P. 1
Hubungan Gizi Dengan Kesehatan Reproduksi

Hubungan Gizi Dengan Kesehatan Reproduksi

|Views: 872|Likes:
Dipublikasikan oleh Rafik Coy

More info:

Published by: Rafik Coy on Mar 09, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/28/2014

pdf

text

original

HUBUNGAN GIZI DENGAN KESEHATAN REPRODUKSI

HUBUNGAN GIZI DENGAN KESEHATAN REPRODUKSI

I.

Tujuan Pembelajaran Umum Pada akhir perkuliahan mahasiswa mampu menjelaskan hubungan gizi dengan kesehatan reproduksi.

II. Tujuan Pembelajaran Khusus A. Mahasiswa mampu menjelaskan tentang gizi dan fertilitas. B. Mahasiswa mampu menjelaskan tentang hubungan status gizi dengan menarche. C. Mahasiswa mampu menjelaskan tentang prinsip diet penderita pre menstrual syndrome D. Mahasiswa mampu menjelaskan tentang prinsip gizi pada usia menopause E. Mahasiswa mampu menjelaskan tentang prinsip diet pada hyperemesis F. Mahasiswa mampu menjelaskan tentang prinsip diet pada ibu hamil dengna pre eklamsi dan eklamsi G. Mahasiswa mampu menjelaskan tentang prinsip diet pada ibu hamil dengan diabetes melitus H. Mahasiswa mampu menjelaskan tentang prinsip diet pada ibu hamil dengan anemia I. Mahasiswa mampu menjelaskan tentang prinsip diet pada ibu hamil dengan obesitas.

III. Materi A. Gizi dan Fertilitas    Fertilitas adalah proses bersatunya kromosom dari gamet laki-laki dan perempuan untuk membentuk materi genetik dan individu yang baru. Fertilitas dipengaruhi oleh beberapa hal yaitu umur, keturunan, nutrisi, kesehatan, dan psikologi. Hubungan gizi dan fertilitas dapat diterangkan sebagai berikut  Kekurangan nutrisi sampai terjadi berat badan rendah ataupun malnutrisi dapat menyebabkan terjadi perubahan hormonal berupa gangguan siklus ovulasi hal ini yang dapat memicu terganggunya fertilitas.  Terapi untuk kasus diatas adalah 1. Meningkatkan asupan nutrisi agar berat badan normal dengan bertahap dan bertahan untuk menghindari obesitas. 2. Pemberian Hormon GRH (Gonadotropin Relating Hormone) agar siklus ovulasi normal. B. Hubungan Status Gizi dengan Menstruasi

Diet yang adekuat pada remaja adalah diet yang bervariasi dan seimbang, meliputi cukup karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, air. Dengan diit yang adekuat maka status gizi remaja putri akan baik. Pada remaja putri dengan status gizi baik, maka akan tercapai derajat kesehatan maksimal, fungsi hormon estrogen dan progesteron maksimal, terhindar dari pre menstrual syndrom, dan terhindar dari keluhan menarche.

C. Prinsip Diit Penderita Pre Menstrual Syndrom D. Prinsip Gizi Pada Usia Menopause E. Prinsip Gizi Pada Hyperemesis 1. Dasar   Hiperemesis adalah suatu keadaan pada awal kehamilan (sampai trimester II) yang ditandai dengan rasa mual dan muntah yang berlebihan dalam waktu yang relative lama. Penyebab Hyperemesis Gravidarum belum pasti, dengan penyebab multi faktor diantaranya :  Faktor endokrin yaitu meningkatnya hormon estrogen dan progresteron  Faktor Psikologi  Faktor Gastrointestinal   Pada kehamilan Normal ditemukan keluhan mual dan muntah yang akan berkurang dan hilang pada akhir trimester I. Pada Hyperemesis Gravidarum ditemukan keluhan mual dan muntah yang berlebihan sehingga menyebabkan keadaan umum ibu hamil buruk jika hal ini sampai terjadi maka ibu hamil membutuhkan terapi diit.  Pengelolaan Penderita :

1. Isolasi dalam ruang dan suasana tenang 2. Terapi obat dan cairan infus 3. Terapi psikologis 4. Terapi diit, baik parenteral dan oral. 2. Tujuan Diit Pada Hyperemesis Gravidarum       Mengganti persediaan glikogen dan mengontrol acidosis Memberikan makanan yang cukup kalori dan nutrisi lainnya (secara berangsur) Mencegah terjadinya dehidrasi

3. Syarat Diit Pada Hyperemesis Gravidarum Tinggi hidrat arang dan rendah lemak Cukup cairan dengan menyesuaikan kondisi penderita. Makanan dalam bentuk kering, mudah cerna, tidak merangsang, porsi kecil dan sering.

  

Untuk menghindari muntah, sebaiknya minuman tidak diberikan bersama makan. Bentuk makanan disesuaikan dengan keadaan penderita. Secara berangsur diberikan makanan yang memenuhi syarat gizi.

4. Menyusun Menu Pada Hyperemesis Gravidarum a.      Diit Hyperemesis Gravidarum I Untuk penderita dengan Hyperemesis Gravidarum berat Makanan hanya terdiri berupa roti kering dan buah- buahan. Cairan diberikan 1 – 2 jam setelah makan. Makanan ini kurang dalam semua nutrisi, kecuali vitamin C Makanan yang diberikan dalam sehari: Biskiut Buah Jam/selai Gula pasir  Nilai gizi Kalori Lemak 1059 kalori 2 gram Protein 15 gram 120 gram 700 gram 30 gram 50 gram 6 potong 7 potong 3 sdm 5 sdm

Hidrat arang 259 gram

Contoh Menu Hyperemesis Gravida I Waktu 08.00 Menu Roti panggang Jam/Selai 10.00 Air Jeruk Gula Pasir 12.00 Roti Panggang Jam / Selai Pepaya Gula pasir 14.00 Air jeruk Gula pasir 16.00 18.00 Pepaya Roti panggang Jam / selai Takaran Rumah Tangga 2 ptg 1 sdm 1 gelas 1 sdm 2 potong 1 sdm 2 potong 1 sdm 1 gelas 1 sdm 1 potong 2 potong 1 sdm

Pisang Gula pasir 20.00 Air jeruk Gula pasir

1 buah 1 sdm 1 gelas 1 sdm

b. Diit Hyperemesis Gravidarum II      Diberikan jika rasa mual dan muntah sudah berkurang. Minuman tidak diberikan bersama waktu makan Nilai nutrisi masih kurang. Secara berangsur diberikan makanan yang bernilai gizi tinggi. Mak yang diberikan dalam sehari : Jenis Berat (gr) Ukuran Rumah Tangga (URT) Beras Roti Protein Hewani Telur Protein Nabati Sayuran Buah Margarin Gula pasir Jam / selai  150 80 100 50 50 150 400 10 30 20 2 gelas nasi 4 potong 2 potong 1 butir 2 potong 1,5 gelas 4 potong 1 sdm 3 sdm 2 sdm

Nilai Gizi Kalori Lemak Protein 1672 kal 33 gram 57 gram

Hidrat arang 293 gram a.   Diit Hyperemesis Gravidarum III Diberikan kepada penderita Hyperemesis Gravidarum ringan Minuman boleh diberikan bersama waktu makan (menurut kesanggupan penderita)

 

Makanan ini cukup nutrisi. Bahan makanan yang diberikan dalam sehari:

Jenis

Berat (gr)

Ukuran Rumah Tangga (URT)

Beras Roti Biskuit Protein Hewani Telur Protein nabati Sayuran Buah Minyak Margarin Jam / selai Gula pasir 

200 80 40 100 50 100 150 400 10 20 20 30

3 gelas nasi 4 potong 4 buah 2 potong 1 butir 4 potong 1,5 gelas 4 potong 1 sdm 2 sdm 2 sdm 3 sdm

Nilai gizi Kalori Protein Lemak 2269 kal 73 gr 59 gr

Hidrat arang 368 gr  Makanan yang dianjurkan Roti panggang, biskuit di makan dengan jam, selai. Buah-buahan segar, sari buah. Minuman ringan, sirop, kaldu tak berlemak, kopi encer, Teh  Makanan yang harus dibatasi Goreng-gorengan dan makanan yang berlemak. Makanan yang berbumbu terlalu merangsang.

F. Prinsip Diit Pada Ibu Hamil Dengan Pre Eklamsi Dan Eklamsi 1. Dasar

Pre eklampsi Adalah suatu kelainan pada ibu hamil dengan umur kehamilan lebih dari 24 minggu, ditandai dengan gejala berat badan berlebih, hypertensi (>90/140 mmHg), Proteinuria (>0,3 gr/cc), oedem pada kaki, tangan, muka.

Gejala:

1. Nyeri kepala 2. Penglihatan kabur 3. Mual, muntah, nyeri ulu hati, oedem pada kaki, tangan, tungkai, kelopak mata. 4. Hypertensi. 5. Proteiuria.  Pre eklampsi: : >160/>110 mmHg : >5 gr/cc

1. Tensi 2. Proteinuria

3. Oedem sampai ke paru-paru 4. Gangguan penglihatan, nyeri daerah epigastrum. 5. Pengurangan fungsi ginjal. 2. Tujuan Diit Ibu Hamil dengan Pre Eklamsi dan Eklamsi a. Mengganti protein yang hilang karena proteinuria.

b. Mencegah dan mengurangi retensi garam dan air. c. Menjaga agar penambahan berat badan tidak melebihi normal

d. Memberi nutrisi secukupnya sesuai kemampuan penderita. e.       Menjaga agar tumbuh kembang bayi optimal.

3. Syarat Diit Ibu Hamil dengan Pre Eklamsi dan Eklamsi Dalam keadaan berat makanan diberikan secara berangsur, sesuai keadaan penderita. Cukup kalori dan semua nutrisi, penambahan berat badan diusahakan dibawah 3 kg/bulan atau dibawah 1 kg/minggu. Rendah garam, menurut berat atau ringannya retensi garam dan air. Tinggi protein (1,5 – 2 gr/kg bb/hr) Cairan diberikan kurang lebih 2500 ml/hari Bentuk makanan disesuaikan dengan kemampuan penderita.

4. Menyusun menu Diit Ibu Hamil dengan Pre Eklamsi dan Eklamsi a.  Diit Pre Eklamsi I Untuk pre eklampsi berat.

    

Makanan hanya terdiri dari susu dan buah-buahan. Jumlah cairan paling banyak 1500 ml/hari, kekurangannya diberikan secara parenteral. Makanan ini kurang kalori dan nutrisi lainnya, kecuali vitamin A dan C. Diberikan dalam waktu 1 -2 hari saja. Makanan yang diberikan dalam sehari Jenis Buah / sari buah Tepung susu Gula Pasir Gram (gr) 1200 60 80 Takaran Rumah Tangga 6 gelas 12 sdm 8 sdm

Nilai gizi: Kalori Protein Lemak 1032 kalori 20 gram 19 gram

Hidrat arang 211 gram  Contoh Menu Waktu Jenis Takaran Rumah Tangga Pukul 06.00 Pukul 08.00 Air teh Sari papaya Susu Pukul 10.00 Pukul 13.00 Sari jeruk Sari tomat Sari jeruk Pukul 16.00 Susu Teh Pukul 18.00 Sari jeruk Sari papaya Pukul 20.00 Air teh Susu 1 gelas 1 gelas 1 gelas 1 gelas 1 gelas 1 gelas 1 gelas 1 gelas 1 gelas 1 gelas 1 gelas 1 gelas

b. Diit Pre Eklamsi II

   

Sebagai perpindahan dari diit PE I kepada penderita dengan PE tidak terlalu berat. Makanan dalam bentuk lunak dan diberikan sebagai diit rendah garam I. Masih rendah kalori. Makanan yang diberikan dalam sehari: Jenis Berat (gr) Ukuran Rumah Tangga (URT) Beras Telur Protein nabati Protein Hewani 150 50 100 50 3 gelas tim 1 butir 2 potong 2 potong

Sayuran Buah Minyak Tepung Susu Gula Pasir 

200 400 15 20 30

2 gelas 4 potong 1,5 sdm 4 sdm 3 sdm

Nilai Gizi Kalori Protein Lemak HA 1604 kalori 56 gram 44 gram 261 gram

c.     

Diit Pre Eklamsi III Sebagai perpindahan dari diit PE II atau kepada penderita dengan pre eklamsi ringan. Makanan dalam bentuk biasa atau lunak dan diberikan sebagai diit rendah garam II. Tinggi protein dan cukup nutrisi. Jumlah kalori harus disesuaikan dengan kenaikan berat badan tidak boleh melebihi dari 1 kg/bulan. Makanan yang diberikan dalam sehari: Jenis Berat (gr) Ukuran Rumah Tangga

(URT) Beras Telur Protein nabati Protein Hewani 200 100 100 100 4 gelas tim 2 butir 2 potong 4 potong

Sayuran Buah Minyak Tepung Susu Gula Pasir  Nilai Gizi : Kalori Protein Lemak HA 2128 kalori 80 gram 63 gram 305 gram

200 400 25 40 30

2 gelas 4 potong 2,5 sdm 8 sdm 3 sdm

G. Prinsip Diit Pada Ibu Hamil Dengan Diabetes Melitus (DM) 1. Dasar Teori Diabetes Melitus a.    Definisi Adalah penyakit metabolik yang berlangsung kronik progresif, yang mengenai seluruh organ tubuh karena kekurangan insulin. DM gestasional adalah keadaan hiperglikemi saat hamil Ditandai dengan adanya gangguan metabolisme, penyerapan, transportasi, penyimpanan, pemanfaatan nutrisi, baik yang berasal dari Kalori, Protein, Lemak, Vitamin dan mineral. b. Penyebab   Genetik Faktor pencetus : obesitas, kurang aktifitas fisik atau olahraga, pola makan yang tidak tepat, stress, konsumsi obat-obat tertentu jangka panjang c.   Gejala Tripoli : Polifagi, polidipsi, poliuri.

d. Faktor Resiko Usia > 45 tahun

    e.      f.

Obesitas Hipertensi Riwayat DM dalam keluarga Kadar lemak darah tinggi. Klasifikasi DM type I DM type II : IDDM (Insulin Dependent DM) : Non IDDM

MRDM (Malnutrisi Related DM) DM Gestasional. Jouvenil DM Kriteria Jenis Pemeriksaan/ Hasil Gula darah puasa Baik 80 – 109 mg/dL Sedang 110 – 125 mg/dL 145 – 179 mg/dL Buruk

> 126 mg/dL > 180 mg/dL

Gula darah 2 jam 80 – 144 mg/dL PP

g. Pengendalian kadar gula darah     Obat  OHO dan/kombinasi OHO dan insulin. Diit Olah raga/aktifitas fisik Hindari stress

2. Tujuan Diit Pada Ibu Hamil Dengan Diabetes Melitus        Memberikan makanan secukupnya agar penderita dapat mencapai keadaan faali normal, dapat melakukan aktivitas dan mempertahankan kualitas hidup. Menurunkan kadar gula darah dan mempertahankan dalam batas normal. Mencapai dan mempertahankan BB normal. Mencegah hipoglikemi Memenuhi kecukupan nutrisi. Mencegah dan memperlambat timbulnya komplikasi Memperoleh makanan yang sesuai dengan kebiasaan kel

3. Syarat Diit Pada Ibu Hamil Dengan Diabetes Melitus          Kalori diberikan menurut umur, berat badan, tinggi badan, aktivitas, dan kelainan metabolik. Makanan cukup protein, Vitamin, dan Mineral. Karbohidrat diberikan 60 – 70% dari total kalori, diutamakan karbohidrat kompleks. Protein 10 – 15 % dari total kalori. Lemak 20 – 25 %dari total kalori, diutamakan lemak tak jenuh. Kolesterol dibatasi, 300 mg/hr. Asupan serat ditingkatkan, 25 gr/hr Penggunaan garam dibatasi. Asupan gula sederhana dan makanan / minuman yang mengandung gula dibatasi.

4. Menyusun Menu Ibu Hamil Dengan Diabetes Melitus Macam Diit Kalori DM I 1100 II III IV V 1300 1500 1700 1900 Protein (gr) 50 55 60 65 70 Lemak (gr) 30 35 40 45 50 Hidrat Arang (gr) 160 195 225 260 300 Keterangan Diberikan pada penderita gemuk Diberikan kepada penderita dengan berat badan normal Diberikan kepada penderita yang kurus, DM pada anak dan remaja, ibu hamil.

VI VII VIII

2100 2300 2500

80 85 90

55 60

325 350 390

Jumlah Bahan Makanan Sehari Untuk Setiap Standart Diit

( DLS Satuan Penukar) Golongan Bahan Makanan Nasi/Penukar I 2 3 II III 3,5 IV 4,5 V 5,5 VI 6 VII 6,3 VIII 7,5

Protein Hewani/Penukar Protein nabati / penukar Sayuran A / Penukar A Sayuran B / Penukar B Buah / Penukar Susu / penukar Minyak / penukar

2,5 2 S 2 4 2

2,5 2 S 2 4 3

2,5 3 S 2 4 3

2,5 3 S 2 4 4

2,5 3 S 2 4 5

3 3 S 2 4 1 6

3 3 S 2 4 1 6

3 3 S 2 4 1 6

Makanan Yang Harus Dibatasi

Makanan dan minuman yang diolah dengan gula murni, yang terdapat pada, antara lain :  Gula pasir dan gula jawa  Kue – kue yang manis.  Sirop, jelly, jam, buah – buahan yang diawetkan dengan gula, susu kental manis, dan es krim.

Preskripsi Diit

a.

Makan secara teratur (3 kali makan utama dan 3 kali selingan) dengan waktu yang kurang lebihnya sama setiap hari.

b. Makan dengan jumlah kalori yang memadai untuk pertumbuhan yang normal c. d. Batasi asupan lemak, minyak, kolesterol, garam, gula sederhana. Konsumsi camilan rendah kalori antara lain kolang-kaling, cincau, agar-agar, puding gelatin/rumput laut, dan pisang rebus e. f. g. Tingkatkan konsumsi serat makanan. Konsumsi buah berserat dengan kulitnya, seperti apel, jambu biji, peer. Konsumsi minuman berserat, seperti blender tomat, semangka, melon, dengan bagian putihnya disertakan h. Sertakan rebusan sayuran yang dapat membantu mengendalikan kadar glukosa darah dalam menu minimal 3 kali seminggu, misalnya : buncis, gambas, pare, terong. i. j. Biasakan sarapan dengan sereal tinggi serat, seperti kacang hijau, havermouth, jagung rebus. Biasakan membuang lemak sebelum memasak daging merah, selingi konsumsi daging merah dengan daging putih k. Pengendalian berat badan l. Olah raga secara teratur.

m. Monitoring glukosa darah.

H. Prinsip Diit Pada Ibu Hamil Dengan Anemia 1. Dasar Teori Anemia a. Definisi    Anemia adalah kondisi dimana kadar Hb kurang dari normal (< 11gr%) Faktor diit yang diperlukan untuk sintesa normal sel darah merah antara lain: Protein, Fe, Asam folat, Vitamin B12, Vitamin C. Anemi dalam kehamilan merupakan satu penyebab potensial morbiditas dan mortalitas ibu dan anak. b. Penyebab     c.       Kurang intake makanan sumber pembentukan sel darah merah dikarenakan muntah, pantangan, tidak suka pada suatu jenis makanan dan faktor alergi terhadap makanan. Kehamilan dan persalinan yang terlalu sering sehingga simpanan Fe rendah. Kebutuhan Fe yang meningkat Gangguan penyerapan Fe. Fungsi Zat Besi Pembentukan sel darah merah, cadangan Fe pada bayi yang baru lahir. Sel darah merah bertugas mengangkut oksigen dari paru-paru ke jaringan dan mengangkut nutrisi dari ibu ke janin. Ikatan Fe dan protein dalam otot menyimpan oksigen yang sewaktu-waktu digunakan oleh sel. Reaksi enzim diberbagai jaringan tubuh.

2. Pengaruh Anemia dalam Kehamilan Pengaruh pada ibu hamil, baik dalam masa kehamilan, persalinan dan pasca persalinan : abortus, partus prematur, partus lama, pendarahan post partus, infeksi, anemia, dll. Pengaruh terhadap janin: kematian janin, kematian perinatal, prematur, cacat bawaan, cadangan Fe bayi kurang. 3. Tujuan Diit pada Ibu Hamil Dengan Anemia Memberikan makanan yang dapat mencegah dan memperbaiki keadaan anemia. 4. Syarat Diit pada Ibu Hamil Dengan Anemia    Energi sesuai kebutuhan secara bertahap sejumlah 2200 kalori + 300 – 500 kalori/hari Lemak cukup, 53 gram/hari Protein tinggi, 75 gram/hari + 8 – 12 gr/hr, diutamakan protein bermutu tinggi.

           I.        

Meningkatkan konsumsi makanan sumber pembentukan sel darah merah Bentuk maknan dan porsi disesuaikan dengan keadaan kesehatan ibu hamil.

5. Cara Meningkatkan Asupan Fe dan Asam Folat Konsumsi protein hewani (daging, unggas, seafoods, telur, susu dan hsl olahannya) Konsumsi makanan sumber asam folat (Asparagus, bayam, buncis, hati sapi, kapri, kacang tanah, orange juice, almond, beras merah/tumbuk, kembang kol, telur, selada, sereal instant) Meningkatkan asupan buah berwarna jingga dan merah segar (jeruk, pisang, kiwi, semangka, nanas) Mengkonsumsi makanan fortifikasi (susu, keju, , es krim, makanan berbasis tepung). Konsumsi vitamin C, untuk meningkatkan absorbsi Fe dalam usus. Konsumsi makanan sumber vitamin B12 ( daging, hati, ikan, makanan fermentasi, yogurth, udang, susu) Jika perlu ditambahkan suplemen vitamin B12, Fe dan vitamin C. Konsumsi sayuran hijau paling tidak 3 porsi/hr. Konsumsi sari buah yang kaya vitamin C minimal 1 gls/hr. Prinsip Diit Pada Ibu Hamil Dengan Obesitas

1. Tujuan Diit Pada Ibu Hamil Dengan Obesitas Memberikan makanan rendah kalori guna mencapai berat badan normal. Mempertahankan tumbuh kembang bayi yang normal. Mempertahankan kesehatan ibu hamil. Menghindari terjadinya komplikasi kehamilan. Kalori dikurangi sebanyak 500 – 700 dibawah kebutuhan normal. Pengurangan kalori dilakukan dengan pengurangan konsumsi karbohidrat dan Lemak. Protein tinggi untuk pertumbuhan bayi dan pembentukan sel darah merah. Tinggi vitamin dan mineral. Tinggi serat untuk memberi rasa kenyang.

2. Syarat Diit Pada Ibu Hamil Dengan Obesitas

3. Bahan Makanan Yang Diberikan Dalam Sehari Jenis RK I Berat URT (gr) 100 1 gls 100 2 ptg 50 1 btr RK II Berat URT (gr) 150 1,5 gls 150 3 ptg 50 1 btr RK III Berat URT (gr) 200 2 gls 150 3 ptg 50 1 btr RK IV Berat URT (gr) 250 2,5 gls 200 4 ptg 50 1 btr

Beras Protein Hewani Telur

Protein Nabati 100 4 ptg 100 4 ptg 150 5 ptg 150 5 ptg Sayuran 400 4 gls 400 4 gls 400 4 gls 400 4 gls Buah 400 4 ptg 400 4 ptg 400 4 ptg 400 4 ptg Minyak 10 1,5 sdm 15 1,5 sdm 15 1,5 sdm 15 1,5 sdm Gula Pasir 10 1 sdm 15 1,5 sdm 15 1,5 sdm Nilai Gizi Kalori 1200 Kal 1500 Kal 1700 Kal 1900 Kal Protein 59 gr 71 gr 75 gr 80 gr Lemak 35 gr 40 gr 45 gr 48 gr Hidrat Arang 173 gr 206 gr 250 gr 270 gr Ket: Diit Rendah Kalori yang diberikan kepada ibu hamil dengan obesitas adalah diit RK III dan IV 4. Pedoman Untuk Mengurangi Lemak a.       c.        Sayuran-sayuran Kurangi konsumsi sayuran dengan bumbu kacang yang digoreng, ganti dengan bumbu kacang yang disangrai. Batasi konsumsi sayuran dengaan bumbu kelapa yang berlebih (seperti, urapan), atau santan kental. Batasi konsumsi sayuran dengan dressing keju yang berlebih, contohnya salad. Konsumsi sayuran dengan cara direbus, dikukus, dalam bentuk segar.

b. Buah-buahan Konsumsi buah-buahan dlm bentuk segar. Kurangi konsumsi buah-buahan yg berlemak. Nasi, Sereal dan Roti Kalau bisa konsumsi nasi beras tumbuk/nasi agar dan roti yang mengandung bekatul/havermouth. Batasi sereal dan krackers yang berminyak/mengandung lemak lebih dari 2 potong/hr. Batasi kebiasaan sarapan dengan roti mentega dan susu full cream.

d. Susu Gunakan susu skim, susu kedelai atau yogurth yang rendah lemak. Pilih keju rendah lemak, misalnya Cottage Cheese Pilih es krim yang tidak mengandung susu, misalnya es krim yang terbuat dari sari buah Pilih makanan pencuci mulut yang terbuat dari makanan berserat seperti agar-agar dengan saus dari susu skim. e. Protein

     f. 

Pilih daging tidak berlemak dan berwarna cerah seperti daging ayam kampung ( tanpa kulit ), ikan, dll. Hindari konsumsi jerohan, daging berlemak, otak, kepala dan brutu ayam. tingkatkan konsumsi protein nabati sebagai pengganti, seperti tahu, tempe, kacang hijau, dll. Batasi konsumsi lauk yang digoreng, diolah dengan santan kental. Masak dengan cara merebus, memanggang, menumis, memepes. Lemak Kurangi konsumsi minyak goreng sampai 1 sendok makan per hari ( 10 gr ).

EVALUASI 1. 2. 3. 4. Tuliskan hubungan antara gizi dan fertilitas... Tuliskan tujuan pemberian diit hyperemesis gravidarum... Tuliskan syarat pemberian diit pre eklampsi...

Tuliskan makanan dan minuman yang harus dibatasi pada terapi diit diabetes melitus gestasional... 5. 6. Tuliskan cara meningkatkan asupan Zat besi dan asam folat... Tuliskan cara mengurangi asupan lemak dari makanan sumber sayuran...

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->