Anda di halaman 1dari 2

1.

Obat-obat anti tuberkulosis yang bersifat hepatotoksik dan nefrotoksik dan cara pemberiannya : Obat-obatan yang bersifat hepatotoksik ialah: Rifampisin difusi baik ke berbagai jaringan termasuk otak (warna merah pada urin, tinja, sputum, airmata, keringat) ruam kulit, mual, muntah, flu like syndrome, nefritis interstisial, nekrosis tubular akut, trombositopenia hepatotoksisitas: ikterus, hepatitis, sindrom hepatorenal, peningkatan aktivitas SGOT, SGPT dan alkali fosfatase gangguan saluran cerna: abdominal discomfort, mual, muntah, kolik, diare gangguan neurologis: lelah, mengantuk, sefalgia, ataksia, sukar konsentrasi reaksi hipersensitivitas: demam, pruritus, urtikaria, kelainan kulit, eosinofilia, sakit pada lidah, hemolisis, hemoglobinuria, hematuria, insufisiensi renal gangguan hematologik: trombositopenia, leukopenia, anemia Hindari pemberian pada masa hamil (menembus sawar uri) Rifampisin meningkatkan hepatotoksisitas INH Isoniazid reaksi hipersensitivitas: demam, kelainan morbiliform, makulopapular, urtikaria reaksi hematologik: agranulositosis, trombositopenia, anemia vaskulitis, arthritis perubahan neurologis: neuritis perifer, menghilangnya vesikel sinaps, membengkaknya mitokondria, pecahnya akson terminal kejang, neuritis optik (atropi), kedut otot, vertigo, ataksia, parestesia, stupor, ensefalopati toksik kelainan mental: euphoria, penurunan memori, hilangnya pengendalian diri, psikosis, sedasi yang berlebihan dan inkoordinasi (bersama fenitoin) ikterus, kerusakan hati (nekrosis multilobular), peningkatan SGOT dan SGPT mulut kering, abdominal discomfort, methemoglobinemia, tinitus, retensi urin Pirazinamid gangguan hati: ikterus, nekrosis hati, peningkatan SGOT dan SGPT menghambat ekskresi asam urat (pirai) artralgia, anoreksia, mual, muntah, disuria, malaise, demam

maka pada pemberan obat OAT diperhatikan ialah: bila ada gejala gangguan hati yaitu ikterus, mual-muntah, maka OAT dihentikan jika SGOT/SGPT 3x dan ada gejala gangguan hati maka OAT di stop jika bilirubin meningkat >2x maka OAT distop

SGOT, SGPT 5x, gejala (-) maka OAT distop SGOT,SGPT 3x dan gejala (-) pengobatan dapat diteruskan tetapi dengan pengawasan Sedangkan pada SGPT yang meningkat 3x

2 obat hepatotoksik: 9HRE 2HRES/6HR 6 -9RZE 1 obat hepatotoksik: 2HES/10HE Obat non-hepatotoksik: 18-24SE+fluoroquinolone
obat anti tuberkulosis yang menyebabkan nefrotoksik Etambutol Efek Nonterapi ruam kulit, demam, pruritus, nyeri sendi, gangguan saluran cerna, malaise, sakit kepala, pusing, bingung, disorientasi, halusinasi, kaku dan kesemutan di jari, reaksi anafilaksis, leukopenia neuritis retrobulbar: bilateral, penurunan visus, hilangnya kemampuan membedakan warna, pengecilan lapangan pandang, skotoma sentral dan lateral peningkatan kadar asam urat karena penurunan ekskresi asam urat melalui ginjal Streptomisin Efek Nonterapi ototoksik (N. VIII) akibat dosis besar jangka lama nefrotoksik sakit kepala, malaise, parestesi di muka dan mulut, kesemutan di tangan reaksi hipersensitivitas, reaksi anafilaktik, agranulositosis, anemia aplastik tidak dianjurkan pada trimester pertama kehamilan