . 3.3 GEMPA X 5. 4. Direktorat Jenderal Perhubungan Sungai.2. ACI 318 – 99. 1. LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 5-39 .2. Tata Cara Perhitungan Struktur Beton untuk Bangunan Gedung. tebal = 12 mm : JIS G3444 – STK 41 atau ASTM A252. Standard Design Criteria for Ports In Indonesia 1984.4 Kombinasi Pembebanan Kombinasi pembebanan yang direncanakan adalah sebagai berikut : 1. 6.6 LL 2. 2002. issued on July 1991 by The Overseas Coastal Area Development Institute of Japan. Spesifikasi dan Standard Dermaga Beton. Beton bertulang mutu beton Tata Cara Perhitungan Struktur Beton untuk Bangunan Gedung tahun 2002 (TCPSBBG-02) untuk struktural K-350 besi beton ulir. Technical Standards for Port and Harbor Facilities in Japan.

Input Beban Mati. Prerhitungan Energi Berthing. dan yang terakhir Hitung Kapasitas Tiang Pancang. 2002. 1993. Departemen Pekerjaan Umum. reaksi Fender & Gaya Bollard. Penentuan Tinggi & Periode Gelombang. Peraturan Pembebanan Indonesia untuk Gedung. Pemodelan Struktur dengan SAP 2000. Standar Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Struktur Bangunan Gedung. Hitung Titik Jepit Tiang. Untuk lebih jelasnya langkah pengerjaan dijelaskan dalam bagan alir di bawah. Desain Tulangan. 9. & Plat. 8.7 Langkah-langkah dalam desain struktur Langkah-langkah dalam mendesain pada laporan ini dimulai dari Penentuan Elevasi Dermaga. Desain Struktur. 5.Bab 5 Perhitungan Struktur 7. Balok. Penentuan Zona Wilayah Gempa. Hidup. LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 5-40 .2. Ports and Terminals. Faculty of Civil Engineering TU Delft. 1983. & Kombinasi Bebam lainnya.

Bab 5 Perhitungan Struktur Gambar 5.25 Bagan alir dalam mendesain dermaga. LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 5-41 .

00 0. Massa Hidrolis = Koef Eccentricity Koef Konfigurasi = = 1 0.15 m m m m/det . .Bab 5 Perhitungan Struktur 5.404 0.404 + 0.09 ton-m = 0.65 ton Perhitungan Gaya Tekan Kapal (Fender Energy Berthing) Ef CH CE Cc Cs = = = = Koef.85 2 D B = 1.932LogDW W2 (akibat bantal air) = 56955.932Log ( 500 ) 2.2.7 ton 0.808 1 = 1 Koef akibat bantalan air Ef WS V 2 CH CE CC CS 2g 0.8 A.15 kg = 56. W = W1+W2 = 887.88 kN-m LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 5-42 .96 ton maka. Energi kinetik efektifpada saat berthing dihitung dengan menggunakan persamaan : Jenis : Bus Air = = = = 23 1. Pembebanan dan Desain Struktur Beton Perhitungan Energi Sandar Besar energi yang diserap oleh sistem fender dihitung menggunakan persamaanpersamaan yang ditetapkan oleh British Standards fnsli/Htion (BS 6349 : Part 4 : 1985). ρ Air Sungai = 1025 kg/m3 g = 9.81 m/det2 Spesifikasi : LOA Draft Lebar (D) (B) Berthing Velocity W1 (akibat kapal) = → Log DT = Log DT = DT = diperoleh dari persamaan .9 830. LogDT 0.50 5.

tidak menggunakan SAP 2000 v. Perhitungan untuk pelat dilakukan secara terpisah. Konsep Perencanaan Plat Lantai Beton Beban hidup merata pada lantai dermaga didefinisikan sebesar 1.5 t/m 2 akibat kegiatan bongkar muat.27 Sistem Koordinat pada Pelat LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 5-43 . sedangkan beban mati merata merupakan berat sendiri dari pelat dengan ketebalan tertentu. b b/a = 1 bujur sangkar a y x Gambar 5. B. Untuk pelat dengan panjang dan lebar yang sama maka lendutan pada tengah-tengah pelat dapat ditentukan dengan menggunakan persamaan di bawah ini.9. Metode yang digunakan untuk mendapatkan besaran deformasi pada pelat menggunakan teori elastisitas.Bab 5 Perhitungan Struktur Gambar 5.26 Beban sandar kapal pada model struktur.

5ql.y=0 dimana q a h v = beban merata pada pelat = panjang sisi-sisi pelat = tebal pelat = poisson ratio.5ql (d) Distribusi beban merata pada balok akibat beban merata pada pelat Gambar 5.0513qa2 0.2 0.y=0 (Mx)x=a/2. untuk beton nilai ini dapat diambil sama dengan 0.Bab 5 Perhitungan Struktur Deformasi pelat bujur sangkar (w)x=0.00126qa4/D -0.y=0 (My)x=0.0231qa2 0. LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 5-44 .28 Distribusi beban pada struktur Beban merata pada balok tersebut akan berbentuk segitiga simetri dengan ketinggian di tengah-tengah bentang balok sebesar 0.y=0 (My)x=0.0231qa2 D Eh 3 12(1 v 2 ) Distribusi beban pelat pada balok menggunakan pendekatan sebagi berikut : l l q (c) Distribusi beban merata untuk balok 0.y=b/2 (Mx)x=0.0513qa2 -0.

0536P (my)y=0.x=0 = -0.Bab 5 Perhitungan Struktur Beban terpusat kendaraan merupakan representasi dari beban rencana kendaraan terbesar yang akan lewat.2.5 mm dipakai h = 300 mm. balok dan pilecap beton. Apabila retak tidak dapat dihindarkan.y=b/2 = -0. Dalam hal ini digunakan kriteria distribusi tegangan lentur sebagai berikut : struktur diusahakan tidak mengalami retak akibat Z fs dcA 23MN / m merencanaan tebal pelat beton didasarkan pada persyaratan tebal pelat minimum dimana kedua ujung menerus.1257P (Mx)y=0.0056Pa2/D (My)x=0.0536P momen koreksi momen koreksi 5. Beban-beban yang bekeja pada plat LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 5-45 . sedangkan pondasinya terdiri dari tiang pancang beton diameter 450 mm sedangkan untuk platform sandar kapal memakai tiang pancang beton 600 mm Selain Kriteria yang telah disebutkan dalam bagian terdahulu. dalam perencanaan Tresle ini diterapkan kriteria sebagai berikut : Elemen-elemen pembebanan. Beban ini selanjutnya dikalikan dengan koefisien kejut yang besarnya dapat dinyatakan dalam persamaan berikut : i 1 20 50 l dimana : i l = koefisien kejut = bentang terkecil Deformasi pelat karena beban terpusat dapat dinyatakan dalam persamaan berikut : (w)x=y=0 = 0.x=b/2 = -0.9 Desain Struktur Trestle Fasilitas Darat Kontruksi dermaga dan tresle terdiri dari pelat. maka lebar retak yang terjadi dibatasi sedemikian kecilnya sehingga keawetan beton dapat terjaga.1257P (mx)y=0.x=0 = -0. dirumuskan sebagai berikut : hmin l 21 4000 21 190.

model yang diambil adalah sebagai berikut : Gambar 5.33 ton/m.3 x 1 x 2. Gaya-gaya dalam plat mengacu pada tabel gaya-gaya (Tables or Analysis of Plates.50 t/m = 7 ton /(3x4)m2 x 4 m = 2.33 ton/m Untuk mendapatkan kondisi ekstrim dipakai beban merata untuk forklift sebesar 2.741 ton/m Berat akibat air Sungai/hujan 2 cm = 0. Untuk beban merata.29 Pemodelan pembebanan akibat beban mati dan beban hidup.72 t/m = 0. Beban Hidup (Live Load) (lalu-lintas) Beban terbagi rata Beban Forklift 7 ton = 1.021 t/m = 0.4 = 0. Beban Mati (Dead Load) Berat sendiri plat = 0.02 x 1 x 1.025 2.Bab 5 Perhitungan Struktur 1. LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 5-46 . Slabs and Diaphragms) dalam plat.

03351 → ρ min = 0.02513547 Data =0.300 mm mm . .90 Mpa mm mm . . Lebar efektif Arah Lebar efektif Arah Cek Syarat Pelat 2 arah : LY LX 2 → 0.300 5000 40 mm mm kg/cm2 → kg/cm2 → . . kg/cm2→ kg/cm2→ h d Lx = Ly = = = 4600 1600 fy = f'c = 700 620 mm mm 382.6(3.348 ≤ 2 OK ! Data Pelat : Baja Tulangan Mutu Beton bw = U -3900 K .2(0. .90 Mpa 300 260 mm mm .01675698 →ρ max = 0.8 kN/m2 LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 5-47 . h (tebal) = d = d' (cover) = β1 = 0.5*ρb = 0.789x4) + 1. fy = 382.47Mpa 24.85.47 f'c = Mpa 24.789 ton/m = 3.Bab 5 Perhitungan Struktur f.2 DL + 1.29 ton/m2 11340 kg/m2 111.83x4) 28.f ' c 600 1 f 600 f y y : DL LL 0. Tulangan rencana untuk pelat Spesifikasi Balok : Baja Tulangan Mutu Beton bw d' (cover) =400 = 80 X Y U -3900 K .6 LL = = = = Clx Cly Ctx Ctx = = = = 43 18 73 55 1.75*ρb = 0.850 → untuk → untuk f'c = Mpa ≤ 30 Mpa f'c = Mpa > 30 Mpa b 0.83 Wu = ton/m 1.

d 2 min b d 1784 mm2 158. untuk lapangan arah .048 N/mm2 dx = tebal pelat . untuk tumpuan arah .0037 1.Bab 5 Perhitungan Struktur Ml x 0.4 fy b 0.75 2 m Rn fy b perlu 1 1 m 1 Luas Tulangan Desain : Jarak Penulangan (s) : As perlu s 1000 As p 1/ 4 .5 mm 91692945 N-mm 4.84 mm ≈ 100 mm 5-48 LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh .001 qu Lx 2 CL X = 64.X MlY 0.Y Tulangan Tumpuan Arah X Tulangan pelat rencana : D 19 → 283.32 N-mm .0251 0.Y Mt x 0.1/2 Ø dy = tebal pelat .85 f ' c fy max 1 x 600 600 fy 0.38mm2 = 250.untuk tumpuan arah .35 kN-m = -73354356.selimut beton .86 kN-m 71857329 N-mm.X Mt y 0.37 kN-m = 64372190 N-mm.034 0. untuk lapangan arah .001 qu Lx 2 Ct X = -73.selimut beton .001 qu Lx 2 Ct y = -85.33 kN-m = -85330578 N-mm .1/2 Ø' Momen desain arah y (Mnty) = Mnt y Rn MU t y Mn = 2 b dx fy = m 0.5 mm = 231.0119 0.071 0.Ø .001 qu Lx 2 CL Y = = 71.85 f ' c min 18.

034 0.38mm2 = 250.selimut beton .d 2 Maka dipakai D19 spasi 150 mm As desain 1000 1/ 4 s d2 1889 mm2 → As desain As perlu OK ! LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 5-49 .0251 0.85 f ' c fy max 1 x 600 600 fy b 0.71 mm ≈ 150 mm .0141 0.5 mm = 231.Ø .75 2 m Rn fy perlu 1 1 m 1 Luas Tulangan Desain : Jarak Penulangan (s) : As perlu s 1000 As p 1/ 4 min b d 1856 mm2 152.071 0.4 fy b 0.selimut beton .85 f ' c min 4.5 mm 106663222 N-mm dx = tebal pelat .0037 1.709 N/mm2 m = 18.Bab 5 Perhitungan Struktur Maka dipakai D19 spasi 150 mm As desain 1000 1/ 4 s d2 1889 mm2 → As desain As perlu OK ! Tulangan Tumpuan Arah Y Tulangan pelat rencana : D 19 → 283.1/2 Ø dy = tebal pelat .1/2 Ø' Momen desain arah y (Mnty) = Mnt y MU t y Rn Mn = 2 b dx fy 0.

Bab 5 Perhitungan Struktur Tulangan Lapangan Arah X Tulangan pelat rencana : D 19 → 283.5 mm 80465238 N-mm 3.97 mm ≈ 180 mm Maka dipakai D19 spasi 150 mm As desain 1000 1/ 4 s d2 1889 mm2 → As desain As perlu OK ! LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 5-50 .0102 1.034 0.85 f ' c fy max 1 x 600 600 fy 0.071 0.0251 0.1/2 Ø' Momen desain arah y (Mnty) = Mnt y Rn MU t y Mn = 2 b dx m fy 0.selimut beton .selimut beton .d 2 183.4 fy b 0.5 mm = 231.Ø .85 f ' c min = 18.553 N/mm2 dx = tebal pelat .75 2 m Rn fy b perlu 1 1 m 1 Luas Tulangan Desain : As perlu min b d 1540 mm2 Jarak Penulangan (s) : s 1000 As p 1/ 4 .0037 0.38mm2 = 250.1/2 Ø dy = tebal pelat .

Bab 5 Perhitungan Struktur Tulangan Lapangan Arah Y Tulangan pelat rencana : D 19 → 283.0251 0.85 f ' c min = 18.1/2 Ø' Momen desain arah y (Mnty) = Mnt y Rn MU t y Mn 2 = b dx 3.0037 1.966 N/mm2 m fy 0.5 mm = 231.034 0.1/2 Ø dy = tebal pelat .selimut beton .10 mm ≈ 180 mm Maka dipakai D19 spasi 150 mm As desain 1000 1/ 4 s d2 1889 mm2 → As desain As perlu OK ! LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 5-51 .Ø .4 fy b 0.0116 0.d 2 186.5 mm 89821661 N-mm dx = tebal pelat .071 0.75 2 m Rn fy As perlu s As p perlu 1 1 m 1 Luas Tulangan Desain : Jarak Penulangan (s) : min b d 1523 mm2 1000 1/ 4 .85 f ' c fy max 1 x 600 600 fy b 0.38mm2 = 250.selimut beton .

71E-03 6.03E-04 2.14769 -1.18E-03 M3 -3.19E-02 -3.79E-04 1.5 OutputCase COMB1 COMB1 COMB1 COMB1 COMB1 COMB1 COMB1 COMB1 COMB1 COMB1 COMB1 COMB2 COMB2 COMB2 COMB2 COMB2 COMB2 COMB2 P -3.03E-04 2.19E-02 -3.45E-04 -7.10081 -8.19E-02 -3.30 Denah dan tampak depan rencana dermaga.06203 5-52 Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh .15E-04 -3.76E-03 -4.68533 2.Frames Frame 84 84 84 84 84 84 84 84 84 84 84 84 84 84 84 84 84 84 LAPORAN FINAL Summary Hasil Analisis Dermaga SAP 2000.5 2 3 2.64E-02 V2 -3.76E-03 -4.15E-04 -2. Tabel 5.31859 3.5 0 0 5 5 0.08E-04 5.15E-04 -2.68E-03 -3.7691 -1.03E-03 2.57689 -1.23413 -3.19E-03 5.47806 -1.76E-03 -4.5 1 4 1.77836 1.00502 -2.693055 1.369995 -1.15E-04 -2.01E-04 4.30E-04 2.30E-04 1.84069 -2.15E-04 -2.30E-04 2.19E-02 -4.249329 1.19E-02 -3.30E-04 2.15E-04 -2.60803 2.80E-05 1.03E-03 2.52E-04 -1.79E-04 1.5 4.880583 3.79E-04 1.15E-04 -2.5 0.15E-04 -2.86E-04 2.68E-03 -3. Gambar 5.30E-04 2.552874 -3.540324 -0.07877 2. Perencanaan Tulangan Lentur Balok .035941 -2.59698 -2. Station 0 5 0.30E-04 2.19E-02 -3.86E-03 -6.03E-04 M2 -5.080551 -2.15E-04 -2.5 3.53E-03 -5.64E-02 -6.19E-02 -3.68E-03 -3.19E-02 -3.64E-02 -6.30E-04 2.710653 -0.30E-04 2.19E-02 -3.5 4.03E-04 2.12116 -1.812073 1.271749 1.94869 0.93E-04 3.19E-02 -3.011293 1.37E-04 2.Bab 5 Perhitungan Struktur g.15E-04 -2.36419 -2.67E-04 -4.19E-02 -3.03E-03 2.03E-03 T 2.46E-03 -6.4899 -2.6 TABLE: Element Forces .30E-04 2.11902 -3.53E-02 0.959982 -3.30E-04 2.52E-03 7.30E-04 2.60E-04 -2.64E-02 -6.96E-05 -7.15E-04 -2.48714 V3 -2.79091 3.

119834 5.69E-05 7.57E-02 -1.765 7.02E-04 4.02E-04 4.5 1.5 0 7.28E-02 -5.5 3.53 0 15.615069 -0.18E-03 7.45719 1.59E-02 -6.69E-05 -1.40292 1.84E-04 -1.05E-04 5.424894 0.050847 -1.424232 1.59E-02 -6.92E-04 5.85E-03 -2.24904 -2.194093 0.77097 -0.03E-04 2.09368 1.38E-03 -7.50401 -1.20E-05 7.65393 -7.41269 0.5 2.458241 1.499916 1.868324 1.3611 -2.84E-04 -1.14795 1.63048 -9.54E-03 1.80E-03 -4.02142 -3.03E-04 2.17677 -0.76E-03 -4.360909 1.03E-03 2.71E-03 -4.413567 3.765 15.48E-02 5.64E-02 -6.414187 8.03E-04 2.621982 1.1225 -7.24996 -1.47E-04 1.929467 0.03E-03 2.17E-03 1.91E-02 1.60E-02 -0.82E-03 -8.20E-05 -3.72E-04 M2 5.54E-03 1.59E-02 -6.68E-03 -3.76E-03 -4.02E-04 4.54E-03 1.36265 -1.08E-04 1.84E-04 -1.55828 -1.82E-03 -8.84E-04 -1.84E-04 -3.Frames Frame 84 84 84 84 84 84 84 84 84 84 84 84 84 84 84 84 84 84 84 84 84 84 84 84 84 84 84 84 84 84 84 84 84 84 84 84 84 158 158 158 158 158 158 158 158 158 158 158 158 158 Station 4.394918 1.40E-03 5-53 LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh .48E-02 -1.765 0 15.18E-03 7.59E-03 0.59E-02 -6.03E-03 2.01E-02 -1.05E-04 -1.11E-03 -2.5 2.204735 1.03E-03 2.669339 -0.568251 0.79E-04 1.52E-02 1.02E-04 4.360093 -0.22E-02 -1.5 3.53 0 15.02E-04 4.48E-02 5.18E-03 7.934853 2.79E-04 1.86753 -0.84E-04 -1.754457 0.53E-02 0.124377 9.68E-03 -3.39E-03 7.61E-02 -1.26E-02 5.82E-03 -8.26E-04 0.25E-03 -9.69E-05 7.26311 -0.76E-03 -4.82E-03 -8.7396 2.78642 -2.765 7.5 1.76E-03 -4.59E-02 -6.59E-02 -6.18E-03 7.74E-02 -1.949759 1.79E-04 1.02E-04 4.02E-04 4.258418 0.05228 T 2.30E-02 0.64E-02 -6.18E-03 7.84E-04 -1.40447 0.64E-02 -6.91E-02 1.19E-03 -3.10909 -3.5 2 2 3 3 2.48E-02 -1.40632 -0.68E-03 -3.91E-02 1.68E-03 -3.981671 -2.5 3.02E-03 2.08E-02 2.84E-04 -1.03E-04 2.631 -9.5 1 1 4 4 1.79E-04 -1.74E-02 1.39E-03 -1.26E-03 -7.57E-02 -1.05E-04 -1.517423 1.18E-03 7.26E-03 -0.13304 2.64E-02 -6.91E-02 1.48E-03 3.64E-02 -6.59E-02 V3 2.59E-02 -6.57E-02 1.641639 -2.87263 -0.76644 0.79E-04 1.91E-02 2.513981 0.02E-04 4.94E-03 -4.84E-04 -1.19477 -2.67E-02 1.16362 -10.67685 -7.82E-03 -8.57E-03 8.53 7.48E-02 5.43E-03 -3.71217 0.82E-03 -8.19E-04 3.30E-04 -1.64E-03 1.19737 5.060609 1.18E-03 7.3911 -11.6186 -7.96E-04 -2.13247 0.76E-03 -6.86248 -2.63E-02 4.84E-04 -1.76E-03 -4.91E-02 1.48E-02 -0.332947 0.64E-02 -6.84E-03 4.628852 1.02E-04 4.73953 -2.82E-03 -8.91E-02 1.59E-02 -6.91E-02 1.63E-04 M3 -0.765 OutputCase COMB2 COMB2 COMB2 COMB2 COMB2 COMB2 COMB2 COMB2 COMB2 COMB2 COMB2 COMB2 COMB2 COMB2 COMB2 COMB3 COMB3 COMB3 COMB3 COMB3 COMB3 COMB3 COMB3 COMB3 COMB3 COMB3 COMB3 COMB3 COMB3 COMB3 COMB3 COMB3 COMB3 COMB3 COMB3 COMB3 COMB3 COMB1 COMB1 COMB1 COMB2 COMB2 COMB2 COMB2 COMB2 COMB2 COMB3 COMB3 COMB3 COMB3 P -6.642498 -2.28E-02 -5.50E-03 2.59E-04 5.479656 1.16E-03 2.51E-03 -1.18E-03 7.02E-04 4.57E-02 1.19E-04 -3.65313 -8.108004 1.17E-04 -1.Bab 5 Perhitungan Struktur TABLE: Element Forces .48E-03 4.82E-03 -8.82E-03 -8.13E-02 1.03E-04 2.19E-02 -8.30E-04 3.91E-02 1.68E-03 -3.20E-05 -3.74E-02 1.5 1 1 4 4 1.68E-03 -3.68E-03 -3.89549 2.76E-03 -4.79E-04 1.65365 V2 2.91E-02 1.5 3.03E-03 2.13699 0.82E-03 1.5 4.26E-02 5.18E-03 7.81326 -0.6302 -9.259005 1.28E-02 1.18E-03 7.35E-03 -3.03E-03 2.972298 1.68E-03 4.5 2 2 3 3 2.30E-04 -1.82E-03 -8.84E-04 -1.5 0.02E-04 4.588228 -2.03E-03 2.63477 -1.96037 -0.91E-02 1.68E-03 -8.62E-03 -4.537683 1.59E-02 -6.65341 -8.10979 -0.67633 -8.00E-02 -1.59E-02 -6.17986 -3.54141 2.11E-03 -0.305823 -0.79E-04 1.79E-04 1.120694 0.03E-04 2.5 4.19E-04 3.8156 0.64E-02 -6.26E-02 -5.996578 -1.18E-03 7.5 0 0 5 5 0.019693 1.59E-02 -9.67606 -8.01265 1.91E-02 1.76E-03 -4.53 7.91E-03 -1.119563 0.03E-04 2.

12254 -0.47E-02 -1.60E-02 -5.300 400 80 mm mm kg/cm2 → kg/cm2 → .59E-02 -1.69E-02 1.28E-04 -0.50E-04 -0.40E-02 -0.17 ton dan untuk balok struktur (Frame 84) momen maksimum positifnya sebesar 1.12471 0.1347 -9.1731 -10.53 15.53 7.53 15.765 7.015886 -1.01E-03 -3.38E-02 0.31E-02 -5.54E-04 -2.09517 -10.96 ton-m dan momen maksimum negatifnya sebesar -3.Bab 5 Perhitungan Struktur TABLE: Element Forces .75E-04 6.765 0 15.53 7.141 -10.09297 V2 -1.38E-03 -0.11182 -8.41662 0.74E-03 9.29E-04 -6.75E-04 M2 -0.Frames Frame 158 158 153 153 153 153 153 153 153 153 153 153 153 153 153 Station 0 15. gaya tekan aksial maksimumnya sebesar 18.49E-03 -1.05228 -5.32E-02 T -3.71812 -10.01E-04 -6.85 .36E-03 1.48E-05 -4.01E-04 -6.11812 0.58E-03 -0.125493 -1.32E-02 5.47E-02 -1.765 0 15.56E-03 4. .69E-02 1.765 7.35E-03 -5.1235 7.31E-02 -5.38E-02 0.53 7.419025 -6.35E-03 -1.05228 -0.32E-02 5. h d = = fy = 382.a 5-54 LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh .417401 -4.72E-04 -3.91E-05 -5.1333 Dari tabel diatas didapat untuk tiang pancang (Frame 153).39769 -0.35E-03 -1.38E-02 -1.051593 -5.69E-02 V3 -0. fy = 0.13E-06 -4.015886 -1. f'c .765 0 OutputCase COMB3 COMB3 COMB1 COMB1 COMB1 COMB2 COMB2 COMB2 COMB2 COMB2 COMB3 COMB3 COMB3 COMB3 COMB3 P -7.29E-04 1.1159 -9.11401 -8.60E-02 0. Parameter inilah yang dipakai sebagai acuan untuk mendesain balok struktur.75E-04 6.91E-05 -5.40736 0.42682 4.40825 M3 -0.72E-04 -4. .12274 -0.59E-02 -1.05E-03 -1.3900 Mutu Beton bw = K .60E-02 0.54E-04 -2.75E-03 -0. b .9456 -9.41717 -0.29E-04 1.129791 -4.68E-04 9.850 → → untuk f'c = untuk f'c = Mpa ≤ 30 Mpa Mpa > 30 Mpa Perhitungan Tulangan Memanjang Balok Asumsikan baja sudah leleh fs = fy T = Cc As perlu . Data Balok d' (cover) = β1 = 0.48E-05 -4.91E-05 -1.1369 -9.051593 -5.1181 -9.47 Mpa f’c = 24.67657 -12.63072 -9.36 ton-m.48E-05 -2. h.90 700 620 mm mm Mpa .53 15. Perencanaan dan Penulangan Tarik Balok : Baja Tulangan U .1388 -10.

3D19 = 113.77mm2 850.17 mm2. Z ] = 105614911 N-mm =8.fy 0.00191 → εs = 0.85.95 mm → a As .003.f 'c .82 mm Cek Kelehan Baja → data : E = 2.16mm2 850. d C C = 0. coba.14mm2.77mm2 As perlu Lap-bawah = As perlu Tum-atas = As perlu Tum-bawah= *) Cek Tulangan → = 2D19 21. 2D19 = 767. coba.16mm2 566.14 mm2.f 'c .b C a = 25.00E+05 εs > εy εy = LAPORAN FINAL fy E = 0. d C C = 0. 2D19 = Jumlah Tul 566. fy.Bab 5 Perhitungan Struktur Data dari SAP As perlu Lap-atas = 113.62ton-m OK ! *) Cek Tulangan → 3D19 = 32.fy 0. 3D19 = 767.17 mm2.92 mm → a As .03 2 mm Cek Kapasitas Momen Mu = M Max = Ø= 0.b C a = 38.00E+05 εs > εy εy = fy E = 0.00191 → εs = 0.003 .0450 5-55 Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh .73 mm Cek Kelehan Baja → data : E = 2. coba.36 → ØMn ≥ Mu ton-m → (data dari analisis SAP 2000) Ø Mn = Ø [ As.8 3.85.0690 Baja Sudah Leleh Z = d a = 609. coba.

36 Mpa Desain Tulangan Geser U-24 / D16 Cek Kebutuhan Tulangan Geser → Vc = Vn = 9. Perencanaan Tulangan Geser Pada Balok Struktur Perhitungan Tulangan Geser Balok Perhitungan tulangan geser balok 300 x 700 Baja Tulangan U -2400 kg/cm2 → fy = 235. Z ] 3 D 19 700 2 D 19 700 2 D 19 3 D 19 80 #REF! 400 Penulangan Tumpuan 80 #REF! 400 Penulangan Lapangan Gambar 5.76 ton (dari SAP 2000) Maka Sengkang Dibutuhkan Menghitung Spasi Maksimum Maka dipakai spasi maksimum = d/2 = → Vn 310 Vn mm ≈ 300 mm 5-56 LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh .96 ton-m→ (data dari analisis SAP 2000) Ø= 0.Bab 5 Perhitungan Struktur Baja Sudah Leleh Z = d a = 603.5 N-mm = 12.8 = 156995136.54 mm 2 → ØMn ≥ Mu Cek Kapasitas Momen Mu = M Max = 1.56ton-m OK ! Ø Mn = Ø [ As.52 9.31 Penampang balok struktur untuk dermaga dan trestle i. fy.04 Vn ≥Vc/2 ton ton → Vc/2 = 4.

000131 m.300 Ø 12 Spasi . Sehingga didapat 5/480 = 0. Maka dapat diambil kesimpulan syarat batas maksimum pada model struktur terpenuhi.04mm2 S desain = 300 mm syarat maka : A v d e s a i n = 0.bw .32 Detail Penulangan geser pada balok Dermaga dan Trestle.Bab 5 Perhitungan Struktur Vn Vc 1 f ' c .00104 m sedangkan pada frame 361 yang berlaku momen maksimum didapat defleksi maksimum sebesar 0. Defleksi maksimum yang terjadi pada struktur dibatasi sebesar L/480.37 mm2/mm →Av desain = 113.150 1/4 L 1/2 L L 1/4 L Gambar 5.81 mm2 ≈ 190 m2 dipakai spasi sengkang S max = 300 mm dicoba Av desain = Ø12 → A v S p e r l u = 0. LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 5-57 . berdasarkan Tata Cara Perhitungan Struktur Beton untuk Bangunan Gedung tahun 2002 (TCPSBBG-02) dimana L adalah bentang terpanjang antar pertemuan tiang pancang yaitu 4 m.35.43 ton Maka Spasi Maksimum dipakai d/2 Menghitung Luas Sengkang Minimum (Av min) Av min 0.150 Ø 12 Spasi .S fy = 190.377 mm2/mm S Av perlu S Av desain S Maka Av / S desain Ok ! Ø 12 Spasi .7471 N = 45.d 3 = 445567.bw .

Tulangan memanjang Baja Tulangan Mutu Beton β1 = U -3900 K . Perencanaan & Penulangan Poer.96 → → fy = f'c = kg/cm2 kg/cm2 untuk f'c = untuk f'c = Mpa ≤ 30 Mpa Mpa > 30 Mpa Momen Total yang bekerja : 5-58 LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh .08 m m m m mm2 382. Frontal Frame Dermaga Momen ultimate arah-X (Mx) Gaya Reaksi Akibat Fender Lebar Poer arah-X Lebar Poer arah-Y Tinggi Poer.Bab 5 Perhitungan Struktur Gambar 5.33 Perhitungan defleksi maksimum pada SAP 2000.8 0. Tebal Selimut poer.05 mm mm mm mm ton-m (dari SAP 2000) ton (dari SAP 2000) = = = = 1 1 0.42 0.850 → → = = 0. j.05 Mpa (bx) = 1000 (by) = 1000 h = 800 d =80 D16 As = 200.47Mpa 29.300 0.

85 f ' c fy max x 600 600 fy 0.251 b 0.11 0.75 b Luas Tulangan Desain : As perlu 1000 As p 1/ 4 .Bab 5 Perhitungan Struktur Mux = Mx + Gaya Akibat Fender * e e = Eksentrisitas gaya = 0.4 min fy 1 = = 0.8 Mn = 0.85 f ' c 1.1/2 D tulangan = 860 mm = 0.47 ton-m dx = Tinggi Poer -Tebal Selimut .58 ton-m = 5728652 N-mm → Rn m Mn 2 b dx fy 0.60 mm ≈ 40 mm Maka dipakai D16 spasi 40 mm As desain 1000 1/ 4 s d2 5742 mm2 → As desain As perlu OK ! LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 5-59 .0335 0.01 N/mm2 13.0037 0.8 = 0.86 m ØMn ≥Mu Ø= 0.d 2 min b d 5491 mm2 Jarak Penulangan (s) : s 36.

300.2.13 Balok melintang (23 buah) : WF 500. 5. Dimensi WF untuk movable bridge adalah sebagai berikut: Balok utama eksterior (2 buah) : WF 900.16.28 Balok utama interior (3 buah) : WF 400.9.35 Model struktur movable bridge dengan SAP 2000.Bab 5 Perhitungan Struktur My Mx 1500 1600 1000 Gaya Akibat Fender Y X Gambar 5. Model yang digunakan dalam perhitungan mengenai kapasitas penampang dapat dilihat pada gambar di bawah ini.12 Reaksi perletakan yang timbul dari movable bridge tersebut dianggap sebagai beban pada platform jetty dan ponton. LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 5-60 . Gambar 5.8.34 Gaya yang bekerja pada frontal frame.200.10 Desain Movable Bridge Profile WF digunakan sebagai balok utama movable bridge.300.

Dimensi pontoon yang didisain akan tergantung dari tipe pembebanan yang digunakan. Beban mati. Pontoon tersebut haruslah memiliki area permukaan dan tinggi freeboard yang mencukupi sehingga dapat berfungsi dengan baik. Dalam menentukan stabilitas dari pontoon. h. j. Beban statik dan beban hidup. i. LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 5-61 .11 Desain Pontoon Platform Platform terapung seperti halnya pontoon harus didisain hingga taraf kestabilan dan keamanan yang diinginkan. berlaku juga untuk kondisi ekstrim. g.0 kN/m2. Beban hidup yang umum digunakan adalah beban hidup merata sebesar 5.36 Denah dan Tampak Depan Movable Bridge 5. beberapa kondisi yang harus dipenuhi adalah sebagai berikut: Pontoon harus memenuhi kondisi stabilitas benda apung dan memiliki ketinggian freeboard yang memadai.Bab 5 Perhitungan Struktur Gambar 5. Beban-beban yang harus dipertimbangkan yang dapat bekerja pada sebuah pontoon.2. Tekanan hidrostatis. f. Gaya angkat. Reaksi dari jalan akses (jembatan atau gangway).

Dimana merupakan rotasi pontoon akibat momen putar. Kondisi stabilitas yang harus dipenuhi adalah sebagai berikut : Dimana : w I = berat jenis air laut (kN/m 3) = momen inersia penampang pada level muka air terhadap sumbu memanjang W CG = berat pontoon dan beban hidup merata (kN) = jarak antara pusat apung dan pusat massa pontoon Selain itu kriteria stabilitas yang dapat digunakan dalam perhitungan paltform untuk pontoon tersebut adalah bahwa nilai dari persamaan di bawah ini harus selalu dipenuhi.5 m. 5-62 Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh . Pada saat pontoon dibebani pada salah satu sisi.Bab 5 Perhitungan Struktur juga memperhitungkan adanya reaksi yang ditimbulkan oleh access bridge atau gangway. Gambar 5. Tinggi jagaan (free board) yang diperlukan memiliki kisaran nilai sebesar 0.37 LAPORAN FINAL Denah dan Tampak Depan Struktur Ponton. toleransi untuk kemiringan maksimum deck tersebut adalah sebesar 1 : 10.

2. BH3 dilakukan dengan menggunakan formula sebagaimana dijelaskan dibawah.2 mm dan 610 mm dengan ketebalan masing-masing 12 mm. BH2. Analisa daya dukung tanah ultimate untuk data bor log BH1. maka konsultan merekomendasikan penggunaan tiang pancang beton.15N = modukus elastisitas tiang = Diameter tiang (cm) = Momen inersia tiang (cm4) = Tebal cincin tiang (cm) = = 1.12 Kapasitas Tiang Pancang Melihat kondisi tanah yang ada dari hasil Borlog.Bab 5 Perhitungan Struktur 5. N<2 (TL) N = nilai N-SPT dibawah permukaan dasar Sungai virtual = = 0 4 cm Kh E D I t = modulus subgrade reaction 0. Untuk mendapatkan kondisi yang ekstrim maka dipakai data bor yang mencapai NSPT=60 yang paling dalam yaitu BH5 sedalam 25 m. tanah didominasi oleh lapisan lempung pasiran hingga menemui lapisan pasar padat pada kedalaman dibawah 20 m. Berikut adalah perhitungan penentuan titik jepit (fixity point) untuk masing-masing tiang pancang yang dipakai.5 kg/cm3 2100000kg/cm2 Elevasi Lantai Dermaga Kedalaman dasar Sungai rata-rata Hv = = = 892 400 cm cm LWS LWS panjang tiang vertikal pada model struktur dihitung dari fixity (1/β) sampai elevasi dermaga = 1/β+ Elev.Lantai dermaga+Kedalaman dasar Sungai rata2 1/β = fixity point dari seabed 4 KhxD 4EI 5-63 LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh . Hal ini dikarenakan tidak ada kesulitan dalam penetrasi tiang ke dalam tanah. Perhitungan analisis tiang dilakukan untuk beberapa jenis tiang pancang yaitu diameter 457. Kedalaman Titik Jepit Tiang (1/β) dan Panjang Tiang Pada Model Dermaga Tebal lapisan lumpur.

1 1.Wp Berdasarkan Data Lapangan Daya Dukung Fondasi Tiang Qall Q Dimana : Qu Nb N Ap Keliling = = = = = = = = Wp = daya dukung ultimate pondasi tiang harga N-SPT pada dasar tiang harga N-SPT rata-rata luas penampang tiang 1/4 * π * D2 = = Q/SF Dimana SF = 3 40.N.2 1.0027367 0.2 610 β (cm-1) 0.596 m Berat Tiang LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 5-64 .Nb. t (cm) 1 1.D π * 0.2.0031023 0.0031808 0.Ap + 0.0026847 0.5 I (cm4) 31400 34700 37900 76400 82500 88600 D(cm) 457.0026372 1/β (cm) 314 322 330 365 372 379 Hv (cm) 1606 1614 1622 365 372 379 Persamaan dasar Daya Dukung Fondasi Tiang : Qu dimana : Qu Qp Qs Wp = = = = daya dukung ultimate daya dukung ujung (ultimate) daya dukung selimut/geser (ultimate) berat fondasi = Qp + Qs .0030347 0.4 1.7 Titik jepit tiang (Fixity Point) untuk bebrapa jenis tiang pancang.3 1.Bab 5 Perhitungan Struktur Tabel 5.As π .4572 1.

310 Q(ton) 0.096 53.031 47.25 6.255 45.Bab 5 Perhitungan Struktur Tabel 5.958 43.715 33.058 19.557 113.134 42.738 85.125 14.977 21.000 0.91 20.183 64.139 58.223 Qu(ton) 0.677 15.098 6.284 79.990 2.44 15.150 37.487 98.969 6.756 9.000 8.883 54.60 7.889 0.464 5.000 1.410 70.554 33.125 Qu end bearing + friction 0.36 9.470 23.00 3.289 159.063 -0.50 4.852 37.825 8.915 62.69 25.331 -0.875 129.819 144.393 26.40 Daya dukung pondasi tiang pancang BH1 diameter 457.84 5. Wp (ton) 0.20 3.000 0.490 28.483 18.579 28.435 LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 5-65 .955 9.32 2.000 8.71 11.268 106.2 mm.446 44.450 55.728 21.131 2.467 63.084 10.541 27.00 4.101 5.464 51.984 8.13 13.00 0.383 1.382 38.000 25.042 3.257 53.918 67.24 10.799 74.07 27.273 48.255 27.185 11.8 depth (m) 0 1 3 5 7 9 11 13 15 17 19 21 23 25 27 29 N Dasar Tiang 0 4 7 13 21 30 41 61 89 121 155 197 245 295 351 411 N (RataRata) 0.884 11.377 0.013 24.243 4.772 160.089 7.72 6.557 93.170 107.071 43.128 2.496 32.703 26.000 8.126 10.074 0.418 9.159 0.391 15.668 Qall (ton) friction Qu(ton) 0.748 16.08 3.203 34.337 132.48 8.397 224.717 14.44 1.642 12.417 174.151 43.00 6.253 32.429 9.478 7.00 11.434 22.038 6.50 17.402 191.42 22.96 4.33 5.756 35.268 21.623 83.83 8.093 41.103 35.046 8.88 12.767 6.127 12.76 Qall (ton) end bearing No 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 N-SPT 0 4 3 6 8 9 11 20 28 32 34 42 48 50 56 60 Q(ton) 0.884 17.12 11.

Bab 5 Perhitungan Struktur Daya Dukung Tiang (ton) 0 0 10 20 30 40 50 60 End Bearing 70 80 5 10 Kedalaman (m) Friction Total 15 20 25 30 35 Gambar 5.2 mm. 5-66 Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh .38 LAPORAN FINAL Grafik Kapasitas daya dukung tiang diameter 457.

Penggunaan jenis tiang pancang ini disebabkan karena beban aksial yang bekerja pada struktur ini tidak terlalu besar yaitu sekitar 18.2 mm akan dipakai pada jenis struktur Loading Platform. LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 5-67 . Sehingga jika dipakai jenis tiang pancang ini maka kedalaman pancang yang didesain adalah 15 meter dengan asumsi daya dukung yang dipakai adalah end bearing dan friction.17 ton.Bab 5 Perhitungan Struktur Tiang pancang 457.

III.659.887.887 334. IV.713 5.695 1.393.5% TOTAL BIAYA BIAYA + PPN + SUPERVISI 334.610 1.106.158 6.449.504. II.894.344.5% TOTAL BIAYA BIAYA + PPN + SUPERVISI I.472.975.420 1.693.982.007.103.916.378.064.144. 296.064.570.921.450 2.945 2.226.945 1.144.870.5 M SUB TOTAL 1 PPN 10 % SUB TOTAL 2 SUPERVISI 2.675.337. III.261.889.5 M SUB TOTAL 1 PPN 10 % SUB TOTAL 2 SUPERVISI 2.475 5.714.281 I.621. IV.676.109.762.782 1.841 147.734 2.916 544.450 1.325.466 LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 6-1 .128 537.762.545 1. II.730.933.676.183.016 1.994.821.106.823.005.046 6.308 149.887 No URAIAN PEKERJAAN PEKERJAAN PEMBUATAN DERMAGA SUNGAI MUARATEWEH PERSIAPAN PEMBUATAN LOADING PLATFORM 8 X 30 M PEMBUATAN MOVABLE BRIDGE 35 X 2 M PEMBUATAN PONTON 27 X 4.806.Bab 6 Rencana Anggaran Biaya REKAPITULASI PEKERJAAN PEMBANGUNAN DERMAGA SUNGAI PENDANG DAN MUARATEWEH PROPINSI KALIMANTAN TENGAH No URAIAN PEKERJAAN PEKERJAAN PEMBUATAN DERMAGA SUNGAI PENDANG PERSIAPAN PEMBUATAN LOADING PLATFORM 8 X 30 M PEMBUATAN MOVABLE BRIDGE 50 X 2 M PEMBUATAN PONTON 27 X 4.392 5.466 6.325.933 6.947.841 5. 296.275 1.841.

000 17.006.248 230.170.000 71.000 39.785 187.150.801 170.000 35.33 3.1.Pekerjaan Cross Beam WF 500.400.Pekerjaan Cat Anti Karat (Marine Coat) Sub Jumlah III.738.000.) 5 JUMLAH BIAYA (Rp.000.521. PEMBUATAN PONTON 27 X 4.Pekerjaan Plat Baja Injak .28 .000.300 untuk pile cap Tiang Tegak Tiang Pancang Tegak Beton Ø 450 mm .201.000 42.662.026.7 .900 350. URAIAN PEKERJAAN 2 PERSIAPAN Mobilisasi dan Demobilisasi Pengukuran dan Positioning Direksi Keet Gudang Bahan Penerangan dan Keselamatan Kerja Dokumentasi/Administrasi/As Built Drawing Sub Jumlah I.000 285.450 35.000.00 18.483 618.33 618.00 2.Penyambungan tiang setiap 6 m .216.744.Beton bertulang K.800 32.108.500 1.13 .840. 3.00 350.Pekerjaan Tutup Manhole .483.149.39 312.662.000 224.500.Pemotongan tiang .Pekerjaan Cat Anti Karat (Marine Coat) Sub Jumlah IV.000.000.300.339. 1.2.000 174.4. LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 6-2 .50 620.000.00 120.289.300. PEMBUATAN MOVABLE BRIDGE 50 X 2 M Pekerjaan Baja / Besi .00 800.Pekerjaan Main Beam WF 900.900 91.108.300 untuk balok . SATUAN 3 VOLUME 4 HARGA SATUAN (Rp.00 5. 2.672 376.Pemancangan tiang pancang .109 12.073 216.00 16.50 8.140.250 1. 1.450 m3 m3 m3 m3 m' Titik Titik m 48.00 198.500.1. 3.1.00 13. PEMBUATAN LOADING PLATFORM 8 X 30 M Beton .249.335.40 16.189.50 276.800 14.800.000.000 77.14 .135.000.000.5 M Pekerjaan Baja / Besi .3.Pekerjaan Bolder untuk Tambat Kapal .475 4.339.586. 4. 1.Pekerjaan Main Beam WF 400.975.526 4.Dudukan Stabilizer Pekerjaan Pengecatan .260.335.000.33 618.400 16.8.16.Penyambungan tiang setiap 6 m . II.00 9.000 350.50 350. 4.500.67 8.25 36.120.339.526 5.333 16.400.800.200.007.Bab 6 Rencana Anggaran Biaya PEKERJAAN PEMBUATAN DERMAGA SUNGAI PENDANG KABUPATEN BARITO SELATAN KALIMANTAN TENGAH NOMOR 1 I.Beton bertulang K.Penyambungan tiang setiap 6 m .917.373.600.00 15.218.Tiang pancang baja Ø=457 mm .124.000 13.483.000.32 979.6.938.663 305.00 20.412.925.450 14.06 337.323 427.50 350.68 25.00 26.335.2.Pekerjaan Pemasangan Handrailing Pekerjaan Abutment .000 3.250 7.992 5.000 12.930.00 15.52 25. kg kg kg kg m m3 Kg m' Titik Titik m2 m2 23.936 818. 1.Pekerjaan Baja Siku untuk Rangka Ponton L 70.00 260.Pekerjaan Pemasangan Fender V250 .583 20.226 599.Tiang pancang baja stabilizer Ø=457 mm . 1.497.00 15.Pekerjaan Cat Meni .50 18.000.12 36.3. III.00 52 116 46 4.Pemancangan tiang pancang .00 599.000 1.Pemancangan tiang pancang .335.00 5.Pekerjaan Perletakan Sendi-Rol Pemandu .402.140.00 200.714.795.143.377.000 282.00 18.335. 1.219 1.000 95.) 6 ls ls m2 m2 ls ls 1 1 100 100 1 1 174.026 4.Pekerjaan beton Abutment Sendi Perletakan MB .504.00 200.000 296.109.2.Baja Stabilizer HWF 300 Pekerjaan Beton .667 2.383.00 7. kg kg bh unit unit unit Kg m' Titik Titik Kg Kg m3 m2 m2 15.550.325.00 15.038.00 5.00 5.00 160.70.006.125.Baja Pengaku HWF 300 .Tiang pancang Ø=450 mm (312 M) .50 337.135.00 53.00 3.000.150.00 599.3.Pemotongan tiang Pekerjaan Pengecatan .00 4.00 26.5.9.000 42. IV.695.Pemotongan tiang Handrailing Pipa Baja Diameter 5 cm Sub Jumlah II.000 175.00 26.282.200 133.100.400.450 14.00 26.00 43.50 8.073.484.300 untuk plat lantai .677.000.3.000 7.Pekerjaan Plat Tebal 6 mm .412.25 36.Pekerjaan Cat Meni .782 3.143. 2.00 16.026.000 11.000.00 26.1.00 2.250 188.2.420 2.Beton bertulang K.138 71.000 13.393.200.000.

3.841 LAPORAN FINAL Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Sungai Pendang dan Muara Teweh 6-3 .Penyambungan tiang setiap 6 m .135.68 32.Bab 6 Rencana Anggaran Biaya PEKERJAAN PEMBUATAN DERMAGA SUNGAI MUARATEWEH KABUPATEN BARITO UTARA KALIMANTAN TENGAH NOMOR 1 I.621.000 13.00 23.00 10.00 15.Pekerjaan Pemasangan Fender V250 .) 6 ls ls m2 m2 ls ls 1 1 100 100 1 1 174.744.070.25 36.000. kg kg kg kg bh m m3 Kg m' Titik Titik m2 m2 16.43 2.289.00 43.695.Pemotongan tiang Handrailing Pipa Baja Diameter 5 cm Sub Jumlah II.000.483 618.005.00 800.109 12.00 5.509.240.33 4.026.000.785.000.Pekerjaan Cat Meni .00 140.50 18.300 untuk balok .435.000 174.140.8.000 91.Pekerjaan Cross Beam WF 500.00 2.000.000.000 329.00 16.000.218.3.700.000. PEMBUATAN PONTON 27 X 4.750 1.70.000 35.006.200.9.40 16.00 18.000 125.Pekerjaan Plat Baja Injak .260. 1.833 49.3.00 25.000.00 68 24 46 4.Pekerjaan Baja Siku untuk Rangka Ponton L 70.000.226 599.00 21.586.000 224.250 143.00 2.000 39.150.50 2.45 5.Pemancangan tiang pancang .000.412.000 285.100. URAIAN PEKERJAAN 2 PERSIAPAN Mobilisasi dan Demobilisasi Pengukuran dan Positioning Direksi Keet Gudang Bahan Penerangan dan Keselamatan Kerja Dokumentasi/Administrasi/As Built Drawing Sub Jumlah I.400.000 83.125.000.050 7.5.875 5.339.Dudukan Stabilizer Pekerjaan Pengecatan .325.Baja Stabilizer HWF 300 Pekerjaan Beton .433 2.000.13 .28 .Pemancangan tiang pancang .2.026 4.50 350.016 III.180 244.00 25.248 230.140.335.341.00 53. 4.150.48 337.00 25.000.200 173.000 77.730 20.000 7.Pekerjaan Main Beam WF 900.521. 4.00 5.667 14.143.323 406.564 5.450 14.00 5.751.1.000 42.485. 2.300 untuk plat lantai .50 276.450 II.632.Penyambungan tiang setiap 6 m .026. 1.751.483.Pekerjaan Pemasangan As Perletakan Sendi MB .526 4.800 14.000.526 5.Tiang pancang Ø=450 mm .50 8.1.000 42.402.2.149.006.000.1.000 13.4. 3.663 305.00 13.747. PEMBUATAN LOADING PLATFORM 8 X 30 M Beton .000 296.675.200. 1.200 42.5 M Pekerjaan Baja / Besi .450 14.000.801 170.00 15. kg kg bh unit unit unit Kg m' Titik Titik Kg Kg m3 m2 m2 15.980.00 29.000.Tiang pancang baja stabilizer Ø=457 mm .672 414.00 350.677.2.50 412.000.Pekerjaan Cat Anti Karat (Marine Coat) Sub Jumlah IV.00 3.500.16.Pekerjaan Tutup Manhole .936 1.300.33 8.Pekerjaan Main Beam WF 400.400.Pemotongan tiang Pekerjaan Pengecatan .3. 1.472.000.738.000 17.194.000.Pekerjaan Plat Tebal 6 mm .339.500.800.Pemancangan tiang pancang .00 5.000 11.00 599.1.693.Pekerjaan Pemasangan Handrailing Pekerjaan Abutment .52 27.000 105.412.Beton bertulang K.589.32 979.00 599. 4.067 18.400.411.000.00 15.097.Pekerjaan Perletakan Sendi-Rol Pemandu .Pekerjaan beton Abutment Sendi Perletakan MB .00 9.500 20.108. 1.183.00 16.33 618.662. PEMBUATAN MOVABLE BRIDGE 35 X 2 M Pekerjaan Baja / Besi .00 260. m3 m3 m3 m3 m' Titik Titik m 48.000 2.Penyambungan tiang setiap 6 m .50 337.00 259. 2.00 15.147.108.00 25.662.Pemotongan tiang .Pekerjaan Cat Anti Karat (Marine Coat) Sub Jumlah III.610 IV.00 5.458 1. 1.7 .300 untuk pile cap Tiang Tegak Tiang Pancang Tegak Beton Ø 450 mm .Pekerjaan Cat Meni .125.43 408.00 140.) 5 JUMLAH BIAYA (Rp.000 350.000 2.339.237.480.Beton bertulang K.011.00 176.927. 3.135.50 350.000.069.900 350.12 36.000.Tiang pancang baja Ø=457 mm .Baja Pengaku HWF 300 .000.Beton bertulang K. SATUAN 3 VOLUME 4 HARGA SATUAN (Rp.249.25 36. 3.483.14 .Pekerjaan Bolder untuk Tambat Kapal .33 618.00 140.000 175.500.219 1.300. 2.2.600 16.6.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful