Anda di halaman 1dari 17

ABSTRAK Perkembangan jaringan telekomunikasi dewasa ini terus berkembang seiiring dengan perkembangan zaman.

Ada beberapa teknologi yang digunakan dalam berkomunikasi melalui jaringan Local Area Network (LAN). Salah satunya adalah Ethernet yang merupakan komoditas network yang paling luas digunakan. Saat ini Ethernet telah diimplementasikan dengan penggunaan switch. Dengan penggunaan switch pada jaringan LAN Ethernet, maka Switch Ethernet sangat cocok digunakan untuk komunikasi real-time. Karena itu, tuntutan akan keamanan service dan pemenuhan kebutuhan bandiwith yang cukup besar haruslah dapat diatasi oleh jaringan ini. Untuk mendapatkan jaringan Switch Ethernet dengan kondisi pengoperasian yang stabil, maka Switch harus mampu memproses sejumlah frame yang ditransmisikan oleh entitas-entitas yang bersebelahan dan sanggup menyediakan kapasitas bandwith yang cukup besar pada kanal-kanal yang terhubung untuk mensupport alamat trafik agar sampai ke tujuan. Pada bagian akhir, akan dilakukan analisa untuk memperkirakan nilai delay end-toend dengan penggunaan Switch Ethernet dan mekanisme diferensiasi trafik. Sehingga, dengan mendapatkan nilai delay tersebut, maka dapat digunakan untuk memperkirakan limit delay yang dialami oleh kelas-kelas trafik yang berbeda pada jaringan Switch Ethernet.

A. JUDUL TUGAS AKHIR Analisa Kinerja Traffic Differentiation Pada Jaringan Switch Ethernet B. BIDANG TUGAS AKHIR Penulisan Tugas Akhir ini meliputi bidang Telekomunikasi. C. LATAR BELAKANG MASALAH Perkembangan jaringan telekomunikasi dewasa ini mengalami kemajuan yang sangat cepat. Berbagai macam fasilitas teknologi telekomunikasi terus dikembangkan agar user dapat melakukan komunikasi secara praktis, di manapun lokasi user tesebut berada. Komunikasi dapat terjalin, baik di dalam area yang kecil seperti gedung-gedung perkantoran, komunikasi antargedung, hingga komunikasi dalam satu kota. Untuk membangun komunikasi di area-area yang tidak begitu luas dapat digunakan jaringan Local Area Network (LAN). LAN digunakan untuk mentransfer data antara PC, workstation, mainframe, dan data peripheral. Salah satu cara untuk memperbaiki performansi end-user adalah dengan membagi single segment LAN yang luas ke dalam segment-segment LAN yang lebih kecil, yang disebut microsegment. Oleh karena itu, kita dapat menggunakan perangkat switch agar dapat membagi single segment LAN yang luas ke dalam beberapa segment. Salah satu teknologi LAN yang diimplementasikan dengan switch adalah Ethernet. Maraknya penggunaan Switch Ethernet pada sistem komunikasi real-time mengakibatkan tuntuan keamanan dan pemakaian bandwith yang optimal dari pengiriman frame pada jaringan tersebut. Dengan kata lain, dalam satuan unit waktu, switch harus mampu memproses sejumlah frame yang ditransmisikan oleh entitas-entitas yang bersebelahan dan sanggup menyediakan kapasitas bandwith yang cukup besar untuk mensupport alamat trafik agar sampai ke tujuan. Pada Tugas Akhir ini, akan dibahas analisa perhitungan delay end-to-end pada jaringan LAN Switch Ethernet, yaitu dengan penggunan mekanisme Quality Of Service yang didefenisikan oleh standard IEEE 802.1D/Q dan didasarkan pada pertimbangan differensiasi trafik dan antrian multiple.

D. RUMUSAN MASALAH Dari latar belakang di atas, maka dapat dirumuskan beberapa permasalahan, yaitu : 1. Bagaimana prinsip kerja jaringan LAN. 2. Bagaimana pinsip kerja jaringan Ethernet menggunakan Switch. 3. Bagaimana cara menghitung besarnya waktu delay sebuah frame yang melalui jaringan Switch Ethernet dari suatu differential traffic. E. TUJUAN PENULISAN Adapun tujuan dari penulisan Tugas Akhir ini adalah untuk menganalisa kinerja jaringan Switch Ethernet dengan mekanisme diferensiasi trafik, yaitu dengan menghitung delay. F. BATASAN MASALAH Untuk memudahkan pembahasan dalam tulisan ini, maka dibuat pembatasan masalah sebagai berikut : 1. 2. 3. peer. 4. Ethernet. 5. detail. 6. 7. 8. Hanya menganalisa delay end-to-end pada kelas-kelas trafik yang Tidak membahas tentang operating system yang digunakan. Hanya menganalisa dua dari 7 kelas-kelas trafik, yaitu Network berbeda (differential traffic). Tidak membahas sistem distribusi real-time secara khusus dan Tidak membahas aplikasi-aplikasi yang digunakan pada jaringan Hanya membahas jaringan LAN secara umum. Hanya membahas jaringan Switch Ethernet secara umum. Tipe jaringan LAN yang digunakan adalah tipe jaringan peer-to-

Control dan Best Effort. G. MANFAAT PENULISAN

Adapun manfaat penulisan Tugas Akhir ini adalah untuk memberikan informasi kepada penulis dan pembaca, bagaimana menentukan besarnya delay end-to-end differential traffic pada suatu frame dalam jaringan Ethernet menggunakan switch, sehingga dapat memberikan kemudahan untuk membangun jaringan Switch Ethernet pada komunikasi real-time dengan delay yang minimal. H. METODOLOGI PENULISAN Metodologi penulisan yang digunakan oleh penulis dalam penulisan Tugas Akhir ini adalah : Studi Literatur, yaitu berupa studi kepustakaan dan kajian dari buku-buku dan jurnal-jurnal pendukung, baik dalam bentuk hardcopy dan softcopy. I. TINJAUAN PUSTAKA Berdasarkan standard IEEE, Local Area Network didefenisikan sebagai jaringan komunikasi yang menghubungkan beberapa device, seperti Personal Computer, workstation, printer, mainframe, dan data peripheral yang dapat mentransmisikan data dalam area yang terbatas. Batasan daerah untuk komunikasi dalam Local Area Network adalah kurang dari 100 feet (< 30 m) atau lebih dari 6 mil (> 10 km). Jaringan LAN sangat cocok dibangun pada daerah gedung perkantoran, kampus, rumah sakit, dan gedunggedung lainnya. Adapun media transmisi yang digunakan dalam interkoneksi LAN adalah kabel coaxial, kabel twisted pair, fiber optic, dan gelombang radio. Laju data LAN, jumlah device yang terhubung ke LAN, dan jarak masing-masing device bergantung kepada : Media transmisi. Teknik transmisi (baseband atau broadband). Protokol akses network. Perangkatperangkat yang mengubungi jaringan LAN, seperti : Standard-standard yang digunakan dalam jaringan LAN, yang

repeater, bridge, hub, switch, dan router. digunakan untuk menentukan limit dari jumlah data yang dikirimkan per segment.

a.

Switch

Switch adalah perangkat jaringan yang bekerja di lapisan Data-link, dan mirip dengan bridge, berfungsi menghubungkan banyak segmen LAN (Ethernet, Token Ring dan dengan akses berkecepatan tinggi seperti 100-Mbps Ethernet, Fiber Distributed Data Interface [FDDI], atau 155-Mbps ATM ) ke dalam satu jaringan yang lebih besar. Seperti bridge, switch bekerja atas dasar informasi MAC address. Switch mempunyai kemampuan dan kinerja yang lebih baik dibandingkan dengan bridge karena switch selain bekerja secara software juga bekerja di atas hardware. Switch menggunakan algoritma store-and-forward dan cut-through pada saat melakukan pengiriman data. Sebuah switch mempunyai bandwidth yang ditunjukan untuk setiap portnya. Untuk kinerja yang tinggi biasanya satu port dipasang untuk satu workstation PC. Contoh sederhana seperti terlihat di Gambar 1.

Gambar 1 : Jaringan LAN yang terhubung dengan menggunakan switch

Ketika switch mulai bekerja, maka pada saat yang sama setiap workstation memulai untuk merequest data ke workstation lain (server), setiap request yang diterima ditampung oleh switch dan memfilter MAC address dan port yang tersambung dari masing-masing

workstation, lalu disusun ke dalam sebuah tabel. Switch pada saat ini rata-rata mampu menampung tabel MAC address sebanyak 8000. Ketika host A pada port 1 akan melakukan transfer data ke host B di port 2 switch akan mem-forward bingkai paket dari port 1 ke port 2. Pada saat yang bersamaan host C melakukan transmisi data ke host D maka komunikasi masing-masing tidak akan saling terganggu sebab switch telah menyediakan jalur logik dan fisik secara dedicated. Ketika perangkat yang terhubung ke switch akan melakukan transmisi data ke sebuah host yang tidak termasuk dalam tabel MAC di atas maka switch akan mengalihkan bingkai data tersebut ke seluruh port dan tidak termasuk port asal data tersebut. Teknik ini disebut dengan flooding. Implementasi switch atau beberapa switch jika tanpa pertimbangan dan perancangan bisa menyebabkan jaringan lumpuh karena flooding ini (bayangkan jika flooding ini terjadi di share-hub). Switch LAN digunakan untuk menghubungkan segmen LAN yang banyak, menyediakan media dedicated dengan komunikasi yang bebas dari tumbukan (collision) antar perangkat jaringan dan mendukung komunikasi simultan, serta dirancang untuk akses kecepatan tinggi.

Gambar 2 : Jaringan Switch LAN dengan topologi Bus

b.

Standard Ethernet

Ethernet pertama kali diperkenalkan pada tahun 1976 di Xeroxs Palo Alto Reasearch Center (PARC). Sejak itu, Ethernet telah melalui beberapa generasi, yaitu Standard Ethernet (10 Mbps), Fast Ethernet (100 Mbps), Gigabit Ethernet (1 Gbps) dan Ten-Gigabit Ethernet(10 Gbps). Standard Ethernet

Semua standard Ethernet menggunakan kode Manchaster dalam mengirimkan datanya melalui media transmisinya. Adapun pembagian standard Ethernet menurut media transmisinya adalah sebagai berikut : 10Base5 : Thick Ethernet 10Base5 adalh spesifikasi media 802.3 yang asi dan secara langsung berbasis Ethernet. 10Base5 menetukan penggunaan kabel koaksial 50-ohm serta penggunaan pensinyalan digital Manchester. Panjang segmen kabel maksimum ditetapkan sejauh 500 meter, sedangkan panjang jaringan bisa diperpanjang dengan menggunakan repeater. 10Base2 : Thin Ethernet Untuk meneyediakan suatu system dengan biaya lebih rendah daripada 10Base5 untuk LAN komputer pribadi, ditambahkan 10Base2. Thin Ethernet ini juga menggunakan kabel koaksial 50-ohm. Perbedaan dasarnya dengan 10Base5 adalah 10Base2 menggunakan kabel yang lebih tipis, yang mampu mendukung lebih sedikit tap pada jarak yang lebih pendek. 10Base-T: Twisted-Pair Ethernet Spesifikasi 10Base-T ini menggunakan topologi bintang, yaitu sebuah system sederhana yang terdiri dari sejumlah stasiun yang terhubung ke titik sentral, yang disebut sebagai multiport repeater, melalui dua unshielded twisted pair. Karena tingginya rate data dan rendahnya mutu transimsi unshielded twisted pair, panjang jalur dibatasi sampai 100 meter. 10Base-F : Fiber Ethernet 10Base-F menggunakan topologi star untuk menghubungkan stasiun-stasiun melalui sebuah hub. Stasiun-stasiun tersebut dihubungkan ke hub menggunakan dua kabel fiber optic. 7

Fast Ethernet

Fast Ethernet dirancang untuk bersaing denagn Pprotokol LAN seperti FDDI atau Fiber Channel. IEEE menciptakan Fast Ethernet dengan nama 802.3u. Fast Ethernet sangat compatible dengan Standard Ethernet, tapi Fast Ethernet dapat mentrasmisikan data 10 kali lebih cepat pada laju 100 Mbps. Gigabit Ethernet

berikut : Gbps. Standard Ethernet. yaitu sebesar 48-bit. sama.

Gigabit Ethernet dirancang dengan kecepatan 1000 Mbps, dengan tujuan sebagai Mengupgrade laju data hingga 1 Dibuat agar lebih compatible dengan Menggunakan bit alamat yang sama Menggunakan format frame yang Tetap mempertahankan panjang

frame minimum dan maksimum yang sama. Ten-Gigabit Ethernet yang sama. Tetap mempertahankan panjang frame minimum dan maksimum yang sama. Mengupgrade laju data hingga 10 Gbps. Agar lebih compatible dengan dengan Standard, Fast, dan Gigabit Ethernet. Menggunakan bit alamat yang sama yaitu sebesar 48-bit. Menggunakan format frame

Standard IEEE merancang Ten-Gigabit Ethernet dengan tujuan sebagai berikut :

Dapat menginterkoneksikan LAN ke dalam jaringan yang lebih luas, seperti Membuat teknologi Ethernet compatible dengan teknologi lainnya seperti

Metropolitan Area Network (MAN), atau Wide Area Network (WAN). Frame Relay dan ATM. c. Switch Ethernet

Dalam pentransmisian data, Ethernet dan Fast Ethernet umumnya memakai satu medium untuk mentransmisikan frame-frame data dari komputer yang berbeda. Artinya, semua komputer yang terlibat di dalam jaringan tersebut umumnya berbagi medium transmisi untuk mengirimkan frame datanya ke tujuan. Hal ini akan mengakibatkan dua komputer atau lebih dapat mengirimkan frame data pada waktu yang bersamaan, sehingga dapat menyebabkan terjadinya tubrukan antarframe data tersebut. Tubrukan ini juga akan mengakibatkan berkurangnya throughput. Selain itu, komputer-komputer tersebut juga berbagi dalam penggunaan bandwith dengan total bandwith yang dipakai sebesar 10 Mbps atau 100 Mbps. Dengan pembagian ini maka masing-masing komputer akan memperoleh bandwith yang lebih sedikit dari yang disediakan. Switch Ethernet telah dikembangkan untuk mengurangi tubrukan antarframe yang terjadi di dalam jaringan dan untuk mmeperbaiki throughput. Dengan menggunakan teknik switching, komputer tidak lagi berbagi medium transmisi dalam mengirimkan datanya. Switch Ethernet bekerja secara store and forward untuk mengirimkan data-data dari satu user ke user yang lainnya berdasarkan alamat MAC yang dituju. Dengan menggunakan fungsi store and forward data tidak diteruskan untuk dikirim, melainkan disimpan dahulu di switch sampai data yang lain telah diterima dan diperiksa apakah terjadi kerusakan atau tidak. Sedangkan dengan fungsi cut-through, switch mulai mengirimkan data, langsung dari sumber ke tujuan berdasarkan alamat MAC tujuan. d. terbagi menjadi 7 kelas, yaitu : 1. Network Control, berkenaan dengan menjaga dan mensupport infrastruktur jaringan. Differential Traffic

Berdasarkan Standard IEEE 802.1D-2004, kelas-kelas trafik (differential traffic)

2. 3. 4.

Voice, biasanya memiliki delay lebih kecil dari 10 ms. Video, memiliki delay lebih kecil dari 100 ms. Controlled Load, merupakan aplikasi yang penting dilakukan untuk

beberapa bentuk admission control, berupa pre-planning jaringan yang dibutuhkan untuk pemesanan bandwith tiap-tiap flow ketika flow tersebut berisi pemesanan bandwith lainnya. 5. 6. Excelent Effort Best effort, digunakan untuk melakukan semua usaha agar dapat

mengirimkan sebuah paket ke suatu tujuan. Penggunakan best-effort tidak akan memberikan jaminan agar paket dapat sampai ke tujuan yang dikehendaki. Sebuah aplikasi dapat mengirimkan data dengan besar yang bebas kapan saja tanpa harus meminta ijin atau mengirimkan pemberitahuan ke jaringan. 7. Background, menyediakan aktifitas bulk transfer dan aktifitasaktifitas lainnya yang diizinkan oleh jaringan, tapi tidak akan memberikan dampak dari penggunaan jaringan oleh user dan aplikasi lainnya. e. Analisa Delay

Model analisa yang diberikan pada Tugas Akhir ini menganggap sebuah sistem terdistribusi memiliki kedudukan yang sama dengan trafik control (NCS-Network-based Control System) dan trafik tanpa kebutuhan sementara (data network). Tujuannya adalah untuk memperkirakan nilai minimum, rata-rata dan maksimum dari delay end-to-end yang ditinjau oleh frame-frame dari kelas-kelas trafik yang berbeda. Adapun analisa delay pada komunikasi ini didasarkan oleh kestabilan operasi pada jaringan Switch Ethernet yang merupakan suatu masalah yang patut untuk dianalisa, guna terciptanya trafik yang lancar dalam pengiriman data. Kestabilan ini tergantung kepada kondisi operasional yang dihubungkan ke switch dan kapasitas kanal yang tersedia. Dengan kata lain, dalam satuan unit waktu, switch harus mampu untuk memproses jumlah frameframe yang dibangkitkan oleh entitas-entitas yang bersebelahan dan dengan kapasitas bandwith yang cukup besar untuk mensupport alamat trafik ke tujuan.

10

Dengan kondisi network yang stabil, delay total (DT) yang dialami oleh frame-frame dengan proritas p, ketika ditransmisikan antara dua stasiun yang berbeda, dapat didefenisikan dengan persamaan berikut : DT ( p ) = TF + TPr op + TQ ( p )

(1)

di mana : TF TProp TQ = waktu yang dipakai untuk pemasukan frame pada tiap-tiap kanal. = waktu propagasi frame. = waktu tiap frame menunggu kemungkian antrian yang terbentuk selama jalannya proses di dalam switch. Perlu dicatat, bahwa waktu yang dipakai untuk memproses pesan pada sumber dan tujuan dari stasiun-stasiun diabaikan pada persamaan (1). Waktu ini tidak terhubung langsung ke kondisi fisik jaringan atau pada protokol khusus. TF meliputi jumlah waktu yang dialami oleh penyisipan frame pada tiap k kanal pada komunikasi yang spesifik. Persamaannya adalah sebagai berikut : Size f

TF

Rate(c)
c =1

(2)

di mana : Size f k Rate (c) = ukuran frame dalam bit. = jumlah kanal yang digunakan. = laju kanal c (bps).

Dengan cara yang sama, maka dapat digunakan untuk mempertimbangkan waktu yang dikeluarkan oleh penerusan tiap bit sepanjang kanal-kanal. Persamaannya adalah sebagai berikut :

11

TPr op

c =1

Leng (c) C

(3)

di mana : Leng (c) C = panjang tiap kanal (meter). = kecepatan sinyal propagasi pada medium transimsi (2 x 108 m/s)

Dalam sebuah lingkungan, dengan antrian yang terpisah untuk tiap kelas trafik, maka waktu yang berlawanan yang dialami oleh sebuah frame dengan prioritas p, pada tiap switch, tergantung kepada jumlah frame (NF) yang terdahulu dalam antrian frame dan dalam antrian dengan prioritas lebih besar. Persamaannya adalah sebagai berikut :

TQ ( p) =
di mana : Index i

( N
i =0

(i ) Ttrans ) + TRe s

(4)

= pemeriksaan antrian p dan semua prioritas antrian (0 i p), yang mempertimbangan nilai nol sebagai prioritas system terbesar.

TRes = sisa waktu yang berlawanan yang dialami ketika kanal sedang ditempati oleh sebuah frame yang siap untuk ditransmisikan (prioritas invers).

Jika demikian, berarti tidak ada preemption pada proses ini, sehingga sebuah frame terpaksa menunggu di akhir transmisi pada tiap switch, dengan beberapa ukuran frame yang berbeda. Dalam jaringan IEEE 802.3, kemungkinan frame yang paling kecil adalah sepanjang 576 bit (72 byte) dan salah satu yang terbesar adalah 12240 bit (1530 byte), sudah termasuk bit-bit preamble. Waktu transmisi yang dialami oleh tiap antrian frame yang terjadi (Ttrans) diberikan oleh Persamaan (5), di mana TBF adalah waktu minimum yang harus dijaga antara transmisi yang berurutan. Waktu ini didefenisikan sebagai suatu kebutuhan untuk menyisipkan 96 bit pada kanal (100 Mbps TBF = 0,96 s)

12

Ttrans

Size f Rate(c)

+ TBF

(5)

J. SISTEMATIKA PENULISAN Penulisan Tugas Akhir ini disajikan dengan sistematika penulisan sebagai berikut : BAB I : PENDAHULUAN Bab ini merupakan pendahuluan yang berisikan tentang latar belakang masalah, tujuan penulisan, batasan masalah, metode penulisan, dan sistematika penulisan dari Tugas akhir ini. BAB II : JARINGAN LOCAL AREA NETWORK Bab ini membahas tentang prinsip kerja, arsitektur, standardstandard LAN, topologi, Media Acces Control (MAC) dari jaringan LAN dan trafik LAN. BAB III : SWITCH ETHERNET Bab ini membahas tentang prinsip operasi, arsitektur, model, manajemen dan pengalamatan pada switch.

13

BAB IV

ANALISA KINERJA TRAFFIC DIFFERENTIATION PADA JARINGAN SWITCH ETHERNET Bab ini menganalisa besarnya waktu delay sebuah frame dalam jaringan Switch Ethernet dari suatu differential traffic.

BAB V:

KESIMPULAN DAN SARAN Bab ini berisi kesimpulan dari analisa Tugas Akhir ini dan saran dari penulis.

OUTLINE TUGAS AKHIR ANALISA KINERJA TRAFFIC DIFFERENTIATION PADA JARINGAN SWITCH ETHERNET ABSTRAK KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR GAMBAR DAFTAR TABEL I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah 1.2 Rumusan Masalah 1.3 Tujuan Penulisan 1.4 Batasan Masalah 1.5 Metodologi Penulisan 1.6 Sistematika Penulisan

14

II.

JARINGAN LOCAL AREA NETWORK (LAN) 2.1 2.2 Umum Standard Jaringan Local Area Network (LAN) 2.2.1 2.2.2 2.3 2.3.1 Layer Fisik Layer Data Link

Arsitektur Jaringan Local Area Network (LAN) Prinsip Kerja Local Area Network (LAN) 2.4.1 2.4.2 2.4.3 Kabel Coaxial Kabel Twisted Pair Kabel Serat Optik Topologi Bus Topologi Ring Topologi Star CSMA/CD (Ethernet) Token FDDI

.4

Media Transmisi

2.5

Topologi Jaringan Local Area Network (LAN) 2.5.1 2.5.2 2.5.3

2.6

Media Acces Control (MAC) 2.6.1 2.6.2 2.6.3

2.7 2.8

Perangkat Local Area Network (LAN) Trafik Local Area Network (LAN)

III. SWITCH ETHERNET 3.1 3.2 3.3 3.4 3.5 Operasi Switch Arsitektur Switch Model Switch Manajemen Switch Pengalamatan

IV. ANALISA KINERJA TRAFFIC DIFFERENTIATION PADA JARINGAN

15

SWITCH ETHERNET 4.1 Pendahuluan 4.2 Parameter Asumsi 4.3 Analisa Kinerja Delay Traffic Differentiation Pada Jaringan Switch Ethernet V. KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 5.2 Kesimpulan Saran

DAFTAR PUSTAKA [1] [2] [3] [4] [5] Stallings, William. 2000. Data And Computer Communications, 5th Edition. Prentice-Hall Inc. New Jersey. Forouzan, Behrouz A. 2007. Data Communications and Networking, Fourth Edition. McGraw-Hill. New York. Dr. Schneider. 2001. Data Communication and Distributed Processing : LAN Switching Technologies and Virtual LAN. INFS612. www.pdf-search-engine.com. Local Area Network. Download tanggal : 24 Februari 2009. IEEE. Standard 802.1D 2004 (Revision of IEEE Std 802.1D-1998) Local and metropolitan area networks Media Access Control (MAC) Bridges. Piscataway. New York USA. [6] Rafael Pinto Costa, Joao Cesar Netto, and Carlos Eduardo Pereira. 2003. Analysis of Traffic Differentiation on Switched Ethernet. Informatics Institute - Federal University of Rio Grande do Sul. Brazil.

16

17